Studi Kelayakan Apotek

download Studi Kelayakan Apotek

of 57

  • date post

    22-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    646
  • download

    64

Embed Size (px)

description

studi kelayakan apotek

Transcript of Studi Kelayakan Apotek

TUGAS:MANAJEMEN FARMASIDOSEN:Drs.Rustiono Budi Satoto, M.M, Apt

STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY)PEMBUATAN APOTEK

OLEH:

KELOMPOK II (APOTEKER B)

Akbar Awaluddin Assaf(N211110Agustina(N211110Rusnah(N211110Evi Yanti Sri Pakabu(N211110Rian Marcello L(N211110Karannu Arruan Bonga Pulio(N211110Rahesty Windasari(N211110Arisah(N21111Prihartini Amalia Anwar(N21111692)Dita Sri Wahyuni(N21111702)

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKERFAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR2012

BAB IPENDAHULUANApotek adalah suatu jenis bisnis eceran (retail) yang komoditasnya (barang yang diperdagangkan) terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan obat) dan perbekalan kesehatan (alat kesehatan) (Umar, 2011).Sebagai perantara, apotek dalam mendistribusikan perbekalan farmasi dan perbekalan kesehatan dari supplier kepada konsumen, memiliki 5 fungsi kegiatan yaitu : 1). Pembelian, 2). Gudang, 3). Pelayanan dan Penjualan, 4).Keuangan dan 5). Pembukuan, sehingga agar dapat dikelola dengan baik, maka seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA), disamping ilmu kefarmasian yang telah dikuasai, juga diperlukan ilmu lainnya seperti ilmu pemasaran (marketing) dan ilmu akuntansi (accounting)(Umar, 2011).Dalam proses pendirian apotek, perlu dilakukan studi kelayakan (feasibility study). Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pendirian apotek tersebut akan mendatangkan keuntungan atau kerugian atau untuk menilai layak atau tidaknya suatu bangunan (dalam hal ini apotek) didirikan.Feasibility Study juga dapat menjadi bahan penilaian bagi investor untuk memperkirakan apakah mereka akan menanam modal atau memberikan dalam pendirian apotek ini. Feasibility study menjadi gambaran dari perencanaan di masa yang akan datang dari kelangsungan hidup apotek tersebut.

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Latar BelakangIstilah studi kelayakan (feasibility study-FS) adalah suatu metode studi penjajagan gagasan (idea) suatu proyek mengenai layak ataau tidaknya untuk dilaksanakan. Apakah pendirian suatu apotik yang didahului dengan FS, dapat menjamin keberhasilannya? Jawabannya, pasti belum tentu. Sebab FS pendirian suatu apotek hanya berfungsi sebagai pedoman atau landasan pelaksanaan pekerjaan, karena dibuat berdasarkan data-data dari berbagai sumber yang dianalisis dari berbagai aspek. Sedangkan tingkat keberhasilannya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: 1) Kemampuan sumber daya internal (kecakapan menejemen, kualitas pelayanan, produk yang dijual, kualitas karyawan), 2) Lingkungan external yang tidak dapat dipastikan (pertumbuhan pasar, pesaing, pemasok, perubahan peraturan). Sebaliknya sebuah apotik yang pendiriannya dipaksakan, meskipun menurut FS tidak layak dilaksanakan, maka bukannya peluang yang diperoleh, tetapi resiko kerugian yang didapat.Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap FS antara lain yaitu:1) Pengusaha: untuk mengetahui apakah gagasan usahanya layak dilaksanakan atau tidak, karena dengan adanya FS, pengusaha dapat mengambil peluangatau dapat menghindari resiko kerugian, (2)Kreditor: untuk dapat mengkaji apakah proyek tersebut pantas diberikan kredit atau tidak. Meskipun ada faktor-faktor lain yang dijadikan pertimbangan seperti: besarnya nilai jaminan, bonfiditas pengusahanya, tingkat hubungan kedua belah pihak, (3)Investor: untuk dapat menganalisis apakah menanamkan modal pada proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak.B. Tujuan Studi kelayakanTujuannya adalah agar APA dapat mengerti dan memahami mengenai: 1) Bagaimana cara membuat studi kelayakan pendirian sebuah apotek?2) Aspek-aspek apa saja yang menjadi penilaian dalam studi kelayakan pendirian sebuah apotek?3) Kapan suatu studi kelayakan pendirian sebuah apotek dapat dikatakan layak untuk dilaksanakan?4) Bagaimana cara membuat analisis break even point dalam studi kelayakan pendirian sebuah apotek?Setelah memahami pengertian dan manfaat dari studi kelayakan, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimna proses atau cara membuat studi kelayakan pendirian sebuah apotek. Tata cara dalam membuat studi kelayakan pendirian sebuah perusahaan, karena seluruh aspek yang menjadi penelitian dan penilainannya seperti aspek manajemen, pasar, tekhnis, dan aspek keuangan juga tedapat pada studi kelayakan pendirian sebuah apotek. Berikut akan dijelaskan mengenai:1) Proses (tahapan) dalam membuat studi kelayakan, 2) Aspek-aspek yang menjadi penilaian dalam sebuah studi kelayakan,3) Analisis BEP1) Proses Pembuatan Studi Kelayakan Tahapan (proses) dalam membuat sebuah studi kelayakan pendirian apotek, dapat terjadi dari 5 tahapan yaitu tahap : (1) Penemuan gagasan (idea) (2) Penelitian lapangan(3) Evaluasi data(4) Pembuatan rencana (5) Pelaksanaan rencana kerja 1. Tahap pertama : Penemuan suatu gagasan Gagasan adalah sebuah pemikiran terhadap sesuatu yang ingin sekali untuk dilaksanakan. Gagasan ini biasanya muncul dari sebuah pemikiran seseorang dalam suatu organisasi yang mempunyai keinginan untuk melakukan sesuatu. Gagasan yang baik untuk didiskusikan dan dianalisis, sebelum dilaksanakan adalah gagasan yang memenuhi beberapa kriteria diantaranya yaitu bahwa ide harus : Sesuai dengan visi (angan-angan )organisasi Dapat menguntungkan organisasi Sesuai dengan kemampuan sumber dayanya yang dimiliki organisasi Tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku Aman untuk jangka panjang2. Tahap kedua : Penelitian Lapangan Setelah gagasan didiskusikan dan dianalisis dapat memberikan gambaran yang perspektif yang baik bagi perusahaan dimasa yang akan datang, maka gagasan tersebut disetujui untuk ditindak lanjuti dengan penelitian dilapangan. Dalam melakukan penelitian dilapangan, data-data yang dibutuhkan antara lain yaitu data:1) Ilmiah yaitu: melalui analisis data-data bisnis mengenai kondisi lingkungan eksternal yang ada disekitar lokasi yang ditetapkan seperti: Nilai strategis sebuah lokasi Data kelas konsumen Peraturan yang berlaku didaerah tersebut Tingkat persaingan yang ada saat ini2) Non ilmiah yaitu: melalui intuisi (intuition) atau feeling yang diperoleh setelah melihat lokasi dan kondisi lingkungan disekitarnya3. Tahap ketiga: Evaluasi DataDalam melakukan evaluasi terhadap data hasil penelitian dilapangan, dapat dilakukan dengan cara yaitu: 1) Memperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh, yang terdiri dari : a) Data lingkungan sekitar lokasi (external faktor): apakah hasil analisis terhadap data external yang ada saat ini perspektif yang baik atau tidak bagi perusahaan dimasa mendatang, seperti: Tipe konsumen yang dilayani (pemukima atau perkantoran) Tingkat keuntungan yang diperoleh, kondisi keamanan Peraturan tentang pengembangan tata kota (pelebrab jalan ) ditempat lokasi yang ditetapkan Kondisi keamanan disekitar lokasi yang ditetapkanb) Data kemampuan sumber daya yang dimiliki (internal faktor): apakah sumber daya yang ada saat ini mempunyai kemampuan untuk merealisasi gagasan pada lokasi yang ditetapkan, seperti: Kemampuan keuangan Ketersediaan tenaga kerja Ketersediaan produk Kemampuan pengelolaan (manajemen)2) Pembuatan usulan proyek (project appraisal), meliputi :a) Pendahuluan mengenai Latar belakang, munculnya gagasan Tujuan merupakan suatu yang akan dicapai dari rencana pelaksanaan suatu gagasan tersebut, contoh: dengan menambah jumlah apotek, maka diharapkan dapat melayani konsumen lebih dekatdan lebih banyak, sehingga laba bertambah besarb) Analisis tekhnis mengenai Peta lokasi dan lingkungan sekitarnya: Lokasi yang menjadi target pendirian apotek baru. Situasi lingkungan yang ada di sekitar lokasi yang menjadi target seperti : situasi fasilitas trasportasi,jenis konsumen,jumlah praktek dokter,apotek pesaing. Desain interior dan exterior Warna dan bentuk gedung serta billboard,harus dapat memberikan identitas tersendiri yang dapat membedakannya dengan apotek pesaing. Warna dan bentuk gedung serta billboard,harus dapat menarik perhatian (eyes cat) Jenis produk Jenis produk,dominan ethical product atau otc product Jumlah lini produk (kelengkapan produk) yang tersediac) Analisis pasar : Jenis pasar dan strategi persaingan yaitu gambaran mengenai : Pasar monopoli Pasar oligopoly Pasar persaingan bebas Potensi pasar Jenis konsumen : jenis konsumen yang mana yang memiliki daya beli tinggi terhadap apotek Daya tarik laba : bagaimana daya tarik labanya Target pasar (konsumen sasaran) Jenis konsumen mana yang menjadi sasaran Jenis konsumen yang bukan menjadi sasaran

PendahuluanAnalisis TekhnisAnalisis PasarAnalisis ManajemenAnaliasis keuangan Studi KeyakinanGambar 1. Evaluasi Studi Kelayakand)Analisis Manajemen mengenai : Bentuk badan usaha, yaitu gambaran mengenai : Bentuk usaha apoteknya : perusahaan terbatas (PT) Bentuk usaha apoteknya : koperasi Struktur organisasi yaitu gambaran mengenai : Apakah berdiri sendiri atau Menjadi bagian dari apotek yang sudah ada Jenis pekerjaan yaitu gambaran mengenai : Mengerjakan seluruh fungsi kegiatan yang ada atau Hanya sebagian (beberapa fungsi saja) Jumlah kebutuhan tenaga kerja yaitu gambaran mengenai : Berapa karyawan yang dibutuhkan untuk omzet tertentu ? Jenis karyawan yang bagaimana yang dibutuhkan? Program kerja yaitu gambaran mengenai : Langkah-langkah penting apa yang menjadi prioritas untuk dikerjakan dalam memperoleh sasaran yang ditetapkan Kapan program tersebut dilaksanakane)Analisis Keuangan mengenai : Jumlah biaya investasi dan modal kerja mengenai : Berapa jumlah biaya investasi yang dibutuhkan dan digunakan untuk keperluan apa saja Berapa lama waktu pengembalian (payback period) Berapa besar tingkat pengembalian internal yang aman (internal rate of return) Sumber pendanaan : Dari mana sumber biaya investasi diperoleh ? Berapa besar tingkat efisiensinya dibanding sumber lain ? Jenis pinjamannya, jangka pendek atau jangka panjang

Aliran Kas : Bagaimana situasi aliran kasnya selama periode investasi, apakah negative atau positif Langkah apa saja yang dilakukan bila aliran kasnya selama periode investasi negative4. Tahap Keempat : Pembuatan Re