Strategy Analyzis

download Strategy Analyzis

of 18

  • date post

    20-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    0

Embed Size (px)

description

strategy

Transcript of Strategy Analyzis

Strategy Analyzis e-Complain dalam upaya stimulus partisipasi Layanan keluhan, Study kasus Unit Pelayanan Informasi Keluhan/ UPIK, Yogjakarta. kualitatif

Pengaruh Publik Marketing dan Webdesaint UPIK terhadap Penggunaan Layanan Keluhan Berbasis Portal kuantitatif

Jurusan Manajemen dan Kebijakan publikFakultas Ilmu Sosial dan Politik

Isu Permasalahan

Tingkat Partisipasi Masyarakat Jogja relative rendah melalui penggunaan Portal layanan keluhan berbasis E-Gov (Website) ? Why

Maka Efektifitas Portal Website Upik Perlu di pertanyakan dalam upaya meningkatkan Good Government baik G2C maupun C2G?

Mengapa Masyarakat lebih cendrung penyampaian keluhan Citizen to Government cenderung memilih Media SMS dari pada Portal Website? Bagaimana Desain serta konten Portal Website UPIK saat ini?

Bagaimana Alur sistem Pelayanan Keluhan di UPIK?

Siapa Pasar/Target sasaran dan bagaimana ( Publik Marketing ) UPIK saat ini?

Bagaimana Upaya Lembaga Organisasi UPIK dalam Meningkatkan partisipasi layanan keluhan citizen melalui media website ( portal ) sebagai upaya meningkatkan efektifitas implementasi e-government?

PendekatanCitizen Service

Key: Masyarakat memiliki informasi, dan Informasi sangat berharga dalam pertumbuhan pembangunan di berbagai sector. Peran UPIK harus lebih customer centric.

Unit Analisis IndividuSasaran: MasyarakatRuang Lingkup DIY Sample:- Masyarakat yang telah menggunakan Layanan Upik Sedang Menggunakan Maupun Belum Pernah Menggunakan

Sistem UPIK----Inforomasi----Problem----Harapan

X

MasyarakatOrganisasi Hasil

Gali Informasi sebanyak-banyaknya dalam Organisasi Penyedia Layanan Maupun Masyarakat sebagai sumber utama,

BAB IITinjauan Pustaka

Landasan Hukum/ Undang-undang

UU KIP( Keterbukaan Informasi Publik pasal 11 ayat 1

Inpres No.3 tahun 2003 mengenai Kebijakan Strategi Pengembangan E-government

Keputusan Walikota Jogja No.86 tahun 2003 yang ditetapkan pada tanggal 14 November 2003

Yogyakarta, PSKK UGM Saat ini kami akan menyampaikan hasil pengukuran IKM atau Indeks Kepuasan Masyarat terhadap kinerja Bagian Hubungan Masyarakat dan Informasi Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta. Pengukuran IKM dilakukan selama kurang lebih tiga bulan yang dimulai pada minggu ketiga Juli sampai minggu keempat September 2013, ujar Triyastuti Setianingrum, SIP., M.Sc., Ketua Tim Survei Pengukuran IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) di hadapan Ignatius Tri Hastono, S.Sos., MM., Kepala Bagian Humas dan Informasi dan jajarannya beberapa waktu lalu (27/9). Triyas mengatakan, pengukuran IKM merujuk pada Keputusan Menpan Nomor 25/KEP/M.PAN/2/2004 yang mengatur Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Yogyakarta.Selain itu juga menjadi rekomendasi dalam melakukan evaluasi kinerja pelayanan demi peningkatan kualitas ke depan. Ada dua layanan yang dinilai adalah Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan (UPIK) serta Media Info Kota (MIK). UPIK diatur dalam Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 77 Tahun 2009 tentang Pelayanan Informasi dan Keluhan. Ada berbagai cara yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan informasi, pertanyaan, kritik atau keluhan, serta saran atau usulan kepada Pemkot Yogyakarta melalui UPIK. Misalnya, dengan menelepon, mengirimkan sms, email, langsung bertatap muka serta melayangkan surat melalui admin UPIK. Pesan tersebut akan diverifikasi oleh admin UPIK untuk diteruskan kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait. Kewenangan dalam menindaklanjuti pesan ada pada masing-masing SKPD, sehingga respon jawaban kepada masyarakat juga dilakukan oleh operator UPIK yang ada di setiap SKPD. Pengukuran IKM untuk jenis layanan UPIK melibatkan masyarakat pengguna UPIK serta operator UPIK dari data Januari-Mei 2013 ada 1.565 orang. Selain itu juga menggunakan data Juni-Juli sebanyak 780 orang. Dari jumlah total tersebut, Triyas mengatakan, PSKK UGM mengambil 162 responden sebagai sampel masyarakat pengguna UPIK. Sementara untuk operator UPIK, ada 13 responden dari 57 SKPD yang ada di lingkup Pemkot Yogyakarta. Sebagian besar pengguna layanan UPIK menggunakan layanan pesan singkat atau sms. Untuk penggunaan media seperti website dan lainnya, masih sangat sedikit. Nah, jika kita lihat di sini, indeks total layanan UPIK sebesar 68,92. Nilai ini termasuk dalam klasifikasi baik menurut Kepmenpan tapi memang ini masih dalam batas rendah, ujar Triyas. Dengan kondisi demikian, maka diperlukan keterlibatan penentu kebijakan. Harapannya, agar respon terhadap aduan, keluhan maupun saran dari masyarakat pengguna layanan UPIK bisa lebih cepat, tepat, dan memuaskan. Selain itu, diperlukan pula publikasi dan sosialisasi yang lebih intensif sehingga masyarakat lebih mengetahui dan mengenal keberadaan UPIK. Ini bisa dilakukan melalui berbagai media maupun forum-forum yang ada di masyarakat. Selanjutnya adalah unit layanan Media Info Kota (MIIK) yang diselenggarakan oleh Subbagian Promosi dan Publikasi. MIK mulai terbit sejak 2007 dan menjadi media promosi serta publikasi kebijakan umum dan kegiatan Pemkot Yogyakarta. Namun, hingga kini belum ada regulasi yang memayungi penerbitan MIK. Nilai indeks total untuk layanan MIK adalah 66,72, namun survei ini juga menemukan beberapa hal, yakni MIK tidak terbit rutin, pendistribusiannya pun bermacam-macam, tidak hanya melalui pos. Kemudian di beberapa wilayah, MIK tidak ditempel sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah, ujar Triyas. Maka, salah satu rekomendasi yang coba ditawarkan adalah perlunya regulasi yang jelas, tegas, serta mengikat. Regulasi ini nantinya untuk menjamin penerbitan sekaligus mekanisme distribusi MIK secara rutin, tepat waktu, dan berkesinambungan, termasuk kewajiban bagi setiap RW/RT lingkup Kota Yogyakarta untuk menempel MIK di wilayahnya masing-masing. [] Media Center PSKK UGM. - See more at: http://www.cpps.or.id/content/menilai-kinerja-humas-pemkot-yogyakarta#sthash.MeNRgKl7.dpuf

Komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memerangi KKN diwujudkan dengan mempermudah sambungan komunikasi Antara pemerintah dengan masyarakat. Untuk membuka akses partisipasi masyarakat dibentuk Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan (UPIK). Unit ini tidak sekadar menampung keluhan masyarakat, seperti halnya layananhotline serviceyang memiliki kelemahan, karena masyarakat tak dapat mengetahui status tindak lanjut keluhannya, serta pencatatan laporan yang masih manual. UPIK bertanggungjawab menerima pengaduan dan keluhan masyarakat, serta menyampaikan informasi dan keluhan kepada setiap dinas atau unit kerja. UPIK juga juga memberikan informasi terkait respons atau tindak lanjut keluhan dan masukan. Gagasan awal layanan informasi dan keluhan yang mudah diakses masyarakat ini, pertama kali digagas Walikota Yogyakarta Herry Zudianto tahun 2001. Semula layanannya sangat sederhana, informasi dan keluhan masyarakat disampaikan secara lisan atau terulis melalui SMS ke hotline. Sistem informasi ini keudian dievaluasi dan dikembangkan menjadi system komputerisasi. Sejak 14 November 2003, unit pelayanan informasi dan keluhan masyarakat dikelola oleh Kantor Humas dan Informasi.Pada tahap awal implementasi UPIK, Walikota secara berkala memantau tindak lanjut penanganan UPIK hingga tahun 2009, dan diterbitkan Peraturan Walikota No. 77/2009 yang mengalihkan tugas monitoring pelaksanaan UPIK kepada Wakil Walikota.Setelah delapan tahun beroperasi, UPIK membawa perubahan positif di Kota Yogyakarta. Warga bisa menyampaikan informasi dan keluhan setiap hari; Memudahkan aparat pemda untuk menentukan prioritas kebutuhan masyarakat; Mempermudah masyarakat dalam menyampaikan informasi, keluhan, pertanyaan dan saran kepada pemerintah daerah; Meningkatnya tanggung jawab aparat atas layanan kepada masyarakat, karena setiap SKPD wajib merespon dan menindaklanjuti informasi dan keluhan masyarakat dalam 2 x 24 jam; Meningkatnya komitmen aparat dalam melayani masyarakat, dan masyarakat lebih mudah berpartsipasi mengawasi aparat pemda, sehingga kinerjanya juga meningkat. Keberhasilan program layanan UPIK merupakan hasil koordinasi dan kerjasama antarorganisasi.Menjaring Keluhan dan Mempercepat Kinerja Kota YogyakartaMelaluiUnit Pelayanan lnformasidan Keluhan (UPIK)A.GambaranUmumPengantar model Best Practice dan Unsur-Unsur Inovasi"Pak Walikota, Lurah soya jarang ada di kantor. Akibatnya berkas saya belum bisa ditandatangani........Mengapa Lurah jarang ada di tempat ?"Begitu pesan singkat SMS seorang warga salah satu kelurahan ke Unit Pelayanan lnformasi dan Keluhan (UPIK) Pemerintah Kota Yogyakarta. Tanpa menyebutkan namanya,warga tadikesal dengan pelayanan kelurahan,yang dinilainya tidak maksimal melayani kepentingan warga.Sehari kemudian, Bagian Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta membalas SMS warga tadi mengucapkan terima kasih dan berterima kasih dan berjanji menindaklanjuti keluhan tersebut. Keesokan harinya,giliran pihak pihak kecamatan membenarkan sanglurah pada hari itu memang tidak ada di tempat karena mengikuti kegiatan di Balai Kota. Jelaslah sudah persoalan.Tak ada keluhan yang dianggap sepi di Kota Yogyakarta. Warga bisa mengeluhkan apa saja, mulaidari penerangan jalan yang padam atau pelayanan kelurahan yang lamban.Keluhan dan masukan bisa disampaikan melaluitelepon,pesan singkat SMS,surat elektronik (email) maupun datang langsung ke UPIK di setiap SKPD (satuan kerja pemerintah daerah) dan kecamatan. Semua keluhan akan ditanggapidalam waktu 2X24 jam.Alasan pengembangan Program dan Permasalahan yang dihadapiSalah satu tujuan otonomi daerah untuk memangkas birokrasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.