Artikel Pelabuhan

download Artikel Pelabuhan

of 35

  • date post

    28-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    178
  • download

    7

Embed Size (px)

description

Artikel Pelabuhan anak PNJ angkatan 2011 3 SIPIL 2 PAGI. free download guys

Transcript of Artikel Pelabuhan

  • ARTIKEL PELABUHAN ( KBS ) 1

    ARTIKEL PELABUHAN

    Untuk Memenuhi Tugas pada Mata Kuliah

    Konstruksi Bangunan Sipil

    LOGO KAMPUS

    Oleh,

    Rachmat Syaefullah 1111020014

    Ryan Adriadi Noorsiddiq 1111020018

    Zinner Parulian 1111020021

    Kelas : 3 Sipil 2 Pagi

    POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

    JURUSAN TEKNIK SIPIL

    PROGRAM STUDI KONSTRUKSI BANGUNAN SIPIL

    DEPOK

    2014

  • ARTIKEL PELABUHAN ( KBS ) 2

    PENDAHULUN

    Pembaca yang terhormat,

    Perkembangan perekonomian dunia telah menuntut pergerakan barang yang

    semakin banyak volumenya, dan semakin cepat. Dalam konteks pelabuhan, hal

    ini digambarkan dengan semakin meningkatnya volume peti kemas yang

    bongkar muat. Akibatnya, diperlukan lahan pelabuhan yang cukup luas, dermaga

    yang panjang, dan alur yang cukup dalam sehingga dapat dilalui oleh kapal

    besar, serta yang juga sangat penting adalah efisiensi pelabuhan.

    Tanpa itu semua, bisa jadi kapal-kapal besar dari berbagai negara lebih

    memilih untuk bongkar muat di negara tetangga yang pada kenyataannya dapat

    memberikan pelayanan pelabuhan yang lebih efisien.

    Dalam edisi ini, di antaranya akan dibahas mengenai pembangunan pelabuhan di

    Indonesia, tuntutan efisiensi pengelolaan pelabuhan, dan gambaran

    mengenai betapa menguntungkannya bisnis pelabuhan. Artikel mengenai

    pengelolaan pelabuhan di Rotterdam dan Hamburg juga akan memberikan

    pembelajaran yang menarik mengenai pelabuhan masa depan.

    Bagian lain akan membahas mengenai rencana pembangunan Pelabuhan

    Cilamaya dan rencana pembangunan pelabuhan Kalibaru sebagai perluasan

    Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah terlalu sempit dengan kapasitas bongkar

    muat sebanyak 4,5 juta TEUs (twenty-foot equivalent units) per tahun.

    Untuk lebih mengenal bagaimana skema proyek KPS dijalankan, kali ini akan

    ditampilkan profil lembaga Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal - Kementerian

    Keuangan. Selain itu, akan dipaparkan pula gambaran tentang mekanisme

    investas pembangunan pelabuhan.

    Pada bagian akhir, terdapat informasi mengenai capaian yang telah berhasil

    dilakukan dalam merealisasikan proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan

    dengan skema KPS. Dari paparan Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah

    Swasta Bappenas itu, dapat dipahami bahwa meskipun tidak secepat yang

    diharapkan, namun perkembangan proyek KPS ini cukup menggembirakan.

    Terbukti dengan akan segera dilakukannya transaksi 17 proyek KPS senilai lebih

    kurang Rp 89 triliun.

    Selamat membaca.

    Penulis

  • ARTIKEL PELABUHAN ( KBS ) 3

    DAFTAR ISI

    COVER ................................................................................................................................ 1

    PENDAHULUAN ............................................................................................................... 2

    DAFTAR ISI ........................................................................................................................ 3

    MEMBANGUN PELABUHAN INDONESIA ................................................................... 4

    MENGEFISIENKAN PELABUHAN ................................................................................ 10

    BISNIS PELABUHAN, BISNIS MENGUNTUNGKAN .................................................. 14

    BELAJAR DARI PENGELOLAAN PELABUHAN ......................................................... 19

    PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR ........................................................................... 28

    DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 35

  • ARTIKEL PELABUHAN ( KBS ) 4

    BERITA UTAMA

    MEMBANGUN PELABUHAN

    INDONESIA

    Seiring pertumbuhan

    perekonomian dunia ,

    pergerakan peti kemas sebagai

    salah satu wahana transportasi

    barang,

    juga terus meningkat. Bila

    tahun 2010, pelabuhan-

    pelabuhan dunia membongkar

    muat 547juta unit peti kemas

    ukuran 20 kaki (twenty-foot

    equivalent units/TEUs) maka

    tahun 2017 diprediksi melayani

    731 juta unit TEUs.

    Tentu saja, lonjakan arus peti kemas tersebut harus diantisipasi bersama. Yakni oleh perusahaan pelayaran, otoritas pelabuhan, dan tidak terlupa operator

    terminal, kata Anne Padmos, dari Rotterdam Shipping and Transport College, dalam Pertemuan Port Development and Logistics Indonesia-Netherlands

    Bussiness Forum di Jakarta.

    Padmos mengatakan, otoritas pelabuhan harus memikirkan pelabuhan dengan

    alur dan kolam yang lebih dalam. Operator terminal harus menyediakan alat

    kerja seperti crane yang lebih cepat dengan pergerakan lebih dari 50 peti kemas

    per jam.

    Sementara teknologi informatika harus melayani lebih banyak transfer

    dokumen dan lalu lintas transaksi. Dari sisi fisik, juga harus dibangun lapangan

    penumpukan (container yard) yang lebih lebar, atau membangun sentra-sentra

    pelabuhan kering atau dry-port dekat kawasan industri untuk mendukung

    pelabuhan.

    Ditekankan Padmos, untuk mendukung perkembangan arus barang yang

    sangat besar maka dari awal harus disiapkan lokasi pelabuhan yang besar.

    Tata ruang di sekitar kawasan pelabuhan juga harus dijaga dengan tegas, supaya tidak muncul permukiman-permukiman yang menghambat lalu lintas

    barang masuk dan keluar pelabuhan, ujarnya.

    Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) RJ Lino pun memberikan

    data menarik. Bila pada tahun 1980-1996, sebanyak 60 persen lebih kapal

    kontainer berukuran di bawah 3.000 TEUs maka pada tahun 2012 sebanyak 46,03

    persen kapal kontainer yang melaut berukuran di atas 5.000 TEUs.

  • ARTIKEL PELABUHAN ( KBS ) 5

    Bila pelabuhan di Indonesia tidak mengembangkan dirinya, tidak membangun apa pun, maka kapal-kapal kontainer milik berbagai perusahaan

    pelayaran akan menjauhkan diri dari Indonesia, sebab masuk pelabuhan saja

    sulit, kata Lino, dalam diskusi bertajuk Saatnya MembangunMengintip Peluang Pembangunan Infrastuktur Dari Rencana Induk MP3EI, di Jakarta.

    Hasil survei World Economy Forum tahun 2011, menyatakan bahwa

    isu ketiga yang dikeluhkan dalam Ease of Doing Bussiness di Indonesia adalah, tak seimbangnya pasokan infrastruktur. Di Asia Tenggara, kita termasuk

    negara yang tertinggal dalam hal infrastruktur ini.

    Lin Che Wei, pendiri PT Independent Research & Advisory Indonesia,

    dalam diskusi MP3EI itu mengatakan, Di Indonesia ini, memang sulit berbisnis dan makin sulit lagi saat membangun infrastruktur. Kita bawa uang saja masih

    dipersulit.

    Catatan Bank Dunia juga menunjukkan beberapa hal yang memburuk pada

    tahun 2011 bila dibanding tahun 2010. Di antaranya, pendaftaran properti,

    proteksi terhadap investor, pembayaran pajak, pemenuhan isi kontrak, dan

    penutupan bisnis.

    Untuk menggiatkan investasi, khususnya di sektor pelabuhan, Wakil Menteri

    Perhubungan Bambang Susantono menjanjikan perbaikan iklim berinvestasi.

    Tak lama lagi, pengurusan izin pelabuhan baru akan online. Investor paling hanya sekali ketemu petugas dari Kementerian Perhubungan, katanya.

    Disediakan pula tiga metode perizinan untuk pendirian pelabuhan. Pertama,

    pembangunan pelabuhan khusus; kedua pelabuhan di dalam lingkungan

    Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan pelabuhan dengan pola Kerjasama

    Pemerintah Swasta (KPS).

    Beberapa proyek pelabuhan dengan pola KPS juga telah ditawarkan. Di

    antaranya, Pelabuhan Rembang (Jawa Tengah), Pelabuhan Pesiar Tanah Ampo

    (Bali), Pelabuhan Maloy (Kalimantan Timur), Pelabuhan Teluk Sigintung

    (Kalimantan Tengah), dan Pelabuhan Lupak Dalam (Kalimantan Tengah).

    Meski demikian, republik ini masih tetap memproteksi kedaulatan di pelabuhan dengan pemberlakuan Daftar Negatif Investasi. Fasilitas pelabuhan

    tersebut, diperbolehkan dibangun oleh investasi asing dengan maksimal

    kepemilikan asing sebesar 49 persen.

    Persoalannya, terkadang pemerintah tidak menjalankan porsinya yang

    seharusnya dikerjakan. Sebagai contoh, pemerintah terkadang lalai memelihara alur

    pelayaran. Kerap terdengar kabar, dangkalnya alur di Sungai Kapuas dan Sungai

    Barito. Hal mana menyulitkan kapal barang untuk memasuki pelabuhan sehingga

    melambungkan tarif kapal.

  • ARTIKEL PELABUHAN ( KBS ) 6

    BEKERJA CERDAS

    Apakah benar negara kita

    kekurangan pelabuhan? Antara tahun

    2005-2009, jumlah pelabuhan

    bertambah 14 persen menjadi 1.906

    unit. Bahkan jumlah terminal khusus

    bertambah sebesar 38 persen di periode

    tersebut.

    Kini, ada 114 unit pelabuhan komersial di bawah kendali Pelindo,

    termasuk di dalamnya 25 unit Pelabuhan

    Strategis, kata Direktur Pelabuhan dan Pengerukan, Ditjen Perhubungan Laut,

    Kemal Heryandi. Tahun 2011 ini, kami bahkan mendirikan dan

    mengembangkan pelabuhan di

    200 lokasi, katanya.

    Rata-rata, panjang dermaga yang dibangun sekitar 100-150 meter, kata Kemal. Namun, Pelabuhan Bitung lebih beruntung dibanding pelabuhan lain.

    Dengan dana dari APBN, dermaganya diperpanjang 300 meter.

    Jumlah pelabuhan, tampaknya memang akan terus bertambah. erutama,

    pelabuhan-pelabuhan yang dapat dibangun hanya dengan secarik surat izin dari

    pemerintah daerah. Izin baru memang terus dikeluarkan, meski belum tentu

    sesuai lokasi yang ideal, apalagi bicara soal e