MAKALAH PENYAKIT DEGENERATIF LANSIA new.docx

download MAKALAH PENYAKIT DEGENERATIF LANSIA new.docx

of 25

  • date post

    01-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    371
  • download

    57

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH PENYAKIT DEGENERATIF LANSIA new.docx

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangLansia menurut pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No.13 Tahun 1998 tentang kesehatan dikatakan bahwa lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun. Lansia dimulai apabila seseorang telah memasuki masa pensiun. Menurut WHO, lansia dikelompokkan menjadi empat kelompok, lansia usia pertengahan yaitu rentang 45-59 tahun, lansia elderly rentang 60-74 tahun, lansia tua rentang 75-90 tahun, dan usia sangat tua yaitu usia diatas 90 tahun. Dari tahun 1960-1982 di Amerika Serikat jumlah anak-anak usia 15 tahun ke bawah menurun sekitar 7% dan proporsi populasi yang berusia di bawah 15 tahun telah menurun sebanyak 28%. Sejak tahun 1950, penduduk lansia di Amerika Serikat berusia 65 tahun ke atas telah bertambah dua kali lipat. Dan penduduk lansia yang lemah berusia 85 tahun keatas telah bertambah lebih dari empat kali lipat. Sebagian besar wanita di AS terus mengalami pertumbuhan. Wanita Amerika Serikat memiliki harapan hidup sampai usia 78,3 tahun. Sedangkan pria mencapai usia 71,4 tahun (Stanley, 2002)Sensus penduduk di Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2000 mencatat bahwa jumlah lansia yang ada di Indonesia sebesar 9.327.444 jiwa atau sekitar 4,35% dari seluruh total penduduk Indonesia. Jumlah lansia yang ada di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun dan jumlah tersebut tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Dari data yang di dapat pada susenas (Survey Sosial Ekonomi Nasional) pada tahun 2005 jumlah penduduk lansia sebesar 16,80 juta jiwa, dan meningkat menjadi 18,96 juta jiwa pada tahun 2007 dan meningkat lagi pada tahun 2009 menjadi 19,32 juta jiwa.Kesehatan dan status fungsional lansia dipengaruhi faktor fisik, psikologi, serta sosiol ekonomi orang tersebut. Apabila terjadi kemunduran pada salah satu faktor misalnya faktor fisik pada lansia, akan menyebabkan lansia mengalami kemunduran status kesehatan, kemunduran tersebut khususnya menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif.Penyakit degeneratif menurut Notoadmojo, 2010 merupakan penyakit yang sulit diperbaiki serta merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Gaya hidup orang yang sehat akan memperlihatkan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan serta meningkatkan status kesehatannya.Kemunduran fisik, kelemahan organ, disebabkan oleh menurunnya sel-sel dalam tubuh karena proses penuaan yang akan menimbulkan berbagai macam penyakit degeneratif. Hal tersebut menimbulkan masalah pada kesehatan baik itu sosial, psikologis, dan ekonomi pada lansia (Depkes, 2008).Penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif sejak dasawarsa silam telah menjadi permasalahan tersendiri bagi masing-masing negara di seluruh penjuru dunia. Permasalahan penyakit menular yang semakin pelik serta kasus penyait non infeksi menimbulkan beban ganda bagi dunia kesehatan. Menurut WHO, diperkirakan banyak negara mengalami kerugian hingga miliar Dollar akibat penyakit degeneratif ini. Oleh karena itu dibutuhkan langkah konkret untuk menanggulanginya. Hingga saat ini penyakit degeneratif telah menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Hampir 17 juta orang meninggal lebih awal setiap tahun akibat epidemi global penyakit degeneratif (WHO). Fakta mencengangkan, ternyata epidemi global ditemukan lebih buruk di banyak negara dengan pendapatan nasional rendah dan sedang, di mana 80% kematian penyakit degeneratif terjadi di beberapa negara tersebut. Negara yang dimaksud, yaitu Brazilia, Kanada, Cina, India, Nigeria, Pakistan, Rusia, Inggris, dan Tanzania (WHO). Oleh karena itu tidak ada pilihan selain perlu adanya upaya penyelamatan. Upaya dalam bentuk kerjasama global yang diusulkan WHO untuk menanggulangi epidemi penyakit degeneratif ini, dapat menyelamatkan kehidupan 36 juta orang yang akan meninggal hingga tahun 2015.Di Indonesia transisi epidemiologi menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit, di mana penyakit kronis degeneratif sudah terjadi peningkatan. Penyakit degeneratif merupakan penyakit tidak menular yang berlangsung kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainnya. Kontributor utama terjadinya penyakit kronis adalah pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, pola makan dan obesitas, aktivitas fisik yang kurang, stres, dan pencemaran lingkungan. Sehingga Indonesia menanggung beban ganda penyakit di bidang kesehatan, yaitu penyakit infeksi masih merajalela dan ditambah lagi dengan penyakit-penyakit kronik degeneratif (Andajani et al.,2007).Di Amerika Serikat obesitas dan kelebihan berat badan (overweight) meningkat secara dramatis pada 30 tahun terakhir. Di Eropa prevalensi obesitas berkisar antara 10-40% dalam 10 terakhir ini (Verma Sita, 2002). Sedangkan di Indonesia sendiri Direktorat Bina Gizi Departemen Kesehatan RI mencatat diperkirakan 210 juta penduduk Indonesia pada tahun 2000, jumlah penderita yang overweight diperkirakan 76.7 juta (17,5%) dan penderita obesitas berjumlah lebih dari 9,8 juta (4,7%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 di Jakarta, tingkat prevalensi obesitas pada anak remaja 12-18 tahun ditemukan 6,2% dan pada umur 17-18 tahun 11,4% (Ade R. S, 2000). Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia, bahkan WHO menyatakan bahwa obesitas sudah merupakan suatu epidemi global, sehingga obesitas sudah merupakan suatu problem kesehatan yang harus segera ditangani (WHO, 2000). Berbagai resiko akibat dari obesitas seperti hipertensi: (Clarke dkk, 1986; Hubert dkk, 1987; Smoak dkk, 1987 dan Witteman dkk, 1989); peningkatan kadar kolesterol type LDL dan trigliserida sementara kadar kolesterol type HDL turun ( Dattilo , 1992; Denke dkk, 1993); penyakit kardiovaskular (Manson dkk, 1990); diabetes dan kanker (Simopoulos, 1987); serta osteoartritis. Selain berdampak buruk pada kesehatan, obesitas juga berdampak terhadap kesehatan mental. Laporan WHO (World Health Organisation) tahun 2003 menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit kardiovaskuler mencapai 29,2% dari seluruh kematian di dunia atau 16,7 juta jiwa setiap tahun (7,2 juta PJK; 5,5 juta penyakit serebrovaskuler; 4 juta hipertensi dan penyakit jantung lainnya). Dari jumlah kematian tersebut, 80% diantaranya terdapat di negara miskin, menengah dan negara berkembang.Penyakit kardiovaskuler yang utama yaitu penyakit jantung koroner dan hipertensi. Penyakit jantung koroner terutama disebabkan oleh kelainan miokardium akibat insufisiensi aliran darah koroner karena arterosklerosis yang merupakan proses degeneratif, di samping faktor-faktor lainnya. Karena itu dengan bertambahnya usia harapan hidup manusia Indonesia, kejadiannya akan makin meningkat dan menjadi suatu penyakit yang penting; apalagi sering menyebabkan kematian mendadak (Andajani et al.,2007).Penyakit degeneratif pada lansia terjadi gangguan fungsi biasanya terjadi apabila terdapat proses patologis pada organ tertentu, contohnya pada sistem persyarafan, pernapasan, endokrin, muskuloskeletal, pencernaan, mental psikis, kardiovaskuler, penglihatan dan lain-lain. Atau bilamana terjadi stress lain yang memperberat organ, dari organ yang sudah mulai menurun fungsi dan anatomiknya, sehingga menyebabkan perubahan fungsional ataupun patologik. Maka dari itu kelompok kami akan membahas secara spesifik tentang perubahan-perubahan proses penuaan yang terjadi pada sistem persyarafan, pernapasan, endokrin, muskuloskeletal, pencernaan, mental psikis, kardiovaskuler, serta penglihatan.

BAB IITINJAUAN TEORITIS

2.1 Definisi Masalah Kesehatan atau Penyakit Degeneratif pada LansiaMasalah kesehatan adalah masalah kesehatan lanjut usia karena menurunnya kekuatan fisik, sumber finansial yang tidak memadai, isolasi sosial, kesepian, dan banyak kehilangan lain yang mengakibatkan lansia rentan secara psikologis. Isolasi sosial, depresi, gangguan kognitif, masalah psikologis, merupakan masalah kesehatan yang serius. Kemampuan saling menolong suami-istri lansia dalam merawat pasangannya perlu ditingkatkan karena penuaan dan banyaknya masalah, suami istri lansia perlu saling tolong menolong. Umumnya suami lebih sering merawat pasangannya karena tidak terbiasa merawat orang lain, sementara istri kebalikannya.Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang sulit diperbaiki serta merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Gaya hidup orang yang sehat akan memperlihatkan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan serta meningkatkan status kesehatannya (Notoadmojo, 2010).

2.2 Tanda Penyakit Degeneratifa. Perubahan fisik1) Sistem Persyarafan Perubahan persyarafan meliputi : Berat otak yang menurun 10-20% (setiap orang berkurang sel syaraf otaknya dalam setiap harinya), cepat menurunnya hubungan persyarafan, lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi khususnya dengan stress, mengecilnya syaraf panca indra, berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya syaraf penciuman dan perasa, lebih sensitif terhadap perubahan suhu, serta kurang sensitive terhadap sentuhan.

2) Sistem Penglihatan Perubahan pada sistem penglihatan meliputi : Timbulnya sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar, kornea lebih berbentuk sferis (bola), terjadi kekeruhan pada lensa yang menyebabkan katarak, meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat dan susah melihat pada cahaya gelap, hilangnya daya akomodasi, menurunnya lapang pandang, serta menurunnya daya untuk membedakan warna biru atau hijau. Pada mata bagian dalam, perubahan yang terjadi adalah ukuran pupil menurun dan reaksi terhadap cahaya berkurang dan juga terhadap akomodasi, lensa menguning dan berangsur-angsur menjadi lebih buram mengakibatkan katarak, sehingga memengaruhi kemampuan untuk menerima dan membedakan warna-warna. Kadang warna gelap seperti coklat, hitam, dan marun tampak sama.

Pandangan dalam area yang suram dan adaptasi terhadap kegelapan berkurang (sulit melihat dalam cahaya gelap) menempatkan lansia pada risiko cedera. Sementara cahaya menyilauk