Tugas Terstruktur Sosper Iyoga Aditia

download Tugas Terstruktur Sosper Iyoga Aditia

of 27

  • date post

    05-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    60
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Terstruktur Sosper Iyoga Aditia

TUGAS TERSTRUKTUR SOSIOLOGI PERTANIAN DI DESA PURWOSARI KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS TERSTRUKTUR MK SOSIOLOGI PERTANIAN PROGRAM S1 FAKULTAS PERTANIAN TAHUN AKADEMIK 2010/2011

DOSEN : Ir. Kabul Setiadji, MP.

OLEH : YOGA ADITIA NIM : A1L010259

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2011

I. PENDAHULUAN Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk

menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Dari segi perlaksaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat - atau tidak dibuat - oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial. Perkataan society datang dari pada bahasa Latin societas, "perhubungan baik dengan orang lain". Perkataan societas diambil dari socius yang bererti "teman", maka makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahliahlinya mempunyai kepentingan dan matlamat yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan rakyat sesebuah negara. Masyarakat pertanian yang bertempat tinggal di pedesaan dalam kehidupan sehari-hari selalu melakukan hubungan satu dengan lainya. Pola hubungan yang terjadi pada masyarakat desa dapat diketahui melalui hubungan antar kelompok, individu dengan individu, dan individu dengan kelompok. Secara konkret landasan utama untuk mempelajari sosiologi pertaniaan adalah terjadinya proses sosial di dalam masyarakat. Proses sosial yangterjadi pada masyarakat desa

memiliki esensi yang sangat penting dalam menciptakan suasana hubungan yang harmonis antarwarga. Desa telah berubah secara drastic menyusul bangkitnya demokrasi dan otonomi diIndonesia. Dulu desa adalah obyek sentralisasi, depolitisasi, kooptasi, intervensi danintruksi dari atas. Sekarang desa menjadi arena demokrasi, otonomi, partisipasi dancontrol bagi warga masyarakat (dalam Hans Antlov 1999). Ciri dari sebuah masyarakathukum adat yang otonom adalah berhak mempunyai wilayah sendiri dengan batas yangsah, berhak mengatur dan mengurus pemerintahan dan rumah tangganya sendiri. Dalamkonteks inilah desa menemukan identitasnya sebagai sebuah kesatuan masyarakat hukumyang memiliki hak untuk mengurus kepentingannya sendiri yang dalam bahasa laindisebut dengan otonomi asli. Dengan demikian desa secara alami telah memilikiotonominya sendiri semenjak masyarakat hukum ini terbentuk, dimana otonomi yangdimilikinya bukan pemberian dari pihak lain. Secara historis desa adalah suatu entitas sosio-kultural yang sejak dulu telahmengatur diri sendiri. Melalui desa inilah identitas lokal dapat diekpresikan dan sekaliguskepentingan bersama dalam komunitasnya dikelola. Kita pun kemudian akanmembayangkan adanya otonomi desa desa dalam bentuk yang asli. Disisi lain, desadalam sejarahnya juga telah lama terbingkai dalam formasi Negara yang hierakis-sentralistik. Sebagai sebuah komunitas local, desa kemudian menjadi ajang pertarunganpaling dekat antara Negara dan masyarakat. Intervensi Negara secara sistematik ke desatelah membuat hilangnya otonomi asli desa sekaligus menghancurkan pengelolaanpemerintah sendiri dan keragaman identitas lokal. Kondisi zaman terus berubah, dan desa tidak selamanya terjebak dalam romantikakehidupannya. Seiring dengan perubahan konfigurasi politik

(liberalisasi politikdemokratisasi) pasca jatuhnya rezim Orde Baru telah membawa komunitas desa untukberpartisipasi dan mengambil peran penting

dalam proses pembangunannya, sebuahkemandirian desa. Apalagi ketika UU No.2 Tahun 1999 di keluarkan dan dipercaya tidakhanya membuka ruang bagi otonomi daerah tetapi juga membuka ruang bagi otonomi desa.

II. KEADAAN UMUM DESA 1. Letak Desa Desa Purwosari terletak di pinggiran sebelah utara kota Purwokerto. Batas wilayah desa Purwosari sebelah selatan adalah desa Beji, batas wilayah sebelah utara adalah desa Kutosari, batas wilayah sebelah barat adalah desa Beji, dan batas wilayah sebelah timur adalah desa Sumampir. Letak geografis desa Purwosari terletak di ketinggian 165.200 md diatas permukaan laut. Curah hujan 200 ml dengan jumlah hujan 6 bulan per tahun. dan suhunya rata- rata 30 C ( 28 30 C). jarak dari desa ke perbatasan kabupaten adalah 4 km, jarak ke perbatasan propinsi 150 km, terdapat kawasan persawahan perkebunan, peternakan, dan kawasan industti kecil atau rumah tangga, disamping itu terdapat juga kawasan perdagangan. 2. Biogeofisika Struktur tanah di desa Purwosari memiliki kelembaban 75%, kemiringan tanah 25, dengan jenis tanah diantaranya: asosiasi, laktosol dan regosol. Tekstur tanahnya berupa tanah berdebu dengan struktur remah dan sarang. A. Data penduduk a. Data penduduk berdasarkan umur Umur 0 12 bulan : 82 orang Umur > 1 Umur 5 - Umur 7 - Umur > 15 56 tahun : 3074 orang

Umur > 56 tahun : 3658 orang b. Jumlah penduduk berdasarkan gender Jumlah laki- laki 60 orang Jumlah perempuan 72 orang Jumlah kepala keluarga 66 KK 3. Keadaan kesehatan a. Kematian bayi Jumlah bayi Lahir 84 orang Jumlah bayi mati 1 0rang b. Gizi dan kematian balita Jumlah balita bergizi buruk 2 orang Jumlah balita bergizi baik 400 orang Jumlah balita mati 2 orang c. Cukupan imunisasi Polio 3 80 orang DPT - 1 84 orang BCG 84 orang Campak 50 orang d. Kecukupan pemenuhan air bersih

Penggunaan air sumur pompa 144 RT Penggunaan air sumur gali 111 RT Penggunaan mata air 245 RT Lainnya / PAM 507 RT 4. Pendidikan Tingkat pendidikan penduduk: a. Tidak tamat SD atau sederajat 15 orang b. Tamat SD atau sederajat 908 orang c. Tamat SMP atau sederajat 11.517 orang d. Tamat SMA atau sederajat 11.315 orang e. Tamat D1 18 orang f. Tamat D2 15 orang g. Tamat D3 132 orang h. Tamat S1 497 orang i. Tamat S2 75 orang j. Tamat S3 17 orang Wajib belajar 9 tahun: a. Usia 7-15 tahun 875 orang b. Usia 7-15 tahun yang masih sekolah 860 orang

c. Usia 7-15 tahun yang tidak sekolah 845 orang Prasarana pendidikan: a. SD atau sederajat 2 buah b. Jumlah lembaga pendidikan agama 2 buah 5. Srtuktur pemerintahan desa Kepala desa : Sudirman Sekertaris desa : Sukirno Kadus I : Suwandi Kadus II : Ritoto Kasi pemerintahan : Sudiro Kasi pembangunan : Suratno Kasi Kesra : Sukirman Kaur umum : Untung Darsono Kaur keuangan : Eka kurniawati Staf Kasri Kesra : Narko 6. Struktur ekonomi Pengangguran: a. Penduduk usia 15-55 tahun 1.653 orang b. Penduduk usia 15-55 tahun yang masih sekolah 519 orang

c. Penduduk usia 15-55 tahun yang menjadi ibu rumah tangga 879 orang d. Penduduk usia 15-55 tahun yang bekerja penuh 1.262 orang e. Penduduk usia 15-55 tahun yang bekerja tidak tentu 417 orang Produk domestic desa bruto: a. Tanaman padi - Luas tanaman padi 31.430 ha - Hasil per ha 3,9 ton - Biaya pemupukan per ha Rp. 1.200.000,00 - Biaya bibit per ha Rp. 321.000,00 - Biaya obat per ha Rp. 100.000,00 b. Tanaman jagung - Luas tanaman jagung 3 ha - Hasil per ha 4,5ton -Biaya pemupukan per ha Rp. 960.000,00 - Biaya bibit per ha Rp. 240.000,00 - Biaya obat per ha Rp. 75.000,00 c. Industri pangan - Total nilai produksi Rp. 850.000,00 - Total nilai bhan baku yang digunakan Rp. 250.000,00

- Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp.20.000,00 Pendapatan per kapita atau PDDB per kapita a. Pertanian - Jumlah rumah tangga petani 180 orang - Jumlah total anggota rumah tangga petani 621 orang - Jumlah rumah tangga buruh tani 105 rumah tangga - Jumlah total rumah tangga buruh petani 420 orang Kemiskinan a. Jumlah kepala keluarga 1371 keluarga b. Jumlah keluarga pra sejahtera 81 keluarga c. Jumlah keluarga sejahtera 1 400 keluarga d. Jumlah keluarga sejahtera 2 411 keluarga e. Jumlah keluarga sejahtera 3 342 keluarga f. Jumlah keluarga sejahtera 3plus 137 keluarga Penguasaan aset ekonomi oleh masyarakat a. Aset sarana transportasi umum - Memiliki objek 5 orang - Memiliki becak 23 orang b. Aset mesin pertanian

- Memiliki penggilingan padi 1 orang c. Rumah menurut dinding - Tembok 1234 keluarga - Kayu 93 keluarga - Bambu 44 keluarga Kemilikan barang berharga - Jumlah keluarga yang memiliki tv 1915 keluarga Mata pencaharian a. Buruh tani 420 orang b. Petani 180 orang c. Pedagang/wiraswasta/pengusaha 525 orang d. Pengrajin 4 orang e. PNS 1316 orang f. TNI/Polri 42 orang g. Penjahit 13 orang h. Montir 25 orang i. Sopir 21 orang j. Pramuwisma 60 orang k. Karyawan swasta 769 orang

l. Kontaktor 5 orang m. Tukang kayu 15 orang n. Tukang batu 83 orang o. Guru swasta 15 orang

III. PEMBAHASAN A. HUBUNGAN DESA-KOTA Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti kawan. Kata Masyarakat berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya bergaul. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. Pengertian desa menurut Sutardjo Kartodikusuma dikemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. Menurut Bintaro, desa merupakan

perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik denga