Paparan Dirjen Anggaran Konreg PU 2015

of 26/26
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA INTEGRITAS • PROFESIONALISME • SINERGI • PELAYANAN • KESEMPURNAAN Kebijakan Penganggaran Tahun 2016 disampaikan oleh: Direktur Jenderal Anggaran dalam Konsultasi Regional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2016
  • date post

    17-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    251
  • download

    7

Embed Size (px)

description

Presentasi Kebijakan Penggunaan Anggaran dari Departemen Dalam Negeri

Transcript of Paparan Dirjen Anggaran Konreg PU 2015

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Kebijakan Penganggaran Tahun 2016 disampaikan oleh: Direktur Jenderal Anggaran dalam Konsultasi Regional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2016 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Pokok Bahasan I. Pendahuluan. II. Siklus dan Mekanisme Penganggaran. III. Perkembangan Kebijakan APBN, Subsidi, dan Anggaran Infrastruktur (2011 2015). IV. Perkembangan dan Isu Strategis Penganggaran Kementerian PUPR. V. Pagu Indikatif Tahun 2016. VI. Penutup. 2 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN I. Pendahuluan 3 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN4 ARAH KEBIJAKAN FISKAL TAHUN 2016 Defisitdikendalikanpadatingkatyangsustainable(lebih rendahdariAPBNP2015),dengantetapmemperhatikan peran APBN dalam perekonomian. Mengoptimalkanpendapatannegarabaikperpajakan maupun PNBP. Pengendaliandanpeningkatankualitasbelanjanegarabaik belanja pusat maupun transfer ke daerah dan dana desa. Melanjutkan program-program prioritas di tahun 2015; Memperkuat desentralisasi fiskal. 5 1.Memperkuat Kapasitas Fiskal Optimalisasi Penerimaan Perpajakan Optimalisasi PNBP dengan tetap menjaga iklim investasi dan konservasi lingkungan 1.Pengendalian kerentanan fiskal (fiscal vulnerability) 2. Meningkatkan fiscal buffer dan fleksibilitas pengelolaan keuangan negara (pasal krisis, BSF, FKSSK) 1. Pengendalianpembiayaan yang bersumber dariutangdalam batas yang manageable 2. Mengarahkan agar pemanfaatan pinjaman untuk kegiatan produktif Menuju Keseimbangan Primer Positif Menurunkan Rasio Utang terhadap PDB Mengendalikan Defisit Anggaran 2.Meningkatkan Kualitas Belanja: Meningkatkan Alokasi Belanja Produktif Infrastruktur, penguatan SDM. Mengendalikan Belanja (Mandatory, Subsidi, Belanja Barang Operasional, dan Biaya Perjalanan Dinas) Strategi untuk Menjaga Kesinambungan Fiskal INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Tantangan APBN ke Depan Pendapatan Negara 1. Penerimaan perpajakan sebagai sumber pembiayaan belanja negara masih perlu waktu untuk meningkat secara signifikan; 2. Lifting migas dan ICP cenderung semakin menurun, berpengaruh terhadap pendapatan SDA migas; 3. Sebagian dari PNBP dan BLU sudah terikat penggunaannya. Belanja Negara 1. Produktifitas, efisiensi, dan efektifitas alokasi belanja belum optimal; 2. FiscalspaceAPBNmasihterbatas:komposisibelanjanegaradidominasi olehbelanjamengikatyangbersifatwajib(a.l.belanjaoperasional, pembayaran bunga utang, dan subsidi); 3. Mandatoryspendingsemakinbesar(a.l.anggaranpendidikan20%,DAU 26%, dana desa, dan anggaran kesehatan 5%); 4. Penyerapananggaranbelanjanegarabelumoptimaldanmenumpukdi triwulan III & IV; 5. Kualitas belanja daerah masih belum optimal. INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN II. Siklus dan Mekanisme Penganggaran 7 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN PROSES PENYUSUNAN RAPBN: SIKLUSAPBN Pokok-pokokKebijakan Fiskal, Kerangka Ekonomi Makro dan RKP (Pertengahan Mei) Pagu Anggaran (Pertengahan Juni) RAPBN (Agustus) APBN (Akhir Oktober) Rincian APBN (Akhir November) Keppres/Perpres (2015) UU RUU & NK Resource envelope, Rancangan RKP danPagu Indikatif (Maret) DIPA (Desember) 2 3 4 5 6 7 8 SB KMK Perpres (RKP) DIPA Arah Kebijakan dan Prioritas Pemba-ngunan Nasional (Januari) PERSETUJUAN DPR (BANGGAR) PERSETUJUAN DPR (BANGGAR) PERSETUJUAN DPR (KOMISI) 1 PERSETUJUAN DPR (KOMISI) INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN PROSES PENETAPAN PAGU ANGGARAN9 Menteri/ Pimpinan Lembaga menyusun Renja K/L K/L menyampaikan Renja K/L kepada KemenPPN/ Bappenas dan Kemenkeu Pelaksanaan pertemuan tiga pihak (trilateral meeting). Pagu Indikatif - Penetapan Perpres RKP - Penyampaian dan pembahasan KEM dan PPKF dalam pembicaraan pendahuluan RAPBN. Menteri Keuangan Menetapkan pagu anggaran K/L INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Langkah-langkah yang perlu dilakukan dari Pagu IndikatifMenuju Pagu Anggaran N0.UraianPihak Terkait Substansi dan Hal Penting 1.Penyusunan Renja K/L K/L K/L menyusun Renja berdasarkan Pagu Indikatif dan Rancangan Awal RKP K/L yang terkait langsung dengan pencapaian prioritas nasional, capaian kinerja program/kegiatan harus tercermin dalam umusan kinerjanya. 2. Pertemuan Tiga Pihak (Trilateral Meeting) Kemenkeu, Kem PPN, K/L Tujuan:meningkatkan koordinasi dan kesepahaman 3 pihak terkait pencapaian sasaran prioritas pembangunan nasional, dan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kebijakan belanja tahun 2016; menjaga konsistensi kebijakan dalam RPJM, RKP, Renja K/L, serta RKA-K/L; Pagu Indikatif merupakan batas tertinggi atas belanja K/L yang tidak dapat dilampaui. Kebutuhan belanja operasional (pegawai dan barang), serta kebutuhan belanja operasional berkarakteristik operasional harus dipenuhi. Pemanfaatan alokasi anggaran dari PNBP dan BLU harus sesuai dengan penetapan penggunaannya Pergeseran alokasi anggaran dari rupiah murni menjadi PHLN dan sebaliknya tidak dapat dilakukan. Perubahan pagu antar program dan antar kegiatan masih dimungkinkan sepanjang sesuai dengan pencapaian prioritas nasional. Pengalokasian anggaran pada program/kegiatan harus mempertimbangkan penyerapan anggaran. Memperhatikan kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. 3.Penyampaian Renja K/L kepada Kemenkeu dan Kementerian PPN Kemenkeu, Kem PPN, K/L K/L menyampaikan Renja dengan melakukan penyesuaian berdasarkan dokumen kesepakatan dalam forum Trilateral Meeting. 4.Penyampaian KEM PPKF dan dan RKP 2016 Kemenkeu dan Kemen PPN Menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal dan rancangan Kerja Pemerintah di DPR yang menjadi dasar bagi penyusunan RAPBN 2016 6.Penetapan Pagu Anggaran K/L KemenkeuMenteri Keuangan menyampaikan surat mengenai pagu anggaran K/L dengan berpedoman pada kapasitas fiskal, besaran pagu indikatif, Renja K/L, dan hasil evaluasi kinerja K/L. INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN III. Perkembangan Kebijakan APBN, Subsidi dan Anggaran Infrastruktur (2011 2015) 11 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Perkembangan APBN, Subsididan Anggaran Infrastruktur tahun 2011 2015 (triliun rupiah) 12 2011 2012 2013 LKPP LKPP LKPP APBNP APBN APBNP A. Pendapatan Negara dan Hibah 1.210,6 1.338,1 1.438,9 1.635,4 1.793,6 1.761,6I. Penerimaan Dalam Negeri 1.205,3 1.332,3 1.432,1 1.633,1 1.790,3 1.758,31. Penerimaan Perpajakan 873,9 980,5 1.077,3 1.246,1 1.380,0 1.489,32. Penerimaan Negara Bukan Pajak 331,5 351,8 354,8 386,9 410,3 269,1II. Hibah 5,3 5,8 6,8 2,3 3,3 3,3B. Belanja Negara1.295,0 1.491,4 1.650,6 1.876,9 2.039,5 1.984,1(% kenaikan terhadap tahun sebelumnya) 15,2% 10,7% 13,7% 8,7% 5,7%I. Belanja Pemerintah Pusat 883,7 1.010,6 1.137,2 1.280,4 1.392,4 1.319,5(% kenaikan terhadap tahun sebelumnya) 14,4% 12,5% 12,6% 8,8% 3,1%II. Transfer Ke Daerah dan Dana Desa 411,3 480,6 513,3 596,5 647,0 664,6C. Keseimbangan Primer 8,9 (52,8)(98,6)(106,0)(93,9)(66,8) D. Surplus/Defisit Anggaran(A- B) (84,4)(153,3)(211,7)(241,5)(245,9)(222,5) E. Pembiayaan Anggaran 130,9 175,2 237,4 241,5 245,9 222,5I. Pembiayaan Dalam Negeri 148,7 198,6 243,2 254,9 269,7 242,5II. Pembiayaan Luar Negeri (neto) (17,8)(23,5)(5,8)(13,4)(23,8)(20,0) F. Kelebihan/(Kekurangan) Pembiayaan 46,5 21,9 25,7 0,0 0,0 0,01. Anggaran Infrastruktur 114,2 145,4 155,9 177,9 191,3 290,4(% kenaikan terhadap tahun sebelumnya) 27,3% 7,2% 14,1% 7,5% 63,2%I. K/L 91,2 122,6 134,9 149,4 155,4 209,9II. Non K/L 23,0 22,8 21,0 28,5 35,9 80,52. Porsi Anggaran Infrastruktur thd:I. Belanja Negara 8,8% 9,7% 9,4% 9,5% 9,4% 14,6%II. Belanja Pemerintah Pusat 12,9% 14,4% 13,7% 13,9% 13,7% 22,0%Uraian2015 2014Anggaran Infrastruktur didominasi oleh K/L sebagai berikut:2011 2012 2013 APBN '15 APBNP '151. Kem. PUPR* 41,8 56,5 63,5 63,8 68,1 105,0(% thd keseluruhan anggaran infrastruktur) 36,6% 38,9% 40,7% 35,9% 35,6% 36,2%2. Kem. Perhubungan 16,0 25,3 26,0 27,3 35,0 52,53. Kem. ESDM 6,2 6,7 7,7 9,3 5,9 5,94. Kem. PERA 1,4 1,6 1,9 3,3 3,7 -5. K/L Lainnya 25,8 32,6 35,9 45,7 42,7 46,4*) mulai APBNP 2015 Alokasi Kem.Pera digabung dengan Alokasi Kem. PUPR2014 Kementerian/LembagaBelanja Subsidi 295,4 346,4 355,0 403,0 414,7 212,1(% kenaikan terhadap tahun sebelumnya) 17,3% 2,5% 13,5% 2,9% -47,4%i. Subsidi Energi 255,6 306,5 310,0 350,3 344,7 137,8ii. Subsidi Non Energi 39,7 39,9 45,1 52,7 70,0 74,3INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Strategi Kebijakan Penganggaran Tahun 2015 (1) Meningkatkan penerimaan pajak dan PNBP; Efisiensibelanjamelaluipenghematanbelanjaperjalanandinasuntukdirealokasikan ke kegiatan yang lebih prioritas dan lebih produktif sesuai usulan K/L (refocusing); Penghematan subsidi; Meningkatkanfiscalspacebagiprogram-programyanglebih produktif: ReformasisubsidiBBMdenganskemakebijakanfixedsubsidyuntuksolardengan subsidimaksimumRp1.000/literuntuksetiaplevelhargadankebijakanharga keekonomian yang ditetapkan Pemerintah untuk premium. Meminimalkan kerentanan fiskal akibat fluktuasi harga minyak mentah dan nilai tukar: Pengalokasian tambahan anggaran untuk berbagai program prioritas (sesuai visi dan misi Presiden), meliputidukungansektorpendorongpertumbuhan(pangan,energi,maritim,pariwisata,dan industri),pemenuhankewajibandasar(pendidikan,kesehatan,danperumahan),pengurangan kesenjangan antarkelas pendapatan dan antarwilayah, pembangunan infrastruktur konektivitas.MemperbaikiposturAPBNagarlebihproduktifdanberkualitasdalammendukung pencapaiansasarandanprioritaspembangunanyangtelahditetapkandalamNawacita dan Trisakti: 13 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Strategi Kebijakan Penganggaran Tahun 2015 (2) 14 TujuanTambahan kapasitas fiskal Belanja lebih produktif Pengurangan Defisit Penghematan Subsidi BBM Rp211,3TPeningkatan Pajak Non Migas dan Penerimaan Bea Cukai Rp148,4 T Penghematan belanja perjadin (refocusing) Tambahan transfer ke daerah dan dana desa Rp34,7 T Kenaikan Belanja K/L (untuk mendukung program prioritas) Rp148,2 T Tambahan PMN Rp63,1T Kebijakan Penganggaran INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN IV. Perkembangan dan Isu Strategis Penganggaran Kementerian PUPR 15 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN16 Alokasi Anggaran Kementerian PUPRTahun 2011 s.d. 2015 AlokasianggaranKementerianPUPRmeningkatmenjadihampirduakalilipatdalamwaktu5 (lima) tahun (2011 -2015) dan menjadi K/L dengan alokasi terbesar dalam APBN-P tahun 2015. dalam miliarTahun PAGU REALISASI % Realisasi2011 60.373,97 53.720,61 88,98%2012 81.477,11 71.527,57 87,79%2013 91.765,58 83.720,53 91,23%2014 80.494,09 75.094,03 93,29%2015 118.546,08 - -INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN 17 17 Alokasi Anggaran per Unit Eselon I Kementerian PUPRTahun 2011 s.d. 2015 dalam miliar rupiahPAGU REALISASI PAGU REALISASI PAGU REALISASI PAGU REALISASISEKRETARIAT JENDERAL 843,97 783,33 693,20 557,84 1.110,48 1.075,46 1.639,75 1.514,92INSPEKTORAT JENDERAL 122,86 65,28 121,49 71,50 115,16 83,49 85,60 70,74DITJENPENATAANRUANG 669,02 592,39 750,00 679,15 793,69 725,58 975,07 894,54DITJENBINA MARGA 27.975,01 25.369,18 40.339,78 36.494,90 38.956,26 35.778,72 40.292,51 37.836,17DITJENCIPTA KARYA 13.527,35 12.442,75 13.867,93 12.904,96 21.953,96 20.874,10 14.548,63 13.923,82DITJENSUMBER DAYA AIR 13.023,41 11.426,46 19.080,85 16.204,71 23.181,57 20.163,14 18.129,44 16.573,24BADANPENELITIANDANPENGEMBANGAN 435,57 414,43 417,04 384,69 440,71 424,94 488,26 463,68BADANPEMBINAANKONSTRUKSI 314,77 264,01 254,06 227,51 309,43 296,82 333,50 309,77KEMENTERIANPERUMAHANRAKYAT 3.462,02 2.362,78 5.952,76 4.002,32 4.904,32 4.298,28 4.001,33 3.507,15JUMLAH 60.373,97 53.720,61 81.477,11 71.527,57 91.765,58 83.720,53 80.494,09 75.094,032011 2012 2013 2014UNIT ESELONIdalam miliar rupiahUNIT ESELON I APBN 2015 UNIT ESELON I APBN-P 2015SEKRETARIAT JENDERAL 869,10SEKRETARIAT JENDERAL656,86 INSPEKTORAT JENDERAL 105,20INSPEKTORAT JENDERAL105,20 DITJEN PENATAAN RUANG 1.350,00DITJEN BINA MARGA 56.974,82 DITJEN BINA MARGA41.300,91DITJEN CIPTA KARYA 19.612,52 DITJEN CIPTA KARYA14.408,90DITJEN SUMBER DAYA AIR 30.562,50 DITJEN SUMBER DAYA AIR22.361,74BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN519,50 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 519,50DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI722,90 BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI 422,90BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA537,24 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT 4.621,55BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH525,00 JUMLAH 85.959,79DITJEN PENYEDIAAN PERUMAHAN 7.768,03 DITJEN PEMBIAYAAN PERUMAHAN561,52 JUMLAH 118.546,08 Catatan : Sekitar70%alokasianggaranKementerianPUdimanfaatkanuntuk penyelenggaraan jalan dan penyediaan pengelolaan Sumber Daya Air INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Isu Strategis Penganggaran Kementerian PUPR 18 1. Berdasarkan Spending Review World Bank (Tahun 2007), Investasi di bidang infrastrukturdiIndonesia,indikatoraksesterhadapinfrastrukturdasar semakinmemburuk,sertaperingkatInfrastrukturIndonesiamasih tertinggal dari negara tetangga 2. Kualitas infrastruktur khususnya jalan di Indonesia masih berada dibawah Thailand,MalaysiadanChina.Walaupunalokasidanauntukjalan meningkatsangattajam,namunpeningkatanoutputjalantidakterlihat secarasignifikan,karenasebagiandanaterserapolehkenaikanunitcost jalan. 3. Distribusialokasianggaranuntukmasing-masingprovinsi(lokasi)perlu disinergikandenganprioritasprogrampembangunanPemerintahsesuai Nawacita dan Trisakti 4. PeningkatanalokasianggaranKementerianPUPRyangcukupsignifikan diharapkandapatmemberikanmultipliereffectyanglebihtinggibagi pertumbuhan ekonomi nasional dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatmelaluipeningkatanaksesatasinfrastrukturdasaryang disediakan Pemerintah INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN V. Pagu Indikatif Tahun 2016 19 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Kebijakan Pengalokasian Pagu Indikatif Tahun 2016 1. DirencanakanawalsebesarRp807,7TdandicadangkananggaransebesarRp19,4Tyang akandimanfaatkanutamanyapadapembangunaninfrastrukturdankegiatanprioritas lainnya,setelahmendapatkonfirmasikesiapanpelaksanaanhasiltrilateralmeetingdan Musrenbang. 2. Ditujukanuntukmendukungpelaksanaanprogrampembangunansepertiinfrastruktur, ketahananpangan,energi,kemaritimandanpariwisatasesuaidenganprioritas pembangunandalamRKP2016,RPJMNtahun2015-2019sertauntukmendukung pencapaiansasarandanprioritaspembangunanyangtelahditetapkandalamagenda Nawacita dan Trisakti. 3. Pemenuhanalokasianggaranpendididikan(sekurang-kurangnya20%dariAPBN)dan anggaran kesehatan (5% dari APBN), yang merupakan amanat UUD 1945 amandemen ke-4 dan UU Kesehatan, tidak boleh berkurang. 4. Alokasiperprogram,diluaryangbersifatwajibdipenuhidanwajibdialokasikan, merupakanancar-ancardanbersifatindikatif,sehinggadimungkinkanuntukdilakukan pergeseran antarprogram. 5. DalampengalokasianmemperhatikansinergitasantaraPemerintahPusatdan Pemerintahan Daerah (sinkronisasi antara kegiatan dalam Renja K/L dan kegiatan daerah), denganberpedomanpadapembagianurusandankewenangansebagaimanadiaturdalam peraturan perundang-undangan. 20 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN 21 Kebijakan Pengalokasian Pagu Indikatif Tahun 2016...(lanjutan) 6. Pengusulan Inisiatif Baru oleh K/L ditiadakan. 7. Dalamhalterdapatusul-usulbaruyanglebihprioritas,makapendanaannya dilakukanmelaluipenajamanprioritas,refocusing,danrealokasidaridanayang ada, serta didiskusikan/disepakati di dalam forum trilateral meeting. 8. Dihitungdenganmemperhatikankinerjapenyerapan2014,proyeksi2015,dan rencana tahun 2016; 9. Mengikutirencanapeningkatankualitasbelanjanegara,dandilaksanakan dengan: a. Pengalihan program kurang produktif ke program yang lebih produktif b. Perbaikan kualitas perencanaan untuk mempertajam kualitas belanja; dan c. Perbaikan manajemen dan administrasi perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan anggaran,termasukmelaluipenyempurnaanKPJMdanpenataanarsitekturdan informasi kinerja. 10. Pagu Indikatif Tahun 2016 telah menampung: a. kebutuhan untuk kebutuhan dasar/wajib K/L; b. kebutuhan Prioritas (Rupiah Murni) untuk mendukung pencapaian prioritas-prioritas pembangunan; c. anggaran yang bersumber dari PNBP, BLU, PLN, HLN, PDN, dan SBSN INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN Pagu Indikatif Kementerian PUPR per Program Tahun 2016 22 No.ProgramAlokasi (miliar rupiah) 1Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PUPR 190,56 2Peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kementerian PUPR245,026 3Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian PUPR 105,81 4Program Penyelenggaraan Jalan46.443,85 5Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman19.131,33 6Program Pengelolaan Sumber Daya Air25.030,08 7Program Pengembangan Perumahan7.780,26 8Program Pengembangan Pembiayaan Perumahan581,85 9Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR402,03 10Porgram Pembinaan Konstruksi681,93 11Program Pengembangan Infrastruktur Wilayah568,31 12Program Pengembangan Sumber Daya Manusia493,00 JUMLAH 102.554,85 INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN PAGU INDIKATIF (miliar rupiah) Rencana Output Prioritas Hasil Exercise Kem. Keuangan dengan Mempertimbangkan RPJMN Kementerian PUPR102.554,85 Ditjen Bina Marga46.443,85 - Panjang jalan yang dipelihara dan ditingkatkan (46.489,27 km) - Panjang jembatan yang dipelihara (474.189,37 m) - Panjang jalan yang dilebarkan (297,01 km) - Panjang jembatan yang ditingkatkan/diduplikasi (8.075,42 m) - Panjang jalan baru yang dibangun (1.000,37 km) - Panjang jembatan baru dan fly over yang dibangun (6.572,77 m) - Panjang jalan tol yang dibangun (10,02 km) - Pembangunan/Pelebaran Jalan di Kawasan Strategis, Perbatasan, Wilayah Terluar dan Terdepan (449,00 km) - Pembangunan/DuplikasiJembatandiKawasanStrategis,Perbatasan,Wilayah Terluar dan Terdepan (1.161,00 m) - Pengadaan tanah untuk jalan tol (3.977,00 ha) Ditjen Cipta Karya 19.131,33 - Penanganankawasankumuhperkotaan(8.975Ha),PengembanganKotaBarudanfasilitasi perkotaan(179Kota/Kws),kawasanpermukimanperdesaan(145kawasan),dan Penanganan Kawasan permukiman Khusus (7 Kawasan) - SPAMRegional(700l/dt),SPAMPerkotaan(IKK2.100l/dtdanIbukota Pemekaran/Perluasan Perkotaan 810 l/dt), PAMSIMAS (1.274 l/dt), SPAM Khusus (Kawasan Kumuh Perkotaan 180 l/dt, Kawasan Nelayan 55 l/dt, Desa Rawan Air 96 l/dt), SPAM PDAM Terfasilitasi(BantuanProgram70PDAMdanPengembanganJaringanSPAMMBR118 kawasan),SPAMNonPDAMTerfasilitasi(BantuanProgram5NonPDAM/UPTDdan Pengembangan Jaringan SPAM MBR 29 kawasan) - Infrastruktur limbah dengan sistem terpusat skala kota (12 kab/kota), skala komunal (1.460 kawasan), dan skala kawasan (26 kawasan); Instalasi pengolahan lumpur tinja (30 kab/kota); Infrastrukturtempatpemrosesanakhirsampah(55kab/kota);Infrastrukturtempat pengolahansampahterpadu/3R(140kab/kota);Infrastrukturfasilitaspengolahan sementara sampah (16 kab/kota); Infrastruktur drainase (4.500 Ha di 34 kab/kota) - PenyelenggaraanBangunanGedungPusaka2BangunanGedung,danBangunanGedung Hijau 8 Bangunan Gedung dan Penataan Bangunan Kawasan Strategis Nasional 40 Kawasan, Kawasan Pusaka 8 Kawasan, Kawasan Hijau 20 Kawasan, dan Kebun Raya 12 Kawasan - Peningkatan aksesibilitas Kawasan (8 kawasan), Peningkatan kondisi bangunan (6 kawasan), Peningkatan layanan sanitasi (4 kawasan), peningkatan layanan air minum (8 kawasan) Rencana Target Sasaran Output Prioritas Kementerian PUPR Tahun 2016 (1) INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN PAGU INDIKATIF (miliar rupiah) Rencana Output Prioritas Hasil Exercise Kem. Keuangan dengan Mempertimbangkan RPJMN Ditjen Sumber Daya Air25.030,08 - Pembangunandanpeningkatanjaringanirigasiairpermukaan(174.129 Ha), irigasi air tanah (6.604 Ha), reklamasi rawa (39.066 Ha), dan tata air tambak (2.500 Ha) - Rehabilitasijaringanirigasiairpermukaan(468.135Ha),irigasiair tanah (10.580Ha),reklamasirawa(118.527Ha),dantataairtambak(21.321 Ha) - Pembangunansarana/prasaranapengendalibanjir(332,81Km), lahar/sedimen (28 Buah), dan pengaman pantai (67,50 Km) - Rehabililtasisarana/prasaranapengendalibanjir(198,30Km), lahar/sedimen (55 buah), dan pengaman pantai (1,80 Km) - Pembangunanwaduk(WadukdalamProsesPembangunan27Buah, Waduk Baru 8 Buah)/embung/situ/bangunan penampung air lainnya- Rehabilitasi waduk/embung/situ/bangunan penampung air lainnya - Konservasi kawasan sumber air - Pembangunan sarana/prasarana penyediaan air baku (12 m3/detik) - Operasidanpemeliharaanjaringanirigasi,rawa,danjaringanpengairan lainnya Ditjen Penyediaan Perumahan 7.780,26 - RumahkhususterbangunbesertaPSUdanMeubelairsebanyak7.515unit, Rehabilitasi rumah khusus sebanyak 1.000 unit - Rumah yang Terfasilitasi bantuan Stimulan Pembangunan Baru Rumah Swadaya sebanyak20.000unit,RumahyangTerfasilitasibantuanStimulanPeningkatan Kualitas Rumah Swadaya sebanyak 50.000 unit - RumahSusunterbangunbesertaPSUdanMeubeulairsebanyak20.500unit, Rumah susun yang direvitalisasi sebanyak 11.200 unit Rencana Target Sasaran Output Prioritas Kementerian PUPR Tahun 2016 (2) INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN VI PENUTUP 1. Infrastruktur memegang peranan penting dalam: a) Mendorongpertumbuhanekonomimelaluipeningkatan produktivitas dan daya saing; b) Mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan akses terhadap pelayanan dasar; 2. Peningkatananggaraninfrastrukturyangsangat signifikandiharapkandapatmenjadistimulusutama bagipertumbuhanekonomidanpeningkatan kesejahteraan rakyat; 3. Evaluasi dan langkah-langkah terobosan untuk perbaikan pelaksanaandanpengelolaanprogram/kegiatanbidang infrastruktur perlu dilakukan dalam rangka peningkatkan efisiensi dan produktivitas pemanfaatan anggaran; INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN26 Terima Kasih