2.1. Pengelolaan Sumberdaya A'am · antara manusia dengan Tuhannya, ... Klasifikasi bahan galian di...
Embed Size (px)
Transcript of 2.1. Pengelolaan Sumberdaya A'am · antara manusia dengan Tuhannya, ... Klasifikasi bahan galian di...
II. nNJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengelolaan Sumberdaya A'am
Keg iata n pembangunan pada umumnya adalah menyangkut
pendayagunaan sumberdaya alam, karena dan sumberdaya alamlah segala
kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Mantaat sumberdaya alam ini bagi manusia
dapat bersifat langsung ataupun tidak langsung.
Pengertian sumberdaya alam adalah komponen lingkungan alami baik fisik
maupun hayati yang diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya
dan meningkatkan kesejahteraannya (Soerianegara, 1977). Selanjutnya
dikatakan oleh Soeparmoko (1997) bahwa sumberdaya alam perlu
diklasifikasikan karena dengan penggolongan akan lebih mempermudah dalam
merencanakan bagaimana memanfaatkannya dan bagaimana mengelolanya
agar volume sumber daya alam tersebut tidak cepat habis dan lingkungannya
tetap \estan, namun memberikan mantaat sosial yang optimal.
Berdasarkan kemampuannya memperbaharui din, maka sumberdaya alam
digolongkan menjadi : 1}. Sumberdaya alam dapat pulih seperti hutan dan
perikanan, 2). Sumberdaya alam tidak dapat pulih seperti mineral dan gas bumi.
Hal ini karena sumberdaya alam tersebut tidak akan pernah ada lagi setelah
diambil. sehingga diharapkan pengelolaannya secara bertanggung jawab (Mayer
2001).
Arah pembangunan jangka panjang yang digariskan dalam GBHN 1998
menyatakan bahwa bangsa Indonesia menghendaki keselarasan hubungan
antara manusia dengan Tuhannya, diantara sesama manusia serta manusia
dengan lingkungan alam sekitamya. Dengan demikian, maka keserasian antars
kegiatan manusia dengan ekosistem yang mendukungnya merupakan
pengarahan pembangunan jangka panjang yang harus diikuti .
Pemerintah menetapkan kebijaksanaan nasional tentang pengelolaan
lingkungan hidup dan penataan ruang dengan tetap memperhatikan nUai-nilai
agama, adat istiadat dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat (UU No. 23
Tahun 1997 pasal 9). Sumberdaya alam yang ada sekarang ini sebenamya
merupakan titipan untuk generasi yang akan datang, yang sementara dikuasakan
pada generasi sekarang int Hal ini menyebabkan penanganan yang dilakukan
sekarang ini haruslah benar-benar bertanggung jawab (Budianta, 1998).
8
Secara umum pengelolaan sumberdaya atam dapat didefenisikan sebagai
usaha manusia dalam mengubah ekosistem sumberdaya alam agar manusia
memperoleh manfaatnya semaksimal mungkin dengan mengusahakan
kontinuitasnya (Soerianegara, 1977). Tujuan pengekllaan sumberdaya alam
menuM Husein (1994) adalah sebagai berikut: 1}. Tercapainya keselarasan
hubungan antara manusia dengan lingkungannya, 2). Terkendalinya
pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana, 3). Terwujudnya manusia
Indonesia sebagai pembina lingkungan, 4). Teriaksananya pembangunan
berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi
yang akan datang.
2.2. Pembangunan Pertambangan
Falsafah pembangunan pertambangan pada PJP " adalah untuk
mendukung terciptanya perekonomian nasional yang mandiri dan handal melalui
pendayagunaan sumberdaya alam mineral dan energi secara hemat dan optimal
serta befWawasan lingkungan. Secara umum sasaran sektor pertambangan
selama PJP II adalah:
1. Peningkatan produksi dan diversifikasi.
2. Memenuhi kebutuhan bahan baku industri dan energi primer.
3. Terciptanya sistem penambangan yang efisien, produktif dan disertai
penguasaan teknologi.
4. Peningkatan kualitas sumberdaya dan manfaat usaha pertambangan.
5. Peningkatan peran serta masyarakat terutarna melalui wadah koperasi.
6. Meluaskan pembangunan pertambangan melalui daerah khususnya kawasan
timur Indonesia.
7. Tersedianya petayanan infolTTlasi geologi dan sumberdaya mineral.
Klasifikasi bahan galian di Indonesia berdasarkan pad a Undang-undang
Pokok Pertambangan Nomor 11 tahun 1967 dan Peraturan Pemerintah Nomor
27 Tahun 1980 adalah sebagai berikut:
1. Bahan galian strategis disebut pula sebagai bahan galian 90longan A yang
terdiri dan: minyak bumi, bitumen cair, lilin beku, gas alam, bitumen padat,
aspal, antrasit, batubara, batubara muda, uranium, radium, thorium, bahan
galian radioaktif lainnya, nikel, kobalt, dan timah.
2. Bahan galian vital disebut pula sebagai bahan galian golongan B yang
terdiri dari : besi, mangan, molibdenum, krom, wolfram, vanadium, titan,
9
bauksit, tembaga, timbal, seng, emas, pfatina, perak, air raksa, arsen,
antimon, bismuth, serium, kristal kuarsa, kriolit, barit, jodium. brom. khlor dan
belerang.
3. Bahan galian non-strategis dan non-vital disebut pula bahan galian
goklngan C yang terdiri dali : nHm. nitrat, fosfat, garam batu (halit), asbes,
talk, mika, graflt, magnesit, garosit, tawas, oker. batu permata, pasir kuarsa,
kaolin, gipsum, bentonH, tanah serap. batu apung, marmer, batu tulis, batu
kapur, dolomit, kalsit, gran it, andesit. tanah liat dan pasir.
DaJam Undang-undang Pokok Pertambangan Nomor 11 Tahun 1967
dikatakan yang dimaksudkan dengan usaha pertambangan adalah semua usaha
yang dilakukan oleh seseorang atau bad an hukum atau badan usaha unluk
mengambil bahan galian dengan tujuan untuk dimanfaatkan Jebih lanjut bagi
kepentingan manusia. Usaha pertambangan dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Usaha pertambangan penyelidikan umum, merupakan penyelidikan
geologi ataupun geofisika secara umum baik di daratan, perairan ataupun
dari udara dengan maksud untuk membuat peta geologi umum dalam usaha
untuk menetapkan tanda-tanda adanya bahan galian.
2. Usaha pertambangan eksplorasi, adalah segala usaha penyelidikan
geologi pertambangan untuk menetapkan lebih teliti atau lebih seksama
adanya sifat dan letak bahan galian.
3. Usaha pertambangan eksploitaai, adalah usaha pertambangan dengan
maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya.
4. Usaha pertambangan pengolahan dan pemumian, adalah pengerjaan
untuk mempertinggi mutu bahan galian serta untuk memanfaatkannya dan
memperoleh unsur-unsur yang terdapat dalam bah an galian tersebut.
5. Usaha pertambangan pengangkutan, adalah segala usaha pemindahan
bahan galian dali daerah eksplorasi, eksploitasi atau dan tempat pengolahan
atau pemumian ke tempat lain.
6. Usaha pertambangan penjualan, adalah segala usaha penjualan dan hasil
pengelolaan ataupun pemumian bahan galian.
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1980 ditetapkan bahwa
pengusahaan pertambangan bahan galian 9010ngan strategis (A) dan bahan
galian vital (8) diatur dalam Kuasa Pertambangan (KP) yang diatur oleh
Departemen Pertambangan dan Energi. sedangkan untuk bahan galian golongan
10
non-strategis dan non-vital (golongan C) diatur dalam bentuk Surat Ijin
Pertambangan Daerah (SPID) dan diatur oleh Gubemur Kepala Daerah.
2.3. Pertambangan Rakyat
Penambangan yang dikelola oleh rakyat pada umumnya adalah
pertambangan yang dilakukan dengan tidak mendapatkan izin dan pemenntah,
sehingga disebut oleh pemerintah dengan nama" Pertambangan Emas Tanpa
Izin " atau PETI.
Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) adalah usaha pertambangan yang
dilakukan oleh perseorangan, sekelompok orang atau perusahaan atau yayasan
berbadan hukum yang didalam operasinya tidak memiliki izin dan instansi
pemenntah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. PETI diawali oleh
keberadaan para penambang tradisional, yang kemudian berkembang karena
adanya faldor kemiskinan, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan kesempatan
usaha, keterlibatan pihak lain yang bertindak sebagai cukong atau backing,
ketidak harmonisan antara perusahaan dengan masyarakat setempat, serta
knsis ekonomi berkepanjangan yang diikuti oleh penafsiran keliru tentang
reformasi. Oi sisi lain kelemahan dalam penegakan hukum dan perundang-
undangan yang menganak tirikan pertambangan oleh rakyat, juga ikut
mendorong maraknya PETI (Anonim, 2000).
Apabila dilihat dari karalderistik PETI, maka dapat dikelompokan menjadi :
A. Ditinjau dari pelaku usaha, terdiri atas :
1. Masyarakat setempat
2. Masyarakat pendatang
3. Cukong dan oknum aparat sebagai backing
B. Ditinjau dari teknologi pengolahan terdiri atas:
1. Peralatan sederhana atau tradisional
2. Peralatan semi mekanis atau kombinasi antara peralatan sederhana
dengan peralatan mekanis
3. Peralstan mekanis.
C. Ditinjau dari status lahan, terdiri dari:
1. Lahan milik sendili
2. Lahan milik Negara seperti hutan lindung dan eagar alam
3. Wilayah konsesi perusahaan: Kuasa Pertambangan dan Kontrak Karya.
11
O. Oitinjau dan komoditi atau bahan galian. terdiri atas :
1. Batu bara (goloogan A)
2. Emas dan intan (golongan B)
3. Golongan A dan B lainnya serta hampir seluruh bahan gal ian golongan C
(Anonim.2oo0).
2.4. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Menurut Suratmo (1995) , analisis mengenai dampak lingkungan adalah
suatu hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan. Hal ini
dijelaskan oleh Soemarwoto (1997) bahwa anaHsis mengenai dampak
lingkungan dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif
terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu
aktivitas pembangunan (proyek) yang sedang direncanakan.
Oampak adalah suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat dan adanya
suatu aktivitas manusia. dapat bersifat posrtif maupun negatif. Pada umumnya
dampak suatu kegiatan pembangunan (proyek) selalu menjadi masalah karena
perubahan yang disebabkan oleh adanya suatu aktivitas pembangunan (proyek)
selalu \ebih besar daripada yang menjadi sasaran untuk proyek itu (Soemarwoto,
1997).
Suratmo (1995) mengatakan bahwa untuk menetapkan adanya suatu
dampak diperlukan 3 tahapan sebagai benkut: 1}. Tahap 1 melakukan identifikasi
dampak yang terjadi pada komponen-komponen lingkungan, 2). Tahap II
pengukuran atau penghitungan dampak yang akan te~adi pada komponen-
komponen lingkungan tersebut. 3). Tahap III penggabungan beberapa komponen
lingkungan yang sangat berkaitan kemudian dianalisis dan digunakan untuk
menetapkan refleksi dari dampak komponen-komponen sebagai indikator yang
menjadi gambaran perubahan lingkungan atau dampak lingkungan.
Oampak dan suatu kegiatan pembangunan atau proyek menurut Suratmo
(1995), pada umumnya mempunyai pengaruh baik langsung maupun tidak
langsung kepada 3 komponen penting yaitu : 1). Biofisik kimia, 2). Sosial budaya
masyarakat dan 3). Sosial ekonomi masyarakat di daerah proyek tersebut.
Penambangan terbuka menurut Robertson (1996), dampak penting dan
suatu kegiatan penambangan terbuka yang harus diperhatikan adalah aliran air
asam tambang, kolam limbah dan rembesan legam berat ke dalam ali ran air
tanah.
12
2.5. Pencemaran Lingkungan
Pengertian lingkungan berdasarkan pada UU No.23 Tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda.
daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dengan perilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya. Dikatakan oleh Ismoyo (1995) bahwa lingkungan adalah
semua faktor luar, fisik dan biologis yang secara langsung berpengaruh
terhadap ketahanan hidup. pertumbuhan. perl
13
daratan me njad i tercemar. Pencemaran dengan faldor internal ini tidak
terlalu menjadi beban pemikiran karen a dianggap sebagai musibah atau
bencana alam.
2. Faktor ekstemal merupakan pencemaran daratan karena ulah dan aktivitas
manusia. Pencemaran daratan karena faldor eksternal ini merupakan
masalah yang harus mendapatkan banyak perhatian karena dapat dikurangi
oleh manusia sebagai penyebabnya.
Pencemaran air pada umumnya diartikan sebagai masuknya bahan
pencemar ke dalam perairan sebagai akibat dan kegiatan alemiah maupun
aktivitas manusia yang menyebabkan terganggunya kehklupan btota,
membahayakan kesehatan manusia dan mengurangi adanya aktivitas perairan,
sehingga menurunkan kualitas perairan baik untuk budidaya ataupun berekreasi
(Mahidah, 1992 dan Mat,1994).
Menurut F ardiaz (1995) berdasarkan perbedaan sifat-sifatnya pencernaran
air dapat digolongkan atas 9 kelompok :
1. Bahan padatan.
2. Bahan buangan yang membutuhkan oksigen.
3. Mikroorganisme.
4. Komponen organik sintetik.
5. Hara tanaman.
6. Minyak.
7. Senyawa anorganik dan mineral.
8. Bahan radioaktif.
9. Panas.
Dikatakan oleh Eiswerth (1990) untuk mengetahui apakah air tercemar
atau tidak diperlukan pengujian untuk menentukan sifat-sifatnya, sehingga dapat
diketahui apakah terjadi penyimpangan dari batasan pencemaran air atau baku
mutu air. Sifat-sifat air yang umum diuji dan dapat digunakan untuk menentukan
tingkat pencemaran air adalah :
1. Nilai pH, keasaman dan alkalinitas.
2. Suhu.
3. Warna, bau dan rasa.
4. Jumlah padatan.
5. Nilai BOD dan COO.
6. Pencemaran mikroorganisme patogen.
7. Kandungan minyak.
14
8. Kandungan Jogam berat.
9. Kandungan bahan radioaktif.
Jenis kegiatan manusia yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran
perairan, o\eh Brotowidjojo (1995) digolongkan sebagai berikut
1. Pencemaran karena limbah industri (industrial pollution).
2. Pencemaran karena sampah (sewage pollution).
3. Pencemaran karena sedimentasi (sedimentation pollution).
4. Pencemaran karena kegiatan pertanian (agriculture pollution)
Berdasarkan pada penguraiannya, maka bah an pencemar dapat
digokmgkan kedalam 2 9010ngan :
1. Bahan pencemar yang mudah terurai atau biodegradable pollutant, misalnya
sampah organik.
2. Bahan pencemar yang sukar terurai atau non-biodegradable pollutant,
misalnya senyawa logam berat, DDT dan lain-lain.
Bahan pencemar yang sangat membahayakan adalah bahan pencemar yang
sulit terurai atau non-biodegradable terutama untuk jenis-jenis Iogam berat yang
mempunyai daya racun yang tinggi terhadap makhluk hidup. Oleh Palar (1994)
digolongkan daya racun dari Jogam adalah sebagai berikut:
1. Ion kelas B merupakan ion-ion logam yang mempunyai daya racun besar (ion
logam yang sangat beracun) karena: (a). Paling efektif untuk berikatan
dengan gugus sulfihidril (-SH) seperti slstein dengan struktur molekul yang
memiliki gugus nitrogen (N) seperti terdapat dalam lis in atau histidin. Gusus
sulfur dan nitrogen merupakan gugus aktif dari enzim-enzim tersebut. (b).
Dapat menggantikan posisi dari ion-ion logam kelas antara seperti ion seng
(Zn2.) dari enzim logam (methalloenzim). (c). Bersama dengan ion-ion logam
kelas antara, maka ion-ion logam kelas B akan dapat membentuk ion-ion
logam yang dapat larut dalam lemak (lipid soluble). Ion-ion logam yang dapat
larut dalam lemak ini akan mampu melakukan penetrasi pada membran sel,
sehingga akan menumpuk dalam sel dan organ-organ lainnya yang akan
membahayakan. Contohnya adalah ion-ion logam Hg, Pb dan Sn. (d).
Beberapa ion logam dari logam kelas B dalam methalloprotein menunjukkan
kemampuan oksidasi reduksi (redoks) seperti Cu2+ -+ Cu, ion logam
tembaga (Cu') 1ni akan mengubah kesatuan fungsional dari protein terkait.
2. Ion-ion Iogam kelas antara adalah merupakan ion Iogam dengan daya racun
yang ada lebih besar disebabkan oleh kemampuan dari ion-ion Iogam yang
sudah ada secara alamiah pada molekulnya. Salah satu contoh dan
15
kelompok ion logam kelas antara ini ialah logam nikel (Ni2+). Ion tersebut
dapat menggeser gugus Zn2+ yang merupakan faktor aktif pada enzim
karbonat gulihidrase.
3. Ion-ion logam kelas A yang dapat dikatakan sebagai ion logam dengan daya
racun rendah. Daya racunnya cenderung disebabkan oIeh kemampuannya
dalam menggantikan posisi ion lain. Sebagai contoh adalah ion Iogam Be2
akan dapat digantikan oleh ion logam Mg2+. Ion logam Mg2+ karena
menggantikan ion Iogam Be2 akan menjadi beracun karena menghalangi
kerja enzim yang ditempelinya atau yang ber1
16
pertanian. Lebih dari 80% kegiatan industri memakai meri
Oi dalam bidang kelautan, bahan merkuri juga banyak dipakai sebagai anti
fouling yang digunakan sebagai bahan pencegah penempelan hewan-hewan laut
pada dinding kapal (Keckes dan Meffinen, 1972).
Pada daftar periodik merkuri yang memiliki simbol Hg terletak pada
9010ngan liB dengan nomor atomnya 80, bobot atomnya adalah 200,59 dengan
jari-jari atom adalah 1,48 AO. Pada suhu kamar (2SO C) merkuri adalah satu-
satunya Iogam yang berada dalam keadaan cair dan mudah sekali menguap.
Titik bekunya adalah -38,8't'C dan titik didihnya adalah 356,saoC.
Warna dari merkuri sangat ditentukan oleh fasenya. Pada fase cair akan
berwama putih dan pada fase padat akan belWarna abu-abu dengan densitas
yang tertinggi daripada semua benda cair yaitu 13, 546 glcm3
Merkuri tidak dapat bereaksi dengan air, uap alkalis atau asam-asam yang
bukan oksidator kuat kecuali Fe dan Pt, tetapi merkuri dapat bereaksi dengan
cepat dengan gas-gas seperti e12, Br2 dan N02. Merkuri juga dapat membentuk
amalgam sebagai hasil reaksi dengan logam-Iogam lainnya. Oi samping itu
merkuri juga sangat mudah larut di dalam larutan HN~ dan sukar larut di dalam
pelarut-pelarut umum seperti air dan aseton.
2.6.2. Merkuri Oi Alam
Unsur logam ditemukan secara luas di seluruh permukaan bumi, mulai dan
tanah dan batuan, badan air sampai pada atmosfir, di mana pada umumnya
Iogam-Iogam itu ditemukan dalam bentuk unsur. Pada batuan, merkuri ditemukan
sebagai bagian dan mineral seperti sinabar (HgS). Oi perairan, logam umumnya
ditemukan berada dalam bentuk ion maupun dalam bentuk senyawa yang
kompleks, jarang ditemukan dalam bentuk unsur bebas di dalam atmosfir bumi
inj kecuali logam met1
18
Secara alami merkuri banyak terdapat di alam namun distribusinya tidak
merata seperti di dalam air tanah kadamya akan ber1tisar antara 0.01-0.07 ppb,
di dalam air laut antara 0.1-0.2 ppb dan di dalam batuan vulkanik merkuri akan
berkisar antara 10-100 ppb. Secara alami distribusi merkuri ditemukan seperti
ter1ihat pada Tabel 2.
Tabel2. Kandungan merkuri pada berbagai bahan secara alami.
No Media Konsentrasi
1. IlJr 0.01-60.0 ppb
2. Batu - batuan 0.00 -10.0 ppm
3. Udara 0.005 -1.0 ug 1m 3
4. Makanan 0.01 -1.5 ppm
5. Urin manusia 1.0 - 25.0 ppb
6. Darah manusia 1.0 - 50.0 ppb
7. Rambut manusia 1.0-5.0 ppm
8. Batu - batuan vulkanis 10.0 -100 ppb
9. Tanah 30.0 - 500 ppb
10. Ikan air tawar 0.03 - 0.1 ppb
11. Ikan air laut ... 0.1 - 0.2 ppb
12. Air laut 0.1 -1.2 ppb
13. Air tawar 0.08 -0.12 ppb
14. IlJrtanah 0.01 - 0.07 ppb
15. Tumbuh - tumbuhan 0.001 - 0.3 ppm
16. Oaging 0.001 - 0.05 ppm
Keterangan : .. ) Kecuali ikan air laut yang berukuran besar seperti tuna, cucut,
kadar Hg sering ditemukan 0.2 - 1.5 ppm.
Jumlah merkuri yang dijumpai pada seluruh perairan di bumi ini
diperkirakan sebanyak 68 juta ton dan waktu tinggalnya 42.000 tahun (Keekes
dan Miettinen , 1972). Merkuri di perairan umumnya terikat dengan cr dan dapat membentuk senyawa : (HgC4)2 ,(HgCI3) dan (HgCbBr)' . Apabila merkuri di
perairan air tawar senyawa Hg sangat tergantung pada pH air, pada pH 6
senyawa Hg yang terbentuk adalah HgCI, pada kondisi pH ~bih keeil dan 6 yang
19
akan terbentuk adalah HgClt, sedangkan pada kondisi pH tebih besar dan 6
maka yang akan terbentuk adalah senyawa Hg(OH)z (Keckes dan Miettinen,
1972).
Merril (1978) memperi(irakan sejak tahun 1930-1970 jumlah merXuri yang
di impor oleh Amerika Serikat sebesar 990 ton setiap tahun ,dan sekiar 455 ton
akan dilepas ke perairan laut. Untuk total merXuri yang digunakan di seluruh
dunia adalah 20.000 Secara alamiah merXuri yang terdapat di alam sangat kecil,
seperti diperlihatkan pada Tabel 2. Peningkatan konsentrasi merXuri di alam
selanjutnya akan terjadi apabila ada kegiatan-kegiatan manusia yang
menghasilkan limbah yang mengandung merXuri. Kegiatan manusia yang diduga
dapat menghasilkan limbah merkuri adalah perindustrian, pertambangan dan
pertanian.
Bahan pencemar seperti merkuri apabila masuk ke lingkungan akan
mengalami dispersi (penyebaran) secara fisis ke dalam udara, air tanah dan
sediment. Pada waktu yang sarna bahan-bahan tersebut juga dapat mengaiami
modifikasi kimia dan terdegradasi atau mengalami perubahan bentuk dalam
lingkungan sehingga dapat terjadi pengambilan atau penyerapan hasil degradasi
tersebut. Masuknya zat pen-cemar merXuri ke lingkungan akan mengalami
tahapan-tahapan yang dijabarican oleh Environmental Protection Agency adalah
seperti tertera pada Gambar 2.
Polar (1994) mengatakan bahwa mef1
20
2.6.3. Merkuri Oi Organisme Hidup
Adanya kemampuan akumutas; dari organisme terhadap logam berat atau
yang disebut bio akumulasi di dalam tubuhnya menyebabkan konsentrasi log am
berat akan Iebih tinggi. Hal in; bisa kits jumpai pada organisme hidup dengan
konsentrasi lebih tinggi dibandingkan dengan yang terdapat di alam.
Pengikatan merKuri dalam bentuk meti! meri\:uri oleh gugus sulfuhidril
protein tubuh yang sering disebut sebagai metalloprotein dapat menyebabkan
aglutinasi menghambat aktivitas enzim, bersifat anti metaloid tertladap unsur Zn,
sehingga dapat menyebabkan kerusakan sistem lapisan merKuri pada insang
(coagulation fifaroxia) dan dapat mengganggu sistem pemapasan dan sirKulasi
darah Iewat insang. Pada kadar yang cukup ting9i dapat menyebabkan kematian
pada organisme (Katz, 1973).
Merkuri dapat masuk ke dalam tubuh organisme hk:lup rnelalui beberapa
cara:
1. Melalu; ranta; makanan.
2. Melalui difusi pennukaan kulit.
3. Melalui pemapasan ( insang untuk hewan air).
Dari ketiga cara ini yang paling besar kemungkinan masuknya merkuri ke
dalam tubuh adalah melalui ranta; makanan (Kiney, 1981). Dalam proses ini bagi
hewan air, maka frtoplanton akan memegang peranan yang sangat penting dan
vital. Fitoplanton akan menyerap merKuri organik pada waktu ber1angsungnya
proses fotosintesis, kemudian dalam rantai makanan akan dimakan oleh
zooplankton dan selanjutnya zooplankton akan dimakan oleh ikan-ikan keci!. Hal
ini akan berlangsung terus dalam rantai makanan sampai pada struktur yang
tertinggi. Dengan terjadinya pemangsaan ini organisme pemangsa akan turut
terKontaminasi merKuri. Mer1c;uri yang masuk melalui difusi pennukaan kulit dapat
dimungkinkan oleh adanya lemak yang terdapat dalam kulit. Merkuri akan mudah
berdifusi melalui membran kulit. kemudian masuk ke dalam sistem jaringan
tubuh. Insang merupakan alat pernapasan pada ikan merkuri akan masuk ke
dalam tubuh melalui pertukaran gas dalam proses respirasi (Connel, 1997).
Dikatakan oleh Stoker dan Seager (1976) tingkat toksisitas dari raksa
ditentukan oleh:
1. Bentuk senyawa. senyawa dalam bentuk merKuri organik akan Jebih
toksik daripada senyawa mel1
21
2. Efek sinergis, yaitu efek yang dapat menurunkan atau menaikkan tingkat
toksisitas raksa seperti Cu yang dapat meningkatkan daya racun Hg dan
Mn, Fe dapat mengurangi daya racun mertun.
3. Kualitas air, seperti pH. DO,suhu, salinitas yang menurun akan
meningkatkan daya racun merturi.
4. Jenis kelamin dan Usia, organisme yang lebih muda akan lebih cepat
tertena akibat keracunan merturi danpada yang lebih tua.
5. Makanan, semakin tinggi kandungan me~uri dalam makanan akan
semakin tinggi juga kandungan racunnnya.
6. Aktivitas organisme, makin tinggi aktivitas organisme akan semakin
kurang peka terhadap racun merkun.
Metil merkuri adalah senyawa merkuri yang paling berbahaya karena
mempunyai efek terhadap sistem syaraf terutama pada pertembangan janin dan
anak keeil, karen a metil merkuri dapat menerobos dinding plasenta yang
mengakibatkan anak yang akan dilahirkan dalam keadaan cacat. Kasus
keracunan yang ringan akan menunjukkan gejala-gejala seperti cepat lelah, mata
kabur dan kesemutan. Gejala-gejala ini akan tampak setelah periode laten
beberapa minggu sampai beberapa bulan (Kusnoputranto, 1996).
WHO menetapkan batas aman untuk konsumsi ikan ~dalah 0.5
ppm.Batas pemasukan merturi kedalam tubuh berdasarkan pada PTWI
(Provisional Tolerable Weekly Intake) adalah sebanyak 300 \.Ig untuk merkuri
total dan 200 \.19 untuk metil merkuri setiap minggunya untuk setiap 70 kg bobot
badan.
Apabila didasarkan pada petunjuk ADI (Acceptable Daily Intake) untuk
mefindungi konsumen dan keracunan merkuri, ditetapkan batas aman adalah
sebanyak 30 I-Ig untuk setiap hari. Masuknya merkuri (Hg) ke dalam tubuh
manusia dapat melaui air minum dan bahan makanan seperti yang digambarkan
oleh Setiadi dan Soeprianto (1992) yang ter1ihat pada Gambar 3.
22
Indusb1 I Batuan I +
Buengan + I Sungai J laut Logam Berat
Fttoplankton Air Minum I lrigasl I Tambak Ikan Dan Zooplankton
~
I Pertanian I llean Ikan dan Bentos t
Manusia
Gambar 3. Masuknya logam berat ke dalam tubuh man usia (Setiadi dan Suprianto, 1992)