New Microsoft PowerPoint Document

Click here to load reader

download New Microsoft PowerPoint Document

of 34

  • date post

    11-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    264
  • download

    3

Embed Size (px)

description

aaa

Transcript of New Microsoft PowerPoint Document

  • OLEH :Ilhami RamadentaM.RidwanFlora RamadhaniRizky dwi uldianaYanu wardanaDIAGNOSA DEMAM

  • Pengaturan Suhu TubuhProduksi PanasDalam tubuh, panas diproduksi melalui peningkatkanBasal Metabolic Rate(BMR). Faktor-faktor yang dapat meningkatkanBMRantara lain: laju metabolisme dari semua sel tubuh; laju cadangan metabolisme yang disebabkan oleh aktivitas otot; metabolisme tambahan yang disebabkan oleh pengaruh tiroksin, epinefrin, norepinefrin dan perangsangan simpatis terhadap sel; metabolisme tambahan yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas kimiawi didalam sel sendiri.

  • Kehilangan PanasRadiasiKonduksiKonveksiEvaporasi

  • Konsep set-point dalam pengaturan suhu tubuhsemua mekanisme pengaturan temperatur yang terus-menerus berupaya untuk mengembalikan temperatur tubuh kembali ke tingkatSet-Point yaitu tingkat temperatur krisis, yang apabila suhu tubuh seseorang melampaui diatasset-pointini, maka kecepatan kehilangan panas lebih cepat dibandingkan dengan produksi panas, begitu sebaliknya.Sehingga suhu tubuhnya kembali ke tingkatset-point.Jadi suhu tubuh dikendalikan untuk mendekati nilaiset-point.

  • . Peranan Hipotalamus dalam pengaturan suhu tubuh.

  • Definisi DemamDemam sebagai suatu keadaan peningkatan suhu inti, yang sering (tetapi tidak seharusnya) merupakan bagian dari respons pertahanan organisme multiselular (host) terhadap invasi mikroorganisme atau benda mati yang patogenik atau dianggap asing oleh host. (International Union of Physiological Sciences Commission for Thermal Physiology)Secara patofisiologis : peningkatan thermoregulatory set point dari pusat hipotalamus yang diperantarai oleh interleukin 1 (IL-1).secara klinis : peningkatan suhu tubuh 1oC atau lebih besar di atas nilai rerata suhu normal di tempat pencatatan.

  • Tabel 1. Suhu normal pada tempat yang berbeda

    Tempat pengukuranJenis termometerRentang; rerata suhu normal (oC)Demam (oC)AksilaAir raksa, elektronik34,7 37,3; 36,437,4SublingualAir raksa, elektronik35,5 37,5; 36,637,6RektalAir raksa, elektronik36,6 37,9; 3738TelingaEmisi infra merah35,7 37,5; 36,637,6

  • Etiologi Demaminfeksi, vaksin, agen biologis (faktor perangsang koloni granulosit-makrofag, interferon dan interleukin), jejas jaringan (infark, emboli pulmonal, trauma, suntikan intramuskular, luka bakar)keganasan (leukemia, limfoma, hepatoma, penyakit metastasis), obat-obatan (demam obat, kokain, amfoterisin B),

  • gangguan imunologik-reumatologik (lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid),penyakit radang (penyakit radang usus)ganggguan endokrin (tirotoksikosis, feokromositoma)ganggguan metabolik (gout, uremia, penyakit fabry, hiperlipidemia tipewujud-wujud yang belum diketahui atau kurang dimengerti (demam mediterania familial).

  • Pola DemamTabel 2. Pola demam yang ditemukan pada penyakit pediatrik

    Pola demamPenyakitKontinyuDemam tifoid, malaria falciparum malignanRemittenSebagian besar penyakit virus dan bakteriIntermitenMalaria, limfoma, endokarditisHektik atau septikPenyakit Kawasaki, infeksi pyogenikQuotidianMalaria karena P.vivaxDouble quotidianKala azar, arthritis gonococcal, juvenile rheumathoid arthritis, beberapa drug fever (contoh karbamazepin)Relapsing atau periodikMalaria tertiana atau kuartana, brucellosisDemam rekurenFamilial Mediterranean fever

  • Demam kontinyu atau sustained fever ditandai oleh peningkatan suhu tubuh yang menetap dengan fluktuasi maksimal 0,4oC selama periode 24 jam. Fluktuasi diurnal suhu normal biasanya tidak terjadi atau tidak signifikan.

    Gambar 1.Pola demam pada demam tifoid (memperlihatkan bradikardi relatif)

  • Demam remiten ditandai oleh penurunan suhu tiap hari tetapi tidak mencapai normal dengan fluktuasi melebihi 0,5oC per 24 jam. Pola ini merupakan tipe demam yang paling sering ditemukan dalam praktek pediatri dan tidak spesifik untuk penyakit tertentu.

    Gambar 2. demam remitten

  • demam intermiten suhu kembali normal setiap hari, umumnya pada pagi hari, dan puncaknya pada siang hari (Gambar 3.). Pola ini merupakan jenis demam terbanyak kedua yang ditemukan di praktek klinis.

    Gambar 3.Demam intermiten

  • Demam septik atau hektik terjadi saat demam remiten atau intermiten menunjukkan perbedaan antara puncak dan titik terendah suhu yang sangat besar. Demam quotidiandisebabkan oleh P. Vivax, ditandai dengan paroksisme demam yang terjadi setiap hari.Demam quotidian ganda memiliki dua puncak dalam 12 jam (siklus 12 jam)

    Gambar 4. Demam quotidian

  • Undulant fever menggambarkan peningkatan suhu secara perlahan dan menetap tinggi selama beberapa hari, kemudian secara perlahan turun menjadi normal.

    Demam lama (prolonged fever)menggambarkan satu penyakit dengan lama demam melebihi yang diharapkan untuk penyakitnya, contohnya > 10 hari untuk infeksi saluran nafas atas.

    Demam rekuren demam yang timbul kembali dengan interval irregular pada satu penyakit yang melibatkan organ yang sama (contohnya traktus urinarius) atau sistem organ multipel.

  • Demam bifasik menunjukkan satu penyakit dengan 2 episode demam yang berbeda (camelback fever pattern, atau saddleback fever). Poliomielitis merupakan contoh klasik dari pola demam ini. Gambaran bifasik juga khas untuk leptospirosis, demam dengue, demam kuning, Colorado tick fever, spirillary rat-bite fever (Spirillum minus), dan African hemorrhagic fever (Marburg, Ebola, dan demam Lassa).

  • Relapsing fever dan demam periodik:Demam periodikditandai oleh episode demam berulang dengan interval regular atau irregular. Tiap episode diikuti satu sampai beberapa hari, beberapa minggu atau beberapa bulan suhu normal. Contoh yang dapat dilihat adalah malaria (istilah tertiana digunakan bila demam terjadi setiap hari ke-3, kuartana bila demam terjadi setiap hari ke-4) (Gambar 5.)dan brucellosis.

    Gambar 5. Pola demam malaria

  • Relapsing fever adalah istilah yang biasa dipakai untuk demam rekuren yang disebabkan oleh sejumlah spesies Borrelia (Gambar 6.)dan ditularkan oleh kutu (louse-borne RF) atau tick (tick-borne RF).

    Gambar 6.Pola demam Borreliosis (pola demam relapsing)

  • Patogenesis Demam

  • PirogenPirogen eksogenPirogen Mikrobial : Bakteri Gram-negatif, Bakteri Gram-positif, Virus, JamurPirogen endogen : Fagositosis, Kompleks Antigen-antibodi, SteroidPirogen EndogenInterleukin-1 (IL-1)Tumor Necrosis Factor(TNF)InterferonInterleukin-2 (IL-2)

  • Diagnosis Banding Demam Demam karena infeksi tanpa tanda lokal Demam karena infeksi disertai tanda lokal Demam disertai ruam Demam lebih dari tujuh hari

  • Demam karena infeksi tanpa tanda lokal

  • Tatalaksana Demam

  • Indikasi Pemberian AntipiretikIndikasi pemberian antipireti antara lain:Demam lebih dari 390 C yang berhubungan dengan gejala nyeri atau tidak nyaman, biasa timbul pada keadaan otitis media atau myalgiaDemam lebih dari 40,50 CDemam berhbungan dengan peningkatan kebutuhan metabolism. Keadaan undernutritiuon, penyakit jantung, luka bakar, atau pascaoperasi memerlukan antipiretikAnak dengan riwayat kejang atau delirium yang disebabkan demam

  • Alasan Pro dan Kontra Pemberian Obat Antipiretik

    Setuju penggunaan antipiretikMenolak penggunaan antipiretikDemam dapat merugikan atau membahayakanDemam adalah self-limited dan jarang serius, selama penyebab diketahui dan kehilangan cairan dapat diatasiDemam berbahaya karena dapat mengakibatkan kerusakan susunan saraf pusatKecuali hipertemia, demam diatur oleh hipotalamus dan tidak akan meningkat secara drasticMenentramkan kegelisahan orang tuaWaktu lebih baik dipakai untuk penyuluhan orang tua mengenai manfaat demam daripada menulis resep antipiretik

  • Resiko kejang demamAntipiretik mungkin tidak melindungi terhadap terjadinya kejang demam, karena kecepatan naiknya suhu lebih penting daripada tingginya suhu dalam proses terjadinya kejang demamMengurangi ketidaknyamanan dan gejala yang berhubungan dengan demam seperti nyeri otot, rasa kantuk, dan deliriumMenurunkan suhu dengan antipiretik memerluan aktivitas yang membutuhkan energy kinetic. Hal ini bertentangan dengan efek demam yang memerlukan istirahat dan memungkinkan energy ini digunakan untuk reaksi yang bermanfaay seperti pembentukan antibody.Demam dapat mempunyai pola karakteristik yang bermanfaat untuk menegakkan diagnosis. Antipiretik dapat mempengaruhi pila tersebut, demikian pula dengan pemberian antibody

  • Demam dapat mengakibatkan dehidrasiAntipiretik mempunyai efek samping yang kadang-kadang berakibat fatalDemam melindungi terhadap infeksi dan antipiretik dapat menghalangi seperti supresi respons antibody serum

  • Klasifikasi AntipiretikParacetamol (Aseraminofen)Efek Antipiretik Tiga Jam Setelah Pemberian Parasetamol

    Dosis (mg/kgBB)Penurunan suhu (0C) yang diharapkan (temperature awal >39,50C)50,3-0,410-151,2-1,4201,4-1,6

  • 2. Ibuprofen

    OrganDosis antipiretik (5-10 mg/kgBB)Dosis anti-inflamasi (20-40 mg/kgBB)Dosis lebih (>100 mg/kgBB)Saluran cernaMuntah,mual, nyeri perut, diareMuntah, mual, nyeri perut, diare, buang air besar berdarah, perdarahanNubtah, mual, nyeri perut, diare, buang air besar berdarah, perdarahanSistem susunan saraf pusatIritabel, nyeri kepala, agitasi, pusingIritabel, nyeri kepala, agitasi, pusingBingung, penglihatan kabur, nistagmus, kejang, komaKulitRuamRuamRuamSaluran kemihPeningkatan enzimPeningkatan enzimHatiPeningkatan enzimPeningkatan enzimSistem hemopoetikAgranulositosis, anemia hemolitikLain-lainHipertermia, penurunan fungsi dengarLupus eritematosus

  • 3. SalisilatIndikasi pemakaian aspirin:Sebagai antipiretik/ analgetik, aspirin tidak lagi direkomendasikan. Dosis 10-15 mg/kgBB memberikan efek antipiretik yang efektif. Dapat diberikan 4-5 kali/hari ol