MAKALAH Pengkajian Siap Print

download MAKALAH Pengkajian Siap Print

of 60

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    424
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH Pengkajian Siap Print

ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BAPAK KUAT MIANTO DI RT 05 PRANCAK GLONDONG PANGGUNG HARJO SEWON BANTUL TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Di Susun Oleh : Kelompok II/IV A

1.2.

Naning Nurul Muslifah 100062 Ruly Febri Widya Rini 100066 Ika Wahyu Mayangsari 100076 Margareta Kurniati N 100081 Dewi Widiyanti 100083 Astika Felayati 100084 Arifah Fauzan 100085

3.

4.

5.

6. 7.

8. 9. 10.

Sri Ratnasari 100087 Atiek Fitrian Pratiwi 100089 Yuli Uji Riyani 100090

AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA 2012 LEMBAR PERSETUJUAN ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BAPAK KUAT MIANTO DI RT 05 PRANCAK GLONDONG PANGGUNG HARJO SEWON BANTUL TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Dipersiapkan dan disusun oleh : Kelompok II/IV A 1. Naning Nurul Muslifah2. Ruly Febri Widya Rini 3. Ika Wahyu Mayangsari 4. Margareta Kurniati N 5. Dewi Widiyanti

100062 100066 100076 100081 100083 100084 100085 100087 100089 100090

6. Astika Felayati 7. Arifah Fauzan 8. Sri Ratnasari 9. Atiek Fitrian Pratiwi 10. Yuli Uji Riyani

ii

Telah disetujui untuk ditampilkan di depan penguji Pada tanggal Mengetahui, Dosen Pembimbing

Nining Tunggal Sri Sunarti, SKM LEMBAR PENGESAHAN ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BAPAK KUAT MIANTO DI RT 05 PRANCAK GLONDONG PANGGUNG HARJO SEWON BANTUL TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Disusun oleh: Kelompok II/IV A 1.2. 3. 4. 5.

Naning Nurul Muslifah Ruly Febri Widya Rini Ika Wahyu Mayangsari Margareta Kurniati N Dewi Widiyanti Astika Felayati Arifah Fauzan Sri Ratnasari Atiek Fitrian Pratiwi

100062 100066 100076 100081 100083 100084 100085 100087 100089 100090

6. 7. 8. 9.

10. Yuli Uji Riyani

iii

Telah ditampilkan di depan penguji Pada tanggal Mengetahui, Dosen Pembimbing

Nining Tunggal, SKM DAFTAR ISI JUDUL .. LEMBAR PERSETUJUAN . LEMBAR PENGESAHAN .. DAFTAR ISI ..... BAB I PENDAHULUAN ..A. B.

Latar Belakang .................................................................... Tujuan ..

BAB II TINJAUAN TEORIA. B. C. D. E.

Pengertian Kesehatan Masyarakat . Keluarga .. Pasangan Usia Subur (PUS) Nifas . Neonatus . Rokok

F.

BAB III PENGKAJIAN..A. Data Hasil Kunjungan . B. Prioritas Masalah . C. POA (Planning Of Action) .

iv

BAB IV PEMBAHASAN BAB V PENUTUP.A. Kesimpulan B. Saran .

DAFTAR PUSTAKA

v

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang menjunjung tinggi adat ketimuran yang menekankan bahwa keluarga harus dibentuk atas dasar perkawinan seperti yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1994 bahwa keluarga dibentuk dari perkawinan yang sah. Dan dari perkawinan menjadi keluarga tersebut akan muncul masalah masalah serta upaya kesehatan ibu dan anak yang menyagkut pelayanan pada ibu hamil, bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, bayi dan balita, anak prasekolah serta keluarga berencana (Wikjosastro, 2010). Pembangunan keluarga dan masyarakat merupakan bagian dari pembangunan nasional. Dimana keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, maka untuk membina masyarakat serta dalam pembinaan yang dimulai dan ditujukan kepada keluarga yang merupakan unsur dari masyarakat, karena dalam keluarga terdapat perilaku perilaku yang mendukung kesehatan maupun bertolak belakang dari kesehatan. Jika perilaku keluarga tersebut mendukung maka akan tercipta masyarakat yang sehat tetapi sebaliknya jika pendidikan kesehatan tidak ditanamkan di dalam masyarakat maka akan tercipta keadaan masyarakat yang tidak sehat pula. (Notoadmojo, 2003) Manusia sudah seringkali menghadapi masalah-masalah

kesehatan serta bahaya kematian yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan hidup yang ada di sekeliling mereka seperti benda mati, mahkluk hidup, adat istiadat, kebiasaan, dan lain-lain. Masalah yang bermunculan pada daerah permukiman kumuh, akumulasi buangan

1

dan kotoran manusia, masalah sosial dan kesehatan didaerah perdesaan dan perkotaan. Faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat seperti faktor lingkungan hidup eksternal manusia yang mempunyai pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Masyarakat melakukan usaha-usaha untuk memperbaiki dan mencegah terjadinya masalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan hidup eksternal manusia. Status kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan terutama pada keluarga diperlukan suatu managemen untuk bisa meningkatkan mutu pelayanan dan mendekati pelayanan kepada masyarakat misal pada ibu menyusui, ibu nifas, keluarga berencana serta pada perwatan bayi. Selain itu bisa lebih menekankan upaya promotif dan preventif, management ini lebih mudah mendeteksi dini hal hal yang mengarah patologi. Alasan penyusun memilih keluarga Bapak Kuat Mianto sebagai keluarga intensif karena pada keluarga ini terdapat masalah kesehatan yang berhubungan dengan kebidanan seperti perawatan pada ibu nifas, perawatan pada bayi seperti cara menyusui yang benar dan tentang sanitasi lingkungan yang kalau dibiarkan akan mengancam kesehatan keluarga. Dari pengkajian yang dilakukan pada tanggal 25 Maret 2012 diketahui bahwa di keluarga Bapak Kuat Mianto terdapat seorang ibu nifas dan menyusui serta bayi berusia seminggu yang mana ibu ini kurang mengerti tentang perawatan masa nifas serta perawatan bayi yang baik dan benar. Sebagai tenaga kesehatan kita juga berperan aktif dalam usaha peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pengkajian terhadap keluarga secara

2

intensive hingga mendapatkan masalah yang pada akhirnya dapat ditangani berdasarkan ilmu kesehatan. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Agar mahasisiwa dapat memahami dan menerapkan Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan melakukan asuhan kebidanan kepada keluarga secara intensif. 2. Tujuan Khusus a. Agar mahasiswa dapat memahami pengertian kesehatan

masyarakat. b. Agar mahasiswa dapat memahami pengertian keluarga. c. Agar mahasiswa dapat memahami tentang pasangan usia subur (PUS). d. Agar mahasiswa dapat memahami tentang nifas. e. Agar mahasiswa dapat memahami tentang neonatus. f. Agar mahasiswa dapat melakukan pengkajian secara intensif.

3

BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Kesehatan Masyarakat Kesehatan masyarakat adalah upaya untuk mengatasi masalahmasalah sanitasi yang mengganggu kesehatan. Upaya untuk memperbaiki masyarakat dan adalah meningkatkan pencegahan sanitasi penyakit lingkungan yang terjadi adalah dalam merupakan kegiatan kesehatan masyarakat. Kegiatan kesehatan masyarakat melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan pencegahan penyakit melalui imunisasi. (Notoadmojo, 2003) Kesehatan masyarakat (public health) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk : 1. 2. 3. Perbaikan sanitasi lingkungan Pemberantasan penyakit-penyakit menular Pendidikan untuk kebersihan perorangan

4. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan 5. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya (Notoadmojo, 2003) B. Keluarga 1. Pengertian keluarga/defenisi keluarga Menurut Departemen Kesehatan RI (1998) : Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

4

2. Jenis Keluarga Ada beberapa jenis keluarga, yakni: a. Keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak b. Keluarga conjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek (Depkes RI, 2008) 3. Fungsi

Fungsi yang dijalankan keluarga adalah:a. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik

dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak. b. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.c. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga

melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.d. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara

instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

5

e. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga

memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia. f. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga. g. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masingmasing, dan lainnya. h. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.i. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di

antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga. C. Pasangan Usia Subur (PUS) 1. Pengertian Pasangan Usia Subur (PUS) Pasangan usia subur (PUS) berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki-laki dan perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal terlebih organ reproduksinya sudah berfungsi dengan baik. Pada masa ini pasangan usia subur harus dapat menjaga da