Digital Imaging

download Digital Imaging

of 22

  • date post

    08-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.200
  • download

    2

Embed Size (px)

description

tentang printr

Transcript of Digital Imaging

Digital Imaging

Urusan cetak mencetak kadang memang menyusahkan, apalagi jika menggunakan printer atau program yang baru. Padahal sebenarnya ada satu guideline yang dapat dijadikan patokan, yang akan memudahkan Anda dalam mencetak dengan printer atau kertas apapun. Cetak, Cetak, Cetak! Dalam mencetak, seseorang akan selalu dihadapkan pada berbagai macam pilihan. Mulai dari pilihan hasil gambar, mesin cetaknya, tintanya, sampai pada kertas yang akan digunakan. Variasi atribut mencetak ini sangat beragam. Mulai menggunakan sistem konvensional sampai dengan mencetak secara digital. Proses untuk masing-masing sistem juga berbeda, begitu pula hasil akhirnya, sehingga untuk mencetak pertimbangan harus dilakukan dengan masak. Sebab jika salah menggunakan peralatan atau sistem yang tepat, maka cetakan yang akan dihasilkan tidak akan sesuai dengan keinginan. Apa saja yang harus menjadi bahan pertimbangan? Banyak sekali. Dari mulai unsur gambar, sumber gambar, warna, sampai pada media cetaknya juga sangat mempengaruhi dan harus dipertimbangkan dari awal. Namun ada satu hal yang harus jauh kali pertama dipertimbangkan, yaitu tujuan dari hasil cetakan. Apakah untuk digunakan sebagai bagian dari media (majalah atau koran), bagian dari promosi, atau hanya sekadar menjadi milik pribadi. Setelah Anda tahu tujuannya, jika pertanyaan ini sudah terjawab, maka Anda dapat lebih mudah memilih atribut selanjutnya. Mengapa harus tujuannya terlebih dahulu? Sebab dari mengetahui tujuannya, Anda akan lebih mudah mengarahkan hal lainnya. Misalnya saja jika gambar yang Anda buat akan digunakan untuk billboard, maka sudah pasti Anda memang khusus menggunakan mesin printer yang memang digunakan untuk mencetak gambar outdoor. Sebab biar bagaimanapun, mesin cetak (termasuk tintanya) yang digunakan untuk mencetak keperluan outdoor dan indoor berbeda. Di mana bedanya? Akan dibahas lebih lanjut lagi nanti. Begitu pula jika hanya ingin sekadar mencetak bahan makalah. Maka Anda tidak perlu memikirkan berbagai macam jenis kertas dan printer. Cukup sempitkan pilihan Anda pada pencetakan digital yang paling sederhana dan hemat. Sudah mengetahui untuk apa gambar Anda nantinya? Jika sudah tahu, maka kini saatnya Anda menentukan perangkat lainnya. Mesin Cetak Mesin cetak adalah perangkat yang paling utama untuk melakukan pencetakan. Mesin cetak sendiri ada dua macam, yaitu mesin cetak analog atau biasa disebut mesin cetak konvensional dan yang kedua adalah mesin cetak digital. Mesin cetak analog biasanya dipergunakan untuk mencetak dalam jumlah yang sangat banyak, mulai dari ratusan hingga ribuan. Sedangkan printer lebih banyak ditujukan untuk pencetakan yang tidak

terlalu banyak. Mengapa demikian? Sebab untuk mencetak dengan menggunakan printer (digital) biaya untuk tintanya akan lebih mahal dan media kertasnya juga lebih terbatas. Contoh saja undangan. Kertas yang digunakan untuk mencetak undangan kadang sangat tebal, sehingga tidak dapat jalan pada printer digital biasa. Oleh sebab itu, untuk mencetak undangan harus dilakukan di percetakan. Mesin yang ada di percetakan sendiri juga bervariasi. Ada yang disebut mesin kecil ada juga yang disebut mesin besar. Bagaimana membedakannya? Dengan mesin kecil, biasanya plat yang tersedia hanya antara satu dan sampai dua plat saja, sehingga untuk mencetak lebih banyak memakan waktu. Pencetakan yang menggunakan satu plat warna saja memang membutuhkan waktu yang panjang. Karena setiap warna yang akan digunakan pada gambar tersebut harus dimasukkan satu per satu. Misalnya ada seribu undangan yang akan menggunakan empat warna dasar (CMYK) saja, maka cara mengerjakannya secara bertahap adalah sebagai berikut. Yaitu seribu undangan pertama diberikan warna Cyan, lalu diganti platnya dengan warna Magenta, baru kemudian mulai mencetak tahap kedua. Setelah itu diganti dengan Yellow, dan lalu yang terakhir adalah Black. Maka prosesnya akan sangat panjang dan lama, karena pemberian warna harus dilakukan secara satu per satu (tergantung plat). Lain halnya jika menggunakan mesin besar yang memiliki empat sampai delapan plat sekaligus. Cetakan dapat dilakukan hanya sekali putaran saja, kecuali memang ada warna tambahan lain yang ingin digunakan. Jika tidak ingin mencetak terlalu banyak, maka sebaiknya mencetak secara digital dengan printer biasa. Sebab jika terlalu sedikit, mencetak secara konvensional tentu saja menjadi sangat mahal. Jika hanya ingin membuat 10 sampai 20 brosur saja, maka lakukanlah pada printer biasa. Lagi pula bukankah teknologi printer (digital) juga sudah semakin maju saat ini. Mengapa harus bingung? Saat ini sudah tersedia berbagai macam jenis printer. Mulai dari mesin laser jet sampai printer yang menggunakan tinta dye sublimation (sama seperti yang digunakan pada tempat cetak foto analog/konvensional). Seperti yang tadi sempat disinggung, bahwa menurut kebutuhannya printer yang ada saat ini ini bagi atas dua kelompok, yaitu indoor dan outdoor. Untuk keperluan outdoor di mana hasil cetak diharapkan mampu bertahan dalam berbagai macam kondisi baik hujan maupun panas, maka printer yang dibutuhkan adalah printer yang menggunakan tinta berbahan dasar minyak. Sedangkan untuk kebutuhan indoor, lebih banyak variasi yang tersedia. Ada laser jet, inkjet/deskjet, Dot Matrix, dan dye sublimation printer. Tentu saja Anda sudah tidak asing lagi dengan printer-printer indoor ini. Printer indoor ini ada yang dijual dengan harga murah dan ada juga yang dijual dengan harga sangat mahal. Tergantung pada spesifikasi printer-nya. Printer laser biasanya digunakan pada perusahaan-perusahaan untuk mencetak dokumen hitam putih. Printer laser memang sangat efisien dalam mencetak hitam putih. Karena di samping sangat cepat, kapasitas warnanya lebih banyak dibandingkan dengan printer indoor lainnya. Sebenarnya printer laser juga ada yang tersedia untuk mencetak dokumen

berwarna atau bergambar. Namun di samping ukuran kertasnya yang terbatas, harganya pun sangat mahal. Printer laser menggunakan serbuk sebagai sumber warnanya. Berbeda dengan inkjet/deskjet yang menggunakan tinta sebagai sumber warnanya. Inkjet/deskjet yang tersedia di pasaran saat ini memiliki kemampuan untuk mencetak sampai ukuran kertas yang sangat besar, dan dengan kualitas yang sangat baik. Resolusi printer deskjet/inkjet saat ini dapat mencapai 5760x1440 dpi. Sehingga jika Anda hanya sekadar ingin membuat poster antara satu sampai lima buah saja, maka lebih baik mencetak dengan printer ini. Namun untuk yang hanya ingin mencetak foto dengan praktis tanpa harus pergi ke gerai cuci cetak, dapat mencoba menggunakan printer dye sublimation. Printer ini dapat memberikan hasil cetakan yang sama dengan di gerai cetak foto (mengingat tinta yang digunakan sama). Sayangnya, kemampuan cetak dengan printer dye sublimation sampai saat ini sangat terbatas pada ukuran kertas yang digunakan untuk mencetaknya. Dan yang terakhir disebutkan adalah printer dot matrix. Printer ini sudah sangat lama diperkenalkan. Meskipun sudah sangat lama sampai sekarang printer ini masih diproduksi. Sebab banyak kebutuhan yang masih membutuhkan printer jenis ini, terutama untuk kebutuhan penjualan. Dengan menggunakan printer ini, cetakan dapat langsung dirangkap dengan karbon. Sebab sistem pencetakannya masih menggunakan sistem ketukan. Sebagai sumber warnanya juga masih menggunakan pita seperti layaknya mesin ketik. Berhubung menggunakan pita, maka warna yang dapat dihasilkan pun tidak bervariasi. Hanya hitam, biru, dan merah saja. Dan jarang sekali yang dapat menggunakan ketiga warna ini secara sekaligus. Oleh sebab itu, jika tidak membutuhkan dokumen rangkap dan ingin mencetak gambar, jangan gunakan printer ini. Selain itu, satu lagi yang menjadi kelemahan printer ini adalah geraknya yang sangat lamban dan suaranya yang agak berisik ketika sedang bekerja. Satu lagi yang dapat dijadikan alternatif dalam memilih printer adalah kemampuannya untuk melakukan direct printing dari kamera. Pada awalnya, direct printing diperkenalkan hanya mampu dilakukan antarsesama merk saja. Namun belakangan, direct printing dapat dilakukan oleh kamera dan printer yang berbeda merk. Selama mereka menggunakan interface yang sama. Saat ini sudah ada standardisasi interface untuk direct printing yang dikenal dengan sebutan pitch bridge. Dengan pitch bridge, semua printer dan kamera dapat langsung berkomunikasi tanpa harus menyamakan merknya terlebih dahulu.

Desai grafis

Anda mungkin tidak sadar selama ini sudah sangat akrab dengan digital printing. Seharihari dikantor dan dirumah anda selalu menggunakannya. Cetak digital adalah semua teknologi reproduksi yang menerima data elektronik dan menggunakan titik (dot) untuk replikasi. Semua mesin cetak yang memanfaatkan komputer sebagai sumber data dan proses cetak memanfaat prinsip titik; dimana gambar atau image pada material (kertas, plastik, tekstil dll) tersusun dari kumpulan titik-titik. Definisi printer, copier, press Berdasarkan mesin cetak aplikasi yang ada, maka cetak digital secara garis besar digolongkan 3; (1) printer - seperti; printer untuk Personal Computer (PC) (2) copier - seperti; mesin fotokopi yang dilengkapi dengan scanner (3) press - seperti; mesin cetak offset. Printer adalah semua teknologi,mesin cetak yang membuat gambar atau image pada kertas yang diambil dari data/file komputer; menghasilkan turunan cetak pertama atau cetak asli dimana setiap cetakan bisa unik atau berubah. Ciri ini memberi kemampuan personalisasi bahan cetakan. Semua dokumen bisa menjadi individual. Teknologi tinta yang dipakai bisa inkjet, wax-transfer dan toner. Copier atau mesin fotokopi, dicirikan dengan alat scanner; menghasilkan cetakan turunan kedua. Mesin fotokopi dapat menggandakan cetakan turunan pertama. Tinta yang umum dipakai adalah toner, menggunakan teknologi elektrofotografi. Press atau mesin cetak press, dicirikan dengan sistim mekanis yang mengandalkan penghantar (carrier) image untuk mereplikasi atau menggandakan suat