utama - Produsen Baju Koko - Produsen Baju...

of 1 /1
15 Edisi 16 • Th X • 05 - 18 Juni 2015 UTAMA 55 ribu per item lengan panjang. Sedangkan kemeja koko dewasa kualitas biasa Rp 30 ribu–Rp 45 ribu per item dan kualitas bagus Rp 55 ribu–Rp 80 ribu per item. 10 Jenis Bahan Kain. Tak hanya dari segi desain, keunggulan lain yang ditawarkan Edi yakni pilihan bahan kain yang beragam. Jika biasanya pelaku usaha lain hanya menggunakan rata-rata tiga bahan saja, berbeda dengan Edi yang menggunakan 10 bahan yakni semi sutra, katun twill, katun paris, katun korea, katun goby, katun pull, katun rayon, katun casanova, katun salur, dan katun wafer. Menurut Edi, kunci pelanggan saat memilih baju yakni melihat dulu modelnya, memegang bahan kain, serta harganya. “Cara pelanggan mendapatkan baju yang diinginkannya yakni dengan memegang bahan, apakah bahan tersebut tipis atau tebal, halus, lembut, hingga adem saat dipakai. Sehingga mereka pun nyaman mengenakan baju tersebut,” terangnya. Dari 10 pilihan bahan yang ditawarkan, menurut Edi kemeja koko dengan bahan kualitas terbaik seperti katun paris, katun pull, dan katun twill paling banyak diminati. Sedangkan dari segi model, kemeja koko lengan pendek yang paling laris dipesan. Dengan kualitas yang terjamin serta pilihan desain yang beragam, membuat kemeja koko Al Muttaqin memiliki banyak penggemar, terhitung bila dikatakan sepi orderan, masih bisa laku terjual 20 kodi atau 400 pieces per bulan. Sedangkan pada bulan-bulan menjelang Lebaran bisa meningkat hingga puluhan kali lipat. Selain menjual per satuan, Edi juga menjual kemeja koko per seri. Satu seri terdiri atas 4 pieces kemeja koko ukuran M, 4 pieces ukuran L, dan 2 pieces ukuran XL. Tak hanya itu, ia juga melayani pemesanan kemeja koko dengan desain atau merek pelanggan. Namun dengan minimal pembelian 10 kodi, dan DP 50 persen. Koleksi Terbaru. Pertengahan tahun 2015, Edi mengeluarkan inovasi terbaru dari merek Al Muttaqin, yakni Jasko atau Jas Koko. Launching produk terbaru ini terinspirasi dari saran para konsumen yang kerap menanyakan produk tersebut. Menurut Edi, Jas Koko kini sedang menjadi tren di kalangan pria. Dari segi model, memang sepintas hampir mirip dengan kemeja koko lengan panjang, namun Jas Koko terlihat lebih mewah dan elegan. “Jadi pemakainya akan terlihat gagah. Dan Jas Koko ini bisa dipakai saat menghadiri pesta atau acara formal,” ujarnya. Jas Koko tersebut menggunakan beberapa bahan kain, seperti kain katun twill halus, katun twill salur, katun tisi, dan kain jaguar spesial. Jasko buatannya pun tersedia berbagai macam warna. Namun ke depan, Edi akan menambah koleksi Jas Koko dengan ragam pilihan warna. Ukuran dari Jas Koko tersebut mulai dari S, M, L, hingga XL. Harga satuan dipatok Rp 150 ribu per pcs, pembelian di atas 5 pieces dijual dengan harga Rp 130 ribu per pcs, dan pembelian minimal 1 kodi harganya Rp 120 ribu per pcs. Untuk pemesanan merek sendiri, minimal order 4 kodi. Produksi. Seluruh proses pengerjaan baju koko dilakukan di kawasan Tasikmalaya. “Proses produksi, mulai dari desain hingga mengontrol karyawan dilakukan oleh bapak dan adik saya. Apalagi bapak saya sudah berpengalaman dalam industri konveksi. Jadi saya percaya dengan mereka,” ujar Edi. Untuk membuat ratusan kemeja koko, ada 10 bahan baku kain yang digunakan. Selain itu bahan baku produksi lainnya adalah benang jahit, benang bordir, dan kancing PERHITUNGAN USAHA DAN ASUMSI PENDAPATAN AL MUTTAQIN COLLECTION PER BULAN: Modal Awal Rp 560.000.000 Mesin Bordir 3 buah x Rp 170.000.000 Rp 510.000.000 Mesin Jahit 20 x Rp 2.500.000 Rp 50.000.000 =============================================== Pengeluaran Rp 370.000.000 Bahan Baku Rp 250.000.000 Gaji Karyawan Rp 30.000.000 Sewa Toko Rp 50.000.000 Biaya Operasional Rp 40.000.000 =============================================== Omset Rp 500.000.000 =============================================== Keuntungan Bersih (26%) Rp 130.000.000 Info Lebih Lanjut Dapat Menghubungi: Al Muttaqin Collection Pasar Tasik Tanah Abang (Depan Stasiun Tanah Abang) Jalan Jati Baru 2, Tanah Abang, Jakarta Pusat Website: www. produsenbajukoko.com No. Telp: 085364329451, 081382346433 Pin BB: 7FC9FE7B, 2B01DBA6 baju. Semua bahan baku tersebut dibeli ayah Edi di supplier kain langganan mereka. Sedangkan bahan pelengkap lainnya dibeli di toko kain di Tasikmalaya. Untuk pembelian bahan baku per bulan, Edi mampu menggelontorkan biaya hingga Rp 20 juta. Sedangkan peralatan usaha, Edi memiliki tiga buah mesin bordir komputer yang ditempatkan di workshop di Tasikmalaya dan puluhan mesin jahit di masing-masing rumah pekerjanya. “Untuk pengerjaan penjahitan memang kami kasih ke warga sekitar rumah, dan kami beri mereka mesin jahit. Agar mereka bisa fokus mengerjakan di rumah,” terangnya. Ada 20 orang penjahit yang dipekerjakan Edi dan keluarganya. Sedangkan untuk operasional mesin bordir, ia memiliki 24 karyawan, yang masing-masing satu mesin bordir dikendalikan 12 orang, dengan sistem kerja dua kali shift. Selain itu Edi juga memiliki dua orang karyawan di bagian potong kain dan seterika. Sedangkan untuk menjahit kancing baju, ia mendayagunakan beberapa ibu rumah tangga di sekitar workshop di Tasikmalaya. Namun bila menjelang bulan puasa atau tengah kebanjiran orderan, ia kerap menambah karyawan borongan di bagian menjahit baju. Masalah gaji karyawan, masih standar UMR, sedangkan karyawan borongan tergantung jumlah pakaian yang dijahit. Memproduksi kemeja koko, tak jauh berbeda dengan membuat kemeja kebanyakan. Biasanya untuk satu buah kemeja membutuhkan kain 2-3 meter, tergantung ukuran. Proses produksi diawali dengan membuat pola baju, kemudian dipotong dan dijahit sesuai desain. “Karena desain potongan kemeja koko selalu sama setiap tahun, jadi polanya tak pernah berubah,” terang Edi. Setelah itu barulah masuk ke proses pembordiran elektrik. Setelah desain bordir dibuat, langsung diaplikasikan ke kemeja koko yang sudah jadi. Selanjutnya adalah proses quality control, bila sudah dirasa jahitan rapi dan tidak ada noda, barulah kemeja diseterika dan dimasukkan ke dalam plastik packaging. Bila sudah rapi dikemas dalam plastik, kemeja koko pun bisa langsung di-packing lagi dalam karung sesuai desain dan jumlahnya. Proses produksi untuk satu buah desain baru, biasanya memakan waktu 1-2 minggu. Promosi dan Pemasaran. Di awal usaha tahun 2004, kemeja koko Al Muttaqin dipasarkan secara langsung melalui toko off line di Pasar Tanah Abang Blok F, Lantai 5. Saat itu menurut Edi, Pasar Tanah Abang memang ramai dengan pedagang busana muslim, khususnya dari Tasikmalaya. Tak hanya itu, ia serta adik dan istrinya juga kerap mengikuti bazar di Pasar Saenaum di lapangan dekat Thamrin City. “Kalau di Pasar Saenaum itu kami buka lapak dengan mobil. Dan kegiatan itu hanya dilakukan saat Senin dan Kamis saja,” terangnya. Namun karena di Blok F hanya buka setiap hari Senin dan Kamis saja, Edi kerap mendapat komplain dari pelanggan yang kerap memesan di hari lain. Oleh karena itu di tahun 2013, ia pun membuka stan baru lagi di Pasar Tasik, depan Stasiun Tanah Abang yang buka setiap hari. Tak hanya itu, agar usahanya kian meluas, di awal tahun 2015 ia membuat website usaha. Menurutnya, dengan memiliki website sendiri, konsumen pun akan semakin percaya dengan kualitas usahanya tersebut. Selain berjualan di toko off line dan online, Edi juga membuka kerja sama reseller dan keagenan produk Al Muttaqin. Menurut sulung dari tiga bersaudara ini, keberadaan agen dan reseller Al Muttaqin mampu membawa produk kemeja kokonya dikenal hingga di seluruh Indonesia. Dalam menjalin kerja sama dengannya, Edi menerapkan persyaratan yang sangat mudah untuk kerja sama reseller dan dropship minimal order hanya 10 pieces, dan mereka pun akan mendapatkan potongan harga hingga 30-40%. Sedangkan untuk kerja sama agen minimal pembelian 6 kodi, dan distributor 10 kodi. Masing-masing kerja sama tersebut mendapatkan potongan harga hingga 50% lebih. “Prinsipnya, semakin banyak pembelian, semakin besar potongan harganya,” terang Edi. Dengan sistem pemasaran yang baik, dan terus menjaga kepercayaan konsumen, tak heran kemeja koko Al Muttaqin mampu menggaet banyak pelanggan loyal di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, dengan kualitasnya, ia pun kerap ditawari oleh beberapa vendor e-commerce seperti Lazada.com dan Blibli.com untuk men-display produknya di website mereka. “Tapi saat ini, kerja sama tersebut masih belum terlaksana. Karena fokus pada pemesanan menjelang lebaran. Nanti setelah ada waktu luang baru akan saya lakukan,” jelasnya. Menurut Edi, pemasaran kemeja koko ini tak pernah ada matinya, terlebih saat bulan-bulan menjelang Lebaran Idul Fitri, jelang Lebaran Haji, dan bulan Maulud Nabi, pemesanan bisa meningkat hingga puluhan kali lipat dari bulan biasa. Okky Martha FOTO-FOTO: JAKA MARSITA/KMP Deretan baju koko aneka motif dan warna yang paling banyak diminati konsumen

Transcript of utama - Produsen Baju Koko - Produsen Baju...

15Edisi 16 • Th X • 05 - 18 Juni 2015 utama

55 ribu per item lengan panjang. Sedangkan kemeja koko dewasa kualitas biasa Rp 30 ribu–Rp 45 ribu per item dan kualitas bagus Rp 55 ribu–Rp 80 ribu per item.

10 Jenis Bahan Kain. Tak hanya dari segi desain, keunggulan lain yang ditawarkan Edi yakni pilihan bahan kain yang beragam. Jika biasanya pelaku usaha lain hanya menggunakan rata-rata tiga bahan saja, berbeda dengan Edi yang menggunakan 10 bahan yakni semi sutra, katun twill, katun paris, katun korea, katun goby, katun pull, katun rayon, katun casanova, katun salur, dan katun wafer.

Menurut Edi, kunci pelanggan saat memilih baju yakni melihat dulu modelnya, memegang bahan kain, serta harganya. “Cara pelanggan mendapatkan baju yang diinginkannya yakni dengan memegang bahan, apakah bahan tersebut tipis atau tebal, halus, lembut, hingga adem saat dipakai. Sehingga mereka pun nyaman mengenakan baju tersebut,” terangnya.

Dari 10 pilihan bahan yang ditawarkan, menurut Edi kemeja koko dengan bahan kualitas terbaik seperti katun paris, katun pull, dan katun twill paling banyak diminati. Sedangkan dari segi model, kemeja koko lengan pendek yang paling laris dipesan. Dengan kualitas yang terjamin serta pilihan desain yang beragam, membuat kemeja koko Al Muttaqin memiliki banyak penggemar, terhitung bila dikatakan sepi orderan, masih bisa laku terjual 20 kodi atau 400 pieces per bulan. Sedangkan pada bulan-bulan menjelang Lebaran bisa meningkat hingga puluhan kali lipat.

Selain menjual per satuan, Edi juga menjual kemeja koko per seri. Satu seri terdiri atas 4 pieces kemeja koko ukuran M, 4 pieces ukuran L, dan 2 pieces ukuran XL. Tak hanya itu, ia juga melayani pemesanan kemeja koko dengan

desain atau merek pelanggan. Namun dengan minimal pembelian 10 kodi, dan DP 50 persen.

Koleksi Terbaru. Pertengahan tahun 2015, Edi mengeluarkan inovasi terbaru dari merek Al Muttaqin, yakni Jasko atau Jas Koko. Launching produk terbaru ini terinspirasi dari saran para konsumen yang kerap menanyakan produk tersebut. Menurut Edi, Jas Koko kini sedang menjadi tren di kalangan pria. Dari segi model, memang sepintas hampir mirip dengan kemeja koko lengan panjang, namun Jas Koko terlihat lebih mewah dan elegan. “Jadi pemakainya akan terlihat gagah. Dan Jas Koko ini bisa dipakai saat menghadiri pesta atau acara formal,” ujarnya.

Jas Koko tersebut menggunakan beberapa bahan kain, seperti kain katun twill halus, katun twill salur, katun tisi, dan kain jaguar spesial. Jasko buatannya pun tersedia berbagai macam warna. Namun ke depan, Edi akan menambah koleksi Jas Koko dengan ragam pilihan warna. Ukuran dari Jas Koko tersebut mulai dari S, M, L, hingga XL. Harga satuan dipatok Rp 150 ribu per pcs, pembelian di atas 5 pieces dijual dengan harga Rp 130 ribu per pcs, dan pembelian minimal 1 kodi harganya Rp 120 ribu per pcs. Untuk pemesanan merek sendiri, minimal order 4 kodi.

Produksi. Seluruh proses pengerjaan baju koko dilakukan di kawasan Tasikmalaya. “Proses produksi, mulai dari desain hingga mengontrol karyawan dilakukan oleh bapak dan adik saya. Apalagi bapak saya sudah berpengalaman dalam industri konveksi. Jadi saya percaya dengan mereka,” ujar Edi. Untuk membuat ratusan kemeja koko, ada 10 bahan baku kain yang digunakan. Selain itu bahan baku produksi lainnya adalah benang jahit, benang bordir, dan kancing

Perhitungan usaha dan asumsi PendaPatan al muttaqin ColleCtion Per Bulan:Modal Awal Rp 560.000.000Mesin Bordir 3 buah x Rp 170.000.000 Rp 510.000.000Mesin Jahit 20 x Rp 2.500.000 Rp 50.000.000===============================================Pengeluaran Rp 370.000.000Bahan Baku Rp 250.000.000Gaji Karyawan Rp 30.000.000Sewa Toko Rp 50.000.000Biaya Operasional Rp 40.000.000===============================================Omset Rp 500.000.000===============================================Keuntungan Bersih (26%) Rp 130.000.000

Info Lebih Lanjut Dapat Menghubungi:Al Muttaqin CollectionPasar Tasik Tanah Abang (Depan Stasiun Tanah Abang)Jalan Jati Baru 2, Tanah Abang, Jakarta Pusat Website: www.produsenbajukoko.comNo. Telp: 085364329451, 081382346433Pin BB: 7FC9FE7B, 2B01DBA6

baju. Semua bahan baku tersebut dibeli ayah Edi di supplier kain langganan mereka. Sedangkan bahan pelengkap lainnya dibeli di toko kain di Tasikmalaya. Untuk pembelian bahan baku per bulan, Edi mampu menggelontorkan biaya hingga Rp 20 juta.

Sedangkan peralatan usaha, Edi memiliki tiga buah mesin bordir komputer yang ditempatkan di workshop di Tasikmalaya dan puluhan mesin jahit di masing-masing rumah pekerjanya. “Untuk pengerjaan penjahitan memang kami kasih ke warga sekitar rumah, dan kami beri mereka mesin jahit. Agar mereka bisa fokus mengerjakan di rumah,” terangnya. Ada 20 orang penjahit yang dipekerjakan Edi dan keluarganya. Sedangkan untuk operasional mesin bordir, ia memiliki 24 karyawan, yang masing-masing satu mesin bordir dikendalikan 12 orang, dengan sistem kerja dua kali shift.

Selain itu Edi juga memiliki dua orang karyawan di bagian potong kain dan seterika. Sedangkan untuk menjahit kancing baju, ia mendayagunakan beberapa ibu rumah tangga di sekitar workshop di Tasikmalaya. Namun bila menjelang bulan puasa atau tengah kebanjiran orderan, ia kerap menambah karyawan borongan di bagian menjahit baju. Masalah gaji karyawan, masih standar UMR, sedangkan karyawan borongan tergantung jumlah pakaian yang dijahit.

Memproduksi kemeja koko, tak jauh berbeda dengan membuat kemeja kebanyakan. Biasanya untuk satu buah kemeja membutuhkan kain 2-3 meter, tergantung ukuran. Proses produksi diawali dengan membuat pola baju, kemudian dipotong dan dijahit sesuai desain. “Karena desain potongan kemeja koko selalu sama setiap tahun, jadi polanya tak pernah berubah,”

terang Edi. Setelah itu barulah masuk ke proses pembordiran elektrik. Setelah desain bordir dibuat, langsung diaplikasikan ke kemeja koko yang sudah jadi.

Selanjutnya adalah proses quality control, bila sudah dirasa jahitan rapi dan tidak ada noda, barulah kemeja diseterika dan dimasukkan ke dalam plastik packaging. Bila sudah rapi dikemas dalam plastik, kemeja koko pun bisa langsung di-packing lagi dalam karung sesuai desain dan jumlahnya. Proses produksi untuk satu buah desain baru, biasanya memakan waktu 1-2 minggu.

Promosi dan Pemasaran. Di awal usaha tahun 2004, kemeja koko Al Muttaqin dipasarkan secara langsung melalui toko off line di Pasar Tanah Abang Blok F, Lantai 5. Saat itu menurut Edi, Pasar Tanah Abang memang ramai dengan pedagang busana muslim, khususnya dari Tasikmalaya. Tak hanya itu, ia serta adik dan istrinya juga kerap mengikuti bazar di Pasar Saenaum di lapangan dekat Thamrin City. “Kalau di Pasar Saenaum itu kami buka lapak dengan mobil. Dan kegiatan itu hanya dilakukan saat Senin dan

Kamis saja,” terangnya.Namun karena di Blok F

hanya buka setiap hari Senin dan Kamis saja, Edi kerap mendapat komplain dari pelanggan yang kerap memesan di hari lain. Oleh karena itu di tahun 2013, ia pun membuka stan baru lagi di Pasar Tasik, depan Stasiun Tanah Abang yang buka setiap hari. Tak hanya itu, agar usahanya kian meluas, di awal tahun 2015 ia membuat website usaha. Menurutnya, dengan memiliki website sendiri, konsumen pun akan semakin percaya dengan kualitas usahanya tersebut.

Selain berjualan di toko off line dan online, Edi juga membuka kerja sama reseller dan keagenan produk Al Muttaqin. Menurut sulung dari tiga bersaudara ini, keberadaan agen dan reseller Al Muttaqin mampu membawa produk kemeja kokonya dikenal hingga di seluruh Indonesia. Dalam menjalin kerja sama dengannya, Edi menerapkan persyaratan yang sangat mudah untuk kerja sama reseller dan dropship minimal order hanya 10 pieces, dan mereka pun akan mendapatkan potongan harga hingga 30-40%. Sedangkan untuk kerja sama agen minimal pembelian 6 kodi, dan distributor 10 kodi. Masing-masing kerja sama tersebut mendapatkan potongan harga hingga 50% lebih. “Prinsipnya, semakin banyak pembelian, semakin besar potongan harganya,” terang Edi.

Dengan sistem pemasaran yang baik, dan terus menjaga kepercayaan konsumen, tak heran kemeja koko Al Muttaqin mampu menggaet banyak pelanggan loyal di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, dengan kualitasnya, ia pun kerap ditawari oleh beberapa vendor e-commerce seperti Lazada.com dan Blibli.com untuk men-display produknya di website mereka. “Tapi saat ini, kerja sama tersebut masih belum terlaksana. Karena fokus pada pemesanan menjelang lebaran. Nanti setelah ada waktu luang baru akan saya lakukan,” jelasnya. Menurut Edi, pemasaran kemeja koko ini tak pernah ada matinya, terlebih saat bulan-bulan menjelang Lebaran Idul Fitri, jelang Lebaran Haji, dan bulan Maulud Nabi, pemesanan bisa meningkat hingga puluhan kali lipat dari bulan biasa. Okky Martha

foto

-fo

to: j

ak

a m

ars

ita

/km

p

Deretan baju koko aneka motif dan warna yang paling banyak diminati konsumen