Blok 12 pbl

download Blok 12 pbl

of 26

  • date post

    29-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    165
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Blok 12 pbl

Infeksi Luka yang Mengakibatkan Tetanus

William Prima Christian Kiko 102011407

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJalan Arjuna Utara no.6 Jakarta Barat 11470Email: primanike@yahoo.com

PendahuluanTetanus mungkin merupakan salah satu nama penyakit yang sering didengar. Tetanus biasa dihubungkan dengan benda tajam yang berkarat. Tidak hanya orang dewasa, tetapi bayi juga mempunyai resiko yang cukup tinggi, terkena tetanus, terutama saat proses persalinan. Karena tetanus merupakan penyakit yang cepat berkembang menjadi fatal maka kita perlu mengetahui sumber penularannya, pencegahan yang dapat dilakukan, pengobatan, serta komplikasi yang dapat timbul.1Kata tetanusdiambil dari bahasa Yunani yaitu tetanosdari teineinyang berarti menegang. 2 Tetanus yang juga dikenal denganlockjaw adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme yang disebabkan oleh tetanospasmin, suatu toksin protein yang kuat dan dihasilkan oleh Clostridium tetani yang menginfeksisistem urat sarafdanototsehingga saraf dan otot menjadi kaku (rigid).Spora Clostridium tetani biasanya masuk kedalam tubuh melalui luka pada kulit oleh karena terpotong , tertusuk ataupun luka bakar serta pada infeksi talipusar.3 Tetanus dikarakteristikan dengan kekakuan umum dan kejang kompulsif pada otot-otot rangka. Kekakuan otot biasanya dimulai pada rahang ( lockjaw ) dan leher dan kemudian menjadi umum. Tetanus merupakan salah satu penyakit yang jika tidak segera diobati akan menyebabkan kematian. Luka dapat berukuran besar atau kecil. Pada tahun-tahun terakhir ini, tetanus sering terjadi melalui luka- luka yang kecil.Penyakit ini merupakan penyakit yang serius namun dapat dicegah kejadiannya pada manusia. Walaupun tetanus dapat dicegah dengan imunisasi, tetanus masih merupakan penyakit yang membebani di seluruh dunia terutama di Negara beriklim tropis dan negaranegara sedang berkembang, sering terjadi di brasil, Filipina, Vietnam, Indonesia, dan Negara lain di benua Asia.Karena tetanus merupakan penyakit yang cepat berkembang menjadi fatal, maka kita perlu mengetahui sumber penularannya, pencegahan yang dapat dilakukan, pengobatan dan komplikasi yang dapat timbul.Pada skenario kasus yang dibahas, Tetanus terjadi karena adanya luka robek (Vulnus Laceratum). Luka adalah cedera (injury) atau rudapaksa (trauma) yang terjadi pada setiap jaringan tubuh yang berakibat terputusnya atau discontinuity jaringan. Ada berbagai macam penyebab luka yaitu mekanik, termal, elektris, khemis, dan biologis. Luka robek (Vulnus Laceratum) termasuk dalam macam penyebab luka mekanik.4

PemeriksaanUntuk dapat menegakan diagnosis suatu penyakit diperlukan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan anamnesis dan pemeriksaan pada organ-organ dengan gangguan/kelainan yang diderita atau yang sedang dialami oleh pasien. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik dan penunjang. Anamnesisa.Menanyakan identitas pasien : nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, umur, suku agama, alamat lengkap, pendidikan, pekerjaan dan status perkawinan.b. Menanyakan keluhan utama : keluhan utama pasien datang untuk berobat : demam, mulut terasa kaku, dan nyeri pada tungkai bawah sebelah kanan.c. Menanyakan riwayat penyakit sekarang : apakah panasnya naik turun atau panasnya tidak pernah turun, sudah berapa lama demam. Apakah sebelumnya pasien pernah terluka atau tertusuk, atau terjatuh dan ada luka ditempat yang kotor. Keluhan-keluhan penyerta : kaku pada mulut, teraba panas dan bengkak pada daerah yang terluka dan dari sela-sela luka yang dijahit keluar nanah. Informasi bisa didapat dari keluarga pasien.d. Riwayat penyakit dahulu : apakah pernah mengalami demam sebelumnya, mengalami kecelakaan dijalan yg kotor dan terdapat luka yang penuh dengan debu dan kotoran, riwayat pemberian ATS (anti tetanus toxoid), apakah pernah menderita riwayat penyakit yang lain dan pernahkah dirawat dirumah sakit. Tanyakan adakah riwayat alergi, riwayat penyakit jantung, ginjal, hati, DM dan penyakit infeksi lain. Riwayat pemberian ulang vaksin DT (dipteri dan tetanus) pada saat dewasa umur 19 tahun. Adakah riwayat penyakit keluarga seperti epilepsi, jantung, ginjal, hepatitis, TBC, alergi.e.Menanyakan riwayat sosial : lingkungan tempat tinggal contohnya tinggal dekat pembuangan sampah atau didaerah yang tidak bersih. Hygiene contohnya pasien tidak pernah bersihkan badannya, saat ada luka pasien tidak pernah merawatnya, apakah perawatan luka menggunakan bahan yang kurang aseptic, sosial ekonomi : bekerja sebagai pemulung, tukang bangunan, rumah didaerah pertenakan.Dari anamnesis, diketahui pasien seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke UGD RS karena demam, mulut terasa kaku, dan nyeri pada tungkai bawah sebelah kanan. Dari hasil inspeksi, pasien mengalami kulit luka tampak kemerahan, teraba panas, bengkak, dan keluar nana disela luka namun tidak diberi antibiotik. Tekanan darah 110/70 mmHg dengan denyut nadi 82x/menit.

Pemeriksaan FisikPemeriksaan fisik dapat kita lihat dengan adanya luka dan gejala-gejala yang khas pada penyakit. Pada kasus ini, pasien terlihat sakit sedang, mulut hanya bisa dibuka maksimal 2 jari, serta terdapat kekakuan pada wajah (Rhisus sardonikus), leher dan anggota gerak. Perutnya juga kaku seperti papan dan telapak kaki kanan bengkak dengan kulit tegang kemerahan. Telapak kakinya yang tertusuk paku juga ditemukan luka tusuk yang dalam dan bernanah. Dilakukan pemeriksaan tekanan darah, nadi, frekuensi nafas dan suhu badan, lalu didapatkan frekuensi nafasnya lebih dari normal dan pasien demam (38,3oC).

Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan Laboratorium Bakteriologik Hanya pada sebagian kecil penderita, pada pemeriksaan laboratorium akan didapatkan C. tetani bentuk berspora dari sediaan yang diambil dari luka pada pewarnaan gram atau biakan anaerob. Pada pemeriksaan dan karakteristik pada kultur, Clostridium tetani merupakan batang positif gram yang ramping, bergerak, bersifat anaerob obligat dan tidak berkapsul. Walaupun demikian, bakteri ini dapat juga bersifat negatif gram pada biakan yang sangat muda atau sangat tua. Bakteri ini dengan mudah membentuk spora di alam dan pada biakan, dengan menghasilkan spora dengan terminal bulat yang khas sehingga memberi kesan seperti raket tennis (drumstick).1Diagnosis Work Diagnosis ( Diagnosis Kerja)Dari skenario kasus yang diperoleh dari anamenis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan, diagnosis kerja yang diperoleh adalah tetanus dan Vulnus laceratum ( luka robek ).Diferential Diagnosis (Diagnosis Pembanding)Adapun beberapa penyakit yang gejala-gejalanya mirip dengan tetanus dan Vulnus laceratum ( luka robek ), seperti : Rabies Rabies adalah penyakit infeksi akut susunan saraf pusat pada manusia dan mamalia yang berakibat fatal.Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang termasuk genus Lyssa-virus, family rhabdoviridae dan menginfeksi manusia melalui sekret yang terinfeksi pada gigitan binatang. Nama lain ialah hydrophodia, ia rage (perancis), ia rabbia (italia), ia rabia (spanyol), die tollwut (jerman) atau di Indonesia dikenal sebagai penyakit anjing gila.4 Keracunan StrikninKeracunan striknin dapat menyerupai tetanus dengan peningkatan eksibilitas neuron akibat gangguan pada inhibisi postsinaps, pengobatan yang sedang berkembang bagi kedua keadaan adalah serupa, dan pemeriksaan biokimia untuk striknin dapat menegakkan diagnosis.1 MeningoencephalitisPada meningoencephalitis dapat ditemukan dysphagia dan kaku pada leher.9 Juga ditemukan demam dan cairan cerebrospinal yang tidak normal, ditambah dengan tidak adanya trismus merupakan perbedaannya dengan tetanus.10Vulnus laceratumVulnus atau luka, terutama luka robek pada kulit kaki kanan seperti yang tergambar pada kasus diatas, dapat terkontaminasi dengan berbagai jenis kuman atau bakteri, yang sebelumnya bersifat flora normal pada manusia. Flora normal merupakan suatu sel prokariot (bakteri) yang berkompetisi dengan patogen pada tempat kolonisasi dan menghasilkan substansi antibiotik (bakteriosin) yang akan menekan organisme yang berkompetisi dengannya. Flora normal terdapat pada tempat-tempat tertentu pada tubuh manusia. Jika flora normal berpindah tempat dari tempatnya sebelumnya, maka flora normal akan menyebabkan suatu pengaruuh yang merugikan bagi tubuh.1Flora normal yang berkaitan dengan luka pada kulit kaki kanan sesuai dengan kasus yang didapat adalah flora yang terdapat pada sawar fisik tubuh yakni kulit, diantara stafilokokus, streptokokus, corynebakteria, propionilbakteria, dan ragi. Jika flora normal ini masuk ke dalam luka robek, terutama dibagian subkutis, maka flora normal ini kemudian akan emberikan pengaruh yang merugikan dengan berbagai toksin ang dihasilkannya. Dalam hal ini kelompok yang memiliki peranan yang paling kuat dalam menginfeksi luka robek pada kulit ialah streptokokus dan stafilokokus, yang keduanya sebagian besar merupakan jenis bakteri positif Gram.1

Penanganan lukaDalam skenario, diketahui bahwa pasien mengalami luka robek pada tungkai bawah kanan. Pada hakekatnya, luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul (mekanik), perubahan suhu (termal), zat kimia (khemis), ledakan, sengatan listrik (elektris), atau gigitan hewan (biologis). Dalam hal ini, pasien pada skenario mengalami luka mekanik (kecelakaan).4Proses kemudian yang terjadi dalam penangan luka akibat kecelakaan tersebut terutama pada jaringan yang rusak ini adalah penyembuhan luka yang dapat dibagi dalam tiga fase, yaitu fase inflamasi, proliferasi, dan penyudahan yang merupakan remodelling jaringan.4 Fase inflamasiFase inflamasi, berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira-kira hari kelima. Pembuluh darah yang terputus pada luka akan menyebabkan perdarahan dan tubuh akan berusaha