PENYUSUNAN DOKUMEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA .BIRO ADM KEUANGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA UNIVERSITAS...

download PENYUSUNAN DOKUMEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA .BIRO ADM KEUANGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

of 19

  • date post

    06-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENYUSUNAN DOKUMEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA .BIRO ADM KEUANGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA UNIVERSITAS...

Tentang

Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

BAGIAN AKUNTANSI BIRO ADM KEUANGAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Sosialisasi Perdirjen Perbendaharaan

No : Per-66/PB/2005

PENYUSUNAN DOKUMEN

ANGGARAN

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Negara dan

Rakerpim 2017

21 Juli 2017

LATAR BELAKANG

Penerapan anggaran berbasis kinerja pada instansi pemerintah di Indonesia sudah

dicanangkan melalui pemberlakuan UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan

diterapkan secara bertahap mulai tahun anggaran 2005. Pemerintah pun telah

mengeluarkan PP No 20/2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan PP No 21/2004

tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL)

sebagai operasionalisasi kebijakan penganggaran kinerja. Bahkan, Kementerian

Keuangan telah mengatur lebih rinci penerapan penganggaran kinerja dalam Peraturan

Menteri Keuangan No. 54/PMK.02/2005 dan membangun aplikasi program komputer

RKAKL.

Proses penganggaran telah menggunakan aplikasi RKA-KL yang sudah didesain dengan

mengaitkan input, output dan outcome.

Penganggaran berbasis kinerja merupakan suatu pendekatan sistematis dalam

penyusunan anggaran yang mengaitkan pengeluaran yang dilakukan organisasi sektor

publik dengan kinerja yang dihasilkannya dengan menggunakan informasi kinerja

Sistem Penganggaran

Lama (line item

budgeting) yg berbasis

pada input

Sistem Penganggaran

Berbasis Kinerja

DASAR HUKUM

UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Pasal 9), yg menyebutkan

bahwa tugas Menteri / Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna

Anggaran/Pengguna Barang Kementerian Negara/Lembaga diantaranya adalah

menyusun dokumen pelaksanaan anggaran

UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Pasal 4), yg menyebutkan

bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang

Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya berwenang menyusun

dokumen pelaksanaan anggaran

PP Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan RKA-KL;

ALUR PENYUSUNAN ANGGARAN

FAKULTAS RENCANA BELANJA ANGGARAN

BAG. PERENCANAAN

RKAKL

Pembahasan RKAKLDIPA

DEFINISI

Outcome adalah keadaan yang ingin dicapai atau dipertahankan pada penerima

manfaat dalam periode waktu tertentu (jangka panjang, menengah, dan pendek)

Output adalah suatu produk akhir yang dihasilkan dari serangkaian proses agar

outcome dapat terwujud

Indikator kinerja merupakan tanda yang berfungsi sebagai alat ukur pencapaian

kinerja, baik outcome maupun output. Dimensi ukuran kinerja meliputi:

kuantitas, kualitas, waktu, lokasi, biaya.

Target kinerja menunjukkan sasaran kinerja spesifik yang akan dicapai dalam

periode waktu yang telah ditentukan. Target kinerja bisa dalam bentuk angka,

persentase, rasio, point estimates, dan range

Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL)

merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan

kegiatan suatu Kementerian Negara/Lembaga sebagai penjabaran dari Rencana

Kerja Pemerintah dan Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga yang

bersangkutan dalam satu tahun anggaran serta anggaran yang diperlukan untuk

melaksanakannya

TAMPILAN RKAKL

TAMPILAN RKAKL

ALUR PROSES DIPA

PENGERTIAN DIPA

Berlaku utk 1 th anggaran

Sbg dasar penggunaan

anggaran

Alat pengendali pelaporan,

pengawasan

dokumen pelaksanaan anggaran yang

disusun oleh Pengguna Anggaran /

Kuasa Pengguna Anggaran dan di

sahkan oleh Direktur Jenderal

Perbendaharaan atau Kepala Kantor

Wilayah Direktorat Jenderal

Perbendaharaan atas nama Menteri

Keuangan selaku Bendaharawan Umum

Negara (BUN)

FUNGSI DIPA

1. Pedoman pelaksanaan anggaran bagi Kementerian Negara/Lembaga sebagai Pengguna Anggaran

2. Pedoman pencairan dana bagi Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara

3. Pedoman pengawasan/ pemeriksaan bagi Aparat Pengawasan Fungsional dan BPK

KOMPONEN DIPA

Halaman I Informasi Kinerja & Sumber Dana

Halaman II Rincian Pengeluaran

Halaman III Rencana Penarikan Dana & Perkiraan Penerimaan

Halaman IV Catatan

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN DIPA

Pemahaman terhadap :1. Output Kegiatan2. Sumber dana (APBN, PNBP dan BOPTN)3. Jenis Belanja (Belanja Pegawai, Belanja Barang & Belanja Modal)4. Mata Anggaran ( MAK ) , bagian tertentu pada anggaran belanja yg

menunjukkan untuk apa uang itu akan digunakan

Menteri/Pimpinan Lembaga

Pejabat KPA Gubernur Gubernur,Bupati/Walikota, Kepala Desa

Pejabat KPA

1. Pejabat Pembuat Komitmen

2. Pejabat Penguji Tagihan kpd Negara & Penandatangan SPM

3. Bendahara pengeluaran

Tidak Boleh

Saling

Merangkap

Dekonsentrasi

Tugas

Pemba

ntuan

PEJABAT-PENGGUNA-ANGGARAN

Mendelegasikan Kewenangan

Menunjuk

Tembusan SK para pejabat disampaikan kpd Kepala KPPN

Pejabat yg bertggjwb atas

pengelolaan keuangan

kementerian/lembaga

K P A

Pembuat Komitmen

Pejabat Penanda-

Tangan SPM

Bendahara

PengeluaranBendahara

Pengeluaran Pembantu

Pembuat Komitmen

Dimungkinkan lebih

Dari seorang

Bendahara Pengeluaran

Pembantu Dimungkinkan lebih

Dari seorang

Menunjuk

Bertanggung

Jawab kpd.

Pejabat yg melaksanakan

kewenangan KPA utk

mengambil keputusan yg

mengakibatkan

pengeluaran atas beban

APBN/PNBP

Pejabat yg diberi

kewenangan oleh KPA utk

melakukan pengujian atas

permintaan pembayaran &

menerbitkan perintah

pembayaran

Orang yg ditunjuk untuk

menerima, menyimpan,

membayarkan,

menatausahakan &

mempertanggungjawabkan

uang utk keperluan belanja

negara

Orang yg ditunjuk untuk

membantu Bendahara

Pengeluaran utk

melaksanakan pembayaran

kpd yg berhak

Pejabat yg memperoleh

kuasa dari PA utk

melaksanakan sebagian

kewenangan & tgg jwb

penggunaan anggaran pd

lembaga ybs

1. Hemat, tidak mewah, efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yangdipersyaratkan.

2. Efektif, terarah dan terkendali sesuai dengan rencana, program/kegiatan,serta fungsi setiap departemen/lembaga/pemerintah daerah.

3. Mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri

4. Belanja atas beban anggaran belanja negara dilakukan berdasarkan atas hakdan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. Dengan demikian,

pembayaran atas beban rekening kas negara baru dapat dilaksanakan jika

pekerjaan yang diperjanjikan sudah selesai dikerjakan dan diserahterimakan.

5. Jumlah dana yang dimuat dalam anggaran belanja merupakan batas tertinggiuntuk tiap-tiap pengeluaran.

PRINSIP PELAKSANAAN ANGGARAN

REVISI ANGGARAN

RUANG LINGKUP & BATASAN REVISI ANGGARAN

1. Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Keluaran (Output) yang sama, dalam 1

(satu) Kegiatan yang sama, dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah

Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda;

2. Pergeseran anggaran antar Keluaran (Output), dalam 1 (satu) Kegiatan yang

sama, dan antar Satker dalam wilayah Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal

Perbendaharaan yang berbeda; atau

3. Pergeseran anggaran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.

DJA (Direktorat Jenderal Anggaran)

DJPB (Direktorat Jenderal Perbendaharaan)

1. Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Keluaran (Output) yang sama, dalam 1

(satu) Kegiatan yang sama, dan antar Satker;

2. Pergeseran anggaran antar Keluaran (Output), dalam 1 (satu) Kegiatan yang

sama, dan antar Satker;

3. Pergeseran anggaran antar Kegiatan, dalam 1 (satu) Satker yang sama;

4. Pergeseran anggaran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

19

TERIMAKASIH