dislipidemia dengan PJK

download dislipidemia dengan PJK

of 23

  • date post

    09-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    33
  • download

    0

Embed Size (px)

description

hubungan dislipidemia dan penyakit jantung koroner

Transcript of dislipidemia dengan PJK

  • 5/19/2018 dislipidemia dengan PJK

    1/23

    1

    PENDAHULUAN

    Penyakit jantung koroner ialah penyakit jantung yang terutama disebabkan karena

    penyempitan arteri koronaria akibat proses arteroskelorosis atau spasme atau kombinasi

    keduanya. PJK merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan dan masih menjadi masalah

    dan salah satu penyebab kematian utama, tidak hanya di Negara maju namun juga di Negara

    berkembang termasuk Indonesia. Banyak faktor yang berperan sebagai faktor risiko terjadinya

    PJK antara lain faktor tradisional yang dapat dimodifikasi seperti dislipidemia, hipertensi,

    diabetes mellitus, merokok dan obesitas dan faktor risiko yang tida dapat diubah seperti genetic,

    usia, jenis kelamin. Selain itu juga faktor risiko baru antara lain inflamasi, homosistein, Lp-a dan

    hiperkoagulasi.1

    PEMBAHASAN

    Dislipidemia

    Definisi

    Dislipidemia adalah kelaianan metabolism lipid yang ditandai dengan peningkatan atau

    penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar

    kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar kolesterol HDL.

    Dislipidemia adalah keadaan terjadinya peningkatan kadar kolesterol LDL dan

    trigliserida dalam darah yang disertai dengan penurunan kadar kolesterol HDL.

    Dislipidemia dalam proses terjadinya arterosklerosis semuanya memiliki peran penting

    yang penting dan sangat berkaitan dengan satu dengan yang lain, sehingga tidak mungkin

    dibahas sendiri-sendiri. Ketinganya dikenal sebagai triad lipid, yaitu :1,2

    a. Kolesterol total

    Banyak penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kadar kolesterol total darah

    dengan risiko penyakit jantung koroner sangat kuat, konsisten, dan tidak bergantung

    faktor resiko lain. Penelitian genetic, eksperimentl, epidemiologis, dan klinis

    menunjukkan dengan jelas bahwa peningkatan kadar kolesterol total mempunyai peran

    penting pada pathogenesis PJK.

  • 5/19/2018 dislipidemia dengan PJK

    2/23

    2

    b. Kolesterol HDL dan kolesterol LDL

    Bukti epidemiologis dan klinis menunjang hubungan negative antara kolesterol HDL

    dengan penyakit jantung koroner. Intervensi obat atau diet dapat meniakkan kadar

    kolesterol HDL dan dapat mengurangi PJK.

    c. Trigliserida

    Kadar trigliserida diantara 250-500 mg/dl dianggap berhubungan dengan penyakit

    jantung koroner apabila disertai adanya penurunan kada kolesterol HDL.

    Klasifikasi dislipidemia dan kadar lipid normal

    Klasifikasi dislipidemia dapat berdasarkan atas primer yang tidak jelas penyebabnya dan

    sekunder yang mempunyai penyakit dasar seperti pada sindrom nefrotik, diabetes mellitus,

    hipotiroidisme. Selain itu dislipidemia dapat juga dibagi berdasarkan profil lipid yang menonjol,

    seperti hiperkolesterolemi, hipertrigliseridemi, isolated low HDL-cholestrol, dan dislipidemi

    campuran. Untuk yang terakhir ini yang paling banyak ditemukan. Dilihat dari pemilihan obat

    penurun lipid mungkin klasifikasi yang terakhir yang lebih tepat.

    National Cholestrol Education Program Adult Panel III (NCEP-ATP III) telah membuat satu

    batasan yang dapat dipakai secara umum tanpa melihat faktor risiko koroner seseorang.

    3

  • 5/19/2018 dislipidemia dengan PJK

    3/23

    3

    Table 1. klasifikasi kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida menurut

    NCEP-ATP III 2001

    Kolesterol total

    < 200

    200239

    240

    Optimal

    Borderline

    Tinggi

    Kolesterol LDL

    < 100

    100129

    130159

    160189

    190

    Optimal

    Mendekati optimal

    Borderline

    Tinggi

    Sangat tinggi

    Kolesterol HDL

    < 40

    60

    Rendah

    Tinggi

    Trigliserid

    < 150

    150199

    200499 500

    Optimal

    Borderline

    TinggiSangat tinggi

    Penyakit jantung koroner

    Definisi

    Penyakit jantung koroner (PJK) atau penyakit jantung iskemik adalah penyakit

    jantung yang timbul akibat penyempitan pada arteri koronaria. Penyempitan tersebut dapat

    disebabkan antara lain aterosklerosis, berbagai jenis arteritis, emboli koronaria, dan spasme.

    Oleh karena aterosklerosis merupakan penyebab terbanyak (99%) maka pembahasan tentang

    PJK pada umumnya terbatas penyebab tersebut.2

  • 5/19/2018 dislipidemia dengan PJK

    4/23

    4

    Arterosklerosis pada dasarnya merupakan suatu kelainan yang terdiri atas

    pembentukan fibrolipid dalam bentuk plak-plak yang menonjol atau penebalan yang disebut

    ateroma yang terdapat didalam tunika intima dan pada bagian dalam tunika media. Proses ini

    dapat terjadi pada seluruh arteri, tetapi yang paling sering adalah pada left anterior

    descendent arteri coronaria,proximalarteri renalisdan bifurcatio carotis.3

    Angina pectoris stabil (stable angina pectoris) : sindrom klinik yang ditandai dengan rasa

    tidak enak di dada, rahang, bahu, punggung ataupun lengan, yang bisasnya dicetuskan

    oleh kerja fisik atau stress emosional dan keluhan ini dapat berkurang bila istirahat atau

    dengan obat nitrogliserin.

    Angina Prinzmetal : nyeri dada disebabkan spasme arteri kornaria, sering timbul pada

    waktu istirahat, tidak berkaitan dengan kegiatan jasmani dan kadang-kadang siklik (pada

    waktu sama tiap harinya).

    Sindrom koroner akut (acute coronary syndrome) : sindrom klinik yang mempunyai dasar

    patofisiologi yang sama yaitu adanya erosi, fisur , ataupun robeknya plak atheroma

    sehingga menyebabkan thrombosis intravascular yang menimbulkan ketidakseimbangan

    pasokan dan kebutuhan oksigen miokard. Yang termasuk dalam sindrom koroner akut

    adalah :

    - Angina pectoris tidak stabil (unstable angina pectoris) : ditandai dengan nyeri dadayang mendadak dan lebih berat, yang serangannya lebih lama (lebih dari 20 menit)

    dan lebih sering. Angina yang baru timbul (kurang dari satu bulan), angina yang

    timbu dalam satu bulan setelah serangan infark juga digolongkan dalam angina tidak

    stabil.

    - Infark miokard akut (acute miocard infarct) : nyeri angina pada infark jantung akut

    umumnya lebih berat dan lebih lama (30 menit atau lebih). Walau demikian infark

    jantung dapat terjadi tanpa nyeri dada (20-25%). AMI dapat dibagi menjadi non ST

    elevation miocard infarct dan ST elevation miocard infarct.

  • 5/19/2018 dislipidemia dengan PJK

    5/23

    5

    Epidemiologi

    Di USA setiap tahunnya 550000 orang meninggal karena penyakit ini. Di Eropa diperhitungkan

    20-40000 orang dari 1 juta penduduk menderita PJK. Hasil survey yang dilakukan Departement

    Kesehatan RI menyatakan prevalensi PJK di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat.

    Bahkah, sekaranf dapat dipastikan , kecenderungan penyebab kematian di Indonesia bergesar

    dari penyakit infeksi ke penyakit kardiovaskular dan degenerative.1

    Faktor risiko

    Faktor risiko penyakit jantung koroner pada dislipidemia

    Langkah pertama untuk pencegahan penyakit arteri koroner ialah menentukan seberapa

    banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang untuk menentukan sasaran kadar kolesterol LDL

    yang akan dicapai. NCEP-ATP III telah menetapkan faktor risiko selain kolesterol LDL yang

    digunakan untuk menentukan sasaran akdar kolesterol LDL yang diinginkan pada orang dewasa

    > 20 tahun.

    NCEP-ATP III menggunakan Framingham risk score (FRS) untuk menghitung besarnya

    risiko penyakit jantung koroner pada pasien dengan 2 faktor risiko. Penjumlahan skor pada

    FRS akan menghasilkan angka presentase risiko PJK dalam 10 tahun.

    Ekuivalen risiko PJK mengandung risiko kejadian koroner mayor yang sebanding dengan

    kejadian PJK, yakni > 20% dalam 10 tahun, terdiri dari :3,4

    a. Bentuk klinis lain dari arterosklerosis : penyakit arteri perifer, aneurisma aorta

    abdominalis, penyakit arteri karotis yang simptomatis.

    b. Diabetes

    c. Faktor risiko multiple yang mempunyai risiko PJK dalam 10 tahun > 20%

    Table 2. faktor risiko yang menentukan sasaran kolesterol yang ingin dicapai.

    Faktor risiko positif

    Umur pria 45 tahun dan wanita 55 tahun

    Riwayat keluarga PAK dini yaitu ayah usia < 55 tahun dan ibu < 65 tahun

  • 5/19/2018 dislipidemia dengan PJK

    6/23

    6

    Kebiasaan merokok

    Hipertensi ( 140/90 mmHg atau sedang mendapat obat anthipertensi)

    Kolesterol HDL rendah (< 40 mg/dL)

    Faktor risiko negative

    Kolesterol HDL tinggi : mengurangi 1 faktor risiko dari perhitungan total.

    Peningkatan kadar trigliserida juga merupakan faktor risiko independen untuk terjadinya PJK.

    Faktor yang mempengaruhi tingginya trigliserida.

    Table 3. Faktor risiko meningkatnya trigliserida.

    Obesitas, berat badan lebih

    Inaktivitas fisik

    Merokok

    Asupan alcohol berlebihan

    Diet tinggi karbohidrat (>60% energi)

    Penyakit DM tipe 2, gagal ginjal kronik, syndrome nefrotik

    Obat : kortikosteroid, estrogen, retinoid, penghambat adrenergic-beta dosis tinggi

    Kelaianan genetic (riwayat keluarga)

    Tiga kelompok risiko penyakit arteri koroner

    Bersarakan banyaknya faktor risiko di atas yang ditemukan pada seorang pasien, maka NCEP-

    ATP III membagi 3 kelompok risiko penyakit arteri koroner yaitu mereka yang berisiko tinggi,

    sedang dan rendah. Berbeda dengan NCEP-ATP II, mereka yang tergolong dalam risiko tinggi

    dimasukkan juga kelompok yang disamakan dengan penyakit arteri koroner yaitu diabetes

    mellitus, mereka dengan risiko multiple yang diperkirakan dalam 10 tahun mempunyai risiko