§„¥®„§µ (Tafsir Surat Al-Ikhlas)

download §„¥®„§µ (Tafsir Surat Al-Ikhlas)

of 27

  • date post

    25-May-2015
  • Category

    Documents

  • view

    5.847
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of §„¥®„§µ (Tafsir Surat Al-Ikhlas)

  • 1. TERJEMAHAN AYAT AL-IKHLAS (MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH) Dengan Menyebut Nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang 1. Katakanlah (wahai Muhammad): Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.2. Allah tempat meminta segala sesuatu. 3. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. 4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

2. Kata al-ikhlas berasal dari kata khalasha atau akhlasha ( ) yang berarti bersih, jernih, murni, selamat, bebas, jujur, tulus, dan tidak bercampur dengan sesuatu yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa kata al-ikhlas mengacu pada makna kesempurnaan sifat-sifat Allah, dan sifatsifat Allah terlepas dari segala kekurangan dan kecatatan. 3. KosakataSatu, tidak banyak. Zat-Nya satu. Allah tidak terdiri dari unsur-unsur kebendaan yang beraneka ragam, dan bukan pula terdiri dari bahan pokok lainnya. Seperti pula kata (waahid) yang berarti satu, dan yang pertama, tetapi dapat ditambah dengan keragamannya sebagaimana dalam firman-Nya QS Al-Baqarah 163: Tuhan-mu adalah Tuhan Yang Waahid, tiada tuhan selain Dia, Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Maka waahid yang dimaksud diatas menunjukkan keesaan zat-Nya disertai dengan keragaman sifat-sifat-Nya. 4. Kosakata Yang selalu menjadi tempat bergantung ketika dalam keadaan yang penting (tempat meminta). Seperti yang dikatakan seorang penyair:Orang yang tertimpa musibah itu, secara dini telah menemui orang yang paling baik di kalangan Bani Asad, yaitu Amr bin Masud, seorang pemimpin dan tempat dimintai pertolongan.Adapun yang mengartikan kata ash-shamad yaitu yang dimaksud ataupun yang disengaja dan dituju untuk meminta hajat. Bukan kepada kubur-kubur, batu-batu, jin-jin, atau malaikat-malaikat sekalipun. Adapula yang mengartikan bahwa ash-shamad bermakna tumpuan harapan, yaitu satu-satunya Yang Diharapkan dan Yang Dituju oleh semua makhluk guna memenuhi segala kebutuhan, permintaan mereka, serta bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 5. KosakataSebagian ulama yang memahami kata ini dalam arti istri, menurut mereka serupa dengan firman-Nya QS Al-Jin, 3:Dan bahwasanya Mahatinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak. Akan tetapi pada dasarnya adalah (kufu) yang berarti yang menyamaiNya, dalam hal kemampuan dan kekuasaan-Nya. 6. SEBAB TURUNNYA AYAT ()Abusy Syaikh meriwayatkan dalam kitab al-Azhamah dari Aban dari Anas yang berkata, Suatu ketika orang-orang Yahudi Khaibar datang kepada Rasulullah dan berkata, Wahai Abal Qasim, Allah telah menciptakan para malaikat dari cahaya tirai-Nya, Adam dari tanah liat yang diberi bentuk, Iblis dari kobaran api, langit dari awan, dan bumi dari buih air. Oleh karena itu, beritahukanlah kepada kami bagaimana hakikat Tuhanmu itu? Rasulullah belum menjawab pertanyaan tersebut hingga Jibril datang dengan membawa surat ini. 7. Ad-Dahaq meriwayatkan bahwa kaum musyrik pernah mengutus Amir bin Tufail menghadap Rasulullah. Amir mengatakan kepada Nabi atas nama mereka, Engkau telah memecahkan tongkat (persatuan) kami, dan engkau telah mencaci tuhan-tuhan kami. Engkau juga telah menentang agama nenek moyangmu sendiri. Jika engkau merasa miskin, maka kami akan jadikan engkau seorang yang kaya raya. Dan jika engkau gila, maka kami akan mengobatimu. Dan jika engaku mencintai seorang wanita, maka kami akan nikahkan dengannya. Kemudian Nabi menjawab, Aku tidak miskin, tidak gila, dan tidak mencintai wanita. Aku adalah Rasulullah. Aku mengajak kalian dari penyembahan berhala kepada menyembah Allah. Lalu mereka mengutus Amir sekali lagi dan berpesan kepadanya, Katakanlah kepada Muhammad: jelaskanlah Tuhan yang disembahnya! Apakah terbuat dari emas atau perak? kemudian Allah menurunkan surat ini. 8. PEMBAHASAN AYAT Katakanlah (hai Muhammad) kepada orang yang bertanya kepadamu mengenai sifat Tuhan, Allah itu Esa. Maha Suci dari bilangan dan susunan. Sebab, jika Zat itu terbilang, maka berarti Tuhan membutuhkan semua bentuk kumpulan tersebut, sedang Allah tidak membutuhkan sesuatu apa pun. Adapun di dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini bermakna Dia-lah Tuhan Yang Pertama dan Yang Esa, tidak ada yang sebanding dengan-Nya, dan tidak ada yang menyerupai dengan-Nya. 9. PEMBAHASAN AYATAllah-lah yang menjadi tempat bergantung semua hambaNya, dan mereka juga menghadapkan dirinya kepada-Nya untuk meminta agar permintaan mereka itu dikabulkan tanpa perantara atau koneksi. Dengan demikian, tampak salahlah akidah kaum musyrik Arab yang mengharuskan adanya perantara atau koneksi ketika meminta kepada Tuhan. Juga tampak salah akidah agama-agama lain yang mempunyai kedudukan khusus di sisi Tuhan, yaitu mereka diangkat khusus untuk menjadi perantara antara dengan Tuhan dalam memenuhi kehendak mereka. Karenanya, mereka minta kepada para perantara baik masih hidup ataupun sudah mati- dengan khusyuk dan merendahkan diri. Mereka berziarah ke kubur-kubur para perantara itu, seperti khusyuk-nya mereka menghadap Tuhan, bahkan lebih takut dibanding takutnya kepada Tuhan. 10. PEMBAHASAN AYAT Ayat ini merupakan jawaban terhadap kaum musyrik Arab yang mempunyai dugaan bahwa malaikat itu adalah anak perempuan Allah. Juga merupakan bantahan untuk orang-orang Nasrani yang mengatakan bahwa Isa al-Masih itu anak Allah. Hal ini pula berdasarkan pada QS As-Saffat, 37: 149-152: Tanyakanlah (hai Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Makah), Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki mereka, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan, Allah beranak. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. 11. PEMBAHASAN AYATTidak diperanakkan. Sebab, jika Allah itu diperanakkan, berarti sama dengan selain Allah. Berarti Allah itu tadinya tidak ada menjadi ada. Maha Suci Allah dari semua hal tersebut. Ayat ini pula merupakan jawaban atas keyakinan kaum Nasrani yang mengatakan bahwa Isa al-Masih adalah anak Allah. Juga merupakan bantahan terhadap keyakinan kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allah. 12. PEMBAHASAN AYATTidak ada yang menyamai Allah. Ayat ini merupakan jawaban terhadap keyakinan orang-orang yang beranggapan bahwa Allah itu ada yang menyamai-Nya dalam seluruh perbuatan-Nya. Keyakinan seperti ini juga dianut oleh kaum musyrik Arab yang mengatakan bahwa para malaikat itu adalah sekutu Allah. 13. PEMBAHASAN AYAT 14. PEMBAHASAN AYAT TAFSIR AL-MISBAH 1.2.3.4.Allah Maha Esa atas zat-Nya,keesaan sifat-sifat-Nya, keesaan perbuatan-Nya, dan keesaan dalam beribadah kepada-Nya Allah adalah tumpuan harapan yang dituju semua makhluk guna memenuhi segala kebutuhan, permintaan mereka, serta bergantung kepada-Nya segala sesuatu kepercayaan kalian keliru, Allah tidak pernah beranak atau diperanakkan menafikan segala macam kepercayaan yang dianut orang musyrik, Yahudi, Nasrani, dan Majusi atau semntara filosofi, baik anak tersebut berbentuk manusia atauoun bukan. Tidak ada satu pun, baik dalam imajinasi apalagi dalam kenyataan, yang setara dengan-Nya dan juga tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya 15. Keutamaan Surat Al-Ikhlas 1. Sebanding dengan tsulutsul Quran ()Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Said Al-Khudri bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang membaca dengan berulangulang qul huwallahu ahad. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah dan menceritakan kejadian tersebut dengan nada seakan-akan merendahkan surat al-Ikhlas. Kemudian Rasulullah bersabda: Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga al-Quran. 16. 2. Membaca al-Ikhlas 10x dalam sehari menyebabkan Allah membangun rumah di surga. Hal ini sebagaimana yang terdapat di dalam hadits: Barangsiapa membaca surat al-Ikhlas hingga selesai 10x maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di surga. 17. 3. Membaca surat al-Ikhlas sebab mendapatkan kecintaan Allah. Dari Aisyah bahwa Rasulullah mengutus seorang lelaki dalam suatu sariyyah (pasukan khusus yang ditugaskan untuk operasi tertentu). Laki-laki tersebut ketika menjadi imam shalat bagi para sahabat selalu mengakhiri bacaan suratnya dengan Qul Huwallahu Ahad. Ketika mereka pulang, disampaikan berita tersebut kepada Rasulullah, maka beliau bersabda: Tanyakanlah kepadanya kenapa ia melakukan hal itu? lalu mereka pun menanyakan kepadanya. Ia menjawab, Karena di dalamnya terdapat sifat ar-Rahman, dan aku senang untuk selalu membacanya. Mendengar hal tersebut Rasulullah bersabda: Beritahukan kepadanya bahwa Allah Taala juga mencintainya. 18. Waktu yang dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas 1. Waktu pagi dan sore hari Dari Muadz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata: pada malam hujan gelap gulita kami kelua mencari Rasulullah untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda: apakah kalian telah shalat? namun sedikitpun aku tidak berkata. Beliau bersabda: katakanlah! namun sedikitpun aku tidak berkata. Beliau bersabda: katakanlah! namun sedikitpun aku tidak berkata hingga beliau mengatakan ketiga kalinya: katakanlah! lalu aku berkata, apa yang harus aku katakan? Rasulullah bersabda: katakanlah (bacalah surat) Qul Huwallahu Ahad dan Qul Audzu birabbin Naas dan Qul Audzu birobbil Falaq ketika sore dan pagi hari tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan. 19. 2. sebelum tidur Aisyah berkata: Nabi ketika berada di tempat tidur setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan Qul Huwallahu Ahad (surat alIkhlas), Qul Audzu Birobbil Falaq (surat al-Falaq), dan Qul Audzu Birobbin Naas (surat an-Nas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi ke seluruh anggota badan yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali. 3. ketika ingin meruqyah (membaca doa wirid untuk penyembuhan ketika sakit) Da