Sintaksis bahasa indonesia

download Sintaksis bahasa indonesia

of 71

  • date post

    22-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    533
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Sintaksis bahasa indonesia

  • 1. SINTAKSIS BAHASA INDONESIASINTAKSIS BAHASA INDONESIA Oleh:Oleh: Anita Widjajanti, S.S.,M.HumAnita Widjajanti, S.S.,M.Hum

2. ETIMOLOGI SINTAKSISETIMOLOGI SINTAKSIS Istilah SINTAKSIS diserap dari bahasaIstilah SINTAKSIS diserap dari bahasa Belanda SYNTAXIS, yang dalam bahasaBelanda SYNTAXIS, yang dalam bahasa Inggris disebut SYNTAXInggris disebut SYNTAX Secara etimologis SINTAKSIS berasal dariSecara etimologis SINTAKSIS berasal dari bahasa Yunani, yaitu SUN dengan danbahasa Yunani, yaitu SUN dengan dan TATTEIN menempatkanTATTEIN menempatkan Secara etimologis SINTAKSIS berartiSecara etimologis SINTAKSIS berarti menempatkan (bersama-sama) kata-katamenempatkan (bersama-sama) kata-kata menjadi kalimat.menjadi kalimat. 3. Cakupan Kajian SintaksisCakupan Kajian Sintaksis Kami sedang berdiskusi ketika hujan turun.Kami sedang berdiskusi ketika hujan turun. KAMI adalahKAMI adalah KATAKATA SEDANG BERDISKUSI adalahSEDANG BERDISKUSI adalah FRASEFRASE KETIKA HUJAN TURUN adalahKETIKA HUJAN TURUN adalah KLAUSAKLAUSA KAMI SEDANG BERDISKUSI KETIKAKAMI SEDANG BERDISKUSI KETIKA HUJAN TURUN adalahHUJAN TURUN adalah KALIMATKALIMAT 4. Perbedaan Morfologi dan Sintaksis dalamPerbedaan Morfologi dan Sintaksis dalam mengkaji kata:mengkaji kata: Morfologi mengkaji kata secara INTERNAL.Morfologi mengkaji kata secara INTERNAL. Sintaksis mengkaji kata secara EKSTERNALSintaksis mengkaji kata secara EKSTERNAL 5. KALIMATKALIMAT Analisis kalimat dapat dilakukan berdasarkanAnalisis kalimat dapat dilakukan berdasarkan kajian TRADISIONAL dan STRUKTURALkajian TRADISIONAL dan STRUKTURAL Kajian TRADISIONAL mendasarkanKajian TRADISIONAL mendasarkan analisisnya pada ARTIanalisisnya pada ARTI Kajian STRUKTURAL mendasarkanKajian STRUKTURAL mendasarkan analisisnya pada FORMALITAS bahasaanalisisnya pada FORMALITAS bahasa 6. Contoh Analisis KalimatContoh Analisis Kalimat JanganJangan membaca di sinimembaca di sini EngkauEngkau tidaktidak boleh membaca di siniboleh membaca di sini Kedua kalimat tersebut secara maknawiKedua kalimat tersebut secara maknawi memiliki ARTI yang sama (Aliran tradisionalmemiliki ARTI yang sama (Aliran tradisional menganalisis bentuk bahasa berdasarkan arti)menganalisis bentuk bahasa berdasarkan arti) Secara struktural jenis kedua kalimat tersebutSecara struktural jenis kedua kalimat tersebut berbeda. Kalimat (1) adalah kalimat perintah,berbeda. Kalimat (1) adalah kalimat perintah, kalimat (2) adalah kalimat berita negatifkalimat (2) adalah kalimat berita negatif 7. Penggolongan KalimatPenggolongan Kalimat Kal. BeritaKal. Berita Kal. TanyaKal. Tanya Kal. PerintahKal. Perintah Kal. PengharapanKal. Pengharapan Kal. AktifKal. Aktif Kal. PasifKal. Pasif Kal. MajemukKal. Majemuk Kal. ElipsKal. Elips Dsb.(aliran Tradisional)Dsb.(aliran Tradisional) Kal. Tunggal (terdiriKal. Tunggal (terdiri atas kal. Berita, tanya,atas kal. Berita, tanya, perintah)perintah) Kal. MajemukKal. Majemuk Kal. MayorKal. Mayor Kal. MinorKal. Minor Kal. IntiKal. Inti Kal. TransformasiKal. Transformasi Dsb.(aliran Struktural)Dsb.(aliran Struktural) 8. HAKIKAT KALIMAT:HAKIKAT KALIMAT: Satu bagian ujaran yang didahului danSatu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan, sedangkandiikuti oleh kesenyapan, sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagianintonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap.ujaran itu sudah lengkap. (Bandingkan dengan aliran Tradisional yang(Bandingkan dengan aliran Tradisional yang mendefinisikan kalimat sebagai satuan kumpulan katamendefinisikan kalimat sebagai satuan kumpulan kata yang terkecil yang mengandung pikiran (arti) yangyang terkecil yang mengandung pikiran (arti) yang lengkap)lengkap) 9. Bentuk KalimatBentuk Kalimat Kalimat tidak ditentukan oleh panjangKalimat tidak ditentukan oleh panjang pendeknya bentuk. Kalimat dapat berupapendeknya bentuk. Kalimat dapat berupa sebuah kata dan kumpulan kata.sebuah kata dan kumpulan kata. Contoh kalimat:Contoh kalimat: Ih, Aduh! , Kemarin (satu kata)Ih, Aduh! , Kemarin (satu kata) Dia datang, Mereka akan segera berangkatDia datang, Mereka akan segera berangkat dengan kereta api pagi (kumpulan kata)dengan kereta api pagi (kumpulan kata) 10. Konstituen Kalimat:Konstituen Kalimat: Satuan-satuan yang membentuk suatuSatuan-satuan yang membentuk suatu konstruksi kalimat disebut konstituen kalimatkonstruksi kalimat disebut konstituen kalimat Konstruksi adalah hasil pengelompokanKonstruksi adalah hasil pengelompokan satuan-satuan bahasa menjadi kesatuansatuan-satuan bahasa menjadi kesatuan bermakna yang mempunyai sedikit banyakbermakna yang mempunyai sedikit banyak kebebasan.kebebasan. Contoh: Anak muda itu / sangat cekatan.Contoh: Anak muda itu / sangat cekatan. (Kalimat tsb terdiri atas 2 konstituen)(Kalimat tsb terdiri atas 2 konstituen) 11. Immediate Constituents (UnsurImmediate Constituents (Unsur Bawahan Langsung)Bawahan Langsung) Pola hubungan konstituen sangat penting danPola hubungan konstituen sangat penting dan dapat dipaparkan secara jelas melalui hierarkidapat dipaparkan secara jelas melalui hierarki konstituen kalimatkonstituen kalimat Contoh dalam Morfologi: berpandangan, dsb.Contoh dalam Morfologi: berpandangan, dsb. Contoh dalam Sintaksis: anak kucing nakal,Contoh dalam Sintaksis: anak kucing nakal, pidato menlu di gedung DPR yang panjang,pidato menlu di gedung DPR yang panjang, dsbdsb 12. Hubungan Sintagmatik danHubungan Sintagmatik dan Paradigmatik dalam KalimatParadigmatik dalam Kalimat Hubungan sintagmatik dalam kalimat adalahHubungan sintagmatik dalam kalimat adalah hubungan antarunsur dalam kalimathubungan antarunsur dalam kalimat Hubungan sintagmatik dapat diuji dengan caraHubungan sintagmatik dapat diuji dengan cara permutasi, yaitu perubahan urutan satuan-permutasi, yaitu perubahan urutan satuan- satuan bahasasatuan bahasa ContohContoh: Dia datang kemarin, Kemarin dia: Dia datang kemarin, Kemarin dia datang, Dia kemarin datang. Akan tetapi, Santidatang, Dia kemarin datang. Akan tetapi, Santi memanggil Indra, tidak dapat dipermutasimemanggil Indra, tidak dapat dipermutasi menjadi Indra memanggil Santi.menjadi Indra memanggil Santi. 13. Hubungan SintagmatikHubungan Sintagmatik HubunganHubungan sintagmatik konstansintagmatik konstan biasanyabiasanya terdapat pada pada bahasa yang mengenal tataterdapat pada pada bahasa yang mengenal tata runtun.runtun. Contoh: Baju itu baru dicuciContoh: Baju itu baru dicuci kemarinkemarin KemarinKemarin baju itu baru dicucibaju itu baru dicuci 14. Hubungan SintagmatikHubungan Sintagmatik HubunganHubungan sintagmatik tidak konstansintagmatik tidak konstan terdapatterdapat pada bahasa yang mengenal tata bentuk.pada bahasa yang mengenal tata bentuk. Contoh: Pater fillium bonum amatContoh: Pater fillium bonum amat Pater amat fillium bonumPater amat fillium bonum Bonum fillium pater amatBonum fillium pater amat Pater bonum amat filliumPater bonum amat fillium Pada contoh bahasa Latin tsb., makna tidakPada contoh bahasa Latin tsb., makna tidak ditentukan oleh urutan kata, ttp bentuk kataditentukan oleh urutan kata, ttp bentuk kata 15. Hubungan ParadigmatikHubungan Paradigmatik Hubungan paradigmatik adalah hubunganHubungan paradigmatik adalah hubungan antara satuan bahasa yang mempunyaiantara satuan bahasa yang mempunyai persesuaian secara sistematispersesuaian secara sistematis Hubungan paradigmatik diperoleh dengan caraHubungan paradigmatik diperoleh dengan cara substitusisubstitusi Contoh (untuk didiskusikan): MengapaContoh (untuk didiskusikan): Mengapa AliAli memukul Amirmemukul Amir tidak dapat diubah menjaditidak dapat diubah menjadi AmirAmir memukul Alimemukul Ali?? 16. POLA DASAR KALIMAT INTIPOLA DASAR KALIMAT INTI (PDKI)(PDKI) Terdiri atas satu klausaTerdiri atas satu klausa Susunan unsur-unsurnya umum (S, P)Susunan unsur-unsurnya umum (S, P) Intonasinya netralIntonasinya netral Berupa kalimat berita positifBerupa kalimat berita positif 17. PDKI dalam Bahasa Indonesia KB + KB KB + KK KB + KS KB + KBil KB + KDep 18. KALIMAT TRANSFORMASI Lebih dari satu klausa Susunan balik (P,S) Intonasi tanya, perintah Berupa kalimat berita negatif 19. FUNGSI DALAM KALIMAT Subjek Predikat Objek Pelengkap Keterangan 20. CIRI-CIRI SUBJEK Hal yang dibicarakan Berupa nomina atau nominal Menjawab pertanyaan apa atau siapa 21. CIRI-CIRI PREDIKAT Menjelaskan subjek Penunjuk aspek (sudah, sedang, akan,...) Diawali kata kerja bantu ( boleh, harus, dapat, ...) Kata penunjuk modal (mungkin, seharusnya,...) Kata kerja kopula (ialah, adalah, merupakan, ...) Negasi (tidak, bukan) 22. CIRI-CIRI OBJEK DAN PELENGKAP Berupa nomina Berada langsung di belakang predikat Menjadi subjek akibat pemasifan kalimat Dapat diganti pronomina -nya Berupa nomina, verba, ajektiva, preposisional Berada langsung dibelakang predikat jika tidak objek atau di belakang objek Tidak dapat menjadi subjek akibat pemasifan Tidak dapat diganti dengan pronomina -nya 23. Ciri-Ciri Keterangan Berada di awal, tengah, atau akhir kalimat Fleksibel (mudah berpindah) Manasuka Berupa nomina, frase preposisional, atau frase adverbial 24. KATEGORI KATA PENGISI FUNGSIKATEGORI KATA PENGISI FUNGSI Kata BendaKata Benda Contoh: Ia menerima / uang saku bulananContoh: Ia menerima / uang saku bulanan Objek (kata benda)Objek (kata benda) Kata kerjaKata kerja Contoh: Ia / tidak suka / lagu dangdut.Contoh: Ia / tidak suka / lagu dangdut. PredikatPredikat (kata kerja)(kata kerja) 25. Latihan Soal: Analisislah kalimat berikutLatihan Soal: Analisislah kalimat berikut berdasarkan fungsi dan kategori katanyaberdasarkan fungsi dan kategori katanya 1.1. Meremehkan orang lain tidak terpuji.Meremehkan orang lain tidak terpuji. 2.2. Kadang-kadang ia berkata keras.Kadang-kadang ia berkata keras. 3.3. Di ruangan ini mereka berdiskusi panjang lebarDi ruangan ini mereka berdiskusi panjang lebar 4