faal respirasi

download faal respirasi

If you can't read please download the document

  • date post

    25-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    1

Embed Size (px)

description

silahkan

Transcript of faal respirasi

MAKALAH TENTANG STRES ADAPTASIUntuk memenuhi tugas mata kuliah Fundamental of NursingYang dibimbing oleh Ns. Heni Dwi Windarwati M.Kep, S.KepJ

Oleh :Haris Fadjar S 125070218113056

Program Studi Ilmu KeperawatanFakultas KedokteranUniversitas Brawijaya2015

1.1. ANATOMI SISTEM PENRNAPASAN Membawa oksigenisasi melalui respirasi. Ini merupakan fungsi tak disadari (involuntar), diataur neuron khusus batang otak , meliputi upaya membawa udara luar ke bagian dalam paru-paru melalui saluran bercabang- cabang sistem aliran udara. Ramifikasi yang banak ini mengisi seluruh massa paru-paru, organ respirasi ( pernapasan) utama. Organ respirasi:Sistem respirai terdiri dari serangkaian salurn yang dirancang khusus untuk mengalirkan udara luar ke alveoli paru-paru, tempat terjadinya pertukaran gas. Saluran udara bagian atas terdiri dari rongga hidung dan pharynx ( kerongkongan). Yang termasuk saluran bagian bawah adalah larnx (tenggorok), trachea, brochus, dan pura-pura . rongga hidung, dipisahkan oleh septum nasi,beruhubungan dengan paryxng, di belakang hidung. Cochae, lipatan tulang dilapis selaput lendir, mengatur udara melalui ruangan (meatus) yang menangkap debu.Saluran penapasan:Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam lubang hidung. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum (rongga) hidung. Vestibulum ini dilapisi dengan epitelium bergaris yang bersambung dengan kulit. Lapisan nares anterior memuat sejumlah kelenjar sebaseus yang ditutupi oleh bulu kasar. Kelenjar-kelenjar itu bermuara ke dalam rongga hidungRongga hidung dilapisi lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah, dan bersambung dengan lapisa farinx dan dengan selaput lendir semua sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Daerah pernapasan dilapisi dengan epitelium silinder dan epitel berambut yang mengandung sel cangkir dan sel lendir. Di atas septum nasalis dan konkha selaput lendir ini paling tebal, yang diuraikan di bawah. Adanya tiga tulang kerang (konkhae) yang diselaputi eptelium pernapasan dan menjorok dari dinding lateral hidung kedalam rongga, sangat memperbesar permukaan selaput lendir tersebut.ngkorak sampai lSewaktu udara melalui hidung, udara disaring oleh bulu-bulu yang terdapat di dalam vestibulum, dan karena kontak dengan permukaan lendir yang dilaluinya maka udara menjadi hangat, dan oleh penguapan air dari permukaan selaput lendir menjadi lembab

1.1.2 HidungHidung menghubung lubang-lubang dari sinus udara para-nasalis yang masuk kedalam rongga-rongga hidung, dan juga lubang lubang naso-lakri-mal yang menyalurkan air mata dari mata ke dalam bagian bawah rongga nasalis, ke dalam hidung

1.1.3 FaringFarinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan usofagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Maka letaknya di belakang hidung (naso-farinx) di belakang mulut (oro-farinx) dan dibelakang larinx (farinx-laringeal),Nares posterior adalah muara rongga-rongga hidung naso-farinx

1.1.4 LarinxLarinx(tenggorok) terletak di depan bagian terendah farinx yang memisahkannya dari kolumna vetebra, berjalan dari farinx sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakhea di bawahnya, larinx terdiri dari atas kepingan. Tulang rawan yang diikat bersama oleh ligamen dan membran. Yang terbesar diantaranya ialah tulang rawan tiroid, dan disebelah depannya terdapat benjolan subkutaneus yang dikenal sebagai jakun, yaitu disebelah depan leher. Larinx terdiri atas dua lempengan berupa V. Tulang rawan krikoid terletak dibawah tiroid, bentuknya seperti cincin mohor dengan mohor cincinnya di sebelah belakang ( ini adalah tulang rawan satu-satunya yang berbentuk lingkaran lengkap) tulang rawan lainnya ialah kedua tulang rawan aritenoid yang menjulang disebelah belakang krikoid, dan kanan kanan kiri tulang rawan kuneiform dan tulng rawan kornikulata, yang sangat kecil.Terkait di puncak tulang rawan tiroid terdapat epiglotis, yang berupa katup tulang rawan dan membantu menutup larinx sewaktu orang menelan. Laring dilapisi oleh jenis selaput lendir yang sama dengan yang di trakea, kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang dilapisi sel epitelium berlapisPita suara terletak di sebelah dalam larinx, berjalan dair tulang rawan tiroid disebelah depan sampai di kedua tulang rawan aritenoid. Dengan gerakan dari tulang rawan aritenoid yang ditimbulkan oleh berbagai otot laringela, pita suara ditegangkan atau dikendorkan. Dengan demikian lebar sela-sela antara pitaatau rima glottidis, berubah-rubah sewaktu benapas dan bebicara.Karena getaran pita yang disebabkan udara yang melalui glottis maka suara dihasilkan. Berbagai otot terkait pada laring mengendalikkan suara, dan juga menutup lubang atas laring sewaktu menelan

1.1.5 TrakheaTrakhea. Trakhea atau batang tenggorokkan kira-kira sembilan sentimeter panjangnya. Trakea berjalan dari laring sampai kira-kira ketinggian vertebra torakalis kelima dan di tempat ini bercabang menjadi dua bronkhus (bronki). Trakea tersusun atas enam belas sampai dua puluh lingkaran tak lengkap berupa cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran di sebelah belakang trakhea ; selain itu juga memut beberapa jaringan otot. Trakea dilapisi oleh selaput lendir yang terdiri atas epitelium bersilia dan bercangkir, jurusan silia ini bergerak ialah keatas ke arah larinx, maka dengan gerakan ini debu dan butir-butir halus lainnya yang turut masuk bersama dengan pernapasan, dapat dikeluarkan. Tulang rawan yang gunanya mempertahankan agar trakhea tetap terbuka, di sebelah belakangnya tidak tersambung, yaitu di tempat trakhea menempel pada usofaus,yang memisahkan dari tulang belakangTrakea servikalis yang berjalan melalui leher, disilang oleh istmus kelenjar tiroid, yaitu belahan dari kelenjar yang melingkari sisi-sisi trakhea, trakhea torasika berjalan melintasi mediastinum, di belakang sternum, menyentuh arteri inominata dan arkus aorta. Usofagus terletak di belakang trakheaKedua bronkus yang terbentuk dari kedua belahan trakhea pada ketinggia kira-kira vertebra torakalis kelima, mempunyai struktur serupa dengan trahea dan dilapisi oleh jenis sel sama. bronkus-bronkus itu berjalan kebawah dan kesamping ke arah tumpuk paru-paru. Bronkhus kanan lebih pendek danlebih lebar dari pada yang kiri; sedikit lebih tinggi dari pada arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang yang disebut ; bronkus lobus atas; cabang kedua tmbul setelah cabang utama lewat di bawah arteri, di sebut bronkhus lobus bawah. Bronkhus lobus tengah keluar dari bronkus lobus bawah Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan, dab berjalan di bawah arteru pulmonalis sebelum dibelah menjadi beberapa cabang yang berjalan ke lobus atas dan bawah1.1.6 Rongga toraxBatas-batas yang membentuk rongga di dalam torax ialah:Sternum dan tulang iga-iga di depanKedua belas ruas tulang punggung beserta cakram antartuas (dikusintervetrebralis) yang terbuat dari tulang rawan di belakang, diafragma di bawah dan dasar leher diatasIsi:Sebelah kanan dan kiri rongga dada terisi penuh oleh paru-paru beserta pembungkus pleuranya; pleura ini membungkus setiap belah, dan membentuk batas lateral pada mediastinum

Mediastinum ialah ruangan di dalam rongga dada antara kedua paru-paru. Isinya jantung dan pembuluh-pembuluh darah besar, usofagus, duktus torasika, aorta desendends dan vena kava superior, saraf vagus dan frenikus dan sejumlah besar kelenjar limfe

1.1.7 Paru-paruParu-paru ada dua , merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru mengisi rongga dada, terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak di dalam mediastinum. Paru-paru adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apex(puncak) di atas dan muncul sedikit lebih tinggi dari klavikula di dalam dasar leher. Pangkal paru-paru duduk di atas landai rongga torax, diatas diafragma. Paru-paru mempunyai permukaan luar yang menyetuh iga-iga, permukaan dalam yang memuat tampuk paru-paru, sisi belakang yang menyentuh tulang belakan dan sisi depan yang menutupi sebagian sisi depan jantungLobus paru-paru (belahan paru-paru) paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus oleh fisura. Paru-paru kanan mampunyai tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus. Setiap lobus tersusun atas lobula. Sebuah pipa bronkhial kecil masuk kedalam setiap lobula dan semakin ia bercabang. Semakin menjadi tipis dan akhirnya berakhir menjadi kantong kecil-kecil, yang merupakan kantong-kantong udara paru-paru. Jaringan paru-paru adalah elastik, berpori dan seperti spon. Di dalam air paru-paru mengapung karena udara yang ada di dalamnya

Bronkus pulmonaris. Trakhea terbelah menjadi dua bronkus utama, bronkhus ini bercabang lagi sebelum masuk paru-paru. Dalam perjalanannya menjelajahi paru-paru bronkhus-bronkhus pulmonaris bercabgan dan beranting lagi banyak sekali. Saluran yang besar empertahankan struktur serupa dengan yang dari trakhea, mempunyai dinding fibrusa berotot yang mengandung bahan tulang rawan dan dilapisi epitelium bersilia. Makin kecil salurannya, main berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa berotot dan lapisan silia, bronkhus terminalis masuk kedalam saluran yang agak lain yang disebut vestibula, dan di sini membrane pelapisannya mulai berubah sifatna; lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. Dari vestibula berjalan beberapa infundibula dan di dalam dindingnya di jumpai kanting-kantong udara itu. tKantong udara atau alveoli itu trdiri atas satu lapis tunggal sel epitelium pipih dan disinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara-suau jaringan pembuluhdarah kapiler mengitari alveoli dan pertukaran gas pun terjadiPembuluh darah dalam paru-paru . arteri pulmonalis membawa darah yag sudah tidak mengandung oksigen dari ventrikel kanan jantung ke paru-paru; ca