Prakarsa juli-2010-ina-colour

download Prakarsa juli-2010-ina-colour

of 20

Embed Size (px)

Transcript of Prakarsa juli-2010-ina-colour

  • Pembiayaan Infrastruktur

    Edisi 3 | Juli 2010

    Sekilas Tentang Kewajiban Pelayanan Publik Era Baru Kerjasama Pemerintah Swasta

    Konsep Baru Penyediaan Layanan Umum Di Daerah Mekanisme Hibah Berbasis Hasil

    J u r n a l P ra k a r s a I n f ra s t r u k t u r I n d o n e s i a

    PRAKARSA

  • 2

    Jalan Raya Baru Membawa Peluang Baru Bagi Indonesia Timur 18 Pandangan Para Ahli19Hasil &Dalam Edisi Berikut20

    Pergeseran Pola Pikir: Kewajiban Pelayanan Publik dan Layanan Perintis di Sektor Transportasi Indonesia Pembentukan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) dan Layanan Perintis sebagai peluang bisnis dengan daya tarik untuk sektor swasta dapat mengarah pada penentuan target yang lebih baik, peningkatan layanan dan penurunan biaya...p.4

    Isi

    Jurnal triwulanan ini diterbitkan oleh Prakarsa Infrastruktur Indonesia, sebuah proyek yang didanai Pemerintah Australia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan meningkatkan relevansi, mutu, dan jumlah investasi di bi-dang infrastruktur. Pandangan yang dikemukakan belum tentu mencerminkan pandangan Kemitraan Australia Indonesia maupun Pemerintah Australia. Apabila ada tanggapan atau pertanyaan mohon disampaikan kepada Tim Komunikasi IndII melalui telepon nomor +62 (21) 230-6063, fax +62 (21) 3190-2994, atau e-mail enquiries@indii.co.id. Alamat situs web kami adalah www.indii.co.id

    Konsep yang Menjanjikan untuk Penyelenggaraan Layanan DaerahUnit-unit organisasi baru di tingkat pemerintah daerah yang menyelenggarakan layanan infrastruktur, yang telah diberi otonomi dan tanggung jawab yang lebih besar, berpotensi untuk meningkatkan penyediaan layanan dan memastikan bahwa masyarakat mengetahui ke mana larinya uang retribusi yang mereka bayarkan...p.6

    Era Baru Kerjasama Pemerintah SwastaSejak krisis finansial, pendanaan proyek-proyek KPS untuk kebutuhan infrastruktur Indonesia tidak banyak berkembang. Dengan dapat diatasinya hambatan dari proyek-proyek KPS, Pemerintah Indonesia berharap dapat memperbaiki situasi ini...p.8

    Dana Hibah dalam Perspektif Berbasis HasilSaat Pemerintah Indonesia menunjukkan perhatian mengenai jenis mekanisme baru dalam mendanai investasi pemerintah daerah, sangat menarik pula untuk diperhatikan latar belakang dasar penerapan teknik-teknik ini...p.10

    Sampul Depan : Jembatan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur. Atas Perkenaan Arif Hidayat

    ARTIKEL UTAMA

  • 3

    Di tahap awal perencanaan terbitan Prakarsa tentang Pembiayaan Infrastruktur, saya berpikir bahwa saya sudah tahu pesan umum apa yang akan muncul dari artikel-artikel edisi tersebut. Membangun infrastruktur - baik jalan raya, pelabuhan, tempat pembuangan sampah, penyediaan air minum melalui jaringan pipa maupun keperluan lain apapun untuk kesejahteraan sosial dan ekonomi sebuah negara memerlukan biaya yang besar. Dengan banyaknya prioritas utama, pemerintah akan mengalami kesulitan untuk memperoleh sumberdaya untuk mendanai secara keseluruhan. Karena itu, sektor swasta dapat menjadi mitra penting dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur. Hal tersebut menurut saya yang menjadi informasi utama yang akan didapat para pembaca dari terbitan ini.

    Dalam hal ini, ternyata saya hanya benar sebagian saja. Betul, sektor swasta adalah mitra penting bagi pemerintah. Dalam hal Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) dan Layanan Perintis, pemerintah dapat menyediakan subsidi kepada perusahaan swasta dengan imbalan penyediaan barang atau jasa yang diperlukan secara sosial, seperti transportasi, yang di pasar bebas tidak akan menguntungkan. Pergeseran Pola Pikir: Kewajiban Pelayanan Publik dan Layanan Perintis di Sektor Transportasi Indonesia (halaman 4) oleh Peter Benson dan Kawik Sugiana mengulas tentang bagaimana strategi ini dapat diterapkan seefisien mungkin di Indonesia. Era Baru Kerjasama Pemerintah Swasta (halaman 8) oleh Mike Crosetti, juga mengkaji peran KPS dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia di masa depan. Meskipun perkembangan KPS sangat lambat sejak krisis keuangan di Asia, sebuah kerangka kerja tentang KPS telah disusun untuk memberikan peran signifikan di masa yang akan datang.

    Di lain pihak, tidak semua pembiayaan infrastruktur pemerintah melibatkan sektor swasta secara langsung. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah suatu model yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyediakan layanan infrastruktur dan layanan lainnya berbasis imbalan melalui unit penyedia layanan yang, sedapat mungkin, secara komersial. Artikel Darryl Howard berjudul Konsep yang Menjanjikan untuk Penyelenggaraan Layanan Daerah (halaman 6) menguraikan tentang mekanisme BLUD berikut potensinya. Dana Hibah dalam Perspektif Berbasis Hasil (halaman 10) oleh Maurice Gervais melihat tentang bagaimana dana hibah, modal dari pemerintah pusat dan dana pinjaman lanjutan berbasis hasil dapat dimanfaatkan untuk menjamin efektivitas penggunaan uang dari dana hibah di tingkat daerah untuk selanjutnya memajukan kepentingan prioritas nasional.

    Semua konsep strategi pembiayaan ini - Kewajiban Pelayanan Publik (PSO), Layanan Perintis, KPS, BLUD, dan hibah berbasis hasil - tidak mutlak harus melibatkan sektor swasta, namun lebih merupakan gagasan yang sering dikaitkan dengan sektor swasta, yakni penyelenggaraan berbasis kinerja. Dengan kata lain, uang dibelanjakan dengan imbalan hasil tertentu yang dapat diukur. Penekanan pada tercapainya hasil kinerja yang telah ditetapkan dengan jelas adalah pesan inti yang secara umum ingin disampaikan. Mengingat bahwa pembangunan infrastruktur dapat menjadi sangat mahal, dan betapa vital dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, tuntutan kerja keras dari semua pihak yang terlibat - sektor swasta, pemerintah pusat,

    pemerintah daerah - adalah sesuatu yang masuk akal. CSW

    Pesan Editor

    USD 47,3 miliarNilai 100 proyek KPS bidang infrastruktur

    yang saat ini ditawarkan oleh Indonesia untuk periode 2010-2014, menurut Bappenas.

    Rp 1.430 triliunKebutuhan pendanaan infrastruktur

    Indonesia antara tahun 2010 dan 2014. Kemampuan pendanaan Pemerintah Indonesia adalah Rp980 triliun, atau

    sekitar 68 persen dari kebutuhan.

    < 10% Jumlah anggaran belanja daerah yang

    dibiayai oleh pajak daerah. Pemda tidak mampu melaksanakan sendiri prakarsa

    infrastruktur yang signifikan.

    980; 5179Jumlah DAK yang disediakan pemerintah

    pusat kepada daerah untuk tahun 2003 dan 2010. Peningkatan fragmentasi, dimana

    dana hibah yang terbatas dialokasikan untuk lebih banyak proyek, mempersulit upaya mengatasi hambatan infrastruktur (bottleneck) dengan mengonsentrasikan

    sumber daya pada serangkaian proyek yang dipilih secara saksama.

    USD 50 billionJumlah pendanaan menurut Bank Dunia

    yang dibutuhkan untuk peningkatan jalan raya, pelabuhan, bandara, dan kapasitas

    pembangkit tenaga listrik di Indonesia selama lima tahun mendatang.

    A n g k aInfrastruktur dalam

    Prakarsa Juli 2010

  • 4

    Pergeseran Pola Pikir: Kewajiban Pelayanan Publik dan Layanan Perintis di Sektor Transportasi Indonesia

    Secara historis, berbagai negara menyadari bahwa PSO merupakan mekanisme yang tidak sempurna, terkadang mengakibatkan tidak memadainya pemeliharaan infrastruktur terkait.

    Prakarsa Juli 2010

    Subsidi adalah anggaran pengeluaran yang cukup besar untuk Pemerintah Indonesia. Pupuk, bensin, obat generik, dan listrik semua disubsidi. Berbagai layanan juga disubsidi, seperti transportasi murah, tersedia untuk para warga dengan harga di bawah tarif komersial yang sewajarnya. Subsidi adalah peranti penting untuk memastikan bahwa masyarakat miskin memiliki akses untuk barang dan layanan pokok dan untuk mendorong pembangunan. Namun subsidi bisa jadi membutuhkan biaya yang sangat besar Pemerintah Indonesia saat ini menghabiskan sekitar 15 persen dari anggaran tahunannya untuk subsidi dan apabila tidak diadministrasikan dengan baik, subsidi dapat menyebabkan hilangnya peluang dalam menggunakan dana anggaran secara lebih efektif di sektor lain atau

    menimbulkan masalah seperti buruknya pemeliharaan infrastruktur. Selain itu, biaya subsidi di Indonesia mengalami kenaikan pesat selama dekade terakhir tanpa diimbangi dengan peningkatan mutu dan kuantitas layanan subsidi.

    Mengingat keprihatinan tersebut, Pemerintah Indonesia mempertim-bangkan dengan seksama Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) dan Layanan Perintis untuk memastikan bahwa mekanisme penyediaan subsidi ter sebut digunakan dengan cara sebijaksana mungkin. Prakarsa Infra-struktur Indonesia (IndII) memberikan bantuan dengan melaksanakan kajian kebijakan atas PSO dan Layanan Perintis di sektor transportasi.

    Pendefinisian IstilahDalam transportasi, PSO adalah pengaturan yang digunakan pemerintah untuk memberikan subsidi kepada penyedia layanan baik perusahaan

    swasta atau Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) untuk meng-operasikan layanan transportasi publik tertentu selama jangka waktu yang ditentukan. Hal ini dilakukan apabila rute tersebut tidak memberikan pendapatan yang cukup agar profitabel melalui mekanisme pasar, namun secara sosial penyediaan transportasi tersebut diperlukan. PSO dapat diberlakukan pada berbagai moda transportasi, termasuk udara, laut, darat dan kereta api. Infrastruktur (rel kereta api, fasilitas pelabuhan, dll.) biasanya disediakan oleh entitas yang terpisah dari entitas yang menjalankan layanan bersubsidi, dan mungkin dimiliki oleh badan pengatur atau pihak ketiga.

    Layanan Perintis dimaksudkan untuk menentukan rute-rute transportasi yang akan mendorong pembangunan ekonomi suatu daerah di Indonesia. Untuk PSO, subsidi diberikan

    Atas perkenan Peter Benson

    Pembentukan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) dan Layanan Perintis sebagai peluang bisnis dengan daya tarik untuk sektor swasta dapat mengarah pada penentuan