Fisiologi Haid Nl

download Fisiologi Haid Nl

of 15

  • date post

    02-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    3
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Fisiologi Haid Nl

  • Yang berperan : Hipothalamus Hipofisis lobus anterior Ovarium

  • Hipothalamus : Mensekresi Gonadotropin releasing hormon (GnRH). GnRH merangsang hipofisis anterior menghasilkan FSH (follikel stimulating hormon) dan LH (luteineizing hormon).

  • Hipofisis Anterior : FSH sebabkan pematangan folikel (mjd folikel de graaf, terbentuk teka interna dan eksterna, antrum folikuli, dan zona pelucida yang meliputi ovum, folikel tsb menghasilkan estrogen LH disekresi stlh produksi estrogen meningkat (umpan balik positif) terjadi lonjakan LH Ovulasi.

  • OVULASI

    Hipothalamus GnRH yang bekerja pada kelenjar hipofisis anterior Gonadotropin Hormon (FSH & LH) yang akan mengatur siklus ovarium.

    Atas pengaruh FSH, 5 15 folikel primordial tumbuh normalnya hanya 1 folikel menjadi folikel de graaf (1 oosit yang dikeluarkan tiap kali siklus), lainnya mengalami degenerasi & menjadi atretik.

    Folikel yang atretik oosit & sel folikuler di sekelilingnya berdegenerasi jaringan ikat korpus atretikum

  • Selama pertumbuhan folikel sel folikuler & sel teka terbentuk produksi estrogen menyebabkan endometrium ke fase proliferatif merangsang kelenjar hipofisis mengeluarkan LH

    Di bawah pengaruh FSH & LH, folikel Graaf tumbuh sampai tahap akhir ( oosit pada tahap diploten, meiosis pertama)

    Oosit (meiosis ke dua) keluar dari folikel bersama dengan sel granulosa di sekelilingnya dari kumulus ooforus, meninggalkan ovarium.

  • Beberapa sel kumulus ooforus menyusun diri di sekitar zona pellucida (perisai glikoprotein disekitar ovum) membentuk corona radiata

    Sel-sel folikuler yang tertinggal di follikel yang kolaps berdeferensiasi menjadi sel luteal di bawah pengaruh LH membentuk korpus luteum menghasilkan progesteron menyebabkan endometrium memasuki fase sekresi

  • Bila tidak terjadi pembuahan korpus luteum mencapai puncak perkembangan 9 hari pasca ovulasi degenerasi sel luteal membentuk jaringan fibrotik (korpus albicans) produksi progesteron menurun perdarahan menstruasi

    Bila terjadi pembuahan, degenerasi korpus dicegah oleh hCG yang dihasilkan oleh trofoblas embrio yang sedang tumbuh korpus luteum terus tumbuh membentuk korpus luteum gravidarum ( 4 bulan) digantikan oleh komponen trofoblas dari plasenta

  • Dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan. Hanya stratum basale yang tinggal utuh. darah haid mengandung darah vena dan arteri dengan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglutinasi, sel-sel epitel dan stroma yg mengalami disintegrasi dan otolisis, dan sekret dari uterus, serviks dan kelenjar-kelenjar vulva. fase ini berlangsung 3-4 hari.

  • 2. Fase pascahaid atau regenerasi Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsur-angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel-sel epitel endometrium. Pada wktu tebal endometrium 0,5 mm. Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung 4 hari.

  • Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal 3,5mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-15 dari siklus haid. Fase proleferasi dapat dibagi atas 3 subfase, yaitu : 1). Fase proliferasi dini (early proliferation phase) hari ke-4 sampai dengan hari ke-7 2). Fase proliferasi madya ( midproliferation phase) hari ke-8 sampai dengan hari ke-10 3). Fase proliferasi akhir ( late proliferation phase) hari ke-11 sampai dengan hari ke-14

  • fase ini dimulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang, berkeluk-keluk dan mengeluarkan getah. dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi.