MAKALAH SEJARAH KEPERAWATAN

of 75

  • date post

    17-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    7.164
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH SEJARAH KEPERAWATAN

MAKALAH SEJARAH KEPERAWATAN NASIONAL DAN INTERNASIONAL Ditujukan untuk memenuhi tugas Ilmu Keperawatan Dasar Dosen Pengampu : Puji Purwaningsih,S.Kep.,Ns

Disusun Oleh : 1. Lalu Suhaeri W 2. Risti Nurhidayati 3. Rizal Marzuki 4. Rizki Yulaeni 5. Saiman Jayadi 6. Sri Wahyuningsih (010111a066) (010111a098) (010111a099) (010111a100) (010111a101) (010111a109)

7. Wahyu Rindiantika (010111a123)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN 2011

i

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................... 1 B. Tujuan Penulisan ...................................................................... 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................. 2 A. Sejarah Keperawatan di luar Indonesia .................................... 2 B. Sejarah Keperawatan di Indonesia ........................................... 7 BAB III PENUTUP ...................................................................................... 12 A. Kesimpulan ............................................................................... 12 B. Saran .......................................................................................... 12 DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika keperawatan.Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan,ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan.Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada,dimana keperawatan memberikan kontribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relative,berkelanjutan,koordinatif dan advokatif.Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standar dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik dan berkelanjutan.

B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Tujuan pembuatan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui bagaimana ilmu keperawatan dapat berkembang dengan peralatan yang sangat terbatas pada zaman dahulu hingga dengan peralatan yang sangat lengkap pada zaman sekarang. 2. Tujuan Khusus a. Mahasiswa mengetahui, memahami, dan menjelaskan tentang sejarah keperawatan nasional dan internasional. b. Mahasiswa mampu menjabarkan perkembangan ilmu keperawatan, mulai dari zaman dahulu hingga zaman sekarang.

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SEJARAH KEPERAWATAN NASIONAL DAN INTERNASIONAL Keperawatan sebagai suatu profesi yang sudah ada sejak manusia ada di bumi ini.Keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi dan kebudayaan.Konsep keperawatan dari abad keabad terus berkembang,berikut adalah perkembangan keperawatan di dunia. A. Sejarah Keperawatan di Luar Indonesia 1. Zaman Purba Pada zaman ini orang percaya bahwa sesuatu yang ada di bumi mempunyai suatu kekuatan mistik yang dapat memengaruhi kehidupan manusia. Kepercayaan ini biasa disebut animisme. Mereka meyakini bahwa sakitnya seseorang disebabkan oleh kekuatan alam atau pengaruh kekuatan gaib seperti batu besar, gunung tinggi, pohon besar, sungai besar. Jiwa yang baik membawa kesehatan, jika yang jahat membawa kesakitan dan kematian (Calor, taylor, Lilis & Lemone,1997). Peran tabib dan perawat jelas berbeda, tabib adalah medicineman yang mengobati penyakit dengan jalan melantunkan nyanyian, memberi semangat dari ketakutan atau membuka otak untuk menghilangkan jiwa yang jahat (Dolan, Fitzpatrick & Herman, 1983). Perawat biasanya berperan sebagai ibu yang merawat familinya sewaktu sakit dengan memberikan perawatan fisik dan memberikan obat dari tumbuh-tumbuhan. Peran ini diteruskan sampai saat ini. 2. Zaman Keagamaan Pada zaman ini, kuil menjadi pusat perawatan medis sebab orang percaya bahwa penyakit disebabkan oleh dosa dan kutukan Tuhan. Pemimpin agama dijunjung tinggi sebagai tabib, perawat dianggap sebagai budak dan mendapat penghargaan yang rendah karena pekerjaannya didasarkan perintah dari pempimpin agama yang berperan sebagai tabib.

2

3. Permulaan Masehi Pada permulaan masehi, agama Kristen mulai berkembang. Pada masa ini keperawatan mengalami kemajuan yang berarti seiring dengan kepesatan perkembangan agama Kristen. Organisasi wanita pertama yang dibentuk pada saat itu dinamakan Deaconesses, mengunjungi orang-orang sakit dan anggota keagamaan laki-laki memberikan perawatan serta mengubur orang mati. Pada perang salib perawat laki-laki dan perempuan bertugas merawat orang-orang yang luka dalam peperangan tersebut. Kemajuan profesi keperawatan pada masa ini juga terlihat jelas dengan berdirinya rumah sakit terkenal di Roma yang bernama Monastik hospital. Rumah sakit ini dilengkapi dengan fasilitas bangsal-bangsal perawatan untuk merawat orang sakit serta bangsal-bangsal lain sebagai tempat merawat orang cacat, miskin dan yatim piatu. Seperti halnya di Eropa, pada pertengahan abad VI masehi keperawatan juga berkembang di benua Asia. Tepatnya di timur tengah seiring dengan perkembangan agama Islam. Tokoh keperawatan yang terkenal di dunia Arab pada masa ini adalah Rafidah. 4. Permulaan Abad XVI Struktur dan orientasi masyarakat berubah dari orientasi

keagamaan menjadi orientasi pada kekuasaan, yaitu perang, eksplorasi kekayaan alam, serta perkembangan pengetahuan. Akibatnya banyak gereja dan tempat ibadah ditutup, padahal tempat ini digunakan oleh ordoordo keagamaan untuk merawat orang sakit. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan keperawatan. Untuk memenuhi kebutuhan perawat, wanita yang pernah melakukan kejahatan dan telah berobat dapat diterima bekerja sebagai perawat. Akibat reputasi yang jelek ini, perawat menerima gaji yang rendah dengan jam kerja lama pada kondisi yang buruk (Taylor C.,dkk, 1989) 5. Masa Sebelum Perang Dunia II Florence Nightingale (1820-1910) merupakan tokoh pembaharu perawatan pada saat itu dan bahkan sering disebut Ibu Perawatan. Pada waktu itu, Florence Nightingale sudah menyadari pentingnya suatu

3

sekolah untuk mendidik para calon perawat, agar dapat diberikan pengetahuan, keterampilan dan pembinaan mental sehingga dihasilkan tenaga perawatan yang berbudi luhur, berpengetahuan luas dan terampil dalam melaksanakan perawatan. Beliau menetapkan struktur dasar sebagai prasyarat dalam pendidikan perawat : a. Mendirikan sekolah perawat b. Menentukan tujuan pendidikan perawat c. Menetapkan pengetahuan yang harus dimiliki para calon sebagai dasar perawatan Di samping itu, Florence Nightingale telah berpendapat bahwa. a. Perlu persiapan pendidikan yang berlainan bagi perawat pelaksana dan perawat administrator atau supervisor. b. Perlu diperhatikan bahwa harus ada perubahan tentang jam kerja perawat yang waktu itu berlangsung 12 jam/hari dan 7 hari/minggu. c. Perlu diperhatikan peningkatan pendapatan perawat setiap 6 bulan, mengingat beban dan tanggung jawab mereka. Namun, secara menyeluruh perkembangan perawat dari zaman Florence Nightingale sampai pecah perang dunia II dinilai sangat kecil atau hampir tidak ada perubahan. Oleh Karena itu, masa ini sering disebut sebagai masa pemeliharaan. 6. Masa Selama Perang Dunia II Selama perang, banyak kejadian yang merupakan tekanan bagi setiap bangsa di dunia. Tekanan perang ini mendorong manusia mengadakan perubahan-perubahan. Kemajuan teknologi dimaksudkan untuk berlomba menaklukan dunia. Penerapan teknologi modern dalam bidang pelayanan orang sakit telah mulai diperkenalkan waktu itu sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan akibat penderitaan sakit selama perang. Timbulnya penyakit akibat perang, menyebabkan dibutuhkannya peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga medis maupun perawat. Kemampuan satu bidang profesi tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan waktu itu.

4

Inipun merupakan tantangan baru bagi perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan bersama dengan profesi lain. 7. Masa Pasca Perang Dunia II Akibat Perang dunia II yang mengakibatkan banyaknya

penderitaan bagi penduduk dunia telah menggugah semua pihak untuk memperbaiki keadaan dunia. Dasar pemikiran semula, the nurse must give total patient care dalam arti sempit telah berkembang, dalam arti luas perawat lebih menyadari atas makna totality of the individual client dari sebelumnya. Oleh karena itu terjadi perubahan dari perawat bekerja sendiri menjadi bekerja team. Dalam dekade ini telah dilancarkan perjuangan untuk pengakuan keperawatan sebagai profesi. Lucille Brown (1948) menulis sebuah laporan tentang pengakuan perawat sebagai profesi merupakan titik tolak yang besar untuk kehidupan perawat dan profesi perawat. Ia

memperhatikan penghargaan pada perawat dalam kaitannya dengan tanggung jawab sebagai penyelenggara pelayanan perawatan yang bermutu. Untuk itu disadari perlunya suatu pengelolaan pelayanan keperwatan yang baik untuk menjamin mutu dan sekaligus tersedia alat evaluasi keperawatan tersebut. 8. Sejak Tahun 1950 Dalam mengacu proses profesionalisme, perlu pengembangan pendidikan keperawatan. Sebenarnya pendidikan keperawatan di tingkat universitas sudah ada sejak tahun 1909 di Universitas Minesota Amerika. Namun, pengakuan perawat sebagai profesi, baru terjadi tahun 1950, inipun baru pengakuan saja, belum memnuhi karakteristik profesi. Pendidikan perawat pada tingkat Bachelor dimulai tahun 1919. Pada tahun 1977 telah