5.siklus haid dan gangguan haid

download 5.siklus haid dan gangguan haid

of 23

Embed Size (px)

Transcript of 5.siklus haid dan gangguan haid

  • 1. Siklus Haid dan Gangguan Haid Irwan T Rachman

2. Siklus Haid

  • Fungsi seksual wanita: kendali hormon
  • Khas: siklus haidtimbulnya pervaginam tiap bulan
  • Selama 1 siklus haid: terjadi perubahan (ovarium, uterus, serviks)
  • Fisiologi haid

3. Normal Haid

  • Keterangan:
  • Perdarahan haid: 2-6 hari
  • Fase folikuler/ proliferasi: hari ke 5 s/d 14endometrium tumbuh shg siap menerima zygote.
  • Ovarium: terjadi pematangan folikel (FSH)estradiol
  • Estradiol: mulut serviks tertutup, spinbarkeit
  • Estradiol akan meningkat (s/d hr 13) LH surge

Hari 1 6 14 5 28 Ovulasi Luteal/sekresi Folikuler/proliferasi Menstruasi 4. Normal Haid

  • Keterangan:
  • Ovulasi: hari ke 14SBB juga meningkat 0.05 C
  • Ovulasi: getah serviks encer & bening, mulut serviks sedikit terbuka
  • Fase luteal: hari ke 14 s/d 28
  • Fase luteal: terbentuk korpus luteum, perubahan kel. Endometrium (progesteron) terutama hari 22 (nidasi terjadi)
  • Bila tidak terjadi nidasi: Estradiol & Progesteron akan menghambat FSH dan LH shg korpus luteum

5. Menstrual Cycle 6. Hormone Regulation during Menstrual Cycle 7. 8. Gangguan Haid

  • Terdapat 2 macam bentuk gangguan haid:
  • Gangguan Ritmus:
    • Polimenorea
    • Oligomenorea
    • Tidak teratur
    • amenorea
  • Gangguan Perdarahan:
    • Hipomenorea
    • Hipermenorea
    • Monoragia
    • spotting

9. Gangguan Perdarahan:

  • Adanya gangguan organik. Misal: mioma uteri
  • Adanya gangguan endokrinologik (hormonal)
  • Kombinasi

10. Klasifikasi Gangguan Haid

  • Kelainan dalam banyaknya:
    • Normal (2-5 pembalut/hari)
    • Hipermenorea (perdarahan banyak)lebih dari 5 pembalut/hari
    • Hipomenorea (perdarahan sedikit)kurang dari 2 pembalut/hari
    • Spotting/bercak

11. Klasifikasi Gangguan Haid

  • Kelainan lamanya perdarahan:
    • Normal (3-6 hari)
    • Menoragia (> 6 hari)
    • Brakimenorea ( 31 hari
    • Amenorea (tidak ada perdarahan)
    • Haid tidak teratur (perdarahan interval)
    • Spotting pertengahan siklus

13. Dismenora

  • Nyeri haid yang timbul menjelang atau selama haid
  • Dikatakan nyeri: sampai menggangu aktivitas wanita tersebut
  • Gejala lain: mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah, bersifat kolik
  • Dismenorea dibagi:
    • Dismenorea primer
    • Dismenorea sekunder

14. Dismenorea primer

  • Muncul segera setelah menars
  • Penyebab pasti: ?
  • Diduga faktor psikis
  • Fase sekresi: kadar prostaglandin tinggi
  • Umumnya pada wanita dengan siklus haid berovulasi

15. Dismenorea sekunder

  • Sebelumnya tidak pernah merasa nyeri, selang beberapa bulan/tahun baru timbul keluhan
  • Penyebab tersering:
    • Endometriosis (keluhan lain: disparenei, nyeri saat BAB, infertil)
    • Infeksi kronik genitalia interna
  • Perlu dilakukan laparoskopi diagnostik

16. Penatalaksanaan

  • Singkirkan kelainan organik
  • Wanita usia muda: spasmolitik atau analgetik
  • Dismenorea primer:
    • Cegah efek prostaglandin: antiprostaglandin
    • Cegah ovulasi: pil KB atau Progesteron 5-10mg/hari (5-25 siklus) setelah berkurang cukup hari ke 16 s/d 25

17. Penatalaksanaan

  • Dismenorea sekunder (endometriosis dan infeksi kronik):
    • Endometriosis: MPA 3x10 mg/hari atau danazol 3x20mg selama 6 bulan
    • Infeksi: berikan antibiotika yang sesuai

18. Sindrom prahaid

  • Sering pada wanita usia reproduksi
  • Keluhan:
    • Lekas lelah
    • Mudah marah
    • Depresi
    • Migren
    • Kunang-kunang
    • Kanki bengkak
    • Mastitis
    • Rasa tidak enak di perut

19. Penyebab & penatalaksanaan:

  • Penyebab: ? (diduga estrogen berlebihan)
  • Diagnosis: keluhan yg timbul 8-12 hr sblm haid
  • Pengobatan:
    • Cegah efek estrogen berlebihan diberikan progesteron hari 16 s/d 1-2 hr sblm haid berikut
    • Kadar prolaktin tinggi diberikan bromokriptin
    • Lasix tab 7 hari s/d haid

20. PUD (Perdarahan Uterus Disfungsional)

  • Perdarahan uterus abnormal (jumlah, frekuensi, lama) baik didalam/diluar siklus haid yg semata-mata krn gangg fungsional (hipotalamus-hipofisis-ovarium-endometrium)
  • Tanpa kelainan anatomis
  • Banyak terjadi: usia perimenars dan perimenopause

21. PUD pada usia perimenars

  • Perimenars: menars s/d usia reproduksi
  • Berlangsung 3-5 tahun stlh menars
  • Ditandai: siklus tdk teratur, baik lama dan jumlah
  • Tidak perlu pengobatan, kecuali menimbulkan gangguan

22. PUD pada usia perimenars

  • Kapan pengobatan hormonal diperlukan?
    • Bila gangguan terjadi 6 bulan lamanya atau 2 tahun setelah menars blm dijumpai siklus haid yg berovulasi
    • Perdarahan s/d KU jelek

23. PUD pada usia perimenopause

  • Perimenopause: masa pramenopause dan pascamenopause (usia 40-52 tahun)
  • Pikirkan adanya keganasan uterusdilatase dan kuretase
  • Bila hasilnya:
    • Hiperplasia endometrium (kistik/adenometosa)Tx: Progesteron
    • KeganasanTx: histerektomi