MODUL - memotivasi orang lain, negosiasi, pembelajaran dan ... (mengenali bakat, manajemen...

download MODUL -    memotivasi orang lain, negosiasi, pembelajaran dan ... (mengenali bakat, manajemen konflik, mengatur dan mengenda-likan ... KOLABORASI

of 58

  • date post

    19-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of MODUL - memotivasi orang lain, negosiasi, pembelajaran dan ... (mengenali bakat, manajemen...

  • MODUL

    RANCANGAN PROGRAMKEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

    DENGAN PENDEKATAN DESIGN THINKING

    DisusunOleh:

    Dr. Dwi Purnomo, STP.,M.T.Dr. Denny Sobardini Sobarna, Dra.,M.S.

    Betty Dewi Sofiah, Ir.,M.S.

    Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan MutuUniveritas Padjadjaran

    2013

  • Kata Pengantar

    Pengembangan kurikulum bebasis kompetensi di tingkat pendidikan tinggi menjaditantangan tersendiri dimana diperlukan sebuah pemahaman komprehensif akan proses pembelajaran yang dilakukan seluruh elemen pembelajaran, seperti maha-siswa, dosen dan elemen-elemen lain. Selama ini perancangan kurikulum berbasis kompetensi yang dituangkan dalam rencana pembelajaran mengalami berbagai kendala dalam perumusannya, diantaranya adalah kurangnya pemahaman akanreasoning dan alasan filosofis yang kurang kuat atas metoda dan strategi pembelajaran yang dipilih. Hal tersebut menimbulkan berbagai kasus tumpang tindih baik tujuan, metoda ataupun kebutuhan mata ajar yang diajarkan. Penggunaan konsep Design Thinking yang didalamnya mengedepankan proses Discovery-Interpretation-Ideation- Experimentation-Creation ternyata mampu diterapkan dalam pola pengembangan dan pelaksanaan proses pembelajaran yang inovatif. Konsep ini dapat membantu mahasiswa untuk menguasai kompetensi yang ditentukan. Dalam pengembangan rencana program dan pembelajaran, konsep ini diturunkan dalam bentuk matriks yang menjelaskan secara sitematis. Dimulai dengan perumusan tujuan kompetensi, prosespengembangan kemampuan afektif, psikomotorik dan kognitif yang diinginkan,pengembangan metoda pembelajaran, rumusan raihan kompetensi per kelompok pertemuan mata kuliah hingga pencapaian utuh kompetensi yang diharapkan. Dengan konsep ini, proses pembelajaran melalui tahapan belajar kreatif yang mampu mencip-takan pemahaman keilmuan dan praktek yang lebih efektif.

    Tim PenulisDr. Dwi Purnomo, STP.,M.T.Dr. Denny Sobardini Sobarna, Dra.,M.S. Betty Dewi Sofiah, Ir.,M.S.

  • DAFTAR ISI

    BAB 1Pendahuluan 1

    BAB 2Design Thinking 2Faktor Kesuksesan Edukasi dan Pembelajaran 4Design Thinking dan Proses Pembelajaran dengan PBL 4

    BAB 3Pengembangan Rencana Program dan Pembelajaran

    Kreatif dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi 7

    BAB 4Rancangan Tugas Hasil Pembelajaran 15

    Pustaka 16

    Lampiran

    Format Isian RPKPS 17

    Contoh RPKPS Mata Kuliah Ergonomi 20

    Contoh RPKPS Mata Kuliah Pengembangan Produk 32

    Contoh RPKPS Mata Kuliah Manajemen Proyek Teknik 44

  • RANCANGAN PROGRAMKEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

    DENGAN PENDEKATAN DESIGN THINKING1

    Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Univeritas Padjadjaran 2013

    INDEX1

    BAB IPendahuluan

    Pengembangan perencanaan dengan kaidah Design Thinking ini muncul atas berbagai permasalahan yang timbul ketika sebuah kurikulum direncanakan tanpa dasar yang kuat dengan melibatkan berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan. Kurikulum berbasis kompetensi mengisyaratkan bermacam-macam kompetensi yang spesifik yang harus dicapai melalui proses pembelajaran yang baik. Kondisi yang di-inginkan perlu memlalui proses yang baik dan terencana, sehingga perlu dilakukan sebuah pendalaman dalam melakukan perencanaan pembelajaran agar kompetensi dapat terwujud dengan proses yang tepat dan reasoning yang tepat serta dapat dipetakan dengan jelas.

    Panduan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan kebudayaan mengenai proses pembuatan rencana pembelajaran memang telah cukup baik, namun di lapangan banyak ditemukan para dosen yang bingung bagaima-na menyusun sebuah rencana pembelajaran yang baik. Selama ini yang dominan sesuai dengan panduan adalah mengenai kompetensinya dan tidak secara sekuensial menerangkan bagaimana menerapkan berbagai proses yang tepat. Banyak pengajaratau dosen melakukan strategi pembelajaran yang kurang tepat dengan metoda pembelajaran yang tumpang tindih dengan tidak memperhatikan runutan kebutuhanpaling dasar hingga paling tinggi. Kondisi ini mengakibatkan pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan tahapan-tahapan yang dibutuhkan agar sasaran kompetensi diraih sepenuhnya diakhir pembelajaran. Dalam penyusunanrencana pembelajaran yang dirancang untuk mencapai kompetensi tersebut,dalam makalah ini akan dirancang sesuai dengan kaidah Design Thinking.

  • RANCANGAN PROGRAMKEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

    DENGAN PENDEKATAN DESIGN THINKING2

    Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Univeritas Padjadjaran 2013

    INDEX2

    BAB IIDesign Thinking

    Design Thinking adalah sebuah pola pemikiran dari kaca mata desainer yangdalam memecahkan masalahnya selalu dengan pendekatan human oriented. Dibeberapa negara, kaidah ini telah dikembangkan dalam berbagai bidang seperti duniabisnis, pengembangan produk, sosial, budaya, keputusan politik, kebijakan hinggaberbagai strategi jangka pendek dan jangka panjang. Design Thinking juga diterapkandalam bidang pendidikan, contoh yang populer adalah Design Thinking forEducators.

    Design Thinking mengkolaborasikan proses-proses sistematis yang berpusatpada manusia sebagai penggunanya melalui proses terencana sehingga menghasilkanperubahan perilaku dan kondisi yang sesuai harapan. Terdapat empat pilar dalamDesign Thinking, yakni pilar keseimbangan, kerangka berpikir, penguunaanalat/toolkits dan pola pendekatan (Glinski, 2012).

    Kesetimbangan merupakan pilar pertama dalam kaidah Design Thinking,konsep kesetimbangan akan kebutuhan digunakan untuk membuktikan bahwa sebuahinovasi harus dapat diselenggarakan dan dibuktikan dengan sebuah penciptaan.Dalam dunia bisnis, banyak reasoning dilakukan secara induktif, sedangkan caradeduktif sering digunakan untuk memprediksi kondisi di masa yang akan datang.Kondisi lain terjadi di dunia desainer, reasoning dilakukan secara abduktif untukmenemukan konklusi tanpa kebenaran eksplisit, sehingga yang perlu dilakukan adalahdengan menyeimbangkan kedua mazhab dan pemikiran di atas. Pilar kedua adalahadanya kerangka berpikir yang tepat. Dalam proses berinovasi dibutuhkan pencarianide-ide baru dengan melakukan penelitian, pola interaksi dan mempelajari mengenaiapa yang baru dan datang untuk menginformasikan untuk menghasilkan sebuahpersepi yang berpusat pada manusia (human-centered). Pada pilar yang ketiga adalahalat atau toolkit. Proses inovasi membutuhkan cara-cara baru dalammempresentasikan ide-ide. Banyak perancang melakukan berbagai cara sepertimenggambar, mengilustrasikan, membuat prototipe, proses bercerita, komunikasiverbal dan berbagai dokumentasi dilakukan untuk mempresentasikan ide. Dalamdunia nyata, hal-hal tersebut dilakukan dan dieksplorasi untuk dapatmengkomunikasikan ide dengan lebih efektif. Pilar yang terakhir adalah polapendekatan. Proses inovasi dapat menjadi proses organisasi yang sistematis, danDesign Thinking adalah sebuah proses bermain dan belajar yang menarik dan mampumenstimulasi pelakunya dengan sangat baik. Namun jika tanpa kerangka berpikir danberkegiatan yang baik maka proses inovasi tidak akan berjalan dengan baik.

  • RANCANGAN PROGRAMKEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

    DENGAN PENDEKATAN DESIGN THINKING3

    Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Univeritas Padjadjaran 2013

    INDEX3

    Dengan empat pilar tersebut, Design Thinking dapat melengkapi prosespembelajaran agar proses penguasaan kompetensi dapat berjalan lebih efektif denganpola pembelajaran yang menyenangkan dan menstimulasi mahasiswa untuk mampuberpikir secara kreatif dan kritis. Design Thinking yang didalamnya mengedepankanproses Discovery-Interpretation-Ideation-Experimentation-Creation ternyata dapatditerapkan dalam pola pengembangan dan pelaksanaan proses pembelajaran yanginovatif seperti diilustrasikan pada Gambar 1 berikut.

    Dalam konsep pembelajaran tradisional kecenderungan yang terjadi adalah polapembelajaran berbasis 1. Behaviorisme (mengerti dan mengingat) dimanapembelajaran berlangsung atas reaksi pada stimulasi eksternal, 2. Konstruksiorisme(penciptaan dan evaluasi) diamana pembelajaran adalah proses dari perolehan danpenyimpanan informasi dan 3. Kongnitivitas (analisa dan aplikasi) dimanapembelajaran merupakan proses dari membangun realitas subjektif. Pada era digitalseperti saat ini berkembang basis konektivisme (pengenalan, pemahaman dankonektivitas) dimana proses pembelajaran dilakukan dengan menghubungkan titiktitiksumber informasi yang ada. Ketika teori pembelajaran tradisional di atas yangdikolaborasikan dengan proses pembelajaran kontektivitsme pada masa digital makaakan dilahirkan sebuah proses pembelajaran yang lengkap.

    Untuk mendapatkan hasil yang lengkap dengan proses pembelajaran yangsesuai pada saat ini, maka dengan menerapkan kaidah Design Thingking, prosespembelajaran mampu mengkolaborasikan kebutuhan saat ini dengan memperhatikanberbagai aspek dalam pendidikan dan pengembangan kemampuan ilmiah. DesignThinking juga mengakomodir untuk dapat mengembangkan kemampuan otak kiriyang menyangkut kemampuan menulis, bahasa, keterampulan sains, matematika danlogika sekaligus mensinergikannya dengan kemampuan otak kanan dimanamengeksplorasi kreatifitas, kesadaran spasial, imajiansi, dimensi, musik, seni danlainnya.

    Gambar 1. Proses pembelajaran dengan kaidah Design Thinking

    ProsesDiscoery

    (pola pendekatan)

    Interpretasi (pembelajaran dan penafsiran)

    Ideasi Penciptaan

    peluang

    Experimantasi Membangun ide

    Implementasi Proses

    pengembangan

  • RANCANGAN PROGRAMKEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

    DENGAN PENDEKATAN DESIGN THINKING4

    Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Univeritas Padjadjaran 2013

    INDEX4

    Faktor Kesuksesan Edukasi dan