KELUARGA SAKINAH-RTF

download KELUARGA SAKINAH-RTF

of 112

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    958
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of KELUARGA SAKINAH-RTF

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mendambakan pasangan adalah fitrah manusia dalam menjalankan kehidupan sosialnya. Kesendirian atau keterasingan adalah hantu yang dijauhi manusia, karena manusia adalah makhluk sosial saling membutuhkan dalam bebagai konteks kehidupan. Manusia menyadari bahwa hubungan yang dekat dengan pihak lain akan membantunya mendapatkan kekuatan untuk dapat menghadapi tantangan. Alasanalasan itulah yang membuat manusia melakukan pernikahan, berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Allah Maha mengetahui bahwa hal itu dialami semua manusia, maka syariat Islam menetapkan cara yang maruf untuk mempertemukan pria wanita, sebab jika pemenuhan naluri seksual tersebut dilakukan secara keliru dan tidak terarah akan membawa malapetaka dunia akhirat. Allah berfirman dalam al-Quran yang artinya: Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan)Allah adalah Dia menciptakan dari jenismu pasangan-pasangan agar kamu (masing-masing) memperoleh ketentraman dari pasangannya dan dijadikannya diantara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir. (QS.Ar-Rum;21) Dalam norma sosial, asal-usul keluarga terbentuk dari perkawinan antara lakilaki dengan perempuan kemudian terbentuk kehidupan rumah tangga yang melahirkan anak keturunan, seperti yang ditegaskan Allah dalm surat an-Nisa ayat 1 yangberbunyi;

Artinya: Dan Allah ciptakan dari padanya pasangannya dan Ia tebarkan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak. Asal-usul ini erat kaitannya dengan aturan Islam bahwa dalam upaya pengembangbiakan keturunan manusia, hendaklah dilakukan dengan perkawinan

1

yang sah menurut ajaran Islam. Oleh sebab itu, pembentukan keluarga di luar peraturan perkawinan yang sah atau halal dianggap sebagai perbuatan dosa. Alam dunia ini terasa indah kerena Allah telah menciptakannya berpasangpasangan. Allah menciptakan pasangan untuk manusia agar mereka dapat hidup seiring sejalan, berbahagia suka dan duka serta tetap bersama dalam melayari kehidupan yang penuh dengan kerikil, duri, badai, tantangan demi mencapai satu derajat keluarga bahagia (sakinah). Mereka juga berusaha memberikan contoh yang baik, teladan dan nasihat kepada anak cucu supaya mereka tidak salah dalam memilih jalan hidup di masa depan yang penuh godaan duniwi. Agama membedakan seorang manusia dengan manusia yang lain, bukan kerana keturunan, kedudukan, dan hartanya seperti firman Allah yang bermaksud: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling takwa." Oleh karena itu, keluarga yang dibina atas dasar agama akan memiliki tujuan yang jelas. Bagi mereka, hidup di dunia ini hanyalah satu jalan menuju kehidupan akhirat yang abadi sehingga apa pun yang mereka lakukan dalam keluarga itu tidak keluar daripada tujuan asal untuk mencipta keluarga sakinah yang diridhai Allah. Melihat kondisi yang banyak terjadi di negara kita, di mana sudah banyak terjadi pasangan tua yang berpisah kerena ingin menikah dengan yang lebih muda, maka dapat dikatakan bahwa terjadi krisis rahmah dalam perkawinan hingga hubungan seks menjadi ajang mencari kepuasan nafsu belaka bukan untuk tujuan beribadah kepada Allah selaku pemberi rahmah itu. Akibatnya, kebahagiaan rumah tangga semakin jauh dari pasangan suami isteri. Rasanya tidak ada sebuah keluarga yang tidak menginginkan pernikahannya langgeng dan sakinah mawadah wa rahmah. Namun kehidupan dalam pernikahan tidak mudah menyatukan dua orang pribadi yang berbeda, berasal dari latar belakang yang berbeda, yang memiliki kebiasaan, karakter, keinginan, yang berbeda pula. Konflik menjadi suatu hal yang mudah terjadi dan jika hal tersebut tidak mampu diatasi dengan bijaksana maka bukan tidak mungkin akan membawa pernikahan kepada perceraian, maka perlu mempersiapkan pernikahan dengan baik. Karena itu,2

muatan dalam modul ini menjadi penting artinya untuk diberikan sejak dini kepada anak didik dalam proses pembelajaran di sekolah. B. Tujuan Pembelajaran y Tujuan Pembelajaran Umum Setelah mengikuti modul pembelajaran keluarga bahagia dan sejahtera ini, siswa diharapkan mampu mengetahui unsur-unsur pokok yang mendasari keluarga yang sehingga siswa dapat memberikan kontribusi positif bagi terbentuknya sebuah keluarga bahagai (sakinah) dalam sebuah rumah tangga. y Tujuan Pembelajaran Khusus 1. Peserta didik mengetahui pengertian, tahapan, struktur, ciri-ciri, bentuk-bentuk, peranan, fungsi, dan tugas keluarga dalam kehidupan rumah tangga. 2. Peserta didik memahami peran Keluarga Berencana (KB) dalam membentuk keluarga bahagia (sakinah) berdasarkan nilai ajaran Islam. 3. Peserta didik memahami pengertian, manfaat dan tujuan, fungsi, kriteria keluarga bahagia, resep menjalani keluarga bahagia, dan persiapan membangun keluarga bahagia (sakinah) berdasarkan ajaran al-Quran dan al-Hadits, sehingga siswa dapat mendukung terbentuknya kehidupan bahagia dan sejahtera (sakinah mawaddah) di lingkungan rumah tangga mereka.

Keluarga bahagia dan sejahtera idaman suami istri

3

4

BAB II KONSEP DASAR TENTANG KELUARGA A. Pengertian dan Fase Kehidupan Keluarga Menurut Departemen Kesehatan RI (1998), keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Menurut Salvicion dan Ara Celis (1989), keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengikatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain memiliki perannya masing-masing, menciptakan dan mempertahankan suatu kebudayaan. Para ahli sosiologi mengartikan keluarga adalah semua pihak yang mempunyai hubungan darah atau keturuan yang berada dalam suatau ikatan kekerabatan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sebuah keluarga mencakup unsur dasar: - Unit terkecil dari masyarakat minimal terdiri dari 2 orang. - Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah. - Hidup dalam satu rumah tangga yang dipimpin seorang kepala rumah tangga. - Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga. - Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing. - Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan.

Komunitas keluarga bahagia yang dalam satu ikatan kekerabatan

5

Untuk membentuk keluarga bahagia sejahtera terdapat 9 tahapan yang harus dilalui secara sistematis, yaitu; 1. Tahap pembentukan keluarga, tahap ini dimulai dari pernikahan dalam membentuk rumah tangga yang sah menurut ajaran agama dan hukum yang berlaku.

Pernikahan sebagai awal dari kehidupan keluarga bahagia menurut ajaran agama Islam 2. Tahap menjelang kelahiran anak, tugas utama keluarga untuk mendapatkan keturunan sebagai generasi penerus, melahirkan anak sebagai momen yang sangat dinantikan. 3. Tahap menghadapi bayi dengan mengasuh, mendidik, dan memberikan kasih sayang kepada anak. Pada tahap ini, kondisi bayi sangat lemah dan semua kehidupannya bergantung kepada orangtua.

Kehidupan keluarga bahagia dalam tahap pembentukan anggota keluarga6

4. Tahap menghadapi anak prasekolah, pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupan sosialnya, sudah mulai bergaul dengan teman sebaya, tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatan karena tidak mengetahui mana yang kotor dan mana yang bersih. Dalam fase ini anak sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulai menanamkan norma-norma kehidupan, norma-norma agama, norma-norma sosial budaya, dsb. 5. Tahap menghadapi anak sekolah, dalam tahap ini tugas keluarga adalah mendidik anak, mengajari anak untuk mempersiapkan masa depannya, membiasakan anak belajar secara teratur, mengontrol tugas-tugas di sekolah anak dan meningkatkan pengetahuan umum anak. 6. Tahap menghadapi anak remaja, tahap ini adalah tahap yang paling rawan, karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya, oleh karena itu suri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan. Komunikasi dan saling pengertian antara kedua orang tua dengan anak perlu dipelihara dan dikembangkan.

Keluarga bahagia menyiapkan anak-anaknya memasuki masa pendidikan 7. Tahap melepaskan anak ke masyarakat, setelah melalui tahap remaja dan anak telah dapat menyelesaikan pendidikannya, maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak ke masyarakat dalam memulai kehidupannya yang sesungguhnya, dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga.

7

Keluarga bahagia akan merelakan keturunannya hidup mandiri di masyarakat 8. Tahap berdua kembali, setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri-sendiri, tinggallah suami istri berdua saja. Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi, dan bila tidak dapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress. 9. Tahap masa tua, tahap ini masuk ke tahap lanjut usia, dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini.

Pasangan suami isteri keluarga bahagia dan kegiatan hidup di usia senja

8

B. Struktur dan Bentuk Keluarga Dalam realitas kehidupan bermasyarakat kita menyaksikan berbagai macam struktur keluarga, diantaranya: 1. Patrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah. 2. Matrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu. 3. Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri. 4. Patrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama kelurga sedarah suami. 5. Keluarga kawinan adalah dengan hubungan suami istri melalui pernikahan yang sah sebagai dasar bagi pembinaan anggota keluarga

Struktur keluarga bahagia terdiri dari ayah, ibu, anak mantu, cucu sebagai kelaurga besar Adapun ciri-ciri struktur seb