Seksio Sesaria ASN

download Seksio Sesaria ASN

of 47

  • date post

    19-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    229
  • download

    0

Embed Size (px)

description

sejarah dan teknik seksio sesarea

Transcript of Seksio Sesaria ASN

1I. PENDAHULUANSeksio sesaria merupakan suatu tindakan intervensi pembedahan yangdilakukanuntukmencegahataumenyelamatkan nyawaibumaupunjanin darikomplikasi kehamilan maupun persalinan. Kemampuan untuk melakukan seksiosesaria yang amanmerupakan suatu kemajuan yang penting dalam obstetri padaabad ke 20. Sampai sejauh ini terdapat bukti-bukti empiris mengenai pentingnyaseksio sesaria dalammengurangi mortalitas ibu maupun janin. Dari studiekologis ditemukan bahwa negara dengan pendapatan rendah terdapat korelasinegatif dan signifikan secara statistik antara angka seksio sesariajumlahpersalinan dengan seksio sesaria per !00 kelahiran " dan kematian neonatal sertaantaraangkaseksiosesariadankematianibu. Studi yanglainmenyimpulkanbahwa negara negara dengan angka seksio sesaria kurang dari !# $% angka yanglebih tinggi berhubungan dengan angka kematian yang lebih rendah dari bayi%neonatus dan maternal. &etapi sebaliknyaangka seksio sesaria yang tinggi tidakmenunjukkan keuntungan tambahan% bahkan mungkin terdapat konsekuensinegatif terhadap ibu maupun kesehatan bayinya.!%2'eskipun batasan angka seksio sesarea yang tepat masih diperdebatkan%namun()*memberikanbatasan#$- !#$sebagai angkayangoptimum.+amun pada negara negara dengan pendapatan menengah dan pendapatan tinggi%angkatersebut lebihtinggi dari batasyangdisebutkandiatas% dansebaliknyaterdapat pada negara dengan pendapatan rendah.,Secara global pada akhir akhir ini proporsi persalinan dengan seksio sesareatelah menunjukkan peningkatan oleh karena alasan-alasan yang komplekstermasuk keinginan dari ibu sendiri untuk melakukan prosedur ini. !Seksio sesarea tanpa indikasi medis yang tepat berhubungan denganmeningkatnya resiko efek sampingpada ibu dan luaran perinatal. Survei()*secara global membuktikan bahwa angka seksio sesarea yang tinggiberhubungandenganmeningkatnya morbiditas danmortalitas ibu% mortalitasfetus% serta angka yang tinggi dari bayi bayiyang harus dirawat secara intensif.!%,2-erbagai macampenelitianmengenai teknikseksiosesareatelahbanyakdilakukan. )al ini tentu saja untuk mencari teknik terbaik sehingga morbiditasdanmortalitas dalamseksiosesariadapat dihindari. -anyakpenelitianyangdilakukan mulai dari penelitian tentang perlu tidaknya pemberian antibiotikprofilaksis% saat yang tepat dalam pemberian antibiotik% jenis insisi pada dindingabdomen% mulai dari kutis% subkutis% fasia% peritoneum% insisi pada uterus% caramelahirkan bayi% teknik penjahitan% penutupan uterus% dinding abdomen% sampaiperawatan post operatif..&idak ada prosedur baku dalam teknik seksio sesarea. Di tiap negara% setiaprumahsakit%atau bahkandi setiapsenter pendidikanpundapat berbeda-beda.Setiap ahli obstetri pun seringkali memiliki teknik yang berbeda% berawal dariapa yang mereka pelajari di buku% sampai akhirnya berkembang karenapengalaman yang dimiliki para ahli obstetri tersebut./dapun tujuan pembuatan referat ini adalah untuk mengetahui tentangsejarah seksio sesaria%teknik insisidinding abdomen sertateknikinsisiuteruspada seksio% penutupan insisi pada seksio sesaria% serta komplikasi intra operatifyang bisa terjadi dan penangannya.II. DEFINISISeksio sesarea didefinisikan sebagai kelahiran janin melaluiinsisipada dindingabdomenlaparotomi" dandindinganterioruterus histerotomi". Definisi initidakmencakuppengeluaranjanindari ronggaabdomendalamkasus rupturuterus atau dalam kasus kehamilan abdominal. Dalam beberapa kasus dan yangpaling sering adalahkarenaperdarahan post partum% dimana histerektomiabdominal dilakukan setelah bayi lahir. Ketika dilakukan pada saat seksiosesarea% operasi seksio sesarea disebut seksio histerektomi. 0ika dilakukan dalamwaktu singkat setelah persalinan pervaginam% hal ini disebut histerektomipostpartum.#3III. SEJARAH SEKSIO SESAREA1erita mengenai kelahiran bayi melalui pembedahan pada dinding perut ibusudahbanyakdiceritakandandicatat padabanyakkebudayaan. Kaisar2omayang kedua% +uma 3ompilus4!# 5 64, S' " menyatakan dalam Lex Regia )ukum Kerajaan "% 7 Dilarang untuk mengubur wanita hamil sebelum janinnyadikeluarkan dari perut ibu tersebut 8.. 7. 9ni merupakan deskripsi yang pertamakali dari seksio sesarea% meskipun tindakan tersebut dikerjakan sesudahkematian.6:ambar ! ; 9lustrasi kelahiran 0ulius 1aesar. Dikutip dari 7yangmenghadapkeatas. 9nsisitersebut sepanjang !0 5 !# cmpada garis atas rambut pubis%menembus kulit% lapisan lemak sukutan sampai ke fascia rektus. fasciarektus ini kemudian diinsisi secara transversal dengan gunting 7'ayo=atau7Scalpel=.Casciarectuskemudiandipisahkandari'.rectusabdominisserta' .pyramidalis secaratumpuldenganmenyisipkanjari-jari kedua tangan diantara fascia rektus dan muskulus rektus padakedua tepifascia yang sudah diinsisi % kemudian kedua tepi insisi tadiditarik ke arah yang berlawanan. Satu sisi kearah kepala% dan sisi lain17kearahkaki. 'anuver ini akanmembebaskanfasciarekti terhadapmuskulus rektus sejauh yang diinginkan antara umbilicus dan simfisispubis.(aspada terhadap trauma pembuluh darah disekitar garistengah.Kemudianm.rectuskiridankanandipisahkan kearah lateralsecara tumpulsehingga fascia tranversal danperitoneumterpapar.Gapisan tersebut dijepit dengan 2 buah klem dan diangkat. )ati-hatiagar tidak mencederai vesica urinaria. )ati-hati agar tidak mencederaiomentum atau usus terutama pada pasca pembedahan intra abdominal5 endometriosis atau infeksi intra abdominal. Gapisan tersebut dibukakearah kranial dengan gunting 7'et?enbaum=% dengan perlindungan 2jari yangdisisipkandibawahperitoneum.Gapisantersebut dibukalebih lanjut ke kaudal secara tajam.)ati-hati mencederai vesicaurinaria. Gakukanpemeriksaan 7transiluminasi= untukmenghindaricedera pada kandung kemih.>ntuk pemaparan bidang operasim.pyramidalis perlu dipisahkan digaris tengah. -ila langkah-langkahdiatas sudah dilakukan% operator dapat masuk ke rongga abdomen.0ikainsisi 3fannenstiel meluas kelateral sampai melewati tepi m.rektus% danmencapai m. obliHuuseJternaatauinterna% makadapatmencederai nervus iliohipogastrikus atau nervus ilioinguinal sehinggadapat menyebabkan timbulnya neuroma. Sebagai tambahan%penutupaninsisi% dapat menyebabkannervustersebut dapat terjebakpadajahitaninsisi ataudapat jugaterjebakdi sekitarjaringanscar.>ntuk menghindari terjebaknya nervus tersebut% sebaiknya jahitanhanya ditempatkanpada fascia m obliHuus eJterna saja.!018 :ambar @. Insisi PfannenstielDikutip dari &renhaile &.!2 Insisi Jo#l,*o+#n3adateknikinsisi 0oel-1ohendibuat sayatanlurus tranversal padakulit , cm dibawah garis khayal yang menghubungkan sias kiri dan19kanan atau K 2 5 , cm diatas sayatan pfannenstiel. Kemudian jaringansubkutandiinsisi sepanjang,cmsecaratransversa. Casciadiinsisisecara transversal pada midline dan kemudian dilebarkan secaratumpul dengan jari. 'uskulus rektus dipisahkan secara tumpul denganditarik ke lateral dengan menggunakan jari-jari tangan dan kemudianperitoneumdiinsisi secarahori?ontal. 9nsisi secarahori?ontal inilahyang membedakan insisi 3fannenstiel dengan insisi 0oel-1ohenInsisi Ma-la%d 9nsisi melintang kulit,5 Ecm diatas simfisis pubis dan diperdalamsampai fasciarectus seperti padapfannenstiel".9dentifikasi fasciarectus%dijepit dibuka secara tajambilateral. 3erbedaan denganpfannenstieladalah m.rectus abdominalis tidak perlu dipisahkan darifascia rectus. 9dentifikasi arteria epigastrica inferior%sisihkan darijaringan ikat sepanjang tepi lateral m.rectus%identifikasi denganpalpasi dan pemisahan secara tumpul % Setelah identifikasi% ikat secaraganda dan potong.Kemudian dilakukan transeksi m.rectusabdominalis.-ila perlu elevasi masing-masing m.rectus abdominalisdengan 7penrose drain= untuk memudahkan transeksi dan melindungijaringan dibawah otot. Setelah transeksi%m.rectus disisihkan kekranial dankaudal danperitoneumdibukasecaratranversal sepertiinsisi pada kulit" dengan teknik yang sama. !020 :ambar @. 9nsisi 'aylard Dikutip dari &renhaile &.!221Insisi *+#%n#-9nsisi kulit sampai fascia musculus rectus dilakukan dengan cara yangsama dengan insisi 3fannenstiel atau insisi0oel - 1ohen.Casciam.rectus dijepit di garis tengah kemudian dilakukan insisi tranversal.3otongan inferior fascia m.rectus dijepit dengan 7kocher 1lamps= 5 dielevasi dan dibebaskan dari m.rectus abdominalis dan m.pyramidalissecara tumpul dan tajam ke arah simfisis pubis sehingga apponeurosism.rectus danm.pyramidalis dapat di identifikasi.&endonkemudiandiinsisi secara tajam untuk membebaskan otot dari origo pada simfisispubis. '.rectus abdominalis mengalamirektraksi ke superior. Casciatranversalis serta peritoneum dibuka dengan cara yang sama.3enutupan luka ; tendon m.rectus abdominalis dan m.pyramidalisdidekatkan dengan jahitan terputus permanen. -ila pada insisi3fannenstiel bidang pembedahan kurang luas 5 dapat dilakukanperubahan ke arah insisi 1herney tanpa menggangu integritasmuskulus di garis tengah.!022:ambar !0. 9nsisi 1herneyDikutip dari &renhaile &.!2 23Insisi K'stn#%9nsisi hori?ontal dilakukan ditempat yang sama dengan insisipfannenstiel% namun bedanya lapisan kulit dan lemak subkutandisisihkan ke arah atas dan bawah sehingga lapangan yang didapatkancukup luas.9nsisi fasia-muskulus rektus dilakukan secara vertikal pada linea alba.Setelah muskulus rektus disisihkan ke lateral peritoneum diinsisi padamidline. !0 :ambar !!. 9nsisi KustnerDikutip dari &renhaile &.!224.. Insisi V#%tikal Insisi M#diana9nsisi antarasimfisispubisdanumbilicuspadagaristengahataudilinea alba. :aris tengah atau linea alba tidak terlalu banyak pembuluhdarahnya% sehing perdarahan relative sedikit% terutama subkutan.3erdarahan yang terjadi sebaiknya dihentikan dengan koagulasi ataudiikat dengan catgut. Setelah tampak fasia% fasia dapat diinsisi dengangunting dengan gunting atau dengan pisau operasi sampai panjangnyasesuai denganbesarinsisi yangdiinginkan. Keduamuskulusrektusabdominisdipidahkansampai tampakgabunganantaraaponeurosisrektus posterior dan lemak subkutan serta peritoneum.3eritoneum diangkat dengan pinset kanan dan kiri% garis tengah dibuladenganguntinga