Assessment PAP PAN

download Assessment PAP PAN

of 24

  • date post

    22-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    92
  • download

    27

Embed Size (px)

Transcript of Assessment PAP PAN

Assesment/Evaluasi Pembelajaran SD Pengolahan Hasil Pengukuran PAP dan PAN NISA KHAIRANI1100650/2011 JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2014 2 A.Penilaian Acuan Patokan (PAP) PAP padadasarnyaberartipenilainyangmembandingkanhasilbelajarsiswaterhadap suatupatokanyangtelahditetapkansebelumnya.Pengertianinimenunjukkanbahwasebelum usahapenilaiandilakukanterlebihdahuluharusditetapkanpatokanyangakandipakaiuntuk membandingkanangka-angkahasilpengukuranagarhasilitumempunyaiartitertentu.Dengan demikian patokan ini tidak dicari-cari di tempat lain dan pula tidak dicari di dalam sekelompok hasil pengukuran sebagaimana dilakukan pada PAN. PatokanyangtelahdisepakatiterlebihdahuluitubiasanyadisebutTingkatPenguasaan Minimum.Siswayangdapatmencapaiataubahkanmelampaibatasinidinilailulusdan belummencapainyanilaitidaklulusmerekayanglulusinidiperkenankanmenempuhpelajar yanglebihtinggi,sedangkanyangbelumlulusdimintamemantapkanlagikegiatanbelajarnya sehingga mencapai batas lulus itu. Patokan yang dipakai untuk kelompok siswa yang mana sama ini pengertian yang sama. Dengan patokan yang sama ini pengertian yang sama untuk hasil pengukuran yang diperoleh dari waktukewaktuolehkelompokyangsamaataupunberbeda-bedadapatdipertahankan.Yang menjadihambatandalampenggunaanPAPadalahsukarnyamenetapkanpatokanyangbenar-benar tuntas. Ciri-ciri Penilaian Acuan Patokan (PAP) 1.Kelulusan seseorang ditentukan oleh satu patokan atau persyaratan tertentu, bukan ditentukan oleh ranking dalam kelompok tertentu; 2.Satu bentuk penilaian berbabsis kompetensi; 3.Digunakandalambelajartuntas,semuakomponenstandar/tujuanpembelajaran(learning objectives/outcomes)/tujuan instruksional dikuasai; 4.siswa/mahasiswa dinilai dengan kriteria yang telah ditentukan; 5.Seringkalidihubungkandenganpenguasaanpembelajaran,misalnyalulus-gagaldalamtest tertentu; 6.Mengenali apa yang diketahui dan dapat dilakukan siswa/mahasiswa. 3 Kelebihan Penilaian Acuan Patokan (PAP) 1.Penilaianlebihtransparandenganmenggunakanrubrikatauskemapenilaian(marking scheme); 2.Penilaian lebih dapat diandalkan, karena menggunakan standar dan kriteria minimal; 3.Nilai dan peringkat lebih dapat dirundingkan; 4.Nilaiatauskordapatdipertanggungjawabkansecaraobjektifkarenaberdasarkanprestasi yang disesuaikan dengan kriteria dan standar yang telah ditentukan; 5.Lebih banyak partisipasi dan motivasi siswa/mahasiswa serta fokus pada pembelajaran; 6.Lebihadildanfair,karenasiswa/mahasiswadiukurberdasarkanstandarprestasi,bukan dengan membandingkan mahasiswa satu dengan lainnya; 7.Prestasi tergantung pada tingkat kebaikan kinerja yang ditunjukkan siswa/mahasiswa; 8.Lebih dapat dipertanggungjawabkan kualitas dan prestasi siswa/mahasiswa; 9.Mengakui subjektifitas dan penilaian yang profesional dalam pemberian nilai; 10. Cocok digunakan untuk penempatan kegiatan belajar bersyarat atau berseri; 11. Cocok digunakan untuk mendiagnosa kemampuan seseorang dalam proses pembelajaran; 12. Cocokdigunakanuntukmemonitorkemampuansetiapsiswa/mahasiswaataukelompok dalam proses pembelajaran. Kekurangan Penilaian Acuan Patokan (PAP) 1.Relatif agak rumit, karena perlu waktu untuk menyetujui sebuah kriteria dan standar; 2.Berisiko mengembangkan daftar nama kriteria yang berlianan; 3.Lebih menekankan hasil daripada proses; 4.Peringkat dapat dinyatakan dengan tidak sebenarnya secara positif/negatif; 5.Kadang akademisi kurang kompeten dan percaya diri untuk membuat penilaian profesional; 6.Tidakmudahbagiakademisiuntukmengubahkebiasaandarimenilaiberdasarkanreferensi norma menjadi referensi kriteria; 7.Pikiranbahwahanyapersentasekecilyangmemperolehrankingrendah,dansebaliknya, pasti mereka yang di pendidikan tinggi yang memperoleh ranking tinggi; 8.Siswa/mahasiswa dapat mempertanyakan nilai mereka. 4 Untuk mendapatkan nilai A atauB, seorang siswa harus mendapatkan skor tertentu sesuai denganbatasyangditentukantanpaterpengaruholehkinerja(skor)yangdiperolehsiswalain dalamkelasnya.Salahsatukelemahandalammenggunakanstandarabsolutadalahskorsiswa bergantungpadatingkatkesulitantesyangmerekaterima.Artinyaapabilatesyangditerima siswa mudah maka para siswa akan mendapat nilai A atau B, dan sebaliknya apabila tes tersebut terlalusulituntukdiselesaikanmakakemungkinanuntukmendapatkannilaiAatauBakan sangat kecil. Sebagai contoh, seperti soal diatas jika kita menggunakan PAP akan seperti ini: Langkah pertama yang dilakukan adalah menetapkan kriteria, misalnya sebagai berikut: Rentang SkorNilai 90 s.d 10010 80 s.d 899 70 s.d 798 60 s.d 697 50 s.d 596 40 s.d 495 30 s.d 394 20 s.d 293 10 s.d 192 0 s.d 91 Setelah kriteriaditetapkan,langkahberikutnyaadalahmengkonversiskormentahke nilai. Untuk skor : 50 dikonversi menjadi nilai 6 45 dikonversi menjadi nilai 5 40 dikonversi menjadi nilai 5 35 dikonversi menjadi nilai 4 30 dikonversi menjadi nilai 4 Jikakitabandingkanmasalahdiatas,makamasing-masingnilaiakanmemilikiarti berbeda: 5 Skor Mentah, Nilai Berdasarkan Pendekatan Normal dan Kriteria. Skor Mentah Nilai Berdasarkan Pendekatan Keterangan NormalKriteria 50106 4595 4085 3574 3064 B.Penilaian acuan norma (PAN) PANialahpenilaianyangmembandingkanhasilbelajarsiswaterhadaphasildalam kelompoknya. Pendekatan penilaian ini dapat dikatakan sebagai pendekatan apa adanya dalam arti, bahwa patokan pembanding sematamata diambil dari kenyataankenyataan yang diperoleh pada saat pengukuran/penilaian itu berlangsung, yaitu hasil belajar siswa yang diukur itu beserta pengolahannya, penilaian ataupun patokan yang terletak diluar hasilhasil pengukuran kelompok manusia. PAN pada dasarnya mempergunakan kurve normal dan hasilhasil perhitungannya sebagai dasar penilaiannya. Kurve ini dibentuk dengan mengikut sertakan semua angka hasil pengukuran yangdiperoleh.DuakenyataanyangadadidalamkurveNormalyangdipakaiuntuk membandingkanataumenafsirkanangkayangdiperolehmasingmasingsiswaialahangka rata- rata (mean) dan angka simpanan baku (standard deviation), patokan ini bersifat relatif dapat bergeserkeatasataukebawahsesuaidenganbesarnyaduakenyataanyangdiperolehdidalam kurve itu. Dengan kata ain, patokan itu dapat berubahubah dari kurve normal yang satu ke kurve normalyanglain.Jikahasilujiansiswadalamsatukelompokpadaumumnyalebihbaikdan menghasilkanangkarata-ratayanglebihtinggi,makapatokanmenjadibergeserkeatas (dinaikkan).Sebaliknyajikahasilujiankelompokitupadaumumnyamerosot,patokannya bergeserkebawah(diturunkan).Dengandemikian,angkayangsamapadaduakurveyang berbedaakanmempunyaiartiberbeda.Demikianjuga,nilaiyangsamadihasilkanmelalui bangunanduakurveyangberbedaakanmempunyaiartiberbeda.Demikianjuga,nilaiyang 6 samadihasilkanmelaluibangunanduakurveyangberbedaakanmempunyaiartiumumyang berbeda pula. Ciri-ciri dalam penilaian yang berbasis PAN Ada beberapa ciri-ciri dalam penilaian yang berbasis PAN antara lain: 1.PenilaianAcuanNormatifdigunakanuntukmenentukanstatussetiappesertadidik terhadapkemampuanpesertadidiklainnya.Artinya,PenilaianAcuanNormatif digunakanapabilakitainginmengetahuikemampuanpesertadidikdidalam komunitasnya seperti di kelas, sekolah, dan lain sebagainya. 2.Penilaian Acuan Normatif menggunakan kriteria yang bersifat relative. Artinya, selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi dan atau kebutuhan pada waktu tersebut. 3.NilaihasildariPenilaianAcuanNormatiftidakmencerminkantingkatkemampuandan penguasaansiswatentangmateripengajaranyangditeskan,tetapihanyamenunjuk kedudukan peserta didik (peringkatnya) dalam komunitasnya (kelompoknya). 4.Penilaian Acuan Normatif memiliki kecendrungan untuk menggunakan rentangan tingkat penguasaanseseorangterhadapkelompoknya,mulaidariyangsangatistimewasampai dengan yang mengalami kesulitan yang serius. 5.PenilaianAcuanNormatifmemberikanskoryangmenggambarkanpenguasaan kelompok. Contoh acuan norma dalam menetukan nilai siswa. Dalam kelas matematika, peserta tes terdiri dari 9 orang dengan skor mentah 50, 45, 45, 40, 40,40,35,35,dan30.Jikamenggunakanpendekatanpenilaianacuannormal(PAN),maka pesertatesyangmendapatskortertinggi(50)akanmendapatnilaitertinggi,misalnya10. sedangkanmerekayangmendapatskordibawahnyaakanmendapatnilaisecaraproporsional, yaitu 9, 9, 8, 8, 8, 7, 7, 6. Nilai-nilai tersebut diperoleh secara transpormasi sebagai berikut: Skor50dikonversimenjadinilai10sebagainilaitertinggiyangdicapaipesertates,yang diperoleh dengan cara: 50 x 10 = 10 10 45 x10 = 9,5 50 45 x 10 = 8 50 35 x 10 = 7 50 7 35x10 = 6 50Kelebihan Penilaian Acuan Norma (PAN) 1.Kebiasaanpenggunaanpenilaianberdasarkanreferensinormaataukelompokdipendidikan tinggi. 2.Asumsibahwatingkatkinerjayangsamadiharapkanterjadipadasetiapkelompok siswa/mahasiswa; 3.Hasil kelompok tengah (mean group) cocok dengan persentase untuk setiap tahun; 4.Bermanfaatuntukmembandingkansiswa/mahasiswalintasmatapelajaran/kuliahdan memberikan hadiah atau penghargaan utama untuk sejumlah siswa/mahasiswa tertentu; 5. Mendukung ide tradisional kekauan akademis dan menggunakan standar. Kekurangan Panilaian Acuan Norma (PAN) 1.Sedikitmenyebutkantujuanpembelajaranataukompetensisiswa/mahasiswa:apayang mereka ketahui atau dapat mereka lakukan; 2.Sedikit menyebutkan kualitas pembelajaran; 3.Tidakfairkarenaperingkatsiswa/mahasiswatidakhanyatergantungpadatingkatprestasi, tetapi juga atas prestasi siswa/mahasiswa lain; 4.Tidakdapatdiandalkan:siswa/mahasiswayanggagalsekarangmungkindapatluluspada tahun berikutnya; 5.Tidakfair,khususnyapadakelompokkecil.Referensiinidapatmenyebarkanperingkat, memperbesar-besarkan perbedaan dalam prestasi, dan menekan berbagai perbedaan; 6.Kurang transparan, karena hasil penilaian akhir tidak diketahui para siswa/mahasiswa. 8 C.PersamaandanPerbedaanPenilaianAcuanNorma(PAN)danPenilaianAcuan Patokan (PAP) Penilaian AcuanNormadanPenilaianAcuanPatokanmempunyaibeberapa persamaan sebagai berikut: 1.Penilaianacuannormadanacuanpatokanmemerlukanadanyatujuanevaluasispesifik sebagaipenentuanfokusitemyangdiperlukan.Tujuantersebuttermasuktujuan intruksional umum dan tujuan intruksional khusus 2. Keduapengukuranmemerluka