Biokimia Enzim Fix

download Biokimia Enzim Fix

of 21

  • date post

    16-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    21
  • download

    5

Embed Size (px)

description

enxim

Transcript of Biokimia Enzim Fix

BIOKIMIA

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangSuatu reaksi kimia, khususnya antara senyawa organik, yang dilakukan dalam laboratorium memerlukan suatu kondisi yang ditentukan oleh beberapa faktor, seperti suhu, tekanan, waktu, dan lain-lain. Apabila salah satu kondisi tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dibutuhkan maka reaksi tidak dapat berlangsung dengan baik. Tubuh kita merupakan laboratorium yang sangat rumit, sebab di dalamnya terjadi reaksi kimia yang beraneka ragam. Penguraian zat-zat yang terdapat dalam makanan kita, penggunaan hasil uraian untuk memperoleh energi, penggabungan kembali hasil uraian untuk membentuk persediaan makanan dalam tubuh serta banyak macam reaksi lain yang apabila dilakukan di dalam laboratoriumakan membutuhkan keahlian khusus dan waktu yang lama, dapat berlangsung dengan baik di dalam tubuh tanpa memerlukan suhu tinggi dan dapat terjadi dalam waktu yang singkat. Reaksi atau proses kimia yang berlangsung dengan baik dalam tubuh kita ini dimungkinkan karena adanya katalis yang disebut enzi.Sejak tahun 1926 pengetahuan tentang enzim atau enzimologi berkembang dengan cepat. Dari hasil penelitian para ahli biokimia ternyata enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk golongan protein majemuk. Enzim semacam ini (holoenzim) terdiri atas protein (apoenzim) dan suatu gugus bukan protein (Anna Poedjiadi dan Titin Supriyanti, 2005: 141).Enzim berperan sebagai katalis dalam sistem biologi. Sifat enzim yang paling mencolok ialah daya katalitik dan spesifisitas (Lubert stryer, 2000: 181).Enzim merupakan polimer biologik yang mengatalisis lebih dari satu proses dinamik yang memungkinkan kehidupan seperti yang kita kenal sekarang. Sebagai determinan yang menentukan kecepatan berlangsungnya berbagai peristiwa fisiologik, enzim memainkan peranan sentral dalam masalah kesehatan dan penyakit.B. Rumusan Masalah 1) Apakah pengertian dari enzim dan koenzim ?

2) Jelaskanlah sifat-sifat enzim !

3) Bagaimanakah pembagian kelas enzim ?

4) Bagaimanakah fungsi dan cara kerja enzim ?5) Apa sajakah faktor-faktor yang memengaruhi kerja enzim ?

C. Tujuan Penulisan1) Agar mahasiswa mengetahui dan memahami pengertian dari enzim dan koenzim.

2) Agar mahasiswa mengetahui dan memahami sifat-sifat enzim.

3) Agar mahasiswa mengetahui pembagian kelas enzim.

4) Agar mahasiswa mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja enzim.

5) Agar mahasiwa mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kerja enzim.D. Manfaat PenulisanDengan ditulisnya makalah ini, mahasiswa keperawatan diharapkan dapat mengerti dan memahami konsep dasar dari enzim dan nantinya mampu menjelaskan fungsi dan peranan enzim kepada pasien atau teman sejawat.

BAB IIPEMBAHASAN1. Pengertian Enzim dan Koenzima. EnzimEnzim adalah protein yang berperan sebagai katalis dalam metabolisme makhluk hidup. Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi

Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik sehingga ribuan reaksi dapat berlangsung dengan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun.

Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik).

b. KoenzimPengertian dan definisi Koenzim. Koenzim adalah ko-faktor yang berupa molekul organik kecil yang merupakan bagian enzim yang tahan panas, mengandung ribose dan fosfat, larut dalam air dan bisa bersatu dengan apoenzim membentuk holoenzim. Koenzim yang membentuk ikatan sangat erat baik secara kovalen maupun non kovalen dengan apoenzim di sebut gugus prostetik.

2. Sifat-sifat Enzima. Enzim hanya mengubah kecepatan reaksi.Artinya enzim tidak mengubah produk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi, hanya meningkatkan laju suatu reaksi.b. Enzim bekerja secara spesifik.Artinya enzim hanya mempengaruhi substrat tertentu saja.c. Enzim merupakan protein. Oleh karena itu, enzim memiliki sifat seperti protein. Antara lain bekerja pada suhu optimum, umumnya pada suhu kamar. Enzim akan kehilangan aktivitasnya karena pH yang terlalu asam atau basa kuat, dan pelarut organik. Selain itu, panas yang terlalu tinggi akan membuat enzim terdenaturasi sehingga tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.d. Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit. Sesuai dengan fungsinya sebagai katalisator, enzim diperlukan dalam jumlah yang sedikit.e. Enzim bekerja secara bolak-balik.Reaksi-reaksi yang dikendalikan enzim dapat berbalik, artinya enzim tidak menentukan arah reaksi tetapi hanya mempercepat laju reaksi sehingga tercapai keseimbangan. Enzim dapat menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain. Atau sebaliknya, menyusun senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu. Reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut.f. Enzim dipengaruhi oleh faktor lingkunganFaktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah suhu, pH, aktivator (pengaktif), dan inhibitor (penghambat) serta konsentrasi substrat.3. Pembagian Enzim

Menurut IUBMB (International Union of Biochemistry and Molecular Biology), enzim-enzim dikelompokkan menjadi 6 golongan atau kelas, sebagaimana yang disajikan dalam tabel 3-3. Masing-masing kelas ini dikelompok-kelompokkan lagi menjadi beberapa subkelas. Misalnya, enzim kelas (1) yaitu kelas Oksidoreduktase, dibagi menjadi beberapa subkelas, antara lain subkelas (1) yaitu enzim oksidoreduktase yang bekerja pada gugus CH-OH donor dan subkelas (2) yaitu enzim yang bekerja pada gugus aldehida atau gugus okso senyawa donor, dan lain-lain. Demikian pula enzim kelas (2), (3), (4) dan selanjutnya, masing-masing juga dibagi-bagi lagi menjadi beberapa subkelas.

Kemudian, masing-masing subkelas juga masih dibagi-bagi lagi menjadi beberapa sub-subkelas. Misal, enzim subkelas (1) dari kelas (1) yaitu enzim oksidoreduktase yang bekerja pada gugus CH-OH donor, dibagi lagi menjadi beberapa sub-subkelas, antara lain sub-subkelas (1) yaitu yang bekerja dengan NAD or NADP sebagai akseptor dan sub-subkelas (2) yaitu yang bekerja dengan sitokrom sebagai akseptor. Masing-masing sub-subkelas ini beranggotakan beberapa enzim yang memenuhi kriteria dalam pengelompokannya. Untuk memudahkan memahami pembagian enzim ini dapat dilihat skemanya pada Tabel 3-4.

Tabel 3-3. Pengelompokan enzim menurut IUBMBNo.Kelompok/KelasSifat Biokimia

1.OksidoreduktaseMengkatalisis reaksi reduksi-oksidasi terhadap berbagai gugus

2.TransferaseMengkatalisis berbagai reaksi transfer gugus fungsional dari molekul donor ke molekul akseptornya. Salah satu subkelompok enzim transferase adalah enzim-enzim kinase yang mengendalikan metabolisme dengan jalan mentransfer gugus fosfat dari ATP ke molekul lain.

3.HidrolaseMengkatalisis reaksi penambahan molekul air pada suatu ikatan, yang kemudian dilanjutkan dengan reaksi penguraian (hidrolisis)

4.LiaseMengkatalisis reaksi penambahan molekul air, ammonia atau karbon dioksida pada suatu ikatan rangkap, atau melepaskan air, ammonia, atau karbon dioksida dan membentuk ikatan rangkap.

5.IsomeraseMengkatalisis berbagai reaksi isomerisasi, antara lain isomerisasi L menjadi D, reaksi mutasi (perpindahan posisi suatu gugus), dan lain-lain.

6.LigaseMengkatalisis reaksi dimana dua gugus kimia disatukan atau diikatkan (ligasi) dengan menggunakan energi yang berasal dari ATP.

Penamaan enzim menurut IUBMB dilakukan dengan memberikan awalan EC, berasal dari singkatan Enzyme Commitee, lalu diikuti oleh 4 angka yang berturut-turut menunjukkan kelas, subkelas, sub-subkelas, dan nomor individual pengenal masing-masing enzim.

Rangkuman Kelompok dan Sub Kelompok Utama Enzim

OksidoreduktaseHidrolaseIsomerase

Dehidrogenase

Oksidase

Reduktase

Peroksidase

Katalase

Oksigenase

Hidroksilase Esterase

Glikosidase

Peptidase

Fosfatase

Tiolase

Fosfolipase

Amidase

Deaminase

Ribonuklease Rasemase

Epimerase

Mutase (tidak semua)

TransferaseLigaseLiase

Transaldolase dan transketolase

Asil, metal, glukosil, dan fosforiltransferase

Kinase

Fosfomutase Sintetase

Karboksilase Dekarboksilase

Aldolase

Hidratase

Dehidratase

Sintase

Liase

4. Fungsi dan Cara Kerja Enzim dan koEnzim1) Fungsi Enzim

Di dalam reaksi kimia, antara suatu bahan (zat, unsur, molekul atau senyawa) yang satu dapat mengadakan reaksi dengan bahan (zat, unsur, molekul atau senyawa) yang lain sehingga dihasilkan suatu senyawa yang baru. Hal tersebut terjadi di dalam proses metabolisme, sehingga dihasilkan bahan yang diperlukan untuk tubuh.Dalam proses actore tersebut, tentunya diperlukan waktu tertentu untuk dapat mengubah bahan baku menjadi bahan yang baru (produk).

Selama terjadi reaksi kimia tersebut, diperlukan adanya suatu bahan yang berperan dalam mengatur waktu untuk terjadinya reaksi yaitu enzim. Enzim tersebut diperlukan untuk mempercepat terjadinya reaksi kimia (katalis), sehingga enzim disebut sebagai katalisator. Enzim yang berperan untuk mempercepat reaksi kimia dalam actore suatu actor hayati atau actore disebut sebagai biokatalisator. Molekulmolekul yang dikatalis oleh enzim dinamakan substrat.

Reaktan memerlukan actor (panas) untuk memutuskan ikatan-ikatan antar atomnya, sehingga atom-atom tersebut dapat membentuk ikatan baru (produk). Energi bebas yang diperlukan untuk memutuskan ikatan ini disebut actor aktivasi (EA), sedangkan perbedaan antara actor bebas produk dengan actor bebas reaktan disimbolka