Kom Press Or

Click here to load reader

  • date post

    22-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    27
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Kom Press Or

KATA PENGANTARBismillahirahmaanirrahiim.Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.Di dalam penyusunan makalah ini, kami mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan terselesaikannya penyusunan makalah ini, kami mengucapkan terimakasih kepada pihak- pihak yang telah turut membantu dalam penyusunan makalah ini.Kami menyadari masih banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami berharap adanya kritik dan saran yang membangun. Kami berharap kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami maupun pembaca dan mudah-mudahan makalah ini dijadikan ibadah di sisi Allah SWT.Amiiiin.

Palembang, September 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

I. Kata Pengantar1II. Daftar Isi2

BAB I : PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah31.2 Rumusan Masalah41.3 Manfaat Penulisan41.4 Tujuan Penulisan4

BAB II : PEMBAHASAN2.1 Klasifikasi Kompresor52.2 Jenis jenis Kompresor Menurut Klasifikasinya6A. Positive Displacement compressor1. Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating compressor)62. Kompresor Putar (Rotary Compressor)10B. Dynamic Compressor (Turbo)1. Kompresor Sentrifugal132. Kompresor Aksial15 BAB III : PENUTUP 3.1 Kesimpulan17 3.2 Saran17

SUMBER DAN DAFTAR PUSTAKA18

BAB IPENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG MASALAHKompresor secara sederhana bisa diartikan sebagai alat untuk memasukkan udara dan atau mengirim udara dengan tekanan tinggi. Kompresor bisa kita temukan pada alat pengungkit, kendaraan roda empat, pendingin ruangan, lemari es serta alat-alat mengengkat beban yang menggunakan tekanan untuk mengangkatnya.Sekalipun sama-sama sebagai alat untuk memasukkan dan menggiring udara dengan tekanan tinggi, pada masing-masing peralatan yang berbeda, cara kerja kompresor pun bisa berbeda pula.Secara umum kompresor digunakan atau berfungsi menyediakan udara dengan tekanan tinggi. Prinsip kerja kompresor seperti ini biasa kita temukan pada mesin otomotif. Fungsi kedua dari kompresor adalah untuk membantu reaksi kimia dengan cara meningkatkan sistem tekanan.Sebuah kompresor apabila dilihat dari cara kerjanya, maka akan ada dua jenis kompresor yang masing-masing metode kerjanya berbeda. Jenis pertama adalah kompresor dengan metode kerja positif displacement dan yang kedua adalah kompresor dengan metode kerja dynamic.Di mana letak perbedaan metode kera dari kedua jenis kompresor ini? Yang pertama, kompresor jenis positif displacement. Kompresor model ini bekerja dengan cara memasukkan udara ke dalam ruang tertutup, lalu pada saat yang sama volume ruangnya diperkecil, dengan demikian tekanan di dalam dengan sendirinya akan naik.Tekanan yang tinggi inilah yang digunakan untuk berbagai keperluan sesuai dengan peruntukkan kompresor tadi. Kompresor model positif displacement ini digunakan dalam reciprocating compressor dan rotary. Sementara itu pada kompresor model dinamik, volume ruangnya tetap tapi udara yang ada didalam ruang tersebut diberi kecepatan. Kemudian pada saat yang sama kecepatan tersebut diubah menjadi tekanan. Hal ini bisa terjadi karena udara pada ruang yang volumenya tetap mengalami tekanan. Kompresor yang menggunakan model dynamic ini biasanya pada alat turbo axial flow.

1.2 RUMUSAN MASALAH1. Apa saja klasifikasi dari kompresor?2. Apa jenis dari masing-masing klasifikasi kompresor?1.3 MANFAAT PENULISANDiharapkan dari penulisan makalah mengenai sistem kompresor ini dapat memberi manfaat sebagai berikut. Memudahkan transfer pengetahuan tentang kompresor kepada pelajar. Memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi tentang kompresor. Membantu pelajar untuk memahami kompresor secara sederhana.

1.4 TUJUAN PENULISAN1. Mengetahui pengelompokan atau klasifikasi kompresor.2. Mengetahui macam-macam kompresor dari masing-masing klasifikasi.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1KLASIFIKASI KOMPRESOR

Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan di dalam tangki udara kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik). Kompresor dilengkapi dengan tabung untuk menyimpan udara bertekanan, sehingga udara dapat mencapai jumlah dan tekanan yang diperlukan. Tabung udara bertekanan pada kompresordilengkapi dengan katup pengaman, bila tekanan udaranya melebihi ketentuan, maka katup pengaman akan terbuka secara otomatis. Pemilihan jenis kompresor yang digunakan tergantung dari syarat-syarat pemakaian yang harus dipenuhi misalnya dengan tekanan kerja dan volume udara yang akan diperlukan dalam sistim peralatan (katup dan silinder pneumatik)Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaituPositive Displacement compressor, danDynamic compressor (Turbo). Positive Displacement compressor, terdiri dariReciprocatingdanRotary, sedangkanDynamic compressor, (turbo) terdiri dariCentrifugal,dan axial, secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di bawah ini:

2.2 JENIS JENIS KOMPRESOR MENURUT KLASIFIKASINYA

A. Positive Displacement compressor

1. Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating compressor)Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak, karena dilengkapi dengan torak yang bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal. Pemasukan udara diatur oleh katup masuk dan dihisap oleh torak yang gerakannya menjauhi katup. Pada saat terjadi pengisapan, tekanan udara di dalam silinder mengecil, sehingga udara luar akan masuk ke dalam silinder secara alami. Pada saat gerak kompresi torak bergerak ke titik mati bawah ke titik mati atas, sehingga udara di atas torak bertekanan tinggi, selanjutnya di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara. Tabung penyimpanan dilengkapi dengan katup satu arah, sehingga udara yang ada dalam tangki tidak akan kembali ke silinder. Proses tersebut berlangsung terus-menerus hingga diperoleh tekanan udara yang diperlukan. Gerakan mengisap dan mengkompresi ke tabung penampung ini berlangsung secara terus menerus, pada umumnya bila tekanan dalam tabung telah melebihi kapasitas, maka katup pengaman akan terbuka, atau mesin penggerak akan mati secara otomatis.Jenis ini dibagi menjadi dua : Kompresor piston kerja tunggalKompresor piston kerja tunggal adalah kompresor yang memanfaatkan perpindahan piston, kompresor jenis ini menggunakan piston yang didorong oleh poros engkol (crankshaft) untuk memampatkan udara/ gas. Udara akan masuk ke silinder kompresi ketika piston bergerak pada posisi awal dan udara akan keluar saat piston/torak bergerak pada posisi akhir/depan.

Kompresor piston kerja gandaKompresor piston kerja ganda beroperasi sama persis dengan kerja tunggal, hanya saja yang menjadi perbedaan adalah pada kompresor kerja ganda, silinder kompresi memiliki port inlet dan outlet pada kedua sisinya. Sehingga meningkatkan kinerja kompresor dan menghasilkan udara bertekanan yang lebih tinggi dari pada kerja tunggal.

a. Kompresor Torak Dua Tingkat Sistem Pendingin UdaraKompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi. Udara masuk akan dikompresi oleh torak pertama, kemudian didinginkan, selanjutnya dimasukkan dalam silinder kedua untuk dikompresi oleh torak kedua sampai pada tekanan yang diinginkan. Pemampatan (pengompresian) udara tahap kedua lebih besar, temperature udara akan naik selama terjadi kompresi, sehingga perlu mengalami proses pendinginan dengan memasang sistem pendingin. Metode pendinginan yang sering digunakan misalnya dengan sistem udara atau dengan system air bersirkulasi.

Batas tekanan maksimum untuk jenis kompresor torak resiprokal antara lain, untuk kompresor satu tingkat tekanan hingga 4 bar, sedangkan dua tingkat atau lebih tekanannya hingga 15 bar.

b. Kompresor Diafragma (diaphragma compressor)Jenis Kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor torak. Namun letak torak dipisahkan melalui sebuah membran diafragma. Udara yang masuk dan keluar tidak langsung berhubungan dengan bagian-bagian yang bergerak secara resiprokal. Adanya pemisahan ruangan ini udara akan lebih terjaga dan bebas dari uap air dan pelumas/oli. Oleh karena itu kompresor diafragma banyak digunakan pada industri bahan makanan, farmasi, obatobatan dan kimia.Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak. Perbedaannya terdapat pada sistem kompresi udara yang akan masuk ke dalam tangki penyimpanan udara bertekanan. Torak pada kompresor diafragma tidak secara langsung menghisap dan menekan udara, tetapi menggerakkan sebuah membran (diafragma) dulu. Dari gerakan diafragma yang kembang kempis itulah yang akan menghisap dan menekan udara ke tabung penyimpan.

2. Kompresor Putar (Rotary Compressor)

Kompresor Rotari Baling-baling Luncur Secara eksentrik rotor dipasang berputar dalam rumah yang berbentuk silindris, mempunyai lubang-lubang masuk dan keluar. Keuntungan dari kompresor jenis ini adalah mempunyai bentuk yang pendek dan kecil, sehingga menghemat ruangan. Bahkan suaranya tidak berisik dan halus dalam, dapat menghantarkan dan menghasilkan udara secara terus menerus dengan mantap. Baling-baling luncur dimasukkan ke dalam lubang yang tergabung dalam rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris. Ketika rotor mulai berputar, energi gaya sentrifugal baling-balingnya akan melawan dinding. Karena bentuk dari rumah baling-baling itu sendiri yang tidak sepusat dengan rotornya maka ukuran ruangan dapat diperbesar atau diperkecil menurut arah masuknya (mengalirnya) udara.

a. Kompresor Sekrup (Screw)Kompresor Sekrup memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage), yang satu mempunyai bentuk cekung, sedangkan lainnya berbentuk cembung, sehingga dapat memindahkan udara secara aksial ke sisi lainnya. Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan. Jika roda-roda gigi tersebut berbentuk lurus, maka kompresor ini dapat digunakan sebagai pompa hidrolik pada pesawat-pesawat hidrolik. Roda-roda gigi kompresor sekrup harus diletakkan pada rumah-rumah roda gigi dengan benar sehingga betul-betul dapat menghisap dan menekan fluida.

b. Kompresor Root Blower (Sayap Kupu-kupu)Kompresor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi yang lain tanpa ada perubahan volume. Torak membuat penguncian pada bagian sisi yang bertekanan. Prinsip kompresor ini ternyata dapat disamakan dengan pompa pelumas model kupu-kupu pada sebuah motor bakar. Beberapa kelemahannya adalah: tingkat kebocoran yang tinggi. Kebocoran terjadi karena antara baling-baling dan rumahnya tidak dapat saling rapat betul. Berbeda jika dibandingkan dengan pompa pelumas pada motor bakar, karena fluidanya adalah minyak pelumas maka film-film minyak sendiri sudah menjadi bahan perapat antara dinding rumah dan sayap-sayap kupu itu. Dilihat dari konstruksinya, Sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa digerakan oleh sepasang roda gigi yang saling bertautan juga, sehingga dapat berputar tepat pada dinding.

c. Sliding Vane CompressorSliding Vane Compressor mempunyai kemiripan dengan sliding vane Pump. Kompresor ini mempunyai rotor yang bekerja secara eksentrik dimana sliding vane nya ditempatkan.

d. Nash Hytor CompressorNash Hytor Compressor (NHC) seperti ditunjukkan pada gambar di bawah terdiri dari multi blade rotor yang berputar di dalam suatu casing yang berbetuk elips. Ruangan rotor dan casing terisi sebagian oleh oleh air atau liquid lain. Rotor berputar dengan cepat sehingga liquid tadi berputar mengikuti bentuk casing, yaiu membentuk layer atau lop liquid yang berbentuk elips karena rotor vane berputar melingkar, maka setiap putara rotor akan berbentuk ruangan kosong sehingga vane akan dapat menarik gas ke inlet part, yaitu padda saat lop liquid berbentuk elips.Pada saat ini terdapat ruangan udara/gas dengan keadaan maksimum. Rotasi berjalan terus sehingga lop liquid menumbur dinding casing di mana akan mengembalikan liquid pada posisi semula sehingga mengecilkan ruang gas. Mengkompres ruangan gas ini dan mengeluarkannya pada discharge part. Kemudian lop liquid kembali membentuk lop, elips sambil memasukkan gas. Lalu lop ini dikompres kembali dan mengkompresi serta membuang gas ini. Begitulah pekerjaan NHC ini secara berulang-berulang.

B. Dynamic Compressor (Turbo)

Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang besar. Kompresor aliran udara ada yang dibuat dengan arah masuknya udara secara aksial dan ada yang secara radial. Arah aliran udara dapat dirubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk menghasilkan kecepatan aliran udara yang diperlukan. Energi kinetik yang ditimbulkan menjadi energy bentuk tekanan.

1. Kompresor sentrifugalKompresor sentrifugal merupakan kompresor yang memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh impeller untuk mempercepat aliran fluida udara (gaya kinetik), yang kemudian diubah menjadi peningkatan potensi tekanan (menjadi gaya tekan) dengan memperlambat aliran melalui diffuser.Klasifikasi dari kompresor sentrifugal :1. Ditinjau dari bentuk Impeller :

a. Forwardb. Backwardc. RadialDengan diameter yang sama, bentuk forward dapat menghandel kapasitas gas paling besar dan dengan tekanan rendah jika dibandingkan dengan bentuk impeller lainnya. Untuk tekanan tinggi dan kecepatan tinggi sering digunakan bentuk backward dan radial.

Gambar diatas menunjukkan bentuk kurva karakteristik dari masing-masing impeller. Kapasitas maksimum ditandadi oleh titik M. Seperti halnya pada pompa, bila beroperasi dengan kapasitas mendekati atau pada titik maksimum ini akan menghasilkan keadaan tidak stabil. Keadaan tidak stabil ini disebabkan karena mesin beroperasi di antara dua kapasitas dalam satu discharge.

2. Ditinjau dari driver a. Motor untuk kecepatan tinggi hingga 4000 rpm.b. Turbine uap untuk kecepatan 4000 10000 rpm sering dilakukan hubungan langsung (direct connected steam turbine)c. Turbin gas lebih murah dibandingkan dengan turbin uap.

3. Ditinjau dari jumlah stagea. Single stage, kapasitas di atas 8000 cfm, tekanan 2 9 psi.b. Multi stage, kapasitas dan tekanan tinggi, kapasitas 2000 120000 cfm dan tekanan 14,7 350 psi.Antara setiap stage dilengkapi dengan intercooler.

2. Kompresor Aliran AksialPada kompresor aliran aksial, udara akan mendapatkan percepatan oleh sudu yang terdapat pada rotor dan arah alirannya ke arah aksial yaitu searah (sejajar) dengan sumbu rotor. Jadi pengisapan dan penekanan udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada rotor itu berputar secara cepat. Putaran cepat ini mutlak diperlukan untuk mendapatkan aliran udara yang mempunyai tekanan yang diinginkan. Teringat pula alat semacam ini adalah seperti kompresor pada sistem turbin gas atau mesin-mesin pesawat terbang turbo propeller. Bedanya, jika pada turbin gas adalah menghasilkan mekanik putar pada porosnya. Tetapi, pada kompresor ini tenaga mekanik dari mesin akan memutar rotor sehingga akan menghasilkan udara bertekanan. Kompresor aksial sangat baik dan efisien digunakan untuk kapasitas yang lebih besar dari 150.000 cfm dan volume gas tetap.

BAB IIIPENUTUP

3.1 KESIMPULANMakalah ini dapat disimpulkan bahwa klasifikasi kompresor secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive Displacement compressor, dan Dynamic compressor, (Turbo), Positive Displacement compressor, terdiri dari Reciprocating dan Rotary, sedangkan Dynamic compressor, (turbo) terdiri dari Centrifugal dan axial. Kompresor torak merupakan salah satu positive displacement compressor dengan prinsip kerja memampatkan dan mengeluarkan udara / gas secara intermitten (berselang) dari dalam silinder. Pemampatan udara / gas dilakukan didalam silinder. Elemen mekanik yang digunakan untuk memampatkan udara / gas dinamakan piston / torak. Pada rotary compresor gas ditekan atau digerakkan dengan adanya aksi positif dari elemen yang berputar. Sedangkan jenis kompresor dinamis atau turbo cocok untuk menghasilkan volume udara yang besar. Kompresor aliran udara ada yang dibuat dengan arah masuknya udara secara aksial dan ada yang secara radial.

3.2 SARANDengan makalah ini penulis menyarankan pembaca, agar sebelum memilih kompresor untuk digunakan hendaknya mengetahui jenis kompresor apa yang paling cocok atau sesuai dengan pekerjaan atau kondisi yang ada.

SUMBER DAN DAFTAR PUSTAKA

Ismail, Syarifuddin. 1996. Alat Industri Kimia. Penerbit Unsri : Palembang.http://www.utami.community.undip.ac.id/files/2010/07/BAB-8-Kompresor-rotari1.pdfhttp://zifamurath.files.wordpress.com/2011/12/dasar-kompresor.pdfhttp://adiezzzt.blogspot.com/2013/01/makalah-kompresor.htmlhttp://ariefwahyupurwito.files.wordpress.com/2008/09/kompresor2.pdfhttp://haruna16.wordpress.com/makalah-sistem-kompresor-3/http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2014/03/Pengertian-Kompresor.htmlhttp://enda-wahyu.blogspot.com/p/blog-page_3907.html