Enzim _ kelompok 2

download Enzim _ kelompok 2

of 29

  • date post

    22-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Enzim _ kelompok 2

  • Dasar- Dasar Bioproses

    Kelompok 2 :

    Clara Shinta Asri Alpina

    2. Jenial S

    3. Melisa Adrian

    4. Roy Marthin P

    *

  • ENZIM

    ENZIM

    SEDERHANA

    KONJUGASI/HALOENZIM

    PROTEIN

    PROTEIN

    BUKAN PROTEIN

    APOENZIM

    GUGUS PROSTETIK

    ORGANIK = KOENZIM

    ANORGANIK = KOFAKTOR

    *

  • KOENZIM :

    Coenzyme A

    Flavin mononucleotide

    Flavin Adenine dinucleotide

    Nicotinamide adenine dinucleotide

    Adinine dinucleotide phosphat

    Thiamine pyrophosphat

    Tetrahydrofolate

    Deoxyadenosyl cobalamin

    Pyridoxal phosphat

    KOFAKTOR

    - Zn2+

    - Fe2+

    *

  • PENDAHULUAN

    Enzim berfungsi sebagai biokatalisator,artinya mempercepat jalannya reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi

    Energi aktivasi adalah

    energi yang diperlukan

    untuk mengaktifkan suatu

    reaktan sehingga dapat

    bereaksi untuk

    membentuk senyawa lain.

    *

  • Tidak ikut bereaksi dengan substrat ataupun produknyaStruktur enzim tetap tidak berubah baik sebelum dan sesudah reaksi Berkerja spesifik dan selektifEnzim bersifat koloid, luas permukaan besar, bersifat hidrofilPeka terhadap faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi protein misalnya suhu dan pH

    *

  • Enzim mimiliki sisi aktif = bagian yang berikatan dengan subtrat

    *

  • Mekanisme kerja enzim

    E + S ES E + P

    Dua model ikatan enzim

    *

  • Penggolongan enzim

    Tempat
    bekerjanya

    Cara terbentuknya

    Subtrat yang dikatalisnya

    Daya katalisnya

    *

  • Tempat bekerjanya

    Endo enzim = intraseluler

    berkerja di dalam sel

    Eksoenzim = ekstraseluler

    bekerja di luar sel

    *

  • Cara terbentuknya

    Enzim konstitutif

    Enzim yang jumlahnya tetap dalam sel, tidak dipengaruhi subtrat

    Enzim adapatif

    Enzim yang pembentukannya dirangsang oleh adanya substrat

    *

  • Subtrat yang dikatalisnya

    ProteaseAmilaseLipaseLaktaseSeloluse

    *

  • Daya katalis

    Oksidoreduktase

    Enzim yang mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi, yang merupakan pemindahan elektron, hidrogen atau oksigen.

    contoh, oksigenase, dehidrogenase,

    . Transferase

    Enzim yang mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke

    molekul yang lain.

    contoh, Transaminase, Transfosforilase, dan Transasilase.

    *

  • Hidrolase

    Enzim yang mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis

    Contoh : Karboksilesterase, Kitinase, Peptidase, dll

    Liase

    Enzim yang mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis

    Contoh : L malat hidroliase (fumarase), Dekarboksiliase (dekarboksilase)

    *

  • . Isomerase

    Enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi

    Contoh :

    - Rasemase, merubah l-alanin D-alanin

    - Epimerase, merubah D-ribulosa-5-fosfat D-

    xylulosa-5-fosfat

    - Cis-trans isomerase, merubah

    transmetinal cisrentolal

    - Intramolekul ketol isomerase, merubah D-

    gliseraldehid-3-fosfat dihidroksi aseton fosfat

    - Intramolekul transferase atau mutase,

    merubah metilmalonil-CoA suksinil-CoA

    *

  • Ligase

    Enzim yang mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat

    contoh adalah enzim asetat=CoASH

    ligase yang mengkatalisis rekasi sebagai berikut:

    Asetat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P

    *

  • Kinetika enzim

    Aktivitas enzim = kecepatan enzim untuk melakukan katalis pada subtrat, satuannya Unit (U)1 U = Jumlah enzim yang melakukan katalis sehingga terjadi perubahan 1 mikronmol subtrat per menit pada suhu 25oC

    *

  • Model Michaelis-Menten

    Model ini menggambarkan katalis enzim dengan konsep sebagai berikut :

    . Persamaan Michaelis-Menten

    E + S ES E + P

    k1

    k2

    k3

    *

  • Km (Konstanta Minhaelis) menggambarkan kesetimbangan disosiasi kompleks ES menjadi enzim dan substrat. Nilai Km kecil berarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap substrat maka kompleks ES sangat mantap, sehingga kesetimbangan reaksi kearah kompleks ES. Apabila nilai Km besar berarti enzim mempunyai afinitas rendah terhadap substrat, sehingga kesetimbangan reaksi kearah E + S.

    *

  • Aktivitas enzim tergantung kepada

    - Konsentrasi subtrat

    *

  • Konsentrasi enzim

    Pada situasi dimana konsentrasi subtrat jenuh, peningkatan konsentrasi enzim akan menyebabkan kecepatan enzim juga meningkat

    *

  • Suhu

    Setiap jenis enzim memiliki aktivitas maksimal pada suhu tertentu

    pH

    Setiap jenis enzim memiliki aktivitas maksimal pada pH tertentu

    *

  • . Inhibitor kompetitif

    Senyawa tertentu yang

    mempunyai struktur mirip

    dengan substrat saat

    reaksi enzimatik akan terjadi.

    Contoh : asam malonat

    Inhibitor ini dapat diatasi

    dengan menambah jumlah

    substrat sampai

    berlebihan.

    - Inhibitor enzim = zat atau senyawa yang dapat menghambat enzim

    *

  • . Inhibitor non kompetitif

    Zat-zat kimia tertentu mempunyai

    afinitas yang tinggi terhadap ion logam

    penyusun enzim.

    Senyawa penghambat untuk enzim

    yang mengandung Fe, yaitu dengan

    terjadinya reaksi antara senyawa-

    senyawa tersebut dengan ion Fe yang

    menyebabkan enzim menjadi tidak aktif.

    Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan

    penghambat enzim yang mengandung

    gugusan sulfhidril (-SH).

    *

  • Inhibitor irreversible

    Senyawa penghambat yang terikat kuat pada sisi aktif enzim

    Ikatan tersebut adalah ikatan kovalen

    Enzim menjadi inaktif secara permanen

    Contoh : diisopropylfluorophosphat, iodoacetamide, dan penicillin

    *

  • Feed Back Inhibitor

    Penghambatan yang disebabkan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enzimatik yang menghambat aktifitas enzim pada reaksi pertama. Hasil akhir reaksi juga mempengaruhi pembentukan enzim, yang dapat digambarkan sebagai berikut:

    Enzim a Enzim b Enzim c Enzim d

    A B C D

    A B C D XKeterangan: A,B,C,D: substrat enzim a,b,c,d.X: hasil akhir reaksi enzimatik yang menghambat sintesis enzim a.

    X

    *

  • Inhibitor Represor

    -Represor adalah hasil akhir suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pembentukan enzim-enzim pada reaksi sebelumnya.

    -Gambaran skematik reaksinya adalah sebagai berikut:

    Enzim a Enzim b Enzim c Enzim d

    A B C D

    Keterangan: A,B,C,D: substrat enzim a,b,c,d.

    X: hasil akhir reaksi enzimatik yang menghambat sintesis enzim a,b,c,d.

    X

    *

  • Alosterik inhibitor

    Penghambat yang dapat mempengaruhi enzim alosterik.

    -Enzim alosterik adalah enzim yang mempunyai dua bagian aktif, yaitu bagian aktif yang menangkap substrat dan bagian yang menangkap penghambat.

    -Apabila ada senyawa yang dapat memasuki bagian yang menangkap penghambat maka enzim menjadi tidak aktif, senyawa penghambat tersebut merupakan penghambat alosterik.

    -Struktur senyawa penghambat alosterik tidak mirip dengan struktur substrat.

    -Apabila enzim menangkap substrat maka penghambat tidak dapat terikat pada enzim, sehingga enzim dapat aktif mereaksikan substrat menjadi produk.

    *

  • *

  • Terima kasih

    *

    V

    max

    [S]

    V

    init

    =

    K

    M

    + [S]