Penelitian Hibah Bersaing Stkip Final

of 292 /292
LAPORAN TAHUNAN HIBAH BERSAING PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA PERKULIAHAN KALKULUS 1 DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Tahun ke 1 dari rencana 2 tahun Dra. Hj. Husna, M.Si / 0014096401 ( Ketua ) Anny Sovia, S.Si., M.Pd/1022058702 (Anggota ) Rahima, S.Si., M.Pd/1031058602 (Anggota ) Yulyanti Harisman, S.Si., M.Pd/1010078601 (Anggota) Dibiayai Oleh DIPA KOPERTIS Wilayah X No.DIPA -023-04.2.532476 Tanggal 5 Desember 2012 Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Bersaing Nomor: No. 0019/E5.2/PL/2012 Tanggal 3 Januari 2013 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT OKTOBER 2013

Embed Size (px)

Transcript of Penelitian Hibah Bersaing Stkip Final

  • LAPORAN TAHUNAN

    HIBAH BERSAING

    PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA PERKULIAHAN KALKULUS 1 DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT

    Tahun ke 1 dari rencana 2 tahun

    Dra. Hj. Husna, M.Si / 0014096401 ( Ketua ) Anny Sovia, S.Si., M.Pd/1022058702 (Anggota ) Rahima, S.Si., M.Pd/1031058602 (Anggota ) Yulyanti Harisman, S.Si., M.Pd/1010078601 (Anggota)

    Dibiayai Oleh DIPA KOPERTIS Wilayah X No.DIPA -023-04.2.532476 Tanggal

    5 Desember 2012 Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Bersaing Nomor: No. 0019/E5.2/PL/2012 Tanggal 3 Januari 2013

    SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

    OKTOBER 2013

  • ii

    PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA PERKULIAHAN KALKULUS 1 DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT

    Oleh

    Dra. Hj. Husna, M.Si., Anny Sovia, S.Si, M.Pd., Rahima, S.Si, M.Pd., Yulyanti Harisman, S.Si, M.Pd

    RINGKASAN

    Kemampuan matematis mahasiswa dapat dikembangkan melalui perkuliahan, salah satunya adalah perkuliahan Kalkulus 1. Perkuliahan akan maksimal jika didukung oleh bahan perkuliahan yang baik. Bahan perkuliahan yang baik adalah bahan perkuliahan yang mampu memfasilitasi mahasiswa untuk memahami materi perkuliahan. Selama ini bahan perkuliahan dalam pembelajaran Kalkulus 1 adalah buku teks. Buku teks yang dipakai belum menggunakan bahasa yang komunikatif, sehingga mahasiswa tidak termotivasi untuk belajar mandiri dan kemampuan pemecahan masalah masih rendah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu bahan perkuliahan yang dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar mandiri dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, yakni berupa modul berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul berbasis masalah yang valid, praktis dan efektif pada mata kuliah Kalkulus 1 di STKIP PGRI Sumatera Barat.

    Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D. Tahapan yang dilakukan adalah define, design, develop, dan diseminate. Pada tahap define dilakukan analisis silabus dan buku teks, mereviu literatur, serta wawancara teman sejawat. Pada tahap design dilakukan perancangan buku kerja. Tahap develop terdiri atas tahap validasi, praktikalitas, dan efektivitas. Setelah dirancang, buku kerja divalidasi oleh 5 orang validator. Pada tahap praktikalitas, buku kerja diuji cobakan kepada mahasiswa Progam Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat yang mengambil mata kuliah Kalkulus 1. Kegiatan ini diamati oleh 2 orang observer. Efektivitas buku kerja diamati bersamaan dengan tahap praktikalitas, aspek yang diamati adalah aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Data dikumpulkan melalui lembar

  • iii

    validasi, observasi, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Tahap diseminasi adalah tahap penyebaran produk.

    Pada laporan kemajuan ini hal-hal yang sudah dilakukan yaitu pada tahapan difine, dan disain. Pada tahap define hal-hal yang sudah dilakukan adalah analisis silabus, hasil dari analisis silabus diperoleh materi sudah sesuai dengan silabus, wawacara dengan teman sejawat diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran masih berpusat pada guru dan mahasiswa malas belajar mandiri. Selanjutnya analisis buku teks, buku teks yang dipakai adalah: Kalkulus edisi kesembilan karangan varberg Purcell Rigdom, Kalkulus dan Ilmu Ukur Analitik Karangan Leithold, Kalkulus Karangan Koko Martono diperoleh hasil bahwa bahasa buku teks belum sesuai dengan kemampuan mahasiswa STKIP PGRI Sumbar. Selanjutnya analisis buku yang berkaitan dengan Pembuatan Modul dan pengkajian Materi tentang basis masalah. Pada tahap perancangan Modul sudah divalidasi oleh satu validator dan masih pada modul satu pada bab pendahuluan. Pada tahap selanjutnya modul ini akan divalidasi untuk bab 2 sampai bab 4 oleh tiga observer tambahan, dan di ujicobakan untuk melihat efektifitas dan praktikalitas dari modul Kalkulus 1 tersebut. Selajutnya akan disebarkan(desiminasi) pada mahasiswa STKIP PGRI Sumbar. laporan ini sudah diprosidingkan secara Nasional pada seminar di hall conventions unand.

  • iv

    PRAKATA Puji syukur diucapkan kepada Allah Swt. karena Berkat rahmatNya

    Laporan Penelitian Hibah bersaing dapat diselesaikan tepat waktu. Laporan ini diperoleh dari sebuah penelitian yang dilakukan selama delapan bulan dengan Judul: PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA PERKULIAHAN KALKULUS 1 DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT.

    Selesainya laporan kerja sama ini berkat kerjasama dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu sekiranya ucapan terimakasih kami sampaikan kepada:

    1. Bapak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Jakarta. 2. Bapak Koordinator Kopertis Wilayah X Beserta Seluruh Staf di Padang. 3. Ibu Ketua STKIP PGRI SUMBAR di Padang. 4. Ibu Ketua UP3M STKIP PGRI SUMBAR. 5. Pimpinan Program Studi Pendidikan Matematika. 6. Rekan-rekan kerja di prodi Pendidikan Matematika, sebagai rekan diskusi

    yang memberikan masukan dan kontribusi terhadap penelitian ini

    Demikian laporan penelitian ini dibuat, dan besar harapan adanya kritikan serta masukan guna kesempurnaan laporan dan rencana untuk penelitian berikutnya.

    Padang, September 2013

    Tim Penyusun

  • v

    DAFTAR ISI Halaman

    HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... i RINGKASAN ............................................................................................ ii PRAKATA ............................................................................................... iv DAFTAR ISI ............................................................................................. v DAFTAR TABEL ..................................................................................... vii DAFTAR GAMBAR ................................................................................. viii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. ix BAB 1. PENDAHULUAN ......................................................................... 1 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA .............................................................. 8 BAB 3. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ................................ 19 BAB 4. METODE PENELITIAN ............................................................ 21 BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... 36 BAB 6. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA .................................... 56 BAB 7. KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................... 61 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 63 LAMPIRAN ............................................................................................. 65

  • vii

    DAFTAR TABEL Halaman Nilai Kalkulus 1 Mahasiswa Pogram Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat Tahun Pelajaran 2011/2012....................... 2 Aspek Validasi Modul ............................................................................ 23 Indikator Praktikalitas dan Efektivitas Modul.......................................... 25 Kriteria Keberhasilan Aktivitas Belajar Mahasiswa ................................. 34 Kriteria Hasil Belajar Mahasiswa ............................................................ 35 Jawaban dan Skor Validasi ..................................................................... 34 Jawaban dan Skor Validasi ..................................................................... 57 Data Hasil Pengamatan Observer terhadap Aktivitas Mahasiswa ............ 60

  • viii

    DAFTAR GAMBAR Halaman Kerangka Berpikir .................................................................................. 18 Alur Penelitian Tahun Pertama dan Kedua .............................................. 27 Diagram Alir Tahap Pendefinisian .......................................................... 39

  • ix

    DAFTAR LAMPIRAN Halaman Instrumen Validasi Intrumen Validitas .................................................... 65 Lembar Validasi Modul Kalkulus 1 ........................................................ 69 Personalia Peneliti .................................................................................. 72 Draf artikel peserta yang mengikutu seminar nasional ............................. 86 Lembar observasi aktivitas (praktikalitas) ............................................... 94 Lembar Observasi Pelaksanaan Perkuliahan(efektifitas) .......................... 96 Pedoman Wawancara(efektifitas) ............................................................ 97 Tes Akhir ................................................................................................ 99 Daftar Nama Peserta Publikasi Makalah (yang disampaikan di seminar nasional) ................................................. 100 Modul Kalkulus 1 ................................................................................... 103

  • 1

    BAB 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

    Salah satu cabang ilmu dalam bidang matematika adalah Kalkulus. Konsep utama Kalkulus adalah limit, kekontinuan, diferensial, dan integral yang dikaitkan dengan fungsi riil. Kalkulus memiliki dua cabang utama yaitu Kalkulus diferensial dan Kalkulus integral. Kalkulus Diferensial membahas kecepatan dan percepatan, kemiringan suatu kurva, sedangkan Kalkulus integral membahas volume dan luas, panjang busur,pusat massa,kerja, dan tekanan. Kalkulus digunakan sebagai alat bantu yang utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan menggunakan Kalkulus. Perkuliahan Kalkulus di STKIP PGRI Sumatera Barat dibagi kedalam dua tahap, yaitu Kalkulus 1 dan Kalkulus 2. Kalkulus 1 merupakan Kalkulus Diferensial dan Kalkulus 2 dapat dikatakan Kalkulus Integral.

    Kalkulus 1 merupakan Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan di Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat dengan bobot 3 sks. Mata kuliah Kalkulus 1 merupakan mata kuliah dasar yang penting dipelajari karena merupakan mata kuliah prasyarat dari mata kuliah Kalkulus 2, Kalkulus Peubah Banyak 1, Analisis Riil1, dan Metode Numerik. Mata kuliah ini membahas sistem bilangan riil, ketaksamaan, pertaksamaan dan nilai mutlak, jenis-jenis dan operasi fungsi, limit fungsi, kekontinuan, turunan, dan menggambar grafik fungsi.

    1

  • 2

    Diharapkan dengan mempelajari Kalkulus 1 mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep mengenai sistem bilangan riil. Mahasiswa diharapkan mampu memahami mata kuliah ini secara keseluruhan tidak hanya secara parsial. Pemahaman mahasiswa tersebut didapatkan dari belajar mandiri tanpa mengharapkan dosen mentranfer seluruh materi secara keseluruhan. Hal ini disebabkan karena proses perkuliahan diPerguruan Tinggi dituntut usaha mandiri dari mahasiswa. Proses perkuliahan seperti ini yang membedakan pola belajar siswa dengan mahasiswa, karena dosen hanya sebagai mediator dan fasilitator. Dengan adanya kemandirian tersebut, diharapkan konsep akan tertanam dengan baik sehingga hasil belajar memuaskan.

    Kenyataan yang terjadi, masih banyak mahasiswa yang memperoleh nilai rendah. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Nilai Kalkulus 1 Mahasiswa Pogram Studi Pendidikan Matematika

    STKIP PGRI Sumatera Barat Tahun Pelajaran 2011/2012

    Nilai Jumlah % A 16 22.04 B 51 C 56

    77.96 D 102 E 79

    Jumlah Mahasiswa 304 100

    Sumber: Program Studi Pendidikan Matematika Tabel 1 menunjukkan bahwa mahasiswa yang memperoleh nilai kurang dari 65 (kategori C, D, dan E) sebesar 77,96 %. Kenyataan ini masih jauh dari harapan. Proses perkuliahan Kalkulus 1 selama ini menggunakan metode ceramah dan menggunakan satu buku teks. Berdasarkan pengamatan peneliti, buku teks

  • 3

    yang dipakai oleh mahasiswa sulit untuk dipahami. Bahasa buku teks Kalkulus 1 masih belum komunikatif dan interaktif, sehingga untuk memahami suatu materi mahasiswa hanya menunggu penjelasan dari dosen. Hal ini menyebabkan mahasiswa tidak termotivasi untuk belajar mandiri. Mahasiswa tidak aktif dalam proses perkuliahan. Perkuliahan hanya bersifat satu arah. Dosen tidak lagi berfungsi sebagai fasilitator tetapi sudah beralih fungsi sebagai pentransfer seluruh ilmu yang dimiliki tanpa menyadari bahwa mahasiswa sudah mempunyai pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Penggunaan metode ceramah juga mengakibatkan kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah mahasiswa rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah adalah pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada mahasiswa. Pembelajaran ini menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Mahasiswa tidak hanya sekedar mencatat dan menghapal materi, namun mahasiswa aktifberpikir dan akhirnya dapat membuat kesimpulan.

    Kemandirian mahasiswa dapat diatasi dengan mengembangkan modul berbasis masalah sehingga materi mudah dipahami oleh mahasiswa secara mandiri tanpa mengharapkan seluruh materi ditransfer oleh dosen pengampu mata kuliah. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengembangkan modul berbasis masalah pada mata kuliah Kalkulus 1, sehingga penelitian diberi

  • 4

    judul Pengembangan Modul Berbasis Masalah pada Perkuliahan Kalkulus 1 di STKIP PGRI Sumatera Barat. B. Tujuan Khusus

    Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Menghasilkan modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus 1 yang

    valid bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat.

    2. Menghasilkan modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus 1 yang praktis bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat.

    3. Menghasilkan modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus 1 yang efektif bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat.

    C. UrgensiPenelitian Berdasarkan pembatasan masalah, rumusan masalah dalam penelitian

    ini adalah berikut ini. 1. Bagaimana validitas modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus

    1? 2. Bagaimana praktikalitas modul berbasis masalah pada perkuliahan

    Kalkulus 1? 3. Bagaimana efektivitas modul berbasis masalah pada perkuliahan

    Kalkulus 1?

  • 5

    Untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan efektivitas modul, peneliti rinci menjadi 2 pertanyaan berikut ini. a. Bagaimana aktivitas mahasiswa selama perkuliahan Kalkulus 1

    dengan menggunakan modul berbasis masalah di STKIP PGRI Sumatera Barat?

    b. Bagaimana hasil belajar selama perkuliahan Kalkulus 1 dengan menggunakan modul berbasis masalah di STKIP PGRI Sumatera Barat?

    D. Inovasi Produk Produk yang diharapkan pada penelitian ini adalah bahan perkuliahan,

    yaitu berupa modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus 1 bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat. Modul berbasis masalah ini memiliki karakteristik sebagai berikut. 1. Setiap modul memuat halaman pendahuluan, berupa deskripsi singkat

    mengenai isi modul, relevansi dengan modul lainnya, dan standar kompetensi. Pada bagian ini mahasiswa telah diberikan inti permasalahan yang akan dipelajari.

    2. Setiap modul terdiri atas beberapa kegiatan belajar. Setiap kegiatan belajar memuat materi, contoh, latihan terbimbing, latihan mandiri, umpan balik, dan tindak lanjut. Berikut penjelasannya. a. Materi diawali dengan pemberian masalah. Masalah yang dipilih

    berupa masalah kontekstual yang mendukung materi Kalkulus 1.

  • 6

    Pada uraian materi setiap modul, bagian rumus ditulis dalam sebuah kotak sebagai penekanan materi kepada mahasiswa.

    b. Contoh merupakan tambahan pengetahuan awal mahasiswa. Contoh masih berhubungan dengan masalah yang diberikan pada awal materi.

    c. Latihan terbimbingadalah latihan disertai dengan arahan untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan soal. Soal disusun dari tingkat kesukaran rendah hingga tingkat tinggi.

    d. Latihan mandiri merupakan latihan yang menuntut kemandirian mahasiswa dalam mengerjakan soal. Pada latihan mandiri sudah disediakan tempat untuk menuliskan jawaban soal.

    e. Umpan balik berisi petunjuk bagi mahasiswa agar mencocokkan jawaban latihan dengan kunci jawaban. Dengan adanya umpan balik, mahasiswa dapat mengetahui tingkat penguasaannya terhadap materi.

    f. Tindak lanjut merupakan kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa atas dasar hasil latihannya. Mahasiswa diberi petunjuk untuk melakukan kegiatan lanjutan apakah kembali mempelajari kegiatan belajar tersebut atau melanjutkan ke kegiatan belajar selanjutnya.

    3. Modul juga memuat kunci jawaban. Kunci jawaban yang dimuat merupakan kunci jawaban semua kegiatan belajar pada modul tersebut.

    4. Isi modul, baik materi maupun soal, disadur dari buku Kalkulus 1 karangan Purcel sebagai acuan utama.

  • 7

    5. Bahasa dan sajian isi materi pada modul berbasis masalah disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat yang heterogen sehingga memungkinkan mereka untuk belajar mandiri.

    6. Isi modul diketik dengan huruf Batang agar lebih terkesan tidak formal, akrab, dan mudah dibaca.

    7. Modul valid dari segi isi dan konstruk. 8. Modul praktis bagi pengguna. 9. Modul efektif dalam perkuliahan Kalkulus 1.

  • 8

    BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori

    1. Mata Kuliah Kalkulus 1 Mata Kuliah Kalkulus 1 merupakan Mata Kuliah Keilmuan dan

    Keterampilan Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat. Kalkulus 1 diberikan pada semester 1 dengan bobot 3 SKS. Materi yang diberikan meliputi sistem bilangan riil, ketaksamaan, dan nilai mutlak, jenis-jenis dan operasi fungsi, limit fungsi, kekontinuan, turunan, dan menggambar grafik fungsi serta penerapannya dalam berbagai masalah yang berkaitan dengan topik tersebut. Standar kompetensi yang diharapkan setelah mahasiswa mempelajari Kalkulus 1 adalah sebagai berikut.

    a. Mahasiswa dapat menguasai konsep-konsep dasar kalkulus diferensial satu peubah.

    b. Mahasiswa dapat mengerjakan (menyelesaikan) berbagai bentuk perhitungan diferensial.

    c. Menerapkan (mengaplikasikan) perhitungan diferensial dalam berbagai bidang ilmu dan kehidupan sehari-hari. (Buku Pedoman Akademik STKIP PGRI Sumatera Barat 2011/2012)

    Standar kompetensi dapat dicapai dengan memberikan materi-materi perkuliahan berikut.

    8

  • 9

    a. Pendahuluan: sistem bilangan riil, ketaksamaan, nilai mutlak, akar kuadrat, kuadrat, garis lurus, grafik persamaan, fungsi dan grafiknya, operasi pada fungsi, fungsi trigonometri.

    b. Limit:, pendahuluan limit, pengkajian mendalam tentang limit, teorema limit, kekontinuan fungsi.

    c. Turunan: dua masalah dengan satu tema, turunan, aturan pencarian turunan, turunan sinus dan kosinus, aturan rantai, notasi Leibniz, turunan tingkat tinggi, pendifensialan implisit, laju yang berkaitan, diferensial dan aproksimasi.

    d. Penggunaan turunan: maksimum dan minimum, kemonotonan dan kecekungan, maksimum dan minimum lokal, lebih banyak masalah maksimum dan minimum, penerapan ekonomi, limit diketakhinggaan, limit tak terhingga, penggambaran grafik canggih. Kalkulus juga dipakai dalam bidang lain, contohnya bidang fisika.

    Banyak proses fisika yang dapat dideskripsikan dengan salah satu materi Kalkulus 1, yaitu turunan. Fisika mempelajari perubahan posisi benda dan perubahan kecepatan dengan menggunakan konsep turunan. Kecepatan adalah turunan posisi benda terhadap waktu, sedangkan percepatan adalah turunan dari kecepatan benda terhadap waktu, ataupun turunan kedua posisi benda terhadap waktu.

    2. Modul Bahan perkuliahan merupakan bagian yang penting dalam

  • 10

    perkuliahan karena dapat digunakan sebagai sumber belajar baik bagi dosen maupun mahasiswa. Menurut Suprawoto (2009: 1), bahan perkuliahan adalah segala bentuk bahan yang digunakan oleh dosen dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan di kelas. Selain itu, bahan perkuliahan juga merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta suasana yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar. Bahan perkuliahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bentuknyapun bermacam-macam, ada yang berbahan cetak, audio visual, audio, visual, dan multimedia. Salah satu bahan perkuliahan yang berbentuk bahan cetak adalah modul.

    Modul adalah bahan perkuliahan yang terdiri atas suatu rangkaian kegiatan perkuliahan dan disusun secara khusus, jelas, dan menarik yang mencakup isi materi, contoh soal, dan soal tes. Nasution (2005:205) mengemukakan, Modul adalah suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan dengan khusus dan jelas.

    Modul memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mandiri, karena masing-masing mahasiswa akan menggunakan teknik yang berbeda-beda dalam memecahkan suatu permasalahan. Selain itu, dengan mempelajari modul, mahasiswa dapat mengenal kelebihan dan kekurangannya, karena modul memberikan evaluasi untuk mendiagnosis kelemahan mahasiswa. Dengan penggunaan

  • 11

    modul, diharapkan dapat menjadikan mahasiswa berpikir kreatif dan kritis.

    Untuk menghasilkan modul yang dapat meningkatkan motivasi belajar, pengembangan modul harus memperhatikan karakteristik yang diperlukan sebagai modul. a. Self Insruction

    Merupakan karakteristik penting dalam modul, dengan karakteristik tersebut memungkinkan seseorang belajar secara mandiri dan tidak bergantung pada pihak lain. Syarat modul agar memenuhi karakter self instruction adalah berikut ini. 1). Memuat tujuan pembelajaran yang jelas, dan dapat

    menggambarkan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.

    2). Memuat materi pembelajaran yang dikemas dalam unit-unit kegiatan kecil/spesifik, sehingga memudahkan dipelajari secara tuntas.

    3). Tersedia contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasn pemaparan materi pembelajaran.

    4). Terdapat soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang memungkinkan untuk mengukur penguasaan peserta didik.

    5). Konstektual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana, tugas atau konteks kegiatan dan lingkungan peserta didik.

  • 12

    6). Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif. 7). Terdapat rangkuman materi pelajaran 8). Terdapat instrumen penilaian, yang memungkinkan peserta

    didik melakukan penilaian mandiri (self assessment). 9). Terdapat umpan balik tentang rujukan/pengayaan/referensi

    yang mendukung materi pembelajaran dimaksud. b. Self Contained

    Modul dikatakan self contained bila seluruh materi pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut. Tujuan dari konsep ini adalah memberikan kesempatan peserta didik mempelajari materi pembelajaran secara tuntas, karena materi belajar dikemas dalam kesatuan yang utuh. Jika harus dilakukan pembagian atau pemisahan materi dari satu standar kompetensi/kompetensi dasar, harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keluasan standar kompetensi/kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik.

    c. Stand Alone Stand Alone atau berdiri sendiri merupakan karakteristik modul yang tidak tergantung pada bahan ajar/media lain, atau tidak harus digunakan bersama dengan bahan ajar/media lain. Dengan menggunakan modul, peserta didik tidak perlu bahan ajar yang lain untuk mempelajari dan atau mengerjakan tugas pada modul tersebut. Jika peserta didik masih menggunakan dan bergantung

  • 13

    pada bahan ajar selain modul yang digunakan, maka bahan ajar tersebut tidak dikategorikan sebagai modul yang berdiri sendiri.

    d. Adaptif Modul hendakanya memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Dikatakan adaptif jika modul tersebut dapat menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta fleksibel/luwes digunakan berbagai perangkat keras (hardware).

    e. User Friendly Modul hendaknya memenuhi kaidah user friendly atau bersahabat/akrab dengan pemakainya. Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, serta menggunakan istilah yang umum digunakan, merupakan salah satu bentuk user friendly.

    3. Pembelajaran Berbasis Masalah Menurut Adhana dalam Made (2010:96), pembelajaran berbasis

    masalah dapat mengembangkan pemecahan masalah matematika mahasiswa. Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu model pembelajaran inovatif yang melibatkan mahasiswa untuk memecahkan masalah dengan metode ilmiah. Savoie dan Hughes dalam Made (2010:

  • 14

    91) menyatakan bahwa pembelajaran belajar berbasis masalah memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut. a. Belajar dimulai dengan suatu permasalahan. b. Permasalahan yang diberikan harus berhubungan dengan dunia nyata

    mahasiswa. c. Mengorganisasikan pembelajaran di seputar permasalahan. d. Memberikan tanggung jawab yang besar dalam membentuk dan

    menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri. Pembelajaran ini mahasiswa tidak hanya mendengarkan, mencatat, dan menghapal materi dari dosen, tetapi mahasiswa diharapkan aktif berpikir, berkomunikasi, dan mengolah data sehingga kesimpulan tercapai.

    Wina (2006:218) mengemukakan ada 6 langkah pembelajaran berbasis masalah berikut ini. a. Menyadari masalah.

    Pembelajaran berbasis masalah dimulai dengan adanya masalah yang harus dipecahkan. Kemampuan yang harus dicapai oleh mahasiswa pada tahapan ini adalah mahasiswa dapat menentukan masalah yang ada.

    b. Merumuskan masalah. Rumusan masalah sangat penting karena berkaitan dengan

    data-data apa yang harus dikumpulkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kemampuan yang diharapkan dari mahasiswa dalam langkah ini adalah mahasiswa dapat menentukan prioritas masalah.

  • 15

    Mahasiswa dapat memanfaatkan pengetahuannya menganalisis masalah sehingga muncul rumusan masalah yang jelas, spesifik, dan dapat dipecahkan.

    c. Merumuskan hipotesis. Kemampuan yang diharapkan dalam tahapan ini adalah

    mahasiswa dapat menentukan sebab akibat dari masalah yang ingin diselesaikan. Melalui analisis sebab akibat inilah pada akhirnya mahasiswa diharapkan dapat menentukan penyelesaian masalah.

    d. Mengumpulkan data. Tahapan ini mendorong mahasiswa untuk mengumpulkan

    data yang relevan. Kemampuan yang diharapkan adalah mahasiswa dapat mengumpulkan dan memilah data.

    e. Menguji hipotesis Kemampuan yang diharapkan dari mahasiswa dalam tahapan

    ini adalah kemampuan menelaah data dan sekaligus membahasnya untuk melihat hubungan dengan masalah yang dikaji. Diharapkan mahasiswa dapat mengambil keputusan dan kesimpulan.

    f. Menentukan penyelesaian Menentukan penyelesaian adalah tahapan terakhir dari proses

    pembelajaran berbasis masalah. Kemampuan yang diharapkan adalah kemampuan memilih penyelesaian yang memungkinkan dapat dilakukan.

  • 16

    Proses perkuliahan Kalkulus 1 dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa. Pembelajaran berbasis masalah diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa dalam pemecahan masalah mengenai Kalkulus 1.

    4. Modul Berbasis Masalah Bahan perkuliahan yang dikembangkan untuk perkuliahan

    Kalkulus 1 adalah modul yang disusun berdasarkan pembelajaran berbasis masalah. Modul ini berisi standar kompetensi, uraian materi, contoh soal, latihan terbimbing, latihan mandiri, umpan balik, tindak lanjut, kunci jawaban, dan daftar rujukan. Latihan terbimbing merupakan latihan yang disertai dengan arahan untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan soal, sedangkan latihan mandiri adalah latihan yang menuntut kemandirian mahasiswa dalam mengerjakan soal. Contoh dan latihan dibuat agar dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Umpan balik berisi petunjuk bagi mahasiswa agar mencocokkan jawaban latihan dengan kunci jawaban. Dengan adanya umpan balik, mahasiswa dapat mengetahui tingkat penguasaannya terhadap materi. Tindak lanjut merupakan kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa atas dasar hasil latihannya. Mahasiswa diberi petunjuk untuk melakukan kegiatan lanjutan apakah kembali mempelajari kegiatan belajar tersebut atau melanjutkan ke kegiatan belajar selanjutnya.

  • 17

    Modul dibuat dengan menarik dan jelas agar mahasiswa termotivasi untuk belajar. Dengan modul ini, mahasiswa diharapkan akan mampu mendefinisikan masalah, kemudian merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan menentukan pilihan penyelesaian. Modul berbasis masalah ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa belajar mandiri dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mahasiswa.

    B. Penelitian yang Relevan Rudi (2010) dengan penelitian yang berjudul Pengembangan Modul

    Pemrograman Pascal. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul Pemrograman Pascal yang valid, praktikal dan efektif untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR

    Yenny (2010) dengan penelitian berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Problem Based Learning Untuk Pembelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar Pada Sub Materi Alat Pernapasan Pada Manusia Dan Hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas, praktikalitas, dan efektivitas perangkat pembelajaran berbasis model problem based learning untuk sub materi alat pernapasan pada manusia dan hewan.

  • 18

    C. Kerangka Pemikiran Secara ringkas kerangka berpikir dari penelitian ini dapat

    digambarkan melalui diagram berikut.

    Gambar 1. Kerangka Berpikir

    Buku teks belum efektif memotivasi belajar mandiri dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah

    mahasiswa

    Mengembangkan modul berbasis masalah

    Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa

  • 19

    BAB 3. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

    A. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, tujuan dari

    penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Menghasilkan modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus 1 yang

    valid bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat.

    2. Menghasilkan modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus 1 yang praktis bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat.

    3. Menghasilkan modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus 1 yang efektif bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat.

    B. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi pihak-pihak berikut ini.

    1. Bagi mahasiswa, hasil penelitian ini diharapkan mempermudah mahasiswa memahami pelajaran Kalkulus 1.

    2. Bagi dosen, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif alat bantu yang dapat digunakan dosen agar pembelajaran lebih efisien, efektif, dan relevan.

    19

  • 20

    3. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber ide dan referensi bagi peneliti dalam pengembangan sumber belajar dalam bentuk lain.

    4. Bagi pembaca, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahun pembaca, serta sebagai landasan untuk melanjutkan penelitian ini.

  • 21

    BAB 4. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

    Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (Research and development /R&D). Menurut Sugiyono (2008:407), R&D adalah metode pelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah alat bantu perkuliahan yang berupa modul berbasis masalah.

    B. Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan

    dengan model pengembangan 4-D rancangan Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (Trianto, 2007: 65). Model pengembangannya terdiri atas 4 tahap yang meliputi: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (desseminate). Tahap-tahap yang akan dilalui peneliti hanya sampai tahap develop karena mengingat keterbatasan waktu dan biaya. Secara lengkap prosedur yang akan dilakukan sebagai berikut ini. 1. Tahap Pendefinisian (define)

    Tahap ini dilakukan untuk melihat kondisi yang berhubungan dengan proses perkuliahan Kalkulus 1 di STKIP PGRI Sumatera Barat, kemudian menganalisis permasalahan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut.

    21

  • 22

    a. Menganalisis silabus, hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata kuliah.

    b. Menganalisis buku-buku teks Kalkulus 1, untuk melihat kesesuaian isi buku dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai mahasiswa. Buku-buku yang telah sesuai akan digunakan sebagai acuan penyusunan konsep dan contoh soal serta latihan soal pada modul yang akan dikembangkan.

    c. Mereviuw literatur yang terkait dengan pengembangan modul, untuk melihat rujukan mengenai modul dan pembelajaran berbasis masalah.

    d. Wawancara dengan teman sejawat dan mahasiswa, ini bertujuan untuk mengetahui masalah/hambatan apa saja yang dihadapi di lapangan sehubungan dengan perkuliahan Kalkulus 1.

    2. Perancangan (design) Setelah menganalisis kebutuhan dilanjutkan dengan perancangan.

    Pada tahap ini yang akan dilakukan adalah merancang modul Kalkulus 1. Modul dibuat terdiri dari empat bagian yang dapat dipergunakan untuk satu semester, bagian-bagiannya yaitu:modul 1pendahuluan, modul 2 fungsi dan limit, modul 3turunan, dan modul 4pengunaan turunan.

    Masing-masing modul berisi standar kompetensi, uraian materi, contoh soal, latihan terbimbing, latihan mandiri, umpan balik, tindak lanjut, dan kunci jawaban. Setiap modul terdiri atas beberapa kegiatan belajar yang sudah disesuaikan dengan silabus.

  • 23

    3. Pengembangan (develop) Pada tahap ini tindakan yang dilakukan adalah validasi, menguji

    praktikalitas dan efektivitas modul. a. Tahap validasi

    Ada 2 macam validasi yang digunakan pada modul, yaitu sebagai berikut. 1). Validitas isi, yaitu apakah modul telah dirancang sesuai dengan

    silabus mata kuliah. 2). Validitas konstruk, yaitu kesesuaian komponen-komponen modul

    dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Modul yang sudah dirancangdikonsultasikan dan didiskusikan dengan validator, yaitu pakar Kalkulus 1 dan pakar pendidikan, dosen Kalkulus 1, dan pakar Bahasa Indonesia. Kegiatan validasi dilakukan dalam bentuk mengisi lembar validasi modul dan diskusi sampai diperoleh modul yang valid dan layak untuk digunakan. Lembar validasi modul diisi oleh validator. Adapun aspek-aspek yang divalidasi dapat dilihat dari Tabel 2. Tabel 2. Aspek Validasi Modul

    No. Aspek Metode pengumpulan data Instrumen 1. Tujuan Memberikan

    angket validasi kepada pakar Kalkulus 1, dosen Kalkulus 1, serta dosen Bahasa Indonesia

    Lembar validasi 2. Rasional

    3. Isi modul 4. Karakteristik modul 5. Kesesuaian 6. Bahasa 7. Bentuk fisik 8. Keluwesan

  • 24

    b. Tahap Praktikalitas Setelah divalidasi, modul ini direvisi dan selanjutnya

    diujicobakan untuk mengetahui tingkat praktikalitas (keterpakaian) modul. Uji coba dilakukan terbatas di satu kelas, yaitu sesi 2013. Program Studi Pendidikan Matematika di STKIP PGRI Sumatra Barat yang mengambil mata kuliah Kalkulus 1 semester ganjil tahun akademik 2013/2014. Praktikalitas berkaitan dengan keterpakaian bahan perkuliahan oleh mahasiswa dan dosen. Menurut Akker dan Plomp (2001: 62) The material are said practical, if the teacher are able to use materials to execute their lesson in logical and coherent manner, without to many problems. Bahan perkuliahan dikatakan praktis, jika dosen dapat menggunakan bahan tersebut untuk melaksanakan perkuliahan secara logis dan berkesinambungan tanpa banyak masalah. Menurut Sukardi (2008: 52) pertimbangan praktikalitas dapat dilihat dalam aspek-aspek berikut. 1). Kemudahan penggunaan, meliputi: mudah diatur, disimpan, dan

    dapat digunakan sewaktu-waktu. 2). Waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan sebaiknya singkat,

    cepat, dan tepat. 3). Daya tarik bahan perkuliahan terhadap minat mahasiswa. 4). Mudah diinterpretasikan oleh dosen ahli maupun dosen lain 5). Memilki ekivalensi yang sama, sehingga bisa digunakan sebagai

    pengganti atau variasi.

  • 25

    Pada penelitian ini praktikalitas dilihat dengan melakukan wawancara dan observasi pelaksanaan perkuliahan untuk melihat kemudahan, waktu, dan isi modul.

    c. Tahap Efektivitas Tahap ini dilakukan untuk menilai apakah modul yang

    dikembangkan dapat digunakan sesuai harapan untuk meningkatkan kualitas dan prestasi belajar mahasiswa. Pada uji coba ini akan diamatiaktivitas dan hasil belajar mahasiswa untuk mengetahui tingkat efektivitas modul yang telah dikembangkan. Adapun indikator praktikalitas dan efektivitas modul dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Indikator Praktikalitas dan Efektivitas Modul

    No Aspek yang dinilai Metode pengumpulan data Instrumen 1 Praktikalitas :

    a. Pelaksanaan perkuliahan dengan modul

    b. Petunjuk pengisian modul

    c. Isi modul d. Waktu untuk

    mengisi modul

    a. Observasi

    pelaksanaan perkuliahan

    b. Wawancara mahasiswa

    a. Lembar

    observasi b. Pedoman

    wawancara

    2 Efektivitas : a. Dampak

    terhadap aktivitas belajar

    b. Dampak terhadap hasil belajar

    a. Observasi b. Tes

    a. Lembar

    observasi b. Soal tes

  • 26

    Jika modul belum valid, praktis, dan efektif maka dilakukan revisi pada bagian yang masih dianggap kurang. Hasil revisi ini dijadikan tolak ukur dalam memperbaiki modul yang telah dikembangkan. Maka hasil ini menjadi hasil akhir rangkaian pengembangan modul berbasis masalah.

  • 27

    Secara ringkas alur penelitian tahun pertama dan kedua dapat dilihat pada gambar berikut:

    Gambar 2. Alur Penelitian Tahun Pertama dan Kedua

    Uji coba Modul Kalkulus 1 angkatan 2013 Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

    Tahap pendefinisian: - Analisis silabus Kalkulus 1 Pendidikan Matematika

    STKIP PGRI Sumateara Barat - Analisis buku teks Kalkulus 1 - Reviuw literatur Modul - Wawancara dengan teman sejawat

    Tahap perancangan: MerancangModul Berbasis masalah

    Revisi

    Validasi Modul Berbasis Masalah

    Valid?

    Ya

    Praktis? Efektif?

    Tidak Revisi

    Modul berbasis masalah yang valid, praktikal dan efektif

    Tidak

    Ya

    Analisis

    T a h a p p e n g e m b a n g a n

    TAHUN I

    TAHUN II

  • 28

    C. Definisi Operasional 1. Modul merupakan bahan ajar yang berisikan sasaran belajar, teori

    singkat, latihan terstruktur dan tugas-tugas, soal-soal latihan serta bahan diskusi. Modul ditujukan untuk membantu mahasiswa agar dapat belajar mandiri secara kontinu dan terarah.

    2. Pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran inovatif yang melibatkan mahasiswa untuk memecahkan masalah dengan metode ilmiah. Pembelajaran belajar berbasis masalah memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut. a. Belajar dimulai dengan suatu permasalahan.

    b. Permasalahan yang diberikan harus berhubungan dengan dunia nyata mahasiswa.

    c. Mengorganisasikan pembelajaran di seputar permasalahan. d. Memberikan tanggung jawab yang besar dalam membentuk dan

    menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri. 3. Validitas adalah kesahihan, sifat benar menurut bahan bukti yang ada,

    logika berfikir/semestinya (Depdiknas, 2002). Validitas yang dikaji meliputi validitas isi dan validitas konstruk. Validitas isi melihat sejauh mana penilaian mampu mengukur materi/tujuan yang digariskan secara representatif. Validitas konstruk melihat sejauh mana kebermaknaan penilaian mengukur sifat atau karakteristik yang tidak dapat diobservasi. Kegiatan validasi dilakukan oleh para pakar dan praktisi dengan

  • 29

    memberikan modul yang telah dibuat beserta lembar validasinya sehingga diperoleh media pembelajaran yang valid.

    4. Praktikalitas (bersifat praktis) adalah mudah dan senang memakainya (Depdiknas, 2002). Praktikalitas berkaitan dengan kemudahan menggunakan modul dan kemajuan yang didapatkan mahasiswa dengan menggunakan modul.

    5. Efektivitas adalah dampak, pengaruh, dan hasil yang ditimbulkan (Depdiknas, 2002). Pada penelitian ini efektivitas dilihat dari aktivitas dan hasil belajar belajar mahasiswa. Suatu produk dikatakan efektif apabila ia memberikan hasil sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh peneliti.

    D. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar

    validasi, lembar observasi, angket,pedoman wawancara, dan tes. 1. Lembar validasi

    Lembar validasi digunakan untuk mengetahui apakah modul yang telah dirancang valid atau tidak. Lembar validasi modul berisi aspek-aspek yang telah dirumuskan pada Tabel 2. Setiap aspek dikembangkan menjadi beberapa pernyataan. Skala penilaian untuk lembar validasi menggunakan skala Likert. Lembar validasi divalidasi langsung oleh validator modul.

    2. Lembar observasi Lembar observasi digunakan untuk mengetahui pelaksanaan

    perkuliahan dengan modul dan aktivitas mahasiswa selama proses

  • 30

    perkuliahan berlangsung. Aktivitas mahasiswa yang diamati dalam penelitian ini adalah: a. VA = Visual Activities, yaitu mahasiswa membaca modul b. OA = Oral Activities, yaitu mahasiswa bertanya (pada dosen atau

    mahasiswa lain) c. LA = Listening Activities, yaitu mahasiswa mendengar penjelasan dari

    dosen d. WA = Writing Activities, yaitu mahasiswa mengisi latihan pada modul e. DA = Drawing activities, yaitu mahasiswa membuat gambar ketika

    menyelesaikan soal dalam modul Mengemukakan pendapat f. MA1 = Mental Activities, yaitu mahasiswa menanggapi, memecahkan

    soal, Menganalisis, melihat hubungan, dan menyimpulkan pembelajaran

    g. EA = Emotional Activities, yaitu mahasiswa bersemangat dan bersikap berani

    h. MA2 = Motor Activities, yaitu mahasiswa melakukan tindakaan yang tidak relevan dengan KBM (menganggu teman, melamun, atau bermain)

    Sebelum digunakan, lembar observasi divalidasi oleh validator instrumen. Hasil validasi oleh kedua validator menunjukkan bahwa instrumen lembar observasi ini sudah sangat valid, artinya sudah dapat digunakan.

  • 31

    3. Pedoman wawancara Pedoman wawancara dibuat untuk mengetahui praktikalitas

    penggunaan modul di kelas. Wawancara dilakukan pada mahasiswa setelah perkuliahan dengan modul selesai. Untuk mewawancarai mahasiswa, dibuat pedoman wawancara. Pedoman wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan tentang petunjuk, isi dan waktu penggunaan. Sebelum digunakan, pedoman wawancara divalidasi oleh validator instrumen. Hasil validasi oleh validator menunjukkan bahwa instrumen pedoman wawancara ini sudah sangat valid, artinya sudah dapat digunakan.

    4. Tes Tes adalah suatu alat yang disusun untuk mengukur kualitas, abilitas, keterampilan atau pengetahuan dari seseorang atau sekelompok individu. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa setelah menggunakan modul berbasis masalah pada perkuliahan Kalkulus 1. Melalui tes tersebut dapat ditentukan tinggi rendahnya skor dalam bentuk kuantitatif selanjutnya dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan untuk ditarik kesimpulan yang bersifat kualitatif.

    E. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh melalui berbagai instrumen dianalisis secara

    kualitatif dan kuantitatif. Informasi yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara mengenaipraktikalitas modul dianalisis secara kualitatif. Data dari hasil lembar validasi modul, lembar observasi aktivitas dianalisis secara

  • 32

    kuantitatif, kemudian digunakan teknik deskriptif untuk menarik kesimpulan yang bersifat kualitatif. Teknik analisis data dari setiap instrumen digambarkan sebagai berikut ini. 1. Hasil Validasi

    Hasil validasi dari validator terhadap seluruh aspek yang dinilai, disajikan dalam bentuk tabel. Selanjutnya dicari rerata skor tersebut dengan menggunakan rumus

    nV

    Rn

    ii

    1 (Muliyardi, 2006:82)

    dengan R = rerata hasil penilaian dari para validator Vi = skor hasil penilaian validator ke-i n = banyak validator

    Kemudian rerata yang didapatkan dikonfirmasikan dengan kriteria yang ditetapkan. Cara mendapatkan kriteria tersebut adalah sebagai berikut: a. Rentangan skor mulai dari 1 sampai 5 b. Kriteria dibagi atas lima tingkatan. Istilah yang digunakan disesuaikan

    dengan aspek-aspek yang bersangkutan. c. Rentangan rerata dibagi menjadi lima kelas interval.

    Lalu, dihitung rerata semua aspek untuk modul. Untuk menentukan tingkat kevalidan modul digunakan kriteria berikut ini. a. Bila R> 3,20 maka modul dikategorikan sangat valid. b. Bila 2,40

  • 33

    c. Bila 1,60

  • 34

    Tabel 4. Kriteria Keberhasilan Aktivitas Belajar Mahasiswa

    Kriteria Tingkat keberhasilan Range persentase Sedikit sekali Sedikit Banyak Banyak sekali

    Tidak berhasil Kurang berhasil Berhasil Sangat berhasil

    0 P 25 25 < P 50 50 < P 75 75 < P 100

    Sumber: modifikasi Dimyati dan Mudjiono (2006:125) Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui jika persentase

    mahasiswa yang aktif adalah 0 P 25, maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang beraktivitas sedikit sekali dan proses perkuliahan tidak berhasil mengaktifkan mahasiswa. Aktivitas mahasiswa diamati setiap pertemuan, sehingga dapat diketahui perkembangan aktivitas mahasiswa dalam perkuliahan yang menggunakan modul.

    3. Hasil Wawancara Teknik deskriptif digunakan untuk menggambarkan data hasil wawancara dengan mahasiswa mengenai praktikalitas modul. Miles dan Huberman dalam Nyimas (2007: 62) menyatakan bahwa hasil wawancara dari para pakar menghasilkan data kualitatif berdasarkan transkripsi tertulis dan catatan yang dibuat saat wawancara berlangsung. Miles menyatakan cara menganalisis data kualitatif terdiri dari tiga tahap, yaitu mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mereduksi data merupakan proses menyeleksi, memfokuskan, dan mengabstraksi, dan mentransformasi data mentah yang diperoleh melalui observasi.

  • 35

    4. Hasil Tes Data yang diperoleh dari tes hasil belajar dianalisis dengan menggunakan perhitungan presentase mahasiswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Untuk pengembangan modul ini dikatakan efektif jika lebih dari 60% mahasiswa mendapatkan nilai 65 100 Tabel 5. Kriteria Hasil Belajar Mahasiswa

    Nilai Mutu Nilai Angka Keterangan A B C D E

    81 < k 100 66 < k 80 56 < k 65 46 < k 55

    k

  • 36

    BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. Hasil Penelitian Pengembangan modul berbasis masalah untuk mata kuliah Kalkulus 1

    dengan menggunakan model 4-D memiliki hasil sebagai berikut. 1. Validitas Modul Berbasis Masalah

    Kegiatan untuk mendapatkan modul Kalkulus 1 yang valid diawali dengan melewati tahap Pendefinisian. Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap silabus mata kuliah Kalkulus 1. Analisis silabus dilakukan untuk melihat apakah materi yang diajarkan sudah sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Dalam silabus, terdapat empat materi pokok yang harus dipelajari dalam satu semester. Empat materi tersebut adalah Pendahuluan, limit, turunan, dan aplikasi turunan untuk materi keempat. Hasil analisis diperoleh bahwa materi tersebut telah sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa. Urutan materi juga telah pas karena materi sistem bilangan Riil adalah materi pertama yang merupakan materi dasar yang harus dipelajari sebelum mempelajari materi selanjutnya. Sedangkan materi fungsi limit, turunan, dan aplikasi turunan merupakan materi terakhir yang mencakup seluruh materi sebelumnya.

    Kegiatan selanjutnya adalah menganalisis buku rujukan untuk mata kuliah Kalkulus 1. Analisis buku rujukan yang dilakukan bertujuan untuk melihat apakah isi buku sudah sesuai dengan kompetensi dalam

    36

  • 37

    silabus. Buku rujukan pertama yang dianalisis adalah buku teks yang selama ini digunakan dalam perkuliahan Kalkulus 1. yaitu kalkulus edisi kesembilan karangan Varbeg purcell rigdom. Materi dalam buku ini sudah mencakup sebagian besar kompetensi yang diharapkan. Namun penyajian dan bahasa materi belum sesuai dengan Kemampuan mahasiswa STKI PGRI Sumatera Barat. Selain buku karangan Purcell, buku Kalkulus karangan Koko Martono, dan kalkulus ilmu ukur analitik karangan Leithold dijadikan sebagai rujukan karena banyak materi yang dapat dijadikan bahan untuk pengembangan modul. Buku-buku lain yang berhubungan dengan materi Kalkulus 1 juga dijadikan rujukan.

    Setelah menganalisis buku rujukan Kalkulus 1, kegiatan selanjutnya adalah peneliti berdiskusi dengan teman sejawat. Dari hasil diskusi diketahui bahwa selama ini proses perkuliahan Kalkulus 1 hanya menggunakan metode ceramah. Mahasiswa banyak bergantung pada dosen dalam memahami materi. Mahasiswa belum mampu untuk belajar mandiri. Perlu suatu metode agar mahasiswa tidak terlalu banyak membutuhkan bantuan dosen dalam perkuliahan.

    Kegiatan selanjutnya adalah menganalisis literatur yang terkait dengan modul dan pembelajaran berbasis masalah. Menganalisis literatur yang berhubungan dengan modul dan pembelajaran berbasis masalah juga sangatlah penting. Dengan adanya literatur, maka peneliti terbantu dalam perancangan modul.

  • 38

    Berdasarkan analisis-analisis tersebut, maka dirancanglah modul berbasis masalah untuk mata kuliah Kalkulus 1. Modul yang dirancang terdiri dari empat macam. Modul 1 untuk pokok bahasan Pendahuluan, modul 2 untuk pokok bahasan limit, modul 3 untuk pokok turunan, modul 4 untuk pokok bahasan aplikasi turunan. Modul diharapkan dapat membantu kemandirian mahasiswa dalam perkuliahan.

  • 39

    Berikut diagram dari tahap pendefinisian.

    Gambar 3. Diagram Alir Tahap Pendefinisian

    Analisis Silabus mata kuliah Kalkulus 1 1. Sistem Bilangan Riil 2. Limit 3. Turunan 4. Aplikasi Turunan

    Analisis Buku rujukan mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak 2 1. Kalkulus edisi kesembilan karangan varberg Purcell

    Rigdom 2. Kalkulus dan Ilmu Ukur Analitik Karangan Leithold 3. Kalkulus Karangan Koko Martono 4. Buku rujukan lain

    Reviuw literatur pengembangan modul 1. Teknik Penyusunan Modul 2. Strategi Pembelajaran inovatif Kontemporer

    karangan Made Wena

    Diskusi dengan Teman Sejawat 1. Perkuliahan menggunakan Buku Teks 2. Perkuliahan menggunakan metode

    ceramah

    Pengembangan Modul Berbasis Masalah untuk Perkuliahan Kalkulus 1

  • 40

    Berikut ini diuraikan karakteristik modul berbasis masalah yang dirancang.

    a. Setiap modul yang dirancang memiliki halaman pendahuluan. Halaman pendahuluan berisi deskripsi singkat tentang isi modul, relevansi dan tujuan instruksional. Relevansi berisi kegunaan mahasiswa dalam mempelajari modul jika modul tersebut dikaitkan dengan modul lain, sedangkan tujuan instruksional berupa kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai mahasiswa setelah mempelajari modul tersebut. Salah satu halaman pendahuluan dapat dilihat sebagai berikut.

    b. Setiap kegiatan belajar berisi materi yang berhubungan dengan

    pokok bahasan yang akan dibahas. Materi diawali dengan pemberian suatu masalah. Masalah yang diberikan berhubungan dengan bidang lain. Dengan adanya masalah tersebut, mahasiswa mengetahui manfaat dari pokok bahasan yang dipelajari. Berikut salah satu pemberian masalah pada awal materi.

  • 41

    Uraian materi juga memuat rumus-rumus yang berhubungan dengan pokok bahasan yang dibahas. Rumus-rumus tersebut dibuat dalam kotak agar mahasiswa mudah melihatnya. Berikut salah satu contoh rumus.

  • 42

    Selain memuat materi, dalam uraian ini juga memuat contoh. Contoh yang diberikan berguna bagi mahasiswa untuk menambah pemahaman mengenai materi yang disampaikan. Contoh yang diberikan berhubungan dengan masalah yang diberikan di awal materi. Contoh memuat ciri pembelajaran berbasis masalah. Berikut salah satu bentuk contoh pada modul ini.

    c. Setelah soal latihan setelatelah itu diberikan beberapa soal latihan terbimbing dimana pada latihan ini siswa dilatih untuk menguasai materi tetapi dengan membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dengan mengosongkan bagian-bagian jawaban dari latihan. Berikut ini diberikan bentuk latihan pada modul

  • 43

    d. Setelah mengerjakan latihan terbimbing. Siswa diminta untuk

    megerjakan Soal-soal latihan mandiri diambil dari soal-soal yang terdapat dalam buku kalkulus edisi kesembilan karangan Varaberg Purcell rigdom dan buku kalkulus dan ilmu ukur analitik karangan Leithold, dan referensi tambahan lain yang disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa. Soal latihan yang diambil adalah soal yang dapat menunjang pembelajaran berbasis masalah. Dengan adanya latihan tersebut, diharapkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dapat meningkat. Berikut salah satu contoh latihan.

    e. Pada bagian akhir kegiatan belajar, terdapat umpan balik dan tindak lanjut. Bagian umpan balik berisi petunjuk bagi mahasiswa agar mencocokkan jawaban latihan dengan kunci jawaban yang terdapat

  • 44

    pada bagian akhir modul. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengetahui tingkat penguasaannya terhadap isi kegiatan belajar. Berikut salah satu bagian umpan balik.

    Bagian tindak lanjut berisi kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa atas dasar hasil latihannya. Mahasiswa diberi petunjuk untuk melakukan kegiatan lanjutan apakah kembali mempelajari kegiatan belajar tersebut atau terus melanjutkan ke kegiatan belajar selanjutnya. Berikut contoh bagian tindak lanjut pada salah satu kegiatan belajar.

  • 45

    f. Kunci jawaban latihan dan referensi berada pada akhir setiap modul. Kunci jawaban yang dimuat merupakan kunci jawaban semua kegiatan belajar pada modul tersebut. Contoh kunci jawaban diberikan sebagai berikut.

    g. Referensi yang berada pada akhir setiap modul berisi acuan yang digunakan pada saat penulisan modul. Referensi berguna untuk memberi tahu mahasiswa darimana sumber modul ini didapatkan. Jika mahasiswa ingin lebih lanjut mengetahui mengenai materi maka mahasiswa dapat mencari buku yangterdapat dalam referensi. Berikut salah satu contoh referensi.

  • 46

    Produk yang dibuat yang berupa modul berbasis masalah belum sepenuhnya selesai. Diantaranya ada beberapa materi yang belum disajikan dalam masalah kontekstual atau dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya beberapa modul yang belum dibuatkan kunci jawabannya. Penyempurnaan modul ini akan dilakukan pada laporan akhir sebelum dilakukan presentasi kelayakan.

    Validator memvalidasi hasil rancangan modul berbasis masalah dengan mengisi lembar validasi. Hasil validasi baru dilakukan oleh satu orang validator dan materi yang divalidasi masih pada bab pendahuluan dengan tujuh kegiatan belajar. Validasi selajutnya akan dilanjutkan pada tahun kedua dengan tiga validator lainnya dan untuk keseluruhan materi pada semua bab. Tabel 6. Jawaban dan Skor Validasi

    Pernyataan Skor validator Tujuan

    a. Rumusan standar kompetensi jelas dan komprehensif

    4 b. Jumlah standar kompetensi sesuai

    dengan waktu yang tersedia 5

  • 47

    Rata-rata skor 4.5 Rasional

    a. Modul memiliki ciri khas 4 b. Modul mampu memotivasi 4 c. Modul bermanfaat untuk

    mahasiswa 5 Rata-rata skor 4.33

    Isi modul a. Teori yang dipakai sesuai dengan

    materi 5 b. Soal yang dipakai sesuai dengan

    materi 5 c. Soal yang diberikan bervariasi 4

    Skor rata-rata 4,66 Karakteristik

    a. Adanya masalah yang diberikan di awal materi 3

    b. Masalah yang diberikan familiar bagi mahasiswa 3

    c. Modul mampu memunculkan soal bervariasi sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar

    4

    d. Modul mampu melibatkan gambar yang membantu mahasiswa dalam memahami materi

    3 e. Latihan dapat mendorong

    kreatifitas berpikir mahasiswa 2 f. Contoh dan latihan sesuai dengan

    masalah yang diberikan 3 g. Contoh dapat meningkatkan

    kemampuan problem solving 3 Skor rata-rata 3,00

    Kesesuaian a. Terdapat kesesuaian tujuan dan

    materi 4 b. Terdapat kesesuaian materi dan

    soal 4 c. Terdapat kesesuaian contoh dan

    latihan 5 Skor rata-rata 4.33

    Bahasa

  • 48

    a. Kalimat mudah dipahami 4 b. Kalimat yang digunakan sesuai

    dengan kaidah EYD 2 c. Struktur kalimat sesuai dengan

    kemampuan mahasiswa 4 d. Bahasa yang digunakan

    komunikatif 4 Skor rata-rata 3.50

    Bentuk fisik a. Format dan desain isi modul

    menarik 4 b. Gambar yang digunakan menarik 4 c. Cover modul menarik dan mewakili

    gambaran isi modul secara keseluruhan

    4 Skor rata-rata 4.00 Rata-rata total skor validasi 3.97

    Keterangan: Validator: Hamdunah Nasution, M.Si

    Penilaian validitas isi dan konstruk yang terlihat pada Tabel 6 dapat disimpulkan sebagai berikut.

    a. Berdasarkan tujuan, tujuan standar kompetensi jelas dan komprehensif. Jika dikaitkan jumlah standar kompetensi dengan waktu yang tersedia juga sudah sesuai.

    b. Dari segi rasional, modul memiliki ciri khas. Modul bermanfaat untuk mahasiswa karena modul tersebut dapat memotivasi mahasiswa dalam perkuliahan Kalkulus 1.

    c. Berdasarkan isi modul, teori dan soal yang dipakai sesuai dengan materi. Kesesuaian ini diharapkan agar mahasiswa mencapai kompetensi yang dirumuskan. Tingkat kesulitan soal yang terdapat pada modul ini bervariasi agar mahasiswa tidak mengalami kejenuhan.

  • 49

    d. Berdasarkan karakteristik, modul dinilai sudah memiliki karakteristik pembelajaran berbasis masalah. Modul memberikan masalah kontekstual yang berhubungan dengan bidang fisika pada awal materi. Masalah yang diberikan tersebut tidak asing bagi mahasiswa. Selain itu, modul mampu melibatkan gambar yang membantu mahasiswa dalam memahami materi. Contoh dan latihan yang diberikan sesuai dengan masalah yang diberikan. Latihan tersebut dapat mendorong kreatifitas berpikir mahasiswa dan contoh dapat meningkatkan kemampuan problem solving.

    e. Berdasarkan aspek kesesuaian, terdapat kesesuaian tujuan dan materi. Kesesuaian juga terdapat pada materi dan soal serta contoh dan latihan yang bertujuan agar mahasiswa mudah dalam mempelajari materi.

    f. Berdasarkan aspek bahasa, kalimat yang digunakan mudah dipahami dan sesuai dengan kaidah EYD. Struktur kalimat dalam modul sesuai dengan kemampuan mahasiswa dan bahasa yang digunakan komunikatif.

    g. Berdasarkan bentuk fisik, format dan desain isi modul menarik. Gambar yang digunakan menarik sehingga dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi. Cover modul menarik dan mewakili gambaran isi modul secara keseluruhan. Dari kesimpulan di atas, dapat dikatakan bahwa modul berbasis masalah dinilai sudah memenuhi syarat sebagai bahan perkuliahan.

    Pada lembar validasi, validator juga memberikan catatan. Beberapa catatan validator diuraikan sebagai berikut.

  • 50

    a. Gambar menarik tetapi tidak sesuai dengan masalah dan ilustrasi gambar cari yang lebih spesifik

    b. Bahasa diperbaiki. c. Gunakan kata yang baku. d. Kalimat/pernyataan harus jelas, jangan gantung. e. Konsisten dalam menggunakan istilah. f. Setiap rangkuman, harus jelas keterangannya. g. Berikan contoh yang menjadikan mahasiswa berpikir secara benar sesuai

    dengan tuntutan pemecahan masalah. h. Pada latihan terbimbing bagusnya tidak diberikan tanda karena akan

    mengekang kreatifitas mahasiswa dalam menjawab soal yang diberikan.

    Berdasarkan catatan yang diberikan oleh validator, belum melakukan revisi pada modul, karena hal ini akan direncanakan pada tahun berikut nya sehingga menghasilkan modul yang benar-benar valid. Beberapa contah revisi validator.

    Contoh revisi validator dari segi bahasa

  • 51

    Contoh revisi validator dari segi kesesuain materi Contoh revisi validator dari segi karakteristik modul

  • 52

    Revisi pada aspek bentuk fisik modul Revisi-revisi dari vlidator akan di perbaiki pada rencana tahun ke- dua dengan mengabungkan beberapa revisi dari validator lainya serta untuk seluruh materi pada seluruh bab.

    B. Pembahasan 1. Validitas modul berbasis masalah

    Modul berbasis masalah perlu divalidasi untuk memperoleh modul yang tepat sehingga dapat digunakan sebagai bahan perkuliahan mandiri. Validitas dilakukan oleh ahli pendidikan dalam bidang masing-masing. Validitas yang dilakukan pada penelitian ini menekankan pada validitas isi dan konstruk. Berdasarkan hasil validasi modul berbasis masalah pada bab

  • 53

    pendahuluan oleh satu orang validator dapat diketahui bahwa modul yang dikembangkan memperoleh rata-rata skor validasi adalah 3,97. Dengan merujuk kepada kriteria, modul berbasis masalah dapat dikatakan valid dari segi isi dan konstruk. Modul berbasis masalah yang valid dari segi isi berarti modul berbasis masalah yang telah dirancang sesuai dengan silabus mata kuliah, sedangkan valid dari segi konstruk berarti komponen-komponen modul berbasis masalah tersebut sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Hal ini telah menjawab rumusan masalah Bagaimana validitas modul berbasis masalah pada mata kuliah Kalkulus kalkulus 1?.

    Validitas modul berbasis masalah dapat diuraikan sebagai berikut. a. Standar kompetensi yang dirumuskan sudah jelas dan komprehensif

    serta sesuai dengan waktu yang tersedia. Direktorat Pembinaan SMK (2008:4) menyatakan modul harus memuat tujuan pembelajaran yang jelas, dan dapat menggambarkan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Rumusan standar kompetensi yang jelas dan komprehensif membuat mahasiswa mengetahui tujuan yang diperoleh jika mengikuti perkuliahan Kalkulus 1. Waktu yang tersedia sesuai dengan standar kompetensi membuat mahasiswa dapat memahami materi perkuliahan dengan baik.

    b. Modul untuk perkuliahan Kalkulu 1 memiliki ciri khas, yaitu modul yang dikembangkan berbasis masalah. Selain bercirikan pembelajaran berbasis masalah, modul memuat contoh dengan dengan langkah yang

  • 54

    rinci. Modul berbasis masalah bermanfaat untuk mahasiswa karena mampu memotivasi mahasiswa dalam perkuliahan. Hal ini sejalan dengan Muljono (2001:1) yang menyatakan modul dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.

    c. Isi modul berupa teori dan soal sudah sesuai dengan materi pada silabus mata kuliah Kalkulus 1, sehingga mahasiswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Direktorat Pembinaan SMK (2008:16) menyatakan materi atau isi modul harus sesuai dengan silabus. Modul berbasis masalah juga memuat soal-soal yang bervariasi agar mahasiswa tidak jenuh dalam mengerjakan soal.

    d. Modul yang dikembangkan memiliki karakteristik suatu pembelajaran berbasis masalah. Salah satu karakteristik pembelajaran berbasis masalah yang dimiliki modul adalah adanya masalah yang diberikan pada awal materi (Savoie dalam Wena, 2010:91). Masalah yang diberikan tersebut tidak asing bagi mahasiswa. Contoh dan latihan dibuat sesuai dengan masalah yang diberikan. Modul berbasis masalah ini dapat meningkatkan kemampuan problem solving.

    e. Terdapat kesesuaian antara tujuan perkuliahan dan materi, sehingga mahasiswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Kesesuaian juga terdapat antara materi dan soal, serta contoh dan soal. Kesesuaian ini bermanfaat untuk mahasiswa sehingga mudah memahami materi dan contoh, serta dapat mengerjakan soal dengan baik.

  • 55

    f. Kalimat yang digunakan pada modul berbasis masalah sudah sesuai dengan kaidah EYD sehingga mudah dipahami. Bahasa yang digunakan pun komunikatif. Direktorat Pembinaan SMK (2008:5) menyatakan bahwa modul haruslah menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif. Kalimat yang mudah dipahami dan bahasa yang komunikatif membuat mahasiswa dapat memahami materi dalam modul tersebut.

    g. Format dan desain isi modul menarik. Selain itu, cover modul menarik dan mewakili isi modul secara keseluruhan. Majid (2006:176) memaparkan bahwa buku yang baik adalah buku yang disajikan secara menarik dilengkapi dengan gambar dan keterangan-keterangannya. Bentuk fisik dari modul berbasis masalah yang menarik ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mempelajari isi modul.

    2. Untuk tahap praktikalitas dan efektifitas akan dilakukan pada tahun ke -2

    C. Publikasi Hasil Penelitian Hasil penelitian pengembangan model berbasis masalah pada perkulihan kalkulus 1 telah di presentasikan dan akan dicetak berupa prosiding pada seminar nasional matematika dan pendidikan matematika di convention hall unand pada tanggal 30 September 2013.

  • 56

    BAB 6. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA Setelah selesai mendisain modul maka rencana tahapan selanjutnya adalah

    1. Memvalidasi Modul Berbasis Masalah Modul Kalkulus 1 berbasisis masalah yang sudah dirancang akan

    divalidasi oleh beberapa validator (pakar) untuk melanjutkan hasil validasi pada tahun-1 untuk keseluruhan materi. Validitas modul ini direncanakan akan dilakukan oleh empat validator. Validator-validator tersebut adalah satu orang pakar Kalkulus 1, satu orang dosen Kalkulus 1, satu orang dosen jurusan Bahasa Indonesia, dan satu orang dosen jurusan Matematika STKIP PGRI Padang Sumatera Barat. Setelah selesai divalidasi skor akan dikategorikan berdasarkan kriteria yang telah dibuat pada bab IV. Pernyataan yang akan divalidasi oleh validator direncanakan sesuai dengan Tabel 7 berikut. Tabel 7. Jawaban dan Skor Validasi

    Pernyataan Skor rata-rata Jawaban Tujuan

    c. Rumusan standar kompetensi jelas dan komprehensif

    d. Jumlah standar kompetensi sesuai dengan waktu yang tersedia

    Rasional d. Modul memiliki ciri khas e. Modul mampu memotivasi f. Modul bermanfaat untuk mahasiswa

    Isi modul d. Teori yang dipakai sesuai dengan

    materi e. Soal yang dipakai sesuai dengan

    materi f. Soal yang diberikan bervariasi

    56

  • 57

    Karakteristik h. Adanya masalah yang diberikan di

    awal materi i. Masalah yang diberikan familiar bagi

    mahasiswa j. Modul mampu memunculkan soal

    bervariasi sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar

    k. Modul mampu melibatkan gambar

    yang membantu mahasiswa dalam memahami materi

    l. Latihan dapat mendorong kreatifitas

    berpikir mahasiswa m. Contoh dan latihan sesuai dengan

    masalah yang diberikan n. Contoh dapat meningkatkan

    kemampuan problem solving Kesesuaian

    d. Terdapat kesesuaian tujuan dan materi e. Terdapat kesesuaian materi dan soal f. Terdapat kesesuaian contoh dan

    latihan Bahasa

    e. Kalimat mudah dipahami f. Kalimat yang digunakan sesuai

    dengan kaidah EYD g. Struktur kalimat sesuai dengan

    kemampuan mahasiswa h. Bahasa yang digunakan komunikatif

    Bentuk fisik d. Format dan desain isi modul menarik e. Gambar yang digunakan menarik f. Cover modul menarik dan mewakili

    gambaran isi modul secara keseluruhan

    Skor rata-rata validasi

    Setelah dilakukan validasi oleh pakar modul direncanakan akan

    diuji cobakan kepada mahasiswa kalkulus 1 untuk melihat praktikalitas dan efektivitas modul yang akan diuraikan sebagai berikut.

  • 58

    2. Praktikalitas Modul Berbasis Masalah Uji praktikalitas perlu dilakukan untuk mendapat informasi

    tentang keterpakaian modul berbasis masalah. Uji praktikalitas menjawab apakah modul berbasis masalah dapat digunakan atau tidak. Data praktikalitas modul berbasis masalah diperoleh dari observasi pelaksanaan perkuliahan dan wawancara dengan mahasiswa. Hal-hal yang diamati melalui observasi direncanakan sebagai berikut. a. Observasi pelaksanaan perkuliahan dengan modul berbasis masalah.

    Observasi pelaksanaan perkuliahan difokuskan untuk melihat apakah perkuliahan terlaksana dan melihat jika ada kendala dalam pelaksanaannya. Observasi dilakukan oleh 1 orang observer.

    b. wawancara dengan mahasiswa mengenai praktikalitas modul berbasis masalah

    Wawancara direncanakan dilakukan kepada mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Kalkulus 1. Waktu yang digunakan untuk wawancara direncanakan adalah setelah mahasiswa selesai mengikuti perkuliahan dengan menggunakan modul. Indikator yang digunakan dalam wawancara ini adalah waktu, penggunaan, dan manfaat.

  • 59

    3. Efektifitas modul berbasis masalah Aspek efektifitas yang diamati dalam proses perkuliahan

    Kalkulus 1 dengan menggunakan modul berbasis masalah di kelas uji coba direncanakan adalah aktivitas dan hasil belajar belajar mahasiswa. Berikut ini data aktivitas dan hasil belajar mahasiswa yang direncanakan akan diamati adalah a. Aktivitas mahasiswa

    Data aktivitas mahasiswa diperoleh selama kegiatan perkuliahan menggunakan modul berbasis masalah. Aktivitas mahasiswa diamati oleh dua observer dengan mengisi instrumen aktivitas. Berikut format lembar observasi. Tabel 8. Data Hasil Pengamatan Observer terhadap Aktivitas Mahasiswa

    Aspek yang diamati

    Pertemuan 1

    Pertemuan 2

    Pertemuan 3 % rata-rata

    Visual activities Oral activities Listening activities Writing activities Drawing activities Mental activities Emotional activities Motor activities

  • 60

    b. Hasil belajar Penilaian hasil belajar mahasiswa direncanakan akan

    dilakukan dengan memberikan soal tes yang sudah dipersiapkan dan di validasi

    4. Desiminasi Pada tahap ini direncanakan jika modul kalkulus 1 sudah valid,

    efektif dan praktis maka akan dicetak dalam bentuk modul yang mempunyai NISN, dan disebar luaskan pada mahasiswa STKIP PGRI Sumbar yang mengambil mata kuliah kalkulus 1.

    5. Artikel Atau Prosiding Internasional Setelah modul selesai dicetak dan laporan akhir pada tahun kedua

    sudah layak dan selesai, akan direcanakan mengikuti prosiding internasional diluar daerah Padang seperti di Bandung, Semarang, dan Jakarta agar dapat dimasukan pada jurnal yang terakreditasi.

  • 61

    BAB 7. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

    Modul berbasis masalah yang dikembangkan untuk perkuliahan kalkulus 1 meliputi: 1) Pendahuluan, 2) Limit dan Fungsi, 3) Turunan, 4) Aplikasi Turunan, Modul berbasis masalah yang dirancang memuat indikator kompetensi, materi, contoh, Latihan Mandiri, Latihan Terbimbing, umpan balik serta kunci jawaban.

    Hal yang sudah dilakukan pada tahun pertama adalah: merancang modul berbasis masalah dengan tahapan menganalisis silabus, menganalisis buku teks, menganalisis kebutuhan masiswa dengan melakukan wawacara teman sejawat. Selanjutnya hal-hal yang akan dilakukan pada tahun kedua adalah: 1. Memvalidasi modul berbasis masalah 2. Melihat Praktikalitas modul berbasis masalah 3. Melihat efektifitas modul berbasis masalah Keefektifan modul berbasis

    masalah diamati melalui aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. 4. Apabila modul sudah valid, praktis, efektif, maka akan disebarluaskan

    kepada mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat (Desiminasi)

    B. Saran Penelitian ini diharapkan menghasilkan modul berbasis masalah untuk

    perkuliahan Kalkulus 1 di STKIP PGRI Sumatera Barat. Jika Penelitian ini sudah selalesai maka hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman

    61

  • 62

    bagi dosen dalam melaksanakan perkuliahan kalkulus 1. Selain itu, modul berbasis masalah dapat mempermudah mahasiswa dalam belajar dan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa.

    Dosen dapat mengembangkan modul berbasis masalah untuk mata kuliah yang lain. Pengembangan modul yang dilakukan harus sejalan dengan pengembangan pelaksanaan perkuliahan di kelas agar hasil yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Perlu diperhatikan validitas, praktikalitas, dan efektifitas modul tersebut karena faktor-faktor tersebut sangat menentukan kualitas modul yang dihasilkan.

  • 63

    DAFTAR PUSTAKA

    Buku Pedoman Akademik 2011/2012 STKIP PGRI Sumatera Barat

    Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidkan Nasional.

    Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka

    Cipta Muliyardi. 2006. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika dengan

    Menggunakan Komik di Kelas I Sekolah Dasar. Disertasi tidak diterbitkan. Surabaya : Pasca Sarjana UNESA.

    Nasution. 2008. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta:

    PT Bumi Aksara Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

    Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Sudijono, Anas. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo

    Persada. Sugiyono. 2011. Metodologi Penelitian Penddikan Pendekatan Kuantitatif,

    Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Sukardi. 2009. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Yogyakarta:

    Bumi Aksara Suprawoto. 2009. Mengembangkan Bahan Ajar dengan Menyusun

    Modul.(http://www.scribd.com/doc/16554502/Mengembangkan-Bahan-Ajar-dengan-Menyusun-Modul, diakses 8 September 2010)

    Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta:

    Prestasi Pustaka. Wena, Made. 2010. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi

    Aksara Yasmin, Nyimas. 2007. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis RME

    Untuk Kelas IV Sekolah Dasar. Tesis tidak diterbitkan. Padang: Pasca Sarjana UNP

  • 72

    Lampiran 3. Biodata Ketua dan Anggota Tim Peneliti A. Identitas Diri (Ketua)

    1 Nama Lengkap Dra. Hj. Husna, M.Si. 2 Jabatan Fungsional Lektor 3 Jabatan struktural Ketua Unit P3M STKIP PGRI

    Sumatera Barat 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 196409141991032001 5 NIDN 0014096401 6 Tempat dan Tanggal Lahir Muara Panas dan 14 September1964 7 Alamat Rumah Komplek Taruko A.14 Gunung

    Pangilun 8 Nomor Telepon/Faks/HP -/-/081374386503 9 Alamat Kantor Jl. Gunung Pangilun Padang 10 Nomor Telepon/Faks (0751)7053826/(0751)7053826 11 Alamat e-mail [email protected] 12 Lulusan yang telah dihasilkan S1 = 200 orang 13 Mata Kuliah yang Diampu Fisika Dasar

    B. Riwayat Pendidikan S-1 S-2 S-3 Nama Perguruan Tinggi IKIP Padang UGM Bidang Ilmu Pendidikan

    Fisika Fisika

    Tahun Masuk-Lulus 1983-1990 1994-1998 Judul Skripsi/Thesis/Disertasi

    Analisis Materi Elektronika pada Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA IKIP Padang

    Analisis Neutronik Pemulsaan Reaktor Kartini

    Nama Pembimbing/Promotor

    Dra. Djusmaini Djamas, M.Si

    Prof. Dr. Prayoto, M.Sc.

    C. Pengalaman Penelitian Selama Lima Tahun terakhir

    No Tahun Judul penelitian Pendanaan Sumber Jml (Juta Rp) 1 2009 Pengembangan

    Bahan Ajar Interaktif Fisika dengan

    Yayasan Pendidikan PGRI Sumbar 3

  • 73

    Menggunakan Macromedia Director Pada Materi Listrik Dinamis

    2 2010 Pengembangan LKS Berbasis Problem Based Instruction pada Pembelajaran Fisika Kelas X SMAN 7 Padang

    Yayasan Pendidikan PGRI Sumbar

    3

    3 2011 Pengaruh Penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Fisika terhadap Kreativitas Belajar Siswa Kelas X SMAN 7 Padang

    Yayasan Pendidikan PGRI Sumbar

    2

    4 2011 Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Fisika Dasar Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumbar Menggunakan Pendekatan CTL yang Diiringi dengan Handout

    Yayasan Pendidikan PGRI Sumbar

    2

    k. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

    No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan

    Sumber Jml (Juta Rp) 2007 Persiapan Menghadapi Ujian

    Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) Tahun Pelajaran 2006/2007 bagi Siswa-siswi Kelas XII SMK DHUAFA Padang

    STKIP PGRI Sumatera Barat

    1

  • 74

    2010 Pelatihan Penggunaan Media Komputer dalam Pembelajaran Matematika di MTsN Talaok Pesisir Selatan

    STKIP PGRI Sumatera Barat

    5

    2010 Persiapan Menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) Tahun Pelajaran 2009/2010 di SMA N 1 Lembang Jaya Kabupaten Solok

    STKIP PGRI Sumatera Barat

    1

    2011 Pelatihan Aplikasi Microsoft Exel untuk Meningkatkan Efektifitas Penilaian Guru sekolah Dasar (SD) Negeri 13 Gadut Kec.Tilatang Kamang

    Prodi Pendidikan Matematika

    0,5

    2012 Penyuluhan tentang Inovasi dalam Pendidikan Matematika

    Prodi Pendidikan Matematika

    1

    2012 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi Kalangan Pelajar di SMK N I Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

    STKIP PGRI Sumatera Barat

    1

    p. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun

    terakhir No Judul Artikel Ilmiah Volume/Nomor/Tahun Nama Jurnal

    1 Karakterisasi Mineral Magnetik Sedimen Muara Batang Arau Padang dengan Metoda Suseptibilitas Magnetik dan Isothermal Remanent Magnetization (IMR)

    Vol. 1/No.2/Juni 2009 Pelangi

    2 Studi tentang Karakteristik Magnetik pada Lapisan Pasir Besi Pantai Sunur Pariaman, Pantai Masang dan Durian Kapeh Agam melalui Metoda Magnetik

    V0l. 2/No. 1/Desember 2009

    Pelangi

    3 Studi Perbandingan Penerapan Strategi

    Vol. 2/No. 2/Juni 2010

    Pelangi

  • 75

    Question Student Have dengan Strategi Pemecahan Masalahdalam Pembelajaran Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Padang

    4 Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Kompilasi Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 7 Padang

    Vol. 3/No.1/Desember 2010

    Pelangi

    5 Penerapan Strategi Lightening the Learning Climate disertai Komik dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 28 Padang

    Vol. 4/No.1/Desember 2011

    Pelangi

    F. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral pada Pertemuan/

    Seminar Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir No Nama Pertemuan

    Ilmiah/seminar Judul Artikel Imiah Waktu dan

    Tempat 1

    G. Pengalaman Penulisan Buku dalam 5 Tahun Terakhir

    No Judul Buku Tahun Jumlah halaman Penerbit 1

    H. Pengalaman Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir

    No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID 1

  • 76

    r. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5 Tahun Terakhir No Judul/Tema/Jenis

    Rekayasa Sosial Lainnya yang Telah Diterapkan

    Tahun Tempat Penerapan

    Respons Masyarakat

    1 J. Penghargaan yang Pernah Diraih dalam 10 Tahun Terakhir

    No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan

    Tahun 1

    Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima iesikonya. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah bersaing.

    Padang, 10 Maret 2012 Pengusul, (Dra. Hj. Husna, M.Si)

  • 77

    D. Identitas Diri (Anggota 1) 1 Nama Lengkap Anny Sovia, S.Si., M.Pd. 2 Jabatan Fungsional 3 Jabatan struktural 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 5 NIDN 1022058702 6 Tempat dan Tanggal Lahir Tanjung Pauh Mudik, 22 Mei 1987 7 Alamat Rumah Jl.Asmat No 124 Komp PT.KA

    Padang 8 Nomor Telepon/Faks/HP -/-/081374115417 9 Alamat Kantor Jl. Gunung Pangilun Padang 10 Nomor Telepon/Fax (0751)7053826/(0751)7053826 11 Alamat e-mail [email protected] 12 Lulusan yang telah dihasilkan 13 Mata Kuliah yang Diampu

    1. Kalkulus 1 2. Kalkulus Peubah Banyak 2 3. Analisis Kompleks

    B. Riwayat Pendidikan

    S-1 S-2 S-3 Nama Perguruan Tinggi UNP UNP Bidang Ilmu Matematika Pendidikan

    Matematika

    Tahun Masuk-Lulus 2004-2008 2009-2012 Judul Skripsi/Thesis/Disertasi

    Menentukan Bentuk Permukaan Kuadrik Melalui Proses Diagonalisasi Matriks

    Pengembangan Buku kerja Berbasis Konstruktivisme untuk Perkuliahan Kalkulus Peubah Banyak 2

    Nama Pembimbing/Promotor

    Drs. Yusmet Rizal, M.Si

    Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., M.Sc

    C. Pengalaman Penelitian Selama Lima Tahun terakhir

    No Tahun Judul penelitian Pendanaan Sumber Jml (Juta Rp) 1

  • 78

    k. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

    No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan

    Sumber Jml (Juta Rp)

    1 2010 Pelatihan Penggunaan Media Komputer dalam Pembelajaran Matematika di MTsN Talaok Pesisir Selatan

    STKIP PGRI Sumatera Barat

    5

    2

    E. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun terakhir No Judul Artikel Ilmiah Volume/Nomor/Tahun Nama Jurnal

    1 F. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral pada Pertemuan/

    Seminar Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir No Nama Pertemuan

    Ilmiah/seminar Judul Artikel Imiah Waktu dan

    Tempat 1

    G. Pengalaman Penulisan Buku dalam 5 Tahun Terakhir

    No Judul Buku Tahun Jumlah halaman Penerbit 1

    H. Pengalaman Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir

    No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID 1

    I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya

    dalam 5 Tahun Terakhir No Judul/Tema/Jenis

    Rekayasa Sosial Lainnya yang Telah Diterapkan

    Tahun Tempat Penerapan

    Respons Masyarakat

    1

  • 79

    f. Penghargaan yang Pernah Diraih dalam 10 Tahun Terakhir No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

    Penghargaan Tahun

    1 Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima iesikonya. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah bersaing.

    Padang, 10 Maret 2012 Pengusul, (Anny Sovia, S.Si, M.Pd)

  • 80

    D. Identitas Diri (Anggota 2) 1 Nama Lengkap Rahima, S.Si., M.Pd. 2 Jabatan Fungsional 3 Jabatan struktural 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 5 NIDN 1031058602 6 Tempat dan Tanggal Lahir Solok / 31 Mei 1986 7 Alamat Rumah Komp. Pola Mas I Blok E no. 8 Andalas

    Padang 8 Nomor Telepon/Faks/HP -/-/081374852452 9 Alamat Kantor Jl. Gunung Pangilun 10 Nomor Telepon/Fax (0751)7053826/(0751)7053826 11 Alamat e-mail [email protected] 12 Lulusan yang telah

    dihasilkan

    13 Mata Kuliah yang Diampu 1. Kalkulus 1 2. Kalkulus Peubah Banyak 2 3. Pengantar Dasar Matematika 4. Teknik Sampling

    B. Riwayat Pendidikan

    S-1 S-2 S-3 Nama Perguruan Tinggi UNP UNP Bidang Ilmu Matematika Pendidikan

    Matematika

    Tahun Masuk-Lulus 2004-2008 2009-2012 Judul Skripsi/Thesis/Disertasi

    Model Kontrol Inventori Multi-Produk

    Pengembangan Modul Berbasis Masalah pada Perkuliahan Kalkulus Peubah Banyak 2 di STKIP PGRI Sumatera Barat

    Nama Pembimbing/Promotor

    Irwan, M.Si Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., M.Sc

    C. Pengalaman Penelitian Selama Lima Tahun terakhir

    No Tahun Judul penelitian Pendanaan Sumber Jml (Juta Rp) 1

  • 81

    k. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

    No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan

    Sumber Jml (Juta Rp)

    1 2010 Pelatihan Penggunaan Media Komputer dalam Pembelajaran Matematika di MTsN Talaok Pesisir Selatan

    STKIP PGRI Sumatera Barat

    5

    2

    E. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun terakhir No Judul Artikel Ilmiah Volume/Nomor/Tahun Nama Jurnal

    1 F. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral pada Pertemuan/

    Seminar Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir No Nama Pertemuan

    Ilmiah/seminar Judul Artikel Imiah Waktu dan

    Tempat 1

    G. Pengalaman Penulisan Buku dalam 5 Tahun Terakhir

    No Judul Buku Tahun Jumlah halaman Penerbit 1

    H. Pengalaman Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir

    No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID 1

    I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya

    dalam 5 Tahun Terakhir No Judul/Tema/Jenis

    Rekayasa Sosial Lainnya yang Telah Diterapkan

    Tahun Tempat Penerapan

    Respons Masyarakat

    1

  • 82

    f. Penghargaan yang Pernah Diraih dalam 10 Tahun Terakhir No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

    Penghargaan Tahun

    1 Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima iesikonya. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah bersaing.

    Padang, 10 Maret 2012 Pengusul, (Rahima, S.Si,M.Pd)

  • 83

    D. Identitas Diri (Anggota 3) 1 Nama Lengkap Yulyanti Harisman, S.Si., M.Pd. 2 Jabatan Fungsional Asisten Ahli 3 Jabatan struktural 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 5 NIDN 1010078601 6 Tempat dan Tanggal Lahir Solok, 10 Juli 1986 7 Alamat Rumah Komp. Arai pinang I Blok H. 02

    Padang 8 Nomor Telepon/Faks/HP -/-/085376500735 9 Alamat Kantor Jl. Gunung Pangilun 10 Nomor Telepon/Fax (0751)7053826/(0751)7053826 11 Alamat e-mail [email protected] 12 Lulusan yang telah dihasilkan

    13 Mata Kuliah yang Diampu 1.Geometri Ruang 2.Matematika Diskrit 3.Sejarah Matematika 4.Teknik Sampling

    B. Riwayat Pendidikan

    S-1 S-2 S-3 Nama Perguruan Tinggi UNP UNP Bidang Ilmu Matematika Pendidikan

    Matematika

    Tahun Masuk-Lulus 2004-2008 2009-2011 Judul Skripsi/Thesis/Disertasi

    Distribusi Gumbel

    Penerapan Motode Grouping Investigation untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika di UMMY Solok

    Nama Pembimbing/Promotor

    Dra. Nonong Amalita, M.Si

    Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., M.Sc

  • 84

    d. Pengalaman Penelitian Selama Lima Tahun terakhir No Tahun Judul penelitian Pendanaan Sumber Jml (Juta Rp) 1

    D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

    No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan

    Sumber Jml (Juta Rp) 1 2011 Latihan Aplikasi Microsoft Exel

    untuk Meningkatkan Efektivitas Penilaian Guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 13 Gadut Kec.Tilatang Kamang

    Prodi Pendidikan Matematika

    0,5

    2 2012 Penyuluhan tentang Inovasi dalam Pendidikan

    Prodi Pendidikan Matematika

    1

    E. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun

    terakhir No Judul Artikel Ilmiah Volume/Nomor/Tahun Nama Jurnal

    1 Penerapan Motode Grouping Investigation untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika di UMMY Solok

    Vol.4/No.1/Desember