Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

22
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN VISUM ET REPERTUM Mei 2012 VISUM ET REPERTUM No. KS. 03/VER/2012 LUKA TUSUK Oleh: Musdalipa C 111 07 058 Penguji: DR. dr. Gatot S. Lawrence, MSc, Sp.PA(K), DFM, Sp.F DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK DI BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LIBRARY MANAGER DATE SIGN

description

cover ver ujian forensik

Transcript of Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

Page 1: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGALFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS HASANUDDIN

VISUM ET REPERTUMMei 2012

VISUM ET REPERTUMNo. KS. 03/VER/2012

LUKA TUSUK

Oleh:

Musdalipa

C 111 07 058

Penguji:

DR. dr. Gatot S. Lawrence, MSc, Sp.PA(K), DFM, Sp.F

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK DI BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR

2012

LIBRARY MANAGER MANAGER

DATE SIGN

Page 2: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

B. RESUME KASUS

PRO JUSTITIA

Visum et Repertum No. 03/VER/2012

a. Surat Permintaan Visum et Repertum

Surat permintaan Visum et Repertum dari Kepolisian Resort Kota Besar

Makassar, tertanggal tahun dua ribu dua belas, No.: B.5/IV/2012/Reskrim

yang ditandatangani oleh Syarif Wangsa Nugraha, AJUN KOMISARIS BESAR

POLISI NRP.63054094.

b. Tim Kedokteran Forensik

Dipimpin oleh DR. Dr. Gatot S. Lawrence, MSc., Sp.PA(K), DFM, Sp.F, dan

dibantu oleh lima orang dokter muda.

c. Waktu dan Tempat Pemeriksaan Bedah Mayat (Otopsi)

Pada tanggal dua puluh Sembilan mei tahun dua ribu dua belas mulai pukul

sembilan lewat sembilan menit waktu Indonesia Bagian Tengah di kamar

bedah mayat Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang Makassar.

d. Identitas Korban

Mayat perempuan yang menurut keterangan polisi bernama Ny. L, umur tiga

puluh tahun, pekerjaan karyawan, alamat Jalan Sungai Saddang satu nomor

lima Makassar.

e. Waktu dan Tempat Kejadian

Korban ditemukan pada hari Selasa dua puluh sembilan Mei tahun dua ribu

dua belas diduga mengalami penganiayaan dan ditemukan dalam kondisi telah

meninggal.

f. Keterangan temuan korban

Pemeriksaan luar

Dari pemeriksaan luar didapatkan mayat perempuan tersebut telah

berada di atas meja bedah mayat Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, ditutup

oleh dua kain sarung. Sarung yang menutupi daerah atas kepala sampai perut

berwarna pink bermotif ukiran batik dan bunga-bunga. Sedangkan sarung

Page 3: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

yang menutupi bagian perut sampai kaki berwarna merah motif kotak-kotak

bergaris merah putih.

Setelah seluruh penutup dibuka, tampak mayat perempuan yang

memakai baju kaos berwarna merah muda bergambar boneka (mickey mouse)

didepannya, celana panjang berbahan codorai berwarna hitam dan di dapatkan

satu gantungan kunci bertuliskan top formula satu dengan anak kunci

berjumlah delapan buah. Menggunakan ikat pinggang berwarna coklat

bertuliskan Levis collection. Setelah pakaian di buka, didapatkan mayat

memakai bra berwarna pink bermotif bordir bunga-bunga dengan tali bra

plastic transparan, dan celana dalam warna pink. Memakai kalung di leher

berwarna silver (stainless steel) dan mainan berbentuk salib berwarna silver

(stainless steel). Pada jari manis tangan kanan terdapat plester berwarna

coklat. Memakai kutex kuku berwarna pink pada seluruh jari tangan dan kaki.

Warna kulit sawo matang, panjang badan seratus lima puluh empat

sentimeter, berat badan tidak diukur.

Kaku mayat terdapat di daerah tangan dan kaki, mudah di lawan. Lebam

mayat terdapat di bagian punggung atas, hilang dengan penekanan. Belum ada

tanda-tanda pembusukan.

Rambut kepala berwarna hitam, lurus, sukar dicabut, ukuran terpanjang

lima belas sentimeter. Alis mata berwarna hitam, ukuran terpanjang satu koma

dua sentimeter. Bulu mata berwarna hitam, ukuran terpanjang nol koma

delapan sentimeter.

Kelopak mata kiri dan kanan tertutup, pada kedua selaput lendir kelopak

mata (konjungtiva) pucat, tidak terdapat bintik perdarahan, bola mata tidak

menonjol, selaput lendir bola mata tidak terdapat bintik perdarahan, selaput

bening (kornea) keruh, selaput putih (sklera) keruh, pupil mata melebar.

Pada hidung, bentuk luar tidak ada kelainan, tampak bercak darah kering

di sekitar hidung. Pada mulut, tampak kedua bibir pucat dan disekitarnya

terdapat bercak darah kering, dan tidak di dapatkan perlukaan.

Page 4: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

Ditemukan luka-luka pada kulit antara lain :

1. Pada Kulit Kepala:

- Luka I: Terdapat satu buah luka terbuka berbentuk celah terletak pada

daerah belakang kepala bagian kiri (sinistra), dengan ukuran dua puluh

kali lima milimeter, jika dirapatkan membentuk garis lurus, tepi luka

rata, ujung luka bagian luar (lateral) berjarak empat puluh milimeter dari

belakang telinga membentuk sudut tumpul dan bagian dalam (medial)

membentuk sudut tajam, dasar luka kulit kepala bagian dalam, tidak

terdapat jembatan jaringan.

- Luka II: Terdapat satu buah luka terbuka berbentuk celah terletak pada

daerah belakang kepala bagian tengah, dengan ukuran dua puluh kali

lima milimeter, jika dirapatkan membentuk garis lurus, tepi luka rata,

ujung luka bagian luar (lateral) membentuk sudut tumpul dan bagian

dalam (medial) membentuk sudut tajam, dasar luka kulit kepala bagian

dalam, tidak terdapat jembatan jaringan.

- Luka III: Terdapat satu buah luka terbuka berbentuk celah terletak pada

daerah belakang kepala bagian kanan (dextra), dengan ukuran empat

puluh kali lima milimeter, jika dirapatkan membentuk garis lurus, tepi

luka rata, ujung luka sebelah atas (lateral) membentuk sudut tumpul dan

sebelah bawah (medial) membentuk sudut tajam, dasar luka kulit kepala

bagian dalam, tidak terdapat jembatan jaringan.

2. Pada muka:

- terdapat satu buah luka terbuka berbentuk celah terletak pada daerah

kelopak mata kanan bagian bawah, dengan ukuran dua puluh kali tiga

milimeter, tepi luka rata, ujung luka bagian dalam (medial) terletak lima

milimeter dibawah garis yang menghubungkan kedua mata dan berjarak

lima belas milimeter dari garis tengah tubuh membentuk sudut tajam,

dan ujung luka bagian luar (lateral) terletak lima milimeter dibawah

garis yang menghubungkan kedua mata dan berjarak tiga puluh lima

milimeter dari garis tengah tubuh membentuk sudut tumpul, dasar luka

jaringan bawah kulit (sub kutan).

Page 5: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

3. Pada Kulit Leher:

- Luka 1: Terdapat satu buah luka lecet gores pada daerah leher kanan

bagian atas, dengan ukuran dua puluh lima milimeter kali lima

milimeter, sekitar luka tampak memar.

- Luka 2: Dua puluh milimeter dibawah luka lecet gores tersebut terdapat

satu buah luka terbuka berbentuk celah yang memanjang dari kiri ke

kanan dengan ukuran dua puluh lima kali lima milimeter, jika dirapatkan

membentuk garis lurus, tepi luka rata, ujung luka bagian luar (lateral)

membentuk sudut tajam dan bagian dalam (medial) membentuk sudut

tumpul, dasar luka otot dan lemak, tidak terdapat jembatan jaringan,

sekitar luka tampak memar.

4. Pada Kulit dada:

- Luka 1: Terdapat satu buah luka terbuka berbentuk celah terletak pada

dinding dada sebelah kanan diatas puting susu (papilla mamae), dengan

ukuran lima belas milimeter kali lima belas milimeter, setelah dirapatkan

membentuk garis lurus, tepi luka rata, ujung luka bagian bawah

(inferior) berjarak sepuluh milimeter di atas puting susu (papilla mamae)

membentuk sudut tajam dan bagian atas (superior) membentuk sudut

tumpul, dasar luka otot dan lemak.

- Luka 2: Terdapat satu buah luka terbuka berbentuk celah pada dinding

dada sebelah kiri, dengan ukuran dua puluh satu kali tujuh milimeter,

jika dirapatkan membentuk garis lurus, tepi luka rata, ujung luka bagian

atas (medial) berjarak dua puluh milimeter dari garis pertengahan tubuh

depan dan lima belas milimeter di bawah garis mendatar yang

menghubungkan kedua puting susu membentuk sudut tumpul dan

bagian bawah (lateral) membentuk sudut tajam, tidak terdapat jembatan

jaringan, dasar luka otot dan lemak.

- Luka 3: Terdapat satu buah luka terbuka pada dinding dada sebelah kiri,

dengan ukuran dua puluh satu milimeter kali sepuluh milimeter, jika

dirapatkan membentuk garis seperti huruf L terbalik, tepi luka rata,

ujung luka bagian atas (superior) berjarak tiga puluh lima milimeter dari

Page 6: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

garis pertengahan tubuh depan dan enam puluh milimeter di bawah garis

mendatar yang menghubungkan kedua puting susu membentuk sudut

tumpul dan bagian bawah kedua ujung luka (medial dan lateral)

membentuk sudut tajam, tidak terdapat jembatan jaringan, dasar luka

belum dapat ditentukan.

5. Pada Kulit Punggung: tampak lebam mayat warna ungu di punggung atas

dan menghilang dengan penekanan, tidak ada perlukaan di sekitar

punggung.

6. Pada Kulit anggota gerak: terdapat satu buah luka iris pada punggung

tangan kiri diantara jari jempol dan jari telunjuk, dengan ukuran empat

puluh millimeter kali lima belas milimeter, tepi luka rata, kedua ujung luka

membentuk sudut tajam, dasar luka otot dan lemak.

Pemeriksaan Dalam

Pada pemeriksaan dalam terdapat luka terbuka pada kantung jantung

daerah puncak jantung (apex) dengan ukuran dua puluh millimeter

disekitarnya tampak resapan darah. Pada jantung terdapat luka terbuka pada

serambi kanan jantung dengan ukuran dua puluh tiga millimeter. Dan luka

terbuka pada bilik kiri jantung ukuran tujuh belas millimeter. Limpa berwarna

abu-abu, permukaan mengkerut, perabaan kenyal, penampang berwarna merah

dengan ukuran sebelas sentimeter kali lima koma lima sentimeter kali satu

sentimeter, pada mikroskopik tampak bagian sinusoid limpa yang tidak berisi

darah. Rahim: ukuran lima belas koma lima sentimeter kali tujuh sentimeter

kali tiga koma delapan sentimeter, pada permukaan rahim tampak lima buah

benjolan berbentuk bulat. Selaput otak: tidak ada robekan, tampak warna agak

kemerahan pada selaput otak keras dibagian belakang kepala.

Page 7: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

C. TINJAUAN PUSTAKA

Di dalam ilmu kedokteran kehakiman luka akibat benda tajam yang

banyak dijumpai terdapat dua bentuk, yaitu dalam bentuk luka iris (incised

wound, cut, slash, slice) dan dalam bentuk luka tusuk (penetrating wound,

stab, puncture, perforation), dan di dalam dunia kriminal luka-luka tersebut

biasanya disebabkan oleh pisau.1

Luka tusuk (stab wound) adalah luka dengan kedalaman luka yang

melebihi panjang luka akibat alat yang berujung runcing dan bermata tajam

atau bermata tumpul yang terjadi dengan suatu tekanan tegak lurus atau serong

pada permukaan tubuh. Contoh alat yang digunakan pada luka tusuk (stab

wound), yaitu : belati, bayonet, clurit, keris, pedang, pecahan kaca. Benda

yang berujung runcing dengan penampang bulat atau segitiga atau segiempat

seperti kikir, tanduk, dan lain-lain. Benda yang berujung tumpul seperti ruji

payung, ruji sepeda, potongan paku, dan lain-lain. 1,2

Beberapa keadaan karena tusukan atau luka pada leher, wajah, dan

ekstremitas ( disebut “pertahanan luka” ) biasanya disebabkan oleh penyerang.

Beberapa luka dengan kedalaman bervariasi pada leher atau pergelangan

tangan mengisyaratkan adanya bunuh diri. Dan adanya luka dangkal yang

berdekatan dengan luka utama merupakan tanda keraguan dan adalah

karakteristik dari kesengajaan diri sendiri. Luka tusuk bisa berakibat fatal jika

menembus jaringan lunak dan cukup untuk mengenai tulang korban. 3,4

Luka tusuk ada 2 jenis: 2

Penetrasi

Luka penetrasi. Pada luka ini, benda menyebabkan penetrasi yang

merobek kulit dan jaringan yang lebih dalam, lalu masuk ke rongga

tubuh seperti rongga thoraks, abdomen. Luka ini hanya merupakan

tempat masuk. 2

Perforasi

Luka perforasi Jika luka merobek jaringan tubuh manusia sampai

menembus dari satu sisi ke sisi lainnya. 2

Page 8: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

1. Luka Tusuk

Luka tusuk dihasilkan oleh alat yang runcing. Pada umumnya disebabkan

karena pembunuhan. Pada luka tusuk, kedalaman dari luka yang masuk ke

dalam tubuh melebihi panjang luka pada kulit. Tepi luka tajam, tanpa adanya

abrasi atau kontusio. Pada umumnya senjata yang digunakan untuk

menghasilkan luka tusuk adalah pisau, dimana sifat dari tepi luka yang

terpotong dapat menghasilkan luka iris. Contohnya pisau dapur, pisau lipat

dengan ukuran 4-5 inchi. Alat lainnya seperti potongan es, gunting, obeng,

potongan kaca, garpu, pulpen dan pensil digunakan untuk menimbulkan luka

tusuk.1

Energi yang dibutuhkan untuk masuknya sebuah pisau pada kulit

bergantung pada konfigurasi dan ketajaman dari ujung pisau. Ketika ujung

pisau telah memasuki kulit, bagian lainnya akan meluncur dengan sangat

mudah ke dalam tubuh. Selama tidak mengenai tulang, pisau dapat dengan

mudah ditarik keluar dari organ dengan energi yang kecil. Namun, jika

seluruh bagian pisau masuk ke dalam tubuh memberikan arti bahwa luka

tusuk yang dihasilkan adalah dengan kekuatan yang sangat besar.1

2. Ciri Luka Tusuk

Ciri luka tusuk tergantung dari penampang dan mata. Benda berujung

runcing dan bermata tajam satu menyebabkan: 2,3

1. Tepi luka tajam/rata.

2. Satu ujung luka runcing, sedangkan ujung yang lain kurang. Bila arah

mata pisau waktu ditusukkan berlainan arah dengan waktu pisau ditarik

keluar, maka didapatkan luka dengan ujung lebih dari dua.

(Gbr 1)

Page 9: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

a) luka tusuk yang tegak lurus dengan serat otot akan menganga lebar. Luka tusuk yang sejajar dengan serat otot menganga berkurang.

b) bentuk luka tusuk yang arah mata pisau berlainan waktu masuk dan keluar.

c) Bentuk luka tusuk yang disebabkan benda runcing dengan penampang segi tiga

3. Sudut luka tajam, pada sisi tumpul kurang tajam.

4. Pada sisi mata yang tajam rambut ikut terpotong.

5. Dalamnya luka lebih besar daripada panjangnya luka.

6. Sekitar luka kadang memar/ekimosis, oleh karena tusukan sampai tangkai

pisau.

7. Bila luka tegak lurus dengan serat otot, maka luka akan menganga lebar,

bila luka sejajar dengan serat otot luka menganga berkurang.

Gbr 2 : Luka tusuk pisau bermata dua (kiri), luka tusuk pisau bermata satu

(kanan ) 2

Ciri l uka tusuk pada bunuh diri, antara lain.: 2,3

1) Luka tusuk yang menggerombol, pertama dangkal, luka tusuk percobaan,

kemudian lebih dalam.

2) Lokalisasi tertentu adalah daerah perut, daerah jantung, ada kalanya hanya

satu tusukan.

3) Pakaian biasanya disingkirkan sebelum menusuk.

4) Tidak ada luka tangkis.

5) Tempat kejadian perkara rapi, tidak porak-poranda.

Page 10: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

6) Kadang-kadang tangan yang memegang senjata mengalami cadaveric

spasme.

LUKA TUSUK

PEMBUNUHAN

BUNUH DIRI

Lokasi sembarang tempat, juga

daerah yang sulit dijangkau

oleh korban

Yang mudah dicapai / organ

penting: misalnya dada,

perut, leher

Jumlah luka satu atau lebih Yang mematikan biasanya

satu

Pakaian tertusuk/ robek Disingkirkan

Tentative wound tidak ada Ada

Defense wound ada Tidak ada

Cadaveric spasm tidak ada Kadang ada

3. Kedalaman Luka Tusuk

Pada luka tusuk, panjang luka pada kulit dapat sama, lebih kecil atau lebih

besar dari lebar pisau. Timbulnya luka yang lebih lebar terjadi apabila tusukan

pisau tersebut melintasi serta memotong lipatan kulit yang berlawanan.

Elastisitas kulit dapat mengubah dimensi luka sehingga dapat meningkatkan

atau menurunkan satu atau dua millimeter dari ukuran pisau yang sebenarnya.1

Kedalaman luka dari luka tusuk dapat sama, lebih kecil atau lebih panjang

dari panjang mata pisau. Jika pisau tidak masuk seluruhnya, bekas luka akan

lebih pendek dari panjang mata pisau. Atau pisau mungkin masuk sangat

dalam seperti force as to indent perut atau dada.1

Gambaran penjelasan diatas, maka pada luka tusuk, panjang luka biasanya

tidak mencerminkan lebar benda tajam penyebabnya, demikian pula

didalamnya luka biasanya tidak menunjukkan panjang benda tajam tersebut.

Hal ini disebabkan oleh faktor elastisitas jaringan dan gerakan perlawanan

korban saat ditusuk.1

Page 11: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

4. Gambaran Dari Luka Tusuk Pada Kulit

Ukuran dan bentuk dari luka tusuk bergantung dari sifat mata pisau dan

bagaimana pisau itu mengenai dan masuk ke dalam tubuh, gerakan untuk

menarik mata pisau dari tubuh korban, gerakan dari tubuh korban sendiri dan

keadaan dari elastisitas kulit.1,2

Ukuran luka pada kulit tidak selalu memberikan indikasi kedalaman luka.

Ujung-ujung luka tusuk adalah sudut. Pada luka tusuk, sudut luka dapat

menunjukkan perkiraan benda penyebabnya, apakah berupa pisau bermata

satu atau bermata dua. Luka yang berasal dari pisau bermata satu memiliki

sudut luka yang lancip dan yang lain tumpul, namun dapat juga memiliki dua

sudut lancip apabila mata pisau menancap secara superfisial (hanya bagian

ujung benda saja yang menyentuh kulit, sehingga sudut luka dibentuk oleh

ujung dan sisi tajamnya). Bila kedua sudut luka lancip, luka tersebut dapat

diakibatkan oleh benda tajam bermata dua. Namun terkadang luka dengan

kedua sudut lancip tidak selalu disebabkan oleh pisau bermata dua. Lebar dan

panjang pisau/senjata dapat ditentukan dengan menganalisis luka tikaman(1,3,5)

Jarang pisau masuk ke dalam tubuh dan keluar lagi dengan sudut serta

arah yang sama, dengan demikian setiap luka tusuk merupakan perpaduan

antara tusukan dengan irisan. Oleh karena kenyataan tersebut, ukuran luka

dimana pisau itu masuk ke dalam tubuh akan lebih besar dari ukuran lebar dari

pisau itu sendiri.1

Kulit memiliki elastisitas yang besar dan besarnya ketegangan kulit tidak

sama pada seluruh tubuh. Pada daerah dimana serat-serat elastisnya sejajar,

yaitu pada lipatan-lipatan kulit, maka tusukan yang sejajar dengan lipatan kulit

tersebut akan mengakibatkan luka yang tertutup, sempit dan berbentuk celah.

Akan tetapi bila tusukan pisau itu melintasi serta memotong lipatan kulit,

maka luka yang terjadi akibat tusukan pisau tersebut akan terbuka lebar.(1)

Luka tusuk dari pisau yang sama dapat bervariasi dalam ukuran dan

bentuk, tergantung pada jenis pisau, daerah yang ditikam, kedalaman luka, dan

sudut yang dibentuk. Luka tusuk kulit tunggal mungkin memiliki lebih dari

satu jalur dalam tubuh karena mungkin sebagian ditarik dan dimasukkan

Page 12: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

kembali tanpa benar-benar ditarik keluar dari kulit. Oleh karena itu, jalur dari

setiap luka pada kulit harus diperhatikan. 5

5. Penyebab Kematian

Penyebab kematian pada luka tusuk adalah: 2

a). Kerusakan pada organ vital tubuh.

b). Perdarahan dari pembuluh darah organ vital yang mengalami cedera.

c). Infeksi/ sepsis.

d). Emboli udara.

6. Cara Kematian

Pada umumnya kematian akibat luka tusuk disebabkan oleh kasus

pembunuhan. Sulit untuk membunuh seseorang hanya dengan satu tusukan

saja, kecuali bila korbannya sedang tidur atau dalam keadaan yang sangat

lemah atau bila korban diserang secara mendadak dan yang terkena adalah

organ tubuh yang vital. 1

Pada pembunuhan jumlah luka umumnya lebih dari satu, tidak mempunyai

tempat atau lokasi khusus, seringkali didapatkan luka-luka yang didapat

sewaktu korban mengalami perlawanan, luka-luka tersebut disebut luka

tangkis (defense wound). Luka-luka tangkis dapat ditemukan pada daerah

lengan bawah bagian dalam atau pada telapak tangan. Luka-luka pada telapak

tangan dimungkinkan bila korban berusaha menangkap atau merebut serangan

lawannya. 1

Luka yang mematikan biasanya pada daerah leher, dada dan pada daerah

perut dimana terdapat organ-organ vital. Pada kasus pembunuhan dimana

korban digorok lehernya, maka kasus seperti itu dapat dibedakan dengan

kasus bunuh diri yaitu dengan adanya perbedaan-perbedaan pokok diantaranya

luka-luka percobaan dan didapatkannya luka-luka tangkis.(1,2)

Perlu diingat pula bahwa makin banyak benda atau senjata tajam yang

bentuknya runcing-langsing, misalnya pisau saku atau ganco (alat yang terbuat

dari batang besi bulat ujung runcing yang melengkung dan biasanya

dipergunakan untuk mengungkit beras dalam karung dan balok es). Dengan

Page 13: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

benda atau senjata yang demikian, pembunuhan dapat dilakukan dengan jalan

menghantamkan benda atau senjata tajam tersebut ke kepala korban

menembus tulang dan masuk ke dalam otak.1,3

Oleh karena luka-luka yang terjadi pada kasus-kasus seperti diatas tadi

hanya kecil dan berbentuk celah saja, maka pada pemeriksaan luar dari korban

haruslah dilakukan dengan seteliti dan secermat mungkin.1

Pada kasus bunuh diri dengan benda atau senjata tajam, maka cara yang

terbanyak dijumpai ialah dengan cara memotong (mengiris) tenggorokan. Bila

korban mempergunakan tangan kanan untuk maksud tersebut maka pada

umumnya luka iris akan dimulai dari bawah telinga sebelah kiri dan berjalan

melewati bawah dagu sebelah kanan, dengan demikian luka tersebut berjalan

dari kiri atau kebelakang ke kanan bawah depan. Bila korban mempergunakan

tangan kirinya atau pada orang yang kidal, akan terdapat keadaan yang

sebaliknya. 1,5

Pada pemeriksaan yang teliti dari luka akan sering didapatkan satu atau

lebih luka yang lebih dangkal, dan berjalan sejajar disekitar luka yang utama,

luka-luka tersebut adalah luka-luka percobaan (hesitation marks). Luka-luka

percobaan dapat pula ditemukan pada bagian lain dari tubuh seperti pada

pergelangan tangan atau pergelangan kaki, lipat siku atau pada daerah perut. 1,3

Selain daerah leher maka daerah dada, dalam hal ini sesuai dengan letak

jantung dan pada daerah perut yang biasanya daerah lambung adalah

merupakan daerah-daerah yang sering dipilih oleh korban di dalam kasus

bunuh diri. Di dalam kasus tersebut biasanya bentuk luka yang didapatkan

adalah luka tusuk. Luka-luka percobaan tentunya dapat dijumpai juga.1

Luka-luka yang menunjukkan adanya tanda-tanda perlawanan pada kasus

bunuh diri dengan sendirinya tidak akan didapatkan.

Pada kasus bunuh diri selain luka-luka utama yaitu luka yang fatal, yang

terdapat baik pada daerah leher, dada atau daerah lambung serta adanya luka-

luka percobaan, pada tangan korban tidak jarang akan ditemukan pisau yang

tergenggam dengan sangat kuatnya, ini disebabkan adanya kekakuan yang

terjadi seketika pada otot-otot tangan korban yang menggenggam pisau.

Page 14: Sampul, Resume, Tinjauan Pustaka

Kekakuan seketika tersebut dikenal dengan istilah cadaveric spasme, yang

mencerminkan adanya factor stress emosional dan intravitalitas. Dengan

demikian, adanya senjata yang tergenggam erat tersebut pada korban, hampir

dapat ditentukan dengan pasti bahwa korban telah melakukan bunuh diri dan

mengingat bahwa factor stress emosional atau ketegangan jiwa merupakan

faktor yang memungkinkan terjadinya cadaveric spasme, maka keadaan yang

sama dapat pula terjadi pada kasus-kasus lain selain kasus bunuh diri.1,3

Didalam keadaan dimana pisau tidak tersedia, seperti di dalam rumah

tahanan atau lembaga permasyarakatan, maka bunuh diri dapat pula dengan

mempergunakan benda-benda tajam lain seperti pecahan kaca, pecahan botol,

dan kepingin kaleng. Dengan demikian kelainan yang didapatkan pada

pemeriksaan lebih bervariasi. 1