Tugas Kep. Kom

of 37/37
Nama : Dwita Iryani Jurusan : IKP VI NIM : 4002130012 PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan tidak menular yaitu program pelayanan kesehatan Puskesmas untuk mencegah dan mengendalikan penular penyakitmenular/infeksi (misalnya TB, DBD, Kusta dll). Tujuan program: menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular. Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah Malaria, demam berdarah dengue, diare, polio, filaria, kusta tuberkulosis paru, HIV/AIDS, pneumonia, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Prioritas penyakit tidak menular yang ditanggulangi adalah penyakit jantung dan gangguan sirkulasi, diabetes mellitus, dankanker. Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif program ini meliputi: 1. Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko: Menyiapkan materi dan menyusun rancangan peraturan dan perundang-undangan, dan kebijakan pencegahan
  • date post

    09-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    224
  • download

    1

Embed Size (px)

description

pemberantasan penyakit menular

Transcript of Tugas Kep. Kom

Nama : Dwita IryaniJurusan : IKP VINIM : 4002130012

PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULARPencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan tidak menular yaitu program pelayanan kesehatan Puskesmas untuk mencegah dan mengendalikan penular penyakitmenular/infeksi (misalnya TB, DBD, Kusta dll). Tujuan program: menurunkan angka kesakitan, kematian dankecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular.Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah Malaria, demam berdarah dengue, diare, polio, filaria, kustatuberkulosis paru, HIV/AIDS, pneumonia, dan penyakit-penyakityang dapat dicegah dengan imunisasi. Prioritas penyakit tidakmenular yang ditanggulangi adalah penyakit jantung dangangguan sirkulasi, diabetes mellitus, dankanker.Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif program ini meliputi:1. Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko: Menyiapkan materi dan menyusun rancangan peraturan danperundang-undangan, dan kebijakan pencegahan danpenanggulangan faktor risiko dan diseminasinya; Menyiapkan materi dan menyusun rencana kebutuhan untuk pencegahan dan penanggulangan faktor resiko; Menyediakan kebutuhan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko sebagai stimulam; Menyiapkan materi dan menyusun rancangan juklak/juknis/pedoman pencegahan dan penanggulangan faktor risiko; Meningkatkan kemampuan tenaga pengendalian penyakit untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko; Melakukan bimbingan, pemantauan dan evaluasi kegiatan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko; Membangun dan mengembangkan kemitraan dan jejaringkerja informasi dan konsultasi teknis pencegahan danpenanggulangan faktor risiko; Melakukan kajian programpencegahan dan penanggulangan faktor risiko; Membina dan mengembangkan UPT dalam pencegahn dan penanggulangan faktor risiko; Melaksanakan dukunganadministrasi dan operasional pelaksanaan pencegahan danpemberantasan penyakit.2. Peningkatan imunisasi: Menyiapkan materi danmenyusun rancangan peraturan dan perundang-undangan,dan kebijakan peningkatan imunisasi, dan diseminasinya; Menyiapkan materi dan menyusun perencanaankebutuhan peningkatan imunisasi; Menyediakankebutuhan peningkatan imunisasi sebagai stimulan yangditujukan terutama untuk masyarakat miskin dan kawasankhusus sesuai dengan skala prioritas; Menyiapkanmateridan menyusun rancangan juklak/juknis/protapprogram imunisasi; Menyiapkan dan mendistribusikansarana dan prasarana imunisasi; Meningkatkankemampuan tenaga pengendalian penyakit untukmelaksanakan program imunisasi Melakukanbimbingan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan imunisasi; Membangun dan mengembangkan kemitraan danjejaring kerja informasi dan konsultasi teknis peningkatanimunisasi; Melakukan kajian upaya peningkatanimunisasi; Membina dan mengembangkan UPT dalamupaya peningkatan imunisasi; Melaksanakan dukunganadministrasi dan operasional pelaksanaan imunisasi.3. Penemuan dan tatalaksana penderita: Menyiapkanmateri dan menyusun rancangan peraturan dan perundangundangan,dan kebijakan penemuan dan tatalaksanapenderita dan diseminasinya; Menyiapkan materi danmenyusun perencanaan kebutuhan penemuan dantatalaksana penderita; Menyediakan kebutuhanpenemuan dan tatalaksana penderita sebagai stimulan; Menyiapkan materi dan menyusun rancanganjuklak/juknis/pedoman program penemuan dan tatalaksanapenderita; Meningkatkan kemampuan tenagapengendalian penyakit untuk melaksanakan programpenemuan dan tatalaksana penderita; Melakukanbimbingan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan penemuandan tatalaksana penderita; Membangun danmengembangkan kemitraan dan jejaring kerja informasi dankonsultasi teknis penemuan dan tatalaksana penderita; Melakukan kajian upaya penemuan dan tatalaksanapenderita; Membina dan mengembangkan UPT dalamupaya penemuan dan tatalaksana penderita; Melaksanakan dukungan administrasi dan operasionalpelaksanaan penemuan dan tatalaksana penderita.4. Peningkatan surveilens epidemiologi danpenanggulangan wabah: Menyiapkan materi danmenyusun rancangan peraturan dan perundang-undangan,dan kebijakan peningkatan surveilans epidemiologi danpenanggulangan KLB/wabah dan diseminasinya; Menyiapkan materi dan menyusun perencanaan kebutuhanpeningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulanganKLB/wabah; Menyediakan kebutuhan peningkatansurveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabahsebagai stimulan; Menyiapkan materi dan menyusunrancangan juklak/juknis/pedoman program surveilansepidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah; Meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan menanggulangiKLB/Wabah, termasuk dampak bencana; Meningkatkankemampuan tenaga pengendalian penyakit untukmelaksanakan program surveilans epidemiologidanpenanggulangan KLB/wabah; Melakukan bimbingan,pemantauan, dan evaluasi kegiatan surveilans epidemiologidan penanggulangan KLB/wabah; Membangun danmengembangkan kemitraan dan jejaring kerja informasi dankonsultasi teknis peningkatan surveilans epidemiologi danpenanggulangan KLB/wabah; Melakukan kajian upayapeningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulanganKLB/wabah; Membina dan mengembangkan UPT dalamupaya peningkatan surveilans epidemiologi danpenanggulangan KLB/wabah. Melaksanakan dukunganadministrasi dan operasional pelaksanaan surveilansepidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah.5. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE)pencegahan dan pemberantasan penyakit: Menyiapkan materi dan menyusun rancangan peraturan danperundang-undangan, dan kebijakan peningkatankomunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan danpemberantasan penyakit dan diseminasinya; Menyiapkan materi dan menyusun perencanaan kebutuhanpeningkatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE)pencegahan dan pemberantasan penyakit. Menyediakankebutuhan peningkatan komunikasi informasi dan edukasi(KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit sebagaistimulan; Menyiapkan materi dan menyusun rancanganjuklak/juknis/pedoman program komunikasi informasi danedukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit; Meningkatkan kemampuan tenaga pengendalian penyakituntuk melaksanakan program komunikasi informasi danedukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit; Melakukan bimbingan, pemantauan, dan evaluasi kegiatankomunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan danpemberantasan penyakit; Membangun danmengembangkan kemitraan dan jejaring kerja informasi dankonsultasi teknis peningkatan komunikasi informasi danedukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit; Melakukan kajian upaya peningkatan komunikasi informasidan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasanpenyakit; Membina dan mengembangkan UPT dalamupaya peningkatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE)pencegahan dan pemberantasan penyakit; Melaksanakandukungan administrasi dan operasional pelaksanaankomunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan danpemberantasan penyakithttp://puskesmaskintamanisatu.blogspot.co.id/p/program-pemberantasan-penyakit-menular.html

PENYEHATAN LINGKUNGAN PEMUKIMANPemukiman merupakan bagian dari lingkungan hidup yang digunakan sebagai tempat tinggal dari sekelompok manusia .yang saling berinter - aksi serta berhubungan setiap hari dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat yang tenteram, aman dan damai. Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung baik yang berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan.Pemukiman adalah suatu struktur fisik dimana orang menggunakannya untuk tempat berlindung, termasuk juga semua fasilitas dan pelayanan yang diperlukan, perlengkapan yang berguna untuk kesehatan jasmani dan rokhani serta keadaan sosialnya, baik untuk keluarga maupun individu.Pemukiman atau perumahan sangat berhubungan dengan kondisi ekonomi sosial, pendidikan, tradisi atau kebiasaan, suku, geografi dan kondisi lokal. Selain itu lingkungan perumahan atau pemukiman dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menentukan kualitas lingkungan perumahan tersebut antara lain fasilitas pelayanan, perlengkapan, peralatan yang dapat menunjang terselenggaranya kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan sosial bagi individu dan keluarganya.Hubungan Pemukiman dan KesehatanKondisi- kondisi ekonomi, sosial, pendidikan, tradisi/kebiasaan, suku, geografi dan kondisi lokal sangat terkait dengan pemukiman/perumahan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau yang dapat menentukan kualitas lingkungan perumahan / pemukiman antara lainfasilitas pelayanan, perlengkapan, peralatan yang dapat menunjang terselenggaranya keadaan fisik, kesehatan mental, kesejahteraan sosial bagi individu dan keluarganya (dr. H. Haryoto Kusnoputranto, SKM)..Penyehatan lingkungan tempat pemukiman adalah segala upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan tempat pemukiman beserta lingkungannya dan pengaruhnya terhadap manusia.

Tujuan dilaksanakan Kesehatan Lingkungan di Tempat Permukiman1. Penataan dan pemukiman yang memenuhi syarat kesehatan. Pemukiman sehat adalah suatu tempat untuk tinggal secara permanen, berfungsi sebagai tempat untuk bermukim, beristirahat, berrekreasi dan sebagai tempat berlindung dari pengaruh lingkungan yang memenuhi persyaratan fisiologis, psikologis, bebas dari penularan penyakit dan kecelakaan. Satuan Lingkungan Permukiman adalah kawasan perumahan dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana lingkungan yang teratur.2. Terwujudnya suatu kondisi perumahan yang layak huni dalam lingkungan yang sehat.Ini artinya bahwa rumah di perumahan itu harus sehat, rumah yang dapat menjadi tempat berlindung / bernaung dan beristirahat sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani maupun sosial. Kondisi perumahan yang layak huni artinya harus layak sebagai tempat hunian yag dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, social dan budaya.3. Mengurangi resiko kebakaran, kecelakaan, penularan penyakit.Dalam mengurngi resiko kebakaran, kecelakaan, penularan penyakit diperlukan sara dan utilitas. Utilitas umum merupakan bangunan bangunan yang dibutuhkan dalam sistem pelayanan lingkungan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah atau swasta,Utilitas yang dimaksud adalah penyediaan yang menyangkut jaringan air bersih, listrik, pembuangan sampah, telepon dan gasDasar hukum penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Tempat Permukiman Dalam membahas aspek kebijakan kesehatan pemukiman perumahan ada beberapa landasan yang tidak dapat diabaikan1. Undang - undang Pokok Agraria nomor 5 tahun 19602. Undang -undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan3. Undang -undang nomor 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang4. Undang -undang nomor 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman5. Undang -undang nomor tahun tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup6. Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 829/MenKes/SK/VII/1989 tanggal 20 Juli 1989 Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan7. Undang undang dan keputusan yang lainRuang lingkup penyelenggaraan kesehatan lingkungan pada PemukimanKesehatan lingkungan tempat permukiman menyelenggarakan upaya pada beberapa aspek perlindungan dan penyehatan di tempat permukiman agar para penghuni dan orang yang beraktifitas di tempa penukiman mendapatkan jaminan keamanan. Upaya tersebut meliputi1. Mengendalikan dan memberantas penyakit menular dan penyakit parasit dan beban kesehatan yang memberati penduduk dalam kawasan itu2 Mengurangi bahaya kimiawi dan fisik di tempat tinggal, tempat kerja dan wilayah kota yang lebih besar3. Menciptakan kualitas lingkungan dan kualitas penduduk dalam kawasan4. Meminimalkan transfer biaya lingkungan ke wilayah dan masyarakat serta system lingkungan di sekitar wilayah dan di luar5. Menjamin adanya konsumsi yang berkelanjutan tanpa merusak lingkunganSasaran Upaya Kesehatan Lingkungan di Tempat PemukimanSasaran Upaya Kesehatan Lingkungan di Tempat Pemukiman adalah1. Entitas atau masyarakat pada pemukimanMasyarakat penghuni dan yang beraktifitas di lingkungan pemukiman diharapkan memiliki kesadaran dalam mengelola lingkungan pemukimannya sendiri. Mengembangkan budaya masyarakat untuk melaksanakan kegiatan kesehatan lingkungan di pemukiman. Masyarakat dapat merencanakan upaya, melaksanakan kepemimpinan, dan mengintegrasikan pembangunan di daerahnya dengan daerah yang lebih luas.2. Rumah dengan upaya meliputi penggerakan masyarakat agar memiliki, memelihara semua aspek kesehatan rumahnya3. Lingkungan pemukiman dengan upaya meliputi usaha bersama dalam melaksanakan pemukiman sehat, kerja bakti bersama, Penyelenggaraan pemberantasan sarang nyamuk, gerakan penanaman pohon dana lain - lainAspek kesehatan lingkungan pemukimanSuatu permukiman dikatakan telah memenuhi syarat kesehatan jika telah dipenuhi hal - hal berikut :1. Menjamin ketenangan hidup, yaknia. Lokasi mempunyai assebilitas ke transportasi umum, di daerah yang dapat memberikan keseimbangan social, memberikan kesempatan untuk dapat membina individu dan keluarga serta terjamin aman dari timbulnya bahayab. Kondisi geologis diantaranya kemiringan tanah maksimal 15 %, memungkinkan untuk dibuat drainase, kondisi tanah memugkinkan untuk dibuat bangunan sederhanac. Status hukum jelas2. Tersedia fasilitas umum dan fasilitas sanitasi, sesuai ketentuan yaknia. Jalan local yang terdiri dari jalan penghubung lingkungan perumahan, jalan poros lingkungan perumahan, jalan lingkungan perumahan atau gang -gangb. Air minum dengan ketentuan bahwa sistem penyediaan air minum kota : 100 liter / orang / perhari, system penyediaan air minum lingkungan 60%, system penyediaan air minum ke rumah rumah 60 %, sambungan air minum ke fasilitas umum 30 %c. Pembuangan air limbah dan tinja : pembuangan air limbah kota sambungan ke system yang tersedia, pembuangan air limbah lingkungan, tangki septic tank, bidang peresapan sesuai daya serap tanahd. Pembuangan air hujan dengan ketentuan tersedia saluran pembuangan air hujan, tersedia badan penerimae. Tersedia pembuangan sampah dengan ketentuan pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, pembuangan sampahf.Jaringan listrik dan sarana komunikasi3. Tersedia fasilitas kesehatana. Jarak antara pemukiman ke puskesmas pembantu atau praktek dokter 1,5 km,b. Jarak ke puskesmas 3 km, terdapat rumah bersalin, apotik4. Tersedia fasilitas perbelanjaan dan niagaa. Tersedia fasilitas belanja yag memeuhi syaratb. Jarak fasilitas perbelanjaan dan niaga mudah dicapai oleh pemnghuni pemukiman 5. Tersedia fasilitas layanan pemerintah dan pelayanan umuma. Tersedia fasilitas pemerintah seperti kesehatan, pendidikanb. Jarak terjangkau dengan kendaraan pribadi 6. Tersedia fasilitas peribadatana. Masjid atau musola sesuai jumlah penghuni danb. Jarak fasilitas peribadan dekat dengan rumah penduduk dengan fasilitas umum masyarakat 7. Fasilitas rekreasi dan kebudayaan yang dapat melayani 6000 keluarga ada gedung serba guna 8. Fasilitas Pendidikan sesuai dengan luas pemukiman dan jumlah penduduk yang menjadi penghuni di dalamnya 9. Fasilitas Olah raga dan lapangan terbuka 50 keluarga ada taman / tempat bermain 10. Untuk menjamin kesehatan penghuni, rumah - rumah harus memenuhi persyaratanPersyaratan Kesehatan Lingkungan PerumahanMenurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 829/Menkes/SK/VII/1999 :1. Lokasi2. Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran lahar, gelombang tsunami, longsor dan sebagainya.3. Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir sampah dan bekas lokasi pertambangan.4. Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti jalur pendaratan penerbangan.5. Kualitas Udara, Kebisingan dan GetaranKualitas udara ambien di lingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas beracun baik oleh alam atau aktivitas manusia, dan memenuhi persyaratan baku mutu udara yang berlaku dengan perhatian khusus terhadap parameter-parameter sebagai berikut :1. Tingkat kebisingan di lokasi tidak melebihi 45-55 dBA.2. Gas berbau (H2S dan NH3) secara biologis tidak terdeteksi.3. Partikel debu diameter < 10 mg tidak melebihi 150 mg/m3.4. Gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm.5. Debu terhadap tidak melebihi 350 mm3/m2/hari.6. Kualitas TanahKualitas tanah pada daerah perumahan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :1. Timah hitam (Pb) maksimal 300 mg/kg.2. Arsenik total maksimal 100 mg/kg.3. Cadmium (Cd) maksimal 20 mg/kg.4. Benzo (a) pyrene maksimal 1 mg/kg.5. Kualitas Air TanahKualitas air tanah pada daerah perumahan minimal harus memenuhi persyaratan air baku, air minum (golongan B), sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku.1. Sarana dan Prasarana Lingkungan2. Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi keluarga dengan konstruksi yang aman dari kecelakaan.3. Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukan vektor penyakit dan memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.4. Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan sebagai berikut :1) Konstruksi jalan tidak membahayakan kesehatan.2) Konstruksi trotoar jalan tidak membahayakan pejalan kaki dan penyandang cacat.3) Bila ada jembatan harus diberi pagar pengaman.4) Lampu penerangan jalan tidak menyilaukan.1. Tersedia sumber air bersih yang menghasilkan air secara cukup sepanjang waktu dengan kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.2. Pengelolaan pembuangan kotoran manusia dan limbah rumah tangga harus memenuhi persyaratan kesehatan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.3. Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi persyaratan kesehatan, sesuai dengan peraturan.4. Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.5. Memiliki akses terhadap sarana pelayanan umum dan sosial seperti keamanan, kesehatan, komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian dan sebagainya.6. Tempat pengolahan makanan harus menjamin tidak terjadi kontaminasi yang dapat menimbulkan keracunan sesuai dengan peraturan yang berlaku.7. Binatang Penular Penyakit Indek lalat di lingkungan perumahan harus memenuhi persyaratan. Indeks jentik nyamuk (Angka Bebas Jentik) di perumahan tidak melebihi 5%.8. PenghijauanPepohonan untuk penghijauan di lingkungan perumahan merupakan pelindung dan juga berfungsi untuk kesejukan, keindahan dan kelestarian alam.Masyarakat harus terlibat aktif dalam upaya menyelenggarakan penghijauan terutama disekitar rumah yang dihuninyaAspek Kesehatan Rumah1. Persyaratan UmumRumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kondisi para penghuninya.. Dengan meningginya insiden (angka kejadian) berbagai penyakit ,penyebabnya telah terbukti yaitu rumah tidak memenuhi kriteria rumah. Oleh karena itu di dalam program-program pencegahan/pemberantasan penyakit menular, hendaknya selalu memperhatikan keterlibatan faktor yang diperhitungkan. Faktor kemiskinan sangat erat hubungannya dalam keadaan situasi dan kondisi yang tidak baik tersebut.Menurut Winslow dan APHA rumah sehat harus memenuhi kebutuhan physiologis para penghuninya, kebutuhan psychologis, dan harus terhindar dari penyakit menular, dan kecelakaan.a. Memenuhi kebutuhan physiologisYang dimaksud memenuhi kebutuhan psikologis diantaranya adalah- Pencahayanaan alami minimal untuk kamar keluarga dan kamar tidur 60 120 lux, pencahayaan buatan untuk ruang keluarga 100 lux, ruang tidur 50 lux, ruang belajar 100 lux, ruang makan 75 lux, ruang dapur 50 75 lux- Penghawaan alami lubang ventilasi minimal 5 10 % luas lantai terdiri dari lubang ventilasi tetap sebesar minimal 5 % dari luas lantai dan lubang ventilasi incidental minimal 5 % luas lantai, udara yang masuk harus bersih, aliran udara cross ventilation, kelembaban udara tidak boleh terlalu tinggi optimum 60 %, suhu ruang antara 21 30 Celsius, udara dalam ruangan tidak lebih 5 Celsius selisihnya dengan suhu luar ruangan, pergantian udara bersih untuk orang dewasa 33 meter persegi/orang/hari, Sedang over crowding, terutama apabila kepadatan perkamar melebihi batas, akan membuat rumah tersebut berbahaya bagi kesehatan penghuninya.Keadaan demikian ini sering dijumpai pada gubuk-gubuk di desa maupun rumah gedung di daerah slum kota.2. Memenuhi kebutuhan psycologisa. Keadaan rumah dan sekitarnya, cara pengaturannya harus memenuhi rasa keindahanb. Mempunyai halaman yang luas dan dapat ditanami pohon pohonanc. Mempunyai toilet/ kamar mandi / WC sendirid. Adanya jaminan kebebasan yang cukup bagi setiap anggota keluargae. Anggota keluarga yang mendekati dewasa harus mempunyai ruangan sendiri- sendirif. Harus ada ruangan keluarga untuk menjalankan kehidupan keluarga dimana semua anggota keluarga dapat berkumpulg. Harus ada ruangan untuk hidup bermasyarakat, yaitu harus ada ruangan untuk menerima tamu.3. Harus Terhindar dari Penyakit MenularDengan banyak pemukim pada suatu pemukiman yang melebihi batas jumlah yang ditentukan, itu juga sebagai salah satu faktor penyebab penyakit menular.Adanya fasilitas kesehatan, mencegah terjangkitnya penyakit seperti membersihkan rumah, menjaga kualitas makanan dan diharapkan tidak over crowding (kepadatan penduduk).1. Ada sumber air yang sehat, cukup kualitas dan kuantitasnya2. Tersedia tempat pembuangan kotoran3. Harus dapat mencegah perkembangbiakan vektor penyakit4. Harus cukup luas. Luas kamar tidur 5 m 2 per kapita per luas lantai5. Tempat masak, menyimpan makanan hendaknya bebas dari pencemaran atau gangguan binatang / serangga atau debuFasilitas sanitasi yang kurang akan menimbulkan wabah penyakit, misalnya dalam fasilitas air. Jika satu rumah tidak mempunyai fasilitas air yang memadai, maka berpengaruh terhadap kesehatan dan kebutuhan manusia, seperti air minum, air untuk mandi, atau air untuk kebutuhan lainnya. Demikian juga, fasilitas pembuangan kotoran, jika itu tidak memenuhi dalam sebuah rumah akan menyebabkan wabah-wabah penyakit. karena biasanya akan dibuang di parit atau sungai1. Harus Terhindar dari terjadinya KecelakaanPersyaratan letak rumah yang menentukan kemungkinan yang terjadinya kecelakaan-kecelakaan dan kemungkinan gangguan-ganggunan lainnya.Dalam memilih pertapakan untuk meletakkan sebuah rumah harus diperhatikan beberapa segi yang artinya sangat penting dan kadang-kadang menentukan sekali.Bila pada penempatan sebuah rumah tidak dihiraukan, biasanya timbul-timbul daerah yang sangat jauh dari kriteria perumahan sehat. Seperti halnya Slum Area atau tempat kumuh. Juga pada penempatan pada perumahan yang sempit, dimana sirkulasi udara bisa terhalang dan tidak bisa bebas. Pada akhirnya akan menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit pada saluran pernafasan..Pada bagian lantai dan dinding bagian bawah perlu dibuat dari bahan yang kedap air. Untuk mencegah kelembaban yang terlalu tinggi dapat menyebabkan selalu basah.Bila kerusakan-kerusakan rumah tidak bisa diperbaiki, maka hal ini mungkin menyebabkan rumah itu tidak bisa lagi didiami. Terlebih bila keadaan ini ditambah lagi dengan banyaknya sarang-sarang kutu busuk, tentu akan menyedihkan lagi.5. Harus terhindar dari terjadinya kecelakaan1. Kontruksi rumah harus dari bahan - bahan bangunan yang kuat sehingga tidak mudah roboh2. Sarana pencegahan terjadinya kecelakaan di sumur, kolam, lantai yang licin, racun serangga, minyak tanah, obat obatan dan sebagainya3. Diusahakan agar tidak mudah terjadi kebakaran4. Ada alat pemadam kebakaran terutama yang mempergunakan gasSyarat tehnik rumah Letak RumahPertimbangan mengenai letak meliputi :1. Permukaan TanahTanah yang rendah biasanya yang sering digenangi banjir. Sedangkan tanah berbatu karang biasanya lembab dan dingin karena tidak bisamenyerap kedalam tanah pada waktu hujan. Tetapi dengan konstruksi dan dilengkapi drainase yang baik, bisa digunakan tanpa ada gangguan. Yang ideal adalah di daerah tanah yang meninggi, kering dan porous (seperti tanah berpasir/berkerikil atau tanah berkapur).2. Hadap RumahHubungannya dengan matahari, arah angin dan lapngan terbuka. Dapur dan ruang tempat menyimpan makanan terletak di bagian utara rumah karena akan menerima sinar matahari lebih sedikit.3. Konstruksi RumahBerdasarkan pengalaman sebelumnya yaitu rumah-rumah yang primitif pada zaman dulu terbuat dari kayu, tanah liat dan batu, atap lalang dan sebagainya.Akhirnya orang merasa perlu untuk membuat fundasi agar supaya konstruksinya lebih kokoh. Type fundasi ada bermacam-macam tergantung pada berat dari rumah atau gedung yang akan dibangun dan keadaan bawah tanah (subsoil).Subsoil yang berbatu-batu atau kerikil akan dapat menahan beban yang berat, tetapi subsoil yang terdiri dari tanah liat, kekuatan menahan bebannya tidak tetap. Kekuatannya bisa bertambah dan bisa pula menurun tergantung pada keadaan peresapan airnya yang juga berubah-ubah mengikuti perubahan keadaan musim.Fundasi yang tidak sesuai akan mengakibatkan rumah diatasnya bisa rontok. Ada tiga cara dalam pembuatan fundasi :- Membuat parit-parit yang diisi dengan adukan semen.- Membuat semacam rakit dengan adukan semen yang konkrit.- Membangun tiang-tiang/pilar-pilar dari beton.1. DindingDinding luar berfungsi untuk menghindarkan serangan hujan dan angin terhadap interior rumah, juga melindungi interior terhadap panas atau dingin di luar, disamping itu juga sebagai pendukung atap. Material yang sering dipakai untuk dinding ialah dari bahan kayu atau batu/batu bata bahkan juga keping-keping adukan semen yang dicetak padat. Untuk dinding papan sebaiknya dibuat dari jenis kayu yang tahan terhadap segala cuaca. Tetapi ini kurang disukai di daerah perumahan yang rapat, karena berbahaya yaitu bisa terjadi kebakaran.2. Atap dan LotengFungsi atap ialah untuk melindungi interior rumah dari angin, hujan dan abu, disamping itu juga untuk menghindarkan panas. Bahan yang paling disukai ialah genteng, karena bersifat isolator, sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin.Loteng selam berfungsi sebagai penghalang terhadap pandangan yang kurang enak pada balok-balok penopang atap (kuda-kuda), ia lebih bermanfaat sebagai isolasi terhadap panas yang menembus atap.Untuk menghindarkan panas tertumpuk di atas loteng maka perlu dibuat lubang ventilasi antara atap dan loteng.3. LantaiLantai dari tanah stabilisasi atau batu bata biasanya langsung diletakkan di atas tanah asli sehingga ia menjadi lembab. Oleh karena itu perlu dilapisi dengan satu lapisan segmen yang kedap air, atau susunan tegel, terrazo maupun marmar. Untuk mencegah masuknya air ke dalam rumah, sebaiknya lantai dinaikkan kira-kira 20 cm dari permukaan tanah.Lantai dari bahan kayu, di bawah lantai harus ada kolong, harus disusun dengan rapi dan rapat satu sama lain, sehingga tidak ada lubang-lubang ataupun lekukan-lekukan dimana debu bisa tertumpuk. Dan lebih baik lagi, lantai jenis ini dilapisi denga perlak atau kambal plastik. Plastik ini sekaligus juga berfungsi sebagai penahan kelembaban yang naik dari kolong rumah.4. Ventilasi dan PencahayaanMelalui jendela cahaya dan angin bisa masuk ke dalam rumah sehingga ia mempunyai fungsi rangkap, pertama sebagai alat untuk mendapat cahaya dan kedua sebagai ventilasi. Cahaya memiliki sifat dapat membunuh bakteri. Kurangnya pencahayaan dapat mendapatkan beberapa akibat pada mata, kenyamanan dan sekaligus produktivitas seseorang. Cahaya dianggap sebagai suatu alat perantara, yang mana benda-benda dapat terlihat oleh mata.5. Fasilitas Kelengkapan Rumah Ruang Tidur/IstirahatDipergunakan untuk beristirahat/tidur dan tukar pakaian. Sebaiknya ruang tidur untuk anak pria dan wanita dewasa harus terpisah. Bila keadaan memungkinkan tempat tidur ditempatkan sedemikian rupa sehingga sinar matahari pagi sangat baik bagi kesehatan dapat masuk dengan bebas. Selain itu ruang tidur sebaiknya ditempatkan di bagian rumah yang tenang. Demikian juga jarak antara 2 tempat tidur perlu diperhatikan.- Ruang TamuBiasanya tersendiri dan ditempatkan di bagian yang mudah dicapai oleh tamu yang datang dari luar, dengan pengertian tidak terlebih dahulu melalui ruangan-ruangan lain. Oleh karena itu sebaiknya ruang tamu ditempatkan di bagian depan rumah.- Ruang MakanBiasanya ditempatkan dekat dengan dapur agar mudah waktu menghidangkan makanan. Kadang-kadang ruang makan ini juga dipakai sebagai ruang duduk, tempat sekeluarga berbincang-bincang, bahkan kadang-kadang juga sebagai ruang untuk belajar bagi anak-anak atau untuk keperluan lain, bila rumah tersebut kurang besar.- DapurBiasanya dipergunakan untuk tempat meracik dan memasak makanan dan mencuci piring / peralatan-peralatan lain, dan kadang-kadang juga di lengkapi dengan fasilitas untuk penyimpan makanan. Yang perlu diperhatikan ialah pengadaan lubang angin yangcukup banyak agar asap bisa keluar dengan mudah dan tidak terasa panas didalamnya. Sebaiknya dinding dekat tungku masak terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar.- Kamar Mandi dan WCHarus ditempatkan sedemikian rupa sehingga pembuangan kotoran dan air limbah mudah dilakukan dan tidak meninggalkan bau yang mengganggu pada ruangan lain. Yang terpenting lagi ialah harus dicegah terjadinya pencemaran sumber air minum. Sedang ventilasi harus menghubungkannya langsung dengan udara luar.http://inta-hestya-fkm12.web.unair.ac.id/artikel_detail-73132-sebuah%20perjalanan-Kesehatan%20Lingkungan%20Pemukiman.html

PROGRAM PEMBINAAN KESEHATAN KOMUNITAS DI INDONESIAA. Program Pembinaan kesehatan Komunitas 1. Pengertian Ilmu Kesehatan Masyarakat Definisi ilmu kesehatan masyarakat menurut profesor Winslow dari Universitas Yale (Leavel and Clark, 1958) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisien. Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948) Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat. Ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multidisiplin , karena memang pada dasarnya Masalah Kesehatan Masyarakat bersifat multikausal, maka pemecahanya harus secara multidisiplin. Secara garis besar, upaya-upaya yang dapat dikategorikan sebagai seni atau penerapan ilmu kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut :1.Pemberantasan penyakit, baik menular maupun tidak menular.2. Perbaikan sanitasi lingkungan3. Perbaikan lingkungan pemukiman4.Pemberantasan Vektor5.Pendidikan (penyuluhan) kesehatan masyarakat6. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak7.Pembinaan gizi masyarakat8.Pengawasan Sanitasi Tempat-Tempat Umum9.Pengawasan Obat dan Minuman10.Pembinaan Peran Serta Masyarakat

2. Pengertian Kesehatan LingkunganLingkungan merupakan salah satu faktor yang pengaruhnya paling besar terhadap status kesehatan masyarakat di samping faktor pelayanan kesehatan, faktor genetik dan faktor prilaku. Bahaya potensial terhadap kesehatan yang diakibatkan oleh lingkungan dapat bersifat fisik, kimia maupun biologi. Sejalan dengan kebijaksanaanParadigma Sehat yang mengutamakan upaya-upaya yang bersifat promotif, preventif dan protektif. Maka upaya kesehatan lingkungan sangat penting. Semua kegiatan kesehatan lingkungan yang dilakukan oleh para staf Puskesmas akan berhasil baik apabila masyarakat berperan serta dalam pelaksanaannya harus mengikut sertakan masyarakat sejak perencanaan sampai pemeliharaan.Kegiatan peningkatan kesehatan lingkungan bertujuan terwujudnya kualitas lingkungan yang lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari segala kemungkinan resiko kejadian yang dapat menimbulkan gangguan dan bahaya kesehatan menuju derajat kesehatan keluarga dan masyarakat yang lebih baik.B. Konsep dan Fungsi Puskesmas 1. Konsep Puskesmas a. Defenisi Suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes 1991).Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. b. Visi dan Misi Puskesmas Visi Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat. Misi Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dam masyarakat di wilayah kerjanya. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. - Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.c. Upaya Puskesmas UKMUpaya berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta wajib diselenggarakan puskesmas di wilayah Indonesia. Komponennya : Upaya promosi kesehatanUpaya kesehatan lingkungan Upaya kesehtan Ibu dan Anak serta keluarga berencanaUpaya perbaikan gizi masyarakatUpaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular Upaya pengobatan UKPUpaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas.Komponennya:Upaya kesehatan sekolahUpaya kesehatan olahraga Upaya perawatan kesehatan masyarakatUpaya kesehatan kerja. Upaya kesehatan gigi dan mulutUpaya kesehatan jiwaUpaya kesehatan usia lanjut Upaya pembinaan pengobatan tradisionald. Program Pokok PuskesmasProgram pokok Puskesmas merupakan program pelayanan kesehatan yang wajib di laksanakan karena mempunyai daya ungkit yang besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Ada 6 Program Pokok pelayanan kesehatan di Puskesmas yaitu : 1.Program pengobatan (kuratif dan rehabilitatif) yaitu bentuk pelayanan kesehatan untuk mendiagnosa, melakukan tindakan pengobatan pada seseorang pasien dilakukan oleh seorang dokter secara ilmiah berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh selama anamnesis dan pemeriksaan 2.Promosi Kesehatan yaitu program pelayanan kesehatan puskesmas yang diarahkan untuk membantu masyarakat agar hidup sehat secara optimal melalui kegiatan penyuluhan (induvidu, kelompok maupun masyarakat). 3.Pelayanan KIA dan KB yaitu program pelayanan kesehatan KIA dan KB di Puskesmas yang ditujukanuntuk memberikan pelayanan kepada PUS (Pasangan Usia Subur) untuk ber KB, pelayanan ibu hamil, bersalin dan nifas serta pelayanan bayi dan balita. 4.Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan tidak menular yaitu program pelayanan kesehatan Puskesmas untuk mencegah dan mengendalikan penular penyakit menular/infeksi (misalnya TB, DBD, Kusta dll). 5.Kesehatan Lingkungan yaitu program pelayanan kesehatan lingkungan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi dasar, pengawasan mutu lingkungan dan tempat umum termasuk pengendalian pencemaran lingkungan dengan peningkatan peran serta masyarakat. 6.Perbaikan Gizi Masyarakat yaitu program kegiatan pelayanan kesehatan, perbaikan gizi masyarakat di Puskesmas yang meliputi peningkatan pendidikan gizi, penanggulangan Kurang Energi Protein, Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kekurangan Yaodium (GAKY), Kurang Vitamin A, Keadaan zat gizi lebih, Peningkatan Survailans Gizi, dan Perberdayaan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga/Masyarakat.

e.Satuan Penunjang Puskesmas Puskesmas PembantuYaitu unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang kecil. Puskesmas KelilingYaitu unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas. Dengan fungsi dan tugas yaitu memberi pelayanan kesehatan daerah terpencil, transpor rujukan pasien, penyuluhan kesehtan dengan audiovisual. 2. Fungsi PuskesmasAda tiga (3) fungsi utama yang diemban puskesmas dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dasar (PKD) kepada seluruh target sasaran masyarakat di wilayah kerjanya, yakni sebgai berikut : a. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan kesehatan. Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. b. Pusat Pemberdayaan MasyarakatMemiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat. Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan Ikut menetapkan penyelenggaraan dan memantau pelaksanaan program kesehatan Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dam menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. c. Pusat Pelayanan Kesehatan Tingkat PertamaMenyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama (primer) secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinanmbungan (continue) yang mencakup : Pelayanan kesehatan masyarakat yang bersifat promotif dan preventif dengan pendekatan kelompok. Pelayanan medik dasar yang bersifat kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluarga.Ketiga fungsi utama puskesmas tersebut dan dengan memperhatikan tujuan akhirnya maka setiap pelaksanan program kegiatan pelayanan kesehatan selalu dilaksanakan dengan memperhatikan landasan strategisnya yaitu :1.Perikemanusian2.Pemberdayaan dan Kemandirian3.Adil dan merata4.Mengutamakan Manfaat.http://evyhadaming.blogspot.co.id/2014/04/program-pembinaan-kesehatan-komunitas.html