MAKALAH Pengkajian Siap Print

Click here to load reader

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    435
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH Pengkajian Siap Print

ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BAPAK KUAT MIANTO DI RT 05 PRANCAK GLONDONG PANGGUNG HARJO SEWON BANTUL TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Di Susun Oleh : Kelompok II/IV A

1.2.

Naning Nurul Muslifah 100062 Ruly Febri Widya Rini 100066 Ika Wahyu Mayangsari 100076 Margareta Kurniati N 100081 Dewi Widiyanti 100083 Astika Felayati 100084 Arifah Fauzan 100085

3.

4.

5.

6. 7.

8. 9. 10.

Sri Ratnasari 100087 Atiek Fitrian Pratiwi 100089 Yuli Uji Riyani 100090

AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA 2012 LEMBAR PERSETUJUAN ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BAPAK KUAT MIANTO DI RT 05 PRANCAK GLONDONG PANGGUNG HARJO SEWON BANTUL TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Dipersiapkan dan disusun oleh : Kelompok II/IV A 1. Naning Nurul Muslifah2. Ruly Febri Widya Rini 3. Ika Wahyu Mayangsari 4. Margareta Kurniati N 5. Dewi Widiyanti

100062 100066 100076 100081 100083 100084 100085 100087 100089 100090

6. Astika Felayati 7. Arifah Fauzan 8. Sri Ratnasari 9. Atiek Fitrian Pratiwi 10. Yuli Uji Riyani

ii

Telah disetujui untuk ditampilkan di depan penguji Pada tanggal Mengetahui, Dosen Pembimbing

Nining Tunggal Sri Sunarti, SKM LEMBAR PENGESAHAN ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BAPAK KUAT MIANTO DI RT 05 PRANCAK GLONDONG PANGGUNG HARJO SEWON BANTUL TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Disusun oleh: Kelompok II/IV A 1.2. 3. 4. 5.

Naning Nurul Muslifah Ruly Febri Widya Rini Ika Wahyu Mayangsari Margareta Kurniati N Dewi Widiyanti Astika Felayati Arifah Fauzan Sri Ratnasari Atiek Fitrian Pratiwi

100062 100066 100076 100081 100083 100084 100085 100087 100089 100090

6. 7. 8. 9.

10. Yuli Uji Riyani

iii

Telah ditampilkan di depan penguji Pada tanggal Mengetahui, Dosen Pembimbing

Nining Tunggal, SKM DAFTAR ISI JUDUL .. LEMBAR PERSETUJUAN . LEMBAR PENGESAHAN .. DAFTAR ISI ..... BAB I PENDAHULUAN ..A. B.

Latar Belakang .................................................................... Tujuan ..

BAB II TINJAUAN TEORIA. B. C. D. E.

Pengertian Kesehatan Masyarakat . Keluarga .. Pasangan Usia Subur (PUS) Nifas . Neonatus . Rokok

F.

BAB III PENGKAJIAN..A. Data Hasil Kunjungan . B. Prioritas Masalah . C. POA (Planning Of Action) .

iv

BAB IV PEMBAHASAN BAB V PENUTUP.A. Kesimpulan B. Saran .

DAFTAR PUSTAKA

v

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang menjunjung tinggi adat ketimuran yang menekankan bahwa keluarga harus dibentuk atas dasar perkawinan seperti yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1994 bahwa keluarga dibentuk dari perkawinan yang sah. Dan dari perkawinan menjadi keluarga tersebut akan muncul masalah masalah serta upaya kesehatan ibu dan anak yang menyagkut pelayanan pada ibu hamil, bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, bayi dan balita, anak prasekolah serta keluarga berencana (Wikjosastro, 2010). Pembangunan keluarga dan masyarakat merupakan bagian dari pembangunan nasional. Dimana keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, maka untuk membina masyarakat serta dalam pembinaan yang dimulai dan ditujukan kepada keluarga yang merupakan unsur dari masyarakat, karena dalam keluarga terdapat perilaku perilaku yang mendukung kesehatan maupun bertolak belakang dari kesehatan. Jika perilaku keluarga tersebut mendukung maka akan tercipta masyarakat yang sehat tetapi sebaliknya jika pendidikan kesehatan tidak ditanamkan di dalam masyarakat maka akan tercipta keadaan masyarakat yang tidak sehat pula. (Notoadmojo, 2003) Manusia sudah seringkali menghadapi masalah-masalah

kesehatan serta bahaya kematian yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan hidup yang ada di sekeliling mereka seperti benda mati, mahkluk hidup, adat istiadat, kebiasaan, dan lain-lain. Masalah yang bermunculan pada daerah permukiman kumuh, akumulasi buangan

1

dan kotoran manusia, masalah sosial dan kesehatan didaerah perdesaan dan perkotaan. Faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat seperti faktor lingkungan hidup eksternal manusia yang mempunyai pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Masyarakat melakukan usaha-usaha untuk memperbaiki dan mencegah terjadinya masalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan hidup eksternal manusia. Status kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan terutama pada keluarga diperlukan suatu managemen untuk bisa meningkatkan mutu pelayanan dan mendekati pelayanan kepada masyarakat misal pada ibu menyusui, ibu nifas, keluarga berencana serta pada perwatan bayi. Selain itu bisa lebih menekankan upaya promotif dan preventif, management ini lebih mudah mendeteksi dini hal hal yang mengarah patologi. Alasan penyusun memilih keluarga Bapak Kuat Mianto sebagai keluarga intensif karena pada keluarga ini terdapat masalah kesehatan yang berhubungan dengan kebidanan seperti perawatan pada ibu nifas, perawatan pada bayi seperti cara menyusui yang benar dan tentang sanitasi lingkungan yang kalau dibiarkan akan mengancam kesehatan keluarga. Dari pengkajian yang dilakukan pada tanggal 25 Maret 2012 diketahui bahwa di keluarga Bapak Kuat Mianto terdapat seorang ibu nifas dan menyusui serta bayi berusia seminggu yang mana ibu ini kurang mengerti tentang perawatan masa nifas serta perawatan bayi yang baik dan benar. Sebagai tenaga kesehatan kita juga berperan aktif dalam usaha peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pengkajian terhadap keluarga secara

2

intensive hingga mendapatkan masalah yang pada akhirnya dapat ditangani berdasarkan ilmu kesehatan. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Agar mahasisiwa dapat memahami dan menerapkan Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan melakukan asuhan kebidanan kepada keluarga secara intensif. 2. Tujuan Khusus a. Agar mahasiswa dapat memahami pengertian kesehatan

masyarakat. b. Agar mahasiswa dapat memahami pengertian keluarga. c. Agar mahasiswa dapat memahami tentang pasangan usia subur (PUS). d. Agar mahasiswa dapat memahami tentang nifas. e. Agar mahasiswa dapat memahami tentang neonatus. f. Agar mahasiswa dapat melakukan pengkajian secara intensif.

3

BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Kesehatan Masyarakat Kesehatan masyarakat adalah upaya untuk mengatasi masalahmasalah sanitasi yang mengganggu kesehatan. Upaya untuk memperbaiki masyarakat dan adalah meningkatkan pencegahan sanitasi penyakit lingkungan yang terjadi adalah dalam merupakan kegiatan kesehatan masyarakat. Kegiatan kesehatan masyarakat melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan pencegahan penyakit melalui imunisasi. (Notoadmojo, 2003) Kesehatan masyarakat (public health) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk : 1. 2. 3. Perbaikan sanitasi lingkungan Pemberantasan penyakit-penyakit menular Pendidikan untuk kebersihan perorangan

4. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan 5. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya (Notoadmojo, 2003) B. Keluarga 1. Pengertian keluarga/defenisi keluarga Menurut Departemen Kesehatan RI (1998) : Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

4

2. Jenis Keluarga Ada beberapa jenis keluarga, yakni: a. Keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak b. Keluarga conjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek (Depkes RI, 2008) 3. Fungsi

Fungsi yang dijalankan keluarga adalah:a. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik

dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak. b. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.c. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga

melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.d. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara

instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

5

e. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga

memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia. f. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga. g. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masingmasing, dan lainnya. h. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.i. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di

antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga. C. Pasangan Usia Subur (PUS) 1. Pengertian Pasangan Usia Subur (PUS) Pasangan usia subur (PUS) berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki-laki dan perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal terlebih organ reproduksinya sudah berfungsi dengan baik. Pada masa ini pasangan usia subur harus dapat menjaga dan memanfaatkan kesehatan reproduksinya yaitu menekan angka kelahiran dengan metode keluarga berencana, sehingga jumlah dan interval kehamilan dapat diperhitungkan untuk meningkatkan kualitas reproduksi dan kualitas generasi yang akan datang. (Suparyanto, 2012)

6

2. Masalah dan Kebutuhan yang dialami Pasangan Usia Subur (PUS)

Dalam menjalani kehidupan berkeluarga, PUS sangat mudah dalam memperoleh keturunan dikarenakan keadan kedua pasangan tersebut normal, hal inilah yang menjadi masalah bagi PUS yaitu perlunya pengaturan fertilitas (kesuburan), perawatan kehamilan dan persalinan aman. Dalam penyelesaian masalah tersebut diperlukan tindakan dari tenaga kesehatan dalam penyampaian penggunaan alat kontrasepsi rasional untuk menekan angka kelahiran dan mengatur kesuburan dari pasangan tersebut. Maka dari itu, petugas kesehatan harus memberikan penyuluhan yang benar dan dimengerti masyarakat luas. (Ratih, 2009) Dewasa ini, pemerintah melakukan suatu program dalam penekanan angka kelahiran karena kebanyakan penduduk Indonesia melakukan pernikahan dalam usia dini dimana masih banyak kesempatan/masa dimana keduanya memiliki keturunan yang banyak. Untuk itu, perlunya penyuluhan dalam mengatasi masalah tersebut dengan memperkenalkan alat kontrasepsi pada pasangan tersebut. Para petugas kesehatan harus memberi penyuluhan KB dan alat kontrasepsi, dan harus menyerahkan pilihan pada kedua pasangan tersebut untuk memilih apa yang sesuai dengan keinginannya. D. Nifas 1. Pengertian Nifas Masa nifas atau post partum disebut juga puerperium yang berasal dari bahasa latin yaitu dari katapuer yang artinya bayi dan parous berarti melahirkan atau masa setelah melahirkan , jadi, masa nifas adalah masa setelah seorang Ibu melahirkan bayi yang

7

dipergunakan untuk memulihkan kesehatannya kembali. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu atau 42 hari,namun secara keseluruhan akan pulih dalam waktu 3 bulan. (Ambarwati, 2008) 2. Tahapan Masa Nifas

Nifas dibagi menjadi 3 tahap : a. Puerpurium Dini Ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan b. Puerpurium Intermedia Alat-alat genital telah pulih (6-8 minggu). c. Remote Puerpurium Waktu yang diperlukan untuk sehat sempurna (bermingguminggu, bulan dan tahun). 3. Tujuan Asuhan Masa Nifas

Adapun tujuan asuhan pada masa nifas adalah : a. Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologi b. Melaksanakan skrining yang komprehensif,mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada Ibu maupun bayinya c. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan

kesehatan dini, nutrisi, KB, menyusui, pemberian imunisasi pada bayi dan perawatan bayi sehat. d. Memberikan pelayanan Keluaraga Berencanae. Mendapatkan kesehatan emosi (Ambarwati, 2008)

8

E. Neonatus Bayi baru lahir disebut juga dengan neonatus merupakan individu yang sedang bertumbuh dan baru saja mengalami trauma kelahiran serta harus dapat melakukan penyesuaian diri dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauteri. Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan 37-42 minggu dan berat badannya 2.500-4000 gram (Kelly, 2010). 1. Ciri-ciri bayi baru lahir normal a. Lahir aterm antara 37 - 42 minggu. b. Berat badan 2.500 - 4.000 gram. c. Panjang badan 48 - 52 cm. d. Lingkar dada 30 - 38 cm. e. Lingkar kepala 33 35 cm. f. Lingkar lengan 11 12 cm. g. Frekuensi denyut jantung 120 160 x/menit. h. Pernapasan 40 60 x/menit. i. Gerak aktif.j. Reflek rooting (mencari puting susu dengan rangsangan taaktil

pada pipi dan daaerah mulut) sudah terbentuk dengan baik.k. Reflek sucking (isap dan menelan) sudah terbentuk dengan baik. l. Reflek morrow (gerakan memeluk bila dikagetkan) sudah

terbentuk dengan baik.m.

Reflek grasping (menggenggam) sudah baik. 1) 2) Pada laki-laki kemaataangan ditandai dengan testis Pada perempuan kematangan ditandai dengan

n. Genitalia. yang berada pada skrotum dan penis yaang berlubang. vagina dan uretra yang berlubang, serta adanya labia minora dan mayora.

9

BAB III PENGKAJIAN A. Data Hasil Kunjungan

FORMAT PENGKAJIAN DATA KELUARGA PRAKTIK KEBIDANAN KOMUNITAS AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012

RT/RW Nama Pewawancara Desa/Kelurahan Tanggal

: 05 : Mahasiswa Akbidyo : Prancak Glondong/ Panggung Harjo : 25 Maret 2012

10

Kecamatan Kab/Kodya Nama Kepala Keluarga

: Sewon : Bantul : Tn. Kuat Mianto

A. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA 1. Struktur Keluarga a. Nama Kepala Keluarga b. Umur c. Jenis Kelamin d. Agama e. Pendidikan f. Pekerjaan g. Pendapatan h. Alamat i. Suku/Bangsa j. Daftar Anggota Keluarga : SMK : Pegawai swasta : Rp. 700.000,00 : Prancak Glondong Rt 05 : Jawa / Indonesia : 1. Ny. Siamin 2. Tn. Kuat Mianto 3. Ny. Siti Masrifatun 4. Nn. Mugirahayu 5. An. Ilham : Tn. Kuat Mianto : 28 tahun : Laki-laki : Islam

11

No Nama 1. 2. 3. 4. 5. Tn. Kuat Mianto Ny. Siti M An. Ilham Ny Siamin Nn. Mugirahayu

Hub. keluarga Suami/ KK Istri Anak Ibu Adik

L/P L P L P P

Umur 28 th 23 th 6 hr 53 th 17 th

Pendidikan SMA SMA SD SMA

Pekerjaan Swasta IRT IRT Pelajar

k. Tipe Keluarga

: Keluarga Besar

l. Hubungan Antar Anggota Keluarga 1) 2) Hubungan Antar Keluarga : Harmonis Hubungan Antar Anggota Keluarga dan

Masyarakat : Harmonis 2. Sifat Keluarga a. Anggota Keluarga yang berpengaruh dalam mengambil keputusan : Ayah b. Kebiasaan hidup sehari-hari 1. Kebiasaan Makan 1) 2) 3) 4) 5) Waktu makan Frekuensi makan : Teratur : 3 kali/hari : ya

Makanan garam beryodium

Cara penyajian makanan : Di meja dapur Cara penyimpanan/ : Ditutup

tudung saji

12

mengamankan makanan dari pencemaran 6) Kebiasaan cuci tangan : sebelum dan

sesudah Makan 2. Kebiasaan istirahat dan tidur keluarga : Ada : Ada, TV

Kebiasaan istirahat/tidur 3. Sarana hiburan keluarga

dan Radio 4. Pemanfaatan waktu senggang saja Suasana waktu senggang : Waktu senggang, digunakan untuk : Dirumah

Senang/gembira

5.

Hygiene perorangan/keluarga a. b. Kebiasaan mandi Penggunaan sabun : 2 kali/sehari : Ya : Merokok Ket

6. No Nama Anggota 1. Keluarga Tn. Kuat M

Kebiasaan keluarga yang merugikan Kebiasaan yang merugikan Merokok Alasan

Sudah biasa -

13

B. FAKTOR EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA 1. Penghasilan dan sosial budaya a. Penghasilan utama dalam satu bulan Suami = Rp. 700.000,00 b. Penghasilan tambahan dalam satu bulan Suami-.. Istri-.. = Rp. c. Mata pencaharian sehari-hari d. Lantai e. Langit-langit f. Atap rumah g. Ventilasi h. Jenis ventilasi : Pegawai swasta : Semen plester : Tidak ada : Genting : Ada : Jendela dan pintu : Ya

i. Jendela, lubang angin dibuka setiap hari j. Keadaan ventilasi k. Penerangan

: Memenuhi syarat : Listrik : Ya

l. Cahaya matahari masuk kedalam rumah m. Kebersihan rumah

: Cukup

14

n. Bila kurang bersih, disebabkan oleh : -

C. FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN 1. Kondisi rumah o Kepemilikan rumah : Sendiri o Letak rumah o Permanen 2. Sampah o Pembuangan sampah o Tempat pembuangan sampah o Pengelolaan sampah 3. Sumber air a. Sumber air minum : Sumur gali : Ada : Bak sampah : Dibakar : Dekat Jalan

b. Inspeksi Sanitasi (pada formulir tersendiri) 4. Penampungan air minum a. Tempat penampungan air minum b. Kondisi penampungan air minum 5. Jamban keluarga a. Pemilikan jamban b. Jenis jamban 6. Pembuangan air limbah : Tidak, numpang tetangga : Angsa latrine : Ember plastik : Terbuka

15

a. Jenis limbah b. Bak limbah c. Kebersihan 7. Kandang ternak a. Pemilikan b. Jenis hewan piaraan c. Letak dari rumah d. Tempat pembuangan sampah kotoran ternak e. Kebersihan kandang 8. Halaman a. Kebersihan 9. Kamar mandi a. Pemilikan b. Letak dari rumah c. Kebersihan 10. Fasilitas kesehatan o Puskesmas o Bidan 11. Fasilitas peribadatan 12. Sarana hiburan

: Rumah tangga : Ada : Cukup

: Tidak :::-

:-

: Cukup

: Tidak : Luar : Cukup

: jarak dari rumah 1 km : jarak dari rumah 0,5 km : Masjid : TV dan Radio

16

13. Fasilitas transportasi keluarga D. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA 1. Riwayat kesehatan anggota keluarga No Nama Anggota Jenis

: Ada, sepeda motor

Upaya Penanggulangan -

Ket -

Keluarga Penyakit 2. Kebiasaan memeriksakan diri a. Waktu : Bila sakit

b. Tempat : Puskesmas Alasan : Dekat jaraknya

3. Kesehatan ibu dan anak a. Riwayat kehamilan yang lalu No Anak ke Umur Jml n 1. Pertama 9 bulan 9X Keluhan Cara Mengatasi Hasil

Kehamilan Pemeriksaa

b. Riwayat persalinan No 1. Persalinan Pertama Tempat Persalinan Rumah Sakit Penolong Persalinan Dokter Proses Persalinan SC Keterangan Panggul sempit

c. Ibu hamil d. Ibu nifas e. Ibu menyusui

: Tidak ada : Ada : Ada

17

f. Keluarga berencana Pasangan usia subur Akseptor KB g. Pemeriksaan Bayi dan Balita Mempunyai bayi / balita 4. Kesehatan Lansia Anggota keluarga yang lansia 5. Riwayat Kesehatan Jiwa-Psikososial-Spiritual a. Memenuhi kebutuhan jiwa 1) Pemenuhan rasa aman 2) Perasaan bangga/senang 3) Semangat untuk maju b. Riwayat kesehatan mental keluarga 1. Anggota keluarga yang pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa 2. Jenis gangguan kesehatan mental yang dialami : 6. Kesehatan Keluarga tentang bahaya HIV/AIDS Pengatahuan tentang HIV/AIDS : Tahu : Tidak ada : Ada : Ada : Ada : Ya : Ada : Tidak ada

7. Tanggapan Keluarga tentang pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial a. Jenis pelayanan kesehatan : Rumah bersalin

18

b. Bentuk pelayanan kesehatan yang : Dana diperlukan keluarga dalam membantu mengatasi masalah kesehatan. c. Tanggapan keluarga tentang petugas : Baik kesehatan d. Keluarga merasa perlu mendapatkan : Perlu pengarahan/penyuluhan informasi kesehatan e. Kunjungan petugas kesehatan kerumah: Tidak pernah 8. Masalah-masalah Penyakit Kronis 9. Dana Sehat atau PJKM a. Pengetahuan keluarga tentang dana : Tahu sehat atau PJKM b. Keikutsertaan keluarga dalam dana : Ikut, Jampersal sehat atau PJKM 10. Usaha Pemeliharaan Kesehatan Mandiri : :-

Penyediaan kotak obat, isinya minyak kayu putih, minyak gosok 11. Demam Berdarah Apakah anggota keluarga ada yang sakit demam berdarah pada tahun ini ? tidak ada

19

Bila ya diobatkan kemana ? Sembuh / meninggal ? Apakah tahu tanda dan gejala demam berdarah ? Bagaimana pencegahannya ? 12. Apakah dikeluarga ada yang meninggal pada tahun ini ? Tidak Siapa ? Sebab meninggal karena ? Umur berapa ? 13. Keadaan keluarga saat kunjungan ? N o 1. 2. 3. 4. 5. Ny. Siamin Tn. Kuat Mianto Ny. Siti Masrifatun Nn. Mugirahayu An. Ilham 53 th 28 th 23 th 17 th Nama Umur Jenis kelamin L/P P L P P L Keadaan kesehatan saat ini Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Perawatan

E. PERSEPSI DAN TANGGAPAN KELUARGA TERHADAP MASALAH 1) Persepsi keluarga terhadap masalah yang dihadapi Dimusyawarahkan bersama 2) Tanggapan / mekanisme coping keluarga terhadap masalah

20

Dijadikan sebagai pengalaman

FORMAT PENGKAJIAN IBU NIFAS DAN IBU MENYUSUI

1. Ibu Nifas a.b.

Perawatan masa nifas Keluhan masa nifas : Nyeri

: Tahu : Ada

Kalau ada sebutkan c.d.

Cara mengatasi bagaimana Nafsu makan Bayi dirawat oleh Gangguan kesehatan bayi Jenis gangguan Cara mengatasi Lama mengatasi Makanan pantang

: Dibiarkan : Meningkat : Ibu sendiri : Tidak ada :::: Tidak ada

e.f.

g. h. i. j.

2. Ibu Menyusui (ibu yang mempunyai anak usia 0-2 tahun) a. ASIb. Lama Laktasi

: Ada

: Ada, lancar : Tidak tentu

21

c. MPASI d. Ibu masih menyusui anaknya

: Tidak ada : Ya

e. Jika ibu masih menyusui, rencana pemberian ASI nya : Sampai anak usia 6 bulan f. Pemeriksaan fisik ibu menyusui : 1. BB 2. TB 3. TD 4. Hb 43 150 100/70 11 kg cm mmHg gr%

5. Keadaan payudara : Baik, air susu keluar lancar FORMAT PENGKAJIAN PUS / WUS / KB

1. Umur PUS 2. Pernah mendengar KB 3. Akseptor KB

: 28 tahun dan 23 tahun : Pernah : Tidak

4. Data keluarga berencana (cek pada kartu KB) : 5. Pengetahuan tentang jenis alat kontrasepsi KB : Tahu > 3 macam

22

FORMAT PENGKAJIAN BAYI DAN BALITA

1. Umur atau tanggal lahir 2. Pemeriksaaan / kunjungan ke 3. Pemeriksaan dilakukan 4. Frekuensi pemeriksaan 5. KMS diisi oleh 6. Menimbang bayi 7. Menimbang balita

: 5 hari /20 Maret 2012 : Rumah Sakit : Kontrol : Ya : Dokter : Baru 1 kali :-

23

8. Status imunisasi 9. Status gizi bayi 10. 11. 12. ASI saja 13. 14. 15. 16. a. Status gizi balita Pemberian tablet Vit A

: Baru Vit K : Baik :: Sudah

Jenis makanan yang dikonsumsi bayi / balita setiap hari :

Pengadaan makanan untuk bayi / balita : Pemberian makanan tambahan : Tidak

Makanan pantangan untuk bayi / balita : Pertumbuhan dan perkembangan (tumbang bayi dan balita) Tingkat pertumbuhan dan perkembangan bayi / balita

menurut ibu : Normal b. Ibu / keluarga mengetahui cara-cara menstimulasi dan

mendeteksi tumbang pada bayi / balita : ya c. Informasi tentang stimulasi dan deteksi dini tumbang dari :

Media Cetak, TV dan radio d. Status kesehatan Bayi / balita 1) 2) 3) ISPA DIARE : Tidak : Tidak

STATUS KESEHATAN BAYI/BALITA LAINNYA :

(kurun waktu 1 tahun terakhir / selain ISPA dan DIARE) Tidak

24

KRITERIA PENILAIAN KESEHATAN LINGKUNGAN

1. RUMAH Permanen: 1) Dinding dari batu bata/ tembok 2) Atap genting 3) Lantai semen/ plester/ keramik/ tegel 2. VENTILASI Cukup 1) Luas seluruh ventilasi < 10 % luas lantai rumah 2) Tidak terasa panas bila kita berada di dalam rumah 3) Ventilasi (jendela, lubang angin, pintu) selalu dalam keadaan terbuka 3. RATA-RATA LUAS RUMAH (untuk satu anggota keluarga) Kurang : kurang dari 34 m

4. KEBERSIHAN RUMAH Cukup 1) Lantai kedap air dan dalam keadaan cukup bersih 2) Dinding, langit-langit dan perabot rumah dalam keadaan sebagian kotor tidak dibersihkan 3) Ada lalat, semut, nyamuk, dan vektor lainnya 5. KONDISI KAMAR25

Kurang 1) Satu keluarga tidur bersama (ibu, bapak, anak) 2) Tidak ada sekat dengan ruangan yang lain 3) Pencahayaan kurang 4) Tidak ada jendela 6. SARANA JAMBAN KELUARGA Tidak ada 7. SARANA PEMBUANG AIR LIMBAH Tidak ada (menumpang) 8. SARANA PEMBUANGAN SAMPAH Cukup 1) Ada tempat tetapi tidak mencukupi 2) Pengolaan kurang baik (belum dikemas secara tertutup dan aman, masih menyebabkan penyakit)

26

INSPEKSI SANITASI SARANA AIR BERSIH

27

JENIS SARANA Nomor Identitas Sarana

: Sumur gali (menumpang) :-

Jumlah Pemakai

: 2 KK

Kualitas Fisik Air Keruh Berbau Berasa Suhu menyimpang Warna Diagnosa Khusus1. Apakah ada jamban pada radius 10 m

: Tidak : Tidak : Tidak : Tidak : Tidak

: Tidak

Disekitar sumur gali?2. Apakah ada sumber pencemar lain pada radius

: Tidak

10 m sekitar sumur, misalnya kotoran hewan, sampah, genangan air dll?3. Apakah ada/ sewaktu-waktu ada genangan air

: Tidak

pada jarak 2 m sekitar sumur?4. Apakah saluran pembuangan air limbah

: Tidak

28

rusak/ tidak ada?5. Apakah lantai semen yang mengitari sumur

: Tidak

mempunyai radius kurang dari 1 m?6. Apakah ada/ sewaktu-waktu ada genangan

: Tidak

air di atas lantai semen sekeliling sumur?7. Apakah ada tali timba diletakkan sedemikian rupa

: Tidak

sehingga memungkinkan pencemaran?8. Apakah bibir sumur (cincin) tidak sempurna sehingga

: Tidak

Memungkinkan air merembes ke dalam sumur?9. Apakah dinding sumur sedalam 3 m dari atas

: Tidak

permukaan tanah tidak diplester cukup rapat/ tidak smpurna?

Jumlah

: 10 (Tidak)

Jumlah Item menyimpang Tingkat resiko pencemaran Saran untuk pemilik/ pengelola

:0 : Rendah (R) (0-2) : Lebih meningkatkan kebersihan sekitar sumber air

29

B. Prioritas Masalah Dari hasil kunjungan yang telah kami lakukan, kami menemukan beberapa masalah berkaitan dengan KIA sehingga kami dapat menentukan prioritas masalah sebagai berikut : 1. ASI Eksklusif 2. Cara Menyusui yang benar 3. Keluarga Berencana 4. Rokok C. POA

30

BAB IV PEMBAHASAN Pendataan dilakukan pada hari Minggu tanggal 25 Maret 2012 pada lima kepala keluarga di RT 05 Desa Panggung Harjo, Prancak Glondong Sewon, Bantul. Kegiatan pertama adalah wawancara untuk mendapatkan informasi terkait data keluarga mengenai ekonomi, sosial, budaya, pendidikan atau pengetahuan, lingkungan dan kesehatan keluarga. Setelah mendapatkan data kelima kepala keluarga, Keluarga Bapak Kuat Mianto dipilih sebagai pengkajian Kepala Keluarga Intensif karena masalah dalam keluarga ini mencakup ibu nifas, ibu menyusui dan neonatus yang merupakan ruang lingkup kebidanan.

31

Keluarga Bapak Kuat Mianto terdiri dari 5 anggota keluarga, yaitu Bapak Kuat Mianto (28 tahun) selaku kepala keluarga, Ibu Siti Masrifatun (23 tahun) istri Bapak Mianto, Ibu Siamin (53 tahun) ibu Bapak Mianto, Mugirahayu (17 tahun) adik Bapak Mianto, dan Anak Pertama Bapak Mianto (6 hari pada kunjungan pertama). Tipe keluarga ini termasuk keluarga besar, dengan hubungan antar keluarga tergolong harmonis. Keluarga Bapak Mianto termasuk keluarga kelas menengah kebawah dengan pengahasilan Rp. 700.000,00 per bulan sebagai pegawai swasta. Secara umum kondisi rumah Keluarga Bapak Mianto cukup bersih namun kurang tertata rapi. Dari segi kesehatan kondisi personal keluarga ini tergolong sehat dengan personal hygiene yang cukup. Namun, Bapak Mianto memiliki kebiasaan buruk yaitu merokok. Ibu Siti Masrifatun melahirkan pada tanggal 22 Maret 2012 dengan section cesaria karena Disproporsi Kepala Panggul (DKP). Secara keseluruhan keadaan kencang. Dari informasi tersebut kami dapat memprioritaskan masalahmasalah sebagai berikut: 1. ASI Eksklusif 2. Cara Menyusui yang Benar 3. KB 4. Rokok Kegiatan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 29 Maret 2012 untuk menanyakan kondisi ibu sekaligus perkembangan anaknya dan membuat persetujuan untuk memberikan penyuluhan pada kunjungan berikutnya. ibu dan bayi dalam kondisi sehat. Namun, ibu hanya merasa nyeri pada bagian bekas operasi dan payudara terasa

32

Kegiatan ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 31 Maret 2012 untuk memberikan informasi dalam bentuk konseling mengenai masalah yang telah diprioritaskan di atas. Sebelum melakukan konseling, ibu diberikan pretest/soal berupa pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif, cara menyusui yang benar dan KB. Dari soal pretest yang telah diberikan ibu dapat menjawab pertanyaan dengan cukup baik namun ada beberapa hal yang kurang ibu pahami sehingga dapat lebih ditekankan pada saat pemberian konseling. Kami menggunakan metode konseling, dengan memanfaatkan media leaflet, lembar balik, dan alat peraga. Konseling yang kami lakukan membutuhkan waktu berkisar 10-15 menit setiap materi penyuluhan (SAP). Respon keluarga terhadap konseling yang kami berikan sangatlah baik, karena mereka berkenan untuk memperhatikan konseling hingga akhir dan juga mereka tidak sungkan untuk bertanya seputar materi ataupun di luar materi. Mereka merasa berterima kasih dan bersyukur mendapatkan materi yang penting untuk ibu dan anak mereka. Setelah memberikan konseling dilakukan evaluasi dengan

mengulang kembali penjelasan yang telah diberikan. Ibu dapat mengerti dan memahami dengan baik apa yang telah disampaikan melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan (posttest).

33

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Pratikum IKM ini dapat meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa, berkaitan dengan pengertian kesehatan, pengertian keluarga, PUS (Pasangan Usia Subur), nifas dan neonatus. Sekaligus penerapan ilmu tersebut dalam kehidupan masyarakat.

34

Dari pengkajian KK intensif yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dapat menerapkan Asuhan Kebidanan kepada keluarga secara intensif dengan mengkaji seluruh data keluarga hingga menemukan masalah yang terdapat di dalam keluarga. Masalah yang kami temukan tersebut. Kami tentukan priorotas masalah seperti ASI Eksklusif, cara menyusu yang benar, KB dan rokok. Prioritas masalah tersebut kita olah dengan penyususan POA (Planning Of Action) untuk kita lakukan konseling dalam keluarga tersebut. Sehingga dapat memecahkan masalah pada Keluarga Bapak Kuat Mianto. Keluarga Bapak Mianto dapat menerima, memahami dan menerapkan materi atau konseling yang telah diberikan.

B. Saran 1. Bagi Mahasiswa Sebaiknya pelaksanaan mahasiswa Kepala lebih Keluarga mempersiapkan intensif diri dalam dengan

berkaitan

pengetahuan dan keterampilan 2. Bagi Institusi Pendidikan Sebaiknya Institusi Pendidikan memberikan manajemen jangka waktu praktikum yang lebih baik. Sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih maksimal. 3. Bagi Keluarga

35

Diharapkan keluarga dapat menerapkan materi penyuluhan yang diterima dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, Eny Retna. 2008. Asuhan Kebidanan NIFAS. Jakarta: Mitra Cendikia Press

36

Kelly, Paula. 2010. Asuhan Neonatus dan Bayi. Jakarta: EGC Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta Rochmat, Ratih.2009. Reproduksi Pasangan Usia Subur. http://ratihrochmat.wordpress.com. Diakses pada tanggal 29 Maret 2012 Suparyanto.2012.Konsep Pasangan Usia Subur (PUS) dan KB. http://drsuparyanto.blogspot.com. Diakses pada tanggal 29 Maret 2012 Wikjosastro, Sarwono. 2010. Ilmu Kandungan. Jakarta: EGC

LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. SAP ASI Eksklusif dan Cara Menyusui yang Benar

37

2. SAP KB 3. SAP Rokok 4. Leaflet ASI Eksklusif dan Cara Menyusui yang Benar 5. Leaflet KB 6. Pretest 7. Postest 8. Dokumentasi

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASI Eksklusif dan Cara Menyusui yang Benar

38

Bidang Studi Topik Sub Topik Sasaran Tempat Hari/Tanggal Waktu

: Ilmu Kesehatan Masyarakat : ASI Eksklusif : ASI Eksklusif dan Cara Menyusui yang Benar : Keluarga : Prancak Glondong RT 05 Sewon, Bantul : Kamis, 28 Maret 2012 : 15.00-17.00 WIB

I. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM Setelah dilaksanakannya penyuluhan ini diharapkan keluarga dapat mengerti tentang ASI Eksklusif dan cara menyusui yang benar.

II. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1. 2. Ibu dapat menjelaskan pengertian ASI Eksklusif. Ibu dapat menjelaskan manfaat menyusui.

3. Ibu dapat menjelaskan cara menyusui yang benar. 4. Ibu dapat menjelaskan cara menyimpan ASI. III. MATERI 1. Pengertian ASI Eksklusif 2. Manfaat menyusui39

3. Cara menyusui yang benar 4. Cara menyimpan ASI

IV.

METODE Ceramah dan Tanya jawab

V.

MEDIA Leflet, lembar balik

VI.

KRITERIA HASIL 1. Evaluasi Struktur a. Keluarga hadir di konseling. b. Penyelenggaran konseling dilaksanakan di Prancak Glondong RT 05 Sewon, Bantul c. Pengorganisasian penyelenggaraan konseling dilakukan sebelumnya 2. Evaluasi proses a. Keluarga antusias terhadap materi konseling. b. Tidak ada keluarga yang meninggalkan tempat

konseling. c. Keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab

pertanyaan secara benar.

40

3. Evaluasi Hasil a. Keluarga dapat memahami dan mengerti tentang

pengertian ASI Eklusif manfaat ASI Eklusif, cara menyusui yang benar dan cara menyimpan ASI.

I.

KEGIATAN PENYULUHAN Kegiatan Penyuluhan a. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam b. Memperkenalkan diri c. Menjelaskan tujuan dari konselingd. Menyebutkan materi yang

No. Waktu 1. 1 menit

Kegiatan Peserta Menjawab salam Mendengarkan Memperhatikan Memperhatikan

2.

10 menit

akan diberikan Pelaksanaan a. Menjelaskan pengertian ASI Eksklusif b. Menjelaskan manfaat ASI Eksklusif c. Menjelaskan cara menyusui yang benar d. Menjelaskan cara menyimpan ASI Evaluasi Menanyakan kembali kepada keluarga tentang materi yang telah diberikan Menjawab pertanyaan Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan

3.

2 menit

41

4.

1 menit

Penutup a. Membuat kesimpulan b. Memberi kesempatan bertanya c. Mengucapkan terimakasih atas peran peserta d. Mengucapkan salam

Mendengarkan Bertanya Mendengarkan Menjawab salam

SATUAN ACARA PENYULUHAN KB

Bidang Studi Topik Sub Topik Sasaran Tempat Hari/Tanggal Waktu

: ilmu kesehatan masyarakat : pasangan usia subur, : KB : Ibu nifas : rumah ibu Rifa, RT 05, panggung harjo : kamis, 29 Maret 2012 : 15.00 WIB

42

II.TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM Setelah dilaksanakannya penyuluhan ini diharapkan ibu mengerti tentang KB.

III.TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS1. Ibu mampu menjelaskan pengertian KB.

2. Ibu mampu mengetahui macam- macam KB.3. ibu mampu mengetahui keuntungan dan kerugian macam-

macam KB. 4. Ibu mampu mengetahui efek samping KB.

IV. MATERI 1. Macam macam KB(IUD, Implan, Suntik 3 bulan, Mini pil,

kondom), beserta cara kerja, keuntungan, kerugian, efektivitas dan efek samping.

V.METODE Ceramah dan Tanya jawab

VI.MEDIA1.

Leaflet Lembar balik

2.

43

3.

Alat peraga

VII.KRITERIA HASIL 1. Evaluasi Struktura.

Penyelenggara penyuluhan dilaksanakan di rumah

ibu Rifa, RT 05, punggung harjo, prancak glondong b. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan

dilakukan sebelumnya 2. Evaluasi prosesa.

Ibu antusias terhadap materi penyuluhan. Ibu tidak meninggalkan tempat penyuluhan. Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab

b. c.

pertanyaan secara benar. 3. Evaluasi Hasila.

Ibu dan suami dapat memahami dan mengerti tentang pengertian tentang KB.

44

VIII.

KEGIATAN PENYULUHAN Kegiatan Penyuluhan a. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam b. Memperkenalkan diri c. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan d. Menyebutkan materi yang akan diberikan Kegiatan Peserta Menjawab salam Mendengarkan Memperhatikan Memperhatikan

No. Waktu 1. 1 menit

2.

10 menit

Pelaksanaan e. Menjelaskan Macam macam KB, beserta cara kerja, keuntungan, kerugian, efektivitas. Evaluasi. Menanyakan kembali kepada ibu tentang materi yang telah diberikan Menjawab pertanyaan Memperhatikan

3.

3 menit

4.

1 menit

Penutup e. Membuat kesimpulan f. Memberi kesempatan bertanya g. Mengucapkan terimakasih atas peran ibu h. Mengucapkan salam Mendengarkan Bertanya Mendengarkan Menjawab salam

45

SATUAN ACARA PENYULUHAN ROKOK

46

Bidang Studi Topik Sub Topik Sasaran Tempat Hari/Tanggal Waktu

: Ilmu Kesehatan Masyarakat : Merokok : Bahaya merokok bagi kesehatan bayi dan keluarga : Bapak Kuat Mianto : Prancak Glondong RT 05 Sewon, BantulA : Kamis, 29 Maret 2012 : 15.00-17.00 WIB

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah dilaksanakannya penyuluhan ini diharapkan bapak dapat mengerti tentang bahaya rokok bagi kesehatan.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS1. Menjelaskan pengertian rokok 2. Menjelaskan

bahaya rokok bagi kesehatan bayi dan

keluarga

III. MATERI 1. Pengertian merokok 2. Bahaya merokok bagi kesehatan bayi dan keluarga

IV.

METODE47

1. 2.

Ceramah Tanya Jawab

V. Leaflet

MEDIA

VI. 1.

KRITERIA HASIL Evaluasi Struktur a. Anggota keluarga berada tempat konseling b. Penyelenggara konseling dilaksanakan di rumah Bapak Kuat Mianto c. Pengorganisasian penyelenggaraan konseling dilakukan sebelumnya.

2.

Evaluasi proses a. Anggota keluarga antusias terhadap materi konseling b. Anggota keluarga mengikuti konseling hingga berakhirnya konseling c. Anggota keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan benar

3.

Evaluasi Hasil a. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian rokok,bahaya rokok bagi bayi48

IX.

KEGIATAN PENYULUHAN Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

No. Waktu

1.

1 menit

e. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam f. Memperkenalkan diri g. Menjelaskan tujuan dari konseling h. Menyebutkan materi yang akan diberikan Pelaksanaan a. rokokb.

Menjawab salam Mendengarkan Memperhatikan Memperhatikan

2.

10 menit

Menjelaskan pengertian Memperhatikan Menjelaskan bahaya Memperhatikan

merokok bagi kesehatan bayi dan keluarga

49

3.

2 menit

Evaluasi Menanyakan kembali kepada keluarga tentang materi yang telah diberikan Menjawab pertanyaan

4.

1 menit

Penutup i. Membuat kesimpulan j. Memberi kesempatan bertanya k. Mengucapkan terimakasih atas peran peserta l. Mengucapkan salam Mendengarkan Bertanya Mendengarkan Menjawab salam

PRETEST 1. Apa saja jenis kontrasepsi yang ibu ketahui? Pil KB, Susuk, Steril 2. Semua jenis kontrasepsi bisa digunakan oleh ibu menyusui? Tidak tahu 3. Apa saja jenis kontrasepsi untuk ibu menyusui yang ibu ketahui? Tidak tahu 4. Apa itu ASI eksklusif? ASI yang diberikan sampai 6 bulan 5. ASI eksklusif diberikan sampai bayi berusia 6 bulan? Ya 6. Apa manfaat pemberian ASI eksklusif?

50

Biar anaknya pintar 7. ASI eksklusif dapat digunakan sebagai kontrasepsi? Kurang tahu 8. Bagaimana cara menyusui yang benar? Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyusui 9. ASI tidak boleh disimpan dibotol lalu diberikan lagi kepada bayi? Boleh, selama 2 hari 10. Sebelum menyusui areola dibersihkan dengan kapas basah? Tidak

POSTTEST

1. Apa saja jenis kontrasepsi yang ibu ketahui?

51

Pil KB, Susuk, Steril, IUD, Kondom, Suntik 2. Semua jenis kontrasepsi bisa digunakan oleh ibu menyusui? Tidak, 3. Apa saja jenis kontrasepsi untuk ibu menyusui yang ibu ketahui? hanya IUD, mini pil dan Suntik 3 bulan. 4. Apa itu ASI eksklusif? ASI yang diberikan dari 0 bulan sampai 6 bulan tanpa pemberian makanan dan minuman apapun. 5. ASI eksklusif diberikan sampai bayi berusia 6 bulan? Ya 6. Apa manfaat pemberian ASI eksklusif? Biar anaknya pintar, sehat, terhindar dari penyakit mempercepat penyembuhan kondisi kesehatan ibu. 7. ASI eksklusif dapat digunakan sebagai kontrasepsi? Ya, 8. Bagaimana cara menyusui yang benar? Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyusui, membersihan putting dan daerah sekitarnya dengan kapas air hangat, berganti menyusui setiap 15 menit, menyusui bayi tanpa jadwal. 9. ASI tidak boleh disimpan dibotol lalu diberikan lagi kepada bayi? Boleh, hanya bertahan sampai 6 jam disuhu ruangan. 10. Sebelum menyusui areola dibersihkan dengan kapas basah?

52

Ya. Dengan kapas air hangat

53

DOKUMENTASI

54

55