Draft Renstra Bnnp Sulsel

of 37

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    95
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Draft Renstra Bnnp Sulsel

DRAFT RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SULAWESI SELATAN 2011-2014

BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN ANGGARAN 2011

DAFTAR ISI

KEPUTUSAN KEPALA BNNP ....................................................................................... KATA PENGANTAR ...................................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang................................................................................................ B. Maksud dan Tujuan......................................................................................... C. Landasan Hukum............................................................................................ D. Sistematika Penulisan...................................................................................... BAB II. KONDISI UMUM, POTENSI DAN PERMASALAHAN A. Kondisi Umum Daerah................................................................................... B. Potensi dan Permasalahan ............................................................................... BAB III. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 2.1 Visi ............................................................................................................. 2.2 Misi............................................................................................................. 2.3 Tujuan......................................................................................................... 2.4 Sasaran ....................................................................................................... BAB IV. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI A. Arah Kebijakan .............................................................................................. B. Strategi........................................................................................................... C. Program, Kegiatan dan Komponen Kegiatan ................................................... BAB V. PENUTUP .......................................................................................................... LAMPIRAN - LAMPIRAN..............................................................................................

ii iv v

1 3 3 4

5 13

16 16 17 17

19 19 20 24 26

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) di Indonesia merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan. Terutama pada remaja-remaja saat ini yang makin dekat dengan narkoba. Karena posisi Indonesia sekarang ini tidak hanya sebagai daerah transit maupun pemasaran Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, melainkan sudah menjadi daerah produsen Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Hal ini dibuktikan dengan terungkapnya pabrik-pabrik pembuatan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif di Indonesia dan terungkapnya impor prekursor atau bahan pembuat Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif dalam bentuk besar dari luar negeri ke Indonesia. Karena saat ini letak Indonesia yang sangat strategis dan tidak jauh dari daerah segi tiga emas (Laos, Thailand, dan Myanmar) dan daerah Bulan Sabit (Iran, Afganistan, dan Pakistan) yang merupakan daerah penghasil opium terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai lalu lintas gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2008, angka prevalensi penyalahguna narkoba nasional sebesar 1,99% dari penduduk Indonesia (3,6 juta orang) dan pada tahun 2015 akan mengalami kenaikan menjadi 2,8% (5,1 juta orang). Sedangkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebesar 1,80% dan meningkat menjadi 2,04% pada tahun 2010. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang di Indonesia maupun Sulawesi Selatan terus naik. Sebuah angka mengejutkan dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN), yaitu penyalahguna narkoba di Indonesia pada tahun 2008 sebanyak 3.362.527 orang dan meningkat menjadi 3.826.974 penyalahguna pada tahun 2010. Sedangkan penyalahguna narkoba di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebanyak 103.849 orang, meningkat sebesar 14,72% pada tahun 2010 (121.773) penyalahguna. Angka ini melebihi dari rata-rata

Renstra BNNP Sulsel 2011-2014

1

penyalahgunaan narkoba tingkat nasional. Peningkatan ini di luar perkiraan karena pada tahun 2008, hanya diestimasikan mencapai 30.000-50.000 saja. Peningkatan angka penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan karena

kecenderungan dari masyarakat untuk mencoba-coba dan belum tahu bahayanya. Penyalahguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) di Sulawesi Selatan meningkat dari tahun ke tahun. Kasus penyalahgunaan narkoba mengalami pertumbuhan jumlah penyalahguna rata-rata 6% pertahun, yaitu tahun 2008 (103.849 penyalahguna), 2009 (110.999 penyalahguna), dan 2010 (121.773 penyalahguna), dan menjadi 125.730 penyalahguna (November 2011). Jika tidak tertangani dengan baik, maka akan meningkat menjadi 168.255 penyalahguna pada tahun 2015. Trend penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan terjadi karena, 1)masih banyaknya problem masalah sosial, 2)masih rendahnya kemampuan ekonomi dari masyarakat masih rendah; 3)masih sulitnya membendung pengaruh-pengaruh yang timbul dari pergaulan di masyarakat terutama di usia remaja; 4)fasilitas belum memadai untuk rehabilitasi selama tiga tahun terakhir hanya mampu merehab tak kurang dari 100 orang; 5)belum adanya dukungan kelembagaan secara merata; 6)masih rendahnya penganggaran. Rencana Strategis (RENSTRA) ini bersifat dokumen perencanaan jangka menengah dan mempunyai peran yang sangat penting terutama dalam penyusunan Rencana Kerja (RENJA) setiap tahunnya, sebagai dasar penilaian kinerja pimpinan beserta jajarannya dan menjadi acuan dalam menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Penyusunan dokumen ini tetap mengacu kepada Rencana Strategis Badan

Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia yang memuat Visi, Misi Pemerintah. Sebagai dokumen yang menjadi pedoman pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, maka Rencana Strategis ini memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi serta Kebijakan yang selanjutnya diuraikan di dalam program, kegiatan dan komponen kegiatan.

Renstra BNNP Sulsel 2011-2014

2

B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Penyusunan Rencana Strategis ini dimaksudkan untuk tersedianya dokumen perencanaan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan dalam kurun waktu lima tahun yang mampu beradaptasi dengan segala perubahanperubahan lingkungan strategis.

2. Tujuan a. Sebagai pedoman/acuan perencanaan yang konsisten sesuai dengan kebutuhan daerah dalam pelaksanaan program P4GN. b. Tersedianya bahan evaluasi kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan. c. Memudahkan pemangku kebijakan (stakeholder) dan instansi terkait berperan aktif untuk mencapai tujuan dan sasaran

C. Landasan Hukum 1. UndangUndang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 2. UndangUndang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional; 3. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 20042009; 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan NarkotikaNasional;

6. Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor : PER/03/V/10/BNN tentang Organisasidan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional;

7. Peraturan

Kepala

Badan Narkotika Nasional

Nomor : PER/04/V/2010/BNN tentang

Organisasi dan Tata Kerja BNNP dan BNN Kabupaten/Kota;

8. Keputusan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor : KEP/7/X/2010/BNN tentang Rencana Strategis Badan Narkotika Nasional tahun 2010-2014.

Renstra BNNP Sulsel 2011-2014

3

9. Keputusan Kepala Badan Narkotika Nasional, Nomor: KEP/51/IV/2011/BNN tanggal 19April 2011 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan di lingkungan Badan Narkotika Nasional;

10. Keputusan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor KEP/152 /IX/2011/BNN tanggal 20September tentang Penunjukan dan Pengangkatan Kuasa Pengguna Anggaran Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/ Kota TA. 2011.

D. Sistematika Penyusunan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Landasan Hukum D. Sistematika Penyusunan BAB II KONDISI UMUM, POTENSI DAN PERMASALAHAN A. Kondisi Umum B. Potensi dan Permasalahan BAB III VISI, MISI,TUJUAN DAN SASARAN A. Visi B. Misi C. Tujuan D. Sasaran BAB IV ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI A. Arah Kebijakan B. Strategi C. Program, Kegiatan dan Komponen Kegiatan BAB V PENUTUP

LAMPIRAN

Renstra BNNP Sulsel 2011-2014

4

BAB II KONDISI UMUM, POTENSI DAN PERMASALAHAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SULAWESI SELATANA. Kondisi Umum Daerah Untuk menggambarkan situasi penyalagunaan narkoba di Provinsi Sulawesi Selatan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba Angka prevalensi penyalahguna narkoba nasional berdasarkan umur 10-59 tahun sebesar 1,99% dari penduduk Indonesia (3,6 juta orang) dan pada tahun 2015 akan mengalami kenaikan menjadi 2,8% (5,1 juta orang). Sedangkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebesar 1,80% (103.849 orang) dan meningkat menjadi 2,04% (121.773 orang) pada tahun 2010, bahkan diperkirakan meningkat menjadi 2,08% (125.730 orang) pada akhir tahun 2011. Tabel. 1 Prevalensi Penyalahguna Narkoba