Price Strategy

of 31

  • date post

    07-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    0

Embed Size (px)

description

price strategy untuk mahasiswa

Transcript of Price Strategy

STRATEGI PENENTUAN HARGA

STRATEGI PENENTUAN HARGAManajemen PemasaranL. Faqih S. Hadie, SE.,MM.PENGERTIAN HARGAHarga adalah jumah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya.Masalah penetapan harga adalah suatu hal yang cukup kompleks dan sulit, oleh karena itu memerlukan suatu pendekatan yang sistematis yang melibatkan penetapan tujuan dan pengembangan suatu struktur penetapan harga yang tepat.Tujuan Penetapan Harga al :Meningkatkan penjualanMempertahankan dan memperbaiki market shareStabilisasi hargaMencapai target ROIMecapai laba maksimumFaktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Harga :Keadaan perekonomianPermintaan dan penawaranElastisitas permintaanPersainganBiayaTujuan perusahaanPengawasan pemerintahTelah terjadi pergeseran paradigma mengenai keputusan tentang harga. Pada masa lampau keputusan-keputusan tentang harga cebderung bersifat pasif dengan hanya berpatokan pada harga pesaing. Namun saat ini orientasinya adalah efisiensi dan bagaimana mendapat posisi yang baik di tengah kompetisi.Metode Penetapan HargaMetode PH dalam bahasan ini :Metode PH Mark-UpMetode PH Break Even PointMetode PH Rate of ReturnMetode PH berdasarkan permintaan

Pelajari dan diskusikan juga metode PH berdasarkan Biaya variabel dan beban puncak !Lihat : Basu Swasta & Irawan (2003) Manajemen Pemasaran Moderen, Yogyakarta, Liberti.1. Metode Penetapan Harga Mark-UpMark Up adalah julah rupiah yang ditambahkan pada biaya dari suatu produk untuk menghasilkan harga jual.Contoh : Murk Up on Cost

Harga jual = Biaya produk + Mark Up = Biaya produk + % Biaya produk2. Metode Penetapan Harga BEPMenentuka BEP dengan rumus sbb :BEP = TFC/(1- VC/S)atauBEP = TFC/(P - AVC)BEP: Break Even Point (Titik Pulang Pokok)TFC: Total Fix Cost (Biaya Tetap Total) VC: Variable Cost (Biaya Variabel)S: Sales (Penjualan)P: Price/unit (Harga/unit)AVC: Average Variable Cost (Biaya Variabel Rata-rata)Contoh :Diketahui Biaya tetap Rp 85.000, Biaya Variabel Rp.2000, Harga jual Rp.3000, Rp. 3.600, dan Rp. 3.600. Hitung BEP pada masing-masing tingkat harga.Dengan menggunakan rumus BEP = TFC/(P-AVC) akan didapatkan hasil pada masing-masing harga sbb :TFC AVC P BEP Penghasilan 85.000.000 2.000 3000 85.000 255.000.000 85.000.000 2.000 3600 53.125 191.250.000 85.000.000 2.000 4600 32.692 150.384.615 TCBiaya VariabelBiaya TetapUnitJutaan Rp.B1B2B3Fixed Cost = 85 Jt.KURVE BREAK EVENT POINT PADA KETIGA MACAM HARGAJika biaya vatiabel (VC) dan biaya tetap (FC) dijumlahkan, maka kurve biaya total akan berpotongan pada titik penghasilan total yaitu B1, B2 dan B3.Titik titik tersebut disebut titik BEP yaitu titik volume penjualan yang diperlukan untuk menutupi biaya total.Laba akan diperoleh jika volume penjualan berada di atas titik BEP, dan rugi bila penjualan di bawah titik tersebut. 3. Metode PH Rate of ReturnKebijakan penetapan harga untuk mencapai tingkatan pengembalian investasi adalah kebijakan yang paling banyak dipakai oleh perusahaan.Faktor utama yang harus ada untuk dapat dgunakannya metode ini adalah :Estmasi permintaanPenggunaan fasilitasMisalnya diketahui :Kapasitas pabrik = 100.000 unit .Kapasitas yang diharapkan dapat dicapai dan dapat dijual adalah 70% atau 70.000 unit. Biaya total = Rp. 225 juta atau Rp.3.214 per unitnya.Pengembalian investasi sesudah pajak yang diharapkan 14%.Investasi Rp. 250.000.000Pajak 50%Harga pesaing Rp. 5.214Tentukan harga jualnya !Penyelesaian :

Pengembalian investasi yang diharapkan setelah pajak = 14% x 250.000.000 = 35.000.000Bagian laba yang dikenakan pajak dan yang dipakai untuk menutup investasi = 100/50 x 35.000.000 = 70.000.000Biaya total = 70.000 x 3.214 = 224.980.000Penghasilan total = 70.000.000 + 224.980.000 = 294.980.00

Jadi harga jual perunit minimal adalah Rp. 294.980 : 70.000 = Rp.4.214Jika pesaing menetapkan harga yang sama dengan pesaing yaitu sebesar Rp. 5.214, maka berapakah tingkat pengembalian investasinya ?Penyelesaian :

Penghasilan total 70.000 unit x 5.214= 364.700.000Biaya total 70.000 unit x 3.214= 224.980.000- Laba= 139.720.000Pajak 50% x 139.720.000= 69.869.000-

Pengembalian investasi= 69.869.000

Jadi, dengan ditetapkannya harga jual sebesar Rp. 5.214, maka besar pengembalian investasi adalah sbesar Rp. 69.869.000 yang jika diprosentasekan menjadi sebesar :ROI = ROR / Investasi = 69.869.000/250.000 x 100% = 28%Artinya dengan penetapan harga jual tersebut, perusahaan dapat meningkatkan pengembalian investasi yang diharapkan dari 14% menjadi 28%.Konsep Dasar Elastisitas PermintaanSangat penting dalam pembuatan keputusan manajerial dalam hal penetapan harga dan strategi lainnya menyangkut variabel endogen dari fungsi fungsi permintaan tersebut, karena elastisitas permintaan ini merupakan informasi mengenai tingkat sensitifitas dari permintaan konsumen terhadap perubahan harga produk.4. Metode Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan.Elastisitas hargaAdalah ukuran sesnsitifitas permintaan konsumen terhadap perubahan harga produk. Elastisitas ini diukur dengan koefisien elastisitas (Ep).Ep = (%Q/%P)Koefisien harga memiliki slope negatif (-) karena P berbanding terbalik dengan Q. Maka nilai (%Q/%P) akan selalu bernilai negatif ( %P , maka suatu permintaan disebut sebagai elastis (demand elastic). Dalam bentuk matematis %Q > %P = Ep > 1 (nilai absolut).Bila terjadi sebaliknya %Q < %P , maka suatu permintaan disebut tidak elastis, atau dalam model matematis %Q < %P = Ep < 1 (nilai absolut).Elasticity & InelasticityApabila %Q = %P (dalam nilai absolut), maka permintaan tersebut disebut elastis unitari (unitary elastic). Atau dalam bentuk matematis :

Ep = %Q / %P = 1

Unitary ElasticApabila %Q = 0 dalam setiap %P (dalam nilai absolut), maka permintaan tersebut disebut inelastis sempurna (perfectly inelastic). Atau dalam bentuk matematis :

Ep = %Q / %P = 0

Inelastis Sempurna (perfectly inelastic)Kurve perfectly inelastic demand digambarkan sejajar dengan sumbu vertical. P1P2P3Q1, Q2, Q3DElastis Sempurna (perfectly elastic)Adalah kebalikan dari inelastis sempurna. Suatu permintaan disebut elastis sempurna bila terjadi perubahan permintaan meskipun tidak terjadi perubahan harga.Dalam situasi ini koefisien disebut tidak terdefinisi karena %P sebagai penyebut = 0.Secara matematis, tidak ada definisi untuk setiap bilangan yang dibagi dengan 0 (nol).

Kurve permintaan elastis sempurna digambarkan sejajar dengan sumbu horizontal.PQ1Q2Q3DTabel Ringkasan Koefisien Elastisitas Permintaan (Ep)Ep absolutSensitifitas Q thp PElastisitas PermintaanNo.~%Q > 0% & %P = 0%Elastis sempurna1.>1%Q > %P Elastis2.=1%Q = %P Elastis unitari3. 0 Inelastis sempurna5.Dalam kehidupan nyata, elastis sempurna dan inelastis sempurna jarang ditemukan.Bila koefisien elastisitas permintaan produk yang dipasarkan oleh suatu perusahaan telah diketahui, maka seorang manajer dapat membuat keputusan secara efektif.Contoh kasus :Manajer telah mengetahui bahwa koefisien elastisitas permintaan untuk produk X yang dijual adalah -2,5. Manajer ingin memperkirakan berapa persenkah peningkatan kuantitas yang diminta oleh konsumen apabila harga diturunkan sebesar 8%.Penyelesaian :

Ep = (%Q/%P)-2,5= (%Q/-8%)Jadi %Q = - 2,5 (- 8%) = +20%

Maka manajer tersebut dapat mengharapkan kuantitas permintaan produknya sebesar 20%, apabila harganya diturunkan sebesar 8%.Alternatif lain juga dapat dipertimbangkan. Misalnya, berapa prosentase harga yang harus diturunkan bila manajer mengharapkan peningkatan permintaan sebesar 30% ?

Penyelesaian :Ep= (%Q/%P)-2,5 = +30%/% PJadi,% P= +30%/-2,5 = -12%

Maka untuk menaikkan permintaan produk sebesar 30%, manajer tersebut harus menurunkan harga sebesar 12 %.