Sosialisasi Asn

download Sosialisasi Asn

of 37

  • date post

    04-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Aparatur Sipil Negara

Transcript of Sosialisasi Asn

Slide 1

UU No 05 TAHUN 2014TentangAPARATUR SIPIL NEGARA

Dwi Bakti Guntoro Kanreg 2 BKN Surabaya Tlpn 082192255217, email : dbgyamini@gmail.com

PERSETUJUAN RUU ASN OLEH DPR RI 19 DESEMBER 2013

Independensi dan Netralitas KompetensiKinerja/ Produktivitas KerjaIntegritasKesejahteraanKualitas Pelayanan PublikPengawasan dan AkuntabilitasTUJUAN UTAMA UU ASN

Seleksi dan promosi secara adil dan kompetitifMenerapkan prinsip fairnessPenggajian, reward and punishment berbasis kinerjaStandar integritas dan perilaku untuk kepentingan publikManajemen SDM secara efektif dan efisienMelindungi pegawai dari intervensi politik dan dari tindakan semena-mena.Memberlakukan SISTEM MERIT melalui:PRINSIP DASAR UU ASNSistem Merit adalah kebijakan dan Manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, ataupun kondisi kecacatan.

UNDANG-UNDANGAPARATUR SIPIL NEGARAUNDANG UNDANGPOKOK KEPEGAWAIANSTRUKTUR:XV Bab141 PasalSTRUKTUR:VI Bab41 PasalPEGAWAI:Pegawai Negeri SipilPegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

PEGAWAI:Pegawai Negeri SipilTentara Nasional IndonesiaKepolisian Negara RIJABATAN:Jabatan AdministrasiJabatan FungsionalJabatan Pimpinan Tinggi

JABATAN:Jabatan StrukturalJabatan FungsionalUU ASN DAN UU POKOK KEPEGAWAIAN

BAB I KETENTUAN UMUMBAB II ASAS, PRINSIP, NILAI DASAR, KODE PERILAKU,KODE ETIKBAB III JENIS, STA -TUS, & KEDUK ASN BAB IV FUNGSI, TUGAS, PERAN ASNBAB V JABATAN ASNBAB VI HAK DAN KEWAJIBAN ASNBAB VII KELEMBAGAANBAB VIII MANAGEMEN ASNBAB IX PENGISIAN JABATAN PIM TINGGIBAB X PEGAWAI ASN YANG MENJADI PEJABAT NEGARABAB XI ORGANISASIBAB XII SISTEM INFORMASI ASNBAB XIII PENYELE SAIAN SENGKETABAB XIV KETENTUAN PERALIHANBAB XV KETENTUAN PENUTUPSISTEMATIKA UU ASN

nilai dasar;kode etik dan kode perilaku;komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab pada pelayanan publik;kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;kualifikasi akademik;jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas; danprofesionalitas jabatan

ASN SEBAGAI PROFESI BERLANDASKAN PADA PRINSIP:

JENIS, STATUS & KEDUDUKAN ASNJENISPNSPasal 1 butir 3 & Pasal 7PPPKPasal 1 butir 4 & Pasal 7STATUSBerstatus pegawai tetap dan Memiliki NIP secara Nasional;Menduduki jabatan pemerintahan.Diangkat dengan perjanjian kerja sesuai kebutuhan instansi dan ketentuan UU.Melaksanakan tugas pemerintahan.KEDUDUKANBerkedudukan sebagai unsur aparatur negaraMelaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinanHarus bebas dari pengaruh/intervensi golongan & partai politik

Fungsi:pelaksana kebijakan publik;pelayan publik; danperekat dan pemersatu bangsa FUNGSI DAN PERANPEGAWAI ASNPeran Pegawai ASN: Sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme

Jabatan AdministrasiJabatan FungsionalJabatan Pimpinan TinggiJabatan Administratormemimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunanJafung keahlian: a) ahli utama; b) ahli madya; c) ahli muda; dan d) ahli pertama.Jafung keterampilan: a) penyelia; b) mahir; c) terampil; dan d) pemulaJabatan Pengawasmengendalikan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pelaksanaJabatan Pelaksanamelaksanakan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunanJabatan pimpinan tinggi utama;Jabatan pimpinan tinggi madya; danJabatan pimpinan tinggi pratamaDIISI TNI, POLRI Non PNSJABATAN ASNDIISI DARI PEGAWAI ASNDIISI TNI, POLRI Non PNSJabatan ASN tertentu

KELEMBAGAAN DALAM KEBIJAKAN DAN MANAGEMEN ASNPRESIDENKEMENPAN-RBLANBKNNON-STRUKTURAL INDEPENDENKASNPresiden merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam kebijakan, pembinaan profesi, dan Manajemen ASN, mendelegasikan sebagian kekuasaannya kepada:KemPAN merumuskan kebijakanLAN melaksanakan diklat dan kajianBKN mengelola pegawai ASNKASN menjamin perwujudan sistem merit

KEWENANGAN & HUBUNGAN OTORITAS LEMBAGAMenteri/Kementerian PANRB BKNPerumusan dan penetapan kebijakan, Koordinasi dan sinkronisasi kebijakan,Pengawasan atas pelaksanaan kebijakan ASN;Penyelenggaraan manajemen ASN Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan NSPK manajemen ASN( Mengelola Pegawai ASN )LANKASNPenelitian, pengkajian kebijakan manajemen ASN, Pembinaan dan penyelenggaraan Diklat ASNMonitoring, evaluasi kebijakan, dan rekomendasi yang mengikat untuk menjamin perwujudan sistem merit & pengawasan penerapan asas, kode etik, dan kode perilaku ASN

KOMISI APARATUR SIPIL NEGARASifat dan Kedudukan: (Pasal 27)a. Lembaga Non StrukturalMandiri, bebas dari intervensi politik

2. Tujuan : (Pasal 28)menjamin terwujudnya Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN;mewujudkan ASN yang profesional, berkinerja tinggi, sejahtera, dan berfungsi sebagai perekat NKRI;mendukung penyelenggaraan pemerintahan negara yang efektif, efisien, terbuka, dan bebas KKN;mewujudkan Pegawai ASN yang netral dan tidak diskriminatif dalam pelayanan;menjamin terbentuknya profesi ASN yang dihormati; danmewujudkan ASN yang dinamis dan berbudaya pencapaian kinerja.

FUNGSI DAN TUGAS KASNFungsimengawasi pelaksanaan norma dasar, kode etik/perilaku, penerapan Sistem Merit.Tugasmenjaga netralitas Pegawai ASN; melakukan pengawasan atas pembinaan profesi ASN; danmelaporkan pelaksanaan tugas kepada Presiden.Dalam melakukan tugasnya KASN dapat:melakukan penelusuran data dan informasi pada Instansi Pemerintah;melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan fungsi Pegawai ASN; menerima laporan terhadap pelanggaran norma dasar, kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN;melakukan penelusuran data dan informasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan pelanggaran norma dasar, kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN; danmelakukan upaya pencegahan pelanggaran norma dasar, kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN.

WEWENANG KASNWewenang (Pasal 32)mengawasi setiap tahapan proses pengisian JPT;mengawasi & mengevaluasi penerapan asas, nilai dasar, kode etik/perilaku;meminta informasi dari pegawai ASN dan masyarakat;memeriksa dokumen terkait pelanggaran norma dasar, kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN; danmeminta klarifikasi dan/atau dokumen yang diperlukan. Tindak lanjut hasil pengawasan (Pasal 33)Dalam melakukan pengawasan sebagaimana dimaksud pada huruf b, KASN berwenang untuk memutuskan adanya pelanggaran kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN.

TINDAK LANJUT KEPUTUSAN KASNAda pelanggaranHasil pengawasan KASNTidak ada pelangaranKeputusan KASN: pelanggaran kode etik dan kode perilaku Pegawai ASNPPK dan PyB wajib menindaklanjutiDitindaklanjutiTidak DitindaklanjutiKASN merekomendasikan kepada Presiden untuk menjatuhkan sanksi terhadap PPK dan PyB yang melanggar prinsip Sistem Merit dan ketentuan peraturan perundang-undangan.Sanksi sebagaimana dimaksud berupa:peringatan; teguran;perbaikan, pencabutan, pembatalan, penerbitan keputusan, dan/atau pengembalian pembayaran;hukuman disiplin untuk PyB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dansanksi untuk PPK, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

KEWENANGAN MENJATUHKAN SANKSIPenjatuhan Sanksi atas pelanggaran Sistem Merit: Presiden selaku pemegang kekuasan tertinggi pembinaan ASN, terhadap keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian; danMenteri PANRB terhadap keputusan yang ditetapkan oleh Pejabat yang Berwenang, dan terhadap Pejabat Pembina Kepegawaian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

SUSUNAN KEANGGOTAAN KASNKASN, terdiri atas: (Pasal 35)1 (satu) orang Ketua merangkap anggota.1 (satu) orang Wakil Ketua merangkap anggota5 (lima) orang anggota.Unsur keanggotaan:terdiri dari unsur pemerintah dan/atau non-pemerintahSyarat menjadi Anggota KASNWNI; setia dan taat kepada Pancasila dan UUDNRI 1945;berusia paling rendah 50 (lima puluh) tahun pada saat mendaftarkan diri;tidak sedang menjadi anggota parpol dan/atau tidak sedang menduduki jab.politik;mampu secara jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas;memiliki kemampuan, pengalaman, dan/atau pengetahuan di bidang manajemen SDM;berpendidikan paling rendah strata dua (S2) di bidang AN, manajemen SDM, kebijakan publik, ilmu hukum, ilmu pemerintahan, dan/atau S2 di bidang lain; tidak merangkap jabatan pemerintahan dan/atau badan hukum lainnya; dantidak pernah dipidana penjara.

ASISTEN KASNKASN dibantu oleh: Asisten Pejabat Fungsional keahlian yang dibutuhkanSekretariatSyarat sebagai asisten KASN:- diangkat dan diberhentikan oleh ketua KASN berdsrkan persetujuan rapat KASN;dapat berasal dari PNS maupun non-PNS yang memiliki kualifikasi akademik paling rendah S2 di bidang AN, manajemen publik, manajemen SDM, psikologi, kebijakan publik, ilmu hukum, ilmu pemerintahan, dan/atau S2 di bidang lain yang berkaitan dengan manajemen SDM.tidak sedang menjadi anggota dan/ pengurus parpol, tidak merangkap jabatan, serta diseleksi secara terbuka dan kompetitif.memiliki dan melaksanakan nilai dasar, kode etik dan kode perilaku serta diawasi oleh anggota KASN

PENGANGKATAN & PEMBERHENTIAN ANGGOTA KASNPenetapan (Pasal 37 ayat (1))Presiden menetapkan Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota KASN dari anggota KASN terpilih yang diusulkan oleh tim seleksi.Masa Jabatan (Pasal 37 ayat (2))Ketua, Wakil Ketua, dan anggota KASN ditetapkan untuk masa jabatan 5 tahun dan hanya dapat diperpanjang untuk 1 kali masa jabatan.Pemberhentian : (Pasal 37 ayat (3)) meninggal dunia; mengundurkan diri; tidak mampu jasmani