Inaf Raditya Aplikom

download Inaf Raditya Aplikom

of 50

  • date post

    02-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    90
  • download

    0

Embed Size (px)

description

rangkuman mata kuliah aplikom yang menjelaskan proses atau cara menggunaka spss dalam mengerjakan suatu uji dalam penelitian yang bersifat uji statistik

Transcript of Inaf Raditya Aplikom

RESUM APLIKOMdisusun guna memenuhi tugas mata kuliah Aplikasi Komputer

Disusun Oleh:Inaf Raditya073240001

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKATUNIVERSITAS JEMBER2013Pertemuan 1

Perkenalan Mata Kuliah

SPSS yang semula memiliki singkatan Statistic Program for Social Science menjadi Statistical Product and Service Solution, merupakan software statistik yang dapat digunakan dalam pengolahan data secara cepat. Kemampuan program SPSS digunakan untuk menganalisis serta menampilkan angka-angka hasil penghitungan statistik, grafik, tabel dengan berbagai model, baik variabel tunggal atau hubungan antara suatu variabel dengan variabel lain.I. Skala Data Pada SPSSA. Nominal (Tidak dapat dihitung)Contoh : 1. Jenis kelamin. 5. Agama 2. Status perkawinan6. Profesi 3. Suku bangsa 4. RasB. Ordinal (Ada jenjang)Contoh : 1. Status gizi ( buruk, normal, obesitas) 2 .Jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA, PTN/PTS) 3. Rangking kelas (1,2,3)C. Interval (Ada rentang di dalamnya)Contoh : 1. IQ 2. IPK 3. Pendapatan 4. Indeks kepuasan pasienD. Rasio Contoh : 1.Tinggi badan (Cm/m)2. Berat badan (Kg) ada nilai 0 gram 3. Tekanan darah ada 0 Hg4. Kadar COD, BOD5. Pencahayaan nilao 0 gelap6. Getaran ada nilai 0 diamCiri Khas :1. Tipe data yang digunakan2. Jumlah variabel yang ada3, Menggunakan uji apa?

II. Proses Operasi Program SPSS 11.5 For WindowA. Langkah-langkah :1. Klik start2. Klik program SPSS 11.5 for window3. Atau jika ada pada dekstop klik 2 kali program SPSS 11.5 for window

Setelah prosedur diatas dilakukan akan muncul tampilan SPSS 11.5 for window di layar monitor komputer menu utama SPSS yang bertuliskan "SPSS Data Edit Editor". Lalu klik saja cancel pada kotak dialog yang ada untuk memasukkan data baru Maka Kotak dialog tersebut akan hilang, sehingga kita bisa melanjutkan pengentrian dta.

Gambar 1: Menu utama SPSS (Data view)B. Menu-Menu pada SPSS

Gambar 2: Menu utama SPSS ( Data editor)Keterangan :a. Data view : tempat untuk menginput data statistik b. Variable view : tempat untuk menginput variable statistik

C. Menu Utama Data Editor

a. File: untuk mengatur operasi file-file SPSS (membuka file, menyimpan file, menutup file, mencetak file, dsb)b. Edit: untuk perbaikan/perubahan data yang telah dibuatc. View: untuk menyajikan penampilan data, toolbar, dan output SPSS pada layar monitord. Data: untuk pengerjaan dat SPSS yang bukan prosedur statistik (menyisipkan variabel, menyisipkan kasus, menemukan kasus tertentu, dll)e. Transform: untuk mentransformasikan/mengubah suatu data dan tidak terkait dengan prosedur stistik tertentuf. Analyze: merupakan JANTUNG SPSS, seluruh perhitungan statistik dilakukang. Graphs: menmapilkan chart/grafk dari hasil perhitungan statistikh. Utilities: tambahan pekerjaan data statistiki. Window: menampilkan apa saja yang ada di SPSSj. Help : pemandu pengguna SPSS

D. Menu-Menu tambahan

E.

Keterangan :a. Name: diisi nama variabelb. Type: diisi tipe data, misalnya numeric (untuk data angka) atau string untuk data teksc. Widht: diisi jumlah karakter maksimal yang akan diinput dalam data viewd. Decimals: diisi jumlah karakter maksimal yang akan diinput dalam data viewe. Label: diisi keterangan untuk variabel (bolh dikosongkan)f. Values: untuk memberi kodevikasi, misal laki-laki = 1, Perempuan =2g. Missing: untuk perlakuan data terhadap misiing value h. Align: untuk pengaturan tampilan perataan dalam data view (left, center, right)i. Measure: secra default akan terpilih Nomnal jika variabel bertipe string, dan akan terpilih scale jika data bertipe numeric.

E. Membuat Variabel dan Mengisi Data

Gambar 4: Menu utama SPSS (Data view)Data editor pada data view mempunyai dua bagian utama, yaitu :a. Kolom --> adanya kata variabel dalam setiap sel kolomnya. Kolom dalam SPSS akan diisi oleh variabelb. Baris, dengan ciri adanya angka 1,2,3 dst. Baris dalam SPSS akan diisi oleh kasus/data.Statistik Deskriptif

Skala data pada SPSS1. Ratio angka minimal dan maksimal angka rata-rata / rerata angka median angka modus2. Interval angka maksimal angka minimal angka rata-rata angka median angka modus3. Ordinal angka maksimal angka minimal angka median (bisa digunakan kalau tingkatan ganjil, tidak bisa digunakan kalau tingkatan genap)4. Nominal angka modus

Dibagi menjadi 4 submenu utama dalam statistik deskriptif :1. Frequencies2. Descriptive3. Explore4. Crosstabs

Uji tergantung dari 4 komponen diantaranya adalah :1. Tipe data2. Variabel dibagi menjadi 2: Independent : bebas Dependent : terikat3. Sample penelitian yang menggunakan batas sampel 4. Tujuan : Komparasi Asosiasi (Analisa hubungan kelompok populasi) Korelasi (Analisa hubungan sebab-akibat) Fungsi

Var 1Contoh

Nama Type Width Decimal Label Value Missing Column Align Measure

X1Numeric 82Pencahayaan r.tidurnonenone8Right Scale

Keterangan :Name maksimal 8 karakter dan tidak ada spasiLabel tidak dibatasi bisa menggunakan spasi atau tidakType apapun memakai numeric, string juga memakai numericWidth 8 entryan atau 8 digitDecimals jika muncul angka yang tertulis 2 maka width ditulis 4. Jika tanda (,) koma ingin dihilangkan maka decimals bisa diganti dengan angka 0Values biarkan kosong, fungsinya adalah untuk kodingColum diabaikanAlign rightMeasure rasio dan interval tidak dibedakan karena bisa dijumlah (scale) Ordinal tetap Nominal tetap

Var 2

Nama Type WidthDecimal Label Value Missing Column Align Measure

X2Numeric 83Warna r.tidur1,000 biru...dstnone8Right Scale

Pertemuan 2

Analisis Deskriptif

Analisis diskriptif digunakan untu mengetahui rata-rata bilai tengah, modus, range, standart deviation, Analisa dalam proses analisis diskriptif dapat dilakukan dengan proses sebagai berikut :1. FrequensiFrequensi dalam hal ini berfungsi untuk penyajian data sederhana seperti mean, median, modus, persentik, kuartil, disperse dan distribusi. Dalam frequansi selain menyajikan data sederhana, juga data tersebut akan bias disajikan dalam bentuk grafik, meliputi grafik batang (bar), pie (venn), dan Histogram.

Lalu dalam frequensi dapat pula mencari nilai normalitas atau tidak, Untuk mencari data atau analisis tersebut berdistribusi normal atau tidak maka di pakai alternatif sebagai berikut dalam frequensi :

Melihat nilai Skawnes,

Skawnes = St eror of Skewnes= Koefisien skawnes 2 > x > -2 Maka berdistribusi Normal Melihat Nilai Kurtosis,

Kurtosis = St eror of Kurtosis= Koefisien Kurtosis 2 > x > -2 Maka berdistribusi Normal

Membandingkan antara SD dan Mean data :

SD = X 100 % Mean= Jika x < 0,3 / 30 % Maka tidak berdistribusi Normal

2. DescriptivesMenu ini berfungsi untuk mengetahui skor-z dari suatu distribusi data dan menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Skor z merupakan nilai standart dari nilai data yang ada untuk memudahkan melihat setiap data yang ada berada pada batas normal atau tidak.Penggunaan Menu Descriptive : Langkah-langkah penggunaan menu Desciptive: Buka kembali file Deskriptif1.sav Dari baris menu, pilih menu Analyze, lalu pilih submenu Descriptive Statistics, lalu pilih lagi sumenu Descriptives (untuk menampilkan tabel frekuensi). Lalu akan tampil gambar berikut ini.

Kolom Variables(s) harus diisi dengan jenis-jenis variabel apa yang ingin kita analisis. Karena ingin dibuat frekuensi dari variabel Tinggi, maka klik variabel Tinggi, kemudia klik tanda , maka variabel Tinggi akan berpindah ke kolom Vraible(s).

Klik Options, maka akan tampak di layar

Pilihan Options meliputi berbagai ukuran untuk menggambarkan data. Terlihat default dari SPSS yang memilih Mean, Standar deviasi, maksimum, minimum sebagai acuan untuk menghitung statistik deskriptif, untuk keseragaman biarkan pilihan tersebut. Kemudian klik Continue. Maka akan terlihat kotak pilihan Save standardized values as variables yang telah diberi tanda akan digunakan pilihan tersebut. Hal ini berarti pilihan output SPSS mengenai deskripsi data. Lalu klik OK. Maka outputnya sebagai berikut:

Descriptive Statistics NMinimumMaximumMeanStd. Deviation

Tinggi25159.60186.60170.12006.03276

Valid N (listwise)25

Jika dilihat pada Editor data SPSS selain variabel tinggi dan gender sekarang muncul variabel baru, yaitu zTinggi seperti berikut

Analisisnya Output bagian PertamaBagian ini membahas deskripsi statistik dari variabel tinggi yang meliputi Mean dan yang lainnya. Output bagian KeduaBagian ini membahas penerapan z-score atau Standard Score. Dalam output SPSS, nilai z bisa dipakai untuk secara cepat melihat nilai mana yang menyimpang cukup jauh dari rata-ratanya (outlier)Jika suatu data berdistribusi normal, suatu nilai bisa distandardisasi dengan nilai z, yaitu:

Dimana: xi = nilai data kei; = Mean data dan s=Standar DeviasiSebagai contoh, lihat pada data pertama yaitu tinggi 170,20 cm, nilai z-nya dihitung dengan rumus adalah sbb:

= 0,013 (sama dengan output SPSS)Data yang lain pun sama prinsipnya.

Melihat Data yang menyimpang (outlier)Jika data berdistribusi normal dan tingkat kepercayaan 95%, maka tingkat signifikansi adalah 100% - 95% = 5%. Jika memakai uji dua sisi (ada tanda + dan - ), maka batas kritis ada pada 5% dibadi dua atau 2,5%. Pada tabel-z perhitungan pada satu sisi atau 50%, maka batas kritis ada pada luas kurva (50% - 2,5%) atau 47,5%.Pada tabel-z, luas kurva untuk 47,5% didapat nilai kritis 1,96.Dari nilai variabel zTinggi terlihat hanya ada satu data yang termasuk outlier, yaitu 186.60 cm nilai zTinggi yang di luar 1,96, yaitu zTingginya 2.73175.Karena dari 25 data hanya ada 1 data yang outlier, ma