Bismillah (14)

download Bismillah (14)

of 49

  • date post

    27-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    241
  • download

    1

Embed Size (px)

description

axzz

Transcript of Bismillah (14)

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM BIOASSAYSEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014 / 2015

UJI PENDAHULUAN TOKSISITAS AKUT LOGAM BERAT PB TERHADAP (Chlorella vulgaris)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRANJURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

Disusun oleh:Kelompok (14)1. Alby Ghifari Azhar 6. Arlita Ulya Kusuma (145080107111007) (145080107111013)2. Riris Widyastuti7. Muhammad Hafiidh B.(145080107111009)(145080107111014)3. Metana Yeni H.8. Prilzilia Ariani S. N.(145080107111010)(145080107111015)4. Salman Alfarisi H. 9. Siti Amallah(145080107111011)(145080107111016)5. Dwa Lanantha P. N.10. Bella Novianingtyas S.(145080107111012) (145080207111004)

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYAMALANG2015KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dalam hal ini, kelompok kami , telah menyelesaikan praktikum Uji Pendahuluan Toksisitas Akut Timbal Pb Terhadap (Chlorella Vulgaris), dan menyusun laporan ini sebagai data hasil pengamatan kami. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.Tanpa bantuan mereka, maka laporan ini tidak dapat dirampungkan.Laporan ini disampaikan untuk memenuhi tugas mata kuliah biomonitoring.Kami berharap laporan ini dapat berguna untuk kedepannya.Kami menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna.Oleh karena itu kami meminta maaf bila ada kesalahan dalam kata-kata maupun penulisan.

Malang, 28 Desember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

1.PENDAHULUAN11.1 Latar Belakang11.2 Maksud dan Tujuan Praktikum21.2.1 Maksud Praktikum21.2.2 Tujuan Praktikum21.3 Kegunaan Praktikum21.4 Tempat dan Waktu Praktikum32.PEMBAHASAN42.1 Pengertian Logam Berat42.1.1 Logam Berat Pb52.1.2 Karakteristik Logam Berat Pb52.1.3 Sumber Toksikan Logam Berat Pb62.1.4 Dampak Pencemaran Logam Berat Pb72.2 Pengertian Uji Toksisitas82.3 Lethal Concentration (LC50-96 Jam)92.4 Fitoplankton (Chlorella vulgaris)102.4.1 Klasifikasi dan Morfologi (Chlorella vulgaris)102.4.2 Karakteristik Hidup (Chlorella vulgaris)102.4.3 Fase Pertumbuhan Fitoplankton112.5 Parameter Kualitas Air132.5.1 Suhu132.5.2 Derajat Keasaman (pH)132.5.3 Dissolved Oxygen (DO)143.MATERI DAN METODE PRAKTIKUM163.1 Materi Praktikum163.2 Alat dan Bahan163.2.1 Alat dan Fungsi163.2.2 Bahan dan Fungsi173.3 Sumber Logam Berat Pb183.4 Skema Kerja Praktikum203.4.1 Tahapan Persiapan dan Sterilisasi203.4.2 Kultur Plankton213.4.3 Analisa Probit223.5 Teknik Pengukuran Parameter Kualitas Air233.5.1 Suhu233.5.2 Derajat Keasaman (pH)233.5.3Dissolved Oxygen (DO)244.HASIL DAN PEMBAHASAN254.1 Hasil Uji Toksisitas Akut LC50 Logam Berat Pb pada Fitoplankton (Chlorella vulgaris)254.1.1 Tabel Uji Sesungguhnya254.1.2 Grafik Mortalitas Fitoplankton (Chlorella vulgaris)264.2 Analisa Tabel Parameter Kualitas Air275. KESIMPULAN DAN SARAN325.1 Kesimpulan325.2 Saran33DAFTAR PUSTAKA34LAMPIRAN39LAMPIRAN 1391.Tabel Analisa Probit392.Grafik Regresi39LAMPIRAN 240Dokumentasi Praktikum40

iv

DAFTAR TABEL

TabelHalaman1. Uji Sesungguhnya252. Hasil Parameter Suhu dan pH273. Hasil Parameter DO dan Kepadatan Plankton29

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman1. Logam Berat Timbal (Pb)192. Grafik Mortalitas Chlorella vulgaris26

DAFTAR LAMPIRAN

LampiranHalaman1. Tabel Analisa Probit dan Grafik Regresi392. Dokumentasi Praktikum40

1. vii

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangMenurut Anjani et al. (2012), adanya penurunan kualitas perairan dapat mengubah nilai guna perairan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan perairan tidak berfungsi sesuai peruntukannya, seperti kegiatan perikanan, pariwisata, air minum, dan lain-lain.Oleh karena itu, diperlukan suatu pemantauan kualitas air agar kerusakan dapat terdeteksi sedini mungkin melalui pemantauan penilaian parameter (biomonitoring) baik dari segi fisika, kimia, maupun biologis perairan tersebut.Biomonitoring dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme sebagai indikator perairan tersebut.Menurut Mukono (2006) dalam Saraswati dan Prasetya (2012), dalam memantau pencemaran di suatu lingkungan atau ekosistem dapat dilakukan dengan metode biomonitoring. Secara umum istilah biomonitoring dipakai sebagai alat atau cara yang penting dan merupakan metode baru untuk menilai suatu dampak pencemaran lingkungan. Biomonitoring sering dilakukan dengan menggunakan indikator biologis seperti hewan dan tumbuhan.Menurut Tjokrokusumo (2006) dalam Dwitawati et al. (2014), pemantauan kualitas air dapat menggunakan indikator biologis dengan metode biomonitoring.Indikator biologis yang paling baik digunakan adalah makroinvertebrata, karena adanya faktor preferensi habitatnya dan juga mobilitasnya yang relatif rendah. Selain makroinvertebrata, indikator biologis lain yang sering digunakan dalam kegiatan biomonitoring diantaranya adalah mikroinvertebrata, plankton, dan ikan.Menurut Ghosh (2015), fitoplankton dijadikan sebagai salah satu indikator biologis dalam kegiatan biomonitoring suatu lingkungan perairan karena merupakan dasar rantai makanan dan berperan sebagai produsen primer dalam lingkungan perairan. Terjadinya kelimpahan fitoplankton di suatu perairan dapat mencerminkan kondisi ekologis pada perairan tersebut.Selain itu fitoplankton memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan lingkungan, banyak terdapat di alam dan berada hampir di semua lingkungan perairan tawar.Salah satu fitoplankton yang dapat digunakan sebagai indikator biologis dalam kegiatan biomonitoring adalah Chlorella vulgaris.

1.2 Maksud dan Tujuan Praktikum1.2.1 Maksud PraktikumMaksuddari praktikum Biomonitoring tentang Uji Pendahuluan Toksisitas Logam Berat Pb ini terhadap kepadatan dan pertumbuhan Chlorella vulgaris adalah untuk dapat mengetahui pengaruh pemberian logam berat Pb yang sifatnya sebagai toksikan terhadap laju pertumbuhan dan kepadatan Chlorella vulgaris di perairan.1.2.2 Tujuan PraktikumTujuan dari praktikum biomonitoring tentang Uji Pendahuluan Toksisitas Akut Logam Berat Pb Terhadap Chlorella vulgarisadalah :1. Mengetahui nilai ambang atas dan ambang bawah dari konsentrasi logam berat Pb sebagai dasar uji toksisitas LC50.2. Mengetahui pengaruh sublethal logam berat Pb terhadap laju pertumbuhan dan kepadatan Chlorella vulgaris.

1.3 Kegunaan PraktikumPada praktikum Biomonitoring tentang Uji Pendahuluan Toksisitas Akut Logam Berat Pb Terhadap Chlorella vulgaris adalah diharapkan dapat memberikan informasi mengenai bahaya logam berat Pb sebagai pencemar terhadap lingkungan perairan dan seberapa toksik bagi Chlorella vulgaris.Adapun manfaat secara khusus yaitu untuk mahasiswa, dapat memberi informasi, menambah pengetahuan dan wawasan tentang seberapa toksik mikroalga Chlorella vulgaris yang terpapar logam berat Pb pada uji toksisitas dan laju pertumbuhan serta kepadatan dari Chlorella vulgaris.Manfaat praktikum Biomonitoring ini bagi mahasiswa prodi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) adalah agar mahasiswa prodi MSP dapat memahami prosedur yang benar dalam melakukan uji toksisitas dan mengetahui konsentrasi penyebab kematian organisme dari beberapa jenis bahan uji yang dianggap berbahaya bagi lingkungan perairan. Bagi masyarakat yaitu dapat memberikan informasi bagi masyarakat tentang adanya pencemaran logam berat di perairan. Sedangkan bagi pemerintah yaitu memberikan informasi kepada para peneliti tentang keberadaan pencemaran logam berat dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya untuk tidak membuang sampah atau bahan pencemar yang dapat menjadi sumber dari logam berat di perairan.

1.4 Tempat dan Waktu PraktikumPraktikum Biomonitoring tentang Uji Pendahuluan Toksisitas Akut Logam Berat Pb Terhadap Chlorella vulgarisdilaksanakan pada hari Kamis-Minggu tanggal 17-20 Desember 2015 pukul 07.00-selesai dan pukul 16.00-selesai, di Laboratorium Lingkungan dan Bioteknologi Perairan Gedung C lantai 1, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang.

29

2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Logam BeratMenurut Palar (1994) dalam Ahmad (2009), logam berat termasuk ke dalam golongan logam dengan kriteria sama dengan logam-logam lainnya. Perbedaanya terletak pada pengaruh yang dihasilkan bila logam berat tersebut membentuk ikatan atau masuk ke dalam tubuh organisme hidup. Apabila logam berat tersebut masuk ke dalam tubuh organisme hidup melalui kegiatan konsumsi, respirasi maupun penyerapan, maka pada kadar tertentu akan menimbulkan keracunan bahkan menyebabkan kematian pada organisme hidup tersebut. Salah satu logam berat yang berbahaya bagi organisme hidup yaitu Pb (timbal).Menurut Teitzel dan Parsek (2003), logam berat adalah polutan yang keberadaannya dimana-mana yang masuk ke lingkungan melalui aktivitas antropogenik, seperti pertambangan dan sumber-sumber lain dari limbah industri.Logam berat dapat mencemari tempat penampungan air dan habitat air tawar.Selain itu, logam berat yang masuk ke dalam suatu perairan dapat mengubah populasi makrobiologi dan mikrobiologi perairan tersebut.Menurut Flora et al. (2008), salah satu mekanisme dibalik toksisitas logam berat telah dikaitkan dengan stress oksidatif. Logam dapat berinteraksi dengan protein dan DNA yang akan menyebabkan kerusakan oksidatif makrobiologi. Salah satu logam yang berbahaya bagi makhluk hidup adalah Pb (timbal).Keracunan timbal merupakan salah satu kasus yang paling banyak terjadi.Timbal menyebabkan disfungsi fisiologis, biokimia dan perilaku pada makhluk hidup.2.1.1 Logam Berat PbMenurut Komari et al. (2013),Pb atau logam berat masuk kedalam perairan dalam berbagai bentuk dan sumber. Sumber-sumber pb di perairan bisa dari alat transportasi air berupa perahu. Selain itu, di pesisir pantai terdapat pemukiman padat penduduk yang setiap harinya membuang berbagai jenis sampah ke laut.Dua faktor tersebut, transportasi dan kebiasaan masyarakat membuang sampah di perairan laut menjadi sumber masuknya logam berat ke perairan dan be