Simulasi genetika

download Simulasi genetika

of 11

  • date post

    23-Jan-2018
  • Category

    Education

  • view

    583
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Simulasi genetika

  1. 1. n11 lJJ ,,.!t.. : -i:.'tji,.it-+-:, .,- ltt .- n I 'a t:: '!: :::, .'. ,.. i.+ t' .l 'r.: ;tj "Peluan9, Pewarisan sifat 1 faktor; Pewarisan sifat 2Fal
  2. 2. sifat genetik individu tersebut. Seluruh gen yang ditemukan pada satu individu disebut dengan istilah genotype. Sifat- sifat yang ditunjukkan dari bentuk, perilaku, dan fisiologi dari suatu organisme disebut sebaga i fenotipe. Untuk menentukan bagaimana suatu sifat diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya, pertama- tama kita harus mengetahui suatu sifat yang terdapat pada orang tua. Bagaimana bentuk mereka? Alel apa yang mereka miliki? Kita harus mengetahui alel-alel yang mungkin ada dan peluang dari setiap alel muncul pada gamet yang dihasilkan oleh orang tua. Kita harus juga mengetahui bagaimana alel-alel ini melakukan kombinasi selama proses pembuahan Pada latihan ini, anda diminta untuk menentukan bagaimana gen diwarikan dari satu generasi kepada generasi selanjutnya dan menentukan genotip dan fenotip dari orang tua dan keturunan. Pada latihan praktikum inianda akan 1. Mengerjakan masalah peluang 2. Mengerjakan masalah penurunan sifat satu faktor 3. Mengerjakan masalah penurunan sifat dua faktor 4. Menentukan genotip dari orang tua dan keturunannya Peluang dan Kemungkinan Untuk memecahkan masalah penurunan sifat, anda harus mengerti konsep peluang. Peluang adalah kemungkinan kemunculan suatu hal yang diinginkan dibandingkan dengan jumlah dari total kemungkinan hal yang dapat muncul. Peluang seringkali dinyatakan dalam persen. Hal yang perlu diingat adalah peluang tidak sama dengan kemungkinan. Adalah suatu hal yang mungkin untuk melemparkan uang dan mendapatkan sisi kepala, akan tetapi peluang menyatakan dalam bentuk yang lebih detail. Peluang untuk mendapatkan kepala adalah satu berbanding dua (1/2 atau 0,5 atau 500/o) karena koin memiliki dua sisi dimana hanya satu sisi bergambar kepala. Dengan demikian maka peluang dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut Peluang =iumlah keiadian dengan hasilyang diinginkan total jumlah hasil yang didapatkan Dengan demikian, berapakah peluang untuk mendapatkan kartu As Hati dari satu tumpukan kartu? Jumlah dari kejadian yang dapat menghasilkan kartu As Hati adalah 1 dan total dari jumlah kartu yang ada adalah 52. Dengan demikian maka peluang untuk mendapatkan kartu As Hati dari satu kali pengambilan kartu adalah 1 /52. Peluang juga dapat dihitung untuk dua kejadian bebas yang muncul bersamaan. Kemungkinan dari dua atau lebih kejadian untuk muncul secara bersamaan adalah hasil dari peluang setiap individu. Sebagai contoh, jika anda melemparkan dadu, terdapat kemungkinan angka yang muncul pada kedua dadu adalah 4. Berapakah peluang dari kejadian ini? Peluang darisatu dadu untuk
  3. 3. Genetiko Simulasi Genetika menghasilkan angka 4 adalah 1/6. Peluang dari dadu yang lain )uga 1/6, sehingga peluang untuk mendapatkan dua angka4adalah terdapat lima langkah yang harus dilakukan Langkah 1:Tentukan sebuah symbol untuksetiapalel Biasanya huruf kapital digunakan untuk menandakan alel dominan dan huruf kecil digunakan untuk menandakan alel resesif. Sebagai contoh gunakan huruf E untuk menandakan alel pembentukan cuping telinga yang tidak menempel, yang merupakan alel dominan, dan e untuk menandakan alel pembentukan cuping telinga yang menempel, yang merupakan alelresesif E = cuping teli ngo tidak menem pel e = cuping telingo menempel Langkah 2 =Tentukan genotype dari setiap induk dan beri tanda proses perkawinan Bila dianggap kedua induk adalah heterozigot, maka genotype dari induk jantan adan betina adalah Ee. Berikut tanda x untuk menandakan proses perkawinan EexEe Langkah 3 = Tentukan seluruh tipe gamet yang dapat dihasilkan dari setiapinduk Hal yang harus diingat adalah gamet merupakan struktur haploid. Dengan demikian, hanya terdapat satu alel dari setiap indukyang akan hadir pada sel !.8H 1$&* t& ffi] ql i"lixi"il=1",l;":i ::! i:i ti:rr:J{ rS .. tfi*t|@ets *rdg*wlt ** Latihan Bekerjalah dalam pasangan. Siapkan satu set kartu. Salah satu siswa mengocok dan mengambil kartu, siswa yang lain mencatat hasil pengambilan kartu. Ulangi proses ini selama 100 kali. lsikan hasil pengamatan pada tabel di bawah Pada akhir dari pratikum, kumpulkan data kelas dan bandingkan hasil yang anda dapatkan dengan hasil dari kelompok lainnya. Jawablah pertanyaan mengapa terdapat perbedaan antara hasil yang anda dapatkan dengan hasil dari seluruh kelas? Penurunan sifat satu faktor Penyilangan satu sifat mempertimbangkan bagaimana satu sifat diwariskan dari induk kepada anaknya. Untuk menjawab masalah ini
  4. 4. Genetika Simulasi Genetiko diploid. Karena induk jantan memiliki alel cuping telinga menempel dan alel cuping telinga tidak menempel, maka setengah dari gametnya memiliki alel cuping telinga menempel dan setengah lainnya memiliki alel cuping telinga tidak menempel. Halyang sama juga berlaku untuk gamet dari induk betina. Untuk memecahkan masalah genetika, dapat digunakan bujur sangkar Punnett. Bujur sangkar ini memungkinkan anda untuk menentukan probabilitas untuk mendapatkan setiap genotype dan fenotype yang mungkin pada keturunan yang dihasilkan oleh proses perkawinan tertentu. Hal yang harus diingat adalah setiap gamet menerima hanya satu alel untuk setiap karakter yang ada. Dengan demikian, induk jantan dan induk betina hanya memberikan E atau e. Gamet yang mungkin dihasilkan oleh induk jantan dituliskan pada sisi kiri dari bujur sangkar sementara gamet yang dihasilkan oleh induk betina dituliskan pada bagian atas dari bujur sangkar. Gambar di bawah menunjukkan contoh dari bujur sangkar Punnett. Langkah 4 = Tentukan seluruh kombinasi alel yang dapat dihasilkan dari mengkombinasikan gamet Untuk menentukan kombinasi alel yang mungkin sebagai hasil dari perkawinan, hanya isikan pada setiap kotak kosong dengan alel yang dapat didonasikan oleh setiap induk. Langkah 5 =Tentukan fenotipe yang ditunjukkan keturunan dari setiap pasanganalel Berdasarkan data di atas, tiga anak (yang memilikigenotype EE, Ee, dan Ee) memiliki cuping telinga yang tidak menempel, karena alel ini merupakan alel dominan. Satu anak ee, memiliki cuping telinga yang menempel. Dengan demikian maka probabilitas kedua induk ini untuk mendapatkan anak dengan cuping teling tidak menempel adalah 314 dan anak dengan cuping teling menempel 1/4 Latihan Soal 1. Pada manusia, jari enam (F ) adalah sifat dominan dan lima jari adalah sifat resesif (f ). Bila diasumsikan bahwa kedua orang tua memiliki sifat berjari enam heterozigot, maka - Apakah fenotip dari ayah dan ibu? -Apakah genotip dari kedua orang tua? -Apakah jenis-jenis gamet yang dapat dihasilkan oleh kedua orang tua ini? -Berapakah probabilitas mereka memilikianak berjari enam dan anak berjarilima? ffi g gr *f f &F ff
  5. 5. Genetiko Simulosi Genetika 2. Bila ayah adalah berjari enam heterozigot dan ibu memiliki lima jari, berapakah probabilitas dari ketu ru nan yang memi li ki fenotipe EerjariLima: Berjarienam: 3. Pada beberapa jenis bunga, warna diwariskan oleh alel-alel yang menunjukkan lack of dominance (dominan tidak sempurna). Pada suatu jenis bunga diketahui bahwa persilangan antara bunga merah homozygous dan bunga putih selalu menghasilkan warna merah muda. Pada suatu percobaan disilangkan dua buah bunga berwarna merah muda. Gunakan Fw untuk mempresentasikan alel warna putih dan FR untuk alel warna merah. Berapakah kemungkinan bahwa setiap warna (merah, merah muda, dan putih) dari keturunan yang dihasilkan 4. Dengan menggunakan informasi sebelumnya tentukan nilai probabilitas setiap warna bila dilakukan persilangan antara bunga merah dan bunga merah muda. Penurunan sifat dengan dua faktor Persilangan dua sifatadalah suatu studi genetika proses penurunan sifat dari induk kepada keturunannya diamati pada dua alel. Cara untuk menyelesai kan permasalahan geneti ka pada sistem ini pada dasarnya sama dengan persilangan satu faktor. Perbedaan utama adalah pada sistem dua faktor, anda harus mengamatidua karakteristik yang berbeda dari setiap induk. Hukum independent ossortment yang dicetuskan oleh Mendel menyatakan bahwa setiap anggota dari satu pasangan alel berpisah satu sama lain tanpa dipengaruhi oleh pasangan alel lainnya. Hal initerjadi pada saat meiosis dimana kromosom yang membawa alel tersegregasi. (Hukum ini hanya berlaku jika kedua pasang alel terletak pada pasangan kromosom homolog yang berbeda. Asumsi ini selalu digunakan pada persilangan dua fakto0. Pada manusia, alel dari cuping telinga tidak menempel mendominasi alel dari cuping teling menempel. Alel untuk rambut hitam pekat mendominasi alel yang menyebabkan warna hitam yang tidak terlalu pekat. Jika kedua orang tua adalah heterozygous untuk bentuk cuping telinga dan warna rambut, genotype dan fenotipe apa yang mungkin dimiliki oleh keturunan mereka dan berapa probabilitas untuk setiap genotype dan fenotype? Langkah 1: Gunakan symbol E untuk cuping telinga yang tidak menempel dan e untuk cuping telinga yang menempel. Gunakan symbol D untuk rambut hitam pekat dan d untuk rambut yang tidak terlalu hitam. E=cu pi n g tel i n g a ya ng ti d ok menem pel e = cupi ng teli ngo yong menempel D= rambuthitom pekot d = rombut tidok terlolu hitom
  6. 6. Langkah 2 : Tentukan genotype dari setiap induk dan indikasikan proses perkawinan Pada contoh ini, genotype dari induk jantan dan betina adalah EeDd dan tanda x digunakan sebagai indikasi proses perkawinan EeDdxEeDd Langkah 3 : Tentukan seluruh gamet yang mungkin dari setiap induk dan tuliskan symbol dari alel pada bujur sangkar Punnett Karena terdapat dua pasang alel pada persilangan dua faktor, setiap gamet harus memiliki satu alel dari setiap pasangan: satu dari pasangan E (baik E maupun e) dan satu dari pasangan D (baik D maupun d). Pada contoh ini, setiap induk dapat menghasilkan empat tipe gamet yang berbeda. Empat kotak pada bagian kiri menandakan gamet yang dihasilkan oleh induk jantan; empat kotak pada sisiatas menand