Kom Anak Lansia

of 38/38
Komunikasi Pada Anak, Remaja, Dewasa dan Lansia By. Sri Eka Wahyuni, S.Kep, Ns
  • date post

    31-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    52
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Kom Anak Lansia

Komunikasi Pada Anak, Remaja, Dewasa dan Lansia

By. Sri Eka Wahyuni, S.Kep, Ns

KOMUNIKASI FAKTOR KEMATANGAN Kesempurnaan indera Kesempurnaan dan kematangan otak Abstraksi, berhitung, membaca

Kematangan psikologis Atensi dan emosi

Pedoman Khusus Berkomunikasi pada Anak Berikan waktu khusus pada anak untuk merasa nyaman dengan perawat

Hindari perluasan yg tiba-tiba atau cepat (senyum lebar, kontak mata yang berlebihan atau sikap tubuh yang lain yang mungkin terlihat mengancam) Bicara pada ortu anak bila anak merasa malu Bersikap jujur

Izinkan mereka untuk mengekspresikan masalah & rasa takutnya Gunakan berbagai tehnik komunikasi

Berkomunikasi melalui objek transisi spt boneka sebelum mengajukan pertanyaan pada anak secara langsung Beri kesempatan pada anak yang lebih besar untuk berbicara tanpa kehadiran ortu Pilih posisi setinggi mata anak Bicara dengan tenang, tidak terburu-buru dan suara mantap Bicara secara jelas, spesifik, menggunakan katakata sederhana dan kalimat pendek

Nyatakan saran secara positif Beri pilihan hanya bila pilihan itu ada

KOMUNIKASI PADA BAYI Memberi rasa aman kepada bayi Memenuhi kebutuhan bayi akan kasih sayang Melatih bayi mengembangkan kemampuan bicara, mendengar dan menerima rangsang

BAYI Mata bayi belum berkembang sempurna, kabur, 1 mg dapat merespons cahaya, koordinasi otot mata mulai tampak, 3 bulan dapat melihat objek yg jauh, 6 bln melihat warna

Telinga, tingkat kematangan paling rendah, hari ke-3 dapat bereaksi terhadap suara dr lingk. Beberap hari bisa membedakan berbagai suara. 9 bulan membedakan kata dan respons perintah sederhana

Bayi Penciuman dan pengecap cukup peka Perabaan cukup peka

Wicara, Prespeech forms: menangis, merengek dan gerak gerik

Komunikasi pada bayi Masa Bayi Belum dapat mengekspresikan pikiran & perasaan dengan kata-kata Kom pada bayi lebih banyak menggunakan komunikasi non verbal (sentuhan, mendekap, menggendong, berbicara dgn lemah lembut) Pada saat lapar, haus, basah, tidak nyaman hanya diekspresikan dengan menangis Lakukan kom terlebih dahulu pada ibunya atau mainan yang dipegangnya Tunjukkan bahwa kita ingin membina hub yang baik dengannnya dan ibunya

Pada usia 8 minggu: perkembangan komunikasi pada bayi dapat dimulai dengan kemampuan bayi untuk melihat sesuatu yg menarik, objek atau cahaya shg bayi akan berespons untuk membuat suara-suara Pada usia 12 minggu bayi sudah bisa tersenyum Pada usia 16 minggu bayi sudah mulai menolehkan kepala pada suara yang asing bagi dirinya Pada usia 6 bulan bayi sudah mulai mengucapkan kata-kata awal spt: ba-ba, da-da Pada usia 10 bulan bayi sudah beraksi terhadap panggilan namanya Pada usia 1 tahun bayi mengucapkan kata-kata spesifik 2 atau 3 kata

PRA SEKOLAH Mulai mandiri, mengembangkan keterampilan berinteraksi dengan orla

Pancaindera sepurna, bahasa: cara pengucapan dan perbendaharaan kata belum memadai sepenuhnya Kemampuan berpikir abstrak belum optimal

Egosentris Sranger anxiety

KOMUNIKASI PADA PRA SEKOLAH Melatih keterampilan penggunaan panca indera Meningkatkan keterampilan kognitif, afektif dan psikomotor Sebagai bentuk pembelajaran dan permainan dalam melakukan hub dengan oranglain Mengembangkan konsep diri

Masa balita ( 1 sampai 5 tahun ) 1 tahun mampu memahami kurang lebih 10 kata 2 tahun mempunyai perbendaharan kata kira-kira 200-300 kata

3 tahun mampu menguasai 900 kata 4 tahun mempunyai perbendaharaan kata 1500 kata

5 tahun menguasai 2100 kata

Komunikasi yang dilakukan Memberitahu apa yang terjadi pada dirinya Memberi kesempatan pada mereka untuk menyentuh alat pemeriksaan yang akan digunakan

Bicara lambat, jika tidak dijawab harus diulang lebih jelas dengan pengarahan yang sederhana Hindarkan sikap mendesak, untuk dijawab spt: kata-kata jawab dong Memberi mainan saat komunikasi dengan maksud anak mudah diajak komunikasi Anak mempunyai perasaan takut terhadap ketidaktahuannya shg anak perlu diberitahu terhadap ketidaktahuannya Saat menjelaskan gunakan kata-kata yang sederhana, singkat dan gunakan istilah yang dikenalnya

Posisi tubuh yang baik saat berbicara padanya adalah jongkok, duduk dikursi kecil, atu berlutut sehingga pandangan mata kita akan sejajar dengannya Berikan pujian atas apa yang telah dicapainya atau ditunjukkannya terhadap perawat dan orangtuanya Perawat harus konsisten dalam berkomunikasi secara verbal maupun non verbal

Anak Sekolah Dirty age Gank age

Lebih banyak menanyakan hal-hal yang tidak mereka ketahui, tertarik dengan aspek fungsional suatu prosedur, tujuan dan kegiatan

Anak usia 5 sampai 8 tahun Anak usia ini sangat peka terhadap stimulus yang dirasakannya akan mengancam keutuhan tubuhnya Apabila perawat akan melakukan suatu tindakan, ia akan bertanya mengapa dilakukan, untuk apa, dan bagaiman caranya dilakukan?

Anak membutuhkan penjelasan atas pertanyaannya Gunakan bahasa yang dapat dimengerti anak dan berikan contoh yang jelas sesuai dengan kemampuan kognitifnya

Anak usia 8 12 tahun Anak usia sekolah sudah lebih mampu berkomunikasi dengan orang dewasa Perbendaharaan kata sudah lebih banyak dikuasai Anak sudah mampu berfikir secara konkret Apabila akan melakukan tindakan, perawat dapat menjelaskannya dengan mendemonstrasikan pada mainan anak

Anak usia remaja Fase remaja adalah masa transisi atau peralihan dari akhir masa kanak-kanak menuju masa dewasa Anak harus diberi kesempatan untuk belajar memecahkan masalah secara positif Apabila anak merasa cemas atau stres, jelaskan bahwa ia dapat mengajak bicara teman sebayanya atau orang dewasa yang ia percaya

Menghargai keberadaan identitas diri dan harga dirinya merupakan hal yang prinsip untuk diperhatikan dalam berkomunikasi dengan anak remaja Kita harus menghormati privacynya dan beri dukungan pada apa yang telah dicapainya secara positif dengan selalu memberikannya penguatan positif

Tehnik Komunikasi Kreatif dengan Anak 1. Tehnik Verbal Tehnik Orang Ketiga Respon fasilitatif Permainan peringkat Pro dan Kontra

Bercerita Saling bercerita

Biblioterapi

2. Tehnik Non Verbal Menulis Menggambar Magis Bermain

Tehnik orang ketiga LIbatkan pengungkapkan perasaan dalam istilah orang ketiga (ia, mereka) Tehnik ini kurang mengancam dibanding dengan menanyakan pada anak secara langsung bagaimana perasaannya, karena ini memberi kesempatan pada anak untuk setuju atau tidak setuju tanpa merasa dibantah Cth: Terkadang bila seseorang menderita sakit parah, ia merasa marah dan sedih karena tidak dapat melakukan yang oranglain lakukan. (Diam) (Atau lakukan pengulangan) Apakah anda pernah demikian?

Respon fasilitatif Libatkan tehnik mendengar dengan penuh perhatian dan cerminkan kembali pada pasien perasaan dan isi pernyataan mereka Respon tidak menghakimi dan empati dan biarkan perasaan individu

Cth: Bila anak berkata: saya benci datang ke rumah sakit dan disuntik.Respon fasilitatif: kamu merasa tidak senang terhadap semua tindakan yang dilakukan padamu

Bercerita Gunakan bahasa anak untuk masuk kedalam area berpikir mereka Tehnik paling sederhana adalah meminta anak untuk menyebutkan cerita tentang kejadian yang berhubungan seperti berada di rumah sakit Pendekatan lain tunjukkan pada anak sebuah gambar tentang kejadian tertentu, seperti seorang anak dirumah sakit dengan orang lain di suatu ruangan dan minta anak menggambarkan situasinya

Saling bercerita Tunjukkan pikiran anak dan upayakan untuk mengubah persepsi anak atau rasa takutnya dengan menceritakan suatu cerita yang berbeda

Biblioterapi Menggunakan buku-buku dalam proses terapeutik dan suportif Kaji perkembangan emosi dan kognitif anak untuk kesiapan memahmi pesan dari buku

Kenali isi buku (pesan yang disampaikan atau tujuannya) dan usia yang sesuai untuk buku tersebut Bacakan bila anak tidak dapat membacanya

Permainan peringkat Gunakan beberapa tipe skala peringkat (angka, wajah sedih sampai senang) untuk rentang kejadian atau perasaan

Pro dan kontra Libatkan pemilihan topik seperti berada di RS dan minta anak menyebutkan 5 hal yang baik dan 5 hal yang buruk tentang hal tersebut

Menulis Merupakan pendekatan komunikasi alternatif untuk anak yang lebih besar dan orang dewasa Menulis perasaan atau pikiran yang sulit untuk diekspresikan

Menggambar Gambar anak menceritakan semua tentang mereka, karena gambar ini adalah projeksi diri mereka dari dalam Menggambar spontan mencakup memberi anak bahan seni bervariasi dan memberi kesempatan untuk menggambar

Magis Gunakan trik magis sederhana untuk membantu mambuat hubungan dengan anak, dorong kepatuhan dengan intervensi kesehatan dan berikan distraksi efektif selama prosedur yang menyakitkan

Bermain Ceritakan banyak hal tentang anak-anak karen mereka menunjukkan jati diri mereka sendiri melalui aktivitas Bermain spontan mencakup memberi anak berbagai materi permainan dan memberi kesempatan anak untuk bermain.

Komunikasi pada masa dewasa Kematangan fisik, mental dan kemampuan sosial (+) Peran & tanggungjawab serta tuntutan sosial telah menuntut individu untuk berkomunikasi dengan oranglain Kemampuan komunikasi baik verbal & non verbal telah mencapai tahap optimal Individu tidak hanya melihat konteks isi pesan, tetapi mempersepsikan lebih kompleks lagi disesuaikan dengan situasi dan keadaan yang menyertai Kemampuan tersebut memberi keuntungan karena pesan dapat disampaikan secara sederhana, namun dapat menimbulkan kesalahan persepsi dari si penerima pesan

Materi komunikasi pada orang dewasa Pekerjaan dan tugas: pembagian tugas, deskripsi kerja dan transaksi kerja Kegiatan kerumahtanggaan: pembagian tugas dalam keluarga, pendidikan terhadap anak Kegiatan profesional: pembagian kerja

Kegiatan sosial: hubungan sosial, peran dan tugas sosial

Komunikasi pada lansia Penurunan fungsi berbagai sistem organ dan persepsi kemampuan menangkap pesan dan melakukan transfer informasi

Penurunan kemampuan berlangsung bertahap tergantung seberapa jauh gangguan indra dan gangguan otak yang dialami lansia Gangguan penglihatan tidak dapat menangkap pesan yang disampaikan melalui tehnik non verbal

Gangguan pendengaran lansia hanya dapat mendengar suara yang relatif keras dan tempo suara yang lebih lambat, kalau terlalu parah lansia memerlukan alat bantu dengar dan perlu melihat mimik (gerak bibir) kemudian menyimpulkan pesan yang telah disampaikan oranglain Demensia berdampak pd penerimaan & pengiriman pesan Penerimaan pesan : klien mudah lupa terhadap pesan yg baru diterimanyasalah menangkap pesan, kurang mampu mengaitkan pesan dengan konteks yg menyertai Pegiriman pesan : kurang mampu membuat pesan yg bersifat kompleks, bingung, pesannya salah

TUGAS Mahasiswa dibagi dalam 6 kelompok Buat makalah dan role playkan (1 orang perawat dan 1 orang pasien) Gangguan penglihatan

Gangguan pendengaran Gangguan wicara Tidak sadar Kognitif rendah Bahasa Asing