case report OMSK

download case report OMSK

of 47

  • date post

    01-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    93
  • download

    10

Embed Size (px)

description

Otitis Media Supuratif Kronik

Transcript of case report OMSK

LAPORAN KASUS IIIMODUL ORGAN MATA DAN THTSEORANG LAKI-LAKI USIA 18 TAHUN DATANG DENGAN KELUHAN TELINGA KIRI SAKIT DAN BERAIR DISERTAI DEMAM TINGGIKELOMPOK IIArwita Sari

030.07.034Defri Rahman

030.07.061Farida Apriani

030.07.089Michelle Jansye

030.09.154M. Rifki Maulana

030.09.155M. Fachri Ibrahim

030.09.156Monica Raharjo

030.09.157Muhamad Rosaldy

030.09.158M. Aries Fitrian

030.09.159M. Taufiq Hidayat

030.09.160Ronald Tejoprayitno

030.09.213

Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Jakarta, Indonesia

29 September 2011BAB IPENDAHULUAN

Otitis adalah peradangan pada telinga yang bisa terjadi di bagian luar, tengah, dan dalam dari telinga. Banyak orang di masyarakat menderita otitis khususnya otitis media, terutama pada masyarakat yang kurang memperhatikan hiegeni dan kebersihan telinga.Otitis media kebanyakan disebabkan oleh bakteri dan sering disertai penyakit-penyakit infeksi lain seperti radang nasofaring dan sinusitis. Faktor utama terjadinya otitis media ialah karena sumbatan pada tuba auditiva eustachii yang menghubungkan telinga tengah dengan nasofaring. Karena terdapat sumbatan pada tuba eustachii maka tekanan di dalam telinga tengah menjadi negatif karena fungsi dari tuba eustachii salah satunya ialah untuk menjaga agar tekanan di dalam liang telinga selalu sama dengan tekanan udara luar. Akibat tekanan yang negatif terjadi efusi cairan dari pembuluh darah mukosa telinga tengah, dan cairan tersebut merupakan media pertumbuhan yang baik bagi kuman sehingga dapat terjadi peradangan.1Banyak ahli membuat pembagian dan klasifikasi otitis media yaitu otitis media terbagi menjadi otitis media supuratif dan non supuratif (otitis media serosa, otitis media sekretoria, otitis media musinosa, otitis media efusi/OME). Dan masing-masing golongan mempunyai bentuk akut dan kronis, yaitu otitis media supuratif akut (otitis media akut/OMA) dan otitis media supuratif kronik (OMSK/OMP).1Pada makalah ini penulis akan membicarakan lebih dalam tentang otitis media supuratif kronik, semoga makalah ini bisa bermanfaaat bagi pembaca.1BAB IISKENARIO KASUS

Sesi I, Lembar ISeorang laki-laki usia 18 tahun datang dengan keluhan telinga kiri sakit dan berair disertai demam tinggi. Anda adalah seorang dokter umum yang sedang bertugas di unit emergensi THT rumah sakit swasta di Jakarta.Sesi I, Lembar IIData Pasien:Nama: Tn. Budi

Usia: 18 tahun

Pendidikan: SMA

Alamat: Jl. Kampung Melayu, Jakarta Timur

Dari anamnesis didapatkan:

Seorang anak laki-laki umur 18 tahun mengeluh telinga kiri nyeri dan berair disertai demam sejak 5 hari. Selain itu ia mengeluh pendengaran telinga kiri berkurang sejak lama disertai berdengung sehingga menganggu dalam berkomunikasi.Menurut keterangan dari ibunya pasien sering keluar cairan dari telinga kiri sejak usia 10 tahun. Cairan keluar pada saat habis berenang atau sedang batuk pilek. Pada saat kambuh, sering kali diobati sendiri dengan obat antibiotika tetes telinga.

Pasien tidak mengeluh pusing berputar atau muntah yang proyektil.

Sesi I, Lembar IIIDari hasil pemeriksaan fisis didapatkan:Status generalis:

Keadaan umum dan kesadaran: Sakit sedang, kompos mentis

Tinggi dan berat badan: 170 cm/ 45 kg

Tanda vital:

Suhu: 38,5C

Pernafasan: 18x/menit

Tensi: 100/60 mmHg

Nadi: 120x/menit

Kepala: lihat status THT

Thorax, Abdomen, Ekstremitas: Normal

Status THT:

Pada pemeriksaan THT didapati telinga kanan dalam batas normal dan telinga kiri didapatkan liang telinga terisi banyak sekret purulen. Setelah dibersihkan tampak membrane timpani hiperemis dan terdapat perforasi marginal. Daerah retroaurikuler kanan tenang dan retroaurikuler kiri hiperemis dan nyeri pada penekanan.

Pemeriksaan hidung didapatkan kedua kavum nasi lapang, konka inferior dan konka media hiperemis serta didapatkan sekret purulen pada kedua rongga hidung.

Pemeriksaan tenggorok dan kelenjar getah bening leher dalam batas normal.

Pemeriksaan tidak didapati pembengkakan.

Sesi II, Lembar IVPemeriksaan laboratorium:

Hb: 14 gr/dL

Lekosit: 15,000 uL

Trombosit: 250,000

LED: 20 ml/jam

Pemeriksaan radiologi mastoid:

Kesan: Mastoid kanan pneumatic. Mastoid kiri sklerotik dan tampak bayangan sugestif kolesteatoma.

Pemeriksaan audiometri: (lihat hal.14)BAB IIIPEMBAHASANI. Identitas Pasien:Nama

: Tn. BudiUmur

: 18 tahunJenis kelamin

: Laki-lakiAlamat

: Jln. Kampung Melayu, Jakarta TimurPekerjaan

: Pelajar

Pendidikan

: SMAII. Hipotesis:

Keluhan utama pada pasien ini ialah telinga kiri sakit (otalgia), telinga kiri berair (otore), dan demam tinggi. Otalgia bisa timbul akibat kelainan atau gangguan pada telinga yang merangsang saraf sensoris, selain itu juga bisa merupakan reffered pain dari organ dengan persarafan yang sama yaitu gigi molar atas, sendi mulut, dasar mulut, tonsil, atau tulang servikal. Otore ialah sekret yang keluar dari liang telinga. Sifat dan lama dari otore bisa membantu menentukan diagnosis. Demam tinggi merupakan tanda adanya perjalanan suatu infeksi yang terjadi di telinga.Dari keluhan utama yang didapatkan, dapat disimpulkan beberapa hipotesis:

1. Otitis media akut dengan perforasi:Kami mengambil hipotesis otitis media akut dengan perforasi karena pada otitis media akut dengan perforasi ditemukan gejala-gejala seperti gejala yang ditemukan pada pasien yaitu, telinga sakit dengan keluar cairan disertai demam tinggi. Perlu anamnesis lebih lanjut tentang keluhan pasien, perlu ditanyakan bagaimana warna dan konsistensi cairan yang keluar dari telinga. Pada otitis media akut dengan perforasi, warna cairan yang dikeluarkan biasanya berwarna putih kekuningan dan konsistensinya mucous/mukoid. Selain itu perlu juga ditanyakan apakah ada gangguan pada pendengaran, karena pada otitis media akut dengan perforasi ditemukan adanya gangguan pada pendengaran akibat dari perforasi membrane timpani. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan fisik dan penunjang) pada pasien seperti pemeriksaan laboratorium, foto rontgen, dan kultur bakteri. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan rasa nyeri di dalam telinga dan suhu badan tinggi. Pada pemeriksaan otoskopi, membran timpani terlihat menebal, merah dan bulging sebelum terjadi perforasi dan ditemukan membrane timpani yang tidak utuh apabila sudah terjadi perforasi. Pada pemeriksaan radiografi proceccus mastoideus, terlihat gambaran bayangan atau berawan pada rongga sel mastoid (mastoid air cell).12. Otitis media supuratif kronis:Kami mengambil hipotesis otitis media supuratif kronis karena pada otitis media supuratif kronis ditemukan gejala-gejala seperti gejala yang ditemukan pada pasien yaitu, telinga sakit dengan keluar cairan disertai demam tinggi. Perlu anamnesis lebih lanjut tentang keluhan pasien, perlu ditanyakan bagaimana warna dan konsistensi cairan yang keluar dari telinga. Pada otitis media supuratif kronis, warna cairan yang dikeluarkan biasanya berwarna kuning dan konsistensinya mucopurulent. Selain itu perlu juga ditanyakan apakah ada gangguan pada pendengaran, karena pada otitis media kronis ditemukan adanya gangguan pada pendengaran akibat dari perforasinya membrane timpani dan tinggi rendahnya gangguan pendengaran tergantung pada besarnya perforasi. Selain itu perlu ditanyakan apakah ada riwayat otitis media akut dengan perforasi atau tidak karena otitis media supuratif kronis merupakan penyakit lanjutan dari otitis media akut dengan perforasi. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan fisik dan penunjang) pada pasien seperti pemeriksaan laboratorium, foto rontgen, dan kultur bakteri. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan rasa nyeri telinga pada eksaserbasi akut sedangkan pada keadaan biasa, nyeri atau sakit pada telinga tidak terlalu mencolok. Pada pemeriksaan otoskopi, membran timpani terlihat adanya perforasi.1-23. Otitis media serosa akut:Kami mengambil hipotesis ini karena pada otitis media serosa akut ditemukan gejala-gejala seperti gejala yang ditemukan pada pasien yaitu, telinga sakit dengan keluar cairan disertai demam tinggi. Perlu anamnesis lebih lanjut tentang keluhan pasien, perlu ditanyakan bagaimana warna dan konsistensi cairan yang keluar dari telinga. Pada otitis media serosa akut, konsistensi cairan yang dikeluarkan biasanya serosa. Selain itu perlu juga ditanyakan apakah ada gangguan pada pendengaran, karena pada otitis media serosa akut ditemukan adanya gangguan pada pendengaran akibat dari terbentuknya cairan di telinga tenga. Hal ini membuat pasien mengeluh rasa tersumbat dan kadang-kadang terasa seperti ada cairan yang bergerak dalam kepala pada saat posisi kepala berubah. Kadang juga disertai adanya tinnitus atau vertigo dalam bentuk yang ringan. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan fisik dan penunjang) pada pasien seperti pemeriksaan laboratorium, foto rontgen dan kultur bakteri. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan adanya nyeri apabila ada tekanan negatif pada telinga tengah yang akan hilang pelan-pelan saat terbentuk sekret. Pada pemeriksaan otoskopi, membran timpani terlihat mengalami retraksi, kadang-kadang tampak gelembung udara atau permukaan cairan dalam cavum timpani.24. Otitis eksterna:Kami mengambil hipotesis otitis eksterna karena pada otitis eksterna ditemukan gejala-gejala seperti gejala yang ditemukan pada pasien yaitu, telinga sakit dengan keluar cairan disertai demam tinggi. Perlu anamnesis lebih lanjut tentang keluhan pasien, perlu ditanyakan bagaimana warna dan konsistensi cairan yang keluar dari telinga. Pada otitis eksterna, cairan yang dikeluarkan dari telinga biasanya jernih dan konsistensinya serosa dan kadang berbau. Selain itu perlu juga ditanyakan apakah ada gangguan pada pendengaran,