contoh proposal hibah bersaing

download contoh proposal hibah bersaing

of 35

  • date post

    27-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    515
  • download

    82

Embed Size (px)

Transcript of contoh proposal hibah bersaing

  • USULANPENELITIAN HIBAH BERSAING

    JUDUL PENELITIANIDENTIFIKASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUANUNTUK MEMPERSIAPKAN INDUSTRI KREATIF di WILAYAH

    GARUT SELATAN

    TIM PENGUSULKetua:

    Dr. Dhami Johar Damiri, Spd, M.Si (NIDN 0425977103)Anggota

    Luthfi Nurwandi, MT, ST (NIDN 0431056902)Dr. Andri Ikhwana, MT, ST (NIDN 0416087402)

    SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUTAPRIL 2015

    Kode/ Nama rumpun Ilmu: 780 / Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

  • i

  • ii

    DAFTAR ISIHalaman

    LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... iDAFTAR ISI .........................................................................................................RINGKASAN .......................................................................................................

    iiiii

    BAB 1. PENDAHULUAN ....................................................................................1.1. Latar Belakang Masalah ...........................................................................1.2. Tujuan Penelitian ......................................................................................1.3. Kontribusi Penelitian ..............................................................................1.4. Luaran Penelitan.......................................................................................

    11567

    BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA2.1.Pendidikan Teknologi dan Kejuruan ......................................................2.2.Pendidikan dan pelatihan Pelatihan Teknologi Kejuruan..........................2.3.Industri Kreatif ..........................................................................................

    88910

    BAB 3 Metode Penelitian ...............................................................................3.1. Pendekatan Penelitian ..............................................................................3.2. Lokasi Penelitian ..........................................................................................

    121214

    BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ..............................................4.1 Anggaran Biaya...............................................................................................4.2 Jadwal Penelitian............................................................................................

    151515

    DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 17LAMPIRAN1. Justifikasi Anggaran ...................................................................................2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Penelitian ..............................................3. Susunan organisasi dan pembagian tugas tim peneliti ...................................4. Biodata Peneliti ..........................................................................................5. Surat pernyataan ketua peneliti.....................................................................

    181819202231

  • iii

    RINGKASANPenelitian ini berpangkal pada fenomena industri kecil sebagai sosok penggerak ekonomiyang tangguh dalam menghadapi pergolakan ekonomi, serta menjadi pilar pembangunanIndonesia tahun 2014 2025. Perkembangan Industri kecil di indonesia lhususnya diwilayah Garut Selatan Jawa Barat belum memperhatikan kebutuhan pendidikan teknologidan kejuruan dalam bentuk pendidikan formal dan pendidikan vokasi bagi masyarakat yangsesuai dengan sumber daya alam yang dimiliki oleh sebuah daerah sebagai tolok ukur untukmeningkatkan perkembangan industri kecil sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat.Salah satu kelemahan yang dimiliki oleh daerah adalah belum terdapatnya pendidikanvokasi bagi masyarakat yang sesuai dengan sumber daya alam penguasaan teknologi, yangdimanfaatkan untuk mengantisipasi kebutuhan konsumen yang berujung pada Upayameningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui jalur pendidikan formal,salah satunya adalah melalui Pendidikan kejuruan (vocasional).Upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat guna menghadapi masyarakat ekonomiASEAN pada bulan Desember tahun 2015, menuntut masyarakat memiliki daya saing,dengan cara memberikan pendidikan vokasi yang membangkitkan kesadaran masyarakatguna menyadari bahwa persaingan membutuhkan suatu kemampuan untuk menghasilkanbarang dan jasa yang memanfaatkan kemampuan pengetahuan guna mendapatkankeunggulan di pasar baik secara regional, nasional, maupun internasional untukmengantisipasi kebutuhan konsumen dengan cara membangkitkan kreatifitas dan inovasimelalui pemanfaatan ilmu, disebut sebagai ekonomi kreatif.Kontribusi penting yang dihasilkan dari kajian penelitian ini adalah: mempersiapkan sumberdaya manusia Garut Selatan yang akan dibentuk menjadi Kabupaten mandii secara ekonomi,melalui pembangunan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan sumber daya alammelalui upaya kreativitas implementasi pengetahuan danketrampilan dari pendidikankejuruan, untuk menciptakan sentra ekonomi kreatif, sehingga mampu menghasilkan devisabagi Provinsi Jawa Barat yang unggul dan berdaya saing menyongsong Era GlobalisasiMasyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 melalui identifikasi pendidikan teknologi dankejuruan yang sesuai dengan sumberdaya alam di wilayah Garut Selatan

    Kata Kunci: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Industri Kreatif, Sumber daya alam, GarutSelatan

  • 1BAB 1PENDAHULUAN

    1.1.Latar Belakang MasalahPendidikan merupakan suatu upaya untuk mengubah cara berfikir, dan berperilaku

    masyarakat, dalam upaya untuk mengubah kesejahteraan hidup, melalui transfer pengetahuandan keterampilan. Pada dasarnya pendidikan dibagi menjadi tiga bagian yaitu formal(pendidikan terstruktur kurikulum), Non formal (pendidikan berdasarkebutuhan masyarakat),dan informal (pendidikan pada lingkungan keluarga).Upaya meningkatkan pengetahuan danketerampilan masyarakat melalui jalur pendidikan formal, salah satunya adalah melaluiPendidikan kejuruan (vokasional).

    Pendidikan kejuruan adalah pendidikan khusus yang direncanakan untukmempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja yang sesuai dengan bidang keahlianyang dipilih oleh peserta didik serta mengembangkan sikap profesional di bidang-bidangprofesi tertentu.Keberadaan pendidikan kejuruan menurut undang-undang No. 20 Tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Pendidikan Kejuruanmerupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidangtertentu. Sebagai sub-sistem pendidikan nasional harus mengalami perubahan, demiperbaikan dan peningkatan kualitas hasil pendidikan dengan mempersiapkan lulusannyauntuk bekerja dalam bidang tertentu dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerjayang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri atau berwirausaha.

    Upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat guna menghadapi masrakatekonomi ASEAN pada bulan Desember tahun 2015, menuntut masyarakat memiliki dayasaing, supaya tidak menjadi penonton di rumah sendiri. Salah satu cara untuk membangkitkankesadaran masyarakat adalah memberikan motivasi guna menyadari bahwa persainganmembutuhkan suatu kemampuan untuk menghasilkan barang dan jasa yang memanfaatkankemampuan pengetahuan guna mendapatkan keunggulan di pasar baik secara regional,nasional, maupun internasional. Howkins (2001) menyatakan bahwa untuk menghasilkanbarang dan jasa yang memiliki daya saing, maka perlu ditumbuhkan kreativitas yangdidasarkan pada kemampuan untuk mengubah pengetahuan menjadi keterampilan melaluikreativitas dan inovasi, untuk menampung kebutuhan konsumen yang relatif baru. Pandangan

  • 2baru untuk mengantisipasi kebutuhan konsumen dengan cara membangkitkan kreatifitas daninovasi melalui pemanfaatan ilmu, disebut sebagai ekonomi kreatif. Secara umum dapatdikatakan bahwa ekonomi kreatif adalah sistem kegiatan manusia yang berkaitan dengankreasi, produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa yang bernilai kultural,artistik, estetika, intelektual, dan emosional bagi para pelanggan di pasar (Simatupang, 2010)

    Ekonomi kreatif terdiri dari kelompok luas profesional, terutama mereka yang beradadi dalam industri yang memanfaatkan kreativitas , serta memberikan sumbangan terhadapgaris depan inovasi. Inteligen kreatif antara lain seniman, artis, pendidik, mahasiswa,insinyur, dan penulis. Menurut Florida (2002), perkembangan ekonomi kreatif didorong olehkelompok kreatif yang memanfaatkan teknologi dan ekonomi, serta didorong oleh kreativitasartistik dan budaya, yang terbentuk pada sebuah sistem perusahaan yang digerakkan olehmanusia. Mempertimbangkan hal tersebut, maka ekonomi kreatif dapat dikatakan sebagaisistem transaksi penawaran dan permintaan yang bersumber pada kegiatan ekonomi dariindustri kreatif. Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang memanfaatkan kreatifitasdan inovasi yang dimiliki oleh sumberdaya manusia, untuk menghasilkan karya kepemilikanintelektual seperti seni rupa, film dan televisi, piranti lunak, permainan, atau desain fashion,dan termasuk layanan kreatif antar perusahaan seperti iklan, penerbitan, dan desain.

    Pemerintah Indonesia menyadari pentingnya untuk mengembangkan industri kreatifpada tahun 2008 melalui diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 28 tahun2008 tentang kebijakan industri nasional Indonesia sampai tahun 2025, yang dipicu olehmenurunnya daya saing Indonesia seperti dilaporkan oleh World Economic Forum (2008,yang menempati urutan 55 dari 134. Pemerintah Indonesia melalui Departemen perindustriandan Perdagangan melakukan pemetaan terhadap industri kreatif yang menghasilkan 14 sektorindustri kreatif yaitu: (1) periklanan, (2) arsitektur, (3) pasar seni dan barang antik, (4)kerajinan, (5) desain, (6) fesyen, (7) video, film, dan fotografi, (8) permainan interaktif, (9)musik, (10) seni pertunjukan, (11) penerbitan dan percetakan, (12) layanan