DINAMIKA PENDUDUK DAN DAMPAKNYAelearning-penduk.com/assets/uploads/materi/pdf/2a... · Migrasi...

Click here to load reader

  • date post

    10-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    31
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of DINAMIKA PENDUDUK DAN DAMPAKNYAelearning-penduk.com/assets/uploads/materi/pdf/2a... · Migrasi...

  • DINAMIKA PENDUDUKDAN DAMPAKNYA

    By. Evi Nurvidya Arifin, Ph.D (IPADI)

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    I.

  • Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

    Capaian Pembelajaran Mata Kuliah Sub. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

    1. Analisis konsep-konsep dinamikakependudukan dan indikatornya.

    1.1. Menganalisis pengertian dinamika kependudukan.1.2. Menganalisis indikator dinamika kependudukan.

    2. Analisis masalah kependudukan 2.1. Memahami kuantitas penduduk di Indonesia2.2. Mampu menganalisis kuantitas penduduk di Indonesia2.3. Memahami dampak masalah penduduk di bidang sosial,

    ekonomi, politik, pertahanan serta keamanan.2.4. Menganalisis laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.2.5. Menganalisis persebaran penduduk di Indonesia.

    3. Analisis dan solusi pemecahan masalahkependudukan

    3.1. Menghitung jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia.3.2. Menganalisis penduduk lanjut usia3.3. Menganalisis dan memberikan solusi pemecahan masalah-

    masalah kependudukan.

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). https://cis.bkkbn.go.id/dalduk/?p=20

  • Integrasi mata kuliahNo Program Studi Mata Kuliah1 Geografi Geografi kependudukan dan demografi2 Ekonomi Ekkonomi kependudukan3 Manajemen Manajemen pelatihan dan pengembangan SDM4 Pendidikan IPS Pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup5 Sosiologi • Masalah kependudukan;

    • Masalah kemiskinan dan kesenjangan;• Masalah ketenagakerjaan dan pengangguran di dunia

    berkembang;• Sosiologi kependudukan;• Masalah sosial di Indonesia;• Masalah penduduk usia lanjut (Lansia);• Kesejahteraan sosial;• Sistem sosial budaya Indonesia, sosiologi perkotaan.

    6 PPKN Kajian masyarakat Indonesia

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). https://cis.bkkbn.go.id/dalduk/?p=20

  • Pengertian dinamika penduduk◦ Dinamika penduduk : perubahan jumlah dan komposisi penduduk suatu daerah,

    negara, ataupun dunia dari waktu ke waktu.

    ◦ 3 Faktor Perubahan tersebut:◦ Fertilitas◦ Mortalitas, dan◦ Migrasi (Imigrasi & Emigrasi untuk migrasi internasional)

    Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya

    ◦ Perubahan jumlah penduduk bisa meningkat ataupun menurun. Perubahan jumlahpenduduk terjadi secara terus menerus tanpa henti. Jumlah penduduk menjadi begitudinamis.

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). https://cis.bkkbn.go.id/dalduk/?p=20

  • Indikator Dinamika KependudukanFaktor Penambah Faktor Pengurang

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Pt = Po + (B –D) + (I – E)

    Pt : Jumlah penduduk di awal tahun X.Po : Jumlah penduduk di tahun sebelumnya.B : Jumlah kelahiran selama tahun sebelumnya.D : Jumlah kematian selama tahun sebelumnya.I : Jumlah migrasi masuk selama tahun sebelumnya.E : Jumlah migrasi keluar selama tahun sebelumnya.

  • Dinamika Kependudukan dapat dilihat dari Piramida Penduduk

    ◦ Piramida penduduk merupakan distribusi jumlah penduduk menurut umur dan jeniskelamin yang disajikan dalam bentuk diagram. Sebelah kiri biasanya jumlah penduduklaki-laki dan disebelah kanan jumlah penduduk perempuan. Sumbu verticalmerupakan usia yang bergerak dari usia paling muda dibagian bawah, makin ke atasmakin usia tua.

    15,000 10,000 5,000 0 5,000 10,000 15,000

    0-45-9

    10-1415-1920-2425-2930-3435-3940-4445-4950-5455-5960-6465-6970-7475-79

    80+

    (ribuan)

    2020 Perempuan

    Laki-laki

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Arifin, 2019

  • Jumlah kelahiran hanyaakan menambah jumlahpenduduk pada kelompokumur paling bawah saja,kelompok usia 0-4 tahun.

    Jumlah kematian akan mengurangipenduduk di semua kelompokumur.

    Jumlah migran menambah/mengurangi jumlah pada setiapkelompok umur

    Analisis Kuantitas Penduduk di Indonesia

    Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS), United Nations of Population Fund (UNFPA). 2018. Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045: Hasil Supas2045. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

  • Dampak Masalah Kependudukan dan Alternatif Pemecahan Masalah

    Sumber: Setyonaluri, D & Anindya, F. (2018). Transisi Demografi dan Epidemiologi:Permintaan Pelayanan Kesehatan di Indonesia. Pemaparan Health Sector Review 2018. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

  • Laju Pertumbuhan Penduduk◦ Memperhatikan faktor penambah dan pengurang jumlah penduduk tersebut, negara

    A pada tahun 2019 mendapat tambahan jumlah penduduk sebanyak 15 orang per1,000 penduduk.◦ Dengan kata lain, angka pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 1,5 persen.

    ◦ Penghitungan Laju Pertumbuhan Penduduk :

    r = B-D+1 x 100%

    P tengah tahun

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

    Laju pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh faktor penambah yaitu kelahiran(fertilitas) dan imigrasi masuk. Sedangkan faktor pengurang penduduk dipengaruhioleh kematian (mortalitas) dan emigran (penduduk keluar wilayah).

  • Faktor Penambah: Fertilitas dan Imigrasi/Migrasi Masuk

    ◦ Fertilitas merupakan kemampuan alami manusia untuk melahirkan bayi. Fertilitasadalah faktor yang menambah jumlah penduduk. Bayi-bayi yang dilahirkan olehperempuan usia reproduksi akan menambah jumlah penduduk suatu daerahatau negara.

    ◦ Namun jumlah bayi semata bisa menimbulkan kesalahpahaman, maka fertilitasdiukur sebagai angka yang terjadi dalam periode tertentu.

    Fertilitas

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). https://cis.bkkbn.go.id/dalduk/?p=20

  • Angka Fertilitas◦ Sebagai contoh jumlah bayi yang lahir di negara A pada tahun 2019 sebanyak 2000 orang,

    sedangkan jumlah bayi yang lahir di tahun yang sama di negara B sebagai 500 orang.

    ◦ Sepintas nampak bahwa tambahan jumlah penduduk karena kelahiran di negara A lebihbesar daripada di negara B.

    ◦ Negara A penduduknya lebih banyak daripada negara B, sehingga bila dihitung angkafertilitas per 1000 penduduk, angka kelahiran di negara A hanya sebesar 2,000/100,000 atau20 per 1,000 penduduk.

    ◦ Sedangkan angka kelahiran di negara B sebesar 500/10,000 atau 50 per 1,000 penduduk.

    ◦ Dengan demikian, perbedaan angka kelahiran kedua negara sangat berbeda nyata.Angka kelahiran negara B lebih besar daripada angka kelahiran negara A di tahun 2019.

    ◦ Angka kelahiran tersebut lebih mudah dibandingkan antar waktu dan antar tempatdibandingkan dengan jumlah bayi yang lahir.

    ◦ Angka kelahiran tersebut dikenal dengan angka kelahiran kasar (crude birth rate). Disebutkasar karena pembaginya adalah semua penduduk, tanpa pandang usia dan jeniskelamin.

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

  • Imigrasi◦ Imigrasi, yaitu masuknya sejumlah penduduk ke suatu negara dari negara lain dengan

    tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran◦ Bila suatu daerah menerima turis /pelancong mancanegara yang datang untuk beberapa

    hari saja. Mereka bukanlah imigran. Imigran adalah penduduk yang berpindah tempattinggal ke suatu negara dan bekerja serta bertahan hidup lama di negara tersebut (minimal6 bulan untuk ukuran Indonesia).

    ◦ Migrasi internal merupakan perpindahan penduduk dari sebuah propinsi ke propinsi lain didalam suatu negara, misalnya Indonesia. Dalam kasus migrasi internal juga ada migrasiinternal masuk dan migrasi internal keluar.

    ◦ Ada banyak jenis migrasi, yang banyak dipakai yaitu migrasi seumur hidup dan migrasi risen.◦ Migrasi seumur hidup adalah migrasi penduduk dari tempat kelahirannya ke tempat tinggal

    saat ini.◦ Migrasi risen adalah migrasi yang terjadi 5 tahun terahir dari masa kini.

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

  • Angka Imigrasi◦ Angka imigrasi menunjukkan jumlah imigran yang masuk ke suatu negara, misalnya

    negara A, per 1,000 penduduk. Bila angka imigrasi ke negara A pada tahun 2019sebesar 20 per 1,000 penduduk.◦ Dengan demikian, negara A akan mengalami peningkatan jumlah penduduk sebesar

    20 kelahiran ditambah 20 imigran per 1,000 penduduk.◦ Ada tambahan sebanyak 40 orang di negara A pada tahun 2019

    Negara A

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

  • Migrasi seumur hidupNegara/PropinsiTempat

    lahir

    Tempattinggalsaat ini

    Migran

    Bukan Migran

    Migrasi RisenNegara/PropinsiTempattinggal 5

    tahun yg lalu

    Tempattinggalsaat ini

    Migran

    Bukan Migran

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

    Secara umum, konsep migrasi terbagi dua yakni migrasi seumur hidup dan migrasi risen. Migrasi seumurhidup merupakan tempat tinggal penduduk yang berbeda antara saat ini dengan tempat penduduktersebut dilahirkan. Sedangkan konsep migrasi risen adalah tempat tinggal penduduk yang berbedaantara saat ini dengan tempat tinggal penduduk tersebut lima tahun sebelumnya.

  • Faktor Pengurang:Kematian dan Emigrasi◦ Berikutnya faktor pengurang jumlah penduduk: kematian dan emigrasi.◦ Setiap orang pada ahirnya akan mati. Tentu saja jumlah orang yang mati akan

    mengurangi jumlah penduduk.◦ Kematian juga diukur dengan angka kematian, yaitu jumlah kematian per 1,000

    penduduk. Kematian bisa terjadi di semua kelompok umur.◦ Demikian pula dengan angka emigrasi, jumlah emigrant per 1,000 penduduk.◦ Seandainya angka kematian negara A pada tahun 2019 sebesar 10 per 1,000

    penduduk dan angka emigrasi sebesar 15 per 1,000 penduduk.◦ Dengan demikian, jumlah penduduk di negara A akan berkurang sebanyak 20 per

    1,000 penduduk.

    Draft 7 minutes video-not to be quoted

    Sumber: Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasi dengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

  • ANALISIS SEBARAN PENDUDUK INDONESIA

  • Penduduk Lanjut Usia, Indonesia

    Sumber: Arifin, NA, Braun, K.L, & Hogervorst, E. (2012). Three Pillars of Active Ageing in Indonesia. Asian Population Studies. Vol. 8(2). July 2012. p. 212.

    Seiring denganmeningkatnya angkaharapan hidup saat lahirdan didukung berbagaifasilitas kesehatan, makapenduduk berusia lanjut diIndonesia semakinmeningkat. proportipenduduk lansia tertinggiberada di Yogyakarta.Sebaliknya, proporsipenduduk lansia terendahberada di Papua. Apabiladilihat dari jenis kelamin,angka harapan hidupperempuan lebih tinggidaripada laki-laki.

  • DAFTAR REFERENSI

    Arifin, NA, Braun, K.L, & Hogervorst, E. (2012). ‘Three Pillars of Active Ageing in Indonesia’.Asian Population Studies. Vol. 8(2). July 2012. p. 210.

    Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS), United Nations of PopulationFund (UNFPA). 2018. Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045: Hasil Supas 2045.Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

    Setyonaluri, D & Anindya, F. (2018). ‘Transisi Demografi dan Epidemiologi:Permintaan Pelayanan Kesehatan di Indonesia’. Pemaparan Health SectorReview 2018. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

    Nadhiroh & Hasanah, U. (2018). Buku Non Teks: Pendidikan Kependudukan Integrasidengan Berbagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Jakarta: BadanKependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

  • TERIMA KASIH