MAKALAH TUGAS SEJARAH

download MAKALAH TUGAS SEJARAH

of 29

  • date post

    20-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    195
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH TUGAS SEJARAH

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah MAKALAH TUGAS SEJARAH Ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan ,petunjuk maupun pedoman bagi para Pembaca.Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mambantu dalam menyelesaikan makalah ini, yaitu kepada :1. IBU AMINATUS SHOLIHAH. S,sos2. Seluruh pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini baik langsung maupun tidak langsung.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan kami mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran atau masukan yang sifatnya membangu dan dari semua pihak demi kemajuan dalam pembuatan makalah ini selanjutnya.

Jombang, 01 Februarir 2014

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang1.2 Tujuan1.3 ManfaatBAB II PEMBAHASAN2.1 Letak Lembah Sungai Gangga2.2 Pendukung Kebudayaan2.3 Kehidupan Masyarakat2.4 Pemerintahan2.5 Hasil Kebudayaan Lembah Sungai Gangga2.6 Peradaban Lembah Sungai Indus2.7 Kejayaan Sebuah Peradaban2.8 Bangsa Dravida, Penduduk Pertama Lembah IndusBAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan3.2 SaranDAFTAR PUSTAKA

26

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPeradaban lembah sungai gangga merupakan salah satu pusat-pusat peradaban awal di asia. peradaban lembah sungai gangga merupakan lanjutan peradaban lembah sungai indus.Peradaban lembah sungai gannga juga mempengaruhi peradaban di Indonesia. Lembah sungai gangga terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Vindhya.Pendukung kebudayaan lembah sungai gangga adalah bangsa arya yang termasuk bangsa indo-jerman.Mereka menetap di lembah sungai Gangga setelah mengalahkan bangsa Dravida.Di peradaban ini sudah muncul 2 agama yaitu agama hindu dan agama budha. Dalam peradaban ini terdapat 2 kerajaan yaitu kerajaan gupta dan kerajaan harsha.Raja- raja kerajaan gupta antara lain Chandragupta, Ramagupta Skandagupta, Samudragupta Skandagupta, Chandragupta II Kumaragupta. Namun kerajaan gupta mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan samudragupta (cucu Chandragupta I).

1.2 TujuanTujuan dari menyusun makalah ini:a. Mengetahui seluk-beluk peradaban lembah sungai Gamgga.b. Mengetahui kerajaan kerajaan yang pernah berkuasa pada peradaban lembah sungai gangga.c. Mengetahui sistem kepercayaan peradaban lembah sungai Gangga.

1.3 ManfaatManfaat dari menyusun makalah ini antara lain:a. Menambah wawasan mengenai peradaban lembah sungai Gangga.b. Menambah wawasan tentang kerajaan pada masa peradaban lembah sungai gangga.c. Menambah pengetahuan tentang kepercayaan pada peradaba lembah sungai gangga.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Letak Lembah Sungai GanggaLembah Sungai Gangga terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Vindhya. Kedua sungai tersebut bermata air di Pegunungan Himalaya dan mengalir melalui kota-kota besarseperti Delhi, Agra, dan bermuara di wilayah Bangladesh ke Teluk Benggala. Sungai Gangga bertemu dengan Sungai Brahmaputra yang bermata air di Pegunungan Kwen Lun. Lembah Sungai Gangga merupakan daerah yang subur.Lembah Sungai Gangga terbentang sekitar 350 km menyeberangi teluk Benggala. Kolkata dan Haldia di india dan Mongla di Bangladesh merupakan pelabuhan utama di delta ini. Sungai Gangga juga merupakan sungai yang disucikan oleh umat Hindu di India dan sering digunakan untuk mandi untuk mensucikan diri mereka. Pusat peradaban sungai Gangga berkembang setelah Masunya bangsa Arya yang meruntuhkan peradaban Bangsa Dravida dan pusat pemerintahannya di pindahkan ke Sungai Gangga.2.2 Pendukung KebudayaanPendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo Jerman. Bangsa Aria memasuki wilayah India antara tahun 2000- 1500 SM melalui celah Pas Kaiber di Pegunungan Hindu Kush. Merka berkulit putih, berbadan tinggi, dan berhidung mancung. Pencahariannya semula berternak dan kehidupannya terus mengembara. Tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravisa di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang subur, mereka akhirnya bercocok tanam dan hidup menetap. Selanjutnya, mereka menduduki Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya. Kebudayaan campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida dikenal dengan sebutan kebudayaan Hindu.2.3 Kehidupan MasyarakatBangsa Aria berusaha untuk tidak bercampur dengan bangsa Dravida yang merupakan penduduk asli India. Mereka menyebut bangsa Dravida adalah anasah artinya tidak berhidung atau berhidung pesek dan dasa artinya raksasa. Untuk memelihara kemurnian keturunannya, diadakan sistem pelapisan (kasta) yang dikatakannya bersumber pada ajaran agama. Bangsa Aria berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi. Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi percampuran (asimilasi) antara Aria dan Dravida. Percampuran budaya itu melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme.Daerah perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu). Untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah kehidupan masyarakat, bangsa Arya berusaha menjaga kemurnian ras. Artinya, mereka melarang perkawinan campur dengan bangsa Dravida. Untuk itulah, bangsa Arya menciptakan sistem kasta dalam kemasyarakatan. Sistem kasta didasarkan pada kedudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat.Berubahnya pola hidup bangsa Arya dari seorang pengembara menjadi hidup menetap, melahirkan kebudayaan campuran dengan bangsa aslinya, yaitu bangsa Hindu dan kebudayaanya disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme).Bangsa Hindu melahirkan karya sastra berupa kitab Weda yang berisi cerita kepahlawanan bangsa Arya juga puji-pujian kepada dewa. Kitab Suci Weda terdiri dari empat bagian, yaitu:

Reg-Weda, berisi syair-syair pemujaan kepada dewa-dewa. Sama-Weda, berisi nyanyian untuk memuja dewa. Yayur-Weda, berisi bacaan untuk keselamatan. Atharwa-Weda, berisi ilmu untuk menghilangkan marabahaya.Selain Kitab Suci Weda, terdapat Kitab Brahmana yang isinya doa-doa ucapan Brahmana saat dilangsungkan upacara, dan Kitab Upanishad yang isinya ajaran keagamaan dari guru. Ajaran Hindu mengenal banyak dewa (polytheisme), namun dewa yang menjadi utama adalah Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa.Bangsa Arya mengatur tatanan sosial masyarakat-masyarakat yang dijumpainya dengan sistem kasta. Sistem kasta terdiri dari 4 bagian, yakni:Kasta Brahmana: kaum agamawan.Kasta Kstaria: kaum pemerintahan. Kasta Waisya: kaum petani dan pedagang.Kasta Sudra: kaum pekerja.Kasta Brahmana, Kastria, Waisya terdiri dari orang-orang Aria. Kasta Sudra terdiri dari orang-orang Dravida. Selain keempat kasta di atas, ada lagi kastaParia/Candala atau Panchama.Panchama yang berarti kaum terbuang. Kasta ini dipandang hina, karena melakukanpekerjaan kotor, orang jahat dan tidak boleh disentuh, lebih-lebih bagi kaum Brahmana.Dalam agama Hindu dikenal dengan sistem kasta, yaitu pembagian kelas sosial berdasarkan warna dan kewajiban sosial. Dalam perkembangan selanjutnya, sistem kasta inilah yang menyebabkan munculnya agama Buddha. Hal ini dipelopori oleh Sidharta Gautama. Agama Buddha mulai menyebar ke masyarakat India setelah Sidharta Gautama mencapai tahap menjadi Sang Buddha. Agama Buddha terbagi menjadi dua aliran, yaitu Buddha Mahayana dan Buddha Hinayana. Peradaban Sungai Gangga meninggalkan beberapa bentuk kebudayaan yang tinggi seperti kesusastraan, seni pahat, dan seni patung. Peradaban dari lembah sungai ini kemudian menyebar ke daerah-daerah lain di Asia termasuk di Indonesia.2.4 PemerintahanPerkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan kelanjutanan sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Indus. Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan yang kacau, mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya Kerajaan Gupta dan Kerajaan Harsha.1. Kerajaan Guptaa. Latar belakang berdiriKerajaan Gupta terletak di anak benua Asia yang lebih terkenal dengan sebutan India merupakan wilayah yang secara geografis terletak di Asia Selatan tepatnya di India Utara. Kerajaaan Gupta merupakan kerajaan bercorak Hindu-Budha. Kerajaan Gupta ini muncul sejak kerajaan Kushana di India bagian utara pecah dan bagaikan lenyap dari muka bumi, karena tidak ada sumber yang bisa diceritakan. Wilayah anak benua India tersebut hingga awal abad VI SM bagaikan tak ada yang mengontrol, kekacauan terjadi dimana-mana selama waktu yang lama yang cukup lama. Hal ini mungkin terjadi karena pertempuran antar kerajaan dan tidak adanya kerajaan yang dominan. Namun pada abad VI SM , bagaikan muncul begitu saja dari balik kabut atau memenangkan peperangan diantara kerajaan yang berperang selama dua abad tersebut, muncullah Chandragupta diatas panggung sejarah dan membuat stabilitas di India utara menjadi aman dan kembali cemerlang sekaligus memulai babaksejarah baru India.Nama Chandragupta merupakan tokoh yang kontroversial dan misterius karena tidak mempunyai asal-usul yang tidak diketahui dengan pasti. Menurut sumber yang tidak bisa dipastikan kebenarannya, Chandragupta adalah seorang petualang dari kalangan masyarakat rendah. Namun pada abad IV SM berhasil mendirikan dinasti Gupta, setelah mengawini seorang putri raja bernam Kumala Dewi yang berasal dari suku Licchavi yang termashur di Vaisali. Suku bangsa tersebut pernah berkuasa di India Utara, namun tenggelam oleh dinasti Maurya. Dengan perkawinan tersebut Chandragupta mempunyai alasan dan kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi seorang yang dipertuan di kawasan Lembah Gangga hingga pertemuan sungai-sun