METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan...

of 23 /23
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam hal ini cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematik. Metode penelitian memiliki beberapa pendekatan dalam menentukan metode penelitian yang akan digunakan. Menurut John W. Creswell, “… the approach to research involves philosophical assumptions as well as distinct methods or procedures”, bahwa pendekatan penelitian melibatkan filosofis asumsi serta metode yang berbeda. Hal tersebut menjelaskan bahwa dengan mengetahui pendekatan penelitian yang digunakan menentukan metode penelitian yang akan digunakan pula. Menurut John W. Creswell, terdapat tiga pendekatan penelitian yaitu kuantitatif, kualitatif dan metode gabungan. Rancangan atau desain penelitian merupakan suatu rencana terstruktur dalam penelitian yang disusun dengan skematis, sehingga dapat memperoleh jawaban atas permasalahan-permasalah penelitian. Menurut Creswell bahwa desain penelitian merupakan suatu prosedur penelitian yang mencakup keseluruhan asumsi luas hingga penggunaan metode pengumpulan dan analisis data terperinci. 1 Di dalam rancangan penelitian kuantitatif terdapat penelitian 1 John W. Creswell, Design Research Qualitative, Quantitative, and Mixed Method , (London: Sage Publication, 2009), 3

Embed Size (px)

Transcript of METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan...

  • 37

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis dan Rancangan Penelitian

    Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data

    dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam hal ini cara ilmiah berarti kegiatan

    penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan

    sistematik. Metode penelitian memiliki beberapa pendekatan dalam

    menentukan metode penelitian yang akan digunakan. Menurut John W.

    Creswell, “… the approach to research involves philosophical assumptions as

    well as distinct methods or procedures”, bahwa pendekatan penelitian

    melibatkan filosofis asumsi serta metode yang berbeda. Hal tersebut

    menjelaskan bahwa dengan mengetahui pendekatan penelitian yang digunakan

    menentukan metode penelitian yang akan digunakan pula. Menurut John W.

    Creswell, terdapat tiga pendekatan penelitian yaitu kuantitatif, kualitatif dan

    metode gabungan.

    Rancangan atau desain penelitian merupakan suatu rencana terstruktur

    dalam penelitian yang disusun dengan skematis, sehingga dapat memperoleh

    jawaban atas permasalahan-permasalah penelitian. Menurut Creswell bahwa

    desain penelitian merupakan suatu prosedur penelitian yang mencakup

    keseluruhan asumsi luas hingga penggunaan metode pengumpulan dan analisis

    data terperinci.1 Di dalam rancangan penelitian kuantitatif terdapat penelitian

    1 John W. Creswell, Design Research Qualitative, Quantitative, and Mixed Method ,

    (London: Sage Publication, 2009), 3

  • 38

    survey dan penelitian experimental. Sementara penelitian kualitatif terdapat

    penelitian naratif dan penelitian fenomenologis.

    Maka jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ini

    adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan sebuah

    prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan

    menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang,

    lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta

    yang tamapak atau sebagaimana adanya. Dalam penelitian ini penulis berusaha

    untuk memecahkan masalah tentang fenomena pengaruh kinerja dosen terhadap

    prestasi akademik mahasiswa dengan menggambarkan keadaan subjek/objek

    penelitian di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto.

    Selanjutnya penelitian ini berdasarkan pendekatannya merupakan penelitian

    kuantitatif. Sementara menurut pendekatannya penelitian ini menggunakan

    pendekatan kuantitatif.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, merupakan

    pendekatan untuk menguji teori objektif dengan menguji hubungan antar

    variabel. Variabel-variabel ini, pada gilirannya, dapat diukur, biasanya pada

    instrumen, sehingga data bernomor dapat dianalisis dengan menggunakan

    prosedur statistik. Laporan akhir berisi strata yang terdiri dari pengantar,

    literatur dan teori, metode, hasil, dan diskusi. Dalam penelitian ini

    menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji teori variable dan dan

    dapat diukur dengan instrumen dan dianalisa dengan metode penelitian

    kuantitatif.

  • 39

    Rancangan penelitian ini dengan pendekatan kuatitatif menggunakan

    rancangan penelitian survei. Penelitian survei memberikan deskripsi kuantitatif

    atau numerik tentang tren, sikap, atau pendapat suatu populasi dengan

    mempelajari sampel populasi tersebut. Ini mencakup penelitian cross-sectional

    dan longitudinal dengan menggunakan ques-tionnaires atau wawancara

    terstruktur untuk pengumpulan data-dengan maksud untuk menggeneralisasi

    dari sampel ke populasi.2

    B. Populasi dan Sampel

    1. Populasi

    Aktivitas penelitian tidak akan terlepas dari keberadaan data yang

    menjadi bahan baku informasi untuk memberikan gambaran spesifik mengenai

    objek penelitian. Data yang dikumpulkan merupakan data fakta dan empirik

    guna memecahkan masalah dan menjawab pertanyaan penelitian. Maka

    dibutuhkan sumber data yang memberi masukan berupa data dan informasi

    yang berhubungan dengan prestasi akademik mahasiswa tahun angkatan 2015,

    2016, 2017 Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu

    Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto.

    Sugiyono menjelaskan populasi merupakan “wilayah generalisasi

    yang terdiri atas: objek/subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik yang

    ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian dapat ditarik suatu

    kesimpulan.” 3 Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah 148

    2 John W. Creswell, Design Research Qualitative, Quantitative, and Mixed Method ,13

    3 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015),

    80

  • 40

    mahasiswa dengan detail: angkatan 2015 terdapat 38 mahasiswa, angkatan 2016

    terdapat 44 mahasiswa, angkatan 2017 terdapat 37 dan angkatan 2017 (madin)

    29 mahasiswa.

    2. Sampel

    Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

    oleh populasi. Sampel yang baik, yang kesimpulannya dapat dikenakan pada

    pupulasi, adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat

    menggambarkan karakteristik populasi. Dalam pengambilan sampel dilakukan

    teknik sampling, teknik pengambilan sampel dari populasi. Menurut sugiyono

    teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:

    Probability Sampling dan Non Probrabality Sampling. Dalam penelitian ini

    menggunakan teknik Probabilithy Sampling. Di dalam pengambilan sampel

    Probability Sampling terdapat teknik Proportionate Stratified Random

    Sampling. Dikatakan berstrata proporsional karena pengambilan anggota sampel

    dari populasi dilakukan secara acak dengan memperhatikan strata secara

    proporsional yang ada pada populasi.4

    Berikut ini rumus menentukan jumlah sampel dari populasi yang

    diketahui dari rumus Isaac dan Michael:

    𝑠 = 𝜆2 . 𝑁 . 𝑃 . 𝑄

    𝑑2 (𝑁 − 1) + 𝜆2 . 𝑃 . 𝑄

    s = Jumlah sampel

    λ2 = Chi Kuadrad yang harganya tergantung derajad

    kebebasan dan tingkat kesalahan. Untuk derajad

    kebebasan 1 dan derajad 5% harga Chi

    Kuadrad: 3,841.

    4 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 123

  • 41

    N = Jumlah Populasi

    P = Peluang benar (0,5)

    Q = Peluang salah (0,5)

    d = Perbedaan antara sampel yang diharapkan

    dengan yang terjadi. Perbedaan bisa 1%, 5%,

    10%. 5

    Diketahui jumlah populasi 148 mahasiswa, dengan harga tingkat

    kesalahan 5% dengan harga Chi Kuadrad: 3,841, maka didapatkan jumlah

    sampel 107,03 atau kita bulatkan menjadi 107 sampel. Jadi sampel penelitian

    adalah 107 mahasiswa.

    Dikarenakan populasi bukan dari data homogen atau berstrata, maka

    dalam pengambilan sampel juga berstrata. Stratanya ditentukan menurut tingkat

    angkatan mahasiswa. Dengan demikian masing-masing sampel untuk setiap

    angkatan mahasiswa harus proporsional sesuai dengan populasi. Maka dapat

    diketahui dengan perhitungan:

    Akademik Hitung Hasil Dibulatkan

    2015 38/148 x 107 = 27,47297297 27

    2016 44/148 x 107 = 31,81081081 32

    2017 37/148 x 107 = 26,75 27

    2017 (Madin) 29/148 x 107 = 20,96621622 21

    C. Variabel dan Definisi Operasional

    1. Variabel

    Variabel yang diteliti dalam penelitian ini tidak diberi perlakuan atau

    manipulasi, tetapi diungkap berdasarkan gejala yang ada dari perilaku objek

    5 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2014), 128

  • 42

    yang melekat pada dirinya dalam melakukan kegiatan. Menurut Sugiyono,

    variabel merupakan “suatu atribut atau sifat atau nilai dari seseorang, objek atau

    kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

    dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.6

    Ada dua macam variabel di dalam penelitian ini, yaitu variabel

    independen dan variabel dependen. Variabel independen atau bebas merupakan

    variabel yang mempengaruhi atau menjadi perubahannya atau timbulnya

    variabel lain. Sedangkan variabel terikat atau dependen adalah variabel yang

    dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Maka variabel

    bebas pada penelitian ini adalah kinerja dosen, sementara variabel terikatnya

    adalah prestasi akademik mahasiswa.

    2. Definisi Operasional

    Setelah seluruh variabel penelitian teridentifikasi dan diklasifikasikan,

    tahap selanjutnya yaitu, variabel-variabel tersebut didefinisikan secara cermat.

    menurut Walizer dan Wienir, definisi operasional merupakan seperangkat

    petunjuk yang lengkap tentang apa yang harus diamati dan bagaimana

    mengukur suatu variabel atau konsep definisi operasional tersebut membantu

    peneliti untuk mengklasifikasi gejala di sekitar ke dalam kategori khusus dari

    variabel. Sementara itu, Hoover mengemukakan bahwa mengoperasionalkan

    suatu variabel pada pokoknya berarti menyesuaikan mana yang dipakai bagi

    suatu perilaku dengan cara khusus untuk mengamati dan mengukur perilaku

    tersebut. Pendapat Hoover ini tentu tidak terbatas hanya pada variabel-variabel

    6 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 64

  • 43

    perilaku saja, tetapi juga terhadap semua variabel penelitian. Maksud

    mengamati di sini tidak hanya terbatas pada observasi, tetapi juga semua alat

    ukur yang dinilai relevan untuk variabel yang akan diteliti.7

    Berikut definisi operasional penelitian ini dapat diketahui pada tabel di

    bawah ini:

    TABEL 3.1

    DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

    Variabel Definisi Indikator Skala

    Pengukuran

    Kinerja

    Dosen

    (X)

    Tindakan nyata yang dilakukan

    oleh dosen dalam melaksanakan

    tugas dan tanggung jawabnya

    sebagai pendidik atau sumber daya

    manusia dalam perguruan tinggi

    yang menstransformasikan,

    mengembangkan, dan

    menyebarluaskan ilmu

    pengetahuan, teknologi, dan seni

    melalui pendidikan, penelitian, dan

    pengabdian kepada masyarakat

    1. Pengajaran

    2. Penelitian

    3. Pengabdian

    Skala

    Ordinal

    Prestasi

    Akademik

    (Y)

    bukti keberhasilan yang telah

    dicapai oleh seorang mahasiswa

    atau hasil maksimal yang telah

    dicapai oleh seorang mahasiswa

    setelah melakukan usaha-usaha

    dalam belajarnya.

    Indeks Prestasi

    Kumulatif

    Mahasiswa

    Skala

    interval

    D. Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam

    sebuah penelitian, karena tujuan utama dari penelitin adalah mendapatkan data.

    7 M. Jamiluddin Ritonga, Raiset Kehumasan. (Yogyakarta: Grasindo, 2004), 26

  • 44

    Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penulis dalam

    penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah sebagai berikut:

    1. Wawancara (Interview)

    Peneliti menggunakan teknik wawancara dalam teknik mengumpulkan data

    dengan menganjukan suatu pertanyaan kepada ketua Sekolah Tinggi Ilmu

    Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto. Teknik pengumpulan data wawancara pada

    penelitian ini digunakan sebagai pengumpulan data yang peneliti ingin

    melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus

    diteliti.

    2. Observasi

    Teknik observasi merupakan teknik pengumpulan data yang memiliki ciri-ciri

    spesifik apabila dibandingkan dengan teknik yang lain. Didalam teknik

    observasi diartikan sebagai pengamatan terhadap pola perilaku manusia dalam

    situasi tertentu untuk mendapatkan informasi tentang fenomena yang

    diinginkan. Observasi merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan

    pertama dengan mengamati orang dan tempat pada saat dilakukan penelitian.

    Peneliti menggunakan teknik Observasi untuk mengumpulkan data mengenai

    kinerja dosen dalam melaksanakan kegiatan pengajaran dalam kelas

    perkuliahan

    3. Dokumentasi

    Teknik pengumpulan data dengan dokumen yaitu pengumpulan data berupa

    tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.8 Maka teknik

    8 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: Alfabeta, 2014), 326

  • 45

    dokumentasi merupaka suatu penelaahan terhadap catatan peristiwa yang lalu.

    Dalam penelitian ini teknik dokumentasi digunakan untuk pengumpulan data

    Indeks Prestasi Mahasiswa.

    E. Instrumen Penelitian

    Meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat kalua dinamakan

    membuat laporan dari pada melakukan peneltian. Maka pada prinsipnya

    penelitian adalah melakukan pengukuran, maka diperlukan suatu alat ukur

    yang baik. Alat ukur dalam penelitian dinamakan instrument penelitian.

    Instrument penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengukur

    fenomena alam maupun social yang diamati secara spesifik, yang dimaksud

    fenomena disini disebut variable penelitian.

    Dalam menyusun instrument penelitian, telah ditetapkan variabel

    yang diteliti. Kemudian disusun definisi operasionalnya, dan selanjutnya

    ditentukan indicator yang akan diukur. Dari indikator tersebut dijabarkan

    menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan. Untuk memudahkan

    penyunsunan instrument, maka perlu digunakan matrik pengembangan

    instrument atau kisi-kisi instrument.

    TABEL 3.2

    KISI-KISI INSTRUMEN OBSERVASI KINERJA DOSEN

    Variabel Indikator Butir Instrumen

    Kinerja

    Dosen

    Aspek

    Pedagogis

    1. Kesiapan memberikan kuliah dan/atau praktek/praktikum

    2. Keteraturan dan ketertiban penyelenggaraan perkuliahan

  • 46

    3. Kemampuan menghidupkan suasana kelas

    4. Kejelasan dalam menyampaikan materi dan jawaban terhadap pertanyaan di kelas

    5. Pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran

    6. Keanekaragaman cara pengukuran hasil belajar

    7. Pemberian umpan balik terhadap tugas

    8. Kesesuaian materi ujian dan/atau tugas dengan tujuan mata kuliah

    9. Kesesuaian nilai yang diberikan dengan hasil belajar

    Aspek

    Profesional

    1. Kemampuan menjelaskan pokok bahasan/topik secara tepat

    2. Kemampuan memberi contoh relevan dari konsep yang diajarkan

    3. Kemampuan menjelaskan keterkaitan bidang/topik yang diajarkan dengan

    bidang/topik lain

    4. Kemampuan menjelaskan keterkaitan bidang/topik yang diajarkan dengan konteks

    kehidupan

    5. Penguasaan akan isu-isu mutakhir dalam bidang yang diajarkan

    6. Penggunaan hasil-hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas perkuliahan

    7. Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian/kajian dan atau

    pengembangan/rekayasa/desain yang

    dilakukan dosen

    8. Kemampuan menggunakan beragam teknologi komunikasi

    Aspek Sosial 1. Kewibawaan sebagai pribadi dosen

    2. Kearifan dalam mengambil keputusan

    3. Menjadi contoh dalam bersikap dan berperilaku

    4. Satunya kata dan tindakan

  • 47

    5. Kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi

    6. Adil dalam memperlakukan mahasiswa

    Aspek

    Kepribadian

    1. Kemampuan menyampaikan pendapat

    2. Kemampuan menerima kritik, saran, dan pendapat orang lain

    3. Mengenal dengan baik mahasiswa yang mengikuti kuliahnya

    4. Mudah bergaul di kalangan sejawat, karyawan, dan mahasiswa

    5. Toleransi terhadap keberagaman mahasiswa

    TABEL 3.3

    INSTRUMEN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA

    DINYATAKAN DALAM INDEKS PRESTASI KUMULATIF

    Angka

    Huruf Keterangan Interval

    Skor Indeks

    91 - 100 4,00 A+ Lulus

    86 - 90 3,75 A Lulus

    81 - 85 3,50 A- Lulus

    76 - 80 3,25 B+ Lulus

    71 - 75 3,00 B Lulus

    66 - 70 2,75 B- Lulus

    61 - 65 2,50 C+ Lulus

    56 - 60 2,25 C Lulus

    51 - 55 2,00 C- Tidak Lulus

    < 50 1,75 D Tidak Lulus

    F. Teknis Analisis Data

    1. Uji Instrumen

    Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengambilan data, terlebih

    dahulu dilakukan sebuah pengujian instrumen, hal tersebut dilakukann untuk

    mengetahui tingkat kesahihan (validitas) dan keandalan (reliabilitas) sebuah

  • 48

    instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang valid merupakan alat ukur

    yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti

    instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya

    diukur. Sedangkan intrumen penelitian yang reliabel adalah instrumen yang

    bila digunakan bebrapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan

    menghasilkan data yang sama.9

    a. Uji Validitas

    Konsep validitas menurut Smith dalam Ranjit Kumar bahwa

    “…validity is the ability of an instrument to measure what it is designed to

    measure: ‘Validity is defined as the degree to which the researcher has

    measured what he has set out to measure’ “. Validitas merupakan

    kemampuan instrumen untuk mengukur yang telah dirancang untuk

    mengukur; validitas juga didefinisikan sebagai sejauhmana peneliti telah

    mengukur apa yang telah ia tetapkan untuk diukur. Sementara menurut

    Babbie bahwa “validity refers to the extent to which an empirical measure

    adequately reflects the real meaning of the concept under consideration’,

    dimana validitas mengacu pada sejauh mana ukuran empiris dapat

    mencerminkan makna sebenarnya dari konsep yang sedang

    dipertimbangkan.10

    9 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015),

    121

    10 Ranjit Kumar, Research Methodology; a step-by-step guide for begginers, (London:

    SAGE Publication, 2011), 177

  • 49

    Untuk menguji konsep validitas, mari kita ambil contoh yang

    sangat sederhana. Misalkan kita telah merancang penelitian untuk

    memastikan kebutuhan kesehatan suatu komunitas. Dengan demikian, kita

    telah mengembangkan sebuah instrumen. Selanjutnya kita mempersepsikan

    bahwa sebagian besar pertanyaan dalam sebuah instrumen berhubungan

    dengan sikap populasi penelitian terhadap layanan kesehatan yang

    diberikan kepada mereka. Perhatikan bahwa tujuan kita adalah untuk

    mencari tahu tentang kebutuhan kesehatan tetapi instrument tersebut untuk

    mencari tahu tentang sikap responden terhadap layanan kesehatan.

    Uji Validitas menyatakan bahwa instrumen yang digunakan untuk

    mendapatkan data dalam penelitian dapat digunakan atau tidak. Uji

    validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu

    daftar pertanyaan atau pernyataan dalam mendefinisikan suatu variabel.

    Validitas didefinisikan sebagai sejauh mana ketepatan dan kecermatan

    suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.

    Teknik yang digunakan untuk uji validitas adalah korelasi product

    moment dari person. Analisa ini digunakan untuk mengetahui apakah

    variabel bebas mempunyai hubungan dengan variabel terikat rumus yang

    digunakan adalah sebagai berikut:

    r =

    −−

    2222 )(.)(.

    ))(()(

    yyNxxN

    yxxyN

    Dimana:

    r = Koefisien korelasi

  • 50

    N = Jumlah sampel

    X = Skor tiap butir pertanyaan

    Y = Skor total

    Dengan kriteria pengujian dimana rhitung > rtabel dengan signifikansi

    0.05, maka instrument tersebut dinyatakan valid, dan sebaliknya apabila

    rhitung < rtabel, maka pengambilan keputusan intrumen tersebut dinyatakan

    tidak valid. Dalam pengujian validitas menggunakan SPSS 24.

    b. Uji Reliabilitas

    Suatu instrument pengukuran dikatakan reliabel jika

    pengukurannya kosisten dan cermat akurat. Jadi uji reliabilitas instrument

    dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsistensi dari intrumen

    sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu

    alat disebut reliabel apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran

    terhadap kelompok subjek sama sekali diperoleh hasil yang relatif sama,

    selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah.

    Dalam hal ini relatif sama berarti tetap adanya toleransi perbedaan-

    perbedaan kecil di antara hasil beberapa kali pengukuran. Pengujian ini

    bertujuan untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif

    konsisten.

    Pengujian reliabilitas kuesioner pada penelitian ini penulis

    menggunakan metode Alpha Cronbach (α) menurut Sugiyono dengan

    rumus sebagai berikut:

  • 51

    −===

    2

    22 1

    1 S

    ΣS(S

    N

    NRαR i

    Di mana:

    = Koefisien Reliabilitas Alpha Cronbach

    S2 = Varians skor keseluruhan

    Si2 = Varians masing-masing item11

    2. Uji Asumsi Klasik

    Variabel-variabel yang digunakan sebelum digunakan untuk

    menganalisa lebih lanjut maka akan dilakukan pengujian terlebih dahulu

    dengan tujuan untuk mengetahui penyimpangan asumsi-asumsi dalam variabel-

    variabel dengan menggunakan uji asumsi klasik. Menurut Gujarati sebelum

    dilakukan pembentukan model regresi, dilakukan pengujian asumsi terlebih

    dahulu agar model yang terbentuk memberikan estimasi yang BLUE (Best,

    Linear, Unbiased, Estimator).

    a. Best. Terbaik, dalam arti garis regresi merupakan estimasi atau ramalan yang baik dari suatu sebaran data. Garis regresi merupakan cara

    memahami pola hubungan antara dua seri data atau lebih. Garis regresi

    adalah best jika garis itu menghasilkan error yang terkecil. Error itu

    sendiri adalah perbedaan antara nilai observasi dan nilai yang

    diramalkan oleh garis regresi. Jika best disertai dengan sifat unbiased

    maka estimator regresi disebut efisien.

    b. Linear. Estimator β disebut linear jika estimator itu merupakan fungsi linier dari sampel. Rata-rata X adalah estimator yang linear karena

    merupakan fungsi linier dari nilai-nilai X. Nilai-nilai OLS (Ordinary

    Least Square) juga merupakan estimator yang linear.

    c. Unbiased. Suatu estimator dikatakan unbiased jika nilai harapan dari estimator β sama dengan nilai yang benar β (rata-rata β = β). 12

    11 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) , (Bandung: Alfabeta. 2012), 122 12 Damodar N. Gujarati, Dasar-Dasar Ekonometrika, (Jakarta: Salemba Empat, 2010), 79

  • 52

    Teorema Gausssian yang merupakan perhatian utama dalam

    ekonometrika dikenal dengan asumsi klasik, membuat beberapa asumsi.

    Asumsi-asumsi pada model regresi linier klasik, model kuadrat terkecil (OLS),

    memiliki sifat ideal yang dikenal dengan teorema Gauss-Markov (Gauss-

    Markov Theorem). Metode kuadrat terkecil akan menghasilkan estimator yang

    BLUE.

    Estimator yang BLUE dan memiliki varian yang minimum disebut

    estimator yang efisien (efficient estimator). Pengujian asumsi klasik ini terdiri

    dari lima pengujian, yakni uji normalitas, uji autokorelasi, uji

    Heteroskedastisitas, dan uji linieritas sebagai berikut:

    a. Heteroskedastisitas

    Uji Heteroskedastisitas muncul apabila kesalahan atau residual dari

    model yang diamati tidak memiliki varians yang konstan dari satu observasi ke

    observasi lainnya.13 Untuk mengetahui adanya gejala ini maka dapat dilakukan

    dengan menggunakan teknik glejser yaitu dengan melakukan analisis regresi

    dengan menggunakan nilai residual sebagai variabel dependen yang diperoeh

    dari analisis regresi kemudian membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel

    (thitung >ttabel).

    Hipotesis untuk uji Glejser adalah sebagai berikut:

    H0 : residual identik

    13 Mudrajad Kuncoro, Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2009),

    112

  • 53

    H1 : residual tidak identik

    Statistik uji:

    Fhitung =

    )1/()|||(|

    )/()||||(

    1

    2^

    1

    2^

    −−

    =

    =

    =

    pnee

    pee

    MSE

    MSRn

    i

    ii

    n

    i

    i

    Pengambilan keputusan adalah apabila Fhitung F (p, n-p-1) maka H0

    ditolak pada tingkat signifikansi , artinya residual tidak identik atau terjadi

    heterokedastisitas. Pengambilan keputusan juga dapat melalui p-value

    dimana H0 ditolak jika p-value < α.

    b. Normalitas

    Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dua model regresi

    variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau

    tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi

    normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel tetapi

    pada nilai residualnya. Sering terjadi kesalahan yang jamak yaitu bahwa uji

    normalitas dilakukan pada masing-masing variabel. Hal ini tidak dilarang tetapi

    model regresi memerlukan normalitas pada nilai residualnya bukan pada

    masing-masing variabel penelitian. Uji statistik yang digunakan untuk uji

    normalitas data dalam penelitian ini adalah uji normalitas atau sampel

    Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis ini kemudian dibandingkan dengan

    nilai kritisnya. Menurut Singgih Santoso keterangan pada output test of

    normality berpedoman atau mempunyai kriteria dalam pengambilan

    keputusan untuk menetapkan kenormalan yaitu :

  • 54

    1) Menetapkan taraf signifikansi uji (α = 0,05 )

    2) Jika signifikasi yang diperoleh p-value > α, maka sampel berasal dari

    populasi yang berdistribusi normal

    3) Jika signifikasi yang diperoleh p-value < α, maka sampel berasal dari

    populasi yang berdistribusi tidak normal14

    Adapun rumus manual pengujian normalitas dengan menggunakan

    rumus chi-kuadrat yaitu:

    Keterangan:

    𝜒ℎ2 = Nilai Chi Kuadrat Hitung

    fi = Frekuensi Pengamatan

    Fi = Frekuensi Teoritis

    c. Autokorelasi

    Secara harfiah autokorelasi berarti adanya korelasi antara pelanggan

    observasi satu dengan observasi lain yang berlainan waktu. Dalam kaitannya

    dengan asumsi metode kuadrat terkecil (OLS), autokorelasi merupakan korelasi

    antara satu residual dengan residual yang lain sedangkan satu asumsi penting

    metode OLS berkaitan dengan residual adalah tidak adanya hubungan antara

    residual satu dengan residual yang lain. Dengan kata lain, autokorelasi terjadi

    karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain.

    14 Singgih Santoso, Menguasai Statistik di Era Informasi dengan SPSS 15 (Jakarta, Elex

    Media Komputindo, 2007), 154

  • 55

    Apabila terdapat masalah autokorelasi, untuk mengatasinya, maka perlu

    dilakukan tindakan perbaikan yaitu transformasi variabel dengan menggunakan

    metode estimasi ρ (rho) yang didasarkan pada statistik d Durbin-Watson.

    Maksud korelasi dengan diri sendiri adalah bahwa nilai dari variabel

    dependen tidak berhubungan dengan nilai variabel itu sendiri, baik nilai variabel

    sebelumnya atau nilai periode sesudahnya.15 Untuk mendeteksi ada atau

    tidaknya autokorelasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Uji

    Durbin-Watson (DW) atau sering disebut uji statistik d. Apabila nilai DW berada

    di sekitar angka 2 atau antara 1,54 – 2,90 berarti model regresi kita aman dari

    kondisi heteroskedastisitas atau apabila nilai DW terletak di antara dU dan 4-dU

    maka disimpulkan tidak ada autokorelasi. Autokorelasi menunjukkan bahwa ada

    korelasi antara error dengan error periode sebelumnya di mana pada asumsi

    klasik hal ini tidak boleh terjadi. Permasalahan autokorelasi hanya relevan

    digunakan jika data yang dipakai adalah data time series, sedangkan untuk data

    cross-section tidak perlu dilakukan.

    Adapun rumus uji Durbin Watson adalah sebagai berikut:

    Keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah:

    1) Bila nilai DW berada di antara dU sampai dengan 4 - dU maka koefisien

    autokorelasi sama dengan nol. Artinya, tidak ada autokorelasi.

    15 Purbayu Budi Santoso Ashari, Analisis statistic dengan Microsoft exel dan SPSS,

    (Yogyakarta: Andi, 2005), 240

  • 56

    2) Bila nilai DW lebih kecil daripada dL, koefisien autokorelasi lebih besar

    daripada nol. Artinya ada autokorelasi positif.

    3) Bila nilai DW terletak di antara dL dan dU, maka tidak dapat disimpulkan.

    4) Bila nilai DW lebih besar daripada 4 - dL, koefisien autokorelasi lebih besar

    daripada nol. Artinya ada autokorelasi negatif.

    5) Bila nilai DW terletak di antara 4 – dU dan 4- dL, maka tidak dapat

    disimpulkan. SY

    d. Linieritas

    Uji asumsi linieritas digunakan untuk mengetahui hubungan antar

    variabel yang hendak dianalisis itu mengikuti garis lurus. Jadi peningkatan atau

    penurunan kuantitas di satu variabel, akan diikuti secara linear oleh peningkatan

    atau penurunan kuantitas di variabel lainnya. Apabila penyimpangan

    (Deviation) tersebut tidak signifikan maka hubungan antara variabel bebas

    dengan variabel tergantung dinyatakan linier. Uji linieritas dilakukan

    dengan menggunakan analisis statistik uji F. Kaidah yang digunakan untuk

    mengetahui linier atau tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel

    tergantung adalah jika p < 0,05 maka hubungan antara variabel bebas dengan

    variabel tergantung dinyatakan linier, sebaliknya jika p > 0,05 berarti hubungan

    antara variabel bebas dengan variabel tergantung dinyatakan tidak linier.

    Sementara itu ada yang menyatakan bahwa ada dua hasil yang perlu

    kita lihat, yaitu kolom F-LINEARITY dan kolom F-DEVIATION FROM

    LINEARITY pada output uji linieritas di SPSS.20. F-LINEARITY

    menunjukkan sejauh mana jika variabel dependen diprediksi berbaring persis di

  • 57

    garis lurus. Jika hasilnya signifikan (p < 0.05) maka model linier cocok

    diterapkan pada hubungan model tersebut. Idealnya semua kasus terletak tepat

    pada garis lurus sehingga tidak ada penyimpangan (deviasi) kasus dari linieritas.

    Dengan kata lain deviasi akan sama dengan nol dan sehingga linieritas benar-

    benar menjelaskan total (gabungan) antara group pada linearity. Kenyataan

    berbeda dengan ideal, kadang ada saja kasus devian yang tidak terletak pada

    garis linier. Maka pada kolom F-DEVIATION FROM LINEARITY

    menunjukkan hal ini semakin signifikan nilai F-nya maka semakin besar kasus

    devian. Jika kita menemukan p > 0.05 pada kolom deviation from linearity maka

    data kita dapat dikatakan berhubungan secara linier.16

    Adapun rumus uji linieritas adalah sebagai berikut:

    𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑅2 (𝑁 − 𝑚 − 1)

    𝑚(1 − 𝑅2)

    Fhitung = harga garis korelasi

    N = cacah kaus

    m = cacah predictor

    R = koefisien korelasi antara kriterium dengan prediktor

    e. Uji Hipotesis

    Analisis regresi sederhana digunakan untuk memprediksi atau menguji

    pengaruh satu variabel bebas atau variabel independent terhadap variabel terikat

    atau variabel dependent. Bila skor variabel bebas diketahui maka skor variabel

    terikatnya dapat diprediksi besarnya. Analisis regresi juga dapat dilakukan

    16 http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/wp/prosedur-uji-linieritas-pada-hubungan-antar-variabel/

    diakses pada tanggal 03 Juni 2015

  • 58

    untuk mengetahui linearitas variabel terikat dengan variabel bebasnya. Analisis

    regresi linear sederhana terdiri dari satu variabel bebas (predictor) dan satu

    variabel terikat (respon), dengan persamaan : Y = a + bX.

    Keterangan :

    Y : Variabel terikat

    a : Konstanta regresi

    bX : Nilai turunan atau peningkatan variabel bebas

    Pengambilan keptusan dalam uji regresi sederhana dapat mengacu pada dua hal,

    yakni dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel, atau dengan

    membandingkan nilai signifikansi dengan nilai probabilitas 0,05. Hipotesis Nol

    (Ho) pada Umumnya diformulasikan untuk ditolak, maka hipotesis pengganti

    (Ha) dapat diterima. Hipotesis pengganti ini merupakan hipotesis penelitian,

    yaitu prediksi yang diturunkan dari teori yang sedang diuji. Adapun penetapan

    hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

    Ho : β = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Kinerja

    Dosen terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa.

    Ha : β ≠ 0 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kinerja Dosen

    terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa.

    Untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara variabel

    independen terhadap variabel dependen dilakukuan analisis koefisien korelasi

    yaitu analisis yang digunakan untuk mengatahui tingkat keeratan hubungan

    komponen variabel bebas dan variabel terkait. Untuk mengetahui besarnya

    pengaruh variabel X terhadap Y, maka dihitung secara matriks korelasi

    sederhana dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

  • 59

    r = 𝑛 ∑𝑥1𝑦1−(∑𝑥1)(∑𝑦1)

    √{𝑛∑𝑥𝑖2−(∑𝑥𝑖)2}{ 𝑛∑𝑦𝑖2(∑𝑦𝑖)2}

    Besarnya Koefisien Korelasi adalah -1 ≤ 0 ≤1, dengn kriteria sebagai

    berikut:

    a. Jika r = -1 atau mendekati-1, maka terdapat hubungan antara kedua variabel

    kuat dengan arah yang berlawanan atau negatif.

    b. Jika r = 1 atau mendekati 1, maka terdapat hubungan antara kedua variabel

    kuat dengan arah yang berlawanan atau positif.

    c. Jika r = 0 atau mendekati 0, maka terdapat hubungan antara kedua variabel

    sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali.

    Untuk menginterprestasikan nilai koefisien yang diinginkan digunakan

    tabel interprestasi sebagai berikut :

    TABEL 3.4

    DERAJAT TINGKAT HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

    Interval Tingkat hubungan

    0,00 – 0,199

    0,20 – 0,399

    0,40 – 0,599

    0,60 – 0,799

    0,80 – 0,1000

    Sangat rendah

    Rendah

    Sedang

    Kuat

    Sangat kuat.

    Data yang digunakan untuk pengujian hipotesis ini berasal dari

    variabel (X) dan variabel (Y) yang pengukurannya menggunakan skala ordinal

    yaitu tingkat pengukuran yang memungkinkan peneliti mengurutkan

    respondennya dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi.

    A. Jenis dan Rancangan PenelitianB. Populasi dan SampelC. Variabel dan Definisi OperasionalD. Teknik Pengumpulan DataE. Instrumen PenelitianF. Teknis Analisis Data