Akhmad Muzaki Resume b.indonesia (Dc 4b-6112030038)

download Akhmad Muzaki Resume b.indonesia (Dc 4b-6112030038)

of 34

  • date post

    19-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    27
  • download

    0

Embed Size (px)

description

hanya resume perkuliahan

Transcript of Akhmad Muzaki Resume b.indonesia (Dc 4b-6112030038)

TUGAS RESUMEBAHASA INDONESIA

Nama

: Akhmad MuzakiNRP

: 6112030038

DC 4BPROGRAM STUDI TEKNIK PERANCANGAN DAN KONTRUKSI KAPAL POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

2014SEJARAH BAHASAA. SEJARAH BAHASA INDONESIABahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, tahun 1945. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau. Secara sosiologis, boleh dikatakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap lahir atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada tanggal itu, pada saat sumpah pemuda merupakan awal penciptaan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukup mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia berasal dari suku Jawa, tapi bahasa Jawa tidak dijadikan bahasa persatuan Negara Republik Indonesia dikarenakan bahasa Jawa lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau.B. KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

1. Konsep Dasar Kedudukan dan Fungsi Bahasa Fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial adalah bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara terlisan maupun tertulis.2. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalan yang sangat panjang. Perjalanan dimulai dari sebelum kolonial masuk ke bumi Nusantara sampai dengan tercetusnya inspirasi persatuan pemuda-pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Karena kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya pemuda-pemudanya yang mendukung lancarnya inspirasi sakti diatas.3. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara/Resmi

Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia memancarkan nila-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Jadi kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang dari bangsa Indonesia. Ini berarti dengan bahasa Indonesia kita tahu siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia.Menyatukan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda bahasanya dapat bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama.

Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan.

Bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai:

1. Lambang kebanggaan nasional: memancarkan nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya, menjunjung tinggi, dan mempertahankannya.2. Lambang identitas nasional (Garuda, bendera merah putih, lagu Indonesia raya, bahasa Indonesia bersifat terbuka): bangsa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya4. Alat perhubungan antarbudaya antardaerah

Menggunakan bahasa yang baik dan benar. Benar => ejaan, susunan kalimat, konteks(situasi), ketersampaian makna

Kedudukan bahasa asing di Indonesia/perannya adalah sebagai pelengkap bahasa Indonesia/pendukung. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia

Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, poltik ekonomi sosial, budaya dan keamanan agar mudah diinformasikan.

Kedudukan bahasa Indonesia/fungsi sebgai bahsa Negara/resmi

Bahasa resmi dan bahasa Negara tidak ada perbedaannya karena sudah satu bahasa, tapi dari proses terbentuknya ada perbedaan. Bahasa Melayu

a. bahasa resmi kedua disamping bahasa Belanda, terutama untuk tingkat yang dianggap rendah

b. bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah yang didirikan/ menurut pemerintah Hindia Belanda

c. penelitian-penelitian yang dikelola oleh jawatan pemerintah Hindia Belanda Bahasa Indonesia

a. Bahasa yang digunakan dalam gerakan kebangsaan untuk mencapai kemerdekaaan Indonesia

b. Bahasa yang digunakan dalam penerbitan yang bertujuan untuk mewujudkan cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia baik berupa bahasa persatuan, bahasa dalam hasil sastra.

Perbedaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa Resmi:1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional digunakan sebagai penghubung antar suku bangsa di Indonesia

2. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi/Negara digunakan dalam keterkaitan sebagai warga Negara.ETIKA

ETIKA DALAM ILMU DAN PEMIKIRANNYAA. Latar belakang Pemikiran

Setiap manusia mempunyai tujuan hidup, sehingga di dalam segala aktivitasnya diarahkan untuk mencapai tujuan hidupnya. Dan masalah etika merupakan masalah manusia, oleh karena itu norma-norma etis hanyalah untuk manusia itu sendiri.Dalam perkembangannya, baik etika maupun ilmu senantiasa sejalan dengan situasi dan kondisi perkembangan dunia. Hal ini dapat terjadi karena pada dasarnya etika dan ilmu selalu berkaitan dengan aktivitas manusia. Faktor yang harus dijadikan paradigma yang saling berinteraksi, yakni etika, ilmu, manusia, dan alam sekitar.Kemajuan ilmu pengetahuan alangkah baiknya jika dibarengi dengan kemajuan etika dan moral. Oleh karena itu, norma, etika atau moral hendaknya menjadi landasan bagi manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.B. Landasan Teori dan Definisi Operasional

1. Etika; berdasarkan asal katanya, etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. Bertens 1999:4). Etimologi kata etika sama dengan etimologi kata moral karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. Hanya bahasa asalnya berbeda, yang pertama berasal dari bahasa Yunani, sedang yang kedua dari bahasa Latin.2. Ilmu; Ilmu pengetahuan akan dapat memberikan kebermaknaan bila dilandasi dengan hakekat atau landasan keilmuan. Ada 3 hakekat atau landasan keilmuan, yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Jadi untuk membedakan pengetahuan yang satu dengan yang lain, maka kita harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan ketiga landasan ilmu tersebut. Pertanyaannya adalah: Apa yang dikaji ileh pengetahuan itu (ontologi), bagaimana caranya mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut (epistimologi) serta untuk apa pengetahuan termaksud dipergunakan (aksiologi) (Jujun S. Suria Sumantri, 1995:5)C. Konteks Etika dalam Ilmu

Etika adalah ilmu, tapi sebagai filsafat Ia tidak merupakan suatu ilmu empiris. Sedangkan yang biasanya dimaksud ilmu adalah ilmu empiris, artinya, ilmu yang didasarkan pada fakta dan dalam pembicaraanya tidak pernah meninggalkan fakta.PENDEKATAN ILMIAH TENTANG TINGKAH LAKU MORAL

A. Etika Deskriptif

Melukiskan tingkah laku moral. Etika deskriptif hanya melukiskan, Ia tidak memberi penilaian. Etika deskriptif ini sebetulnya termasuk ilmu pengetahuan empiris dan bukan filsafat. (K. Bertens 1999: 16)B. Etika Normatif

Etika normatif bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan dengan cara rasional dan dapat digunakan dalam praktek.C. Metaetika

Metaetika seolah-olah bergerak pada taraf lebih tinggi daripada perilaku etis. Dapat dikatakan juga bahwa metaetika mempelajari logika khusus dan ucapan-ucapan etis.D. Masalah Etika Terapan dan Tantangannya

Etika sedang banyak mengalami tantangan terutama dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus didasari kuatnya niat dan kesungguhan dalam menyandarkan segala kemajuan itu kepada kontrol dan penghargaan kepada nila-nilai etik dan moral dalam pola komunikasi personal dan sosial.FENOMOLOGI DALAM KAJIAN KEILMUANA. Pendahuluan Pengetahuan dikembangkan dengan dua cara yaitu menekankan pada peranan reason atau akal dan menekankan pada penggunaan sense atau rasa. Fenomenologi sebagai metode tidak hanya digunakan dalam filsafat melainkan juga dalam bermacam-macam ilmu mengenai manusia.B. Pengertian FenomenologiBerdasarkan uraian para ahli fenomenologi berarti uraian atau percakapan tentang fenomena atau sesuatu yang sedang menampakkan diri. C. Fenomenologi Edmund Husserl (1859-1939)Husserl memakai istilah fenomenologi untuk menunjukkan metode berpikir tepat yang khusus. Ia menfokuskan atau mengkonsentrasikan analisis fenomenologinya tentang intesitas yaitu semua bentuk kesadaran dan pengalaman langsung. Seperti pengalaman religious, moral, estetis, konseptual, dan inderawi. Menurut Husserl, agar ada kepastian akan kebenaran, kita harus mencarinya dalam Erlebbnisse yaitu pengalaman yang dengan sadar. Mengenai pencarian Fenomena yang murni, ada tiga tahap dalam metode fenomenologis.1. Reduksi Fenomenologi (Penyaringan)

Yaitu penyaringan setiap keputusan yang secara riel muncul terhadap obyek yang diamati. Demikian pada obyek perlu disaring dari segala pengetahuan yang pernah diteliti dan diperoleh dari sumber lain, baik itu merupakan teori atau hipotesis yang pernah ada.2. Refuksi EidetisEidos adalah intisari atau pokok sejati. Intisari ini tidak dapat dipahami sebagai sesuatu hal yang tersembunyi dibalik alam faktual. Dalam fenomenologi tidak ada sesuatupun yang tersembunyi atau tertutup salah satu yang lain. Segalanya terbuka dan menampakkan diri.3. Reduksi Transendental

Pada reduksi transendental kemurnian fenomenologi harus diimbangi dengan situasi subjek yang hakiki yang terbebas dari pengalaman empiris. (Sudarto, 1996)D. Konsep Fenomenologi dalam Kaitan Keilmuan

Ilmu pengetahuan merupakan upaya khusus manusia untuk menyingkap realitas yang ada di alam ini untuk dapat berkomunikasi satu sama lain. Riset mempunyai peranan yang