SUPER COACH - yrama-widya.co.idyrama-widya.co.id/wp-content/uploads/2020/02/... 2. SUPER COACH. 1....

download SUPER COACH - yrama-widya.co.idyrama-widya.co.id/wp-content/uploads/2020/02/... 2. SUPER COACH. 1. John

of 70

  • date post

    01-Aug-2020
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of SUPER COACH - yrama-widya.co.idyrama-widya.co.id/wp-content/uploads/2020/02/... 2. SUPER COACH. 1....

  • 1

    PP Kn

    S M

    A/ M

    A- SM

    K/ M

    AK X

    UNTUK SMA/MA KELAS X

    Pendidikan Pancasila & kewarganegaraan

    Pembahasan dan Kunci Jawaban

    SUPER COACH POLA BELAJAR SISWA MANDIRI

    PPKn

  • 2

    SU PE

    R CO

    AC H

    1. John Locke membagi kekuasaan negara menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

    a. Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membentuk undang-undang.

    b. Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang, termasuk kekuasaan untuk mengadili setiap pelanggaran terhadap undang-undang.

    c. Kekuasaan federatif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan hubungan luar negeri.

    Jawaban: D

    2. Kekuasaan legislatif merupakan kekuasaan untuk membuat undang- undang. Di Indonesia, kekuasaan tersebut dipegang oleh DPR dan DPD. Walaupun demikian, Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif pun mempunyai wewenang untuk mengajukan RUU dan membahasnya bersama DPR.

    Jawaban: B

    3. Urusan pemerintahan yang nomenklatur kementeriannya secara tegas disebutkan dalam UUD NRI Tahun 1945, meliputi urusan luar negeri, urusan dalam negeri, dan pertahanan.

    Jawaban: A

    4. Urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah, meliputi urusan perencanaan pembangunan nasional, aparatur negara, kesekretariatan negara, badan usaha milik negara, pertanahan, kependudukan, lingkungan hidup, ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, koperasi, usaha kecil dan menengah, pariwisata, pemberdayaan perempuan, pemuda, olahraga, perumahan, serta

    pembangunan kawasan atau daerah tertinggal.

    Jawaban: E

    5. Montesquieu membagi kekuasaan negara menjadi tiga, di antaranya sebagai berikut.

    a. Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membentuk undang-undang.

    b. Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan udang-undang.

    c. Kekuasaan yudikatif, yaitu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang.

    Jawaban: D

    6. Kementerian yang berada di bawah koordinasi kementerian bidang politik, hukum, dan keamanan, di antaranya sebagai berikut.

    a. Kementerian Dalam Negeri

    b. Kementerian Luar Negeri

    c. Kementerian Pertahanan

    d. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

    e. Kementerian Komunikasi dan Informatika

    f. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

    Jawaban: C

    7. John Locke dan Montesquieu membagi kekuasaan negara menjadi tiga macam kekuasaan. Pembagian kekuasaan yang dikemukakan oleh John Locke dan Montesquieu tersebut dikenal dengan konsep trias politika, yaitu konsep yang memisahkan kekuasaan negara menjadi tiga kekuasaan. Di Indonesia sendiri,

    K O G N I T I F B A B 1

    PEMBAHASAN UJI KOMPETENSI MANDIRI

    A. Pilihan Ganda

  • 3

    PP Kn

    S M

    A/ M

    A- SM

    K/ M

    AK X

    konsep ini diterapkan bukan sebagai pemisahan kekuasaan tetapi sebagai pembagian kekuasaan. Artinya, terdapat kerja sama antarlembaga negara dalam melaksanakan kekuasaannya, baik dalam bidang legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.

    Jawaban: D

    8. Kekuasaan eksekutif adalah kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang dan menjalankan pemerintahan. Kekuasaan ini dipegang oleh Presiden. Hal tersebut tercantum dalam Pasal 4 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang berbunyi: “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar”.

    Jawaban: C

    9. Berikut adalah makna yang terkandung dalam nilai kerakyatan sila keempat Pancasila.

    a. Hakikat sila ini adalah demokrasi. Demokrasi dalam arti umum, yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    b. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama. Di sini, terjadi simpul yang penting yaitu mengusahakan putusan bersama secara bulat.

    c. Dalam melakukan putusan diperlukan kejujuran bersama. Hal yang perlu diingat bahwa keputusan bersama dilakukan secara bulat sebagai konsekuensi adanya kejujuran bersama.

    d. Perbedaan secara umum demokrasi di negara barat dan di negara Indonesia, yaitu terletak pada permusyawaratan rakyat.

    Jawaban: B

    10. Nilai sila kesatu Pancasila adalah nilai ketuhanan. Berdasarkan sila kesatu tersebut, penyelenggaraan pemerintahan

    dilaksanakan dengan menjunjung nilai- nilai religius. Hal tersebut diwujudkan melalui beberapa hal berikut.

    a. Pengakuan adanya causa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

    b. Diakuinya agama-agama yang dipeluk oleh masyarakat Indonesia secara resmi.

    c. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.

    d. Tidak memaksa warga negara untuk beragama, tetapi diwajibkan memeluk agama sesuai hukum yang berlaku.

    e. Ateisme dilarang hidup dan berkembang di Indonesia.

    f. Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama, toleransi antarumat beragama.

    g. Negara memfasilitasi bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negara serta menjadi mediator ketika terjadi konflik antaragama.

    Jawaban: D

    11. Maksud dari pernyataan bahwa nilai-nilai Pancasila bersfiat objektif adalah sebagai berikut.

    a. Rumusan sila-sila Pancasila menunjukkan adanya sifat-sifat umum universal dan abstrak karena merupakan suatu nilai.

    b. Inti nilai-nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa, baik dalam adat, kebiasaan, kebudayaan, kenegaraan, maupun dalam kehidupan keagamaan.

    c. Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 menurut ilmu hukum memenuhi syarat sebagai pokok kaidah negara yang fundamental, sehingga merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

    Jawaban: E

  • 4

    SU PE

    R CO

    AC H

    12. Trias politika merupakan teori yang membagi kekuasaan negara menjadi tiga macam kekuasaan sebagai berikut.

    a. Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membentuk undang-undang.

    b. Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan udang-undang.

    c. Kekuasaan yudikatif, yaitu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang.

    Jawaban: A

    13. Sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia adalah demokrasi Pancasila. Oleh karena itu, landasan pelaksaan sistem demokrasi di Indonesia adalah Pancasila, terutama sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

    Jawaban: D

    14. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif, DPR berwenang untuk membentuk undang-undang. Hal tersebut jelas tercantum dalam UUD NRI Tahun 1945 Pasal 20 ayat (1) yang berbunyi: “Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang.”

    Jawaban: C

    15. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional merupakan kementerian yang berada di bawah koordinasi kementerian bidang perekonomian.

    Jawaban: B

    16. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengoordinasikan beberapa kementerian berikut.

    a. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

    b. Kementerian Perhubungan

    c. Kementerian Kelautan dan Perikanan

    d. Kementerian Pariwisata

    Jawaban: E

    17. Pemerintahan Indonesia adalah pemerintahan yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa. Hal tersebut dibuktikan dengan diakuinya agama yang dianut bangsa Indonesia secara resmi, tidak membenarkan adanya ateisme dalam kehidupan Indonesia, dan sebagainya. Selain itu, dalam setiap peraturan perundang-undangan, pemerintah pasti mencantumkan kalimat “Tuhan Yang Maha Esa”.

    Jawaban: C

    18. Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila dijadikan landasan dalam penyelenggaraan ketatanegaraan Indonesia. Sementara itu, sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila dijadikan sebagai pedoman bangsa Indonesia dalam bersikap dan berperilaku.

    Jawaban: D

    19. Sila kedua Pancasila adalah Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam penyelenggaraan negara, nilai sila kedua ini dapat diwujudkan melalui beberapa hal berikut.

    a. Menempatkan manusia sesuai hakikatnya sebagai makhluk Tuhan.

    b. Mengakui harkat dan martabat manusia.

    c. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.

    d. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah.

    Jawaban: A

    20. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memiliki tugas untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, termasuk kualitas udara, dan geofisika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Jawaban: B

  • 5

    PP Kn

    S M

    A/ M

    A- SM

    K/ M

    AK X

    B. Esai

    1. Lembaga yudikatif berperan dalam mengawasi pelaksanaan undang-undang oleh pemerintah. Dalam hal ini, lembaga yudikatif berperan dalam menegakkan hukum dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    2. Kementerian yang menangani urusan luar negeri, urusan dalam negeri, dan pertahanan, terdiri atas:

    a. ketua, yaitu menteri;

    b. pembantu ketua, yaitu sekretariat jenderal;

    c. pelaksana tugas pokok, yaitu direktorat jenderal;

    d. pengawas, yaitu inspektorat jenderal;

    e. pendukung, yaitu badan dan/atau pusat;

    f. pelaksana tugas pokok di daerah dan/atau perwakilan luar negeri sesuai dengan peraturan perundang- undang