MIgrasi Pekanbaru

download MIgrasi Pekanbaru

of 56

  • date post

    01-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    716
  • download

    1

Embed Size (px)

description

mingrasi kemiskinan ke pekanbaru

Transcript of MIgrasi Pekanbaru

MIGRASI ORANG MISKIN KE PEKANBARU (sebuah kajian Permulaan) Oleh M.Rawa El Amady Abstrak Studi ini membahas migrasi penduduk miskin ke Pekanbaru, berdasarkan pada faktor dorongan dan tarikat masyarat miskin yang bermigrasi ke Penkanbaru. Latar belakang yang menarik minat untuk membahas penelitian ini berdasarkan pendapat yang berkembang di media massa bahwa salah satu penyebab kemiskinan di Riau adalah masuknya orang miskin ke Riau, dalam hal ini khususnya Pekanbaru. Pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang menyebabkan orang miskin pindah ke Pekanbaru? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mendorong dan menarik orang miskin pindah ke Pekanbaru. Teori yang dipakai adalah teori migrasi sosial yang memahami dua faktor seseorang bermigrasi yaitu faktor dorongan dari daerah asal dan faktor tarikan dari daerah yang menjadi tujuan serta aktivitas produksi yang dilakukannya di daerah tujuan. Metoda penelitian ini adalah kwalitatif dengan menggunakan tabulasi kuantitatif jawababn responden. Teknik pengumpulan data, pertama, pengumpulan data skunder dalam hal data hasil pendataan Balitbang Provinsi Riau tahun 2005 dan informasi lain yang akan mendukung penelitian ini di perpustakaan. Kemudian dilanjutkan dengan survey ke rumah tangga sesuai dengan sample terpilih. Jumlah responden yang akan diwawancara adalah330 rumah tangga yang ambil masin-masing secara acak di kelurahan yang penduduk miskinnya lebih dari 24 persen.

PENDAHULUAN Latar Belakang Perdebatan yang berkembang di tengah masyarakat dan media massa bahwa salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di Riau khususnya di perkotaan adalah masuknya orang miskin ke Riau. Adapun kota-kota yang menjadi daerah tujuan orang miskin tersebut, seperti Pekanbaru, Dumai, Pangkalan Kerinci, Perawang dan daerah lainnya. Jika dilihat data lamanya penduduk miskin tinggal pada tabel 1. maka ratarata penduduk miskin yang datang ke Pekanbaru berjumlah 2.429 orang setiap tahunnya. Data ini diperoleh dari total jumlah penduduk yang tinggal di Pekanbaru kurang dari 5 tahun 12.143 jiwa dibagi lima. Jumlah ini jauh meningkat jika dibanding 5 tahun sebelumnya yang hanya 8.654 jiwa. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang tinggal diatas 10 tahun 21.567 jiwa dan dibawah 10 tahun 20.797 selisihnya sangat sedikit yaitu 770 jiwa. Data ini agak mendekati asumsi di media terutama para pejabat yang mengatakan bahwa kemiskinan di Riau khususnya Pekanbaru disebabkan oleh migrasi. Asumsi ini juga harus dibandingkan dengan jumlah pendatang yang tidak miskin atau yang menyebabkan bergeraknya motor ekonomi di Pekanbaru. Tabel 1. Lama Tinggal Penduduk Miskin di Pekanbaru berdasarkan Usia Usia (th) Lama Tinggal (th) Jumlah 15-30 30-45 45-55 >55 10 4.060 10.269 3.354 6.805 877 363 8.654 2.863 1.630 21.567

Sumber : Balitbang Provinsi Riau 2004 (sudah diolah) Jika berpedoman pada rata-rata penduduk miskin yang datang ke Pekanbaru berjumlah 2.429 jiwa pada lima tahun terakhir dan tidak termasuk yang tidak miskin maka dapat disimpulkan bahwa jumlah migrasi di Riau memang termasuk besar. Besarnya presentase penduduk miskin yang pindah ke Pekanbaru merupakan fenomena yang sangat menarik untuk dikaji. Tentu saja migrasi ini disebabkan oleh berbagai hal baik itu oleh faktor dorongan maupuna faktor tarikan. Atas dasar itulah maka penelitian ini perlu dilakukan kajian secara serius. Penduduk pedesaan yang biasanya tergantung hidup pada hutan dan tanah tepaksa mengganti sumber ekonominya karena hutan dan tanah telah beralih fungsi antara lain diambil oleh industri. Oleh karena itu, diantaranya untuk tetap bertahan hidup dan meningkatkan kesejahteraan keluarga tidak mungkin lagi mereka tinggal di desa. Selain itu, kota memang mempuyai daya tarik sendiri dan tersedianya lowongan kerja untuk berbagai lapisan sosial. Oleh sebab itu, penelitian ini akan mengajukan pertanyaan, yaitu Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan migrasinya penduduk miskin ke Pekanbaru? Oleh sebab itu tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penduduk miskin migrasi ke Pekanbaru.

Methoda Penelitian Penelitian ini tediri dari dua tahap, tahap pertama peneliti melakukan kajian terhadap data skuder terutama yang bersumber daridata dari Balitbang provinsi Riau tahun 2004. Ini sangat penting untuk memahami secara detail Kemiskinan di Pekanbaru. Setelah itu dilanjutkan dengan studi lapangan yaitu melalui menyebaran quesioner kepada responden. Untuk menentukan responden berapa langkah dilakukan, yaitu pertama, diambil kecamatan yang rata-rata rumah tangga miskinannya diatas 10 persen, maka dari 11 kecamatan yang ada di kota Pekanbaru diperoleh informasi kecamatan yang rata-rata rumah tangga miskinnya diatas 10 persen yaitu sebagai berikut: Tabel 2. Kecamatan yang Ruta Miskinnya diatas 10% No Kecamatan % Ruta Miskin 1 Tenayan Raya 11,72 2 Limapuluh 11,72 3 Pekanbaru Kota 15,76 4 Sukajadi, 15,80 5 Senapelan, 12,71 6 Rumbai 16,38 7 Rumbai Pesisir 13,11 Dari tujuh kecamatan tersebut yang mewakili daerah pertanian meliputi Kecamatan Tenayan Raya, Rumbai dan Rumbai Persisir, sedangkan yang mewakili perkotaan dan perdagangan meliputi kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru Kota, Sukajadi dan Senapelan. Kedua, pada 7 kecamatan terpilih tersebut dipilih dua kelurahan yang kemiskinannya tertinggi yaitu diatas 24 persen di dua karateristik tersebut . Untuk karateristik daerah pertanian dan pinggiran yaitu Tanayan Raya, Rumbai dan Rumbai persisir, dipilih kelurahan Sail yang rumah tangga miskinnya mencapai 24,87 persen sebagai reperesentasi Kecamatan Tanayan yang berasa di kawasan timur Pekanbaru dan Kelurahan Palas yang rumah tangga miskinnya mencapai 34,80 persen sebagai representasi dari Kecamatan Rumbai dan Rumpai Pesisir yang berada kasawasan utara Pekanbaru. Sedangkan untuk kawasan perkotaan dan perdagangan yaitu kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru Kota, Sukajadi dan Senapelan yang kelurahan yang terpilih adalah Sukaramai yang kemiskinannya mencapai 25,98 persen, dan kelurahan Kampung Tengah yang kemiskinannya mencapai 25,15 persen. Bedasarkan data Balitbang tahun 2005 jumlah rumah tangga miskin adalah 9,538 rumah tangga sedangkan jumlah rumahtangga miskin sebesar 2467 rumah tangga. Sedangkan rumah tangga miskin yang tinggal < = 5 tahun berjumlah 484 rumah tangga dari jumlah responden rumah tangga miskin yang tinggal < = 5 tahun dimabil 31 persen untuk menjadi sample yaitu 152 rumah tangga yang didistribusikan berdasarkan banyaknya rumah tangga miskin di kelurahan tersebut. Untuk sampel kontrol diambil10 rumah tangga di kelurahan yang kemiskinannnya paling kecil. Pengambilan sample sebesar semula ditetapkan 31 persen, tetapi dilapangan ternyata banyak ketidakcocokan data dari Balitbang 2004 dengan fakta lapangan maka surveyor diberi hak untuk

menambah jumlah sample sampai menurutnya mampu menmpekecil eror untuk analsis data.. Maka jumlah sample di kelurahan adalah 208 ditambah 10 di kelurahan Delima maka N sample adalah 218 kepala keluarga. Secara rinci uraian sample sebagai berikut: Tabel 3 : Sampel Penelitian Kawasan Perkotaan/Perdagangan Kawasan Pinggit/Pertanian (Pku Kota, L Puluh, Su Jadi, S Plan) (Tenayan Raya, Rumbai,Rumbai Pesisir) Kel Ruta Ruta Misk RuTa < Sampel Kel Ruta Ruta Misk Ruta < 5 Sampel 5 95 65 Kampung 1940 488 Palas 842 293 93 26 Tengah Sukaramai 993 253 Jumlah 2933 741 32 127 17 82 Sail 5763 1443 6605 1736 264 357 102 128

Sumber : Data Balitbang tahun 2004

Di luar sampel penduduk miskin tersebut diambil ambil sample 10 ruma tangga miskin yang berada di kelurahan yang paling rendah kemiskinannya, yaitu Kelurahan Delima Kecamatan Tampan yang rumah tangga miskinnya hanya 1,82 persen dari 4,837 ruta, yaitu hanya sample ini bertindak sebagai sample kontrol dalam analisis.

PENDEKATAN TEORITIS Urbanisasi dan Migrasi Urbanisasi secara sosiologis menurut J.Clyde Mitchell (Breesse, G 1966) meliputi beberapa pengertian yaitu pertama, proses menuju gaya hidup kota, yaitu perubahan dari tipe masyarakat desa menuju masyarakat kota sebagaimana konsep Durkheim dari gemeinschaft ke gessellscaft. kedua, perpindahan ke kota, berpindahnya (migrasi) masyarakat desa ke kota dengan berbagai alasannya. ketiga, peralihan pekerjaan dari pertanian ke jenis pekerjaan perkotaan yang bersifat keahlian tertentu dan terrencana, dan keempat, berprilaku kota, yaitu dari prilaku yang lamban statis dan cepat berpuas diri pada tradisi menuju ke perilaku kota yang dinamis, ambisius, bebas dan terencana. Selain itu, Nas (1979) memberi pengertian urbanisasi pada proses pembentukan kota, perluasan kota ke pedesaan yaitu pengaruh kota pada desa, pertumbuhan desa menjadi kota, peprindahan penduduk ke kota, kenaikan prosentase penduduk yang pindah ke kota. Karena pemahaman dan pengertian urbanisasi sangat luas tersebut diatas, maka penelitian ini tidak memakai istilah urbanaisasi tetapi migrasi. Mengambil salah satu dari pengertian urbanisasi. Selain itu, pemahaman masyarakat awam tentang urbanisasi lebih dominan pada pengertian perpindahan penduduk dari desa ke kota, padahal urbanisasi pengertiannya sangat luas. Oleh sebab itu, urbanisasi pada

penelitian ini hanya mengambil salah satu dari pengertian di atas, yaitu pengertian migrasi penduduk menuju kota Pekanbaru. Pilihan ini diambil karena migrasi yang dimaksud adalah imigrasi orang atau rumah tangga ke Pekanbaru. Migrasi ini sendiri sangat tidak identik dengan pengertian umum tentang migrasi merujuk perpindahan penduduk dari desa ke kota. Kedatangan orang miskin ke Pekanbaru, tidak dilihat semata-mata kedatangan orang desa ke kota Pekanbaru, tetapi juga termasuk perpindahan orang miskin dari kota lain dari luar Riau ke Pekanbaru. Bisa juga Pekanbaru bukan kota tujuan utamanya, tetapi tujuan kedua, ketiga atau tujuan antara. Pemahaman diatas dimaksudkan untuk meperjelas bahwa migrasi bisa berbentuk urbanisasi bisa juga tidak, tetapi urban