DIRJEN MENYAPA - dephub.go.id

of 40 /40
infoHUBDAT 1 DIRJEN MENYAPA Assalamualaikum Wr.Wb. Pertama tama saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri , 1 Syawal 1437 H, mohon maaf lahir dan batin bagi seluruh Pembaca Info Hubdat yang saya sayangi dan banggakan, kembali lagi kita bertemu dalam edisi September 2016 yang antara lain berisi informasi tentang Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun ini. Para Pembaca yang saya sayangi dan banggakan, tidak terasa kita telah melaksanakan Angkutan Lebaran 2016 dengan baik. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk suksesnya pelaksanaan Angkutan Lebaran, mulai persiapan, pelaksanaan sampai pada tahapan evaluasi pelaksanaan dengan tujuan terselenggaranya angkutan lebaran yang selamat, aman, nyaman, tertib dan lancar. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, diketahui terjadi peningkatan keselamatan yaitu dengan berkurangnya tingkat kejadian dan fatalitas kecelakaan yang terjadi. Sedangkan terkait dengan kelancaran lalu lintas masih terjadi hambatan-hambatan di lapangan yang salah satunya disebabkan oleh belum optimalnya penyediaan prasarana jalan di beberapa wilayah. Tetapi secara keseluruhan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2016 lebih baik. Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh aparat Perhubungan Darat baik di Pusat maupun daerah dan seluruh pihak terkait yang telah berpartisipasi dengan sekuat tenaga dan waktu untuk kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2016. Di masa yang akan datang kita harapkan agar penyelenggaranaan Angkutan Lebaran semakin lebih baik. Kemudian, satu hal penting yang tercatat dalam sejarah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yaitu bahwa sejak 27 Juli 2016, pucuk pimpinan Kementerian Perhubungan dipegang oleh Bapak Budi Karya Sumadi. Kami ucapkan selamat datang, selamat bergabung dan selamat memimpin Kementerian Perhubungan. Semoga dengan kepemimpinan beliau, kinerja Kementerian Perhubungan akan semakin baik dalam memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat. Tak lupa kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Ignasius Jonan atas pengabdian dan dedikasinya selama ini. Pada akhirnya saya mengucapkan selamat menikmati InfoHUBDAT edisi September, semoga informasi yang disajikan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua. Wassalamualaikum Wr.Wb. DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT, Drs. PUDJI HARTANTO, M. M. infoHUBDAT 1

Embed Size (px)

Transcript of DIRJEN MENYAPA - dephub.go.id

infoHUBDAT 1
DIRJEN MENYAPA
Assalamualaikum Wr.Wb.
Pertama tama saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri , 1 Syawal 1437 H, mohon maaf lahir dan batin bagi seluruh Pembaca Info Hubdat yang saya sayangi dan banggakan, kembali lagi kita bertemu dalam edisi September 2016 yang antara lain berisi informasi tentang Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun ini.
Para Pembaca yang saya sayangi dan banggakan, tidak terasa kita telah melaksanakan Angkutan Lebaran 2016 dengan baik. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk suksesnya pelaksanaan Angkutan Lebaran, mulai persiapan, pelaksanaan sampai pada tahapan evaluasi pelaksanaan dengan tujuan terselenggaranya angkutan lebaran yang selamat, aman, nyaman, tertib dan lancar. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, diketahui terjadi peningkatan keselamatan yaitu dengan berkurangnya tingkat kejadian dan fatalitas kecelakaan yang terjadi. Sedangkan terkait dengan kelancaran lalu lintas masih terjadi hambatan-hambatan di lapangan yang salah satunya disebabkan oleh belum optimalnya penyediaan prasarana jalan di beberapa wilayah. Tetapi secara keseluruhan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2016 lebih baik.
Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh aparat Perhubungan Darat baik di Pusat maupun daerah dan seluruh pihak terkait yang telah berpartisipasi dengan sekuat tenaga dan waktu untuk kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2016. Di masa yang akan datang kita harapkan agar penyelenggaranaan Angkutan Lebaran semakin lebih baik.
Kemudian, satu hal penting yang tercatat dalam sejarah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yaitu bahwa sejak 27 Juli 2016, pucuk pimpinan Kementerian Perhubungan dipegang oleh Bapak Budi Karya Sumadi. Kami ucapkan selamat datang, selamat bergabung dan selamat memimpin Kementerian Perhubungan. Semoga dengan kepemimpinan beliau, kinerja Kementerian Perhubungan akan semakin baik dalam memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat. Tak lupa kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Ignasius Jonan atas pengabdian dan dedikasinya selama ini.
Pada akhirnya saya mengucapkan selamat menikmati InfoHUBDAT edisi September, semoga informasi yang disajikan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
infoHUBDAT 1
Tantangan berat Kementerian Perhubungan menyeleng- garakan Angkutan Lebaran 2016 telah usai. Mudik dan balik Lebaran merupakan peristiwa tahunan yang penuh dinamika dengan permasalahan yang kompleks. Tugas besar dan mulia mengantarkan masyarakat menjalankan ritual spiritualnya tuntas sudah. Kita telah bekerja keras, berusaha sekuat tenaga memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Namun, mengatur dan memfasilitasi pergerakan puluhan juta orang dalam waktu yang hampir bersamaan tentu bukan perkara yang mudah. Banyak catatan terkait aspek penyelenggaraan telah digoreskan untuk menjadi bekal demi kesempurnaan penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya.
Evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran hendaknya dilakukan secara komprehensif melibatkan sektor-sektor terkait. Fokus evaluasi hendaknya memasukkan pula aspek solusi dan inovasi dalam penyelenggaraan di masa mendatang, sehingga penyelenggaraan angkutan lebaran tidak lagi dianggap sebagai pekerjaan rutin tahunan biasa. Turunnya angka kecelakaan pada masa angkutan lebaran 2016, bolehlah dibilang sebuah prestasi. Namun dibalik itu, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, terutama terkait permasalahan kemacetan di Tol Brexit yang menjadi perhatian publik. Pemerintah, pihak terkait dan juga masyarakat harus bahu-membahu mengurai permasalahan ini, pemikiran dan solusi dibutuhkan agar penyelenggaraan angkutan lebaran lebih baik lagi pada waktu mendatang.
Newsletter InfoHUBDAT kali ini mencoba menampilkan hasil dan evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran. Selain itu, liputan mengenai dukungan Kementerian Perhubungan pada pengembangan wisata Danau Toba dan informasi mengenai keselamatan pejalan kaki akan mewarnai edisi ini. Kemudian, sebuah tulisan tentang penanganan perlintasan sebidang sebagai upaya peningkatan keselamatan diharapkan dapat menambah wawasan dan cakrawala pembaca sekalian.
Kiranya segala daya upaya kita dalam mewujudkan pelayanan transportasi darat yang terbaik bagi masyarakat senantiasa mendapat ridho dan karunia-Nya. Amin.
Salam Redaksi
Kolom Redaksi Penanggung Jawab : Hary Kriswanto, SH., DESS.
Redaktur : Baitul Ihwan, SH., DESS. Sugiyatno, S. Sos. Dewanto Purnacandra, ST., MT. Iman Sukandar, S.SiT, MT. Sugianto, ATD., MM. Ahmad Yani, ATD., MT. Farida Makhmudah, S.Sos., M.Si
Editor : Rio Susatyo, SH., M.Sc. Riza Faisal, SH., MH. Endy Irawan, SH, MH. Drs. Beni Nurdin Yusuf, MH. Yoyok Harianto, SH., MH. Aprina Ramadhani, S.S. Rusdinal, Amd., M.I.
Desain grafis dan fotografer : Arif Pintoko M. Aulia Dharma, SH. Thomas Brima E., Amd. M.I.
Sekretariat : Sari Hayu Hutami R, SH. Ely Rusnita, SH. Nurhayati B. Yudha Kurniawan, ST. Subowo Bejo Sri Wahono, Amd., MI. Evi Sudarma Putri, SH. Kurniadi Zaini, SH. Didik Prasetyo, SH. Kun Rani H., SH. Rifai Dyan A., Amd. LLAJ. Achmad Nanang, SH. Rosmala Damayanti
info HUBDAT Berpikir Jernih Membangun Transportasi Darat
infoHUBDAT2
Jl. Medan Merdeka Barat No. 8 Gedung Karya Lantai 9
Telp./Fax. : (021) 3506141
Info Liputan Daerah
Penanganan Perlintasan Sebidang Se- bagai Upaya Peningkatan Keselamatan
Perpres No. 49 Tahun 2016, Bentuk Dukungan Pusat untuk Pariwisata Danau Toba
Merekam Berbagai Peristiwa yang Terjadi di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhu- bungan Darat Kementerian Perhubungan Melalui Bidikan Lensa
Analisis dan Evaluasi Angkutan Lebaran 2016 (1437 H)
Lebaran 2016, Angka Kecelakaan Turun Signifikan
Mudik Gratis Pengguna Sepeda Motor Tahun 2016
Kementerian Perhubungan Dukung Pengembangan Wisata Danau Toba
Danau Toba Kian dekat dari Jakarta
• Kemenhub: Aspek Keselamatan Mening- kat untuk Seluruh Moda Transportasi
• Jumlah Kecelakaan Bus Tahun Ini Menu- run, Ini Penyebabnya
• Pelayanan Keliling Uji Berkala dan SIM A Umum untuk Kesetaraan dalam Penega- kan Aturan
• Pelopor Perubahan Po Bus Berkese- lamatan untuk Tingkatkan Pelayanan dan Keselamatan
infoHUBDAT4
info UTAMA
Salah satu misi pemerintah dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2016 (1437 H) ini
adalah mewujudkan angkutan umum yang berkeselamatan, tertib, aman dan lancar.
Sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan bertanggungjawab terhadap penyeleng garaan di Bidang Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terhadap penyelenggaraan pelayaran sesuai Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, terhadap penyelenggaraan penerbangan sesuai
Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dan terhadap penyelenggaraan perkeretaapian sesuai Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Hasil secara keseluruhan dianalisis dan dievaluasi dari data yang diambil dari Korlantas Polri dan Kemenhub, kesimpulan serta saran merupakan bahan salah satu misi pemerintah untuk pengambilan keputusan dan masukan untuk penyelenggaraan angkutan lebaran yang lebih baik pada tahun- tahun yang akan datang.
Berikut data perhitungan dan perbandingan kendaraan (H-7 s/d H+7) di tujuh (7) titik lokasi perhitungan lalu
lintas yaitu pada ruas jalan nasional di Ciasem, Sadang, Merak, Ciamis, Cicurug, Cileunyi dan Cisarua.
Total jumlah pergerakan mobil pribadi pada H-7 s/d H+7 sebanyak 2.652.361 sedangkan sepeda motor sebanyak 4.647.816. Sementara itu perbandingan jumlah kendaraan pada H-7 s/d H+7 seperti disajikan dalam tabel berikut:
Kemudian perbandingan kecepatan di 4 lintasan pada H-7 s.d H+7 ditampilkan dalam tabel berikut:
Data perhitungan & perbandingan penumpang pelayanan angkutan umum (h-7 s.d h+7) adalah sebagai berikut:
infoHUBDAT 5
Realisasi jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi (darat, kereta api, laut dan udara) berdasarkan pemantauan pada periode H-7 s.d H+7 Angkutan Lebaran Tahun 2016 (1437 H) adalah sebanyak 18.149.747 penumpang atau naik 4,28% (745.172 penumpang) dari tahun 2015/1436H sebanyak 17.404.575 penumpang.
KETEPATAN WAKTU PELAYANAN A. ON TIME PERFORMANCE (OTP) PELAYANAN ANGKUTAN UDARA Berdasarkan data OTP dan Keterlambatan Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal Periode Lebaran Tahun 2016, dari 14 (empat belas) Badan Usaha Ang kutan Udara Niaga berjadwal, terdapat 53.849 (lima puluh tiga ribu delapan ratus empat puluh sembilan) penerbangan, dengan perincian sebagai berikut : Jumlah penerbangan tepat waktu sebanyak 43.632 (empat puluh enam ratus tiga puluh dua) penerbangan atau sebesar 81,03%; Jumlah keterlambatan penerbangan sebanyak 9.772 (sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh dua) penerbangan atau sebesar 18,15%; Jumlah pembatalan penerbangan sebanyak 445 (empat ratus empat puluh lima) penerbangan atau sebesar 0,83%;
B. REALISASI PERJALANAN KERETA API 1. Kereta Api Reguler a. KA Antarkota (Frekuensi: 3.410 KA)
• Ketepatan keberangkatan 94% den- gan rata-rata waktu kelambatan 2 menit.
• Ketepatan kedatangan 18% dengan rata-rata waktu kelambatan 21 menit.
b. KA Perkotaan (Frekuensi: 4.847 KA) • Ketepatan keberangkatan 77% den-
gan rata-rata waktu kelambatan 4 menit.
• Ketepatan kedatangan 42% dengan rata-rata waktu kelambatan 10 menit.
2. Kereta Api Tambahan Lebaran (Frekuensi: 978 KA)
• Ketepatan keberangkatan 81% den- gan rata-rata waktu kelambatan 5 menit.
• Ketepatan kedatangan 23% dengan rata-rata waktu kelambatan 25 menit.
Jenis Kendaraan Jumlah Kendaraan Peningkatan 2015 2016 Prediksi Realisasi
MOBIL PRIBADI 2371358 2652361 4.5% (2.478.069)
11,85%
23.64%
Sumber: Posko Angkutan Lebaran (TC di Jalan Nasional (Kemenhub) dan Jalan Tol (PT. Jasa Marga))
No. Moda Angkutan Umum Jumlah Penumpang %
2015 2016
3. Angkutan Kereta Api 3.931.712 4.080.319 3,78
4. Angkutan Laut 883.681 930.498 5,30
5. Angkutan Udara 4.319.134 4.912.401 13,74
Total PNP Angkutan Umum 17.404.575 18.149.747 4,28
infoHUBDAT6
GRAFIK PROPORSI PENGGUNAAN ANGKUTAN UMUM
Keterangan: Pemantauan untuk masing-masing moda dilakukan di: - Moda Angkutan Jalan di 48 terminal penumpang; - Moda Angkutan SDP di 7 Lintasan Utama Penyeberangan; - Moda Angkutan Kereta Api di 9 Daop Pulau Jawa dan 4 Divre di Sumatera; - Moda Angkutan Laut di 52 Pelabuhan Utama; - Moda Angkutan Udara di 35 Bandara.
PEMANTAUAN TARIF ANGKUTAN UMUM Berdasarkan hasil pemantauan Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada 17 (tujuh belas) Terminal selama periode Angkutan Lebaran Tahun 2016 (1437 H) dengan menggunakan metode pemantauan dinamis (survey on bus) dan pemantauan statis (pemantauan di dalam terminal) dapat dilaporkan sebagai berikut: 1. Dari 698 kendaraan yang diperiksa di
dalam 20 terminal, terdapat 261 ken- daraan bus AKAP Ekonomi yang per- lu dilakukan pengecekan terhadap database Angkutan Antarkota Antar- provinsi (AKAP) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan tarif jarak yang berlaku;
2. Berdasarkan pengecekan tersebut, terdapat 53 kendaraan dari 33 peru- sahaan Angkutan Umum yg terbukti melakukan pelanggaran tarif sehing-
ga perlu diberikan sanksi administratif berupa larangan pengoperasian ken- daraan dan larangan pengemban- gan usaha angkutan selama kurun waktu tertentu sesuai dgn besarnya prosentase pelanggaran;
Grafik Pemantauan Tarif Angkutan Umum (Tahun 2010 s/d 2016)
Keterangan: Tindakan yang diambil Sanksi Administratif: • Pembekuan Kartu Pengawasan (KP); • Penundaan pengembangan usaha.
3. Dibandingkan tahun 2015 (1436 H) dengan tahun 2016 (1437 H), terda- pat penurunan jumlah pelanggaran yang dilakukan perusahaan angku- tan umum yaitu Tahun 2016 yang diperiksa 106 kendaraan terjadi pel- anggaran 52,83% dan Tahun 2016 dari yang diperiksa 261 kendaraan terjadi pelanggaran 20,31%.
KEGIATAN RAMP CHECK A. KEGIATAN RAMP CHECK SEKTOR PERHUBUNGAN DARAT (JALAN) Target Inspeksi (Ramp Check) Sebanyak : 14.779 Bus. Hasil Inspeksi (Ramp Check) Sebanyak : 11.155 Bus (75,48%). Dari hasil inspeksi tersebut :
infoHUBDAT 7
6.090 BUS (55%) DIPERKENANKAN BERANGKAT 5.065 BUS (45%) TIDAK DIPERKENANKAN BERANGKAT. 912 BUS (18%), PELANGGARAN ADMINISTRASI (SIM, URIN DAN TENSI) 3.191 BUS (63%), PELANGGARAN TEKNIS (REM PARKIR, SPEEDOMETER, SABUK KESELAMATAN PENGEMUDI, KACA DEPAN, DAN BAN) 962 BUS (19%), PELANGGARAN PENUNJANG (WIPER, LAMPU-LAMPU, KACA SPION, KLAKSON, DAN LAIN- LAIN)
B. KEGIATAN RAMP CHECK SEKTOR PERHUBUNGAN DARAT (ASDP) Kapal penyeberangan yang disiapkan berjumlah 195 unit, setelah melalui ramp check yang laik laut berjumlah 185 unit, sedangkan yang dipergunakan untuk angkutan lebaran tahun 2016 adalah 185 unit (terdapat selisih 10 unit kapal dikarenakan kapal dalam masa perawatan/docking).
C. KEGIATAN RAMP CHECK SEKTOR PERHUBUNGAN LAUT Kapal laut yang beroperasi diseluruh perairan Indonesia berjumlah 1.273 unit, Setelah dilakukan pemeriksaan kelaikan/ ramp check terdapat 22 kapal tidak dapat beroperasi karena sedang dalam perbaikan/docking.
D. KEGIATAN RAMP CHECK SEKTOR PERHUBUNGAN UDARA Pesawat yang disiapkan berjumlah 529 unit, setelah dilakukan ramp check sebanyak 529 unit pesawat laik terbang.
KEJADIAN MENONJOL A. ANTRIAN Antrian mencapai 20 - 22 Km dari pintu Exit Toll Brebes Timur terjadi hari Sabtu (H-4), dan di beberapa Ruas Jalan Nasional.
B. KECELAKAAN LALU LINTAS KECELAKAAN PO. PARAHIYANGAN (BUS KARYAWAN) 1. Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi Hari Jum’at Tanggal 8 Juli 2016 Sekitar Pukul 15.30 Di Jl. Kolonel Masturi Km. 4, Kp. Warung Muncang Rt 01/13, Kel. Cipageran, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi Pada Bus Karyawan Po. Parahiyangan Dengan Nomor Kendaraan T-7035-DL Yang Mengalami Rem Blong Membawa Penumpang Sebanyak 57 Orang Dengan Sistem Sewa/Charter Oleh Rombongan Karang Taruna Babakan Tanjung Mekar Karawang Barat. 2. Dari hasil pemeriksaan dilapangan adalah sebagai berikut :
• Ijin dikeluarkan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat;
• Identitas kendaraan antara data dari samsat Provinsi Jawa Barat dan Fisik Kendaraan tidak sesuai;
• Ban belakang Bus Vulkanisir (4 Buah);
• Safety Belt Sopir tidak ada; • Rem parkir ada, akan tetapi tidak ber-
fungsi; • Speedometer ada, akan tetapi tidak
berfungsi; Sistem rem, secara visual ditemu kenali:
• Tabung reservoir udara (tanki) dalam keadaan kosong dan berair;
• Selang flexible rem bagian sebelah kiri roda depan putus;
• Minyak rem dan kopling dalam kead- aan kosong;
Setelah dilakukan pembongkaran ditemukan adanya kebocoran pada master rem roda sebelah kanan sehingga rem tidak berfungsi secara maksimal; Sistem kemudi dalam keadaan baik.
• Sistem suspensi kendaraan (leaf spring dan Shock absorber) pada roda kiri depan kendaraan patah.
• Tindakan tegas : pencabutan izin perusahaan angkutan karyawan dan proses penyidikan kecelakaan lalu lintas.
• Bukan Bus Pelayanan AKAP
2. KECELAKAAN PO. MAKMUR (BUS AKAP) a. Lokasi kecelakaan di Jalan Lintas Su-
matera, Perlabian, Kampung Rakyat, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Su- mut, hari Rabu tanggal 13 Juli 2016 pukul 04.00 WIB yang melibatkan Bus CV.Makmur BK.7186.DE da- tang dari arah Kota Medan menuju Kota Pinang, sesampainya di Per- labian, mobil bus CV.Makmur BK 7186.DE mendahului mobil tangki yang ada didepannya, Bus CV Mak- mur oleng dan langsung menabrak mobil bus PO. Pembangunan Se- mesta BK.7732.DG yang datang dari arah berlawanan, kemudian bus CV.Makmur oleng ke kanan dan me- nabrak bus ALS BK.7941 DG;
b. Jumlah korban meninggal dunia 7 orang (4 orang di TKP dan 3 orang di Rumah Sakit) dan luka berat/ringan 22 orang.
c. Penyebab kecelakaan: Kelalaian Pengemudi.
d. Proses penyidikan kecelakaan lalu lintas.
e. Bus pelayanan AKAP.
C. Kejadian lain, tidak menonjol : 1. Angkutan KA
• Tanggal 29 Juni 2016 pukul 01.15 WIB, di stasiun tanah abang, terima info dari PPKA Tanah abang, lokasi sinyal Masuk (J24) Sta. Tanah Abang pihak Manggarai terjadi tawuran warga, Petugas PAM dan Marinir Sta. Tanah Abang sudah luncuran ke lokasi, KA tertahan ; KA 2711 (KA Semen) lintas pelayanan Nambo - Kampung Bandan. KA dapat berjalan kembali pukul 02.05 WIB, kemudian kondisi semakin memburuk sehingga dipasang semboyan 3 (jalur di tutup). Pukul 04.10 WIB kondisi sudah kon- dusif.
• Tanggal 30 Juni 2016 pukul 05.35 WIB terjadi banjir di petak Bangil – Pasuruan tepatnya di KM 58+1/9 se- hingga menyebabkan pemasangan semboyan 3 (jalur tidak dapat dile- wati), pencabutan taspat Semboyan 3 dilakukan pada tanggal 2 Juli 2016.
• Tanggal 3 Juli 2016 pukul 05.59 WIB, antara Stasiun Tegowanu – Stasiun Brumbung, terjadi banjir akibat lua- pan Sungai Cabeyan diantara Sta- siun Tegowanu – Stasiun Brumbung tepatnya pada km21+9 BH no 49.
infoHUBDAT8
info HUBDAT Berpikir Jernih Membangun Transportasi Darat
Jalur hilir tegenang air dan sampah menumpuk di rel. Dari pihak jalur dan jembatan tidak mengijinkan untuk le- wat jalur hilir semboyan 3.
2. Angkutan Laut a. Lonjakan penumpang yang terjadi di pelabuhan Makassar dan Ambon telah dilakukan dengan deviasi/perubahan rute kapal (KM. Jet Liner dan KM. Sabuk Nusantara 50) untuk mengangkut penumpang; b. Lonjakan penumpang yang terjadi di Pelabuhan Sorong dilakukan dengan memberikan dispensasi pemanfaatan ruang cardeck (KM. Dobonsolo) untuk penumpang; c. Lonjakan penumpang yang terjadi di Pelabuhan Semayang Balikpapan dilakukan dengan mengalihkan penumpang melalui Pelabuhan Samarinda tujuan Pare-Pare.
3. Angkutan Udara Extra flight yang diberikan 677 FA, meliputi:
• 636 FA Domestik; • 41 FA Internasional.
Sedangkan realisasi sebanyak 443 FA atau 65,44%
4. Angkutan Penyeberangan a. Lintasan Penyeberangan Merak- Bakauheni Pelabuhan Penyeberangan Merak (arus mudik) Terjadi antrian kendaraan pada H-4 (Sabtu, 2 Juli 2016) dan H-3 (Minggu, 3 Juli 2016), antrian sepanjang sekitar 2
KM dari Pelabuhan. b. Lintasan Penyeberangan Ketapang- Gilimanuk 1) Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk (arus mudik) Terjadi antrian kendaraan H-2 (Sabtu, 2 Juli 2016) dan pada pukul 05.00 WITA (3 Juli 2016) antrian kendaraan mencapai ± 9 KM diluar pelabuhan yang didominasi oleh kendaraan pribadi, dan dapat terurai siang hari pada H-2 (Senin, 4 Juli 2016). 2) Pelabuhan Penyeberangan Ketapang (arus balik) Terjadi antrian kendaraan pada H+10 (Minggu, 17 Juli 2016) dan pada pukul 22.00 WIB antrian kendaraan mencapai ± 3 KM di luar pelabuhan (Terminal Sritanjung) yang didominasi oleh kendaraan barang, dan dapat terurai pada pukul 06.30 (Senin, 18 Juli 2016).
ANALISA KEMACETAN DI RUAS TOL BREXIT
• Teknis operasional jalan tol tidak memperhitungkan volume arus lalu lintas periode mudik angkutan leb-
aran di area bottleneck (Brexit Tol) dan ketidakseimbangan jumlah pin- tu tol antara Cikarang Utama dan Brebes Timur.
• Kelengkapan dan/atau fasilitas kese- lamatan (guardrail, marka jalan) yang kurang memadai, terbatasnya jumlah rest area serta SPBU, dll khususnya di tol Cipali – Brebes dan termasuk tidak tersedianya akses U-Turn ham- pir sepanjang 25 km dari pintu tol Brexit Timur, sehingga sulit menga- tasi bila terjadi emergency.
• Kondisi ruas jalan Brebes setelah Brexit :
• Dalam jarak relatif dekat terdapat SPBU yang penuh dengan antrian kendaraan.
• Adanya pasar tumpah yang semakin mempersempit badan jalan antara Brebes Timur sampai Kota Tegal.
• Terdapat Terminal sehingga terjadi perlambatan arus kendaraan pe- mudik dikarenakan keluar masuknya kendaraan angkutan kota, bus AKDP, dan bus AKAP.
• Rekayasa lalu lintas di lapangan di simpang pertigaan antara Brexit Tol dan Jalan Nasional (Pantura) dilak- sanakan dengan buka tutup/contra- flow (kendaraan dari arah barat ke timur menggunakan 3 (tiga) lajur dan kendaraan dari arah timur ke barat menggunakan 1 (satu) lajur pada saat arus mudik dan sebaliknya pada saat arus balik).
• Koordinasi dan komunikasi antar stakeholder sudah dilaksanakan na- mun pelaksanaan di lapangan masih
infoHUBDAT 9
kurang optimal. • Pemanfaatan IT belum dilaksanakan
dengan maksimal di Pos Koordinasi (Posko) Pengawasan dan Pengen- dalian sehingga sebaran informasi ke masyarakat kurang berjalan dengan baik.
• Penempatan petugas lapangan di titik-titik rawan kemacetan masih kurang.
• Sebagian masyarakat / pemudik yang menggunakan kendaraan masih kurang disiplin dalam berkendara dan lalai terhadap ketaatan peraturan serta tidak/kurang mentaati perintah petugas di lapangan.
• Emosional masyarakat / pemudik masih terkendali terbukti dengan masih mau bertanggung jawab untuk membayar tol di BREXIT.
PENUTUP A. Kesimpulan
• Secara keseluruhan jumlah penump- ang angkutan umum untuk semua moda periode H-7 s.d. H+7 pada Angkutan Lebaran Tahun 2016 men- galami kenaikan sebesar 745.172 penumpang (4,28%) dari 17.404.575 penumpang Tahun 2015/1436 H menjadi 18.149.747 penumpang Ta- hun 2016/1437 H.
• Jumlah kendaraan pribadi tahun 2016 ini mengalami kenaikan yaitu sebesar 281.003 unit mobil pribadi (11,85%) dari 2.371.358 unit Tahun 2015/1436 H menjadi 2.652.361 unit Tahun 2016/1437 H. Hal ini melebihi dari prediksi awal dari rencana ope- rasi yang diperkirakan hanya men- ingkat sekitar 4,5%. Sementara itu untuk jumlah sepeda motor pada
tahun 2016 ini mengalami kenaikan sekitar 888.694 unit sepeda motor (23,64%) dari 3.759.122 unit Tahun 2015/1436 H menjadi 4.647.816 unit Tahun 2016/1437 H. Hal ini lebih ren- dah dari prediksi awal dalam rencana operasi yang diperkirakan mengalami kenaikan 50%. (Lihat Tabel C hal. 5)
• Untuk kecelakaan pada angkutan lebaran 2016 ini untuk moda laut, udara, kereta api dan penyeberan- gan masih dapat dipertahankan sep- erti tahun 2015 yaitu zero accident. Sementara itu untuk moda angku- tan jalan masih terjadi kecelakaan lalu lintas, dgn jumlah kejadian ta- hun 2016 sebanyak 2.979 kejadian dibandingkan tahun 2015 sebanyak 3.172 kejadian atau turun 193 kejadi- an (6%). Untuk jumlah kecelakaan Ranmor yg terlibat pada tahun 2016 ini yg melibatkan mobil bus men- galami penurunan sebesar 84 unit ranmor (35%) terlibat dari 241 unit ranmor Tahun 2015/1436 H menjadi 157 unit ranmor Tahun 2016/1437 H dan korban meninggal dunia turun sebesar 136 korban (20% ) dari 694 korban Tahun 2015/1436 H menjadi 558 korban Tahun 2016/1437 H dari jumlah kecelakaan lalu lintas secara keseluruhan.
• Pelaksanaan ramp check yang di- lakukan terhadap seluruh moda trans- portasi darat, laut, udara serta kereta api berdampak positif sehingga dapat menekan angka kecelakaan, ada- pun khususnya moda angkutan jalan (Angkutan Umum) cukup efektif me- nekan angka kecelakaan mencapai 35% (Angkutan Bus AKAP).
• Semua penumpang/pemudik di selu-
ruh simpul transportasi dapat terang- kut dan tidak ada yang terlantar.
• Mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah mencapai 70% dari kuota yang sebanyak 24.000 pemudik.
• Kemacetan lalu lintas masih terjadi di beberapa Ruas Jalan Tol dan Jalan Nasional yang diakibatkan oleh lonja- kan mobil pribadi yang sangat signifi- kan, DI LUAR EKSPEKTASI.
B. Saran • Perlu peningkatan antisipasi manaje-
men dan rekayasa lalu lintas yang lebih komprehensif di tahun 2017 saat ada penambahan ruas jalan tol yang baru.
• Rekayasa lalu lintas di lapangan di- lakukan secara cepat dan tepat serta profesional baik di dalam jalan tol maupun jalan nasional;
• Pembangunan jalan Transjawa sele- sai tuntas tahun 2017 sampai dengan Semarang, untuk dapat digunakan sebelum lebaran 2017;
• Pembangunan underpass/ flyover pada perlintasan kereta api sebidang;
• Perlu perbaikan transaksi yang lebih cepat di pintu tol dengan mengguna- kan e-money (IT);
• Melengkapi fasilitas keselamatan ja- lan dengan proiritas (pagar penga- man, rambu, marka dan lampu pen- erangan) serta fasilitas pendukung lainnya (SPBU, toilet portable);
• Perlu adanya pos darurat (emergen- cy) seperti pos kesehatan dan atau adanya patroli kesehatan dan ter- padu bersama Polri dan Kemenhub;
• Peningkatan sosialisasi mudik gratis dan harus plus sepeda motor (tidak hanya orang);
• Pemda setempat wajib ikut berperan dan antisipasi lebih awal di wilayah masing-masing sesuai kerawanan lalu lintasnya;
• Pembatasan waktu penggunaan rest area di jalan tol;
• Perlu adanya pembatasan opera- sional sepeda motor selama periode masa lebaran di jalan nasional;
• Perlu adanya tarif tayang iklan la- yanan masyarakat di TV dan Radio swasta yang ditentukan oleh Peme rintah / Kemenkominfo dalam rangka sosialisasi tentang angkutan lebaran dan sejenis (tidak sama dengan ko- mersial).(*)
infoHUBDAT10
Lebaran 2016, Angka Kecelakaan Turun Signifikan
Jumlah angka kecelakaan selama arus lebaran 2016 mengalami penurunan yang cukup signifikan,
yakni sebesar 6 persen dibanding tahun 2015. Korban meninggal dunia turun 20 persen, korban luka berat turun 15 persen dan korban luka ringan turun 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang diolah Korlantas Polri, terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 6 persen, dari 3.172 kasus pada tahun 2015 menjadi 2.979 kasus pada tahun 2016. Korban meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 20 persen dari 694 jiwa pada tahun 2015 berkurang menjadi 558 pada
tahun 2016, korban luka berat mengalami penurunan sebesar 15 persen dari 1.161 jiwa pada tahun 2015 menjadi 989 jiwa pada tahun 2016 dan korban luka ringan juga berkurang sebesar 5 persen dari 4.197 jiwa pada tahun 2015 menjadi 3.987 jiwa pada tahun 2016.
Secara keseluruhan jumlah penumpang angkutan umum untuk semua moda periode H-7 sampai dengan H+7 pada musim Angkutan Lebaran Tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 745.172 penumpang, dari 17.404.575 penumpang Tahun 2015/1436 H menjadi 18.149.747 penumpang Tahun 2016/1437 H, atau kenaikan sebesar 4,28 persen.
Penurunan angka kecelakaan ini tentunya sangat menggembirakan. Karena dalam lebaran tahun ini, jumlah pengguna kendaraan meningkat tajam. Jumlah kendaraan pribadi yang digunakan pada masa mudik Lebaran tahun 2016 ini mengalami kenaikan yaitu sebesar 281.003 unit atau kenaikan sebesaar 11, 85 persen, dari 2.371.358 unit Tahun 2015/1436 H menjadi 2.652.361 unit Tahun 2016/1437 H. Hal ini melebihi dari prediksi awal dari rencana operasi yang diperkirakan hanya meningkat sekitar 4,5 persen.
Sementara itu untuk jumlah pengguna sepeda motor pada tahun 2016 ini
Oleh: Tim Redaksi
infoHUBDAT 11
mengalami kenaikan sekitar 888.694 unit sepeda motor atau kenaikan sebesar 23,64 persen, dari 3.759.122 unit pada Tahun 2015/1436 H menjadi 4.647.816 unit Tahun 2016/1437 H. Hal ini lebih rendah dari prediksi awal dalam rencana operasi yang diperkirakan mengalami kenaikan 50 persen. Untuk kendaraan roda empat naik 43 persen, jumlahnya sekitar 1,49 juta. Untuk kendaraan roda dua naik 20,5 persen dibandingkan tahun 2015.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan selaku Koordinator Nasional Angkutan Lebaran 2016 juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kementerian dan lembaga serta pihak-pihak terkait lainnya dalam Angkutan Lebaran 2016 telah bekerja keras secara maksimal, untuk menyelenggarakan angkutan lebaran yang lebih baik sesuai arahan Bapak Presiden.
‘’Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran terkait yang sudah bekerja keras untuk mengamankan angkutan lebaran 2016 ini. Bahwa memang masih ada kekurangan dan sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya di lapangan, khususnya kemacetan lalu lintas pada waktu puncak arus mudik di ruas Brebes-Tegal, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini” kata Jonan dalam konferensi pers Evaluasi Angkutan Lebaran 2016 di Jakarta, Senin (18/7/2016).
Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis menyatakan apresiasinya terhadap menurunnya angka kecelakaan pada periode arus mudik dan balik lebaran 2016. Namun Djemy juga menyampaikan kritik atas kejadian kepadatan kendaraan yang menimbulkan kemacetan bahkan
korban jiwa di tol Brebes Timur. Komisi V DPR-RI mengapresiasi jumlah kecelakaan yang menurun pada arus mudik dan arus balik lebaran. ‘’Ini harus dipertahankan dimasa-masa mendatang,’’ kata Fary.
Menurunnya angka kecelakaan selama musim lebaran 2016 ini tidak terlepas dari kesiapan dan ketegasan insan perhubungan di lapangan dalam melakukan pengawasan di lapangan. Menjelang mudik lebaran, Kemenhub telah melakukan ramp check terhadap 11.155 bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dari total 14.799 bus, pada angkutan Kereta Api dilakukan pemantauan terhadap 9.235 perjalanan
frekuensi keberangkatan, menggunakan 372 KA, pada Angkutan Laut dilakukan inspeksi pada 1.112 kapal laut dari total 1.273 unit kapal, pada Moda Udara dilakukan pemeriksaan pada 529 pesawat dari total 636 penerbangan dan 185 unit Kapal Ro-Ro. Dinas Perhubungan Provinsi, Kabupaten dan Kota juga melakukan hal yang sama .
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan, pelaksanaan ramp check yang dilakukan terhadap seluruh moda transportasi darat, laut, udara serta kereta api berdampak positif sehingga dapat menekan angka kecelakaan, adapun khususnya moda angkutan jalan (Angkutan Umum) cukup efektif menekan angka kecelakaan mencapai 35 persen.
Untuk mengantisipasi kecelakaan dan kemacetan, Pudji Hartanto mengatakan perlu dilakukan antisipasi manajemen dan rekayasa lalu lintas yang lebih komprehensif. Namun, rekayasa lalu lintas di lapangan harus dilakukan secara cepat dan tepat serta profesional baik di jalan tol maupun jalan nasional.
Di sejumlah ruas jalan, perlu dilengkapi fasilitas keselamatan jalan dengan prioritas (pagar pengaman, rambu, marka dan lampu penerangan) serta fasilitas pendukung lainnya seperti SPBU dan toilet portable.(*)
Ketua komisi V DPR, Fary Djemi Francis
Kegiatan Ramp Check pada moda darat, laut dan udara di berbagai daerah.
Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto sedang memeriksa kelaikan ban kendaraan
infoHUBDAT12
info HUBDAT Berpikir Jernih Membangun Transportasi Darat
Mudik Gratis Pengguna Sepeda Motor Tahun 2016 Oleh: Jabonor Kepala Seksi Pengawasan Teknis Angkutan Barang
Pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2016, Kementerian Perhubungan kembali menggelar
mudik gratis untuk para pemudik sepeda motor dengan menggunakan bus. Kegiatan Mudik Gratis Pengguna Sepeda Motor Tahun 2016/1437 H adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dari tahun ke tahun. Kegiatan tersebut merupakan wujud dari kepedulian pemerintah terhadap masyarakat dan tindakan nyata pemerintah yang kehadirannya langsung dapat dirasakan oleh segenap masyarakat pada masa mudik lebaran. Kegiatan ini memiliki tujuan nyata sebagai berikut : 1. Menekan angka kecelakaan lalu lin-
tas selama musim libur Iedul Fitri. 2. Mengurangi tingkat kemacetan yang
terjadi karena terjadinya peningkatan arus kendaraan pada saat mudik.
3. Secara terus menerus menurunkan penggunaan kendaraan roda dua se- bagai alat transportasi mudik.
4. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya keamanan dalam berkendaraan serta tertib berlalu lintas.
Untuk mewujudkan itu semua, dibutuhkan langkah-langkah yang
komperhensif dan terintegrasi untuk melaksanakan kegiatan tersebut sehingga pelaksanaannya akan semakin baik dan dapat mencapai seluruh tujuan penyelenggaraan.
Pendaftaran secara online melalui portal mudikgratis.dephub.go.id dibuka pada 13 Mei 2016 sampai dengan 12 Juni 2016. Sedangkan pendaftaran offline mulai dibuka pada 16 Mei 2016 sampai dengan 12 Juni 2016. Ada yang berbeda pada pendaftaran offline pada tahun ini. Apabila pada tahun sebelumnya, masyarakat langsung melakukan pendaftaran di Kantor Kementerian Perhubungan, pada tahun 2016 ini, Kementerian Perhubungan mendatangi masyarakat dengan membuka booth pendaftaran di beberapa titik keramaian di Kota Jakarta dan sekitarnya.
Pada masa Angkutan Lebaran 2016, Kementerian Perhubungan menyediakan kuota sebanyak 12.000 sepeda motor dan 24.000 penumpang. Kuota tersebut dibagi untuk arus mudik sebanyak 8.400 sepeda motor dengan 16.800 penumpang dan untuk arus balik sebanyak 3.600 sepeda motor dengan 7.200 penumpang. Jumlah kuota sepeda motor tersebut mengalami kenaikan
sebesar 275% dari tahun 2015 yaitu sebanyak 3.200 sepeda motor.
Program mudik gratis pengguna sepeda motor dengan bus tahun ini melayani 9 kota tujuan arus mudik yaitu Tegal, Kebumen, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Wonogiri, Wonosobo, Magelang, dan Semarang. Sedangkan untuk arus baliknya, terdapat 3 kota tujuan yaitu Yogyakarta, Solo, dan Semarang.
Untuk arus mudik, pemberangkatan sepeda motor pada 1 Juli 2016 di Kantor Bulog Divisi Regional I Kelapa Gading Jakarta Utara dan penumpangnya pada 2 Juli 2016 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sedangkan untuk arus balik, sepeda motor diberangkatkan dari kota tujuan pada 16 Juli 2016 dan penumpangnya pada 17 Juli 2016.
Persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah sepeda motor harus dalam keadaan orisinil dan laik jalan, STNK dan pajak kendaraan dalam keadaan hidup (dilunasi) serta membawa identitas diri (KTP, KK, STNK dan SIM). Untuk masyarakat yang melakukan pendaftaran online, jangka waktu verifikasi dokumen maksimum 3 (tiga) hari, apabila pendaftar tidak melakukan verifikasi maka slot kuota akan dilepas dari booking online dan diharuskan mendaftar ulang. Lokasi verifikasi online yaitu di Kantor Dishub Tangerang, Kantor Dishub Tangerang Selatan, Kantor Dishub Depok, dan Kantor Dishub Kota Bekasi. Sedangkan untuk masyarakat yang melakukan pendaftaran secara offline diharapkan langsung membawa kelengkapan dokumen untuk mempermudah proses pendaftaran.
Kementerian Perhubungan menyeleng- garakan mudik gratis pemudik sepeda motor 2016 untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan selama masa penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2016 sehingga keselamatan dan kenyamanan mudik lebaran dapat terlaksana dengan baik. Hal ini merupakan fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi, meningkatkan kapasitas, serta meningkatkan kualitas
infoHUBDAT 13
Jika akan melakukan mudik dengan menggunakan kendaraan sendiri, wajib melakukan perawatan mobil ataupun pengecekan mobil Anda terlebih dahulu. Pengecekan mobil wajib dilakukan agar mudik dapat berjalan dengan lancar dan Anda dapat selamat hingga tujuan. Setelah melakukan perawatan mobil, persiapkan hal-hal dibawah ini sebelum melakukan perjalanan mudik Anda:
1. Cek kondisi mobil di bengkel resmi; 2. Jangan melebihi beban yang sudah
dianjurkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan;
3. Bawa perlengkapan standart : tools kit, dongkrak, ban serep dan seba- gainya;
4. Pertimbangkan daya tahan anda dalam menyetir. Persiapkan sese- orang sebagai pengganti jika Anda lelah;
5. Bila membawa barang-barang, pasti- kan barang yang akan sering diguna- kan/perlukan mudah dijangkau;
6. Persiapkan peta yang update, ban- yak koran atau majalah atau bahkan provider yang selalu memberikan peta gratis yang sangat update;
7. Pilih waktu yang tepat untuk berang- kat mudik;
8. Beristirahatlah sejenak jika Anda mengantuk;
9. Jangan lupa dan pastikan kembali surat-surat kelengkapan kendaraan anda sudah dibawa. (*)
TIPS MUDIK AMAN SELAMAT
Secara keseluruhan jumlah penumpang mudik gratis yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada Angkutan Lebaran Tahun 2016 sebanyak 16.758 orang dengan sepeda motor yang diberangkatkan sebanyak 16.559 unit sepeda motor.
Untuk penyelenggaraan mudik gratis sepeda motor yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat realisasi jumlah penumpang mencapai 70 % atau 16.758 penumpang dari kuota sebanyak 24.000 penumpang dan realisasi jumlah sepeda motor yang diberangkatkan mencapai 42 % atau 5.001 sepeda motor dari kuota yang disediakan sebanyak 8.400 sepeda motor.
Realisasi Mudik Gratis Pengguna Sepeda Motor Tahun 2016 untuk arus mudik adalah 81% (kuota motor 8.400) dan 91% (kuota pnp 16.800) sedangkan untuk arus balik adalah 94% (kuota motor 3.600) dan 109% (kuota pnp 7.200). Oleh karena itu dengan pencapaian realisasi Mudik Gratis Pengguna Sepeda Motor
No Uraian 2015 2016 % 1. Penumpang 92.994 135.074 45,25 2, Moda Bis 1.534 2.623 70,99
Tabel Mudik Gratis Oleh Mitra Kerja
Tahun 2016 yang hampir mencapai 100%, Kementerian Perhubungan mengharapkan agar pada Mudik Gratis Pengguna Sepeda Motor tahun depan antusias masyarakat lebih meningkat dari tahun sebelumnya.
Selain pemerintah, kegiatan mudik gratis juga diselenggarakan oleh Mitra Kerja Swasta. Tahun 2016 ini terdapat 10 Mitra Kerja yang berasal dari Perusahaan dan BUMN menyelenggarakan kegiatan mudik gratis, sebagai berikut: 1. PT BRI (105 Bus) 2. PT Jasa Raharja (520 Bus) 3. PT Indomaret (151 Bus) 4. PT Astra Honda Motor (54 Bus & 20
Truk) 5. PT Sidomuncul (227) 6. PT Wahana Makmur Sentosa (30
Bus) 7. PT Pertamina (75 Bus) 8. PT BNI (80 Bus) 9. PT Indofood (250 Bus)
10. PT Telkomsel (50 Bus) Keseluruhan penumpang yang mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan oleh pihak swasta sebanyak 135.074 penumpang dan armada yang digunakan: Bus sebanyak 2.623 Unit; Kereta Api sebanyak 22 KA; dan Truk sebanyak 20 Unit. (*)
infoHUBDAT14 infoHUBDAT14
Mendukung Danau Toba, Sumatera Utara menjadi destinasi pariwisata interna-
sional yang merupakan satu dari sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan beberapa program, diantaranya perbaikan dan pembangunan dermaga serta kelengkapan prasarana jalan. ‘’Kementerian Perhubungan akan mempercepat pembangunan wisata di kawasan tersebut dengan melakukan perbaikan dan pembangunan dermaga di kawasan Danau Toba,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto, di Hotel Inna Parapat, Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (31/10). Untuk tahun 2016 ada 6 (enam) dermaga yang mendapat perhatian berupa perbaikan dermaga yaitu Dermaga Rakyat Ajibata, Dermaga Wisata Tomok, Dermaga Balige, Dermaga Onanrunggu, Dermaga Muara serta Dermaga Sipinggan - Nainggolan.
Ke depan, di sejumlah titik akan dibangun
dermaga untuk mempermudah akses wisatawan dari sejumlah kabupaten ke Pulau Samosir yang menjadi tujuan utama wisata Danau Toba. Dengan banyaknya dermaga yang nyaman, tentu wisatawan akan lebih mudah dalam menjangkau destinasi pariwisata. Hasil pemantauan tim InfoHUBDAT di pelabuhan Ajibata Kabupaten Simalungun, kondisi dermaga cukup memprihatinkan. Dermaga milik Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara yang dibangun dengan menggunakan batu kali sudah hancur, dan tidak dapat lagi dipergunakan. PT Gunung Hijau Megah yang menjadi operator KMP Tao Toba I dan KMP Tao Toba II terpaksa membuat ‘dermaga’ darurat dari tanah dan bebatuan, supaya kapalnya yang hanya memiliki satu pintu bisa sandar untuk menaikkan dan menurunkan penumpang maupun kendaraan. Manager Operasi PT Gunung Hijau Megah, Lianto Sitanggang Ajibata menjelaskan, KMP Toba I dan KPM Toba II melayani penyeberangan
dari Pelabuhan Ajibata ke Pelabuhan Tomok di Pulau Samosir dengan lama menyeberangan sekitar 55 menit. Pada Hari Sabtu, Minggu dan hari libur, penumpang yang diseberangkan bisa mencapai ratusan orang dan puluhan kendaraan roda dua, roda empat maupun truk yang mengangkut kebutuhan bahan pokok. Lianto berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera melakukan perbaikan dermaga atau membangun dermaga yang permanen. Karena keberadaan dermaga yang sekarang sangat tidak dari sisi keselamatan. Dari lapangan parkir pelabuhan Ajibata menuju kapal penyeberangan, mobil dan truk harus berjalan mundur. Padahal untuk menuju kapal ada tumpukan tanah dan batu dengan ketinggian sekitar 50 cm. ‘’Hal ini cukup menyulitkan pengendara dan harus ekstra hati-hati. Sementara pintu kapal yang digunakan sebagai jembatan tidak bisa dimajukan lagi,’’ keluh Sitanggang. Lain lagi dengan kondisi dermaga kapal kayu yang jaraknya sekitar 150 meter dari pelabuhan kapal penyeberangan. Kapal- kapal kayu yang melayani penyeberangan pelabuhan Ajibata ke pelabuhan Tomok tidak bisa sandar di dermaga beton yang dibuat Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumatera Utara. Karena pada saat air surut, jarak antara dermaga dengan air bisa mencapai 2 meter. Akibatnya penumpang harus menggunkan tangga kayu untuk ke daratan. Seperti disampaikan M. Bakara, pengemudi kapal kayu Rudy Star yang melayani rute pelabuhan Ajibata ke pelabuhan Tomok, meski dengan susah payah dan ekstra hati-hati, penumpang masih bisa menyeberang dari kapal ke daratan. Tapi, kapal tidak hanya mengangkat penumpang tapi juga mengangkut sepeda motor. ‘’Cukup payah juga kita menurunkan dan menaikkan sepeda motor dari dan ke kapal,’’ ujarnya. Saat ini ada 14 kapal kayu yang melayani rute pelabuhan Ajibata ke pelabuhan Tomok dengan tarif Rp 8.000 untuk
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
infoHUBDAT 15
orang dan Rp 10.000 untuk sepeda motor. Dalam satu hari, kapal kayu yang memiliki kapasitas hingga 100 orang penumpang, bisa melayani 14 trip. Yang harus mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian Perhubungan adalah, baik kapal kayu maupun kapal motor, hanya memiliki sedikit life jacket maupun pelampung bundar sebagai alat keselamatan. Kapal kayu dan kapal motor juga tidak dilengkapi dengan alat komunikasi yang terhubung dengan radio pantai. ‘’Kita tidak punya radio komunikasi yang terhubung dengan syahbandar maupun petugas pelabuhan. Untyuk komunikasinya, kita cukup pakai handphone saja,’’ ujar Bakara.
Tidak hanya dermaga pelabuhan yang mendapat perhatian dari Kementerian Perhubungan saja tetapi juga sektor Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Misalnya peningkatan perlengkapan seperti jumlah rambu-rambu menuju obyek wisata Danau Toba dan guard-rail demi keselamatan dikarenakan kondisi jalan di sekeliling Danau Toba yang kecil dan berkelok-kelok.
Seperti disampaikan Kuasa Pengguna Anggaran Satker wilayah Sumatera Utara, Sano Michael, pihaknya sudah melakukan inventarisasi ruas-ruas jalan mana saya yang perlu dilengkapi atau ditambah rambu-rambu lalu lintas,
termasuk pembuatan marka jalan. Ada beberapa titik di wilayah wisata yang sudah dilakukan penambahan sejumlah rambu lalu lintas, khususnya di lokasi- lokasi yang cukup berbahaya seperti di jalan berkelok dan menurun. Misalnya dari wilayah Brastagi menuju Pulau Samosir yang harus melalui jalan sempit dan turunan tajam. Untuk penerangan jalan yang juga banyak dikeluhkan masyarakat terutama saat jalan malam hari, Sano mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan penambahan lampu penerangan. ‘’Tapi lebih utama ketersediaan marka jalan dan rambu jalan,’’ tukas Sano.
Mengenai kondisi pelabuhan yang cukup memprihatinkan, Sano mengatakan, seperti disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, pemerintah pusat sudah berkomitmen
membangun pelabuhan-pelabuhan baru di sejumlah titik. Namun untuk program jangka pendek, yang dilakukan adalah perbaikan dermaga dan pelabuhan, untuk menjamin keselamatan.
Disamping untuk mempermudah mobilitas wisatawan menuju obyek wisata akan dilakukan sinkronisasi jalur trayek bus dengan jadwal penerbangan pesawat udara dari Bandara Silangit. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengajukan 10 bus besar, yang akan melayani rute Bandara Silangit- Parapat, Bandara Silangit-Tarutung dan Bandara Silangit- Teluk Sanggo. Plt. Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komuikasi Sumatera Utara Darwin Purba mengatakan, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi menyatakan kesanggupannya untuk merawat dan mengoperasikan bus tersebut, serta mengalokasikan dana untuk subsidi pengoperasiannya. (*)
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komuikasi Sumatera Utara Darwin Purba
Sano Michael, Kuasa Pengguna Anggaran Satker Sumatera Utara
infoHUBDAT16
Danau Toba Kian Dekat dari Jakarta Guna menunjang pengembangan
pariwisata Danau Toba, perlu ditunjang dengan sarana dan
prasarana yang memadai. Karena yang akan berkunjung ke pariwisata Danau Toba bukan hanya wisatawan lokal, melainkan juga wisatawan nusantara bahkan wisatawan mancanegara.
Untuk mencapai lokasi pariwisata Danau Toba, bisa diakses melalui jalur udara. Kalau sebelumnya untuk mencapai Danau Toba melalui bandara Kuala Namu (KNO) dan dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 5-6 jam, kini setelah Bandara Silangit (DTB) di Tapanuli Utara di buka, untuk tiba di Danau Toba hanya dbutuhkan tambahan waktu melalui perjalanan darat selama 30 menit saja. Garuda Indonesia sudah menerbangi rute Bandara Soekarno Hatta (Jakarta) – Bandara Silangit (Tapanuli Utara), pulang-pergi (PP). Penerbangan komersial ini mulai melayani penumpang terhitung sejak 23 Maret 2016 lalu sebanyak 3 kali seminggu. Garuda Indonesia menggunakan pesawat Bombardier CSJR-100.
Selain Garuda, Sriwijaya Air menjadi maskapai yang terbang ke bandara Silangit berikutnya. Maskapai ini mulai melayani penerbangan sejak 26 April 2016 lalu, dan akan terbang setiap hari dari Bandara Internasional Soekarno- Hatta (Jakarta) ke Bandara Silangit Tapanuli Utara dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500.
Maskapai yang juga membuka rute ke Bandara Silangit yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (persero) adalah Wings Air. Anak perusahaan dari maskapai Lion Air Group ini menerbangi rute pendek, yaitu dari Bandara Kuala Namu (Medan) ke Bandara Silangit. Kedua bandara itu berada di provinsi Sumatera Utara.
Dengan adanya penerbangan langsung ke jantung Danau Toba, tentunya akan sangat mempermudah wisatawan datang ke tempat wisata bertaraf internasional, mengingat akses ke tempat wisata terbesar di Sumatera Utara ini terbilang masih minim.
Penerbangan langsung ke Bandara Silangit sangat memangkas waktu. Sebelumnya untuk menuju lokasi wisata Danau Toba, hanya bisa melalui jalur darat. Dari Bandara Kuala Namu di Deli Serdang maupun dari Kota Medan, memakan waktu tempuh antara 5-6 jam. Dengan dibukanya rute penerbangan
ini maka dari Jakarta ke Silangit hanya membutuhkan waktu 1jam 50 menit, dan 30 menit dari bandara Silangit ke Danau Toba.
PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Silangit langsung bergerak cepat. Landasan pacu (runway) ditambah panjangnya dari sebelumnya panjang 2.400 meter dengan lebar 30 meter, menjadi 2.650 meter dan lebar 40 meter. Landasan juga dipertebal dari 32 cm menjadi 42 cm. Apron juga diperluas menjadi dimensi 140 x 300 meter persegi dengan jumlah parking stand untuk 4 pesawat. Dengan perpanjangan runway, Bandara Silangit kini mampu menopang pesawat besar seperti Boeing 737-800.
Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara PT Angkasa Pura II, Ituk Herarindri mengatakan, selain mengembangkan sisi udara, sisi darat yakni terminal bandara dengan kota DTB ini juga dibenahi. Terminal yang semula hanya memiliki luas 500 meter akan dikembangkan menjadi 1.706 meter sehingga mampu menampung 100.000 penumpang per tahun. Pada sisi darat, pembangunan gedung terminal akan mengedepankan kearifan lokal, dan disempurnakan dengan desain corak Ulos pada sisi-sisi bangunan.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumatera Utara Darwin Purba mengatakan, awalnya jumlah penumpang di bandara
info HUBDAT Berpikir Jernih Membangun Transportasi Darat
infoHUBDAT 17infoHUBDAT17
Silangit setiap bulannya hanya 1.000 penumpang. Sejak maskapai membuka rute ke bandara Silangit kini setiap bulannya mencapai 18.000 penumpang.
Dengan dijadikannya Danau Toba sebagai tujuan wisata internasional, Darwin yakin, target 100.000 jumlah penumpang yang datang dan pergi dari bandara Silangit tidak lagi menjadi kendala. Apalagi beberapa maskapai juga sudah merencanakan untuk membuka penerbangan dari sejumlah destinasi.
‘’Dengan dukungan pemerintah pusat, dan dibentuknya badan khusus yang mengelola pariwisata Danau Toba, saya yakin, ke depan ratusan ribuan orang akan mengunjungi Danau Toba. Tinggal bagaimana kita mengemas dan menjualnya,’’ ujar Darwin. (*)
Runway Bandara Silangit Sumber: http://www.beritasimalungun.com/2012/04/bandara-silangit-bakal-jadi-bandara.html
Bentuk Dukungan Pusat untuk Pariwisata Danau Toba
Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara dijadikan tujuan wisata kelas dunia. Untuk itu Presiden
Joko Widodo pada 1 Juni 2016 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT).
Pembentukan BOPKPDT bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba. Selain itu juga dibutuhkan pengaturan secara khusus, guna menyatukan pelaksanaan kewenangan pengelolaan kawasan. Sesuai Pasal 1 ayat 2 Perpres No 49 Tahun 2016, BOPKPDT berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Berdasarkan susunan organisasi, Otorita Dana Toba ini terdiri atas Dewan Pengarah dan Badan Pelaksana. Dewan Pengarah mempunyai tugas: a) Menetapkan kebijakan umum, memberikan arahan, melakukan pengendalian dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kawasan Danau Toba; b) Mensinkronkan kebijakan Kementerian/ Lembaga dan Pemerintahan Daerah mengenai pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kawasan Danau
Toba. c) Memberikan petunjuk pelaksanaan kepada Badan Pelaksana mengenai pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kawasan Danau Toba; dan d) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan
kawasan Danau Toba yang dilakukan oleh Badan Pelaksana. Sementara itu Dewan Pengarah terdiri atas: a. Ketua merangkap Anggota: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman; b. Ketua Pelaksana Harian merangkap Anggota: Menteri Pariwisata;
Perpres No. 49 Tahun 2016
infoHUBDAT18
Rakor Tindak Lanjut Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (Sumber: http://img1.beritasatu.com/data/media/images/large/661452496353.jpg)
tugas Dewan Pengarah dapat dibantu oleh Kelompok Ahli.
Badan Pelaksana, menurut Perpres ini, merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata. Susunan organisasi Badan Pelaksana itu terdiri atas: a. Kepala; b. Pejabat Keuangan; dan c. Pejabat Teknis, sebagaimana dimaksud Pasal 9 ayat (4) Perpres Nomor 49 Tahun 2016, diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Pariwisata atas persetujuan Dewan Pengarah. Kepala Badan Pelaksana, diangkat untuk masa jabatan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk paling lama 1 (satu) kali masa jabatan.
Badan Pelaksana wajib menyusun: a. Rencana Induk Pembangunan Kawasan
Pariwisata Danau Toba untuk jangka waktu 25 tahun, yaitu tahun 2016-2041; dan b. Rencana Deatil Pengembangan dan Pembangunan 5 (lima) tahunan Kawasan Pariwisata Danau.
Rencana Induk dan Rencana Detail itu diusulkan Badan Pelaksana melalui Menteri Pariwisata kepada Dewan Pengarah paling lambat 3 (tiga) bulan sejak Badan Pelaksana terbentuk. BOPKPDT melaksanakan selama 25 tahun dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2041, dan dapat diperpanjang, sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016, yang mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu 13 Juni 2016.
Pemerintah Daerah (Pemda) setempat juga sudah menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan Danau Toba sebagai tempat pariwisata bertaraf internasional.
Tujuh Kepala Daerah, yakni Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Bupati Simalungun JR Saragih, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, dan Bupati Dairi KRA Sitohang Adinegoro. Telah sepakat sepakat mendukung penuh terbitnya Perpres BOPKPDT serta terlibat aktif dalam terlaksananya pembangunan pariwisata di Kawasan Strategis Nasional (KSN) Danau Toba. (*)
c. Anggota: 1. Mendagri, 2. Menteri PPN/Kepala Bappenas, 3. Menteri Keuangan, 4. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 5. Menteri Agraria/ Kepala BPN, 6.Menteri PUPR, 7. Menteri Perhubungan, 8 Menteri Kelautan dan Perikanan, 9. Menteri ESDM, 10. Menteri Ketenagakerjaan, 11. Menteri PANRB, 12. Kepala BKPM, 13. Sekretaris Kabinet, dan 14. Gubernur Sumatera Utara.
Menurut Perpres ini, dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Dewan Pengarah dibentuk Sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris, dan dijabat oleh Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman. Selain itu, dalam mendukung kelancara pelaksanaan
infoHUBDAT18
info KESELAMATAN
Oleh: Ririn Scorviyanti, S.Pd., M.Mtr. Staf pada Direktorat Pembinaan Keselamatan
Berjalan kaki adalah kegiatan yang paling sering dilakukan oleh semua orang. Selain tidak mengeluarkan
biaya sama sekali, berjalan kaki juga dapat menyehatkan tubuh dan memiliki kontribusi besar dalam mengurangi polusi udara yang berasal dari kendaraan khususnya di kota-kota besar misalnya di Kota Jakarta. Di Indonesia, khususnya di daerah dimana masih minimnya sarana dan prasarana transportasi, berjalan kaki merupakan pilihan utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Seperti pengguna jalan lain, pejalan kaki merupakan bagian penting dari sistem manajemen transportasi suatu kota. Sistem tersebut hanya dapat dikatakan berjalan baik apabila mampu mengakomodasi, tidak hanya kendaraan atau alat transportasi umum, tapi juga semua bentuk mobilitas pejalan kaki. Namun demikian, pejalan kaki mempunyai tingkat resiko cukup tinggi
untuk mengalami hal tidak terduga dijalan.
Menurut data kepolisian Republik Indonesia pada tahun 2015 sekitar 74 orang di Indonesia meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Sedangkan untuk pejalan kaki, sebagian besar korban kecelakaan berada pada usia rentan yaitu usia anak-anak (5 s/d 9 tahun) dan usia lanjut (70 s/d 74 tahun). Hal ini sangatlah memprihatinkan. Oleh karena itu, pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan melakukan upaya dalam rangka meminimalisir faktor resiko pejalan kaki dijalan.
Dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 khususnya pasal 131, pejalan kaki mempunyai hak yaitu: 1. Pejalan kaki berhak atas keterse-
diaan fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain.
2. Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang ja- lan di tempat penyeberangan.
3. Dalam hal belum tersedia fasilitas se- bagaimana dimaksud diatas pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan dirinya.
Sedangkan didalam pasal 132, dijelaskan mengenai kewajiban pejalan kaki, yaitu: 1. Pejalan Kaki wajib :
• Menggunakan bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki atau jalan yang paling tepi: atau
• Menyeberang di tempat yang telah di tentukan.
2. Pejalan kaki wajib memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. 3. Pejalan kaki penyandang cacat harus mengenakan tanda khusus yang jelas dan mudah dikenali pengguna jalan lain.
Lalu untuk mewujudkan keselamatan pejalan kaki, maka pemerintah perlu membangun fasilitas pejalan kaki berupa : a. Trotoar
Trotoar adalah adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki, pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan.
b. Penyeberangan sebidang Penyeberangan sebidang adalah adalah tempat penyeberangan di jalan yang dilengkapi dengan marka.
c. Penyeberangan sebidang dengan sinyal Penyeberangan sebidang dengan sinyal adalah empat penyeberangan pejalan kaki yang dilengkapi dengan tombol permintaan untuk menyeberang.
d. Penyeberangan di persimpangan Penyeberangan di persimpangan adalah adalah tempat penyeberangan
infoHUBDAT20
di persimpangan yang dilengkapi dengan marka.
e. Jembatan Penyeberangan Orang Jembatan Penyeberangan Orang merupakan dari fasilitas penyeberangan kaki pejalan kaki tidak sebidang dengan jalan. Fasilitas ini disediakan bila arus lalu lintas kendaraan dan penyeberang yang cukup tinggi.
Trotoar merupakan jalur pejalan kaki. Apabila tidak tersedia trotoar maka pejalan kaki dapat menggunakan tepi jalan sebagai jalur untuk berjalan kaki. Sedangkan jalur pejalan kaki untuk tuna netra adalah jalur yang ditandai dengan garis kuning dan tonjolan pada trotoar diperuntukkan untuk penyandang cacat (tuna netra).
Jika kita berjalan di tepi jalan yang tidak terdapat trotoar, sebaiknya berjalan melawan arus kendaraan. Hal ini perlu dilakukan agar pejalan kaki dapat mengantisipasi bahaya didepannya.
Aktivitas berjalan kaki juga tidak lepas dari kegiatan menyeberang. Maka apabila hendak menyeberang, pejalan kaki harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
• Selalu menggunakan tempat penye- berangan yang selamat seperti pe- nyeberangan zebra, jembatan penye- berangan, penyeberangan berlampu
atau terowongan pejalan kaki. • Bila tidak tersedia tempat penye-
berangan, carilah tempat yang sela- mat untuk menyeberang
• Pilih ruas jalan yang lurus sehingga akan mudah terlihat oleh pengen- dara yang akan lewat, apabila me- nyeberang di daerah tikungan/tanjan- gan/turunan akan sulit untuk melihat/ terlihat oleh pengendara yang akan lewat
• Hindarilah menyeberang di tempat- tempat yang berbahaya seperti di- antara dua kendaraan yang sedang diparkir, di lereng atau di tanjakan, terhalang oleh tanaman atau benda sehingga sulit bagi pengendara un- tuk dapat melihat penyeberang, cari tempat menyeberang yang selamat dimana pengendara bisa melihat pe- nyeberang dengan jelas.
• Berhenti sejenak di tepi jalan di tem- pat yang dapat melihat ke segala arah agar dapat mengetahui kend- araan yang datang.
• Lihat lalu lintas di sekitar dan dengar- kan, lalu lintas kendaraan dapat dari
arah kanan maupun kiri. Dengarkan dengan baik, karena seringkali kita mendengar suara kendaraan sebe- lum melihatnya.
• Jika terdapat kendaraan yang melin- tas, biarkan lewat terlebih dahulu, jan- gan menyeberang jika tidak terdapat gap / celah (jarak antar kendaraan) yang cukup untuk menyeberang.
• Apabila telah tersedia gap / celah yang cukup mulailah menyeberang dengan hati-hati jangan berlari. Tetap perhatikan dan dengarkan lalu lintas kendaraan, terkadang ada kendaraan yang tidak terlihat atau mendekat se- cara tiba-tiba.
Saat ini, dalam rangka meningkatkan keselamatan pejalan kaki khususnya usia sekolah, pemerintah telah membuat program pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dan telah dikeluarkan peraturan baru mengenai pembangunan ZoSS tersebut baik dari segi ukuran karpet ZoSS, materi pengecatan, dan fasilitas lainnya disekitar ZoSS.
Apabila pejalan kaki menggunakan fasilitas pejalan kaki dengan tertib dan benar, diharapkan angka kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki akan berkurang. Sehingga tingkat keselamatan yang diharapkan dapat tercapai. (*)
Jalur pejalan kaki untuk tuna netra adalah jalur yang ditandai dengan garis kuning dan tonjolan pada trotoar diperuntukkan untuk penyandang cacat (tuna netra). Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/ konten/uploads/2014/10/buta.jpg
infoHUBDAT 21
PENINGKATAN KESELAMATAN Oleh: Bambang Hermanto, M.Sc
Kepala Seksi Inspeksi dan Penanganan Keselamatan
Perlintasan sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Lokasi ini
merupakan lokasi yang sangat berpotensi terjadinya kecelakaan. Perlintasan sebidang merupakan fenomena yang sangat unik dibidang transportasi, sebab masing-masing moda (moda jalan dan moda kereta api) tersebut memiliki sistem prasarana yang berbeda serta sarana yang dioperasikan dengan sistem yang berbeda juga. Dari kedua moda transportasi tersebut masing-masing memiliki undang-undang tersendiri, dari sisi pengelola dan penanggung jawab berbeda juga. Apabila kedua moda
transportasi dengan karakteristik yang berbeda tersebut bertemu pada satu titik (level crossing), maka daerah tersebut memiliki resiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan.
Tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang menimbulkan kerugian jiwa maupun materi. Selain itu, di lain pihak, kerugian juga dialami oleh para pengguna lalu-lintas jalan. Kerugian itu berupa tundaan (delay) yang menimbulkan kerugian cukup besar bagi pengguna jalan, baik kerugian akibat bertambahnya waktu perjalanan yang ditempuh oleh pengguna jalan dimana
kendaraannya akan berhenti sehingga menimbulkan antrian kendaraan di pintu perlintasan sebidang maupun kenyamanan pengguna jalan dalam berlalu lintas akibat perubahan geometrik jalan yang diakibatkan oleh rel kereta api. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap kondisi rambu, marka, sistem peringatan di pintu perlintasan sebidang agar berkurangnya kemungkinan terjadinya kecelakaan di pintu perlintasan sebidang.
Kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api dengan jalan jalan cenderung tiap tahun meningkat, penyebab utama
infoHUBDAT 21
info HUBDAT Berpikir Jernih Membangun Transportasi Darat
merebaknya perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang berada di jalan negara, provinsi dan kabupaten, tidak terkecuali perlintasan di daerah pedesaan yang tidak resmi semakin marak. Selain itu tidak kalah pentingnya faktor manusia pengguna jalan yang menerobos pintu perlintasan, tanpa memperdulikan tanda bahwa kereta api akan lewat, walaupun secara jelas pintu perlintasan sudah atau sedang ditutup.
Jika dilihat dari gambaran di atas, menunjukkan bahwa penanganan perlintasan sebidang sangat mendesak. Untuk mengetahui bagaimana penanganan yang tepat, tentu kita harus mengetahui permasalahan yang ada di perlintasan sebidang.
ANALISIS PENANGANAN PERLIN- TASAN SEBIDANG Penanganan perlintasan sebidang jika ditinjau dari sisi keselamatan sangatlah mendesak. Tapi metode penanganan memerlukan suatu mekanisme dan terobosan, sehingga penanganan akan efektif dan efisien. Untuk itu yang menjadi parameter dalam penanganan keselamatan adalah pendekatan potensi kecelakaan.
1. Analisis Potensi Kecelakaan pada Perlintasan sebidang Berdasarkan data kecelakaan bahwa perlintasan sebidang memiliki potensi yang tinggi terjadinya kecelakaan apabila tidak dijaga meskipun sudah terdapat rambu-rambu peringatan atau larangan pada perlintasan sebidang tersebut. Sedangkan perlintasan sebidang yang dijaga tingkat kecelakaan menjadi menurun atau menjadi nol (0). Meskipun perlintasan sebidang yang sudah dijaga memiliki nilai rendah terhadap kecelakaan namun potensi dan resiko kecelakaan masih tetap ada.
a. Potensi/Resiko Kecelakaan Berdasarkan Perilaku Pengendara Perilaku pengendara yang melintasi perintasan sebidang, pada saat kereta akan melintasan atau pun pada saat tidak ada kereta yang akan melintas dapat di katagorikan sebagai berikut: 1) Patuh Patuh dalam hal ini rata-rata pengendara mengindahan peringatan yang ada pada perlintasan sebidang, dengan :
a) Berhenti ditempat yang tepat b) Mengurangi kecepatan pada saat melintasi perlintasan sebidang c) Tidak menerobos palang perlintasan d) Mengindahkan rambu-rambu yang ada
2) Tidak patuh Tidak patuh dalam hal ini pengendara tidak mengindakan peringatan pada perlintasan sebidang, dengan : a) Tidak berhenti ditempat yang tepat b) Tidak mengurangi kecepatan pada saat melintasi perlintasan sebidang c) Menerobos palang perlintasan d) Tidak mengindahkan rambu-rambu yang ada.
Perilaku pengendara yang melintasi perlintasan sebidang, berdasar fakta di lapangan, hampir semua perilaku pengendara tidak patuh. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya pengendara yang menerobos perlintasan sebidang pada saat kereta akan melintas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1. Perilaku pengendara seperti ini sangat sulit untuk dirubah, karena merupakan kepribadian individu masyarakat. Himbauan baik berupa suara dan rambu tidak cukup untuk menyadarkan mereka menjadi patuh berlalu lintas selama
Gambar 1. Perilaku Pengendara
masih ada cela untuk melanggar atau melakukan ketidakpatuhan tersebut. Sikap dan karakteristik masyarakat seperti ini diperlukan konsep penanganan yang khusus yakni dengan tidak memberi celah dan memaksa masyarakat untuk patuh berlalu lintas.
b. Potensi/Resiko Kecelakaan Berdasarkan Tingkat Kemacetan Tingginya frekwensi kereta api melintas dan Volume kendaraan akan sebanding dengan tingginya potensi dan resiko kecelakaan pada perlintasan sebidang. Berdasarkan ketentuan umum Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.770/KA.401/DRJD/ 2005 tentang Pedoman Teknis Perlintasan Sebidang Antara Jalan Dengan Jalur Kereta Api ketentuan mengenai perlintasan sebidang sebagai berikut: 1) Jumlah kereta api yang melintas pada lokasi tersebut sekurang-kurangnya 25 kereta/hari dan sebanyak-banyaknya 50 kereta /hari; 2) volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebanyak 1.000 sampai dengan 1.500 kendaraan pada jalan dalam kota dan 300 sampai dengan 500 kendaraan pada jalan luar kota; atau 3) hasil perkalian antara volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) dengan frekuensi kereta api antara 12.500 sampai dengan
infoHUBDAT 23
Hasil Kali LHR dan Frekuensi (smpk)
Provinsi Jawa Tengah 1 Jl Tol Pejagan 1560 74 115.440 2 Jl Sokarno Hatta 1440 81 116.640 3 Jl. Printis Kemerdekaan 1080 125 135.000 4 Jl R. Hakim 1200 94 112.800 5 Jl Damyak 1200 88 105600 6 Jl Slamet 1560 78 121680 Provinsi Jawa Timur 1 Jl Panglima Sudirman 1920 61 117.120 2 Jl Jasa Agung Suprapto 2040 62 126.480 3 Jl. Raya Bojonegoro 1080 51 55080 4 Jl. Borneo 1080 40 43200 5 Jl Manginsidi 1200 52 62400 6 Jl Pasar Duduk 1680 60 100.800
Gambar 2. Grafik Area Perlintasan Sebidang Berdasarkan Frekuensi Kereta Per Hari dan Volume Harian Lalu Lintas Rata-Rata
Gambar 3. Kemacetan Perlintasan pada Saat Kereta akan Melintas
Sumber : Hasil Analisis
35.000 smpk. maka harus ditingkatkan menjadi perlintasan tidak sebidang.
Namun pada kenyataanya, frekuensi kereta api dan LHR volume lalu lintas pada saat ini misalnya di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah melebihi ketentuan umum yang ada. jika ber- dasarkan ketentuan umum diatas maka perlintasan sebidang yang ada di Provin- si Jawa Tengah dan Jawa Timur merupa- kan perlintasan yang harus ditingkatkan menjadi perlintasan tidak sebidang.
Berdasarkan hasil perhitungan dan standar ketentuan umum diatas, dimana hasil perkalian antara volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) dengan frekue- nsi kereta api antara 12.500 sampai de- ngan 35.000 smpk maka harus ditingkat- kan menjadi perlintasan tidak sebidang. Hasil perhitungan menunjukan nilai yang sangat jauh dari ketentuan umum yang berlaku sehingga perlintasan prioritas di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur termasuk dalam kategori perlin- tasan yang harus menjadi perlintasan tidak sebidang. Potensi/resiko kecelakaan tidak hanya dapat dilihat dari pertemuan Frekuensi dan LHR pada suatu perlintasan sebi- dang. Meskipun Frekuensi kereta api ren- dah tetapi volume lalu lintas atau LHR pa- dat dan macet potensi/resiko kecelakaan masih tetap tinggi. Hal ini dikarenakan kemacetan yang terjadi pada perlintasan sebidang dapat menyebabkan potensi kecelakaan, yang disebabkan sulitnya penutupan pintu perllintasan, dan kenda- raan yang terjebak pada perlintasan se- bidang berpotensi terjadinya kecelakaan.
Pada Gambar 3. menerangkan kondisi lalu lintas yang macet pada perlintasan
Tabel 1. Tingkat Lalu Lintas dan Frekuensi Kereta Api
infoHUBDAT24
2. Pemasangan Rambu-Rambu Pemasangat rambu perlintasan yang baik dan perawatan yang baik sangat diperlukan, Hal ini dikarenakan rambu merupakan pemberi informasi awal bagi pengendara lalu lintas tentang adanya perlintasan sebidang yang akan mereka lalui. Dengan adanya rambu-rambu yang baik diharapkan pengendara dapat me- matuhinya sehingga tingkat resiko ke- celakaan di perlintasan menjadi rendah. 3. Menutup Perlintasan sebidang Penutupan perlintasan sebidang dapat dilakukan pada perlintasan-perlintasan dengan lebar jalan 1-2 meter yang me- miliki Jarak antar perlintasan Kurang dari 800 Meter. Hal ini tentunya dibarengi dengan rencana pembangunan alternatif jalan bagi masyarakat untuk melintas.
4. Memaksa Pengendara Untuk Patuh Akan sulit untuk membuat masyarakat menjadi patuh dalam mengendara, hal ini dikarnakan patuh dan tidak patuh tim- bul dari kepribadian dan individual mas- ing-masing orang. Untuk itu dibutuhkan Konsep yang memaksa pengendara un- tuk patuh. Konsep yang dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti, dengan menutup pintu perlintasan secara penuh, sehingga tidak ada celah pengendara untuk menerobos. Selain itu median ja- lan yang panjang sehingga pengendara berada pada posisi yang seharusnya pada saat penutupan pintu perlintasan.
5. Memperbaiki Jalan dan Tinggi Rel Terhadap Jalan Jalan yang baik adalah jalan dengan gra- dian rel terhadap jalan yang rendah. Hal ini akan mengurangi resiko kecelakaan tunggal pengendara bermotor pada saat melintasi perlintasan sebidang. Konsep ini dapat di terapkan dengan memper- baiki tinggi jalan atau aspal terhdap rel hingga mencapi 0,5 cm.
sebidang, dan pada saat yang bersa- maan kereta akan melintas. Pada gam- bar dapat dilihat pada sebelah kanan palang pintu perlintasan sudah tertutup, sedangkan masih terdapat kendaran yang terjebak di tengah perlintasan se- bidang. Hal ini menyulitkan penjaga pintu perlintasan.
b. Potensi/Resiko Akibat Kelalaian Penjaga Pintu Perlintasan Efek yang ditimbulkan dari tingginya vol- ume lalu lintas adalah kelalaian dalam menjaga pintu perlintasan. Kelalaian da- pat menjadi potensi resiko kecelakaan
pada perlintasan sebidang, berdasarkan wawancara pada penjaga pintu perlin- tasan sebidang ditemukan informasi bah-
info HUBDAT Berpikir Jernih Membangun Transportasi Darat
No Lokasi Perlintasan Prioritas Tinggi Rel (cm) Keterangan
Provinsi Jawa Tengah
5 Jl. Dampyak 1 Lebih tinggi 0,5 cm
6 Jl Slamet 1,2 Lebih tinggi 0,7 cm
Provinsi Jawa Timur
2 Jl Jasa Agung Suprapto 0,7 Lebih tinggi 0,2 cm
3 Jl. Raya Bojonegoro 1 Lebih tinggi 0,5 cm
4 Jl. Borneo 1 Lebih tinggi 0,5 cm
5 Jl Manginsidi 0,5 Susuai standar cm
6 Jl Pasar Duduk 1 Lebih tinggi 0,5 cm
Tabel 2. Inventarisasi Tinggi Rel Terhadap Jalan
Sumber: Hasil Survey
Gambar 4. Contoh Penerapan Underpass
wa. penjaga pintu perlintasan terkadang menunda penutupan perlintasan dengan alasan, “Jika tidak demikian maka akan terjadi penumpukan lalu lintas yang akan menyebabkan kemacetan yang pan- jang”. Hal ini tidak dapat dibenarkan ka- rena beresiko jika terjadi keterlambatan dalam menutup pintu perlintasan akan menyebabkan terjadinya kecelakaan pada perlintasan sebidang tersebut.
c. Potensi/Resiko Kecelakaan Ber- dasarkan Tinggi Rel Terhdap Jalan Berdasarkan apa yang ada dalam Pera- turan Menteri Perhubungan Nomor: PM. 36 TAHUN 2011 Tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api Dengan Bangunan Lain, bah- wa jika pembangunan perlintasan sebi- dang maka permukaan jalan harus satu level dengan kepala rel dengan toleransi 0,5 cm. Akan tetapi pada kenyaataan tinggi rel terhadap jalan yang ada pada perlintasan sebidang masih ada yang memiliki tinggi lebih dari 0,5 cm yang da- pat dilihat pada Tabel 2.
KONSEP PERLINTASAN SEBIDANG Dengan potensi dan resiko kecelakaan tersebut dibutuhkan konsep-konsep pen- anganan sehingga tingkat kecelakaan semakin dapat diminimalkan.
infoHUBDAT 25
6. Mengurai Kemacetan Mengurai Kemacetan pada perlintasan sebidang merupakan hal yang perlu dan sangat penting untuk dilakukan dikar- nakan kemacetan berpotesi tinggi ter- jadinya kecelakaan pada perlintasan se- bidang, hal ini membutuhkan kajian lebih lanjut. Terkait dalam mengurai kemac- etan, dapat dilakukan dengan beberapa penanganan seperti : a. Rekayasa lalu lintas
Menjadikan jalan satu arah, melakukan buka tutup jalan atau melakukan pengalihan moda sesuai dengan karakteristik lokasi dan kondisi lalu lintas yang ada.
b. Pelebaran Jalan Pelebaran jalan dilakukan pada perlintasan yang memang memungkinkan untuk dilakukan pelebaran jalan.
c. Mengurangi Persimpangan Pada perlintasan sebidang biasanya di ikuti persimpangan-persimpangan di sekitar perlintasan sebidang baik yang besar maupun yang kecil, persimpangan-persimpangan ini dapat menjadi tundaan yang menyebabkan terjadinya kemacetan pada perlintasan sebidang. Dengan mengurai kemacetan resiko kelalaian penjaga perlintasan terkait penundaan waktu penutupan dapat dihindari.
7. Konsep Untuk Pejalan Kaki Aspek Pejalan kaki merupakan hal yang perlu di perhatikan dalam perlintasan sebidang dikaranakan perlintasan sebi- dang tidak hanya dilalui oleh kendaraan dan kereta api, namun pejalan kaki mer-
Gambar 5. Contoh penutupan pintu perlintasan
upakan bagian yang terkadang dilupa- kan. Untuk membuat pejalan kaki men- jadi nyaman dalam melintasi perlintasan sebidang diperlukan ruang untuk pejalan kaki. Ada pun konsep ruang untuk peja- lan kaki dengan membangun pedestrian jalan pada perlintasan sebidang seba- gai pemisah ruang pejalan kaki dengan kendaraan dan kereta api. Konsep terse- but sudah diterapkan disalah satu per- lintasan yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur hal ini dapat menjadi contoh bagi perlintasan lainnya. Untuk lebih je- lasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
DASAR REKOMENDASI Dasar rekomendasi dibentuk berdasar- kan kriteria jika dan mana jika perlintasan sebidang masih dapat dipertahankan. Penentuan kriteria perlintasan sebidang sebagai berikut: 1. Perintasan sebidang memiliki rekam
jejak tingkat kecelakaan yang rendah; 2. Tidak berada pada jalan dengan in-
tensitas kendaraan lalu lintas padat; 3. Tidak berada pada jalan dengan in-
tensitas pejalan kaki yang padat; 4. Selang waktu dan intensitas kereta
api melintas rendah diatas 1-2 jam sekali;
5. Berada pada jalan lurus dan datar; 6. Memiliki saran dan prasaran perlin-
tasan yang baik; 7. Memiliki Jarak Pandang yang baik
(masinis 500 meter dan kendaraan lalu lintas jalan 150 meter);
Sebaliknya perlintasan sebidang tidak diperbolehkan Jika: 1. Perintasan sebidang memiliki rekam
jejak tingkat kecelakaan yang tinggi; 2. Berada pada jalan dengan intensitas
kendaraan lalu lintas padat; 3. Berada pada jalan dengan intensitas
pejalan kaki yang padat; 4. Selang waktu dan intensitas kereta
api melintas tinggi; 5. Berada pada tikungan jalan; 6. Memiliki saran dan prasaran perlin-
tasan yang buruk; 7. Memiliki Jarak Pandang yang buruk
dengan terhalang banyak bangunan; 8. Memiliki jalur lebih dari dua.
PENUTUP Penanganan perlintasan sebidang meru- pakan penanganan yang memerlukan sifat kehati-hatian. Faktor teknis dan ma- nusia merupakan komponen yang perlu diperhatikan. Selain perbaikan teknis yang berkaitan dengan kondisi jalan dan perlengkapannya perlu juga diperhatikan perbaikan perilaku pengguna jalan. Un- tuk mencegah pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalulintas, perlu dilaku- kan perbaikan yang bersifat “memaksa”. Selain perbaikan di atas, hal yang tidak kalah penting adalah penegakan hu- kum, sebagai upaya memberikan efek jera bagi pelangga peraturan lalulintas. Dengan pendekatan tersebut diharapkan akan mampu menurunkan resiko potensi terjadinya kecelakaan. (*)
infoHUBDAT26
info SELINTAS KEMENHUB: ASPEK KESELAMATAN MENINGKAT UNTUK SELURUH MODA TRANSPORTASI
Pengawasan aspek keselamatan pada penyelenggaraan angkutan Lebaran di tahun 2016 secara umum menunjukan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data yang diperoleh sejauh ini, tingkat keselamatan relatif lebih baik untuk seluruh moda transportasi umum. Hasil tersebut tidak lepas dari kuasa Tuhan dan juga upaya dari seluruh jajaran Kementerian Perhubungan untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan pelayanan bagi para penumpang, khususnya pada arus mudik dan balik Lebaran kali ini.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo pada konferensi pers terkait perkembangan sementara arus mudik dan balik lebaran 2016 di Jakarta, Senin (13/7) bersama dengan para Direktur Jenderal di Kementerian Perhubungan.
Upaya tersebut, kata Sugiharjo, antara lain dengan melaksanakan uji kelaikan atau rampcheck pada seluruh moda transportasi yang menjadi kewenangan Kemenhub. “Lebaran tahun ini, kami melakukan ramp check untuk seluruh moda, jadi bukan lagi sampling, melainkan keseluruhan. Ini dimulai dari tanggal 6 Juni sampai dengan 24 Juni”, jelasnya.
Untuk melakukan ramp check, Sugohardjo menambahkan, petugas dari Kementerian Perhubungan diterjunkan ke lapangan dan bekerja tanpa mengenal libur, bahkan hingga saat ini. Hal ini semata-mata demi memastikan aspek keselamatan dan keamanan transportasi.
Dalam kesempatan tersebut, masing- masing Direktur Jenderal juga memaparkan perkembangan terkini penyelenggaraan angkutan Lebaran
di seluruh sektor moda pada arus balik hingga H+6.
Pada sektor angkutan jalan yang dipantau dari 48 terminal utama, hingga H+4 tercatat adanya penurunan penumpang sebesar 12,29 persen, yaitu dari 4.832.879 penumpang di tahun 2015 menjadi 4.239.043 penumpang di tahun 2016. Sementara, untuk angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) yang dipantau dari 7 lintas penyeberangan utama, juga terjadi penurunan penumpang yaitu sebesar 13,6 persen, dari 3.481.237 penumpang di tahun 2015 menjadi 3.023.237 penumpang di tahun 2016.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto menjelaskan, penurunan angka penumpang tersebut terjadi karena perpindahan penumpang ke moda transportasi lain, seperti kereta api dan pesawat. Ia menambahkan, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya selaku Dirjen Perhubungan Darat, dirinya harus memastikan bahwa sarana transportasi umum, khususnya bus AKAP dan kapal penyeberangan, jumlahnya dapat mencukupi sehingga tidak ada pemudik yang tidak terangkut. “Yang paling penting tidak ada lagi penumpang yang terlantar karena busnya tidak ada. Itu tidak terjadi lagi tahun ini”, imbuhnya.
Selain itu, Pudji juga mengapresiasi kegiatan angkutan mudik gratis yang dilakukan 11 perusahaan mitra kerja Kemenhub, karena telah membantu pemerintah dalam mengangkut pemudik dengan selamat dan aman.
Sementara pada angkutan laut yang dipantau dari 52 pelabuhan, jumlah penumpang yang naik pada periode H-18 hingga H+2 tercatat sebanyak 1.086.524 orang. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Tony Budiono menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi pelanggaran atas peraturan keselamatan. Sebagai contoh, ucapnya, di Pelabuhan Makassar sempat terjadi kelebihan penumpang pada salah satu kapal sehingga harus diturunkan. “Kita harus konsisten, tidak ada toleransi bagi siapa pun yang minta dispensasi di atas dispensasi. Kita turunkan penumpang dari kapal pun tidak timbul gejolak, karena kita informasikan akan ada kapal
yang mengangkut”, jelasnya.
Untuk sektor udara, Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo menerangkan, bahwa penumpang angkutan udara pada tahun ini mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu sekitar 14 persen dari prediksi awal sebesar 8 persen. “Ini sangat menggembirakan. Pertama, artinya perekonomian masyarakat membaik. Kedua, lebih terjamin ketepatan waktunya”. Sementara itu, dari 636 jadwal extra flight yang telah disetujui oleh Kemenhub, sejauh ini baru 330 yang terealisasi atau kurang dari 60%.
Suprasetyo juga mengungkapkan apresiasinya bagi para inspektur yang terus bekerja selama masa libur Lebaran demi menjalankan tugas pemeriksaan rampcheck pesawat di berbagai bandara. “Sampai hari ini pun mereka masih aktif inspeksi pesawat. Dan itu sangat efektif mengurangi delay yang disebabkan oleh persoalan teknis”, imbuhnya.
Sementara Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo menyatakan, hingga saat ini pelayanan kereta api dapat dilaksanakan dengan baik. Terdapat beberapa keterlambatan perjalanan kereta yang terjadi, namun hal tersebut masih dalam batas toleransi. “Masih dalam toleransi yang diijinkan sesuai dengan standar pelayanan minimum”, ucapnya.
Pelayanan Publik Sudah puaskah jajaran Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini? Sugihardjo mengatakan, bukanlah kapasitas Kemenhub untuk menjawab puas atau tidak puas. “Kembali pada tugas dan fungsi kami untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, baik dilakukan sendiri sesuai tupoksi Kemenhub maupun bersinergi dengan instansi terkait. Soal hasilnya bagaimana, kami kembalikan ke masyarakat untuk menilainya”, tutup Sugihardjo.
Peningkatan keselamatan, kapasitas dan kualitas pelayanan transportasi umum merupakan fokus kerja Kemenhub dalam upaya menyediakan transportasi umum yang andal, selamat, aman, terjangkau dan nyaman di Indonesia. (DES/BU/SR/ HP)
infoHUBDAT 27
JUMLAH KECELAKAAN BUS TAHUN INI MENURUN, INI PENYEBABNYA
PELAYANAN KELILING UJI BERKALA DAN SIM A UMUM UNTUK KESETARAAN DALAM PENEGAKAN ATURANJumlah kejadian kecelakaan yang
melibatkan bus pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2016 menurun cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Dari data Korlantas Polri terkait kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan pada Angkutan Lebaran 2016, mulai H-6 sampai dengan hari ini,Kamis (14/7), jumlah kecelakaan yang melibatkan bus sebanyak 148 kejadian kecelakaan. Jumlah tersebut menurun 41% dibanding tahun lalu, yaitu sebanyak 249 kejadian kecelakaan.
Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto pada jumpa pers “Perkembangan Terkini Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2016” di kantor Kemenhub, Rabu (13/7), ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah kecelakaan bus pada tahun ini. Faktor yang pertama yaitu adanya instruksi dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk melakukan pemeriksaan kelaikan atau ramp check secara menyeluruh terhadap bus-bus sebelum dan saat penyelenggaraan angkutan lebaran berlangsung.
“Kami melakukan ramp check terhadap bus-bus AKAP, yang menjadi tanggung jawab Kemenhub. Dari total 14.000 bus, kita berhasil melakukan ramp check sebanyak kurang lebih 10.000 bus AKAP,” jelas Pudji.
Pudji mengakui, tidak bisa melakukan ramp check ke 14.000 bus karena mengalami beberapa kendala. Salah
satu kendala menurut Pudji, disebabkan banyak bus-bus yang menghindari pemeriksaan petugas dengan tidak datang ke terminal, melainkan bersembunyi di pool-pool bus yang ada.
Sementara faktor lainnya yang menyebabkan menurunnya kecelakaan bus, yaitu karena menurunnya jumlah penumpang angkutan bus pada tahun ini. Tercatat, jumlah penumpang bus pada tahun ini sebesar hanya sekitar 4,2 juta orang, atau menurun 12,29% dibanding tahun lalu yang jumlah penumpangnya mencapai sekitar 4,8 juta orang.
Menurunnya jumlah penumpang, menurut Pudji disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, beralihnya penumpang ke moda kereta api dan pesawat udara yang pada tahun ini jumlah penumpangnya mengalami kenaikan. Selain itu, masih banyaknya masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan pribadi baik dengan mobil maupun sepeda motor.
“Selain itu, dari sisi keselamatan dan kenyamanan (angkutan bus) masih dianggap kurang. Hal tersebut juga mempengaruhi turunnya jumlah penumpang bus, “ ujar Pudji.
Menurut Pudji, masih kurangnya faktor keselamatan dan kenyamanan angkutan bus menjadi tantangan Ditjen Perhubungan Darat memperbaiki kondisi tersebut, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat menggunakan angkutan bus.
“Ke depan ini menjadi pekerjaan rumah perhubungan darat, bagaimana menjaga kelaikan angkutan bus secara optimal. Setelah itu terpenuhi, baru setelahnya kita atur kenyamanan melalui pengaturan SPM (Standar Pelayanan Minimal). Selain itu, terminalnya juga nanti akan ditata,” tutup Pudji.
Kementerian Perhubungan terus berupaya meningkatkan 3 (tiga) aspek yang menjadi fokus kerja Kemenhub yaitu, meningkatan keselamatan dan keamanan, kapasitas, serta kualitas pelayanan angkutan umum di semua moda, agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran kedepannya semakin baik. (RDL/BU/SR/HP)
Kementerian Perhubungan berkerjasama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan pelayanan Keliling Uji Berkala dan SIM A Umum bagi angkutan umum berbasis Teknologi dan Taksi Umum di Silang Monas yang berlangsung selama 2 ( dua) hari pada Tanggal 15 -16 Agustus 2016.
?Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 71 yang bertema “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Wujudkan Pelayanan Angkutan Umum Yang Prima dan Accountable” yang merupakan fokusKementerian Perhubungan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan di Silang Monas ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, Dirlantas Polda Metro Jaya Syamsul dan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta pengusaha angkutan berbasis teknologi informasi. Pelaksanaan kegiatan akan di bagi menjadi dua yaitu tanggal 15 Agustus 2016 yang akan di ikuti 99 taksi berbasis teknologi informasi dan tanggal 16 Agustus 2016 akan diikuti 100 ?Taksi Umum.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto, Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta yang serius mewujudkan kepedulian yang nyata kepada masyarakat dengan menggelar pelayanan Keliling Uji Berkala
infoHUBDAT28
untuk angkutan umum berbasis teknologi informasi juga taksi umum.
Menteri Perhubungan juga meminta kepada Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto untuk memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang akan melakukan Pelayanan Uji Berkala dan SIM A umum untuk angkutan umum berbasis teknologi informasi juga taksi Umum.
”Untuk kegiatan ini bisa berlanjut terus untuk memberikan ruang dan kemudahan kepada angkutan berbasis tekhnologi informasi, tapi juga tegas apabila tidak memenuhi aturan yang ada” tegas Budi KS kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto. (WK/ TH/SR/HP/DMS)
Program Pelopor Perubahan PO Bus Berkeselamatan dirancang untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik demi peningkatan kualitas keselamatan dan pelayanan bus kepada masyarakat. Program tersebut digagas oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
“Pada peringatan Hari Perhubungan Nasional tanggal 17 September 2016, kami akan launching para pelopor perubahan PO bus berkeselamatan,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar dalam seminar dengan tema “Membuat Bis Indonesia Wow: Pelopor PO Bus Berkeselamatan Nasional” di Kasablanka Mall Tower Jakarta, Jumat (2/9).
Pudji menyatakan bagi para PO bus yang siap melakukan perubahan, silahkan menjadi pelopor dengan kriteria mau berubah, mau turun ke lapangan, mau
info HUBDAT Berpikir Jernih Membangun Transportasi Darat
bertegur sapa, mau menerima saran, dan mau berbuat.
Dalam seminar yang dihadiri oleh puluhan perwakilan PO bus, asosiasi, akademisi tersebut, para peserta seminar menyampaikan banyak masukan kepada Kementerian Perhubungan terkait peningkatan keselamatan, keamanan, dan pelayanan bus dan terminal.
“Semua masukan dan keluhan sudah dicatat, kami pasti akan melakukan perbaikan,” janji Pudji.
Terkait dengan beberapa kejadian pelemparan batu ke bus yang terjadi di beberapa daerah, Pudji menyatakan bahwa kejadian pelemparan tersebut mungkin bermula dari sikap pengemudi bus tersebut sehingga harus melakukan perbaikan terhadap diri sendiri.
“Misalnya pengemudinya ngebut atau PO bus tersebut pernah mengalami kecelakaan, jadi masyarakat sekitar menandai PO tersebut dan melakukan pelemparan,” jelas Pudji.
Pudji menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian agar menindaklanjuti kejadian pelemparan tersebut.
Kementerian Perhubungan, lanjut Pudji, akan terus melakukan pengecekan bus serta meningkatkan kualitas pengecekan bus tersebut.
“Pada saat angkutan lebaran kemarin, setelah dilakukan pengecekan oleh Kementerian Perhubungan, banyak PO yang mengalami perbaikan. Dari situ, jumlah kecelakaan yang melibatkan bus mengalami penurunan sebesar 35%,” tegas Pudji.
Oleh karena itu, Pudji menambahkan, para PO bus ini harus terus berusaha
meningkatkan keselamatan agar tuntutan masyarakat menjadikan bus sebagai angkutan umum yang dicintai masyarakatnya dapat terwujud.
Pudji mengajak seluruh masyarakat agar turut berperan dalam peningkatan keselamatan.
“Setiap penumpang mempunyai peran penting untuk b