kedokteran keluarga kasus DM new

download kedokteran keluarga kasus DM new

of 18

  • date post

    30-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.452
  • download

    48

Embed Size (px)

Transcript of kedokteran keluarga kasus DM new

Laporan kasus kedokteran keluarga

2011

Diabetes Pada Ibu Rumah Tangga Tanpa Keterlibatan Peran Keluarga Pelayanan Kedokteran Keluarga *Elza Tartylah *Dokter Muda FK UPN Veteran Jakarta

Abstrak : Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang memerlukan penanganan khusus dan terus menerus, salah satunya adalah dengan pengaturan pola makan sehari-hari. Pelaksanaan pengaturan pola makan membutuhkan kepatuhan dari pasien DM tipe 2 dan keluarga yang mempunyai peran dalam memberikan dukungan terhadap kepatuhan diet pasien Diabetes Melitus, terutama keluarga inti. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa dengan pelayanan kedokteran keluarga yang holistik dan komprehensif dapat mengatasi permasalahan penyakit dalam keluarga . Pasien adalah ibu rumah tangga yang tinggal dalam keluarga besar dengan empat orang dewasa dan dua anak. Masalah dalam keluarga ini adalah kurangnya pengetahuan baik pasien maupun keluarga mengenai penyakit yang yang dialami serta kurangnya kemauan untuk berobat dan kurangnya peran serta keluarga untuk memberi dukungan. Masalah pasien antara lain yaitu Diabetes melitus. Penatalaksanaan klinis yang dilakukan bersifat asimptomatik. Dilakukan edukasi penyakit Diabetes melitus yang meliputi faktor risiko, penyebab, gejala, terapi dan pencegahan . Kemudian diberikan penjelasan tentang pentingnya usaha untuk perbaikan kesehatan dan mencegah komplikasi. Diberikan pula penjelasan perilaku hidup sehat dengan berolahraga dan diet untuk penderita dibetes melitus. Keberhasilan tindakan dinilai dari data klinis dan indeks koping keluarga. Hasil studi menunjukkan penyebab penyakit disebabkan tingginya kadar glukosa dalam darah akibat kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga terhadap perilaku hidup sehat dan pola makan yang tinggi karbohidrat, serta pelayanan provider kesehatan yang kurang menyeluruh. Penerapan pelayanan kedokteran keluarga secara holistik, komprehensif, dan berkesinambungan yang memandang pasien sebagai bagian dari keluarga, telah dijalankan dan berhasil memotivasi pasien dan keluarga, sehingga pasien dan keluarga mulai mencoba mengubah perilaku hidup menjadi perilaku hidup sehat dan pasien juga berjanji untuk meminum obat serta melakukan kontrol rutin setiap bulannya. Pada akhir studi, diabetes mellitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan hanya dapat mencegah terjadinya komplikasi dengan meningkatkan

1

Laporan kasus kedokteran keluarga

2011

kesehatan keluarga yang keberhasilannya membutuhkan peran aktif baik pasien sendiri maupun keluarga dengah berperilaku hidup sehat. Kata kunci : diabetes mellitus, keluarga besar, pelayanan kedokteran keluarga Abstract: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease that requires special and continous handling ,such as arrangement of meal pattern each day. Implementation of the meal pattern in DM type 2 patients require obedience from patients and families who have a role in providing support for the patient's adherence to the Diabetes Mellitus diet, especially the nuclear family. The aim of this research is proving that comprehensive and holistic family health service can resolve disease problem in family. The patient is household mother who live in a big family with four adults and two children. The problem on this family are the lack of family's and patient's knowledge about the disease, less anxiety to do the treatment, and less family's support. Patient suffers Diabetes Mellitus. Clinical management that had been done was asymptomatic. Health provider gave education about Diabetes Mellitus disease that involving risk factors, causes, symptoms, therapy, and prevention. Then health provider also gives explanations about the importance of health improvement's effort and prevention of complication. Another explanation is about healthy life behavior with exercise and diet for diabetes mellitus patient. The success of this action can be assessed from clinical data and family koping index. The result shows disease caused by high amount of blood glucose that effected by less patient and her family's knowledge about healthy lifestyle, high-carbohydrate meal pattern, and health service provider that less comprehensive. Implementation family health service holistically, comprehensively, and continuously, that see the patient as a part of the family, has been run and has successfully motivated patient and family. So, the patient and her family tried to change the lifestyle into healthy lifestyle. The patient also promises to eat he medicine and do the routine control every month. At the end of study , Diabetes Mellitus is an unhealed disease, but we can prevent the complication with improving family's health which success need active role from patients and their family with healthy lifestyle. Key word: diabetes mellitus, extendeed family , family medicine Pendahuluan Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Sedangkan menurut WHO, dikatakan bahwa diabetes mellitus merupakan sesuatu yang tidak dapat dituangkan dalam satu jawaban yang jelas dan singkat tapi secara umum dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan problema anatomik dan kimiawi yang merupakan akibat dari sejumlah faktor dimana didapati defisiensi absolut atau relatif dan gangguan fungsi insulin (Gustaviani, 2006). Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit menahun yang dewasa ini prevalensinya makin meningkat. Diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis

diabetes melitus yang paling sering ditemukan di praktek, diperkirakan sekitar 90% dan semua penderita diabetes melitus di Indonesia. DM adalah penyakit selama hidup, maka

2

Laporan kasus kedokteran keluarga

2011

pengawasan dan pemantauan dalam penatalaksanaan DM pada setiap saat menjadi penting. Oleh karena itu maka penatalaksanaan penderita DM tidak dapat sepenuhnya diletakkan pada pundak dokter dan klinis saja. Diabetes mellitus (DM) merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat tubuh mengalami gangguan dalam mengontrol kadar gula darah. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh sekresi hormon insulin tidak adekuat atau fungsi insulin terganggu (resistensi insulin) atau justru gabungan dari keduanya. Diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis diabetes melitus yang paling sering ditemukan di praktek, diperkirakan sekitar 90% dan semua penderita diabetes melitus di Indonesia (Soegondo, 2005). Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan terus menerus dari tahun ke tahun. WHO memprediksi kenaikan jumlah

penderita Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang berusia di atas 20 tahun adalah sebesar 133 juta jiwa, dengan prevalensi DM pada daerah urban sebesar 14,7% dan daerah rural sebesar 7,2 % (Soegondo, 2006). Penelitian terakhir antara tahun 2001 dan 2005 di daerah Depok didapatkan prevalensi DM Tipe 2 sebesar 14,7% (Gustaviani, 2006). Pada tahun 2030 diperkirakan ada 12 juta penyandang diabetes di daerah urban dan 8,1 juta di daerah rural. Lebih lanjut dikatakan oleh Soegondo bahwa kasus pre-diabetes di Indonesia juga sangat tinggi yaitu mencapai 12,9 juta orang, angka ini merupakan yang ke terbesar di dunia, -5 diperkirakan akan naik hingga 20,9 juta di tahun 2025. Didapatkan bahwa hanya 50% dari penderita diabetes di Indonesia menyadari bahwa mereka menderita diabetes, dan hanya 30% dari penderita melakukan pemeriksaan secara teratur(Soegondo, 2006). Sedangkan dari data Depkes, jumlah pasien diabetes rawat inap maupun rawat jalan di rumah sakit menempati urutan pertama dari seluruh penyakit endokrin (Depkes RI, 2005). Jumlahnya meningkat seiring dengan bentuk gaya hidup, pola konsumsi makanan yang tidak sehat termasuk diantaranya kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi junk food, dan lain-lain (Wardani et al,2007). Soewondo (2005), menyatakan bahwa stres yang dialami penderita baik fisik maupun mental berhubungan dengan sakitnya dan secara tidak disadari atau tidak langsung dirasakan oleh orang tua dan keluarga penderita, maka akan timbul suatu kesalahan kesalahan sikap keluarga dan penderita. Lingkungan yang mempengaruhi perilaku tidak hanya terbatas pada lingkungan fisik saja, tetapi juga lingkungan psikologis,

3

Laporan kasus kedokteran keluarga

2011

sosial, ekonomi dan budaya. Hal ini selanjutnya akan mempengaruhi cara hidup sehat manusia. Sehingga peran keluarga seperti sikap, perilaku dan partisipasi keluarga dipandang sebagai naluri untuk melindungi anggota keluarga yang sakit. Ada semacam hubungan yang kuat antara keluarga dan status kesehatan anggotanya bahwa peran serta keluarga sangat penting bagi setiap aspek perawatan kesehatan anggota keluarga mulai dari segi strategi pencegahan sampai fase rehabilitasi (Sundari dan Setyawati, 2006). Mengingat DM adalah penyakit selama hidup, makapengawasan dan pemantauan dalam penatalaksanaan DM pada setiap saat menjadi penting. Oleh karena itu maka penatalaksanaan penderita DM tidak dapat sepenuhnya diletakkan pada pundak dokter dan klinissaja. Dalam hal ini partisipasi penderita DM dan keluarganya sangat diperlukan khususnya dalam orientasinya pada upaya mengembalikan penderita DM ke dalam situasi sehat atau paling tidak mendekati normal (Waspadji, 2005). Tujuan pelaksanaan DM meliputi enam hal, yaitu memperpanjang hidup penderita dan menghilangkan gejala penyakit, mengusahakan penderita DM hidup bermasyarakat senormal mungkin, mengusahakan dan mempertahankan status metabolisme yang baik, mencegah komplikasi DM dan menghilangkan faktor resiko lain, dan skrining adanya komorbid(Asdie, 2000). Pada penderita diabetes tipe II, pengaturan makanan merupakan hal yang sangat penting. Bila hasil pengaturan