Etos Kerja dalam Islam (full)

download Etos Kerja dalam Islam (full)

If you can't read please download the document

  • date post

    19-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    5.359
  • download

    24

Embed Size (px)

Transcript of Etos Kerja dalam Islam (full)

  • 1. ETOS KERJA DALAM ISLAM Oleh: Asiyah Nurul F. (05) Elia Azizah (08) Fachmi Erin M. (09) Ifranus Ade O. N. P. (13) Riksa Rizki Z. A. (24) Safira Chika N. I. (27) Zulfikar Sandy P. (34) XII IPA 5 SMA Negeri 1 Jember

2. PENGERTIAN ETOS KERJA CIRI ORANG MEMILIKI ETOS KERJA YANG TINGGI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETOS KERJA FUNGSI ETOS KERJA TOLAK UKUR ETOS KERJA ETIKA DALAM BEKERJA HUKUM ISLAM TENTANG ETOS KERJA DALIL - DALIL MENGENAI ETOS KERJA CARA CARA MENUMBUHKAN ETOS KERJA ETOS KERJA CONTOH ETOS KERJA 3. Ethos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Ethos dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh, budaya serta sistem nilai yang diyakininya. Dalam al-Quran dikenal kata itqon yang berarti proses pekerjaan yang sungguh-sungguh, akurat dan sempurna. (An-Naml : 88). Etos kerja seorang muslim adalah semangat untuk menapaki jalan lurus Definisi Etos 4. Kerja dalam pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non-materi, intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniawian atau keakhiratan. Definisi Kerja 5. Suatu upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan usahanya untuk memenuhi kebutuhan (jasmani dan rohani) sebagai bukti pengabdian dirinya kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan dengan itqon (tekun, rapi dan teliti). (HR. Al-Baihaki) Definisi Etos Kerja 6. Menurut A. Tabrani Rusyan, fungsi etos kerja adalah: a. Pendorong timbulnya perbuatan. b. Penggairah dalam aktivitas. c. Penggerak, seperti mesin bagi mobil besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan . 7. Agama Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Budaya Luthans (2006) mengatakan bahwa sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya. Sosial politik Menurut Siagian (1995), tinggi atau rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi juga oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETOS KERJA 8. Kondisi lingkungan (geografis) Siagian(1995) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat, dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu, disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan, keahlian dan keterampilan, sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Bertens, 1994). Motivasi intrinsik individu Anoraga (2009) mengatakan bahwa individu memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap, yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. Keyakinan ini menjadi suatu motivasi kerja, yang mempengaruhi juga etos kerja seseorang. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETOS KERJA 9. Mardhatillah sebagai tujuan luhur. Memenuhi kebutuhan hidup Memenuhi nafkah keluarga Memenuhi kepentingan amal sosial (bersedekah) Memenuhi keperluan ibadah. Mencegah kemungkaran. 10. Toto Tasmara merinci ciri-ciri etos kerja Muslim, sebagai berikut: (1) Memiliki jiwa kepemimpinan (leadhership) (2) Selalu berhitung (3) Menghargai waktu (4) Tidak pernah merasa puas berbuat kebaikan (positive improvements) (5) Hidup berhemat dan efisien (6) Memiliki jiwa wiraswasta (entrepreneurship) (7) Memiliki insting bersaing dan bertanding (8) Keinginan untuk mandiri (independent) (9) Haus untuk memiliki sifat keilmuan (10) Berwawasan makro (universal) (11) Memperhatikan kesehatan dan gizi (12) Ulet, pantang menyerah (13) Berorientasi pada produktivitas (14) Memperkaya jaringan silaturrahim. 11. Pertama, seorang muslim harus bekerja dengan niat yang ikhlas karena Allah Subhanahu wa Taala Kedua, seorang muslim dalam usaha harus berhias diri dengan akhlak mulia Ketiga, seorang muslim harus bekerja dalam hal-hal yang baik dan usaha yang halal Keempat, seorang muslim dalam bekerja harus menunaikan hak-hak yang harus ditunaikan, baik yang terkait dengan hak-hak Allah Subhanahu wa Taala (seperti zakat) atau yang terkait dengan hak-hak manusia (seperti memenuhi pembayaran hutang atau memelihara perjanjian usaha dan sejenisnya Kelima, seorang muslim harus menghindari transaksi riba atau berbagai bentuk usaha haram lainnya yang menggiring ke arahnya. Keenam, seorang pekerja muslim tidak memakan harta orang lain dengan cara haram dan bathil, karena kehormatan harta seseorang seperti kehormatan darahnya Ketujuh, seorang pengusaha atau pekerja muslim harus menghindari segala bentuk sikap maupun tindakan yang bisa merugikan orang lain. Kedelapan, seorang pengusaha dan pekerja muslim harus berpegang teguh pada aturan syariat dan bimbingan Islam agar terhindar dari pelanggaran dan penyimpangan yang mendatangkan saksi hukum dan cacat moral Kesembilan, seorang muslim dalam bekerja dan berusaha harus bersikap loyal kepada kaum mukminin dan menjadikan ukhuwah di atas kepentingan bisnis, sehingga bisnis tidak menjadi sarana untuk menciptakan ketegangan dan permusuhan sesama kaum muslimin 12. Berikut Etos Kerja Islami : Selalu mencari kerja yang halal apapun kondisinya selalu diawali dengan berdoa sebelum bekerja minimal membaca basmalah Berusaha mencintai pekerjaan ikhlas dalam menjalankannya. selalu menerapkan nilai-nilai islami dalam bekerja seperti : jujur, amanah, tanggung jawab, kerja keras dll selalu ada perimbangan antara kerja dengan ibadah ikhlas menerima hasil dan berani menanggung resiko dari pekerjaan yang dilakukanya siap menerima kritikan , masukan dari orang lain dan siap memperbaiki kesalahan yang dilakukan 13. KERJA / AMAL KEWAJIBAN SETIAP MUSLIM MENGANDUNG MAKNA IBADAH KEPADA ALLAH SWT, MENUJU SUKSES DUNIA AKHIRAT. TAHAPAN, AGAR ETOS KERJA YANG DILANDASI SEMANGAT BERIBADAH MENINGKAT : 1. KERJA IKHLAS 2. KERJA KERAS DAN CERDAS 14. Dalil Naqli Etos Kerja Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. Al-Jumuah:10) "Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. At-Taubah:105) 15. Tidak ada makanan yang lebih baik bagi seseorang melebihi makanan yang berasal dari buah tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud AS makan dari hasil tangannya sendiri. (HR. Bukhori) Wahai manusia sesungguhnya kamu harus bekerja keras (secara sungguh-sungguh) menuju keredaan Tuhanmu.(QS. Al-Insyiqoq:6) Dalil Naqli Etos Kerja 16. Cara Menumbuhkan Etos Kerja 1. Menumbuhkan sikap optimis : - Mengembangkan semangat dalam diri - Peliharalah sikap optimis yang telah dipunyai - Motivasi diri untuk bekerja lebih maju 2. Jadilah diri anda sendiri : - Lepaskan impian - Raihlah cita-cita yang anda harapkan 3. Keberanian untuk memulai : - Jangan buang waktu dengan bermimpi - Jangan takut untuk gagal - Merubah kegagalan menjadi sukses 4. Kerja dan waktu : - Menghargai waktu (tidak akan pernah ada ulangan waktu) - Jangan cepat merasa puas 5. Kosentrasikan diri pada pekerjaan : - Latihan berkonsentrasi - Perlunya beristirahat 6. Bekerja adalah sebuah panggilan Tuhan(Khasanah, 2004) 17. Aspek Kecerdasan yang Perlu Dibina dalam Diri, untuk Meningkatkan Etos Kerja : 1. Kesadaran : keadaan mengerti akan pekerjaanya. 2. Semangat : keinginan untuk bekerja. 3. Kemauan : apa yang diinginkan atau keinginan, kehendak dalam bekerja. 4. Komitmen : perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan (janji dalam bekerja). 5. Inisiatif : usaha mula-mula, prakarsa dalam bekerja. 6. Produktif : banyak menghasilkan sesuatu bagi perusahaan. 7. Peningkatan : proses, cara atau perbuatan meningkatkan usaha, kegiatan dan sebagainya dalam bekerja. 8. Wawasan : konsepsi atau cara pandang tentang bekerja.(Siregar, 2000, p.24) 18. Kisah Etos Kerja Suatu hari Rasulullah SAW berjumpa dengan Saad bin Muadz Al-Anshari. Ketika itu Rasul melihat tangan Saad melepuh, kulitnya gosong kehitam- hitaman seperti terpanggang matahari. Kenapa tanganmu?, tanya Rasul kepada Saad. Wahai Rasulullah, jawab Saad, Tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku. Seketika itu beliau mengambil tangan Saad dan menciumnya seraya berkata, Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh api neraka. Dalam kisah lain disebutkan bahwa ada seseorang yang berjalan melalui tempat Rasulullah SAW. Orang tersebut sedang bekerja dengan sangat giat dan tangkas. Para sahabat kemudian bertanya, Wahai Rasulullah, andaikata bekerja semacam orang itu dapat digolongkan jihad fi sabilillah, maka alangkah baiknya. Mendengar itu Rasul pun menjawab, Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, itu adalah fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia, itu adalah f