RAS Ppt Final

of 25/25
TINJAUAN PUSTAKA Maureen Aprilia 2014-061-028 Karlina Loh 2014-061-029 Richard Firmansyah 2014-061-030 Claresta 2014-061-031 Harry Gunawan 2014-061-032 Ria Pitasari 2014–061–033 Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS)
  • date post

    22-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    252
  • download

    3

Embed Size (px)

description

RAS

Transcript of RAS Ppt Final

Diagnosis Banding

Tinjauan PUSTAKA

Maureen Aprilia2014-061-028Karlina Loh2014-061-029Richard Firmansyah2014-061-030Claresta2014-061-031Harry Gunawan2014-061-032Ria Pitasari2014061033Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS)Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS)Ulserasi berulang pada mukosa oral yang tidak disertai tanda-tanda penyakit lain

Umum terjadi pada 20% populasi umum

Etiologi dan Patogenesis (I)Faktor yang berkaitan : genetik, defisiensi hematologik, abnormalitas sistem imun.

Faktor mayor: lokal trauma dan rokokFaktor lain: kecemasan, stress fisiologis, menstruasi, ISPA, alergi makanan, mikroorganisme

GenetikDefisiensi hematologik: - zat besi - folatvitamin B12Abnormalitas sistem imun: kaskade sitokin mukosa abnormal -> cell-mediated immune responseEtiologi dan Patogenesis (II)Faktor-faktor pemicu utama pada RAS: sleep disorder penyakit imun gangguan hormonal gangguan mental stress.

Tidur dan RAS (I)Tidur hubungan yang signifikan dengan sistem imunRestorative sleep mempertahankan imunitas yang baik.

Tidur dan RAS (II) sleep-wake cycle normal:Jumlah immature T-cell dan produksi sitokin pro-inflamatori early nocturnal sleepSel imun efektor (cytotoxic natural killer cells) daytime wakefullness.

Tidur ekstravasasi sel T, redistribusi sel T ke kelenjar limfe, dan membentuk immunological memory

Tidur dan RAS (III)Sleep disorder waktu tidur larut sleep deprivation.

Sleep deprivation peningkatan day-time level dari mediator inflamasi (IL-1, IL-6, IL-17, dan TNF)

Sleep deprivation somnolen serta fatigue pada hari setelahnya Tidur dan RAS (IV) aktivitas TNF aktivitas adhesi sel endotel dan kemotaksis neutrofil inflamasi.

Aktivitas limfosit TUlkus fase awalberakumulasi dengan sel mast dan sel plasmaleukosit PMN berkumpul di tengah ulkus; infiltrasi leukosit Mononuklear di tepi lesi.

Tidur dan RAS (IV)Sleep deprivation jumlah granulosit dan neutrofil.

aktivitas mediator inflamasi, limfosit dan neutrofil: respon imun berlebihan terhadap antigen pada mukosa oral: RAS.

Waktu tidur yang larut: depresi RAS

Tidur dan RAS (V)Sekresi hormon (growth hormone (GH), kortisol, hormon adrenokortikotropik) dipengaruhi oleh pola tidur. Sekresi GH proliferasi fibroblas, migrasi keratosit dan diferensiasi sel T.

sekresi dari GH RAS, proses penyembuhan

hormon adrenocorticotropic respon inflamsi dan kerentanan menderita RAS.

Tidur dan RAS (VI)

Stresssulit tidur & sekresi hormon kortisoltoleransi terhadap stressor : produksi kortisol. RAS

Manifestasi Klinis (I)Usia dekade kedua

pada mukosa oral regio bukal dan labial

Gejala prodromal : timbul lesi kemerahan disertai dengan rasa terbakar papul putih kecil ulserasi ulser bulat, simetris, dan dangkal

Manifestasi Klinis (II)Klasifikasi :MinorD < 1 cm, sembuh 1 minggu (sembuh total 10-14 hari), jar. parut

2.MayorD > 1 cm, sembuh beberapa minggu bulan, jar. Parut +

HerpetiformisKumpulan ulser berukuran kecil, berjumlah hingga puluhan tersebar di seluruh mukosa oral

13DIAGNOSIS BANDINGDiagnosis banding RAS :Lesi primer akut : stomatitis akibat virusLesi multipel kronik : pemphigus atau pemphigoidKondisi lain yang berhubungan dengan ulkus berulang : penyakit jaringan ikat, reaksi obat, dan kelainan kulit.

!!!! Anamnesa dan pemeriksaan fisik yang lengkap penting untuk menyingkirkan diagnosis banding RAS.

PEMERIKSAAN PENUNJANG (I)Lab gejala klinis tidak sesuai dengan pola RAS pada umumnya:

kadar serum besi, asam folat, vitamin B12, ferritin -> RAS minor atau RAS mayor yang parah. Episode RAS makin parah Keluhan pada usia > 25 tahun Timbul bersamaan dengan gejala/tanda lain.

PEMERIKSAAN PENUNJANG (II)Biopsi exclude penyakit lain: penyakit Crohn, sarkoidosis, blister pephigus/ pemphigoid

Hasil Biopsi pada SAR ulkus superfisial diliputi eksudat fibrin dengan jaringan granulasi pada bagian dasar, campuran infiltrat peradangan akut dan kronis.

Lesi awal RAS gambaran infiltrasi sel limfosit granular yang besar dan limfosit CD4 dengan degenerasi fokal dari sel basal dan pembentukan vesikel intraepitel kecil.

TATALAKSANA (I)Tujuan utama: mengurangi rasa nyeri, mengecilkan ukuran luka, mempercepat waktu penyembuhan lesi dengan obat topikal.

2 macam : analgesik dan kortikosteroid.

RAS ringan dengan 2 atau 3 lesi kecil emollient Orabase/ Zilactin/diclofenac topikal RAS berat steroid topikal (high potency): fluocinonide, betamethasone, clobetasolTATALAKSANA (II)Gel steroid 2-3 kali sehariLesi besar dapat digunakan gauze sponge (berisi steroid topikal) selama 15- 30 menit.Kortikosteroid injeksi lesi yang besar dan nyeri.

GAMBAR

Seorang wanita usia 42 tahun dengan RAS yang semakin parah. Didapatkan adanya defisiensi besi dan setelah dikoreksi ulkusnya sembuh. RAS pada lidah dan dasar mulut

Ulkus RAS mayor pada mukosa labial

Ulkus RAS mayor pada mukosa alveolar

Ulkus mukosa bukal sekunder dari penyakit Crohn

Ulkus RAS pada pasien HIV

Daftar PustakaAlDabal L, BaHammam AS. Metabolic, endocrine, and immune consequences of sleep deprivation. The Open Respiratory Medicine Journal 2011; 5: 31-43.Besedovsky L, Lange T, Born J. Sleep and immune function. Eur J Physiol 2012; 463:121-137.Kerkhofs M, Boudjeltia KZ. From total sleep deprivation to cardiovascular disease: a key role for the immune system? SLEEP 2012; 35(7):895-896. Slebioda Z, Szponar E, Kowalska A. Etiopathogenesis of recurrent aphthous stomatitis and the role of immunologic aspects: Literature review. Arch. Immunol. Ther. Exp. 2014; 62:205-15.Preeti L, Magesh K, Rajkumar K, Karthik R. Recurrent aphthous stomatitis. JOMFP. 2011;15(3):252-256. Sistig S, Cekic-Arambasin A, Rabatic S, Vucicevic-Boras V, Kleinheinz J, Piffko J. Natural immunity in reccurent aphthous ulceration. J Oral Pathol Med 2001; 30(5): 275-80.Ma R et al. Effect of bedtime on recurrent aphthous stomatitis in college students. Oral Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol 2015; 119(2): 196-201.Kumar A, Ananthakrishnan V, Goturu J. Stress in academia manifested as aphthous ulcers. JMS 2014; 4(1):273-7.Burket, L. W., Greenberg, M. S., & Glick, M. (2003). Burket's oral medicine: Diagnosis & treatment. Hamilton, Ont: BC Decker.